My First Mate – Chapter 1


myfirstmatechp

Title : 

“My First Mate”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Jung Jessica SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Other Cast :

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Genre :

Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini juga sedang jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

 

Author POV

Cho Kyuhyun, anak pemilik Cho Corporation, perusahaan besar di Korea Selatan, memiliki wajah tampan, kulit putih dan tubuh tinggi. Hampir semua yeoja memandangnya jika namja itu berjalan melewati mereka. Kebanyakan mereka memimpikan agar dapat bersanding dengan namja itu. Bagaimana tidak? Sebagai anak tunggal, secara tidak langsung ia telah didaulat sebagai pewaris perusahaan milik appanya, Mr. Cho.

Akhir minggu ini, ada janji makan siang dengan kedua temannya, Eunhyuk dan Siwon, di tempat favorit mereka, yakni sebuah kafe milik kekasih Siwon, Sooyoung. Saat Kyuhyun melangkahkan kaki ke dalam kafe, semua mata langsung tertuju padanya. Beberapa yeoja terlihat berbisik membicarakan kehadirannya.

“Kyuhyun-ah!” seru Eunhyuk dari sebuah meja pengunjung. Di sampingnya sudah ada Siwon yang sedang melambaikan tangan.

Kyuhyun mendekat lalu mengambil tempat duduk di sebelah kiri  Eunhyuk.

“Kyu, sudah lama kau tidak main ke sini,” celetuk seorang yeoja yang mendekat lalu mengambil tempat duduk di sebelah kanan Siwon.

“Itu hal wajar, dia ini pewaris perusahaan besar di Korea Selatan. Jadwalnya sangat padat,” bisik Eunhyuk pada yeoja yang tidak lain adalah Sooyoung.

“Ya! Sudah berapa kali kau mengatakan statusku! Aku sampai bosan mendengarnya,” balas Kyuhyun kesal. Namja itu terlihat tidak suka jika terus-terusan dipanggil pewaris perusahaan appanya.

“Justru aku bangga, memiliki teman sehebat dirimu. Anak pemilik perusahaan terbesar di Seoul,” tutur Eunhyuk.

“Itu milik appa, bukan milikku,” balas Kyuhyun dingin.

“Sama saja, kau juga akan memilikinya nanti,” kata Eunhyuk ngotot.

“Huh! Kalian mulai lagi. Lihat makanan sudah datang. Aku sudah lapar, jadi kumohon hentikan perdebatan kalian,” potong Siwon saat melihat pelayan datang mengantarkan makanan.

Kyuhyun memperhatikan pelayan yang datang mengantarkan makanan. Sepertinya pelayan baru, sebelumnya Kyuhyun tidak pernah melihatnya.

“Apa eommamu sudah sehat?” tanya Eunhyuk pada pelayan itu tiba-tiba, sehingga membuat Kyuhyun menoleh kaget ke arahnya.

Ne, sudah lebih baik,” balas pelayan itu sambil tersenyum.

Gomawo, kau bisa melanjutkan pekerjaan lain,” ucap Sooyoung.

“Selamat menikmati hidangannya.” Pelayan itu lalu berjalan menuju meja kasir untuk kembali mengambil pesanan pengunjung. Kyuhyun terlihat masih memperhatikannya. Matanya tidak lepas sedetikpun dari yeoja yang dilihatnya itu.

“Kyuhyun-ah!” panggil Eunhyuk sambil menepuk bahu temannya itu.

“Kau mengenalnya?” tanya Kyuhyun.

Nugu?

Kyuhyun menunjuk ke arah yeoja yang tengah mengantar pesanan pengunjung.

“Oh, dia teman Sooyoung. Namanya Im Yoona,” kata Eunhyuk.

“Pelayan baru?” tanya Kyuhyun pada Sooyoung.

Ne, hampir 2 minggu dia sudah bekerja di sini. Dia hanya tinggal berdua bersama eommanya. Sejak appanya menghilang, dia yang mencari uang untuk menghidupi kebutuhan mereka,” jawab Sooyoung.

