The Time Crystal Ball – Chapter 6 End


thetimecrysball

Title : 

“The Time Crystal Ball”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Choi Siwon Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Fantasy, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita, tokoh, dan tempat sama. Semua ide cerita muncul dari mimpi yang saya alami. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini pernah jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

Kyuhyun datang menjemput Yoona di rumahnya. Hari ini mereka janji akan pergi menonton bersama sejak kembalinya Kyuhyun dari Perancis.

Eomma, aku pergi dulu . . . “ pamit Yoona pada Mrs. Im

Sebelum Yoona keluar, Mrs. Im tampak menarik putrinya itu dan membisiki sesuatu.

“Dia benar-benar tampan,” bisiknya pelan.

Yoona terkejut mendengar ucapan eommanya. Kyuhyun yang berdiri di depan pintu hanya menatap bingung dengan tingkah ibu dan anak di depannya.

Ahjumma, kami pergi dulu . . . “ pamit Kyuhyun sambil menggandeng Yoona.

Ne, hati-hati . . . . “ balas Mrs. Im

Kyuhyun dan Yoona pergi ke bioskop. Kali ini mereka tidak memilih film bergenre horor, namun lebih memilih film bergenre komedi. Itu semua atas permintaan Yoona, mengingat rasa malunya waktu terakhir menonton bersama dengan Kyuhyun.

Film dimulai 1 jam lagi, keduanya tampak menunggu di area tunggu. Kyuhyun sedang memesan popcorn dan softdrink. Yoona duduk sambil memperhatikan sekeliling. Tiba-tiba matanya berhenti pada sosok yeoja yang tengah mengobrol bersama seorang namja. Yeoja itu tidak asing bagi Yoona.

“YURI!” teriak Yoona.

Yuri langsung menoleh ke arahnya dan tampak terkejut. Ia langsung berjalan mendekati Yoona.

“Hei, apa yang sedang kau lakukan? Kau juga pergi menonton?” tanya Yuri.

Ne, apa dia namjachingumu?” tanya Yoona sambil terkekeh.

Wajah Yuri seketika memerah. “Aish, berhenti menggodaku begitu. Kau dengan siapa?”

Yoona menunjuk ke arah Kyuhyun yang sedang berdiri di dekat loket pemesanan makanan. Namja itu menoleh lalu tersenyum ke arah Yoona dan Yuri.

“Namjachingumu?” tanya Yuri. “Dia benar-benar tampan.”

Ani, dia temanku. Kami tidak berpacaran,” jawab Yoona.

Yuri menatap sahabatnya yang tampak menyembunyikan wajah merahnya.

“Ah, dia yang memberimu kalung itu bukan?” tebak Yuri sambil terkekeh.

Seketika wajah Yoona memerah. “Aish, sudahlah! Besok akan kuceritakan semua padamu.”

“Janji ya?”

Yoona mengangguk. Lalu Yuri kembali mendatangi namja yang datang bersamanya. Yeoja itu melambaikan tangan ke arah Yoona.

“Temanmu?” tanya Kyuhyun yang sudah berdiri di depannya. Ia menyodorkan popcorn dengan wadah berukuran besar pada Yoona.

Yoona tampak kaget. “Kau memesan ukuran besar?”

Kyuhyun terkekeh. “Ukuran besar lebih baik, jadi tidak perlu repot-repot membawa. Satu untuk berdua.”

Yoona tersenyum geli. Kyuhyun terlihat melirik jam tangannya.

“Sudah hampir dimulai, kajja . . . “ ajak Kyuhyun.

Yoona POV

Aku dan Kyuhyun duduk di area tengah kursi theater. Aku jadi teringat terakhir kali menonton film bersama Kyuhyun. Ah, saat itu aku benar-benar malu. Kuharap kejadian itu tidak terulang kembali. Untuk itulah aku menolak memilih film bergenre horor.

Film pun ditayangkan. Alur cerita yang sangat bagus dan dengan sentuhan humor yang benar-benar bervariasi. Penonton ikut larut dalam cerita film. Mereka tertawa terbahak-bahak, begitu juga denganku dan Kyuhyun. Sesekali aku meneguk minuman yang kupegang. Lalu tanganku mengambil popcorn yang diletakkan di antara kami.

