My First Mate – Chapter 3


myfirstmatechp3

Title : 

“My First Mate”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Jung Jessica SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Other Cast :

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Genre :

Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini juga sedang jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

Suasana berubah canggung. Kyuhyun menatap tajam ke arah Eunhyuk dan Yoona yang baru saja tiba. Namja itu sudah berdiri di depan pintu gerbang rumah Yoona.

“Kyuhyun-ah . . . “ Eunhyuk memanggil pelan temannya itu.

Kyuhyun hanya diam dan tidak merespon. Perhatiannya tertuju pada Yoona yang berada dalam gendongan Eunhyuk.

Yoona menyadari apa yang membuat namja itu hanya terdiam dan tidak menjawab. Yeoja itu terlihat membisiki pada Eunhyuk untuk menurunkannya.

“Kau yakin?” tanya Eunhyuk.

Yoona mengangguk. Lalu Eunhyuk sedikit merendah dan membiarkan Yoona turun dari punggungnya. Sesaat keseimbangan Yoona kembali goyah hingga membuat Kyuhyun dan Eunhyuk terlihat mendekat.

Gwaenchana. Mampirlah sebentar,” ucap Yoona pada Eunhyuk lalu melirik ke arah Kyuhyun. “Kau, masuklah.”

Yoona bergegas masuk ke dalam rumah. Eunhyuk dan Kyuhyun saling memandang satu sama lain, lalu keduanya mengikuti Yoona.

Mrs. Im tampak kaget saat mendapati Yoona pulang bersama dua orang namja. Ditambah lagi dengan kondisi Yoona yang tampak kelelahan.

“Apa yang terjadi? Bukankah kau hanya pergi berbelanja?” bisik Mrs. Im pada putrinya.

“Ceritanya panjang, eomma. Nanti saja,” balas Yoona ikut berbisik.

Yoona bergegas masuk ke dapur, menyiapkan minuman untuk Eunhyuk dan Kyuhyun. Mrs. Im menghampiri kedua namja yang kini tengah duduk di ruang tamunya itu.

Ahjumma, aku datang lagi . . . . “ ucap Eunhyuk sambil tersenyum. Kyuhyun menoleh kaget ke arah temannya itu.

“Ah, Eunhyuk-ssi. Apa kau mengantarkan Yoona lagi?” tanya Mrs. Im

Eunhyuk mengangguk. Lalu dilihatnya Mrs. Im yang terlihat penasaran dengan Kyuhyun.

“Ah, hampir lupa. Dia temanku,” tutur Eunhyuk lalu memberi isyarat pada Kyuhyun untuk memperkenalkan diri.

Namja itu berdiri dan menyalami Mrs. Im. “Anyeong haseyo, Kyuhyun imnida.

“Ah, Kyuhyun-ssi. Senang bertemu denganmu,” ucap Mrs. Im

Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum. Yoona kemudian datang sambil membawa dua gelas minuman untuknya dan Eunhyuk.

Yoona menyadari bahwa Kyuhyun memperhatikannya. Ia pun justru menatapnya hingga membuat namja itu terlihat gugup.

“Apa kau sudah merasa lebih baik?” tanya Kyuhyun. Eunhyuk terlihat mengawasi gerak-gerik temannya itu.

Yoona mengangguk. “Ne, kau tidak perlu cemas. Gomawo, atas pertolonganmu kemarin.”

Entah kenapa suasana berubah canggung. Kyuhyun hanya terdiam, begitu juga dengan Yoona. Sementara Eunhyuk hanya menatap kedua orang itu.

“Ada apa dengan kalian?” tanya Eunhyuk. “Yoona, kau harus ingat dengan janjimu padaku tadi ya?”

Mendengar hal itu Kyuhyun langsung menoleh ke arah Eunhyuk. “Janji apa?”

Eunhyuk menjulurkan lidahnya. “Rahasia! Itu bukan urusanmu.”

