The Time Crystal Ball – Chapter 3


thetimecrysball

Title : 

“The Time Crystal Ball”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Choi Siwon Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Fantasy, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita, tokoh, dan tempat sama. Semua ide cerita muncul dari mimpi yang saya alami. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini pernah jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Sabtu, 7 Februari 2009

Kyuhyun POV

Hari yang paling melelahkan bagiku. Usai pulang sekolah, aku masih mengikuti beberapa kegiatan di sekolah dan les di luar sekolah. Saat les tadi, aku melihat Siwon dan Sooyoung semakin lengket saja. Merasa bahwa dunia ini hanya milik mereka berdua. Aku jadi teringat pada Yoona. Ya, dia sangat terluka. Sungguh, aku sudah menduga jika dia menyimpan perasaan pada Siwon. Sejak bertemu pertama kali, aku dapat melihat raut wajahnya yang tampak sedih saat makan malam bersama kami.

Jika memikirkan Yoona, aku jadi teringat kembali apa yang sudah kulakukan padanya terakhir kali. Aku memegang bibirku. Ah, benar-benar bodoh! Apa yang sudah kulakukan padanya? Menciumnya di saat dia dalam kondisi menangis seperti itu? Apa aku sudah gila?

Kulirik jam yang ada di kamarku. Saat ini tepat jam 7 malam. Aku meletakkan pensil yang kugunakan untuk mengerjakan soal-soal angka yang begitu rumit itu. Perhatianku kini tertuju pada ponselku yang ada di samping buku matematika.

DRRT! Tiba-tiba ponselku bergetar, seperti ada panggilan masuk. Aku melihat nama kontak yang tertera di layar. Aku terkejut. Aku kembali memperhatikan layar ponselku. Yoona meneleponku? Apa ini bukan mimpi? Aku tidak bergerak sama sekali. Ponselku justru kubiarkan saja.

Author POV

“Aish!” Yoona meletakkan ponselnya di ranjang tidurnya. “Apa yang sedang dia lakukan? Kenapa tidak menjawab teleponku?

Yoona merebahkan tubuhnya di ranjang. Memandangi langit-langit di kamarnya. Ia memejamkan matanya.

“Sudah 6 hari, kini waktuku tersisa 8  hari,” lanjutnya.

DRRT! Yoona tersentak saat ponselnya tiba-tiba bergetar. Rupanya Kyuhyun meneleponnya. Dengan cepat, yeoja itu mengambil ponselnya.

“Ya! Kenapa tadi kau tidak menjawab teleponku?!” bentak Yoona.

Mianhae, aku tadi sedang melamun,” tutur Kyuhyun pelan.

Yoona terdiam. Ia mendengar suara Kyuhyun, namja itu sedikit canggung.

“Ada apa?” tanya Yoona.

Ani, aku tidak tahu harus berkata apa. Mianhae, atas sikapku waktu itu . . . “ jawab Kyuhyun.

“Ah, soal itu? Gwaenchana, aku sudah tidak memikirkannya lagi,” tutur Yoona.

Jinjja?

“Sudahlah, Kyu. Kau jangan merasa bersalah seperti itu. Sungguh aku tidak marah,” lanjut Yoona.

Yoona dapat mendengar ada suara kelegaan di seberang telepon. Yeoja itu tampak tersenyum sendiri.

“Apa besok kau ada waktu?” tanya Yoona.

“Ng . . . sepertinya ada? Waeyo?

“Apa kau mau pergi nonton bersama? Aku yang traktir,” tutur Yoona.

Jinjja? Kau serius mengajakku pergi nonton bersama?” tanya Kyuhyun.

Ne, tapi jika kau tidak bisa, lain kali . . . “

“Ah, aku bisa. Aku ada waktu, aku pasti bisa,” potong Kyuhyun semangat.

Yoona tertawa kecil mendengarnya. Tidak disangka reaksi Kyuhyun begitu senang saat diajak pergi nonton bersama.

“Baiklah, besok kita bertemu di taman jam 10 tepat? Eotohge?

Ne, sampai jumpa besok,” kata Kyuhyun.

KLIK! Yoona mematikan ponselnya lalu bersiap untuk pergi tidur.

Yoona POV

Aku memandang ponselku yang kini kuletakkan di samping ranjang tidurku. Aku benar-benar tidak menyangka. Ada perasaan senang dan bahagia yang kini sedang menghampiriku. Aku tahu, rasa sakit di hatiku kemarin memang tidak akan pernah kulupakan. Tapi, kusadari satu hal. Aku memang tidak bisa merubah perasaan seseorang. Kuputuskan untuk merelakan Siwon bersama Sooyoung. Mungkin itu yang terbaik.

