The Time Crystal Ball – Chapter 2


thetimecrysball

Title : 

“The Time Crystal Ball”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Choi Siwon Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Fantasy, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita, tokoh, dan tempat sama. Semua ide cerita muncul dari mimpi yang saya alami. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini pernah jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Senin, 2 Februari 2009

Yoona POV

Aku berjalan menuju gedung sekolahku saat di SMA, Gyeonggi Suwon International School. Benar-benar mengejutkan. Aku sungguh tidak percaya, bola kristal waktu itu berfungsi. Hingga membuatku kembali ke waktu 4 tahun silam, saat aku masih menginjak kelas 2 SMA. Aku yang berumur 21 tahun, harus kembali ke masa di saat aku masih berumur 17 tahun.

Aku merasa kikuk sekaligus senang mengenakan seragam SMA kembali. Banyak kenangan yang aku miliki selama menempuh pendidikan di SMA.

“Yoong . . . “ tiba-tiba seorang namja memanggilku.

Aku menoleh ke arah suara. Ternyata Siwon. Aku tersenyum saat melihatnya mengenakan seragam SMA. Dia tetap terlihat tampan.

“Ada apa? Kenapa kau tersenyum sendiri?” tanyanya penasaran.

Aniyo, aku hanya merasa senang saja,” jawabku gugup.

“Lusa apa kau ada waktu?” tanya Siwon.

Aku menoleh ke arahnya. “Lusa? Sepertinya ada, waeyo?

“Aku ingin memperkenalkanmu pada teman lesku, namanya Sooyoung. Dia sangat cantik,” ajak Siwon.

DEG! Aku ingat. Ini hari dimana Siwon mengajakku untuk menemui Sooyoung pertama kali. Dulu aku menolaknya untuk ikut. Kali ini, aku sangat penasaran apa yang akan terjadi jika aku menyanggupi ajakannya.

Ne, aku bisa,” jawabku pelan.

Gomawo, Yoong. Kalian pasti bisa berteman,” ucap Siwon senang.

Aku hanya tersenyum tipis ke arahnya.

*****

 

Rabu , 4 Februari 2009

Author POV

Di sebuah tempat makan cepat saji, Yoona berjalan menghampiri Siwon yang tampak sedang mengobrol dengan yeoja. Ia pun mengambil tempat duduk di samping namja itu.

Anyeong,” sapa Yoona.

“Kau sudah datang,” balas Siwon itu.

Yoona mengangguk, lalu melirik ke arah yeoja di depannya. Yeoja itu tersenyum padanya.

“Soo,  kenalkan ini temanku, Im Yoona,” ucap Siwon. “Yoong, dia Choi Sooyoung.”

Anyeong haseyo, Im Yoona imnida,” sapa Yoona.

Choi Sooyoung imnida,” balas Sooyoung kembali tersenyum. Yoona terpesona dengan senyuman Sooyoung. Yeoja itu tampak cantik dan anggun. Ia melirik ke arah Siwon. Namja itu terus memandang Sooyoun sambil tersenyum. Yoona tampak sedih. Ia pun hanya terus memandang ke arah menu di meja makan.

“Kau sudah menghubunginya?” tanya Siwon.

Sooyoung mengangguk. “Ne, mungkin sebentar lagi datang.”

Yoona tampak tidak mendengarkan obrolan Siwon dan Sooyoung. Yeoja itu terus menunduk dan terlihat tidak bersemangat. Tiba-tiba ada seorang namja yang datang menghampiri mereka. Ia langsung mengambil posisi duduk di samping Sooyoung dan tepat di depan Yoona.

“Kenapa kau lama sekali? Kami hampir kelaparan menunggumu,” tutur Sooyoung.

Mianhae, tadi aku habis memberi les matematika pada adik kelasku,” balas namja itu. Tanpa Yoona sadari, namja itu terlihat memperhatikannya.

“Yoong . . . “ Siwon menepuk bahu Yoona saat mengetahui yeoja itu tengah melamun.

