My First Mate – Chapter 4


myfirstmatechp4

Title : 

“My First Mate”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Jung Jessica SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Other Cast :

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Genre :

Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini juga sedang jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

Yoona dan Eunhyuk tampak berdiri berdampingan di samping kafe Sooyoung. Sementara Kyuhyun dan Jessica berdiri di samping mobil Kyuhyun. Suasana berubah tegang. Sungguh pemandangan yang tidak diduga oleh Kyuhyun sebelumnya. Namja itu memergoki Eunhyuk yang berniat ingin mencium Yoona.

Jessica masih menatap Kyuhyun yang terus diam. Perhatiannya ia alihkan pada Yoona dan Eunhyuk. Kemudian yeoja itu tersenyum pada keduanya.

“Apa kami mengganggu?” tanya Jessica. Senyum tampak mengembang di wajahnya.

Yoona tidak menjawab, yeoja itu memilih menunduk dan memalingkan wajahnya. Berbeda dengan Eunhyuk yang terlihat lebih tenang.

“Apa maksud pertanyaanmu? Memangnya kami sedang melakukan apa . . . “ jawab Eunhyuk terkekeh.

Jessica tertawa kecil, tapi tidak dengan Kyuhyun. Namja itu terus memperhatikan Yoona.

“Ayo masuk, Kyu!” ajak Jessica sambil menggandeng lengan namja itu. Kyuhyun terkejut begitu dirinya ditarik oleh Jessica. Keduanya bergegas masuk kafe meninggalkan Yoona dan Eunhyuk yang terlihat canggung. Dua orang yang kembali terdiam satu sama lain.

“Ngg . . . aku sama sekali tidak bermaksud berbuat buruk padamu. Mianhae, atas sikapku tadi,” tutur Eunhyuk sambil menunduk.

Yeoja di sampingnya itu hanya menghela nafas dan terlihat tidak ada raut kemarahan di wajahnya.

“Sudahlah, lebih baik kita lupakan kejadian tadi . . . “ kata Yoona.

“Kau tidak marah?” tanya Eunhyuk.

Yoona menoleh ke arah Eunhyuk, yeoja itu tampak tersenyum sembari menepuk bahu namja itu dengan pelan. “Ani, aku tidak marah.”

Wajah Eunhyuk terlihat lega mendengarnya. Keduanya langsung bergegas kembali masuk ke kafe.

Kyuhyun POV

Suasana hatiku menjadi kesal. Pemandangan yang kulihat baru saja terus terngiang di kepalaku. Kulirik Eunhyuk yang kini duduk di depanku. Mataku sedikit memancarkan aura kemarahan padanya. Temanku itu hanya menatapku sekilas, lalu kembali memperhatikan hal lain.

“Kalian datang,” ucap Sooyoung begitu keluar dari ruang kerjanya lalu duduk di sebelah Jessica.

Aku tidak merespon ucapannya. Perhatianku kini tertuju pada Yoona yang sedang membersihkan meja pengunjung.

“Sebenarnya aku datang untuk memberitahukan sesuatu pada kalian,” ucap Jessica.

“Apa?” tanya Sooyoung dan Eunhyuk bersamaan.

“Kami akan bertunangan . . . “ lanjut Jessica.

Aku langsung menoleh ke arahnya, lalu kulihat reaksi Sooyoung dan Eunhyuk yang terlihat bersorak.

Jinjja?” Sooyoung dan Eunhyuk tampak bersemangat mendengar ucapan Jessica.

Ani, aku belum mengiyakan usulan itu . . . “ jawabku mematahkan harapan kedua temanku itu.

Jessica menoleh ke arahku, tapi tidak kuhiraukan.

“Kau ini, apa salahnya jika kalian bertunangan? Sudah seharusnya bukan?” balas Eunhyuk. Aku langsung menatap tajam ke arahnya.

Kembali kuperhatikan Yoona yang berdiri di depan meja kasir, sepertinya dia mendengar pembicaraan kami.

Yoona POV

Bertunangan? Sudah kuduga, hubungan mereka pasti berlanjut. Entah kenapa dadaku terasa sesak mendengarnya. Tanganku yang sejak tadi sedang mengelap gelas terhenti sejenak.

