Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 10 End


srghyomyboss6

Title : 

“Saranghaeyo, My Boss!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Genre :

Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Kyuhyun POV

Mustahil. Kereta itu sudah pergi. Apakah aku datang terlambat? Apakah aku tidak bisa lagi bertemu denganmu, Yoona?

Aku tertunduk lemas sembari menatap jauh ke arah kereta yang sudah tidak terlihat lagi. Tubuhku terasa kaku. Pikiranku juga kosong. Tidak tahu harus berbuat. Tanpa sadar air mataku menetes. Hatiku benar-benar kalut.

“Kyu, apa yang sedang kau lakukan di sini?”

DEG! Suara ini? Aku sangat mengenal suara ini. Tidak mungkin. Kukira aku hanya berhalusinasi. Tapi perasaanku semakin yakin kala mendengar suara langkah yang berjalan mendekatiku. Rasa penasaran itu mendorongku berbalik dan memutar tubuhku.

“Kau . . .”

Author POV

Kyuhyun menatap kaget ke arah yeoja yang sudah berdiri di belakangnya dengan membawa beberapa koper yang sudah ada di tangannya.

“Sedang apa kau di sini?”

Namja itu masih terdiam dan tidak merespon. Membuat yeoja di hadapannya hanya menatap bingung ke arahnya.

“Kau . . . tidak jadi pergi ke Busan?” tanya Kyuhyun pada Yoona.

Yoona terkejut saat Kyuhyun mengetahui tujuannya. “Ngg . . . keretaku berangkat 1 jam lagi. Darimana kau tahu aku akan pergi ke Busan? Jessica yang memberitahumu?”

“HEI!” Tiba-tiba Kyuhyun berteriak dan membuat Yoona kaget setengah mati.

Kyuhyun terlihat menahan kesal. “Kau mau membuatku mati karena serangan jantung?! Mengerjaiku seperti ini?!”

“Kenapa kau marah-marah?!” bentak Yoona. “Cih, aku menyesal sudah bertanya padamu.”

Kejengkelan Yoona membuatnya berbalik dan berjalan meninggalkan Kyuhyun. Tak lama kemudian namja itu bergegas menyusul Yoona dan langsung memeluk yeoja itu hingga koper yang sedang dipegangnya terlepas dari tangannya.

“Kyu . . .”

Kyuhyun masih memeluk Yoona dengan erat, semakin lama semakin erat. Seolah tak mau melepaskan pelukannya. Seolah takut jika yeoja itu pergi lagi dari sisinya.

“Begitu tahu kau akan pergi ke Busan, aku langsung ke sini! Aku berlarian menyusuri seluruh sudut stasiun tapi tidak menemukanmu. Sampai kupikir kereta yang baru saja berangkat itu kereta yang kau naiki. Aku sungguh ketakutan jika sampai tidak bisa bertemu lagi denganmu . . .” ucap Kyuhyun.

Yoona terdiam. Ia tersentuh mendengar pengakuan Kyuhyun tersebut. Yeoja itu terlihat ingin melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun.

“Diamlah sebentar. Kumohon biarkan seperti ini dulu . . .” ucap Kyuhyun. Kedua matanya tampak terpejam sembari mendekatkan kepalanya dengan kepala Yoona. Tanpa disadari namja itu, sikapnya membuat Yoona tampak tersipu dengan wajah memerah. Bukan karena suka dengan tindakannya, tapi karena malu banyak orang yang memperhatikan gelagat mereka sembari tersenyum.

Yoona POV

Sungguh aku hanya bisa menunduk. Apa yang dilakukannya? Tidak sadar membuatku malu. Dasar.

“Kyu, lepaskan! Banyak orang yang melihatnya . . .” ucapku sembari melepas pelukannya dan sukses.

Kulihat Kyuhyun hanya menatapku sembari terkekeh. Wajah muramnya sudah berubah cerah dan ceria.

“Kau ini mau mempermalukanku ya?” tanyaku ketus.

Wae? Kau tidak mau jika aku melakukannya? Aku bisa melakukan hal yang lebih dari itu . . .” jawabnya terkekeh.

“Hentikan!”