Perhatianku kini teralihkan pada namja yang baru-baru ini kukenal. Cho Kyuhyun. Namja itu telah membuatkan menjadi lebih kuat dan tegar. Aku merasa, keputusanku dalam merubah tindakan kemarin sepertinya membuahkan hasil. Jika aku tidak menyanggupi ajakan Siwon untuk bertemu Sooyoung pertama kali, mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan Kyuhyun. Apakah mungkin ini akan berdampak pada kehidupanku saat aku kembali nanti?

Waktuku kini tinggal 8 hari. Aku terdiam. Kulirik jam pasir yang berada di meja belajarku. Perlahan pasir itu hampir sebagian pindah ke bawah.

Aku mematikan lampu dan menarik selimutku. Kupejamkan mataku. Semoga aku bisa memanfaatkan waktu 8 hari yang tersisa.

*****

Minggu, 8 Februari 2009

Author POV

Kyuhyun duduk di sebuah kursi taman yang sudah dijanjikan sebelumnya. Wajah namja itu tampak berseri-seri. Hari ini ada rencana pergi menonton bersama dengan Yoona. Terlalu semangatnya sampai datang lebih awal. Jam yang direncanakan adalah jam 10, tapi namja itu datang jam 9 tepat.

Yoona datang dengan mengenakan pakaian casual. Rambut panjangnya ia biarkan terurai, wajahnya terlihat natural tanpa riasan makeup. Kyuhyun langsung berdiri begitu Yoona menghampirinya.

“Apa kau sudah lama menunggu?” tanya Yoona.

Kyuhyun menggeleng pelan. “Ani, aku baru saja datang,” jawab Kyuhyun bohong.

Yoona mengernyitkan dahinya. Jelas ia tahu Kyuhyun sudah menunggu lama. Ia hanya tersenyum geli.

Kajja  . . . “ ajak Yoona.

“Ng . . . “ Kyuhyun menahan Yoona sejenak. “Bolehkah aku menggandengmu?”

Yoona tersipu mendengarnya. “Ne.”

Kyuhyun tersenyum. Diraihnya tangan kiri Yoona, lalu keduanya pergi menuju bioskop.

Sesampainya di bioskop, entah kenapa pilihan film keduanya jatuh pada film bergenre horor. Keduanya membeli popcorn dan softdrink. Film dimulai jam 10.30 tepat. Ketika theater sudah dibuka, keduanya langsung bergegas masuk. Mereka mendapat tempat duduk di bagian tengah.

Saat bagian awal film, Yoona tampak masih asyik menonton sambil menikmati popcorn yang mereka beli. Begitu juga dengan Kyuhyun. Namun, di saat film mulai masuk pada bagian horor, Yoona tampak kaku dan terlihat takut. Sesekali ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Kyuhyun sendiri masih terlihat lebih tenang dan asyik menonton.

Yoona mulai tidak bisa menahan rasa takutnya. Film mulai menuju klimaks. Beberapa penonton ada yang sudah menjerit ketakutan. Sampai akhirnya  . . . .

“KYAA!!!” Yoona menjerit, begitu juga dengan penonton lainnya.

Kyuhyun justru hanya tampak kaget. Bukan karena film, melainkan karena Yoona memeluk lengan kanannya. Jantungnya berdegup kencang.

Yoona yang menyadari bahwa telah memeluk Kyuhyun, buru-buru melepaskan tangannya dari lengan Kyuhyun. Wajahnya memerah, seperti kepiting rebus. Mungkin karena kondisi ruangan yang gelap, Kyuhyun tidak dapat melihatnya secara jelas.

Mianhae,” tutur Yoona lirih.

Gwaenchana,” balas Kyuhyun sambil tersenyum.

Yoona POV

Rasanya malu sekali. Aku benar-benar tidak berani untuk melihat wajah Kyuhyun. Aku hanya terus mengaduk-aduk sendok makanku dan tidak bergegas menyantap makanan yang sudah disediakan. Usai menonton film, aku mengajak Kyuhyun untuk makan siang bersama di restoran favoritku. Tapi, aku justru diam dan tidak banyak bicara sejak memikirkan kejadian di bioskop tadi.