PRANG! Aku menoleh ke arah suara yang mengejutkanku. Kulihat seorang anak kecil yang tampak menangis ketika tidak sengaja menjatuhkan gelas. Eommanya berusaha menenangkannya tapi anak itu tetap tidak berhenti menangis.

Aku berjalan mendekat ke arahnya, lalu merendahkan posisiku di depannya.

“Adik kecil, kakak punya permen untukmu. Jangan menangis lagi, lain kali hati-hati ya . . . “ ucapku sambil tersenyum.

Anak kecil itu terlihat lebih tenang walaupun masih terisak. Dia menerima permen yang kuberikan dan tersenyum kecil.

Gomawo . . . “ ucapnya pelan.

Aku kembali tersenyum sembari mengusap lembut kepalanya. Eommanya juga tampak senang dan mengucapkan terima kasih padaku.

Perhatianku langsung tertuju pada pecahan gelas yang berserakan. Aku mencoba membersihkannya, tapi . . .

“Ah . . . “ Aku mengangkat jari tanganku yang tanpa sengaja terkena pecahan gelas. Kulihat keluar darah dari jari telunjuk kananku. Rasanya perih sekali.

Tiba-tiba seseorang datang menghampiriku, menarik tanganku dan mencoba menghentikan darah yang keluar itu.

“Kyuhyun . . . “ Aku terkejut begitu mendapati Kyuhyun sudah berdiri di depanku. Namja itu tetap fokus pada jariku yang terluka.

“Makanya kau harus berhati-hati . . . “ ucapnya.

DEG! Jantungku berdegup kencang. Ada perasaan aneh yang merasuki diriku. Buru-buru aku menarik tanganku dari genggamannya.

“Kau tidak perlu melakukannya, aku tidak apa-apa,” kataku lirih.

Aku bergegas membersihkan pecahan gelas itu dan berjalan keluar untuk membuangnya. Dapat kurasakan jika namja itu masih memperhatikanku.

Author POV

Jessica dan Eunhyuk tampak kaget dengan sikap Kyuhyun yang terlihat memberikan perhatian pada Yoona. Begitu juga dengan Sooyoung. Ia dapat merasakan suasana canggung yang tiba-tiba datang di antara mereka.

Kyuhyun masih berdiri di depan pintu kafe. Matanya tidak lepas dari Yoona yang tampak sedang membuang pecahan gelas yang berserakan di lantai.

“Kyuhyun-ah . . . “ Jessica berjalan mendekat hingga keduanya berdiri bersebelahan.

Kyuhyun menoleh ke arah Jessica.

“Kita pulang, kajja . . . “ ajak yeoja itu.

Namja itu hanya mengangguk pelan. Keduanya berjalan keluar kafe dan bergegas menuju mobil Kyuhyun. Mereka berpapasan dengan Yoona yang berniat masuk kembali  ke kafe. Yoona terlihat membungkuk, Jessica hanya tersenyum sedangkan Kyuhyun tidak bereaksi sedikitpun. Keduanya lalu berjalan melewati Yoona.

Yoona tampak memperhatikan mereka hingga mobil itu menjauh meninggalkan kafe. Ada kesedihan yang tergambar di wajahnya. Tiba-tiba, rasa sakit kembali mendera kepalanya. Yeoja itu tampak kesakitan.

“Ah . . . “ Yoona memegang kepalanya yang terasa sakit.

“Yoona-ya, gwaenchana?” Eunhyuk bergegas keluar dan menghampirinya. Sooyoung turut berdiri di sampingnya.

Ani, aku hanya . . . ah!!”

Yoona kembali memegang kepalanya. Yeoja itu langsung terduduk lemas hingga nyaris jatuh tersungkur. Eunhyuk terlihat panik dan langsung mengangkat Yoona.

“Kau beritahu eommanya, aku akan bawa dia ke rumah sakit . . . “ ucap Eunhyuk pada Sooyoung.

Sooyoung mengangguk setuju. Eunhyuk langsung membawa Yoona menuju mobilnya, membaringkan yeoja itu yang tampak kesakitan sambil memegang kepalanya. Dinyalakannya mesin mobil lalu melajukannya menuju rumah sakit.

ooOoo

“Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu, Kyu?” tanya Jessica. Mobil Kyuhyun sudah berhenti tepat di depan rumahnya.