Siwon melirik ke arah Kyuhyun. Temannya itu terlihat penasaran dengan pelayan baru itu.

“Kau tertarik dengannya?” tanya Siwon penasaran.

Kyuhyun menggeleng. “Sudahlah, ayo makan.”

Ketiga temannya mengangguk lalu menikmati makanan yang sudah disajikan. Diam-diam Kyuhyun kembali memperhatikan yeoja yang bernama Yoona itu.

Kyuhyun POV

Im Yoona. Nama yang bagus. Tapi, rasanya seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya? Kapan dan dimana? Ah, entahlah. Mungkin itu hanya perasaanku saja.

Aku kembali menikmati makan siangku bersama ketiga temanku. Eunhyuk dan Siwon, mereka berdua adalah teman dekatku sejak kami sama-sama duduk di bangku SMA. Sampai sekarang, kami masih berteman akrab. Sedangkan Sooyoung, dia adalah yeojachingunya Siwon.

Siwon sama sepertiku, dia juga merupakan pewaris perusahaan milik appanya, yang bergerak di bidang ekonomi. Appanya memiliki department store terbesar di Seoul dan telah membuka cabang di berbagai wilayah di Korea Selatan. Sedangkan Eunhyuk, dia anak kedua dari pemilik perusahaan yang bergerak di bidang seni. Perusahaan itu menawarkan jasa penjualan hasil kerajinan seni khususnya lukisan. Appanya sendiri merupakan pelukis yang terkenal di Korea Selatan, bahkan secara internasional. Tidak heran jika Eunhyuk juga mewarisi bakat appanya. Kuakui, Eunhyuk memang pandai melukis. Dia lebih memilih membuka galeri pribadinya daripada bekerja di perusahaan appanya. Sekarang kakaknya yang membantu appanya dalam memimpin perusahaan.

Secara tidak langsung, Siwon memang sangat cocok dengan Sooyoung, sama-sama bekerja di bidang ekonomi. Aku sangat kagum dengan Sooyoung. Dia bisa sukses dengan kerja kerasnya sendiri menjadi pengusaha muda tanpa perlu mengandalkan latar belakang orang tuanya.

Aku memperhatikan jam tanganku. Waktu makan siang sudah habis. Entah kenapa, rasanya aku ingin berlama-lama disini. Ada hal yang menarik bagiku. Ya, pelayan yang bernama Yoona itu, sesaat membuat jantungku berdebar tiap aku melihat senyumnya. Perasaan apa ini?

Yoona POV

Hari ini kafe benar-benar ramai. Sedikit membuatku kelelahan. Tapi aku berusaha untuk tetap semangat bekerja. Sooyoung sudah sangat baik terhadapku, mengizinkanku bekerja di kafenya. Dia memang teman terbaikku. Saat ini aku memang sangat membutuhkan pekerjaan. Hidup berdua bersama eommaku, rasanya sedikit berat. Aku tidak tahu harus kemana lagi mencari appaku. Sejak aku berusia 8 tahun, appa tiba-tiba menghilang entah kemana.

Aku memperhatikan Sooyoung yang masih duduk bersama Eunhyuk dan Siwon. Perhatianku kini tertuju pada namja yang duduk di sebelah Eunhyuk. Siapa dia? Aku baru pertama kali ini melihatnya. Ah, dia memandang ke arahku. Aku langsung mengalihkan perhatianku pada pengunjung yang datang untuk membayar. Usai pengunjung itu pergi, aku kembali memperhatikannya. Ternyata dia masih memandang ke arahku. Aku bisa merasakan hawa panas pada wajahku. Apa wajahku memerah?

Aku tersenyum kepadanya dan membungkuk untuk sekedar memberi salam. Tidak kusangka dia hanya tersenyum tipis lalu beberapa saat kemudian berdiri dan terlihat keluar bersama Eunhyuk dan Siwon.