Kyuhyun masih tersenyum ke arahku. Sungguh. Ada yang berubah dari namja yang sedang berdiri di hadapanku. Sejak tadi pandangannya tak lepas dariku. Membuat wajahku semakin memerah melihatnya

“Jadi . . .” Aku sedikit gugup untuk memulai pembicaraan dengannya. “Apa yang kau katakan tadi sungguh-sungguh? Kau begitu takut jika tidak bisa bertemu lagi denganku?”

Kyuhyun mengangguk pelan. Tangannya menggenggam erat tanganku, matanya tampak menatap teduh padaku. Dapat kurasakan jantungku berdebar semakin tidak beraturan.

“Aku takut, tidak hanya jika aku tidak bisa bertemu lagi denganmu. Aku pun juga takut jika sampai kehilangan dirimu, karena . . .”  Kyuhyun menghentikan kalimatnya sejenak. Mendekatkan wajahnya padaku. “Karena aku mencintaimu.”

Usai mengatakan itu, Kyuhyun langsung mendaratkan kecupan manis di bibirku. Aku terkejut. Sampai-sampai membuat tubuhku mematung. Begitu selesai melakukannya, Kyuhyun tertawa melihat ekspresiku yang kurasa masih diam dan tidak berkutik sedikitpun.

“Apa ini ciuman pertamamu? Reaksimu seperti shock sekali  . . .” tanyanya masih dengan tawa.

Barulah aku sadar dari lamunanku dan langsung mencubit lengan Kyuhyun. Namja itu berteriak kesakitan sembari memegangi lengannya.

“Huh, tega sekali kau melakukan ini padaku . . .” pekiknya.

“Kau pantas menerimanya! Siapa suruh melakukannya di tempat umum seperti ini,” ucapku.

Kyuhyun membulatkan matanya lalu menatapku dalam-dalam.

“Tapi sepertinya kau senang, wajahmu memerah begitu . . .” ucapnya.

Aku semakin menunduk untuk menutupi wajahku darinya. Aish, dia itu benar-benar sukses membuatku tidak berdaya seperti ini menghadapinya.

Tiba-tiba terdengar suara kereta yang bersiap akan berangkat. Aku menoleh ke arah kereta tersebut. Sepertinya tujuan kereta tersebut adalah Busan. Kyuhyun tampak memperhatikanku dengan cemas.

“Apakah . . . kau akan tetap pergi?” tanyanya ragu.

Aku tersenyum dan berdiam cukup lama. Sampai aku melihat kereta sudah mulai berjalan meninggalkan stasiun.

“Sepertinya kereta itu yang akan kunaiki, apakah aku harus mengejar kereta yang sudah mulai berjalan jauh?” tanyaku sembari tersenyum.

Kyuhyun menggeleng pelan. “Ani, aku mau kau tetap di sini dan tidak perlu mengejar kereta itu, ne?

Aku mengangguk pelan, kemudian langsung memeluk Kyuhyun dan membiarkan koperku tergeletak di lantai. Ya, aku tidak jadi pergi ke Busan. Sudah kuputuskan untuk tetap tinggal di Seoul, karena orang yang sangat kucintai ada di sini.

Author POV

Siwon keluar dari mobil saat tiba di rumahnya. Perhatiannya tertuju pada sosok yeoja yang tengah berdiri di depan pintu rumahnya. Yeoja itu terlihat gelisah dan gusar seolah sudah lama sedang menunggu seseorang.

“Soo . . .” Siwon memanggil pelan yeoja itu hingga membuatnya menoleh. Wajah gelisahnya berubah cerah. Yeoja itu bergegas mendekat ke arahnya.

Oppa . . .

“Apa kau sedang menungguku?” tanya Siwon.

Sooyoung mengangguk pelan sembari tertunduk. “Ada yang ingin kubicarakan denganmu, oppa.”

“Kebetulan aku juga ingin bicara denganmu . . .”

Sooyoung mendongakkan kepalanya. “Ada apa?”

Siwon tersenyum. Diraihnya tangan Sooyoung lalu menggenggam erat seolah tak mau melepaskannya. “Mianhae, aku terlalu egois. Aku tidak memikirkan perasaanmu, hingga membuat keputusan konyol seperti kemarin . . .”

“Aku juga terlalu egois, oppa. Tidak memahami perasaanmu yang merasa cemburu karena persahabatanku dengan Kyuhyun. Wajar jika kau akhirnya melakukan tindakan kemarin,” ucap Sooyoung.