Kyuhyun hanya menoleh dan mengangguk.

“Apa pendapatmu tentangku?” lanjut Jessica. Sontak namja di sampingnya terheran dengan pertanyaan yang keluar dari yeoja berparas cantik itu.

“Kenapa bertanya seperti itu?”

Jessica tersenyum tipis. “Aku hanya ingin tahu saja . . . “

Kyuhyun berdeham, namja itu terlihat berpikir. “Menurutku kau orang yang berkepribadian baik, pandai, dan cantik.”

“Hanya itu?”

Kyuhyun terdiam sejenak. “Ah, kau juga teman baikku . . . “

Wajah Jessica terlihat kecewa. “Teman?”

“Sudahlah, kau harus bergegas masuk,” ucap Kyuhyun mengingatkan.

Jessica hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Kyuhyun. Yeoja itu terlihat bergegas keluar dan melambaikan tangan ke arah Kyuhyun sebelum namja itu pergi.

Yeoja itu tampak berdiri diam sambil memandangi mobil Kyuhyun yang semakin menjauh.

“Jadi, kau hanya benar-benar menganggapku sebagai teman?” gumam Jessica sebelum masuk ke rumahnya.

Yoona POV

Dimana aku? Apa yang terjadi? Aku membuka mataku dan tiba-tiba sudah mendapati diriku berada dalam sebuah ruangan yang tampak serba putih. Kulihat selang infus sudah terpasang di tangan kananku.

“Kau sudah sadar?”

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. Kulihat Eunhyuk tampak duduk di sampingku sembari menggenggam tanganku.

“Apa yang terjadi? Ini dimana?” tanyaku bingung.

“Kau sedang di rumah sakit sekarang,” jawabnya yang sontak membuatku terkejut.

“Rumah sakit?”

“Kau tidak ingat? Tadi kau kesakitan sambil memegang kepalamu? Aku sangat panik karena kau akhirnya terduduk lemas hingga pingsan. Tanpa pikir panjang aku membawamu ke rumah sakit . . . “ lanjut Eunhyuk. Kulihat wajah Eunhyuk tampak tegang. Walaupun demikian, ada sedikit kelegaan terpancar dari wajahnya.

Aku hanya terdiam sembari tersenyum tipis ke arahnya. Perlahan aku memegang kepalaku, rasa sakit itu memang hilang. Tapi, bagiku benar-benar aneh. Apa yang sebenarnya terjadi padaku?

Mianhae, Tuan Lee. Dokter memanggil Anda,” ucap seorang perawat yang tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu.

“Ah, ne.” Eunhyuk lalu menoleh ke arahku. “Chakkaman, kau beristirahat dulu ya . . “

Aku semakin penasaran. Kenapa dokter tiba-tiba ingin bertemu dengan Eunhyuk?

Author POV

“Bagaimana kondisinya, Dokter Kim?” tanya Eunhyuk.

Dokter Kim merupakan teman Eunhyuk. Namja itu terlihat serius menunggu jawaban dari temannya itu tentang kondisi Yoona.

“Sebelumnya aku ingin bertanya, apa dia yeojachingumu?” tanya Dokter Kim sambil terkekeh.

“Aish, kau tidak perlu menanyakan hal itu. Sama sekali tidak ada hubungannya . . . “ balas Eunhyuk sedikit kesal.

Dokter Kim tertawa kecil. “Ani, aku hanya bercanda . . . “

“Jadi?”

Wajah Dokter Kim kembali serius. “Apakah dia pernah mengalami kecelakaan sebelumnya?”

Eunhyuk mengernyitkan dahinya. “Kecelakaan?”

“Ini hanya dugaanku saja. Dari gejala yang dialami, sepertinya ada cedera pada kepalanya,“ lanjut Dokter Kim.

“Cedera kepala?” Enhyuk tampak kaget.

“Untuk itulah aku bertanya padamu. Apakah dia pernah mengalami kecelakaan sebelumnya? Jika benar, kurasa kita harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Baru bisa kita ketahui kondisinya . . . “ jawab Dokter Kim.

