The Time Crystal Ball – Chapter 4


thetimecrysball

Title : 

“The Time Crystal Ball”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Choi Siwon Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Fantasy, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita, tokoh, dan tempat sama. Semua ide cerita muncul dari mimpi yang saya alami. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini pernah jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

Yoona membuka matanya. Ia tersentak. Dilihatnya sekeliling kamarnya, tampak berbeda. Ia memperhatikan piyama yang digunakannya. Lalu melihat ke arah meja belajarnya. Tidak ada jam pasir.

“Apa itu hanya mimpi?” gumamnya lirih.

Ia merapikan tempat tidurnya, mencoba mencari bola kristal waktu. Tapi tidak ia temukan.

“Tidak ada, apa aku benar-benar menjelajah waktu?”

Yoona memperhatikan sebuah kotak kecil yang berada di rak bukunya. Seingatnya kotak itu tidak ada sebelumnya. Yoona mengambil lalu membuka isinya. Sebuah kalung dengan bandul berinisial K-Y. Yeoja itu tersentak, air matanya mengalir.

Mianhae, Kyu . . . “

14 hari yang begitu singkat, akan Yoona kenang selamanya.

*****

Yoona kembali pada rutinitasnya sebagai mahasiswi. Tapi, ada yang berbeda dalam dirinya. Yoona tampak murung dan diam. Yuri bingung dengan kondisi sahabatnya itu.

“Yoong, waeyo?”  tanya Yuri.

Yoona hanya menggeleng pelan. Yuri semakin bingung.

“Hei, sejak tadi pagi kau tampak murung. Di kelas, kau hanya diam,” tutur Yuri.

“Entahlah, aku sendiri tidak tahu apa yang sedang kualami,” balas Yoona.

Perhatian Yuri langsung tertuju pada kalung yang dikenakan Yoona.

“Sepertinya aku baru melihatnya pertama kali,” kata Yuri.

“Apa?”

“Kalungmu,” jawab Yuri.

Yoona langsung memegang kalung yang ia kenakan. Wajahnya seketika berubah serius.

“Yuri, ada yang ingin aku ceritakan padamu,” kata Yoona.

“Apa? Kenapa wajahmu tampak serius?” tanya Yuri.

“Ikut aku!” ajak Yoona lalu membawa Yuri ke cafetaria kampus.

Yoona POV

Tanganku berhenti mengaduk-aduk minuman di depanku. Aku masih diam dan ragu untuk menceritakan peristiwa yang kualami pada Yuri. Bagaimana reaksinya? Apakah nantinya dia menganggapku sudah tidak waras?

“Ya! Kenapa kau diam saja? Katanya kau ingin menceritakan sesuatu padaku,” omel Yuri kesal.

Aku menghela napas. “Kau janji tidak akan menertawakannya?”

Yuri terlihat penasaran. “Aku janji, memang ada apa sebenarnya?”

“Apa kau pernah mendengar benda yang disebut bola kristal waktu?”

Yuri mengernyitkan dahinya. Aku masih menunggu jawabannya.

“Maksudmu, bola kristal yang dapat membuat kita menjelajah waktu? Ne, aku pernah mendengarnya . . . ” jawab Yuri.

“Bisakah kau menceritakan detail nya padaku?” pintaku pada Yuri.

Yuri meneguk air minumnya. “Eomma yang menceritakannya padaku. Katanya bola itu sangat langka. Hanya setahun sekali muncul. Jika ada seseorang yang menggunakannya, maka bola kristal itu akan hilang, dan muncul kembali setahun kemudian. Hanya orang terpilih yang dapat memakai bola kristal itu. Seingatku, mereka hanya diberi kesempatan 14 hari dalam menjelajah waktu. Secara tidak langsung, kesempatan untuk mengubah kejadian di masa lalu.”

“Apakah tindakan yang mereka lakukan selama menjelajah waktu, dapat berpengaruh pada kehidupan mereka pada masa sebenarnya?” tanyaku penasaran.

“Kudengar hanya beberapa orang yang berhasil, lainnya tidak. Itu semua tergantung usaha mereka sendiri,” jawab Yuri.

Aku tertunduk lemas. Harapanku semakin kecil mendengar penjelasan dari Yuri.

“Hei, sebenarnya ada apa? Kenapa kau menanyakan tentang bola kristal itu?” tanya Yuri penasaran.

“Sebenarnya . . . . aku sudah menjelajah waktu, dengan bola kristal itu,” ucapku pelan.