“Kita perbaiki hubungan kita, kalau perlu . . .” Kalimat Siwon terhenti sejenak. “Kita segera adakan pernikahan kita, eotohge?

Sooyoung terharu mendengar ajakan Siwon. Yeoja itu langsung memeluk Siwon dan menangis dalam pelukannya.

“Yoona yang menyadarkanku untuk terus bersamamu, Soo . . .” ucap Siwon.

Sooyoung tampak terkejut mendengarnya. “Jinjja? Benarkah Yoona yang mengatakannya?”

Anggukan Siwon membuat Sooyoung merasa bersalah. “Ah, aku sudah berbuat buruk padanya. Dia justru membantu memperbaiki hubunganku denganmu, oppa . . .”

“Menurutku, kita berdua bersalah terhadap Kyuhyun dan Yoona. Kau tahu mereka saling mencintai bukan?”

Sooyoung mengangguk sembari tersenyum. “Ne. Karena pertengkaran kita, mereka jadi terpisah. Apa Kyuhyun belum berhasil menemukannya?”

Siwon mengangkat bahunya. “Entahlah, sebenarnya kemarin aku sudah bertemu dengan Yoona, tapi . . .” Kalimat Siwon terhenti saat mendengar ponselnya berdering. Namja itu bergegas mengambil ponselnya dari balik jasnya.

“Dari Kyuhyun . . .” ucap Siwon pada Sooyoung. “Yeoboseyo . . .”

Namja itu terlihat serius mendengarkan pembicaraan dari Kyuhyun. Sementara Sooyoung masih menunggu dan terlihat penasaran.

“Kau sudah bertemu dengan Yoona?” Seketika raut wajah Siwon berubah cerah. “Baguslah. Malam ini kalian akan mengadakan pesta barbeque?”

Sooyoung tampak antusias mendengar pembicaraan yang dilakukan Siwon.

Ne, arraseo. Aku pasti datang . . .” ucap Siwon. “Aku akan mengajak Sooyoung. Ne . . .kami sudah berbaikan.”

KLIK! Siwon mematikan ponsel lalu memasukkannya kembali ke dalam jasnya.

“Mereka akan mengadakan pesta barbeque di rumah Kyuhyun dan Shin ajussi. Kita diundang ke sana . . .”

Sooyoung tersenyum senang. “Kurasa semua masalah sudah selesai, oppa.”

Siwon merangkul Sooyoung dan ikut tersenyum. “Kau benar.”

*****

Kyuhyun POV

Aku dan Donghae tengah menyiapkan peralatan barbeque di teras. Sementara Yoona dan Jessica menyiapkan daging, Shin ajussi terlihat sedang merapikan meja makan yang akan kami gunakan untuk pesta barbeque malam ini.

“Selamat malam . . .”

Aku menoleh ke arah suara yang mengejutkan kami semua. Kulihat Sooyoung dan Siwon-hyung baru datang.

“Selamat datang, Siwon-ssi, Sooyoung-ssi . . .” sapa Shin ajussi.

Ajussi, biar aku membantumu . . .” ucap Sooyoung sembari tersenyum.

Aku melirik ke arah Siwon-hyung yang masih memperhatikan kami. “Hyung, kau juga harus ikut membantu!”

“Baiklah, kujamin akan cepat selesai jika aku membantu kalian . . .”

Aku tertawa kecil mendengar ucapannya, begitu juga dengan Donghae. Sesekali aku melirik ke arah Yoona yang sedang sibuk menyiapkan daging dan juga makanan lainnya bersama Jessica. Tanpa disengaja, Yoona menoleh ke arahku dan kami pun saling memperhatikan. Kulihat yeoja itu tersipu malu dan tersenyum lalu kembali fokus pada kegiatannya.

“Bos . . . kau sedang lihat apa?”

Aku terkejut saat ucapan Donghae membuyarkan lamunanku. Kulihat ia hanya tersenyum jahil memandangku, begitu juga dengan Siwon-hyung.

“Sudah pasti sedang melihat orang yang dicintainya . . .”

“Diamlah, hyung! Kau mau mempermalukanku di hadapan karyawanku sendiri . . .” ucapku.