Tanpa sengaja, tanganku dan Kyuhyun bersentuhan. Aku menoleh ke arahnya, begitu juga dengannya. Kami hanya tersipu malu. Lalu Kyuhyun kembali fokus menonton film. Tidak demikian denganku. Diam-diam aku memperhatikannya.

Rasanya aku ingin sekali mengatakan semua isi hatiku padanya, tapi entah kenapa semua itu tertahan di bibirku. Aku tahu, namja itu memang sedang menungguku. Tapi, mungkinkah perasannya masih sama seperti 4 tahun lalu?

Tiba-tiba rasa kantuk datang menderaku. Ya, akhir-akhir ini aku memang kurang tidur. Tugas akhir kuliah menyita pikiranku dan cukup menguras tenagaku. Tanpa sadar, aku menyenderkan kepalaku di bahu Kyuhyun dan tertidur.

Kyuhyun POV

Apa dia kelelahan? Film baru berjalan setengah, tapi dia tertidur di sampingku. Tanganku mencoba mengusap kepalanya, tapi kuurungkan niatku itu. Aku melihat wajahnya yang tampak pulas tertidur. Sepertinya, dia benar-benar kelelahan. Aku tidak tega membangunkannya. Akupun kembali fokus menonton dan membiarkan Yoona tidur di bahuku.

Ada perasaan yang menggantung di hatiku. Yoona, bagaimana dengan perasaanmu padaku? Kenapa sampai hari ini kau belum menjawab pertanyaanku 4 tahun silam? Mungkinkah kau sudah menyukai namja lain?

Author POV

Film selesai ditayangkan. Beberapa penonton tampak bergegas keluar. Sementara Kyuhyun masih menunggu Yoona belum terbangun dari tidurnya. Namja itu terlihat membiarkan yeoja disampingnya tertidur pulas.

“Ngg . . . “ Yoona membuka matanya perlahan lalu sontak terkaget. Theater tampak mulai sepi karena beberapa penonton sudah keluar. Ia melihat layar di depannya juga sudah kembali putih.

“Ah, apa aku tertidur?” tanya Yoona pada Kyuhyun. Namja disampingnya hanya mengangguk dan tersenyum.

“Kenapa tidak membangunkanku?” rengek Yoona.

“Aku tidak tega. Kau tampak begitu kelelahan, jadi kubiarkan saja,” balas Kyuhyun.

Yoona menunduk sambil mengangkat kedua tangannya di depan wajahnya.

Mianhae, kau sudah mengajakku menonton bersama, aku justru tertidur pulas Jeongmal mianhae,” kata Yoona.

Kyuhyun tertawa kecil. “Gwaenchana, apa kita pulang saja? Kau terlihat sangat lelah.”

Mendengar ucapan Kyuhyun, Yoona langsung menggeleng. “Ani, aku baik-baik saja. Aku . . . masih ingin menikmati hari ini bersamamu . . . “

Kyuhyun tersenyum. “Baiklah, kita pergi ke taman hiburan? Eotohge?

Yoona mengangguk semangat.

Keduanya pergi ke sebuah taman hiburan di kota Seoul. Sedikit jauh, tapi tidak masalah bagi keduanya. Sampai di taman hiburan, Yoona semakin tampak semangat. Rasa kantuk sebelumnya mendadak hilang.

“Sudah lama sekali, aku tidak datang ke sini,” tutur Yoona.

“Kalau begitu, kita main sampai puas,” ucap Kyuhyun, lalu menoleh ke arah Yoona. Yeoja di sampingnya mengangguk semangat.

Kajja . . . “ Kyuhyun langsung menggandeng Yoona.

Keduanya berjalan menyisiri wahana permainan yang ada di taman hiburan Seoul.

“Kyu, kita naik itu!” pinta Yoona sambil menunjuk ke wahana perahu kora-kora. Kyuhyun mengangguk dan membiarkan Yoona menariknya. Namja itu terlihat senang melihat ekpsresi wajah Yoona yang tampak menikmati kebersamaan mereka. Keduanya terlihat senang, menikmati berbagai wahana permainan yang disediakan di taman hiburan Seoul.

Hampir 2 jam mereka menghabiskan waktu di taman hiburan. Keduanya tidak merasa lelah, justru terlihat senang. Wahana terakhir yang mereka naiki adalah bianglala.

“Apa kau senang?” tanya Kyuhyun pada Yoona. Yeoja itu terlihat begitu ceria saat menikmati wahana terakhir. Tatapannya tak lepas dari pemandangan kota Seoul yang tampak cantik menjelang malam.

