My First Mate – Chapter 2


myfirstmatechp2

Title : 

“My First Mate”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Jung Jessica SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Other Cast :

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Genre :

Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini juga sedang jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Kyuhyun POV

“KELUAR!” Aku berteriak keras pada pengunjung yang terduduk di lantai usai menerima pukulanku.

“Tidak peduli statusmu yang begitu tinggi ataupun kaya, dimataku kau benar benar rendah!”

Aku tahu, teman-temanku itu pasti langsung mundur ketika melihatku naik darah seperti ini. Ya, aku memang tidak bisa melunak terhadap orang yang sudah membuatku marah. Aku menatap tajam ke arah namja yang masih terduduk dan tampak shock.

“Aku bilang KELUAR!!”

Namja itu terlihat ketakutan dan langsung berlari keluar kafe. Seisi kafe tampak kaget menatapku. Tidak berbeda dengan keempat temanku. Mereka langsung terdiam.

Perhatianku tertuju pada yeoja yang masih menatapku dengan tatapan penuh tanya. Aku melihat perban di dahinya yang basah, lalu memperhatikan beberapa lecet di tangannya. Kondisinya cukup mengkhawatirkan untukku. Entah kenapa, aku merasa tidak terima atas perlakuan yang diterimanya baru saja.

Author POV

“Yoong, kau baik-baik saja?” tanya Sooyoung cemas.

“Ada apa denganmu? Kenapa dahi dan tanganmu seperti ini?” Eunhyuk langsung mendekat dan menghampiri Yoona. Namja itu juga terlihat khawatir.

Gwaenchana, aku baik-baik saja,” jawab Yoona. Yeoja itu terus menunduk sembari mengusap wajahnya yang terkena air.

“Sebaiknya harus segera diobati, tampaknya lukamu belum kering,” ujar Jessica.

Sooyoung setuju dengan pendapat Jessica, kemudian keduanya membawa Yoona ke ruang kerja Sooyoung. Kyuhyun memperhatikan cara jalan Yoona yang tampak tertatih-tatih.

“Kyuhyun-ah!” panggil Siwon sambil menepuk bahu. Namja itu mengajaknya untuk ikut menyusul ke ruangan Sooyoung. Sementara Eunhyuk sendiri sudah berjalan lebih dulu.

Sooyoung mengambil kotak obat. Yoona melepaskan perban di dahinya, lalu Sooyoung mengambil perban baru untuk menutupi luka di dahinya yang tampak belum kering. Sementara Jessica membantu mengobati luka di tangan Yoona.

“Ah, bukankah kau yang kemarin . . . “ Yoona terkejut saat memperhatikan Jessica.

Jessica menoleh ke arahnya. “Kau? Kau yang kemarin nyaris tertabrak oleh mobil yang kami naiki bukan?” seru Jessica.

Yoona mengangguk. Lalu melirik ke arah Kyuhyun. Namja itu hanya diam.

Jung Jessica imnida, senang berkenalan denganmu,” tutur Jessica sambil mengulurkan tangannya.

Im Yoona imnida,” balas Yoona.

Keduanya tersenyum satu sama lain.

“Kemarikan kakimu!” suruh Kyuhyun tiba-tiba. Namja itu sudah duduk di samping Yoona.

“Untuk apa?” tanya Yoona kaget.

“Sudahlah, kubilang kemarikan kakimu!”

Yoona tidak bertanya lagi. Ia melepas sepatunya dan mengangkat kaki kanannya. Semua terkejut saat mendapati pergelangan kaki Yoona yang tampak bengkak.

“Bukankah itu bengkak?” seru Eunhyuk. “Pantas kau terlihat kesakitan saat berjalan.”

“Cepat ambilkan air hangat,” suruh Kyuhyun pada Sooyoung.

Jessica, Eunhyuk dan Siwon menatap bingung ke arah Kyuhyun. Temannya itu terlihat berbeda, tidak seperti biasanya. Sejak kapan dia berubah menjadi orang yang perhatian pada yeoja lain selain Jessica.