“Tanpa kau beritahu pun, aku sudah tahu jika Bos sedang melihat Yoona . . .” ujar Donghae dengan suara keras.

Hening. Semua orang tampak menoleh ke arahku dan juga Donghae. Kulihat Donghae langsung menutup mulutnya. Ya, aku sukses dipermalukan oleh karyawanku sendiri.

“Aish, kau ini . . .!!”

Semua orang tertawa melihat sikap Donghae yang langsung kabur sebelum berhasil kuberi pelajaran. Kulihat Yoona juga tertawa melihatnya. Ah, malam ini benar-benar sangat menyenangkan.

Author POV

“Bersulang!!”

Makan malam yang diimbangi dengan pesta barbeque terasa menyenangkan kala dinikmati bersama dengan orang terdekat. Shin ajussi terlihat tersenyum senang saat melihat dua pasang kekasih yang tampak asyik menikmati kebersamaan. Perhatiannya beralih pada Donghae dan Jessica yang terlihat duduk bersebelahan di depannya.

“Hei, kalian tidak ingin mengikuti dua pasang kekasih itu?” tanya Shin ajussi diiringi gelagat tawa.

Kontan pertanyaan itu membuat dua pasang kekasih yang disebut Shin ajussi menoleh ke arah mereka. Donghae dan Jessica terlihat masih bingung. Keduanya tampak memandang satu sama lain. Tak lama barulah mereka menyadari maksud dari ucapan Shin ajussi.

“Maksudmu kami juga menjalin hubungan begitu?” tanya Jessica.

“Memangnya ada maksud lain . . .” jawab Shin ajussi.

“Tidak mau!” balas Donghae dan Jessica kompak. Keduanya kontan menatap tajam satu sama lain.

“Wah, kalian berdua ini sangat kompak. Cocok sekali . . .” celetuk Siwon.

“Di tempatku tidak ada yang melarang hubungan sesama karyawan . . .” lanjut Kyuhyun.

“Bukankah dulu sepertinya ada larangan ini?” ucap Jessica.

Donghae mengangguk sepakat. “Benar. Itu karena bos sudah menjalin hubungan dengan karyawannya sendiri, makanya berani mengatakan demikian . . .” ucap Donghae sembari berbisik, tapi dengan suara keras. Alhasil ucapannya terdengar semua orang. Otomatis mengundang gelagat tawa. Kyuhyun tampak memandang kesal ke arah Donghae dan Jessica yang berkomplot untuk mempermalukannya. Dilihatnya dua orang itu justru ber-high five ria sembari terkekeh ke arahnya.

“Kalian berdua . . .” ucap Kyuhyun geram. “Awas ya! Berani-beraninya mempermalukanku seperti ini!”

Donghae dan Jessica langsung berlari saat melihat Kyuhyun mulai berpindah mendekati keduanya. Kontan sikap mereka mengundang tawa bagi siapapun yang melihatnya.

Yoona POV

Malam ini sungguh menyenangkan. Aku dapat menikmati kebersamaan yang begitu hangat. Appa, eomma, apakah kalian melihatku dari sana? Sekarang aku tidak kesepian lagi. Aku sudah mempunyai orang terdekat yang sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri. Selain itu, aku juga sudah memiliki kekasih, namanya Cho Kyuhyun. Dia adalah bosku sendiri. Kuharap kalian merestui hubungan kami, ne?

“Yoong . . .”

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. Kulihat Sooyoung sudah berdiri di belakangku.

“Ada apa?” tanyaku pelan saat melihat wajahnya sedikit menunduk.

Mianhae, atas sikapku terakhir kali padamu. Aku sudah melakukan hal yang tidak wajar dengan sengaja membahayakan diriku sendiri dan membuatmu terlihat buruk di mata Kyuhyun. Jeongmal mianhae . . .” ucapnya merasa bersalah.

Gwaenchana, aku tahu kau melakukannya karena suatu alasan. Lebih baik kita lupakan saja kejadian itu, ne?

Anggukan Sooyoung membuatku tersenyum lega. Kami pun berpelukan satu sama lain.

“Mulai sekarang kita berteman, eotohge?

Aku mengangguki ucapan Sooyoung.

“Bagaimana hubunganmu dengan Siwon?” tanyaku penasaran. Mengingat pengakuan Siwon terakhir kali padaku.