Yoona tersentak, ia melirik ke arah Siwon. Lalu terkejut saat melihat seorang namja sudah duduk di depannya. Namja itu tersenyum padanya. Yoona tersenyum, ia sedikit gugup saat memandang namja di depannya. Namja itu berperawakan tinggi, berkulit putih, matanya teduh dan tajam.

“Yoong, dia juga teman satu lesku, namanya Cho Kyuhyun, teman sekolah Sooyoung,” tutur Siwon.

Anyeong haseyo, Kyuhyun imnida,” sapa namja bernama Kyuhyun kepada Yoona. Namja itu tampak mengulurkan tangan, mengajak Yoona untuk bersalaman.

Yoona imnida,” Yoona membalas uluran tangan Kyuhyun. Namja itu tersenyum manis padanya. Membuat wajah Yoona sesaat memerah.

“Baiklah, karena semua sudah datang, sekarang waktunya memesan makanan,” kata Sooyoung.

Mereka langsung sibuk memilih menu makanan yang akan dipesan. Siwon tampak akrab sekali dengan Sooyoung, keduanya tampak mesra sambil bercanda tawa. Yoona hanya memperhatikan keduanya dengan tatapan sedih. Saat kembali fokus pada menu yang dipegangnya, ia menyadari bahwa Kyuhyun sedang memperhatikannya. Namja itu hanya tersenyum.

Kyuhyun POV

Im Yoona. Dia benar-benar cantik. Aku benar-benar beruntung menyanggupi ajakan Sooyoung padaku. Tapi, kenapa dari tadi dia terus diam. Aku melihat ada gurat kesedihan di wajahnya saat melihat Siwon dan Sooyoung bersenda gurau. Apakah ia merasa posisi sebagai sahabat diambil alih oleh Sooyoung atau karena dia menyukai Siwon? Entahlah.

Ah, dia menyadari jika sedang kuperhatikan. Aku refleks tersenyum ke arahnya. Dia hanya menunduk sembari fokus pada selembar menu di meja. Wajahnya sesaat memerah. Apa karena aku? Aku hanya tersenyum dan tertawa dalam hati.

Saat makanan yang kami pesan datang, kami langsung menikmatinya. Aku bersenda gurau dengan Siwon dan Sooyoung selama makan. Kulirik Yoona  yang duduk di samping Siwon. Dia terlihat masih diam. Yeoja itu tampak canggung. Mungkin karena obrolan kami yang membahas seputar guru di tempat les, sehingga membuatnya tidak begitu mengerti. Aku merasa kasihan padanya.

Usai makan malam, Siwon memutuskan untuk mengantar Sooyoung pulang. Aku memperhatikan Yoona yang kini berdiri di sampingku. Wajahnya terlihat menahan kesedihan.

“Yoong, aku akan mengantar Sooyoung pulang? Tidak apa-apa kan?” tanya Siwon pada Yoona.

Aku terdiam saat mendengar ucapan Siwon. Bagaimana bisa dia tega meninggalkan sahabatnya sendiri untuk mengantar Sooyoung. Apalagi yeoja secantik Yoona. Aku sedikit kesal saat melihat Yoona hanya mengangguk tanpa berkata sedikitpun.

“Baiklah, kami pulang dulu,” sapa Sooyoung lalu berjalan bersama Siwon.

Kini tinggal aku dan Yoona yang masih berdiri di depan tempat makan.

“Aku permisi,” ucap Yoona padaku sambil membungkuk.

Chakkaman . . . “ aku menahannya agar dia tidak buru-buru pergi.

Yoona berbalik ke arahku. Aku berjalan mendekatinya.

“Aku antar kau pulang,” ucapku padanya.

Wajahnya terlihat terkejut. “Aniyo, aku tidak ingin merepotkanmu.”

Aku tersenyum. “Gwaenchana, mana bisa aku membiarkanmu pulang sendirian, seorang yeoja secantik kau . . . “ Tanpa sadar aku kelepasan bicara. Aku menutup mulutku dan berdeham, wajahku memerah.

Yoona memandangku sejenak, lalu tersenyum geli. Senyuman terindah yang pernah aku lihat.