Yoona merasa sungkan terhadap perlakuan Kyuhyun saat melihat namja itu mengusap pergelangan kakinya.

“Biar aku sendiri saja,” tutur Yoona.

“Sudahlah, ini tidak akan lama,” tolak Kyuhyun. Namja itu tetap fokus mengobati pergelangan kaki Yoona.

“Sebaiknya hari ini kau tidak perlu bekerja. Pulang dan beristirahatlah,” saran Sooyoung.

“Sooyoung benar, aku akan mengantarkanmu pulang,” sambung Eunhyuk.

Ani, biar aku saja yang mengantarkanmu pulang,” ujar Kyuhyun. Semua menoleh kaget ke arahnya.

“Kau kan harus kembali bekerja,” kata Eunhyuk. “Sudahlah, biar aku saja! Lebih baik kau antar Jessica pulang. Kajja . . .

Eunhyuk langsung menarik tangan Yoona lalu menyuruhnya memegang lengannya sebagai pegangan berjalan. Yoona menurutinya. Sebelum keluar kafe, ia membungkuk ke arah Kyuhyun dan Jessica.

Gomawo, aku permisi,” ucap Yoona.

Eunhyuk langsung membawa Yoona menuju mobilnya. Keduanya lalu melesat pergi meninggalkan kafe. Sementara Kyuhyun, matanya tidak berhenti menatap kepergian keduanya yang semakin lama semakin menjauh. Jessica hanya memandangi Kyuhyun dengan tatapan penuh tanya. Yeoja itu terlihat penasaran dengan sikap Kyuhyun yang tampak berbeda.

Yoona POV

Hari ini aku memang tidak beruntung. Tidak maksimal dalam bekerja gara-gara kondisi tubuhku yang penuh luka ini. Ah, aku benar-benar tidak enak terhadap Sooyoung. Aku sendiri memang kesal terhadap pengunjung yang kurang ajar itu. Hanya saja, aku lebih memilih menahan emosiku demi Sooyoung. Tidak kusangka, namja bernama Kyuhyun itu, dia justru memukul pengunjung itu. Apa dia melakukannya demi aku? Ah, mana mungkin.

“Yoona-ya, gwaenchana?” tanya Eunhyuk mengejutkanku.

“Ah, ne. Mianhae, aku justru merepotkanmu,” ucapku pada Eunhyuk.

“Tidak masalah,” balas Eunhyuk.

Sesaat aku melirik ke arah Eunhyuk. Ya, namja di sampingku ini memang sangat baik.

“Apa kau terkejut?” tanya Eunhyuk.

“Soal apa?”

“Atas sikap temanku,” jawabnya.

Aku terdiam sejenak. “Ah, maksudmu Cho Kyuhyun?”

Kulihat namja itu mengangguk.

“Sangat terkejut,” tuturku pada Eunhyuk.

“Tidak hanya kau saja, bahkan aku sebagai temannya pun juga merasakan hal yang sama. Baru pertama kali ini aku melihat Kyuhyun membela seorang yeoja seperti tadi. Biasanya, dia itu selalu cuek. Hanya seorang yeoja yang diperlakukannya dengan baik. Kau tahu sendiri kan?”

“Jung Jessica?” tanyaku menebak pertanyaan dari Eunhyuk.

Ne, mereka itu sudah dijodohkan sejak mereka SMP. Wajar jika Kyuhyun memperlakukan Jessica dengan baik,” jawab Eunhyuk.

Sesaat ada sedikit rasa kecewa dalam benakku. “Jadi mereka sudah bertunangan?”

Ani, mereka belum resmi bertunangan. Entahlah, mereka justru sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sampai sekarang saja masih mengaku kalau hubungan mereka sebatas teman,” kata Eunhyuk.

Aku mengalihkan perhatianku pada jalan yang kami lewati. Sudah kuduga, kedua orang itu pasti memiliki hubungan yang special. Bisa dikatakan memang pasangan yang ideal dan serasi.

Mungkin karena kelelahan, rasa kantuk datang menghampiriku. Aku tidak dapat mengusirnya. Perlahan, mataku terpejam dan aku tertidur.