Ne, aku benar-benar senang, gomawo. Kau sudah mengajakku ke sini,” jawab Yoona tersenyum.

Tiba-tiba bianglala terhenti untuk menaikkan penumpang lainnya. Karena bentuknya seperti sangkar yang digantung, saat berhenti akan bergoyang. Yoona yang semula berdiri keseimbangannya mendadak goyah tanpa sengaja jatuh ke arah Kyuhyun dan menimpa tubuh namja itu. Saat Yoona berusaha bangun, wajahnya dan Kyuhyun sangat dekat. Bibir keduanya nyaris menyentuh. Wajah Yoona memerah, begitu juga dengan Kyuhyun.

Mianhae . . . “ tutur Yoona begitu kembali ke posisinya.

Gwaenchana,” balas Kyuhyun.

Suasana menjadi canggung. Keduanya diam. Yoona mengalihkan perhatiannya untuk melihat keluar bianglala. Sementara Kyuhyun terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Sebenarnya ada yang ingin kukatakan padamu . . . “ ucap Kyuhyun.

Yoona menoleh. Perhatiannya kini tertuju pada namja di depannya.

“Besok aku akan kembali ke Perancis,” lanjut Kyuhyun.

DEG! Ada perasaan sesak di dada Yoona.

Wae . . . cepat sekali?” tanya Yoona kaget.

Kyuhyun mengangguk. “Aku memang kembali ke Korea hanya 5 hari saja. Sesudah itu, aku harus berangkat lagi ke Perancis untuk mengurus proses kelulusanku di sana.”

Yoona tampak murung mendengarnya. Yeoja itu menunduk lemas.

“Bisakah besok kau datang ke bandara?” pinta Kyuhyun. “Pesawatku berangkat jam 11. Kuharap, kau bisa datang . . . “

Bianglala kembali bergerak. Pikiran Yoona mendadak kosong. Ia tidak tahu harus berkata apa. Mendengar namja yang sangat ia rindukan itu akan pergi kembali, membuat hati Yoona terasa sesak. Mungkinkah dia harus berpisah lagi dengan Kyuhyun?

Yoona POV

Kyuhyun langsung pergi begitu mengantarkanku pulang. Aku terus menatap kepergiannya hingga menjauh dari pandanganku.

Dengan langkah kaki gontai, aku masuk ke kamar. Merebahkan tubuhku di ranjang tidur. Kutatap langit-langit di kamarku. Ah, semua memori indah bersama Kyuhyun terlintas di benakku. Dari awal pertemuan kami, perhatian yang diberikan padaku, kalung itu, hingga ungkapan cintanya padaku.

Apa yang sebenarnya terjadi padamu Im Yoona? Apakah kau akan membiarkan namja itu pergi lagi dari sisimu? Jauh-jauh datang kembali dari Perancis, kenapa kau tidak mengungkapkan semua isi hatimu padanya?

Aku berteriak frustasi. Rasa bimbang itu terus menderaku, hingga membuatku tidak mampu berpikir apa-apa. Kenapa waktu yang diberikan begitu singkat? Apakah Tuhan sedang mengujiku keteguhan hatiku?

Aku mengambil kalung yang kusimpan dalam kotak kecil. Sekali lagi aku memandang inisial K-Y. Aku tertunduk lemas, tanpa kusadari air mataku keluar.

TOK! TOK! Tiba-tiba aku mendengar seseorang mengetuk pintu kamarku. Kulihat eomma sudah berdiri di depan pintu. Aku segera mengusap air mataku yang keluar membasahi pipi.

“Kau belum tidur?” tanya Mrs. Im

Ne, sebentar lagi,” jawabku lirih. Kulihat eomma mengambil posisi duduk di sebelahku.

“Kau habis menangis? Apa terjadi sesuatu?” tanya Mrs Im

Aku menggeleng pelan.

“Apakah namja bernama Kyuhyun tadi itu, orang yang selama ini kau tunggu?”

Aku terkejut mendengar pertanyaan eomma.

“Maksud eomma?”