Kyuhyun terlihat menahan rasa kesalnya. Sementara Yoona tampak mengangguki ucapan Eunhyuk.

“Baiklah, kalau begitu, aku pulang dulu. Kau tidak ikut pulang, Kyu?” tanya Eunhyuk pada Kyuhyun.

Ani, aku masih ada keperluan sebentar . . . “ jawab Kyuhyun.

Eunhyuk menatap temannya itu. Terlihat sekali Kyuhyun memberi isyarat pada Eunhyuk untuk menyuruhnya segera pulang.

“Hati-hati, gomawo atas bantuanmu hari ini,” ucap Yoona pada Eunhyuk.

Kyuhyun POV

Huh, akhirnya Eunhyuk pulang juga. Kini tinggal aku berdua dengan Yoona. Tapi, kenapa suasana berubah canggung seperti ini?

Aku menatap yeoja di depanku diam-diam, wajahnya terlihat lelah, seperti memendam sesuatu yang sangat berat baginya. Sampai sekarang aku masih terkejut, Eunhyuk sepertinya sangat dekat dengannya. Bahkan dengan eommanya. Sejak kapan?

“Ehem . . . “ Entah kenapa rasanya sulit sekali membuka pembicaraan dengannya.

“Walaupun kita sudah mengenal nama kita masing-masing, tapi kurasa kita belum berkenalan secara resmi . . . “

Ah, dasar payah! Kenapa bicaraku terdengar aneh. Kulihat Yoona tampak bingung dengan tatapan kosong di wajahnya.

Anyeong haseyo, Kyuhyun imnida,” ucapku sambil mengulurkan tangan ke arahnya.

Yoona imnida,” balasnya sambil tersenyum ke arahku.

Sedikit kelegaan di benakku. “Jadi, kau teman Sooyoung?”

Yoona hanya mengangguk.

“Sejak kapan kau dekat dengan Eunhyuk?” tanyaku terdengar seperti menginterogasi. Kurasa aku benar-benar terlihat seperti orang bodoh di depannya saat ini. Kulihat yeoja itu hanya mengernyitkan dahinya.

“Sejak aku bekerja di kafe Sooyoung,” jawab Yoona.

Apa? Pantas saja Eunhyuk sangat mengerti dan terlihat mengenal Yoona lebih jauh. Jadi, mereka sudah kenal selama hampir 1 bulan ini?

“Jadi begitu rupanya . . . . “ gumamku pelan.

“Kalian berteman?” tanya Yoona padaku.

Ne.  Aku, Eunhyuk dan Siwon, kami sudah berteman sejak kami masih SMA.”

“Lalu Jessica?”

Aku sedikit terkejut mendengar pertanyaan Yoona barusan.

“Kami . . . hanya berteman,” tuturku padanya.

“Benarkah?”

Aku memperhatikan yeoja di depanku. Ada rasa penasaran tergambar jelas di wajahnya.

“Memang kenapa?” tanyaku penasaran.

Ah, dia hanya menggeleng pelan. Kulirik jam tanganku, sudah hampir malam. Aku beranjak dari duduk dan mendekatinya. Yoona terlihat turut berdiri.

“Ini sudah malam, lain kali aku akan datang lagi,” ucapku. “Kau harus banyak beristirahat.”

Aku dapat merasakan tatapannya yang penuh tanya akan sikapku ini.

Arraseo, aku akan mengantarmu hingga ke depan . . . “

Saat Yoona hendak berjalan melewatiku, tiba-tiba kakinya tersandung bagian bawah sofa hingga membuat keseimbangannya goyah. Aku refleks langsung memeganginya hingga posisi kami seperti orang berpelukan. Wajah kami sangat dekat, kami menatap satu sama lain. Baru kusadari jika dilihat dari dekat, Yoona terlihat sangat cantik. Lagi-lagi perasaan itu muncul, saat aku melihat matanya, aku seperti mengenali seseorang.