Author POV

Eunhyuk melirik pada yeoja yang kini tertidur di sampingnya. Namja itu berniat membangunkannya, tapi kemudian ia urungkan niatnya itu. Ia merasa kasihan melihat kondisi yeoja itu. Perlahan, ia menggerakkan tangannya lalu mencoba membelai kepalanya. Tanpa sengaja, ia justru membangunkannya dari tidur.

Eunhyuk langsung berdeham sembari menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“Kita sudah sampai?” tanya Yoona kaget.

Namja itu mengangguk dan tersenyum.

“Aku ketiduran, kenapa tidak membangunkanku?”

“Aku tidak tega. Kau tampak kelelahan. Kajja, aku antar kau masuk,” kata Eunhyuk. Ia bergegas keluar mobil lalu membukakan pintu untuk Yoona.

Yoona kembali berpegangan pada Eunhyuk. Namja itu terlihat memapahnya. Mrs.Im yang sedang mengangkat jemuran pakaian bergegas menghampiri keduanya.

“Apa yang terjadi?” tanya Mrs. Im semakin panik.

Ani, eomma. Sooyoung menyuruhku pulang untuk beristirahat, dan Eunhyuk yang mengantarkanku pulang,” jawab Yoona.

“Aish, sudah kubilang kau memang tidak perlu masuk kerja hari ini! Kau malah memaksakan diri, dan lihat! Kau jadi menyusahkan banyak orang,” ucap Mrs. Im kesal.

Eomma . . . “ Yoona merengek saat mendengar ucapan eommanya. Eunhyuk hanya tertawa kecil melihatnya.

“Eunhyuk-ssi, gomawo. Kau sudah mengantarkan Yoona pulang,” kata Mrs. Im.

Ne, ahjumma. Kebetulan tadi aku sedang makan siang di tempat Sooyoung, jadi bisa mengantar Yoona pulang,” ujar Eunhyuk.

Gomawo,” ucap Yoona.

Eunhyuk tersenyum. “Aku pergi dulu, lain kali aku datang lagi. Ingat! Kau harus beristirahat, arraseo?

Yoona mengangguk. Eunhyuk pun berpamitan pada Mrs. Im dan Yoona, lalu bergegas masuk ke mobilnya.

“Dia orang yang baik,” kata Mrs. Im begitu mobil Eunhyuk tidak terlihat lagi.

Yoona hanya tersenyum, dibantu eommanya ia bergegas masuk dan beristirahat.

Kyuhyun POV

Aku terduduk diam di depan meja kerjaku. Rasanya semangat untuk bekerja menjadi hilang setelah peristiwa yang terjadi di kafe Sooyoung tadi. Entah kenapa, aku terus memikirkan kondisi Yoona.

Ah, aku benar-benar kesal dengan sikap Eunhyuk. Padahal aku sudah berniat ingin mengantarkannya pulang, kenapa justru dia? Yoona baru 2 minggu bekerja di kafe Sooyoung, kenapa seolah Eunhyuk sudah dekat dengannya.

Aish, untuk apa kau memikirkan hal itu Cho Kyuhyun? Lagi-lagi kau berpikiran hal yang tidak-tidak.

Kutenggelamkan wajahku di antara kedua tanganku.

“Kyuhyun-ssi . . . “ tiba-tiba seseorang masuk ke ruang kerjaku. Rupanya eomma datang. Aku langsung menghampiri serta memeluknya.

“Apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanya eomma.

Ne, ada apa eomma mendadak datang ke kantor?” tanyaku penasaran.

“Aku ingin mengajakmu makan malam di luar, sudah lama kita tidak makan di luar bersama bukan? Nanti kita ajak appamu juga? Eotohge?”

Aku mengangguk lalu mengambil jasku dan menggandeng eommaku menuju ruang kerja appa.

ooOoo

Yoona POV

Aku berjalan keluar kamar. Pagi ini sangat cerah. Aku merasa lebih baik, luka di dahiku juga sudah terlihat kering. Bengkak di pergelangan kakiku juga berkurang. Aku berjalan menuju ruang makan. Kulihat eomma sedang sibuk menyiapkan sarapan. Aku tersenyum memandangnya dan bergegas mendekat.