Rupanya namja di depanku menyadari gelagat anehku. Kegiatan makannnya ia hentikan sejenak karena terlihat mengkhawatirkan kondisiku.

“Yoona, gwaenchana?” tanyanya pelan.

“Ah, ne.” Aku mengangguk ke arahnya dan kembali fokus pada makananku.

Kyuhyun tersenyum, dia kembali melanjutkan kegiatan makannya.

Aku kembali memperhatikan wajah Kyuhyun. Ya Tuhan, dia benar-benar tampan. Tanpa sadar jantungku berdegup kencang tiap kali aku memandangnya.

“Apa kau senang, Kyu?” tanyaku.

Wajah Kyuhyun seketika berubah cerah. “Ne, aku benar-benar senang. Gomawo.”

Akupun ikut tersenyum mendengarnya.

“Lain kali, kita pergi menonton bersama lagi ya?” ajak Kyuhyun.

Aku terdiam sejenak. “Lain kali?”

Kyuhyun mengangguk. Wajahnya terlihat bersemangat. Aku menunduk. “Ne.

Namja itu terlihat semakin senang. Aku tidak mungkin mengecewakannya. Aku sendiri tidak tahu, apakah dalam waktu 7 hari ke depan, kami masih bisa pergi menonton bersama.

*****

Sabtu, 14 Februari 2009

Author POV

Sejak Yoona dan Kyuhyun pergi menonton bersama, keduanya semakin dekat. Kyuhyun sering menjemput Yoona pulang sekolah. Waktu berlalu, tak terasa Yoona sudah menjelajah waktu selama 13 hari. Tersisa 1 hari lagi. Yoona melirik ke arah jam pasir yang semakin lama hampir semua pasir berpindah ke bagian bawah.

“Besok hari terakhir,” tutur Yoona pelan.

DRRT! Ponsel Yoona berdering, ada panggilan masuk dari Kyuhyun. Yoona bergegas mengambil dan mengangkatnya.

Yeoboseyo,

“Apa malam ini kau ada waktu?”

Ne, memangnya kenapa?” tanya Yoona.

“Aku ingin mengajakmu makan malam,” jawab Kyuhyun.

Yoona terdiam sejenak, lalu memperhatikan kalender yang terpajang di dinding. Barulah Yoona sadari alasan Kyuhyun mengajaknya makan malam. Rupanya hari ini tanggal 14 Februari, tepatnya hari valentine.

“Baiklah, aku bisa,” kata Yoona.

“Kalau begitu, sampai jumpa nanti malam,” balas Kyuhyun.

KLIK! Yoona meletakkan ponselnya.

“Cokelat,” gumam Yoona lirih.

Yeoja itu tampak bergegas keluar kamar sambil membawa dompetnya.

Kyuhyun POV

Malam ini aku bermaksud untuk mengungkapkan perasaanku pada Yoona. Kuambil sebuah kalung yang bertuliskan inisial K-Y. Ya, inisal namaku dan Yoona. Aku sekarang sedang menunggunya di sebuah restoran. Suasananya sangat romantis. Beberapa pasangan memang sedang menikmati malam valentine ini.

Jantungku berdegup kencang. Aku merasa gugup, tanpa sadar tanganku berkeringat. Kali ini aku mengenakan pakaian formal. Mana mungkin saat pergi dinner aku hanya mengenakan pakaian casual, ditambah lagi ini moment penting dalam hidupku.

Kedua mataku terus melihat sekeliling restoran. Hingga akhirnya berhenti pada sosok yeoja yang baru saja masuk ke dalam restoran. Yeoja itu mengenakan dress selutut berwarna putih. Wajahnya dihias makeup tipis.

Mataku terbelalak. Ya Tuhan, apa itu benar Yoona? Dia tampak sangat cantik. Aku benar-benar terpesona melihatnya.

Yoona berjalan mendekat ke arahku. Aku berdiri dan bergegas menarik kursi untuknya. Dia tersenyum ke arahku. Membuat jantungku semakin berdegup kencang.

“Apa aku terlambat?” tanya Yoona padaku.

Ani, kau datang tepat waktu,” jawabku gugup.

Tiba-tiba Yoona mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah kado yang disodorkan kepadaku. Aku menatapnya bingung dan penasaran.

“Ini untukmu,” tuturnya.

Aku membuka kotak kado tersebut dan ternyata isinya adalah cokelat. Aku begitu senang menerimanya.

“Kau membuatkanku cokelat?” tanyaku padanya.