Mianhae, aku benar-benar tidak sengaja . . . “ Yoona terlihat menundukkan wajahnya.

Gwaenchana. Kalau begitu aku pulang dulu, sampaikan salamku pada eommamu . . . “ ucapku lalu bergegas keluar menghampiri Kim unjeonsa yang segera membukakan pintu mobil untukku.

Yoona POV

“Mereka sudah pulang?” tiba-tiba eomma sudah berdiri di belakangku.

Ne, eomma.”

“Padahal aku sudah menyiapkan makan malam untuk mereka . . . “

Aku hanya tersenyum melihat ekspresi eommaku yang terlihat kecewa. “Lain kali akan kuundang mereka makan malam di sini. Eotohge?

Eomma mengangguk setuju. “Kajja . . . makan malam sudah siap.”

Aku berjalan mengikuti eomma menuju ruang makan.

“Siapa yang kau sukai?” tanya eomma tiba-tiba di sela makan malam kami.

Aku sangat terkejut mendengar pertanyaannya. “Apa maksud eomma?

“Sudah pasti, antara Eunhyuk dan namja yang bernama Kyuhyun . . . “ jawab eomma sambil tersenyum.

“Aish, kami hanya berteman. Apalagi dengan Kyuhyun, aku baru mengenalnya beberapa hari yang lalu . . . “

Eomma menatapku dengan senyum mengembang di wajahnya.

“Kau yakin?” tanya eomma menggodaku. “Meskipun Kyuhyun terlihat sedikit bicara dibandingkan dengan Eunhyuk, aku dapat melihat bahwa namja itu sopan, baik, dan terlihat memberikan perhatian padamu.”

Aku dapat merasakan wajahku yang terasa memanas karena eomma menggodaku. “Hentikan, eomma. Jangan menggodaku . . . “

Eomma hanya tertawa melihat reaksiku ini.

“Saat aku melihat Kyuhyun, aku seperti pernah melihatnya. Tapi dimana ya?”

Aku meneguk segelas air putih yang ada di meja. “Mungkin eomma pernah melihatnya di majalah atau televisi. Dia itu memang terkenal.”

“Terkenal?”

“Dia pewaris tunggal Cho Corporation.”

Eomma langsung menoleh tajam ke arahku. “Apa katamu? Cho Corporation?”

Ne, eomma.”

“Siapa nama lengkapnya?”

Aku sedikit penasaran dengan reaksi eomma yang tampak terkejut itu. “Cho Kyuhyun.”

Mwo?

Eomma, waeyo?” tanyaku penasaran pada eomma. Tapi, kulihat eomma hanya diam dan tidak merespon pertanyaanku.

ooOoo

Author POV

Kyuhyun keluar dari kamarnya dan bergegas menuju ruang makan untuk menikmati sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor.

“Kau sudah bangun?” tanya Mrs. Cho. Eommanya terlihat sedang mengoleskan selai cokelat pada seiris roti yang tersaji di meja.

Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum, kemudian menarik kursi di samping appanya.

“Bagaimana pekerjaanmu?” tanya Mr. Cho

“Saat ini aku sedang sibuk menangani tanggapan konsumen terhadap cabang lembaga bimbingan belajar yang kita dirikan di Chunceon, “ jawab Kyuhyun.

“Bagaimana respon mereka?”

“Secara keseluruhan mereka sangat antusias, sampai saat ini sudah banyak masyarakat yang mendaftarkan anaknya di lembaga kita, appa,” lanjut Kyuhyun.

Mr. Cho tampak tersenyum puas. “Bagus, kuharap kita dapat terus membantu masyarakat dalam masalah pendidikan. Kau harus bekerja keras, arraseo?

Ne, appa.

Mrs. Cho menyodorkan sepiring roti untuk sarapan Kyuhyun. “Sudah, berhentilah membahas pekerjaan sementara. Ini sarapanmu.”