Eunhyuk terdiam. Ada rasa kecemasan menyelimutinya. Namja itu kembali menemui Yoona di ruang pasien.

“Apa kata, Dokter?” tanya Yoona begitu melihat Eunhyuk kembali.

“Dokter bilang, kau hanya terlalu lelah . . . “ jawab Eunhyuk sembari tersenyum tipis.

Yoona mengernyitkan dahinya. “Benarkah? Ah, aku sudah menduganya. Makanya, kau tidak perlu membawaku ke rumah sakit kan . . . “

Eunhyuk hanya tersenyum. Namja itu memilih menyembunyikannya dari Yoona.

“Kita pulang, ini sudah larut malam. Eomma pasti sudah menungguku . . . “ pinta Yoona.

Kyuhyun POV

Hari yang melelahkan bagiku. Sejak pulang dari kafe Sooyoung tadi, pikiranku tetap tidak bisa lepas dari Yoona. Entah kenapa ada sesuatu yang membuatku ingin terus menemuinya. Perasaan apa ini? Perasaan yang sama seperti 15 tahun silam. Saat aku jatuh cinta pada putri dari sahabat appaku, orang pertama yang dijodohkan denganku. Jika mengingatnya, rasa sedih itu tidak pernah hilang. Sebelum kami resmi menjadi sepasang kekasih, dia menghilang entah kemana bersama keluarganya. Aku benar-benar terpukul tiap kali aku mengingatnya.

Siapa namanya? Ah, kenapa aku lupa? Tunggu, sepertinya aku ingat pernah menyimpan foto kami semasa kecil. Kalau tidak salah ada nama kami berdua tertulis di belakang foto itu.

Aku berjalan menuju lemari kecilku di dekat meja kerja di kamarku. Mencoba mencari kembali barang-barang lama yang sengaja kusimpan di dalamnya. Hingga akhirnya kutemukan selembar fotoku saat aku berusia 8 tahun. Disampingku berdiri seorang yeoja yang kala itu berusia sama denganku, tampak sedang mengenakan gaun berwarna merah muda. Wajahnya terlihat manis. Aku kembali tersenyum tiap kali melihat foto itu.

Kubalikkan foto itu. Ternyata memang benar ada tulisan nama kami.

“Cho Kyuhyun dan . . . “

Seketika bibirku terhenti.

Author POV

Eomma aku pulang . . . “ ucap Yoona begitu tiba di rumahnya. Di belakangnya Eunhyuk tampak menemani yeoja itu.

Mrs. Im bergegas keluar menghampiri putrinya.

“Apa yang terjadi? Tadi Sooyoung meneleponku katanya kau jatuh pingsan . . . “ tanyanya panik.

Yoona langsung melirik ke arah Eunhyuk. Namja itu hanya tersenyum.

“Kalian memberitahu eommaku?” tanyanya kesal.

Eunhyuk hanya terkekeh. Mrs. Im tampak masih gusar akan kondisi putrinya itu.

“Kau baik-baik saja kan?”

Yoona tersenyum. “Ne, eomma tidak perlu mencemaskanku . . . “

Kemudian Mrs. Im membawa Yoona ke kamarnya. Yoona yang memang tampak kelelahan langsung tertidur. Mrs. Im menghampiri Eunhyuk yang terlihat masih menunggu di ruang tamu.

“Dia sudah tidur . . . “ ucap Mrs. Im.

Eunhyuk hanya tersenyum tipis.

Ahjumma, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Eunhyuk.

“Tentu, ada apa?”

Wajah Eunhyuk tampak serius. “Apakah . . . Yoona pernah mengalami kecelakaan?”

Mrs. Im menoleh kaget pada Eunhyuk. “Bagaimana . . . kau bisa . . .”

“Jadi itu benar? Yoona pernah mengalami kecelakaan?” Eunhyuk terlihat shock.

Mrs. Im mengangguk. “Jika kau ingin tahu masalah itu, datanglah lain kali. Aku akan ceritakan semua padamu. Satu hal lagi, bisakah kau menjaga rahasia yang akan kuberikan padamu nanti?”