Author POV

Sooyoung mengawasi karyawannya saat kafe mulai tutup. Yoona terlihat sedang membersihkan peralatan makan. Wajahnya terlihat kelelahan. Membuat Sooyoung mendekat ke arahnya.

“Yoong, gwaenchana? Kau terlihat kelelahan . . . “ tanya Sooyoung.

Yoona menggeleng dan tersenyum. “Ani, hanya sedikit kelelahan saja.”

Sooyoung tersenyum. “Jangan terlalu memaksakan diri saat bekerja, kau juga harus sedikit bersantai agar tidak terlalu kelelahan. Arraseo?”

Ne, tenang saja,” kata Yoona.

Sooyoung hendak kembali ke bagian depan kafe.

Chakkaman . . . “ Yoona ingin menanyakan sesuatu pada Sooyoung.

Sooyoung menoleh ke arah Yoona.

“Namja tadi, yang ikut makan siang bersama kalian. Sepertinya aku baru pertama kali ini melihatnya,” ucap Yoona.

“Ah, maksudmu Kyuhyun? Dia memang jarang ke sini karena sibuk dengan pekerjaannya. Apa kau pernah mendengar Cho Corporation?” tanya Sooyoung.

Yoona terdiam sejenak. “Maksudmu perusahaan besar di Seoul yang bergerak di bidang pendidikan itu? Ne, aku pernah mendengarnya.”

“Dialah putra pemilik perusahaan itu, Cho Kyuhyun. Saat ini dia juga ikut membantu appanya dalam memimpin perusahaan. Bisa dikatakan, dipersiapkan lebih awal sebagai pewaris perusahaan appanya,” kata Sooyoung.

Yoona terdiam usai mendengar penjelasan dari Sooyoung.

“Pantas saja sikapnya tadi seperti itu. Jelas statusnya lebih tinggi dibanding denganku . . . “ gumam Yoona lirih.

Wae?” Sooyoung terlihat penasaran dengan reaksi Yoona yang tampak diam.

Yoona hanya menggeleng dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Sooyoung berjalan menuju ruang kerjanya, mengambil sebuah amplop berwarna cokelat, lalu memberikannya kepada Yoona.

“Ini untukmu.”

Yoona bingung saat Sooyoung menyodorkan sebuah amplop kepadanya. “Apa ini?”

“Gaji pertamamu,” jawab Sooyoung.

“Tapi, bukankah aku baru menerima gaji jika sudah 1 bulan bekerja. Sementara aku baru 2 minggu bekerja di sini,” kata Yoona merasa tidak enak hati pada Sooyoung.

“Sudahlah, aku tahu kau sangat membutuhkannya. Anggaplah ini bantuanku sebagai temanmu,” tutur Sooyoung.

Yoona terlihat senang mendengarnya. Dipeluknya Sooyoung dan mengucapkan terima kasih pada temannya itu.

Gomawo, aku benar-benar beruntung mempunyai teman sebaik dirimu,” ucap Yoona.

“Jangan berlebihan begitu, sudah seharusnya kita saling menolong bukan?” kata Sooyoung.

Yoona mengangguk. Lalu bergegas menyelesaikan pekerjaannya.

ooOoo

“Silahkan, Tuan Muda,” tutur seorang namja paruh baya sambil membuka pintu mobil.

Kyuhyun mengangguk lalu masuk ke dalam mobil. Wajahnya terlihat kelelahan usai mengikuti meeting bersama appanya.

“Apa kita langsung kembali ke rumah, Tuan Muda?”

Ani, aku ingin jalan-jalan. Bawa aku keliling kota Seoul, Kim unjeonsa,” pinta Kyuhyun pada supir pribadinya.

Kim unjeonsa menyanggupi permintaan Kyuhyun. Namja paruh baya itu menyalakan mesin dan melajukan mobil meninggalkan perusahaan.