Gomawo,” tutur Kyuhyun lalu menyantap sarapannya.

“Bagaimana hubunganmu dengan Jessica?” tanya Mr. Cho kemudian yang membuat Kyuhyun sedikit terkejut.

“Maksud appa?” Kyuhyun menoleh sembari meneguk segelas susu di atas meja.

“Kemarin Tuan Jung menghubungiku, dia mengusulkan agar kalian segera bertunangan,” jawab Mr. Cho

Kyuhyun tersedak. Mrs. Cho segera mengambilkan tissue saat melihat putranya tampak terbatuk-batuk dan minumannya nyaris tumpah di meja makan.

“Kenapa kau begitu terkejut? Bukankah kau sudah tahu tentang hal ini,” ucap Mrs.  Cho

Ani, tapi aku tidak pernah membayangkan masalah pertunanganku dengan Jessica sebelumnya,” tutur Kyuhyun.

“Kau sendiri yang menerima perjodohan itu, sudah pasti kalian akan bertunangan bukan?” lanjut Mr. Cho

Kyuhyun langsung beranjak dari kursinya dan berpamitan pada kedua orang tuanya.

“Masalah pertunangan ini, kita bicarakan lain kali saja. Aku berangkat dulu.”

Kedua orang tua Kyuhyun tampak saling pandang melihat kepergian putranya itu.

“Suamiku, kurasa Kyuhyun masih belum bisa melupakan kejadian 15 tahun silam,” ucap Mrs. Cho

Mr. Cho tampak menghela nafas. “Kau benar. Bahkan aku sendiri juga tidak bisa melupakannya.”

“Apa sampai sekarang kau belum menerima kabar sedikitpun tentang itu?”

Mr. Cho menggeleng. “Entahlah, aku sama sekali belum tahu dimana keberadaannya? Kuharap, mereka baik-baik saja.”

Entah apa yang sedang terjadi, kedua orang itu tampak diam dan saling pandang.

Kyuhyun POV

Sejak pembicaraan saat sarapan tadi, pikiranku terus dipenuhi masalah pertunanganku dengan Jessica. Jujur saja, aku hanya menganggapnya sebagai teman. Tidak lebih dari itu. Alasanku menerima perjodohan itu agar eomma tidak mencari wanita lain yang akan dijodohkan denganku. Aku hanya tidak mau eomma terus-terusan mencari wanita untuk dijodohkan denganku.

Pertunangan? Ah, rasanya terdengar horor bagiku.

Aku kembali memperhatikan ke arah luar mobil. Tanpa sadar aku hampir tiba di kantorku. Aku sedikit menghela nafas, berusaha bersikap tenang agar tidak mengacaukan pekerjaanku hari ini. Sementara masalah pertunangan itu aku abaikan.

Kim unjeonsa membukakan pintu untukku. Aku berjalan menuju pintu masuk kantorku, beberapa karyawan tampak membungkuk dan memberi salam kepadaku, aku membalasnya dengan senyuman. Perhatianku kemudian tertuju pada sosok yang tengah berdiri di depan kantorku. Namja paruh baya itu tampak mengenakan pakaian serba hitam. Aku tidak dapat melihat jelas wajahnya karena ia mengenakan kacamata hitam. Kuperhatikan dalam waktu lama, hingga akhirnya ia menoleh ke arahku lalu bergegas pergi meninggalkan kantorku. Dahiku mengernyit, siapa dia?

Author POV

“Kau sudah sembuh?” tanya Sooyoung saat melihat Yoona sedang mengelap meja dan kursi pengunjung sebelum kafe buka.

Ne, kakiku sudah sembuh. Luka di dahiku juga sudah kering,” jawab Yoona.

Sooyoung tersenyum lalu berjalan masuk ke ruang kerjanya. Kemudian dia kembali ke luar dan terlihat berdiri di depan meja kasir. Sementara Yoona masih menyelesaikan tugasnya.