Kajja . . . “ ajakku pada Yoona.

Dia mengangguk dan kembali tersenyum. Akhirnya aku berhasil membuatnya ceria. Entah kenapa ada perasaan yang mendorongku ingin membuatnya terus tersenyum.

*****

Kamis, 5 Februari 2009

Yoona POV

Aku terbangun dari tidur. Kulihat sekeliling kamar, tidak ada yang berubah. Suasana yang sama ketika aku masih SMA. Aku berjalan mengambil perlengkapan mandiku. Perhatianku tertuju pada jam pasir yang berada di meja belajar. Waktu terus berjalan. Tepat hari ini, sudah 3 hari aku menjelajah waktu. Artinya, tersisa 11 hari lagi yang harus aku lalui.

Apa yang berubah? Sepertinya belum ada. Hanya saja, aku berkenalan dengan seorang namja. Menurutku, dia orang yang baik, penuh perhatian, dan secara fisik juga tampan. Perhatiannya semalam kepadaku, sungguh membuatku tersentuh. Aku menjadi lupa akan kesedihanku saat melihat Siwon bersama Sooyoung.

Cho Kyuhyun, apa mungkin dia yang akan mengubah jalan hidupku?

Author POV

Yoona berjalan menuju ruang kelasnya. Rupanya Siwon sudah datang lebih dahulu. Namja itu duduk di sebelah meja Yoona. Keduanya memang duduk bersebelahan di kelas.

“Kau sudah datang?” tanya Yoona pada Siwon yang tengah membaca buku.

Siwon melirik ke arah Yoona. Dilihatnya yeoja itu sedang meletakkan tas dan mengeluarkan beberapa buku pelajaran.

“Yoong, aku ingin meminta saran darimu?” tanya Siwon tiba-tiba.

Yoona menoleh ke arah Siwon. “Saran?”

Siwon menutup bukunya lalu menatap Yoona serius. “Aku ingin menyatakan cinta.”

Mendengar hal itu, Yoona terdiam. Ada rasa sesak di dadanya.

“Apa pada Sooyoung?” tebak Yoona.

Siwon langsung tersenyum. “Ah, aku ketahuan,” tuturnya sambil menutupi wajah merahnya.

Yoona hanya tersenyum tipis. Ia berusaha tegar, menyembunyikan rasa sakit di hatinya.

“Apa yang harus kukatakan? Apa aku juga harus membawa bunga atau apa? Tolong bantu aku . . . “ pinta Siwon.

Yoona menghela nafas. “Tidak perlu berlebihan, kurasa kau tidak perlu memberinya barang atau apapun. Nyatakan saja semua sesuai isi hatimu. Jika kau benar-benar tulus, Sooyoung pasti bisa menerimanya.”

Siwon langsung tampak senang. “Ah, kau benar. Gomawo. Aku beruntung mempunyai sahabat sepertimu.” Namja itu langsung bergegas keluar kelas dan meninggalkan Yoona.

Yoona hanya tersenyum tipis. Yeoja itu tampak sedih. Ia tidak dapat menahan air matanya.

Kyuhyun POV

Aku berdiri di depan pintu gerbang Gyeonggi Suwon International School. Awalnya aku tidak berniat datang ke sini. Entah kenapa, sejak semalam, aku tidak berhenti memikirkan Yoona. Yeoja itu telah menyihirku. Mungkinkah aku telah jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama?

Aku berdiri dengan perasaan gugup. Beberapa siswa memang sudah tampak keluar dari sekolah. Mataku tidak berhenti mencari keberadaannya. Hingga berhenti pada sosok yeoja yang tengah berjalan menuju pintu gerbang. Ah, rupanya Yoona juga sudah keluar. Aku bergegas merapikan seragam dan juga penampilanku. Jantungku semakin berdegup kencang. Tiba-tiba, aku melihat Yoona sudah berjalan melewatiku. Aku kaget dan langsung berlari mengejarnya.

“Im Yoona,”

Yeoja itu menoleh ke arahku. Wajahnya terlihat terkejut.