Yoona mengangguk. “Tapi, ini untuk pertama kali aku membuatnya. Mianhae, jika rasanya agak aneh.”

Aku mencoba mencicipi cokelat buatannya. Seketika perasaanku semakin senang, cokelat buatannya benar-benar enak.

“Ini sungguh enak, gomawo,” ucapku pada Yoona.

Yoona terlihat terkejut. “Jinjja?

Aku mengangguk sambil tersenyum.

Yoona POV

Aku sungguh senang saat melihat Kyuhyun begitu menikmati cokelat buatanku. Suasana malam ini benar-benar romantis. Kami menikmati makan malam bersama. Entah kenapa, jantungku berdegup setiap kali aku memandangnya. Mungkinkah aku benar-benar telah jatuh cinta pada Kyuhyun?

Usai makan malam, kami berjalan menyisiri taman. Aku dan Kyuhyun berhenti di sebuah kursi dekat kolam. Banyak pasangan yang sedang menikmati malam valentina di sini. Tiba-tiba Kyuhyun melepas jasnya dan menyelimutinya ke badanku.

“Di sini agak dingin,” tutur Kyuhyun.

Aku hanya tersenyum lalu kembali melihat sekeliling taman. Tiba-tiba, Kyuhyun mengambil sesuatu dari saku celananya dan memberikan kepadaku.

Mataku tertuju pada sebuah kotak kecil berwarna merah yang dipegangnya.

“Untukmu,” kata Kyuhyun.

Perlahan aku membuka kotak itu. Kulihat ada sebuah kalung dengan bandul berinisial K-Y. Aku bingung dengan kalung itu. Apa maksud dari inisial itu?

“K-Y?” tanyaku pada Kyuhyun.

Namja itu tampak berdeham. Wajahnya terlihat memerah.

“K-Y. Kyuhyun-Yoona,” jawabnya singkat.

Aku semakin bingung. Tiba-tiba dia berdiri sambil mengambil kalung itu. Ia memasangkan kalung itu ke leherku.

“Mungkin ini terlalu cepat, tapi sungguh aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” ucap Kyuhyun.

Aku masih menunggu ucapannya. Kulirik namja di sampingku. Wajahnya terlihat serius menatapku.

Saranghaeyo, Im Yoona,” lanjut Kyuhyun.

Aku menoleh kaget ke arahnya. Usai mengucapkan kata itu, wajah Kyuhyun tampak merah.

“Ah, aku benar-benar malu. Aku bukan tipe orang yang pandai merangkai kata, mianhae,” tuturnya sambil menunduk.

Hatiku benar-benar tersentuh. Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku ragu untuk menjawabnya, aku masih merasa belum yakin akan perasaanku padanya.

“Kyu, maukah kau memberiku waktu?” tanyaku pelan.

“Ah, tentu. Kau memang tidak harus menjawabnya sekarang. Mungkin, ini terlalu mengejutkan bagimu. Jadi, kau bisa memikirkannya dulu,” jawab Kyuhyun.

Gomawo, aku benar-benar senang dengan malam ini,” ucapku pada Kyuhyun.

Namja itu tersenyum.

*****

Minggu, 15 Februari 2009

Author POV

Yoona terlihat berdiam diri di kamar. Ia melirik ke arah jam pasir yang di meja belajarnya. Hari ini adalah hari terakhir masa menjelajah waktu baginya. Sejak semalam, yeoja itu tidak bisa tidur nyenyak. Ia terus memikirkan ucapan Kyuhyun.

Yoona tampak frustasi. Hatinya merasa ragu. Mungkinkah dia benar-benar telah jatuh cinta pada sosok namja bernama Kyuhyun? Diakuinya sejak bertemu dengan Kyuhyun, namja itu telah banyak memberinya kebahagiaan. Walaupun pertemuan keduanya singkat, Yoona merasa nyaman bila berada di sisi Kyuhyun. Yoona tersadar, ia harus berani mengakuinya. Ia tidak ingin kesalahan yang sama terjadi kembali. Ya, Yoona memang telah jatuh cinta pada Kyuhyun.

Yoona buru-buru mengambil ponselnya. Baru ia sadari sejak semalam ponselnya mati karena kehabisan baterai. Yoona pun mengisi baterai dan menyalakan kembali ponselnya. Tiba-tiba ada satu pesan masuk, pesan suara. Yoona terlihat bingung. Dari siapa?

Yoona membuka pesan suara tersebut.