Sooyoung tersenyum. “Kami sudah berbaikan. Kurasa, sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan . . .”

Jinjja? Kalian akan segera menikah? Chukkae . . .” ucapku turut senang.

Ne, gomawo. Kudengar dari oppa, kau yang meyakinkannya untuk tetap bersamaku. Aku sangat berterima kasih padamu, Yoong . . .” kata Sooyoung.

“Itu karena kalian memang saling mencintai, tidak ada alasan bagiku untuk tidak melakukannya.”

Sooyoung kembali memelukku usai mendengar ucapanku.

“Kau pun akan kurestui untuk menjalin hubungan dengan Kyuhyun. Kau memang pantas mendapatkannya . . .”

Aku tersenyum senang mendengar ucapannya. “Ne, gomawo.”

Author POV

“Kalian akan segera menikah?”

Siwon tersenyum sembari mengiyakan pertanyaan Kyuhyun. “Kurang lebih 2 minggu lagi.”

“Wah, aku senang mendengarnya. Ini benar-benar kabar bahagia, chukkae . . .”

Gomawo. Kau juga harus segera menyusulku . . .” ucap Siwon sembari melirik ke arah Yoona yang sedang mengobrol bersama Sooyoung. “Jaga Yoona baik-baik. Kau pantas mendapatkannya. Kalian berdua saling mencintai. Mianhae, atas sikapku dan Sooyoung yang sudah menyulitkan kalian kemarin . . .”

Gwaenchana, hyung. Paling tidak, semua masalah sudah selesai sekarang . . .” balas Kyuhyun sembari merangkul Siwon.

Keduanya tampak asyik mengobrol hingga akhirnya Yoona dan Sooyoung menghampiri mereka. Mereka pun terlihat senang menikmati kebahagiaan yang tengah mereka rasakan. Siwon tampak memeluk Sooyoung, begitu juga dengan Kyuhyun yang tengah memeluk Yoona. Wajah keduanya memancarkan kebahagiaan yang tidak ternilai.

“Hei, jika kalian terus-terusan mesra seperti itu, aku tidak menjamin daging barbequei ini masih ada untuk kalian,” celetuk Donghae tiba-tiba.

“Kami akan menghabiskannya . . .” lanjut Jessica.

Keduanya tampak kembali melanjutkan aksi makan mereka. Kontan dua pasang kekasih yang sedang melihatnya tertawa. Sementara Shin ajussi tampak memperhatikan mereka dari dalam rumah sembari tersenyum. Ia lega, semua permasalahan sudah selesai. Apalagi saat melihat keponakannya sudah meraih kebahagiaannya sendiri. Ia pun keluar dan ikut larut dalam kebersamaan mereka.

Kyuhyun POV

Pesta barbeque sudah selesai. Semua peralatan pesta juga sudah dirapikan. Aku memperhatikan Yoona yang tengah duduk sendirian di tempat favoritnya. Dengan pelan aku berjalan mendekatinya.

“Sedang apa? Kau tidak tidur?” tanyaku sembari mengambil posisi duduk di sebelahnya.

Yoona menoleh ke arahku. Wajahnya terlihat ceria.

“Malam ini aku terlalu senang, hingga sulit membuatku tidur . . .” jawab Yoona. “Aku senang hubungan Siwon dan Sooyoung sudah membaik. Bahkan akan segera melangsungkan pernikahan.”

“Kau benar. Aku pun merasakan kebahagiaan itu. Apalagi . . .”

Yoona menoleh ke arahku saat kalimatku terdengar menggantung. “Apa?”

“Aku juga sudah menemukan kebahagiaanku sendiri bersama orang yang sangat kucintai,” ucapku sembari tersenyum padanya.

Kulihat wajahnya memerah. Perlahan Yoona menyenderkan kepalanya di bahuku. Tanganku menggenggam erat tangannya.

Gomawo, aku senang karena kau tidak jadi pergi ke Busan dan tetap tinggal,” ucapku.

“Aku juga berterima kasih padamu karena kau berhasil mencegahku,” balas Yoona.

Kami berdua saling memandang satu sama lain. Tiba-tiba, saat perhatianku sedang beralih ke arah lain, Yoona mencium pipiku. Aku terkejut dan tubuhku mematung. Dapat kurasakan hawa panas di wajahku.