Sesekali Kyuhyun melirik ke arah luar saat mengelilingi kota Seoul. Menjelang senja, kota tampak begitu indah dengan langit berwarna jingga dan beberapa lampu jalan mulai menyala. Kemudian namja itu terlihat memperhatikan pada sosok yeoja yang tengah berjalan di kawasan perbelanjaan.

“Berhenti sebentar,” ucap Kyuhyun pada Kim unjeonsa.

Begitu mobil berhenti, Kyuhyun keluar dari mobil dan kembali memperhatikan yeoja yang kini berjalan ke arahnya. Yeoja itu tengah berjalan mengamati sekeliling kawasan perbelanjaan. Ia mengenakan topi, kacamata hitam, berpakaian casual namun tetap ellegant.

Kyuhyun tersenyum dan berjalan mendekati yeoja yang kini berhenti di depan butik.

“Ya, kau benar-benar tidak berubah sejak 2 tahun terakhir bertemu,” ucap Kyuhyun pada yeoja itu.

Yeoja itu menoleh ke arahnya. Membuka kacamatanya dan memperhatikan Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun!” serunya senang lalu memeluknya.

Kyuhyun kembali tersenyum. “Selamat datang, Jess.”

Tepat seperti dugaan Kyuhyun sebelumnya. Dia adalah Jung Jessica, putri dari sahabat ayahnya, Mr. Jung, pemilik dari perusahaan fashion ternama yang kini telah membuka pasar di Amerika Serikat. Keduanya telah dijodohkan sejak mereka masih SMP. Meskipun mereka menerima perjodohan itu, namun keduanya hanya menganggap hubungan mereka sebatas teman.

“Kenapa kau bisa di sini?” tanya Jessica.

“Kebetulan sedang lewat, aku melihatmu sedang berjalan di kawasan sini. Kau baru kembali dari Amerika?” tanya Kyuhyun.

Ne, aku baru tiba di Seoul pagi ini,” jawab Jessica.

“Apa kau mau mampir? Appa dan eomma pasti senang melihatmu,” tawar Kyuhyun. Jessica mengangguki ajakan namja itu. Kim unjeonsa bergegas membukakan pintu mobil untuk keduanya.

Kyuhyun POV

Sungguh di luar dugaan, aku bertemu dengan Jessica. Sudah 2 tahun dia tinggal sementara di Amerika untuk membantu appanya dalam membuka perusahaan kedua di sana. Kami saling melepas rindu dengan mengobrol, menanyakan kesibukan kami masing-masing. Sesama pewaris perusahan milik orang tua kami, mungkin bagi orang lain pasangan seperti kami sangat diimpikan. Walaupun aku dan Jessica dijodohkan, sampai sekarang aku hanya menganggapnya sebatas teman, begitu juga dengannya.

CKIT! Tiba-tiba mobil berhenti mendadak. Aku dan Jessica sama-sama terkejut.

“Ada apa, Kim unjeonsa?” tanyaku penasaran.

Mianhae, Tuan Muda. Ada yeoja yang tiba-tiba menyeberang jalan,” jawab Kim unjeonsa. Lalu keluar dari mobil untuk melihat kondisi yeoja yang nyaris tertabrak.

Aku ikut keluar mobil dan menghampiri Kim unjeonsa. Aku melihat yeoja yang tengah terduduk tepat di depan mobilku. Yeoja itu memiliki luka benturan di bagian dahi dan beberapa di tangannya. Sepertinya bukan karena tertabrak oleh mobilku.

“Kau tidak apa-apa? Apa mobilku menabrakmu?” tanyaku.

Yeoja itu berdiri dengan bantuan Kim unjeonsa, lalu membungkuk ke arahku untuk meminta maaf.

Ani, mobilmu tidak menabrak. Aku yang salah. Aku menyebarang tidak memperhatikan jalan, mianhae,” ucap yeoja itu. Lalu mengangkat kepalanya sembari menatap ke arahku.

Aku terdiam sejenak. Mataku tidak lepas sedetikpun darinya.