“Waktu kau masih kelas 2 SMA dulu, sebelum kita pindah ke Incheon, aku ingat kau menolak untuk pindah karena sedang menunggu seseorang. Orang itu, Kyuhyun-ssi kan?” tanya Mrs. Im

Aku benar-benar tidak percaya. Rupanya ingatan eomma di masa lalu juga mengalami perubahan. Mungkinkah ini efek dari bola kristal waktu itu? Yuri memang pernah mengatakan, seseorang yang menjelajah waktu dengan bola kristal itu, kejadian di masa sebenarnya memang mengalami perubahan. Tidak hanya bagi dirinya saja, melainkan juga bagi orang-orang di sekitarnya.

“Yoona . . . apa sampai sekarang kau belum memberikan jawaban pada Kyuhyun tentang ungkapan cintanya 4 tahun silam?”

Aku menggeleng pelan. Eomma langsung menarik dan memelukku.

Wae . . . bukankah kau sangat mencintainya?” tanya Mrs. Im

Ne, tapi mungkinkah perasaan Kyuhyun masih sama padaku, eomma?

Aku dapat mendengar gelagat tawa dari eomma. “Tentu saja, jika tidak, mana mungkin dia datang menemuimu? Bahkan sampai mencari alamatmu di sini. Bukankah itu menunjukkan betapa besar rasa cintanya padamu?”

Aku terdiam mendengar pendapat eomma. Mendadak aku kembali teringat dengan ucapan Kyuhyun bahwa besok namja itu harus kembali lagi ke Perancis.

“Besok Kyuhyun berangkat ke Perancis,” tuturku pelan.

Jinjja? Kalau begitu kau harus segera memberi jawaban padanya,” seru Mrs. Im

Aku hanya diam. Eomma terlihat serius menatapku sambil menggenggam kedua tanganku.

“Kau harus percaya pada dirimu sendiri, ikuti kata hatimu. Nyatakan semua isi hatimu padanya, jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali, atau kau akan menyesal nantinya, arraseo?

Aku mengangguk. Ucapan eomma memang benar. Aku harus segera mengambil keputusan agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi.

Kyuhyun POV

Aku membereskan beberapa pakaian ke dalam koperku. Sebenarnya aku sangat berat hati untuk pergi kembali ke Perancis. Bukan hanya karena aku masih rindu dengan tanah kelahiranku, tapi yeoja itu, Im Yoona, aku masih belum mendapat kepastian darinya. Tentang perasaannya padaku, sampai sekarang belum sekalipun dia menyatakannya padaku.

Mungkinkah aku harus pergi kembali tanpa mendengar sesuatu sedikitpun dari bibirnya? Ah, ini benar-benar berat. Kuharap, dia benar-benar datang menemuiku besok di bandara.

*****

Author POV

Incheon International Airport

Kyuhyun berdiri di lobby bandara. Namja itu terus melirik ke arah jam tangannya. Di tangannya sudah ada tiket dan paspor. Wajahnya tampak gelisah dan cemas. Berharap orang yang ditunggunya segera muncul di hadapannya.

Wae? Kenapa kau terlihat gelisah?” tanya Mr. Cho.

Aniyo, aku sedang menunggu seseorang,” jawab Kyuhyun.

“1 jam lagi kita akan berangkat,” kata Mr. Cho mengingatkan putranya.

Ne, appa,” balas Kyuhyun. Namja itu kembali melirik jam tangannya.

Inha University

“Kenapa kau masih disini?” bentak Yuri kesal. Yeoja itu telah mendengar semua cerita Yoona dan heran dengan sikap sahabatnya yang masih tampak santai membaca buku di taman.

“Pesawatnya berangkat setengah jam lagi, kau tidak ingin menemuinya?” tanya Yuri.

Yoona hanya diam dan tidak bergeming dari posisinya.

“Yoong, kau jangan bercanda seperti ini!” seru Yuri.

“Tahukah kau, Yuri? Sampai sekarang aku masih tidak percaya dengan apa yang aku alami. Menjelajah waktu selama 14 hari, bertemu dengan Kyuhyun, sampai aku kembali lagi ke masaku yang sekarang, namja itu tiba-tiba muncul kembali di hadapanku. Aku merasa ini semua seperti mimpi bagiku,” tutur Yoona.

Yuri mengambil posisi duduk di sebelah Yoona.

“Beberapa orang yang menjelajah waktu memang mengalami hal yang sama sepertimu. Aku sendiri memang tidak percaya dengan ucapan eommaku. Menganggapnya hanya mitos atau cerita khayalan. Tapi, setelah aku melihat apa yang kau alami, aku harus mengakuinya bahwa ini benar-benar kenyataan. Kau sedang tidak bermimpi, Yoong!” kata Yuri.