“Kau sudah bangun?” tanya eomma padaku.

Aku mengangguk pelan, lalu menarik kursi dan duduk sambil melihat ke arah teras di samping rumah.

“Ini sarapanmu.”

Aku menoleh ke arah piring yang eomma berikan padaku. Sepotong roti panggang dengan segelas susu sudah tersaji di meja makan.

Gomawo,” sahut Yoona.

“Apa kakimu sudah lebih baik?”

Aku mengangguk pelan.

“Kau harus janji padaku, jangan sampai kau terluka lagi seperti ini, arraseo?

Ne, eomma. Aku janji,” jawabku sambil tersenyum.

Author POV

Yoona berbelanja ke sebuah supermarket yang lokasinya berdekatan tak jauh dari rumahnya. Yeoja itu terlihat memegang secarik kertas yang bertuliskan daftar barang yang harus ia beli untuk keperluan sehari-hari.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?”

Yoona menoleh ke arah suara. Wajahnya tampak kaget saat mendapati Eunhyuk sudah berdiri di sampingnya.

“Eunhyuk-ah,” Yoona hanya tersenyum sambil memandangnya.

“Kenapa tidak beristirahat? Bukankah kakimu masih sakit,” tutur Eunhyuk.

Ani, kakiku sudah sembuh. Lihat . . . “ Yoona menunjukkan langkahnya untuk memperlihatkan kondisi kakinya yang sudah membaik.

Eunhyuk hanya tertawa kecil. Tiba-tiba namja itu menarik trolly yang ada di depan Yoona.

“Karena kita sudah bertemu, bagaimana kalau belanja bersama?” tanya Eunhyuk.

Yoona mengangguk.

Kajja . . . “ ajak Eunhyuk.

Keduanya terlihat berkeliling untuk berbelanja. Yoona tampak membaca daftar barang yang sudah ia tulis, sedangkan Eunhyuk mengambil barang yang disebutkan oleh yeoja itu.

Kegiatan belanja yang dilakukan keduanya berlangsung cukup lama. Kini keduanya terlihat mengantri di depan kasir.

“Apa kau lelah?” tanya Eunhyuk.

Ani, karena kau membantuku, terasa lebih ringan,” jawab Yoona. “Gomawo.”

Eunhyuk tersenyum. “Sebelum pulang, bagaimana jika kita mampir sebentar ke taman?”

Yoona mengangguk setuju.

Yoona POV

Aku dan Eunhyuk berhenti di sebuah taman untuk melepas lelah usai berbelanja tadi. Tidak kusangka aku bertemu dengannya, benar-benar beruntung. Namja yang kini duduk di sampingku ini telah banyak membantuku. Bahkan membelikanku minuman untuk menghilangkan rasa haus yang sejak tadi menderaku.

Gomawo,” ucapku pada Eunhyuk saat menyodorkan sebotol minuman dingin padaku.

Eunhyuk meletakkan barang belanjaan di tengah-tengah kami. Keringatnya terlihat sedikit mengucur dari dahinya.

“Apa kau sudah menemukan kabar tentang appamu?” tanya Eunhyuk tiba-tiba.

Aku meneguk minumanku lalu terdiam sejenak. Menoleh ke arah namja di sampingku. “Entahlah, sampai sekarang aku tidak tahu dimana keberadaannya. Bahkan dia tidak mengirim kabar sama sekali.”

Eunhyuk menatapku. “Kau sudah menanyakan pada eommamu?”

Aku mengangguk pelan. “Eomma juga tidak tahu. Aku tidak tahu pastinya, tapi kata eomma, appa menghilang sejak aku berusia 8 tahun. Jika dihitung sekarang, kurasa sudah sekitar 15 tahun lamanya.”

Eunhyuk kembali terlihat menatapku. “Apa kau sangat merindukannya?”

Aku tertunduk. Dapat kurasakan mataku mulai mengeluarkan air mata, namun kutahan. “Sangat. Aku sangat merindukannya.”