“Bukankah . . . kau . . . “

ooOoo

Yoona POV

Aku berlari sekencang mungkin saat mengetahui ada orang yang mengikutiku. Hanya seorang? Tidak. Kurasa mereka sekelompok orang. Dari yang kulihat seperti kelompok mafia. Aku tidak tahu apa yang mereka incar dariku. Sejak aku keluar dari kafe Sooyoung, aku sudah merasa aneh. Seperti ada bahaya yang sedang mengincarku.

Aku semakin mempercepat laju lariku. Beberapa kali tersandung dan terjatuh, aku tidak peduli. Sampai aku tidak sadar mengalami luka di bagian dahi dan beberapa lecet di tangan. Aku terus berlari.

Ah, aku terjebak di gang buntu. Rasa bingung memenuhi pikiranku. Harus kemana aku? Sementara sekelompok orang itu hampir mendekat. Kulirik barang yang berada di sampingku. Beberapa drum minyak dan barang yang tidak terpakai di sudut kiri jalan. Terlintas sebuah ide di kepalaku. Kupakai drum minyak itu sebagai pijakan kaki. Aku mencoba melewati tembok gang buntu ini. Tepat dugaanku, ada jalan lain di balik tembok ini. Tanganku masih berpegangan pada bagian atas tembok. Perlahan aku mendengar suara langkah kaki begitu dekat. Dengan cepat aku melompat turun, namun karena keseimbanganku goyah, aku terjatuh. Kutahan rasa sakit di kaki kananku lalu merapat ke dinding tembok. Nafasku terengah-engah, jantungku berdegup kencang.

“Aish! Dia berhasil meloloskan diri,” ucap salah satu namja.

“Kali ini aku benar-benar yakin. Dia Im Yoona,” tutur namja lainnya.

“Sudahlah, setidaknya kita sudah tahu dimana keberadaannya. Kita bisa mencarinya lain kali,” balas namja yang diduga sebagai pemimpin.

Lambat laun aku mendengar suara langkah kaki itu menjauh. Aku bernafas lega. Aku berdiri lalu melanjutkan perjalananku ke rumah. Dalam hati aku masih panik. Aku mempercepat langkahku dan terus waspada menengok ke belakang. Tanpa sengaja, saat hendak menyeberang, ada mobil yang nyaris menabrakku. Mobil itu berhenti 15 cm tepat di depanku. Aku langsung terduduk lemas.

Author POV

“Bukankah . . . kau . . . “ Kyuhyun terlihat berpikir sejenak. “Im Yoona? Aku benar kan?”

Situasi berubah canggung. Yeoja bernama Yoona itu hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Ia lalu membungkuk ke arah Kyuhyun dan berjalan melewatinya.

Chakkaman . . . “ cegah Kyuhyun.

Yoona berhenti lalu menoleh ke arahnya.

“Kau yakin mobilku tidak menabrakmu? Lalu kenapa tubuhmu penuh luka seperti itu?” tanya Kyuhyun.

Ne, mobilmu tidak menabrakku dan luka ini bukan hal yang harus kau urusi,“ jawab Yoona lalu kembali berjalan meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun terkejut dengan reaksi yeoja itu. Ia memperhatikan cara jalan Yoona yang tampak tertatih-tatih. Namja itu terlihat masih berdiri di depan mobilnya.

“Kyu . . . “ Jessica memanggil Kyuhyun yang tampak masih berdiri.

“Ah, ne. Kita bergegas,” ucap Kyuhyun pada Kim unjeonsa. Lalu masuk kembali ke mobil.

“Kau mengenalnya?” tanya Jessica tiba-tiba.

Nugu?

“Yeoja tadi,” lanjut Jessica.

Ani, hanya seperti pernah melihatnya,” tutur Kyuhyun. Jessica tidak bertanya lagi, yeoja itu memilih melihat sekeliling.

Kyuhyun terdiam. Namja itu menoleh ke belakang. Mencoba melihat Yoona yang sudah diketahuinya tidak terlihat lagi.