Eunhyuk tampak terkejut mendengar permintaan Mrs. Im. Diperhatikannya yeoja paruh baya di depannya itu tampak menatapnya serius.

Ne, aku janji  . . . “ lanjut Eunhyuk.

ooOoo

Yoona POV

~Yoong . . . kau sudah janji padaku kan? Kita akan selalu bersama selamanya ~

Suara siapa? Entah kenapa ada bayangan seseorang yang tampak sedang memelukku. Siapa anak itu? Kenapa dia menangis?

Aku terlonjak kaget. Seketika aku memperhatikan sekelilingku. Sedikit kelegaan yang kurasakan, aku masih berada dalam kamarku. Jantungku berdegup kencang, keringatku terlihat mengucur dan dapat kurasakan alirannya yang mengenai wajahku.

“Hhh . . . “ Aku mendesah pelan. Kulihat sinar mentari masuk melalui celah jendelaku, hingga membuatku sadar bahwa suasana pagi telah tiba.

Aku tertunduk lemas. Mimpi yang sama kembali muncul. Mimpi yang selalu membuatku penasaran siapa gerangan sosok yang selalu menangis dalam mimpiku itu. Kurasakan kembali rasa sakit di kepalaku. Aku berusaha bersikap tenang dan rileks. Lebih baik mengabaikan mimpi yang tidak jelas itu.

Kyuhyun POV

Kuputuskan untuk terlambat masuk kerja hari ini. Aku menyuruh Kim unjeonsa untuk mampir terlebih dahulu ke kafe Heaven. Fakta yang mengejutkan baru saja kuketahui semalam. Aku tidak tahu apakah dugaanku benar? Tapi, kurasakan ada keyakinan yang kuat dalam diriku.

Mobil telah berhenti di depan kafe, kulihat masih tampak sepi. Jelas saja, kafe baru buka jam 9, sedangkan sekarang masih jam 8. Aku bergegas masuk ke dalam kafe, mencari seseorang yang ingin kutemui, namun yang kudapat hanya Sooyoung dan karyawan lain yang tampak sedang bersiap-siap.

“Kyuhyun-ah, pagi-pagi sekali kau datang, ada perlu apa?” tanya Sooyoung terkejut.

Kuabaikan pertanyaannya dan langsung kembali keluar kafe. Aku tahu, Sooyoung pasti bingung dengan sikapku ini. Kuperhatikan sekeliling kafe, mataku terus mencari sosok yang ingin kutemui, hingga akhirnya berhenti pada sosok yeoja yang tengah berjalan menuju kafe dengan tas slempang yang melingkar di tubuhnya. Aku bergegas menghampirinya dan membuatnya terkejut akan kedatanganku.

“Kyuhyun, apa yang sedang kau lakukan di sini? Bukankah seharusnya kau bekerja?”

Aku hanya diam. Mataku terus menatap wajahnya.

“Im Yoona . . . “

Yeoja itu hanya menatapku bingung. Aku tidak dapat lagi menahan perasaanku. Kutarik tubuhnya dalam pelukanku. Air mataku jatuh hingga membasahi wajahku.

“Im Yoona . . . “

Author POV

Eunhyuk tiba di rumah Yoona, usai yeoja itu berangkat bekerja. Sesuai dengan janjinya semalam, namja itu berniat berbicara serius dengan Mrs. Im perihal kondisi Yoona.

“Masuklah . . . “ ucap Mrs. Im pada Eunhyuk begitu tahu namja itu sudah berdiri di depan pintu rumahnya.

Eunhyuk mengangguk. Sedikit rasa tegang tergambar di wajahnya.

“Sebelum aku menceritakan masalah kecelakaan yang dialami Yoona, bisakah kau melakukan sesuatu untukku?” pinta Mrs. Im

Ne.

“Bisakah . . . kau membuat Yoona menjauh dari temanmu yang bernama Kyuhyun?”

Eunhyuk sontak kaget mendengar permintaan Mrs. Im

“Apa maksudnya?”

“Ini demi keselamatan Yoona sendiri . . . “ lanjut Mrs. Im. Wajahnya tampak serius memohon pada namja yang tampak kebingungan itu.