Namja di sampingku hanya terdiam. Kurasa ia dapat memahami perasaanku yang tampak bersedih. Aku mengangkat kepalaku dan mengusap air mataku yang nyaris jatuh membasahi pipiku. Perhatianku beralih pada sekelompok orang yang terlihat sedang berkumpul di lokasi yang tidak jauh dariku.

Mataku terbelalak. Aku mengenali mereka. Ya, mereka adalah sekelompok orang yang terakhir kali mengejarku. Tubuhku seketika terasa kaku, mataku masih menatap tajam ke arah mereka.

Eunhyuk menyadari ada yang aneh dalam diriku. “Yoona-ya, gwaenchana?

Aku tidak bergeming. Mataku masih menatap ke arah sekelompok orang yang perlahan mulai menyadari keberadaanku.

“Yoona-ya . . . “ Eunhyuk menepuk pelan bahuku, tapi bagiku sangat mengejutkanku.

Ne!” Aku melonjak kaget hingga membuat namja itu merasa bersalah.

Mianhae, apa aku mengejutkanmu?” tanya Eunhyuk.

Aku tidak merespon pertanyaannya. Pikiranku dipenuhi berbagai cara yang dapat kulakukan untuk melarikan diri dari sekelompok orang yang mulai mendekat ke arahku.

Ani.” Rasa panik terus mengelilingiku.

Seketika aku beranjak dari posisi dudukku, mengambil barang belanjaan dan menarik Eunhyuk. “Eunhyuk-ah! Kajja . . .

Aku tidak peduli dengan ekspresi namja yang kutarik paksa ini. Jelas rasa bingung ada dibenaknya.

Author POV

Yoona dan Eunhyuk berlari menuju kawasan perumahan yang lokasinya tidak jauh dari taman. Keduanya tampak berlari sekencang mungkin menghindari kejaran sekelompok orang yang tidak dikenal.

“Hhh . . . sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mereka mengejar kita?” tanya Eunhyuk saat keduanya terlihat berhenti di sebuah pertigaan. Nafas keduanya tampak terengah-engah. Keringat mengucur membasahi wajah mereka.

“Nanti aku ceritakan padamu, yang penting sekarang kita harus kabur dari mereka,” jawab Yoona.

Sekelompok orang itu mulai mendekati keduanya. Kini giliran Eunhyuk yang menarik Yoona dan membawanya lari sejauh mungkin. Keduanya kembali berlari dengan nafas yang terengah, keringat mengucur, dan rasa panik yang mendera keduanya. Sekelompok orang itu juga tidak menyerah, mereka terus mengejar Yoona dan Eunhyuk.

“AISH!! Lagi-lagi kehilangan jejak!!” gerutu seseorang sambil menendang kaleng yang tergeletak di jalanan.

Sekelompok orang itu tampak berhenti di depan rumah kosong yang tak berpenghuni.

“Coba periksa ke dalam rumah itu,” perintah seorang namja yang diduga pemimpinnya.

Suasana berubah hening. Kelima orang berpostur tubuh tinggi dengan pakaian serba hitam tampak menyisiri sekeliling rumah kosong itu.

“Tidak ada, kurasa mereka berhasil meloloskan diri,” jawab salah satu orang yang mengenakan kacamata hitam.

“Kali ini dia berhasil lolos karena dibantu seseorang. Baiklah, kita cari lain kali saja,” ucap pemimpin kelompok itu.

Keenam orang itu langsung bergegas pergi meninggalkan rumah kosong itu. Suasana menjadi sepi, diam-diam Yoona dan Eunhyuk keluar dari balik semak yang berada di samping rumah kosong itu. Wajah keduanya menunjukkan ekpresi kelegaan.

“Mereka sudah pergi,” ucap Eunhyuk. “Siapa mereka?”

Yoona terdiam sejenak untuk menata nafasnya yang terengah-engah. “Aku juga tidak tahu. Sebenarnya, luka yang kuperoleh ini, karena aku menghindar dari kejaran mereka sebelumnya.”

Eunhyuk menoleh kaget. “Sebelumnya mereka pernah mengejarmu? Kapan?”