Yuri terkejut. “Mwo? Jinjja? Kau sedang tidak bercanda? Sebelumnya aku tidak percaya dengan cerita eomma, kukira itu hanya mitos.”

Aku mengangguk. “Awalnya, aku juga tidak percaya. Saat pulang kuliah kemarin, aku mampir ke sebuah toko pakaian di kawasan perbelanjaan. Aku heran, di dalamnya ada seorang peramal. Tiba-tiba dia menyuruhku masuk, mengaku tahu semua tentang masalahku lalu memberikanku bola kristal waktu itu.”

“Bola kristal itu benar-benar ada?” tanya Yuri.

Ne. Peramal itu menyuruhku menggenggamnya sebelum pergi tidur. Sebenarnya aku tidak ingin melakukannya, karena penasaran akhirnya aku coba saja,” jawabku pelan.

“Apa yang terjadi?”

“Saat aku bangun, aku sudah ke masa 4 tahun silam. Saat aku masih kelas 2 SMA,” jawabku pelan.

Yuri terbelalak. Dia benar-benar terlihat kaget dan masih tidak percaya dengan cerita yang kukatakan.

“Apakah ada yang berubah? Katanya orang bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan untuk merubah kehidupan mereka jika kau menjelajah waktu,” kata Yuri.

Aku terdiam. Lalu aku melepas kalung yang kukenakan dan memberikannya pada Yuri.

“Kalung itu, sebelumnya tidak ada di kamarku,” kataku pelan. “Barulah setelah aku menjelajah waktu, kalung itu sudah berada di rak bukuku.”

Jinjja? Apa ini pemberian seseorang?”

Aku tersenyum. “Ne, saat aku menjelajah waktu, aku bertemu dengan seorang namja yang sebelumnya tidak pernah aku temui. Ceritanya panjang, bagaimana akhirnya aku bisa bertemu dengannya. Kami menjadi dekat satu sama lain. Dia menyatakan perasaanya padaku, sambil memberikan kalung itu. Inisial nama itu, adalah nama kami berdua. Tapi . . . “

Yuri menatapku bingung. “Tapi apa?”

Aku menghela napas, “Belum sempat aku membalasnya, dia sudah pergi ke Perancis. Di hari yang sama dengan hari terakhirku menjelajah waktu . . . “

Aku langsung menangis sejadi-jadinya. Yuri pindah duduk di sampingku, memeluk dan menenangkanku.

“Yuri, aku sangat menyesal,” kataku lirih.

Author POV

Yoona berjalan menuju perpustakaan. Seseorang menepuknya dari belakang, hingga membuatnya menoleh. Rupanya Siwon sudah berdiri tepat di belakangnya. Namja itu terlihat membawa sebuah amplop.

“Siwon-ah! Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Yoona.

“Apa kau ingin ke perpustakaan? Akhir-akhir ini aku sering melihatmu ke sini,” tanya Siwon.

Ne. Aku sedang sibuk menyiapkan tugas akhir. Ada perlu denganku?”

Siwon menyodorkan amplop yang dipegangnya.

“Apa ini?” tanya Yoona. Ia membuka isi amplop tersebut.

“Undangan pertunanganku dengan Sooyoung. Kuharap kau bisa datang,” jawab Siwon.

Yoona tersenyum. “Ah, ne. Aku pasti bisa. Selamat atas pertunangan kalian,”

Gomawo,” balas Siwon. “Ah, apa kau sudah mendapat kabar tentang Kyuhyun?”

Mendengar nama yang disebutkan Siwon, Yoona tampak kaget.

“Kyuhyun?”

Siwon mengernyitkan dahinya. “Kau lupa? Bukankah dulu sebelum pindah, kau sempat bertemu dengannya? Dia teman lesku dan juga teman sekolah Sooyoung waktu di SMA. Saat ini dia memang sedang mengambil studi di Paris. Kudengar, dia hampir selesai dan akan segera kembali ke Korea.”

Yoona tampak mematung. Pikirannya kosong. Mungkinkah ia bisa bertemu kembali dengan Kyuhyun?

 Incheon International Airport

Suasana bandara tampak ramai. Banyak orang berlalu-lalang di area tersebut. Ada yang baru akan berangkat, ada juga yang baru saja tiba usai melakukan perjalanan.  Pesawat dari Perancis baru saja tiba di bandara. Para penumpang bergegas keluar. Wajah mereka tampak bervariasi. Ada yang tampak lelah, senang, atau terlihat memburu waku dengan kesibukan masing-masing. Terlihat seorang namja berperawakan tinggi keluar dari pesawat, sambil membawa koper di tangan kanannya. Ia mengenakan kacamata hitam.