“Kau ini . . .” ucapku gemas ke arahnya.

Kami pun saling berpelukan dengan memandang langit yang dipenuhi bintang. Ah, malam ini sungguh malam yang romantis bagiku dan juga Yoona.

ooOoo

Two weeks later

Yoona POV

Hari ini hari pernikahan Sooyoung dan Siwon. Aku tengah bersiap untuk menghadiri acara pernikahan tersebut bersama Kyuhyun dan juga Shin ajussi.

“Yoong, apa kau sudah selesai? Kita harus bergegas . . .” ucap Kyuhyun mengingatkanku dari balik pintu kamar.

“Sebentar lagi . . .” balasku.

Dasar, apa dia tidak tahu jika kekasihnya sedang  berdandan secantik mungkin agar tidak memalukannya? Tidak sabaran.

Kali ini aku mengenakan dress panjang berwarna merah muda. Rambut panjangku sedikit kubiarkan tergerai. Aku memang lebih suka berdandan sederhana, namun tetap tidak menghilangkan kesan anggun.

Usai bersiap, aku bergegas turun menghampiri Kyuhyun dan juga Shin ajussi yang sudah menunggu di luar. Dari jauh aku melihat Kyuhyun mengenakan tuxedo warna hitam. Ia benar-benar terlihat tampan. Tanpa sadar jantungku kembali berdebar.

Kajja . . .” ucapku begitu berhenti di depan Kyuhyun.

Kyuhyun tampak terdiam, pandangan kedua matanya tidak lepas dariku.

Wae? Apa aku terlihat aneh?” tanyaku pelan.

Kyuhyun menggeleng pelan sembari tersenyum. “Ani, kau terlihat cantik . . .”

Jawabannya itu sukses membuatku tersipu malu.

“Ehem . . .”

Aku dan Kyuhyun menoleh ke arah Shin ajussi yang memperhatikan kami dengan tersenyum.

Kajja . . . acaranya sudah hampir dimulai,” ajak Kyuhyun.

Author POV

Acara pernikahan Sooyoung dan Siwon diadakan di kediaman Siwon. Konsep garden party terasa kental di kediaman Siwon. Banyak tamu undangan yang sudah hadir. Kyuhyun, Yoona dan Shin ajussi berhasil datang tepat waktu. Mereka bertemu dengan Donghae dan Jessica yang sudah tiba lebih dulu.

Begitu mendapatkan tempat duduk yang kosong, mereka pun tampak duduk dan seperti tamu undangan yang lain, menunggu kehadiran sang pengantin wanita yang akan tiba sebentar lagi. Sementara Siwon tampak sudah menunggu di dekat altar. Terlihat gurat ketegangan di wajahnya.

Tak lama kemudian, pengantin wanita tiba. Semua para tamu undangan kontan berdiri untuk menyambutnya. Didampingi appanya, Sooyoung terlihat cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih. Rambutnya disanggul dengan dihiasi mahkota. Benar-benar terlihat seperti seorang putri.

Tiba saatnya acara yang dinanti oleh semua orang. Siwon dan Sooyoung tampak berjalan mendekat ke altar. Keduanya terlihat bahagia. Mengikat janji sehidup semati sebagai pasangan suami istri. Usai mengucap janji, keduanya bertukar cincin. Para tamu undangan yang hadir terlihat bersorak dan ikut bahagia atas pernikahan keduanya.

Pemandangan yang sungguh indah, membuat Yoona dan Kyuhyun tersentuh melihat kebahagiaan yang sedang dialami Siwon dan Sooyoung. Sooyoung tampak bersiap akan melempar buket bunga yang sedang dipegangnya. Kontan para tamu undangan yang hadir terlihat berkumpul dan sudah bersiap untuk menangkap buket tersebut. Mereka meyakini bagi siapa yang dapat menangkapnya, maka akan menyusul untuk segera menikah.

“Kau tidak ikut mereka?” tanya Kyuhyun pada Yoona saat melihat Donghae dan Jessica sudah ikut berkumpul dengan tamu undangan yang hadir.

“Untuk apa? Aku tidak terlalu ingin buru-buru menikah, lagipula belum tentu aku yang dapat . . .” jawab Yoona.

“Kau tidak ingin segera menikah?” pekik Kyuhyun.