“Kyuhyun? Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanyanya bingung.

Aku berusaha menenangkan jantungku yang berdegup kencang. Bukan perkataan yang keluar, aku justru tersenyum ke arahnya.

“Menjemputmu,” jawabku singkat padanya.

Persis dugaanku, reaksinya semakin bingung. Wajahnya tampak polos seperti anak kecil, membuatku gemas.

“Kau menungguku?”

Aku mengangguk. Sesaat wajahnya sedikit memerah. Benar-benar tampak cantik.

Eotohge? Apakah tawaranku diterima?” tanyaku padanya.

Sekali lagi, aku melihat Yoona hanya tersenyum sambil mengangguk pelan. Hatiku senang melihatnya. Aku pun mendekat dan berjalan bersama di sampingnya.

Im Yoona, kurasa aku benar-benar telah jatuh cinta padamu.

Yoona POV

Aku sungguh terkejut, saat melihat Kyuhyun datang menjemputku. Aku tidak pernah menduga sebelumnya. Sikapnya itu membuatku bingung. Kami baru bertemu kemarin, tapi namja ini sudah memberiku perhatian yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.

Sekarang, aku sedang berada di taman yang berada tak jauh dari sekolahku. Kyuhyun yang mengajakku ke sini. Kami berdua sedang menikmati suasana taman yang tampak ramai dan menenangkan.

“Lain kali, apakah kau mau pergi berdua denganku?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Aku menoleh ke arahnya. Namja itu hanya tersenyum. Baru aku sadari jika dilihat dari dekat, Kyuhyun memang tampan. Siwon memang tidak kalah tampan, tapi aku merasa ada aura yang berbeda dari diri Kyuhyun.

“Pergi berdua? Kemana?” tanyaku.

Kyuhyun meneguk minuman yang dipegangnya. “Mungkin nonton bersama atau . . . “

Aku menunggu dia melanjutkan kalimatnya. Aku meneguk minumanku yang hampir habis.

“Atau tempat yang biasa dikunjungi sepasang kekasih,” lanjutnya.

Aku spontan tersedak mendengarnya. Kyuhyun tampak panik saat melihatku terbatuk tidak berhenti.

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya panik sambil mengusap-usap punggungku dengan lembut.

Gwaenchana, aku hanya kaget,” jawabku.

Mianhae, sepertinya karena perkataanku barusan ya,” tuturnya pelan. Wajahnya terlihat merasa bersalah.

Aku memandangnya tanpa henti. Mungkinkah Kyuhyun adalah orang yang bisa mengubah jalan hidupku kelak?

“Kyu, aku sungguh tidak mengerti. Kita baru bertemu kemarin, tapi kenapa kau sudah memberi perhatian kepadaku seperti ini?” tanyaku padanya.

Seketika wajah namja itu terlihat serius. “Apa aku harus menjawabnya?”

Aku mengangguk. Aku memang sangat membutuhkan alasan dibalik perhatian yang diberikan kepadaku.

“Aku . . . “

DRRT! Tiba-tiba ponselku bergetar. Ucapan Kyuhyun terhenti sejenak. Aku bergegas mengambil ponselku dan menjawab panggilan masuk dari Siwon.

“Sebentar . . . “ ucapku pada Kyuhyun. “Ne,  Siwon? Waeyo? . . . . . . . . .  Oh, kau sudah mengatakan padanya?”

Aku menunggu jawaban dari Siwon. Seketika pikiran kosong saat mendengar cerita dari Siwon.

“Dia menerimamu? . . . . . . . . Jadi, kalian sekarang resmi berpacaran?” sesaat aku melirik ke arah Kyuhyun. Namja itu tampak ikut mendengar dan memperhatikanku.

Hatiku terasa teriris mendengarnya. Aku menahannya, lalu mengucapkan selamat kepada Siwon. KLIK! Aku mematikan ponselku lalu kembali fokus pada Kyuhyun. Tapi, namja itu terlihat penasaran.

“Apa itu Siwon?” tebaknya tepat.