Kyuhyun POV

Apa yang terjadi dengannya? Tubuhnya penuh luka, untuk jalan pun ia terlihat menahan sakit. Ah, kenapa aku tadi tidak menanyakan rumahnya. Siapa tahu aku bisa mengantarnya pulang.

Hei, tunggu dulu Cho Kyuhyun! Ada apa denganmu ini? Untuk pertama kalinya kau terlihat tertarik dengan seorang yeoja. Coba lihat sosok yeoja yang kini duduk di sampingmu!

Aku memperhatikan Jessica diam-diam. Benar. Jika dibandingkan dengan Jessica, yeoja bernama Yoona itu tidak ada apa-apanya. Jessica, dia cantik, seorang fashion style ternama di Korea Selatan, pewaris perusahaan besar milik appanya. Sama sepertiku.

Bandingkan dengan Yoona. Dia hanyalah seorang pelayan yang bekerja di kafe Sooyoung sekaligus temannya. Lainnya? Aku tidak tahu.

Ada rasa penasaran dibenakku. Kenapa setiap aku melihat mata Yoona, yeoja itu seperti mengingatkanku pada seseorang. Seseorang yang aku kenal di masa lalu. Tapi, siapa?

Author POV

Mrs. Im menunggu kepulangan putrinya yang tak kunjung tiba. Yeoja paruh baya itu tampak cemas. Sudah hampir jam 8 malam, tapi Yoona belum sampai di rumah. Biasanya jam 6 tepat dia sudah tiba di rumah.

“Kemana anak itu? Kenapa sampai sekarang belum pulang?” gumamnya lirih.

Matanya terus melakukan pencarian di sekeliling rumahnya. Sampai akhirnya berhenti di satu titik, terlihat seorang yeoja yang berjalan sambil tertatih-tatih memegangi kaki kanannya.

“Astaga, Yoona?!” seru Mrs. Im panik. Lalu mendekat dan memapah Yoona masuk  ke dalam rumah.

Yoona duduk di sofa ruang tengah rumahnya. Sejak appanya menghilang, ia tinggal bersama eommanya di rumah sederhana namun nyaman untuk ditinggali. Mrs. Im mengambil peralatan obat dan satu baskom berisi air hangat serta handuk. Yoona melepas sepatunya dan mendapati pergelangan kaki kanannya membengkak.

“Apa yang terjadi denganmu? Kenapa pulang dengan kondisi badan penuh luka begini?” tanya Mrs. Im cemas sambil mengoleskan obat luka pada dahi dan tangan Yoona.

Yoona hanya meringis. Ia terlihat sedang mengusap-usap pergelangan kakinya yang bengkak dengan handuk yang telah dibasahi air hangat.

Gwaenchana, eomma. Hanya luka kecil,” jawab Yoona.

“Luka kecil apanya? Jangan bercanda, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Mrs. Im.

Yoona terlihat memutar kedua bola matanya. “Ngg, aku terjatuh. Saat perjalanan pulang, aku terjatuh dari bis yang aku tumpangi saat aku turun.”

Mrs. Im masih memperhatikan putrinya. “Kau yakin? Hanya terjatuh?”

Ne, eomma. Sungguh, aku hanya terjatuh. Lain kali aku pasti berhati-hati,” tutur Yoona.

“Ya sudahlah, lain kali kau memang harus lebih berhati-hati lagi,” ujar Mrs. Im lalu bergegas menuju dapur menyiapkan makan malam untuk Yoona.

Yoona hanya tersenyum tipis. Ia tidak berani menceritakan kejadian sebenarnya. Bagaimana reaksi eommanya saat mengetahui Yoona habis dikejar sekelompok orang yang tidak dikenal?

“Lebih baik aku tidak mengatakannya,” ucap Yoona lirih.

Yoona POV

Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang tidurku. Hari ini benar-benar hari paling melelahkan. Rasa kekhawatiran itu masih menyelimutiku. Mengingat ucapan sekelompok orang itu yang terlihat akan mencariku kembali. Apa yang harus aku lakukan? Siapa mereka? Apa yang mereka inginkan dariku?