“Apa Kyuhyun kemarin datang kerumahmu?” tanya Sooyoung.

Yoona menoleh kaget ke arah temannya itu. “Bagaimana kau bisa tahu?”

Sooyoung tertawa kecil. “Kemarin dia datang menemuiku dan meminta alamat rumahmu.”

Mwo? Jadi, dia tahu tempat tinggalku darimu?”

Mianhae, jika aku tidak meminta izin terlebih dahulu darimu. Karena aku yakin, Kyuhyun tidak akan berbuat sesuatu terhadapmu, jadi kuberikan saja. Niatnya tulus, dia hanya ingin menjengukmu . . . “

Yoona terdiam. Dilihatnya Sooyoung kembali masuk ke ruang kerjanya.

“Mungkin eomma benar, Kyuhyun sepertinya orang yang baik . . . “ gumamnya lirih.

DEG! Tiba-tiba Yoona merasakan nyeri di dadanya. Ia pejamkan matanya sejenak, menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. Ia terkejut, seperti ada bayangan masa lalu terlintas dalam pikirannya.

Yoona POV

Barusan tadi itu apa? Aku seperti melihat sekilas kehidupanku di masa lalu. Ah, mungkin aku masih terlalu kelelahan sehingga membayangkan hal yang tidak-tidak. Tiba-tiba muncul rasa sakit yang amat sangat di kepalaku.

“Yoona-ya, gwaenchana?

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. Ternyata itu Siwon.

Ne. Kau datang untuk menemui Sooyoung?” tanyaku pada Siwon.

Namja itu mengangguk. “Kau yakin tidak apa-apa? Tadi aku melihatmu seperti menahan rasa sakit.”

“Sungguh, aku tidak apa-apa,” jawabku tersenyum.

Siwon tidak bertanya lagi lalu bergegas menuju ruang kerja Sooyoung.

Aku terdiam sejenak. Untuk pertama kalinya aku mengalami hal aneh seperti ini. Tidak seperti biasanya. Aku tidak pernah mengalami sakit kepala seperti ini. Ah, kurasa aku hanya kelelahan saja.

Author POV

Jessica terlihat sedang berjalan menyisiri gedung perkantoran yang tampak megah. Saat ini dirinya sedang berada di kantor Kyuhyun. Yeoja itu berniat datang untuk menemuinya. Tanpa sengaja ia bertemu dengan Eunhyuk di depan lift.

“Eunhyuk-ah . . . “ sapa Jessica.

“Hei, Jessica! Sedang apa kau disini?” tanya Eunhyuk kaget.

“Kau sendiri apa yang sedang kau lakukan?” Jessica balik bertanya.

Eunhyuk mengeluarkan sebuah amplop dari jasnya lalu menyodorkannya pada Jessica. Yeoja itu tampak penasaran dan bergegas membuka isi amplop itu.

“Kau akan mengadakan pameran lukisan di galerimu?” tanya Jessica tampak antusias.

Eunhyuk mengangguk. “Kau bisa datang bersama Kyuhyun. Aku juga akan mengundang Siwon dan Sooyoung, serta Yoona . . . “

Mendengar nama Yoona disebut, Jessica menoleh terkejut. “Yoona? Maksudmu pelayan di kafe Sooyoung itu?”

Ne. Dia itu tidak hanya sekedar pelayan, tapi juga teman Sooyoung. Untuk itulah aku mengajaknya,” jawab Eunhyuk sambil tersenyum.

Jessica mengernyitkan dahinya. “Sepertinya ada hubungan yang special di antara kalian berdua?”

Wajah Eunhyuk menyeringai. “Saat ini aku sedang melakukan pendekatan terhadapnya . . . “ bisik Eunhyuk pada Jessica.