“Dua hari yang lalu . . . “ jawab Yoona.

Mwo?” Eunhyuk terlihat khawatir. “Siapa mereka?”

“Aku juga tidak tahu . . . “ tutur Yoona.

“Lebih baik kita segera pulang . . . “

Yoona mengangguk pelan lalu berjalan di samping Eunhyuk, tiba-tiba keseimbangan yeoja itu goyah. Beruntung sebelum Yoona jatuh, Eunhyuk berhasil menahannya.

Gwaenchana?” tanya Eunhyuk panik.

Ne,” Yoona mengangguk, sekilas terlihat menahan rasa sakit.

“Sepertinya kaki kananmu kembali sakit. Pasti usai berlari tadi,” kata Eunhyuk.

Ani, aku masih bisa berjalan,” balas Yoona. Namun yeoja itu kembali terjatuh.

Eunhyuk langsung mengambil posisi jongkok di depan Yoona. “Naiklah!”

Yoona terlihat bingung. “Tidak perlu.”

“Sudah ayo naik! Kau kesulitan untuk berjalan, mana mungkin aku diam saja,” ucap Eunhyuk.

Akhirnya yeoja itu menuruti perintah Eunhyuk. Yoona mendekati punggung Eunhyuk, kedua tangannya terlihat mengalung pada leher namja itu. Eunhyuk langsung berdiri dengan Yoona yang berada dalam gendongannya. Sesaat wajah Yoona tampak merah, begitu juga dengan Eunhyuk. Keduanya saling tersipu.

Kyuhyun POV

“Kyuhyun-ah!” Sooyoung berlari keluar kafe lalu datang menghampiriku.

Aku berdiri di samping mobilku ditemani oleh Kim unjeonsa.

“Apa aku mengganggumu?” tanyaku pada Sooyoung.

Ani, waeyo? Kau datang pasti ada keperluan bukan . . . “

Aku mengangguk pelan. Saat ini aku sedang berada di kafe Sooyoung. Aku tahu, orang yang kucari tidak masuk kerja hari ini.

“Apa kau punya alamat rumah Im Yoona?” tanyaku pelan. Reaksi Sooyoung sudah kuduga sebelumnya, yeoja itu tampak bingung dan penasaran.

“Alamat rumah Yoona? Ada perlu apa kau dengannya?” tanya Sooyoung penasaran.

Aku hanya berdeham sembari menggigit bibirku. “Sudahlah, aku hanya ingin menjenguknya saja. Bukankah dia sedang sakit?”

Sooyoung tidak bertanya lagi. Ia kembali ke dalam kafe dan meninggalkanku sejenak yang masih berdiri di luar. Beberapa saat kemudian, aku melihatnya keluar dari kafe dengan secarik kertas di tangannya.

“Ini.” Sooyoung menyodorkan kertas itu padaku.

Aku melihat sebuah alamat yang tertulis di atas kertas berwarna hijau muda itu.

Gomawo,” ucapku pelan.

“Aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan pada Yoona? Tapi, kuharap kau jangan berbuat yang tidak-tidak padanya, karena setahuku kalian baru bertemu pertama kali bukan. Dan, sikapmu ini sungguh membuatku bingung dan penasaran karena kulihat kau seperti tertarik dengan temanku itu,” tutur Sooyoung.

Ne, arraseo. Memang tampangku seperti penjahat apa?” ucapku kesal pada Sooyoung.

Yeoja itu hanya tertawa lalu kembali masuk ke kafenya. Aku menyodorkan kertas pemberiannya pada Kim unjeonsa.

“Kita ke alamat itu.”

Kim unjeonsa mengangguk lalu membukakan pintu mobil untukku.

Yoona POV

Entah kenapa jantungku berdebar saat Eunhyuk menggendongku. Aku tidak dapat menahan rasa gugupku pada namja ini. Dia benar-benar perhatian dan baik padaku.

“Kau tidak lelah?” tanyaku pada Eunhyuk.

Namja itu hanya menggeleng. “Aku justru senang.”

“Untuk?”