Sesaat aku masih memperhatikan luka di tanganku, lalu menyentuh dahiku yang sudah dibalut perban oleh eomma. Kulirik pergelangan kakiku yang mulai berkurang bengkaknya.

Aku teringat dengan namja yang kujumpai saat aku berusaha meloloskan diri dari kejaran sekelompok orang tadi. Cho Kyuhyun. Kulihat ada seorang yeoja yang duduk di dalam mobilnya. Siapa dia? Yeoja itu sangat cantik dan terlihat berkelas. Kurasa setara dengan namja itu.

Hei, untuk apa aku memikirkan namja yang terlihat angkuh itu? Ah, buang-buang waktu saja. Kutarik selimutku lalu kupejamkan mataku. Hari yang melelahkan. Kuharap besok jauh lebih baik.

ooOoo

Author POV

Kyuhyun melirik jam di ruang kerjanya. Pekerjaan yang menumpuk membuatnya tidak sadar jika telah memasuki jam makan siang. Kyuhyun menyenderkan tubuhnya sejenak, ia melihat beberapa pekerjaan sudah beres. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dilihatnya nama kontak yang memanggilnya, Jessica.

Yeoboseyo.

“Apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanya Jessica.

“Hampir, wae?

“Aku ingin mengajakmu makan siang, apa kau ada waktu?”

Kyuhyun tersenyum. “Ne, baiklah kita makan siang di kafe Sooyoung. Nanti kuajak Eunhyuk dan Siwon juga.”

KLIK! Kyuhyun bergegas mengambil jas yang tersampir di sofa ruang kerjanya, lalu berjalan keluar menuju mobil pribadinya yang sudah berhenti di depan pintu perusahaan.

“Aku ingin makan siang di kafe Heaven,” tutur Kyuhyun pada Kim unjeonsa.

Mobil pun melesat menuju kafe Heaven, kafe milik Sooyoung. Tidak sampai setengah jam, Kyuhyun sudah tiba di kafe Heaven. Namja itu segera masuk, lalu mencari keberadaan Jessica. Ia mendepati yeoja itu sudah mengobrol bersama Sooyoung, Siwon dan Eunhyuk.

“Kalian sudah sampai?” tanya Kyuhyun pada Siwon dan Eunhyuk.

“Begitu kau bilang Jessica sudah kembali, tentu aku bersemangat sekali dan segera datang ke sini,” jawab Eunhyuk. Jessica tertawa mendengarnya.

“Kudengar selama di Amerika, kau banyak memperoleh berbagai penghargaan di bidang fashion. Selamat ya,” ucap Sooyoung.

“Dia memang fashion style terhebat di Korea Selatan,” balas Kyuhyun.

“Kau baru tahu? Aku ini memang hebat,” kata Jessica bangga.

“Sudahlah, kalian ini memang pasangan ideal. Kenapa tidak segera menikah saja?” seru Eunhyuk.

“Ya, Lee Hyukjae! Berhenti bicara seperti itu,” balas Jessica.

“Eunhyuk-ah, jangan mulai lagi ucapan konyolmu itu,” lanjut Siwon.

Eunhyuk cemberut. “Mereka ini sudah dijodohkan, tapi kenapa tidak segera menikah. Justru sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Hei, Kyuhyun-ah! Bisa-bisa nanti Jessica kurebut darimu.”

“Siapa yang mau dengan namja sepertimu?” ledek Jessica.

Suasana menjadi ramai dan hangat penuh canda tawa. Mereka pun menikmati makan siang bersama. Tiba-tiba . . .

PRANG!

“Apa yang kau lakukan?!”

Seketika semua orang menoleh ke arah suara, tidak terkecuali Kyuhyun, Jessica, Eunhyuk dan Siwon. Sooyoung sebagai pemilik kafe langsung berlari menghampiri pengunjung yang terlihat naik darah.

Mianhae, Tuan. Apa ada masalah?” tanya Sooyoung lembut.