Mwo? Jadi, kau menyukainya?” Jessica terlihat menahan tawa. “Aku tidak menduga, namja sepertimu bisa tertarik pada orang seperti Yoona. Dia itu terlalu baik untukmu, dan juga polos. Bukankah kau lebih menyukai yeoja yang berpenampilan seksi dan . . . . hmmmpfff . . . “

Eunhyuk membekap mulut Jessica seketika hingga membuat yeoja itu berhenti bicara. “Hentikan! Kau mau mempermalukanku ya . . . “

“Apa yang kau lakukan? Membekap mulutku seenaknya . . . “ teriak Jessica kesal.

“Makanya kau juga jangan berbicara seenaknya, aku sudah berbeda dari yang dulu. Tidak lagi Lee Hyukjae yang suka bermain perempuan . . . “ tutur Eunhyuk.

Jessica menoleh terkejut. “Oiya? Sejak kapan?”

Eunhyuk tersenyum. “Sejak aku bertemu dengan Im Yoona . . . “ jawabnya terkekeh.

Jessica langsung tertawa lepas. Ternyata cinta bisa membuat orang begitu mudah berubah.

“Sudahlah, cepat temui Kyuhyun. Kau pasti ada perlu dengannya bukan?” tanya Eunhyuk.

Jessica mengangguk lalu keduanya berpisah. Yeoja itu bergegas masuk ke dalam lift, menuju ruang kerja Kyuhyun. Sekertaris Kim yang menunggu di luar membungkuk dan memberi salam padanya, kemudian Jessica membuka pintu ruang kerja Kyuhyun, dan mendapati namja itu tengah tertidur di atas kursi kerjanya. Di mejanya terlihat beberapa berkas yang tampak menumpuk.

Jessica berjalan pelan mendekati meja Kyuhyun. Wajah namja itu tampak tertidur pulas, sepertinya sangat kelelahan. Ia mencoba melambaikan tangan ke arah Kyuhyun, tapi namja itu tetap tidak bergeming.

“Nyenyak sekali . . . “ gumam Jessica.

Yeoja itu terlihat mendekatkan wajahnya. Sesaat jantungnya berdebar, tangannya mencoba menyentuh wajah Kyuhyun secara perlahan. Wajahnya semakin mendekat. Jessica memajukan bibirnya, entah apa yang merasukinya kala itu. Diakuinya ia terpesona dengan ketampanan yang ada pada Kyuhyun. Ya, Jessica mencium Kyuhyun tanpa sepengetahuan namja itu.

PLAK! Jessica langsung menepuk pipi Kyuhyun hingga membuat namja itu melonjak kaget.

“Apa yang kau lakukan?!” bentak Kyuhyun kesal sambil mengusap pipinya yang terasa sakit.

Jessica menghela nafas. “Dasar, belum sampai jam makan siang kau sudah tidur.”

Kyuhyun mengusap-usap matanya. Barulah ia sadari jika ia memang tertidur. “Aish, kau kan tidak perlu memukul pipiku segala. Bisakan kau membangunkanku dengan pelan?”

Jessica tertawa kecil melihat namja di depannya.

“Ada perlu apa kau ke sini?” tanya Kyuhyun sembari membereskan berkas yang menumpuk di mejanya.

Jessica terdiam sejenak, terlihat senyuman mengembang di wajahnya. “Kau sudah dengar tentang rencana pertunangan kita?”

Tangan Kyuhyun terhenti, perhatiannya langsung tertuju pada yeoja yang berdiri di depannya.

Ne, aku sudah mendengarnya.”

“Bagaimana menurutmu?” tanya Jessica.

Kyuhyun tidak menjawab. Hanya senyum tipis yang terlihat dari wajahnya.

ooOoo

Jam makan siang hampir selesai. Kafe Sooyoung yang semula ramai kembali normal. Hanya beberapa pengunjung yang tampak sedang menikmati suasana santai di kafe itu.