~”Yoona, ini Kyuhyun. Mianhae, jika tiba-tiba aku mengirimmu pesan suara. Saat ini aku sedang di bandara. Aku akan pergi ke Perancis untuk melihat universitas yang akan aku pilih ketika kuliah nanti. Apa kau masih ingat tentang impian yang pernah kukatakan padamu?. Ne, aku akan melanjutkan studi di luar negeri. Ini memang mendadak. Appa tiba-tiba sudah menyuruhku untuk bergegas pergi ke Perancis. Sekarang aku sedang menunggu pesawat yang akan berangkat. Pesawatku akan berangkat jam 11 tepat dan aku akan kembali 1 minggu lagi. Kuharap, kau selalu sehat saat aku tidak bersamamu. Dan, saat aku pulang nanti, aku sudah bisa mendengar jawabanmu tentang semalam. Saranghaeyo, Yoona.”~

Tangan Yoona gemetar. Ia melirik ke arah jam, ternyata sudah jam 10.45. Yoona mengambil jaketnya lalu bergegas keluar rumah.

“Kau mau kemana?” tanya Mrs. Im bingung saat melihat Yoona berlari keluar rumah.

Yoona mengabaikan pertanyaan Eommanya. Ia langsung berlari menuju pinggir jalan dan memberhentikan taksi yang sedang lewat.

“Kita ke bandara,” ucap Yoona. Perasaanya kalut. Mencoba memburu waktu selagi sempat. Yeoja itu terlihat gusar. Berharap semoga pesawat Kyuhyun belum berangkat.

Setibanya di bandara, Yoona langsung bergegas masuk dan menyisiri seluruh area. Yeoja itu tidak mendapati sosok namja yang dicarinya. Ia semakin panik. Bingung. Tidak tahu apa yang harus dilakukan.

“CHO KYUHYUN!!” Yoona berteriak sekencang-kencangnya. Ia tidak peduli dengan orang-orang yang memperhatikannya.

Tiba-tiba terdengar suara informasi.

~Pesawat tujuan Perancis dengan penerbangan . . . . . telah berangkat. Bagi penumpang yang terlambat bisa menaiki penerbangan selanjutnya. Terima kasih~

Yoona terdiam. Tubuhnya seketika melemas. Yeoja itu menangis. Terlambat. Kyuhyun sudah pergi. Bahkan ia belum sempat mengutarakan perasaannya. Yeoja itu terduduk lemas, menangisi keterlambatannya mengejar Kyuhyun. Ia menyesal tidak memberi tahu Kyuhyun lebih awal. Tentang perasaannya, semua tentang isi hatinya pada namja itu. Waktu terakhir dalam menjelajah waktu tidak bisa ia manfaatkan.

Nado saranghae, Kyu . . . “

-TBC-

signature

19 thoughts on “The Time Crystal Ball – Chapter 3

  1. fierda says:

    omooo… ini ff romance.nya dapet banget,, romance yang sederhana tapi ngena,, bener2 deh thor😀 daebbak😀

  2. elvi says:

    Yoona telat ksih jwban Ώyå…
    Knpa G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ lgsung jawab ajja…
    Atw G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ telfon kyu Ώyå…
    Mdh2an jja ϑϊ masa depan mrka ketemu…

  3. niaicloud3424 says:

    Yahhhh pergi dehhh si kyu….
    Yoona kmu kok pabooo bgt sih…bukannnya lsg blang nado saranghae…ck gtu aja susah bgt sih….ahhhhh geregetan deh…next chapter deh…lanjut….

  4. HaeNi_pyros says:

    Hwaaa… Tragis bgt.. Kasian yoona eonni.. Semoga KyuNa bisa ketemu di masa yg sekarang.. Ah.. Eonni ffmu bkin galau tauu.. Cepet ya .. Part 4’x.. Pleaseeeeeeee…. Semangat.. Semangat…

  5. rindafishy says:

    Aishh yoona kenapa salah langkah lg :^(
    Moga kyuhyun yoona bersatu deh d masa depan yg sesungguh nya ..
    Kereeen ff nya thor ..
    Ditunggu lanjut nya😀 fighting ..

  6. phynz20 says:

    Aigoo.. FF nya bagus..
    Yoona melakukan kesalahan lagi._.
    Semoga pas Yoona balik ke masa kini, KyuNa ketemu lagi..
    Oke, ditunggu kelanjutannya eonnie! Fighting!’-‘)9

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s