Eunhyuk semakin bingung dengan tujuan pembicaraan mereka. “Ahjumma, aku sungguh tidak mengerti. Kenapa kau menyuruhku melakukan itu?”

Mrs. Im membuka kotak yang berada di sampingnya, lalu mengambil selembar foto dan diberikannya pada Eunhyuk.

Namja itu hanya menatap bingung dan tidak berkomentar. Dilihatnya sebuah foto yang tampak merekam dua keluarga yang terlihat duduk berdampingan. Di tengah-tengah mereka ada sepasang anak kecil yang tampak tersenyum sembari bergandengan tangan.

“Itu foto Yoona saat berusia 8 tahun,” ucap Mrs. Im

Eunhyuk tersenyum melihat foto Yoona saat kecil. Yeoja itu tetap terlihat cantik dengan gaun berwarna merah muda dan rambutnya yang terurai. Lalu, perhatiannya teralihkan pada namja yang tampak menggandeng tangan Yoona.

“Lalu, siapa anak di sebelah Yoona ini?” tanya Eunhyuk penasaran.

Mrs. Im terdiam, perlahan ia menghela nafas.

“Anak itu, dia adalah . . . “ sesaat kalimatnya terhenti, Eunhyuk masih menunggu sembari memandang foto di tangannya.

“Cho Kyuhyun.”

Seketika mata Eunhyuk terbelalak. Ia menatap tajam ke arah Mrs. Im. Tubuhnya terasa kaku, foto yang dipegangnya terlepas dari tangannya.

“Kedua appa mereka adalah teman baik sejak SMA. Mereka sama-sama berjanji akan menikahkan kedua anak mereka jika sudah besar nanti. Saat Yoona dan Kyuhyun berusia 8 tahun, keduanya dijodohkan. Kurasa, Yoona dan Kyuhyun saling jatuh cinta meskipun usia mereka masih kecil. Namun, tidak disangka, orang terdekat suamiku sendiri menusuk kami dari belakang. Dengan sengaja merebut perusahaan suamiku dan menyebabkan kecelakaan yang dialami oleh Yoona. Hingga membuat anak itu mengalami amnesia . . . “ tutur Mrs. Im

“Amnesia?”

“Yoona tertabrak oleh mobil yang tiba-tiba melaju kencang ke arahnya. Ia mengalami luka serius di kepala. Waktu itu, kami masih berhubungan dengan Keluarga Cho, bahkan Kyuhyun sendiri terlihat sering menemuinya saat Yoona masih terbaring di rumah sakit. Hingga akhirnya, saat Yoona tersadar, dia sama sekali tidak mengingat peristiwa apapun yang terjadi sebelumnya. Bahkan, dia sama sekali tidak mengingat peristiwa yang menimpa kami, tentang Keluarga Cho, termasuk Kyuhyun sendiri . . . “

Eunhyuk tertegun. Rahasia yang amat mengejutkan baru saja didengarnya. Wajahnya terlihat seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Kami sengaja pindah, menghindari keluarga Cho, karena kami khawatir, jika Yoona sampai mengingat semuanya, trauma yang sangat menyakitkan itu akan semakin membuatnya menderita. Untuk itulah . . . “ Mrs. Im tampak meneteskan air mata. “Bukan karena aku membenci Kyuhyun, aku takut jika Yoona dekat dengannya, dia akan mengingat semua masa lalunya, dan akan membuat anak itu kembali merasakan trauma.”

Namja di depannya terlihat melemas. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

DRRT! Ponsel Eunhyuk bergetar hingga membuat namja itu tersentak. Ia meraih ponselnya, tertera nama Sooyoung di layar ponselnya.

Yeoboseyo . . . “ Eunhyuk kembali terlihat tenang.

“Kau dimana sekarang?” tanya Sooyoung. Nada bicaranya terlihat panik.

“Ngg . . aku sedang ada urusan sebentar. Waeyo?

Eunhyuk masih mendengarkan Sooyoung, seketika wajahnya terlihat kaget. Mrs. Im tampak penasaran dengan namja di depannya.

“Apa katamu? Yoona kembali . . . “ Dilihatnya wajah Mrs. Im yang tampak terlihat cemas.