“Sepertinya hari ini banyak pengunjung yang datang . . . “

Yoona menoleh ke arah suara. Dilihatnya Eunhyuk sudah berdiri di depan pintu kafe sembari melambaikan tangan ke arahnya.

“Kau datang lagi,” seru Yoona yang tengah merapikan meja pengunjung.

Eunhyuk mendekat sambil memasang tampang cemberut. “Kenapa ucapanmu itu seolah tidak suka dengan kehadiranku?”

Yoona tertawa renyah. “Ani, aku hanya bercanda . . . “

Eunhyuk turut tertawa bersama yeoja di depannya. Diambilnya nampan yang tengah dipegang Yoona dan kain lap yang digunakan untuk membersihkan meja pengunjung.

“Biar aku saja . . . “ ucap Eunhyuk.

“Tapi . . . “ Yoona berusaha menolak namun Eunhyuk tetap memaksa.

Yeoja itu tertawa kecil melihat namja di depannya tampak merasa senang melakukan pekerjaan yang menurutnya sangat tidak cocok untuk namja itu.

“Jadi kau ingin bekerja di sini?” celetuk Sooyoung begitu keluar dari ruang kerjanya.

Yoona menoleh dan ikut tersenyum. Eunhyuk sendiri justru cuek dan tetap melanjutkan pekerjaannya.

“Tanganmu itu terlalu kaku jika kau gunakan untuk bersih-bersih, selama ini kan kau hanya memegang kuas saja,” ledek Sooyoung.

“Jangan meledekku. Urusan seperti ini hal yang mudah bagiku,” balas Eunhyuk.

Sebelum keduanya kembali berdebat, Yoona langsung mengambil nampan dan kain lap yang ada pada Eunhyuk dan menyuruh namja itu untuk berhenti melakukan pekerjaannya.

“Hentikan. Nanti aku bisa dimarahi bosku,” ucap Yoona terkekeh lalu melirik ke arah Sooyoung.

Eunhyuk mendekati Sooyoung dan terlihat memasang ekspresi kesal. “Ya, bos macam apa kau ini? Tega sekali membiarkan karyawannya bekerja terlalu keras . . . “

Yoona langsung menarik Eunhyuk yang terlihat berbicara tidak jelas.

“Apa yang kau katakan? Kau ingin aku dipecat dari pekerjaanku?” ucap Yoona.

Eunhyuk hanya tersenyum. “Jika dia memecatmu, kau bisa bekerja di galeriku.”

“Jangan dengarkan perkataannya. Otaknya sudah tidak waras,” timpal Sooyoung yang langsung mendapat tatapan tajam dari Eunhyuk.

Yoona tertawa, begitu juga dengan Eunhyuk dan Sooyoung.

“Aku datang untuk memberikan ini padamu,” ucap Eunhyuk sambil menyodorkan amplop pada Sooyoung.

Sooyoung membuka isi amplop yang diberikan padanya. “Kau ingin menggelar pameran lukisan di galerimu?”

Eunhyuk mengangguk. Lalu diliriknya Yoona yang terlihat menatapnya. “Kau juga ikut ya?”

“Aku?” Yoona sedikit terkejut.

“Tentu saja, kau tamu undangan special,” lanjut Eunhyuk.

“Baiklah, aku pasti datang,” ucap Yoona.

Sooyoung memperhatikan reaksi Eunhyuk saat ajakannya diterima Yoona. Wajah namja itu terlihat sangat senang. Ia pun hanya tersenyum lalu kembali ke ruang kerjanya.

Yoona mengambil kantung sampah yang berada di dapur, sementara Eunhyuk terlihat masih duduk di dalam kafe. Namja itu langsung berdiri membantu Yoona membawa kantung sampah yang tampak berat itu. Yoona hanya tersenyum lalu keduanya keluar dari kafe membuang sampah ke dalam bak sampah yang berada di samping kafe. Saat Yoona berniat kembali lagi masuk ke kafe, tiba-tiba Eunhyuk menariknya, hingga membuat yeoja itu bersender pada tembok.