Eunhyuk sedikit menoleh ke arahku. “Karena aku kembali menolongmu, kau jadi berhutang padaku sekarang.” Usai berbicara seperti itu, dia hanya tertawa renyah.

“Aish, kau ini! Baiklah, kau memang sudah menolongku kembali. Lain kali aku pasti akan membayarnya,” ucapku keras.

“Aku tidak butuh bayaran, aku hanya ingin kau mengabulkan permintaanku,” ucap Eunhyuk.

Alisku sedikit terangkat karena bingung. “Permintaan?”

Ne, tapi aku tidak bisa memberitahu permintaanku sekarang, nanti jika kondisimu sudah benar-benar pulih, baru aku mengatakannya padamu. Eotohge?

Aku tersenyum geli mendengarnya. “Baiklah.”

Kami hampir tiba di rumahku. Tiba-tiba langkah Eunhyuk terhenti. Aku mencoba melihat apa yang berada di depan kami. Seketika mataku terbelalak.

“Kyuhyun-ah . . . “

Eunhyuk terdiam, begitu juga denganku. Tapi, dapat kurasakan ada gurat kekesalan di wajah namja yang bernama Kyuhyun itu.

-TBC-

signature

29 thoughts on “My First Mate – Chapter 2

  1. Mayang says:

    Andwe k
    yoona jangan suka am hyuk !!!!!!!
    ciaaatttt cho evil cemburu , hahagaha
    hubungan jessica am kyu cuman teman tapi mereka di jdohin , jd bingung ndiri?????!!!
    trus perasaan mereka gimana ???!

  2. zahra says:

    Ahh apa eunhyuk suka sma ypona eonni, trrus appanya yoona itu apa appanya kyuppa juga??
    Wahh bingung, dan penasaran sma kelanjutan ceritanya !!

  3. RinduforKPop says:

    hyuk dan yoona??? mmm… a little weird for me.. hehehe
    aku sama kayak Sooyoung, merasa aneh dengan Kyuhyun kan Kyuna baru pertama kali bertemu masak si Kyu udah perhatian ampe segitunya…
    lanjut deh…

  4. elvi says:

    hyuk oppa suka ma yoona…
    Kyu gmn?? Kyk Ώyå kyuppa J̶̲̅υ̲g̶̲̅ά̲ suka ma yoona… Cinta segi 4 kyk Ώyå neh…
    Coz sica eon jga ska ma kyuppa…
    Nah prasaan yoong gmn?
    Baca part slanjut Ώyå…

  5. phynz20 says:

    Kerennnn😄
    Aigoo, dugeun dugeun bacanya.
    Itu keliatan banget Hyuk suka sama Yoong, tapi kayaknya Kyu juga suka ya? Wah.. Bisa jadi konflik seru nih..
    Itu yang ngejar Yoong siapa?
    Hyuk mau minta apa sama Yoong? Jangan jangan itu akal bulusnya (?) Hyuk ya.. *plak ._.
    Okem ditunggu kelanjutannya ya eon! Fighting!’O’)9

  6. silverblue08 says:

    aq langsung comment di chapter 2 aja ya🙂
    keren chingu…penasaran sama orang2 yang ngejar yoona..kayanya ada hubungannya sama ilangnya appa yoona..lanjut ceritanya chingu

  7. HaeNy_Choi93 says:

    Kereeen.. YoonHyuk’x momentx bgus bgt.. Uh Eunhyuk bner2 Guardian Angel’x Yoona.. Ap Eunhyuk ska y sm Yoona.. Tp q lbih ska klo YoonA sm Kyu n Hyuk Sm Sica..heheh.. Wah Kyu pasti cemburu lht Yoona D gendong Eunhyuk.. Sk2 lht Kyu cemburu g2.. Next part cepet ya chingu.. Mian bru comment d part in..

  8. rindafishy says:

    Ya ampun .. Kyu sweet bener eih🙂
    Eunhyuk emang dewa penolong yoona , pensaran sama orang2 yg ngejar yoona itu ??
    Kereeen thor ff nya , nggak ada typo juga ..
    Alur nya juga bagus🙂
    Ditunggu lanjut nya ..

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s