Ne, aku akan ke sana sekarang . . . “ ucap Eunhyuk.

KLIK! Eunhyuk beranjak dari duduknya dan berniat bergegas ke kafe Sooyoung.

“Apa yang terjadi?” tanya Mrs. Im

Ahjumma, kau jangan khawatir. Tetaplah disini, aku pasti menghubungimu . . “ ucap Eunhyuk lalu bergegas menuju mobilnya. Dengan cepat menyalakan mesin mobil lalu melesat menuju kafe Sooyoung.

Yoona POV

Aku merintih kesakitan sembari memegang kepalaku yang terasa sakit. Kyuhyun terlihat panik di depanku.

“Yoong . . . “

“Hentikan! Jangan memanggilku seperti itu!” teriakku pada Kyuhyun. Entah kenapa seperti ada sesuatu yang amat menyakitkan tiap aku mendengar dia memanggilku demikian.

Kyuhyun terlihat semakin panik. “Kau tidak ingat aku?”

Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Kyuhyun. Kala itu aku hanya menganggapnya tidak waras. Datang tiba-tiba, memelukku seenaknya, memanggil namaku dengan sebutan ‘Yoong’ hingga membuatku kembali merasakan rasa sakit di kepala teramat sangat. Berulang kali menyebut namanya seolah mengatakan bahwa aku tidak mengenalnya sama sekali.

“Apa maksudmu bertanya seperti itu? Aku tahu kau ini Cho Kyuhyun. Kau pikir aku bodoh!!” bentakku kesal karena rasa sakit di kepalaku semakin menyiksa.

Kyuhyun justru semakin menjadi. Tangannya meremas bahuku sembari mengguncang tubuhku.

“Lihat aku?! Kau benar-benar tidak mengenaliku??”

Aku tidak menjawab pertanyaannya karena perhatianku terfokus pada rasa sakit di kepalaku.

BUG! Tiba-tiba seseorang datang dan langsung memukul Kyuhyun. Aku menoleh kaget. Kulihat Eunhyuk sudah berdiri di sampingku, nafasnya terengah-engah, wajahnya terlihat memancarkan kemarahan.

“Eunhyuk-ah . . . “ Aku terkejut dengan apa yang dilakukan namja di sampingku ini.

Kulihat Kyuhyun mengusap bibirnya yang tampak mengeluarkan darah. Sesaat aku merasa cemas padanya.

“Hentikan! Jauhi Yoona . . . “ ucap Eunhyuk.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis ke arahnya. “Apa maksudmu?”

“Jauhi Yoona, jangan pernah temui dia lagi!” seru Eunhyuk.

Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dua namja di depanku ini, terlihat saling menatap tajam satu sama lain.

-TBC-

signature

22 thoughts on “My First Mate – Chapter 4

  1. RinduforKPop says:

    yah kalau begini mah jadi complicated..
    tadi udah seneng bgt waktu tahu KyuNa udah lebih dulu dijodohkan,
    gegara masalah ‘trauma’ malah Mrs. Im melarang Yoona dekat2 Kyu…
    ribet deh…

  2. mimin says:

    ternyata indonesia punya banyak bibit penulis berkualitas,semoga bisa jadi penulis sejati.semangat terus…..ditunggu karya bagus selanjutnya…

    • risma says:

      amin, saya tidak menyangka tulisan saya mendapat respon yang baik dari para pembaca
      saya berharap semoga dapat selalu membagi karya tulisan saya kepada orang lain, terima kasih🙂

  3. rindafishy says:

    Ohh .. jadi kyuhyun sama yoona dulu d jodohkan dan uda saling suka , pantesan ikatan batin nya masih kuat🙂 uda mulai terobati pensaran nya thor , he ..
    Tapi sekerang kasihan sama yoona nya :^( ternyata hilang ingatan , moga eunhyuk mau ngerti lah kalau kyuhyun yoona saling suka ..
    Bagusss thor , bahasa nya aku suka ..
    Kereeeen🙂

    • risma says:

      hehe, akhirnya bisa juga menjawab rasa penasarannya kan? mudah2an di part selanjutnya byk yg akan terungkap semua ya
      ditunggu aja chingu, gomawo😀

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s