“Apa yang kau . . . “ ucapan Yoona terhenti saat telunjuk Eunhyuk menyentuh lembut bibirnya.

Yoona POV

Jantungku berdebar. Kulihat Eunhyuk berdiri dekat di depanku. Tubuhku kini terhimpit di antara tembok dan dirinya. Apa yang akan dilakukannya? Kenapa terus menatapku tanpa henti?

“Apa yang kau . . . “

Kalimatku terhenti saat telunjuk Eunhyuk menyentuh lembut bibirku. Jantungku semakin berdebar kencang.

Perlahan wajahnya kian mendekat. Kupejamkan kedua mataku. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya, tapi aku menduga jika namja ini berniat menciumku. Ingin rasanya aku berjalan mundur, tapi kenyataannya aku sudah terjebak di antara tembok ini dan Eunhyuk.

Mataku masih terpejam, nafas Eunhyuk semakin dekat dapat kurasakan.

“Apa yang kalian lakukan?”

Seketika aku membuka mataku. Kulihat wajah Eunhyuk tidak ada jarak lagi denganku. Bibir kami nyaris bersentuhan. Aku dan Eunhyuk menoleh ke arah suara yang mengejutkan kami.

Kulihat Kyuhyun sudah berdiri tidak jauh dari lokasi kami. Tangannya tampak mengepal, wajahnya terlihat menahan kekesalan. Aku hanya diam, begitu juga dengan Eunhyuk.

“Kyuhyun-ah . . . “

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Seketika ada perasaan sesak di dadaku, saat kulihat Jessica keluar dari mobil yang sama dengan Kyuhyun.

-TBC-

signature

24 thoughts on “My First Mate – Chapter 3

  1. Mayang says:

    Sica lucu kl sama hyuk , kkkkkk
    hayooo yoong suka am sape ???!
    hyuk atau kyu ????!!
    ada apa di 15 tahun yang lalu ?????!!!!
    kepo kepo , pasti keluarga cho sama im saling berhubungan ??!

  2. Lalalalala~ (@Syafira_Rara) says:

    Huftt…
    Ada apa di 15 tahun yg lalu ?
    Appanya yoona udh menghilang selama 15 tahun..
    Di keluarga cho sepertinya ada kejadian buruk di 15 thn yg lalu -_________-
    Makin penasaran tingkat akut –”

    Btw Pictnya bagus😀 *komen gk bermutu _-_b
    Lanjuuutttttttt……….

  3. HaeNi_pyros says:

    Sebenernya ad cerita ap sih d masa lalu… Knpa kelihatannya eomma Yoona Shock bgt wktu denger pnjelasan yoona tentag Kyu. N Yoona yg tiba2 skit kepala gtu.. Cepet lanjut ya Eonni… Dah penasaran bgt nih.. N banyakin KyuNa Moment’x yaaah.?

  4. rindafishy says:

    Penasaran .. Sbnernya kyuhyun belom bs melupakan apa thor ??! Yoona juga kenapa mendadak sakit kepala gitu ? Bener2 bikin penasaran thor , sama kelanjutan nya🙂 jangan2 yoona kyuhyun uda kenal dari dulu , he ..
    Aishh .. jangan salah paham dulu dong kyuhyun sama yoona , kan baru mau deketan :^)
    Makin seru cerita nya thor ..
    Bagusss .. Nggak ada typo thor😀
    Ditunggu kelanjutan nya ..

  5. Idha_Sparkyu says:

    wwwwwwaaaaaaaahhhh Keren ….
    Kyuhyun oppa mngganggu acrax Yoong Unnie sma Hyuk Oppa … hehehehe
    Next Chap. ditnggu yha and jngan Lma”!!!🙂

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s