“Memangnya kenapa?” tanya Yoona kaget saat melihat reaksi Kyuhyun.

“Aku ingin segera menikahimu . . .” jawab Kyuhyun sembari tersipu.

Yoona terkejut. “Apa kau sedang melamarku?”

“Sudah jelas masih tanya,” balas Kyuhyun kesal. “Jika akhirnya kau yang mendapatkan buket bunga itu, maka kau tidak bisa menolak lamaranku.”

“Jika aku gagal mendapatkannya?”

“Kau tetap akan menikah denganku . . .” jawab Kyuhyun terkekeh.

Yoona mengerucutkan bibirnya. Keduanya kembali fokus pada Sooyoung yang sudah berdiri di hadapan para tamu undangan. Semuanya tampak bersiap.

Hana . . . dul . . . set . . .”

Sooyoung melempar buket bunga tersebut. Semua orang berebut untuk menangkapnya.

SLAP! Yoona terkejut saat buket bunga yang dilempar Sooyoung tanpa sengaja berhasil ditangkapnya. Kontan semua orang bersorak melihatnya dan bertepuk tangan. Sementara Kyuhyun ikut bersorak karena harapannya terkabul.

“Wah, cepat sekali harapanku terkabul . . .” ucapnya sembari tersenyum.

Yoona masih menatap tak percaya dengan buket bunga yang sedang dipegangnya. Tak lama kemudian Donghae dan Jessica datang menghampiri mereka.

“Aish, ternyata kau yang dapat . . .” ucap keduanya bersamaan.

Kyuhyun terkekeh. “Apa kalian ingin mendapatkannya karena ingin menikah juga?”

“Tentu saja,” ucap keduanya lagi-lagi kompak.

Donghae dan Jessica tampak menatap sinis satu sama lain. Kyuhyun dan Yoona hanya tertawa melihatnya. Dari jauh, Siwon mengacungkan jempol ke arah keduanya sembari tersenyum. Begitu juga dengan Sooyoung.

“Lalu . . .” ucapan Kyuhyun terhenti sejenak. “Bagaimana jawabanmu?”

Yoona masih terdiam. Dilihatnya Kyuhyun tampak mengeluarkan kotak kecil yang berisikan cincin. Namja itu sedikit merendah di hadapan Yoona. Beberapa orang yang menyaksikan aksi melamar yang dilakukan Kyuhyun ikut bersorak.

Will you marry me?” tanyanya dengan senyum khasnya.

Semua orang tampak menunggu jawaban dari Yoona. Yeoja itu terlihat sedikit gugup. Sampai akhirnya, ia mengangguk pelan pertanda menerima lamaran Kyuhyun. Kontan semua orang bertepuk tangan dan bersorak melihatnya. Begitu juga dengan Donghae, Jessica dan juga Shin ajussi. Kyuhyun terlihat senang sembari mengacungkan jempol ke arah Siwon dan Sooyoung yang ikut menyaksikannya.

Dalam acara itu, memang yang menjadi pusat perhatian seharusnya hanyalah Siwon dan Sooyoung. Namun, berkat aksi yang dilakukan Kyuhyun, suasana pesta pernikahan menjadi lebih meriah. Seolah ada dua pasang pengantin yang sedang merayakan kebahagiaan mereka.

Kyuhyun tampak menyematkan cincin di jari tangan Yoona. Usai melakukannya, ia langsung memeluk yeoja yang sangat dicintainya itu. Keduanya terlihat bahagia.

Saranghaeyo, my boss!

“Hei, sebentar lagi kau akan menjadi istri bos. Untuk apa masih memanggilku begitu . . .” ucap Kyuhyun.

Yoona tersenyum. “Ne, arraseo.”

Kyuhyun tampak menunggu Yoona melanjutkan kalimatnya.

Kyuhyun-ah, saranghae . . .

Kyuhyun tampak tersenyum sembari memeluk Yoona. “Nado saranghae . . .

-THE END-

Yey, akhirnya tamat juga nih FF *makan-makan*halah* Menurut kalian endingnya gimana? Haduh, saya takut kalo nggak dapet feel nya, mian hehe. Gomawo udah ngikutin ceritanya dari awal :D

signature

62 thoughts on “Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 10 End

Don't be a siders, Musketeers ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s