Namja berpostur tubuh tinggi itu langsung menoleh tajam ke arahnya. “Apa kau pemilik kafe disini?”

Sooyoung mengangguk. Ia berusaha bersikap tenang menghadapi pengunjung yang terlihat temperamental itu.

“Pelayanmu ini, dia menabrak dan menumpahkan minuman di jas mahalku ini. Apa kau tidak tahu hari ini aku ada rapat penting? Bisa-bisanya mengotori jasku menjadi seperti ini,” teriak namja itu.

Sooyoung memandang ke arah yeoja di sampingnya. Im Yoona, yeoja itu tengah tertunduk merasa bersalah. Sooyoung juga tidak dapat menyalahkan karena kondisi yeoja itu yang sedang tidak sehat.

Jeongmal mianhae, aku akan menggantinya, Tuan,” tutur Yoona.

“Apa aku tidak salah dengar?” Namja itu justru tertawa. “Jasku ini sangat mahal, kau mau menggantinya dengan apa? Bahkan dengan gajimu selama 1 tahun pun tidak akan pernah bisa cukup.”

Pernyataan namja itu jelas sangat merendahkan Yoona. Beberapa pengunjung yang lain juga tampak tidak suka dengan sikapnya itu. Benar-benar sombong dan tidak punya sopan santun. Sooyoung menatap tajam ke arah namja di depannya.

“Kau boleh meluapkan kekesalanmu padaku, tapi aku tidak terima jika kau menghina karyawanku!” bentak Sooyoung.

Namja itu tidak membalas ucapan Sooyoung, ia justru mengambil segelas air putih di meja lalu menyiramnya ke arah wajah Yoona.

“Kau pantas menerimanya!” hardik namja itu.

Yoona tidak berkutik sedikitpun. Yeoja itu tampak kaku. Ia menahan rasa sakit pada luka di dahinya yang belum kering sepenuhnya.

“Kau . . . “ Sooyoung serasa ingin menampar namja itu. Siwon mendekat, namun tiba-tiba ada seseorang yang berjalan mendahuluinya dan langsung memukul pengunjung itu hingga jatuh tersungkur. Siwon, Jessica dan Eunhyuk kaget begitu melihat Kyuhyun sudah berdiri di samping Sooyoung.

“KELUAR!”

-TBC-

signature

22 thoughts on “My First Mate – Chapter 1

  1. Mayang says:

    kasian ihh am yoona slalu aja tertindas , hah
    untung dya punya temen yang baik🙂
    cih dasar sombongg -,-
    ohh cho kyuhyun gentle bangetttt ㅠㅠㅠㅠㅠ
    kenapa mafia itu ngejar yoona ????!
    apa ini ada hubungan nya sama appa nya yoona ???!

  2. RinduforKPop says:

    annyeong… aku reader baru disini…
    baru nemu WP nya juga sih hehehe…

    oh ya ceritanya bagus deh…
    si Kyuhyun katanya seperti pernah melihat Yoona, apa ada sesuatu di antara mereka pada masa lalu???
    penasaran deh… lanjut baca yaa…

  3. elvi says:

    Kerenn ne crita Ώyå…
    Kasihan yoona ϑϊ hina ma tu pengunjung…
    Mentang2 kaya…
    Kyu mukul tu pengunjung bagus…
    Lanjut bca part brikut Ώyå…

  4. Rifdah_Musketeers says:

    Whoaa!! Seru seru..Bahasa yang author sampaikan itu jelas, lugas, dan dapat di mengerti. Aku suka penataan bahasamu. Ditunggu ff KyuNa-nya ^^

  5. rindafishy says:

    Annyeong.. reader baru disini🙂 he ..
    Wuahhh bagus cerita nya thor , nggak ada typo🙂
    Sperti nya kyuhyun memang suka sama yoona deh , kereen waktu dia mukul tu pengunjung nya ..
    Penasaran eih sm lnjutnya , ditunggu🙂

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s