Namja itu berjalan menuju area layanan telepon. Namja itu masuk pada sebuah bilik, menekan sebuah nomor telepon yang akan ia hubungi.

Yeoboseyo . . . “ terdengar suara dari seberang telepon.

Ne, Appa. Aku sudah tiba di Korea,” ucapnya pelan.

Ia membuka kacamatanya. “Cho Kyuhyun, sudah kembali.”

Kyuhyun POV

Akhirnya hari ini aku tiba di Incheon. Usai perjalanan cukup lama dari Paris, aku senang bisa kembali ke tanah kelahiranku dengan selamat. Aku masuk ke dalam taksi yang sudah berjejer rapi di depan bandara. Supir itu memasukkan koperku ke dalam bagasi

“Kita mau kemana, Tuan?” tanyanya hangat padaku. Terdengar sangat ramah.

“Ah, aku ingin berkeliling kota Incheon,” jawabku lembut.

Supir itu mengangguk. Kemudian menyalakan mesin dan melajukan mobil sesuai dengan permintaanku. Taksi membawaku pergi berkeliling kota Incheon. Sejak aku kuliah di Paris selama 3 tahun, aku belum pernah kembali lagi ke Korea. Aku fokus menyelesaikan studiku di Paris. Kini, aku kembali dengan membawa kabar gembira untuk orang tuaku. Aku sudah dinyatakan lulus dengan predikat nilai yang sangat memuaskan.

Aku memperhatikan sekeliling kota. Sampai akhirnya, aku melewati sebuah universitas yang berdiri megah dan tampak elite. Terpajang nama universitas itu di bagian depan, Inha University.

“Berhenti . . . “

Taksi pun berhenti tepat di depan pintu gerbang Inha University.

Ajussi, apa kau bisa menungguku sebentar? Aku ada keperluan di sini,” ucapku pada supir.

Ne.

Aku keluar dari taksi dan melangkahkan kakiku masuk ke dalam universitas. Aku takjub dengan fasilitas yang dimiliki. Kuputuskan untuk berjalan ke bagian informasi.

Mianhae, jurusan Department of Drama and Cinema ada di sebelah mana?” tanyaku pada seseorang di bagian informasi.

“Oh, Anda bisa langsung naik ke lantai 3. Lift ada di sebelah sana, Tuan,” jawabnya ramah.

“Ah, gomawo.”

Aku bergegas menuju lift. Sebelahnya ada papan informasi. Aku melihat-lihat sebentar. Perhatianku tertuju pada poster besar yang dipajang. Seperti cuplikan sebuah artikel majalah. Kulihat kedua orang yang kukenal di masa SMA.

“Jadi, mereka akan segera bertunangan?” gumamku lirih. Ya, aku melihat foto Siwon dan Sooyoung.

Begitu pintu lift terbuka, aku langsung masuk. Setibanya di lantai 3, aku berjalan menyisiri lorong yang tampak luas. Kedua mataku terus memperhatikan sekeliling area kampus. Tiba-tiba, perhatianku terhenti pada sosok yeoja yang sedang berjalan ke arahku. Tubuhku terasa kaku. Jantungku berdebar. Perlahan aku mencoba berjalan mendekat ke arahnya. Aku kembali memperhatikan yeoja yang masih berjalan menunduk itu. Dia terlihat sedang sibuk membaca buku yang dibawanya. Semakin dekat, aku semakin yakin. Sosok itu adalah orang yang selama ini aku rindukan.

Kini aku berhenti tepat di depannya. Yeoja itu masih menunduk. Barulah sadar jika kami hampir bertabrakan, dia langsung meminta maaf kepadaku.

Mianhae, aku tidak lihat jalan dengan baik,” ucapnya lirih. Lalu memandang ke arahku. Seketika wajahnya berubah kaget.

Aku tersenyum ke arahnya.

Long time no see, Im Yoona.”

-TBC

signature

17 thoughts on “The Time Crystal Ball – Chapter 4

  1. Febby Felisha .H. says:

    Bagus,feelnya dapet baget,kurang panjang.Nae waktu baca yang pas kyuna ketemu senyum2 sendiri#orang gila.Kajja di next🙂

  2. rindafishy says:

    Wuahhhh .. Bola kristal nya berhasil😀
    Jd deg2’an pas baca kyuhyun keliling d univ nya yoona , ternyata ketemu yoona bneran ..
    Aishh so sweet ..
    Sumpah ff’nya kereen thor , feel nya dapet bener🙂
    Nggak sabar nunggu lanjutnya ..

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s