Aku mengangguk. “Dia bilang, dia sudah menyatakan cinta pada Sooyoung dan diterima. Mereka resmi berpacaran.”

Bibirku bergetar saat memberi tahu informasi itu pada Kyuhyun. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menahan air mataku yang siap membasahi wajahku.

Kyuhyun terdiam. Namja itu seperti menyadari perasaanku.

“Kau . . . . menyukai Siwon?” tanyanya.

Aku menelan ludah. Wajahnya tampak serius menatapku.

Ne, tapi sudahlah! Aku tidak apa-apa. Aku justru senang saat melihat Siwon menemukan kebahagiannya sendiri,” ucapku berusaha tegar di depan Kyuhyun.

Aku menunduk, berusaha untuk menenangkan perasaanku yang mulai kalut. Tiba-tiba, Kyuhyun menarik dan memelukku. Aku benar-benar terkejut. Aku mencoba melepas pelukannya, tapi Kyuhyun justru memperkuat pelukannya.

“Menangislah, aku bersedia menjadi sandaranmu. Jika itu bisa membuat air matamu berhenti mengalir, menangislah sepuasnya . . . . “ kata Kyuhyun.

Aku tersentuh mendengarnya. Tanpa kusadari, air mataku sudah mengalir. Aku menangis sejadi-jadinya. Ya, hatiku sangat terluka. Bahkan, aku kembali menjelajah waktupun, Siwon tetap mencintai Sooyoung. Sooyoung lah pilihan Siwon, bukan aku.

Kyuhyun melepas pelukannya, tangannya mengusap wajahku, menghapus air mataku secara lembut. Aku mulai merasa tenang walaupun hatiku masih kalut. Tiba-tiba, wajah Kyuhyun mendekat ke arah wajahku. Aku menatapnya, namja itu menatapku dengan tatapan hangat. Perlahan, wajahnya semakin mendekat. Aku tidak mengetahui apa yang akan ia lakukan. Sampai akhirnya . . . .

Aku masih menatap ke arah Kyuhyun. Tapi ada yang berbeda. Tanpa kusadari, ternyata bibirnya sudah menyentuh bibirku. Ya, Kyuhyun menciumku.

-TBC-

signature

15 thoughts on “The Time Crystal Ball – Chapter 2

  1. D-17 (@Syafira_Rara) says:

    Coba aja yoona dulu gk nolak ajakan siwon..
    pasti yoona udh ketemu dari duluuu……
    semoga kyuhyun bisa membantu yoona melupakan siwon….

    kyuhyun cinta pada pandangan pertama ya ?😄
    Cieeeee si epil ternyata bisa juga jatuh cinta *dibakar sparkyu -___-

    Baru ketemuan udh langsung nyium bibir…
    Aigooo kyuuu…. >,,,,,<

  2. elvi says:

    Kyu jatuh cinta pda pandangan pertama…
    N J̶̲̅υ̲g̶̲̅ά̲ sα̩̩̩̩̥α̇̇̇̊ senyuman Ώyå yoona…
    Next

  3. niaicloud3424 says:

    Yoona tenanggg…..ada di evil kyu beside you…..siwon? Forget him..
    Kyu? … r u fall in love 4 the first sight? Omg….
    Smoga cintamu dbales ma si goddes tuh yah…
    Next chapter thor..lnjut bca…..next…next…

  4. rindafishy says:

    Wah kyuhyun jatuh cinta pandangan prtama ni🙂
    Moga yoona cepet suka deh sama kyuhyun ..
    Makin bagus thor cerita nya😀

  5. HaeNy_Choi93 says:

    Anyeong.. Q readers baru.. HaeNy Imnida 93 Line.. Bengapseumnida.. Bru nemu blog in nh.. Mian baru comment d part in.. Ff’x keren.. Alur ceritax jg bgus.. Mkin penasarn nh sm klnjutanx, next part panjangin lg ya.. Authornim..?? Semoga Yoona bs jtuh cinta sma Kyuhyun, Aminn.. Chingu.. Semangaaaat..!!

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s