Yoona masih terdiam mendengar pendapat Yuri. Yeoja itu terlihat bimbang.

“Bagimu mungkin kalian hanya berpisah selama kurang dari 1 bulan, tapi tidak bagi Kyuhyun. Baginya kalian sudah berpisah selama 4 tahun. Selama ini dia pasti masih memikirkanmu, sampai mencari alamatmu di Incheon. Jauh-jauh kembali ke Korea langsung pergi menemuimu, bukankah itu jelas memperlihatkan betapa besar rasa cintanya padamu, Yoong!” lanjut Yuri.

Yoona tertegun. Yeoja itu menunduk lemas. Terlihat ada beban pikiran yang berusaha ia sembunyikan. Yuri mengusap pelan bahu sahabatnya itu.

“Temui dia, kau harus menyusulnya di bandara. Ungkapkan semua isi hatimu padanya. Jangan sampai semua terlambat,” kata Yuri.

Seperti ada pencerahan di kepala Yoona, yeoja itu langsung mengangguk dan bergegas lari keluar kampus.

“Semoga sukses!” teriak Yuri sebelum Yoona menjauh. Yeoja itu berbalik sambil melambaikan tangan.

Yoona POV

“TAKSI!”

Aku bergegas menghentikan taksi yang lewat di depan kampusku. Kejadian ini kembali terulang. Aku mencoba memburu waktu agar dapat menemui Kyuhyun sebelum semua terlambat.

“Kita ke bandara,” ucapku pada supir taksi. Aku menyuruhnya untuk melajukan mobil secepat mungkin.

Ya Tuhan, tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Jika kali ini gagal, mungkin aku adalah manusia yang terbodoh di dunia.

Begitu tiba di bandara, aku langsung keluar dan berlari masuk. Aku menyisiri seluruh sudut bandara, berharap segera dapat menemukan Kyuhyun.

Kyuhyun POV

Hampir jam 11. Aku masih memperhatikan sekelilingku, yeoja itu tidak muncul. Aku menghela napas, kulihat appa sudah memanggilku untuk bergegas ke boarding pass. Sungguh aku sangat berat untuk pergi. Sesekali aku menoleh ke belakang, berharap dia datang. Sampai akhirnya aku tiba di pintu masuk, aku memperlihatkan tiket dan pasporku. Petugas menyuruhku untuk bergegas karena pesawat akan segera berangkat. Aku mengangguk dan melangkahkan kakiku dengan lemas.

“CHO KYUHYUN!!!”

Aku tersentak, kudengar seseorang memanggil namaku. Aku menoleh ke belakang. Kulihat sosok yeoja berlari mendekat ke arahku. Im Yoona, dia datang. Aku langsung meminta izin pada petugas untuk memberi waktu sebentar sebelum pesawat berangkat.

Author POV

Yoona tampak terengah-engah di hadapan Kyuhyun. Kyuhyun memandangnya dengan ekspresi wajah yang terlihat senang sekaligus sedih.

“Kenapa baru datang?” tanya Kyuhyun. Berusaha untuk tetap tersenyum pada Yoona.

Yoona menghela napas. “Jeongmal mianhae, aku mungkin benar-benar manusia terbodoh di dunia.”

Kyuhyun menatap yeoja di depannya. “Aku senang kau datang untuk mengantarku.”

Yoona menggeleng. “Ani, aku tidak hanya datang untuk mengantarmu, tapi juga ingin menyampaikan jawaban yang seharusnya kuberikan padamu 4 tahun silam.”

Kyuhyun terlihat terkejut. Namja itu terlihat serius tapi tetap tidak dapat menyembunyikan rasa gugupnya menunggu jawaban dari Yoona.

“Cho Kyuhyun, aku tidak bisa . . . “

Kyuhyun langsung tertunduk lemas.

“Aku tidak bisa untuk tidak mencintaimu . . . “ lanjut Yoona terkekeh.

Barulah Kyuhyun sadar jika Yoona sedang mempermainkannya. Raut wajahnya seketika berubah cerah.

“Itu artinya, kau menerimaku?” tanya Kyuhyun tersipu.

Yoona mengangguk. Lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Kyuhyun. Wajah Kyuhyun seketika memerah.

“Dengan begini hutangku lunas,” bisik Yoona terkekeh.

Kyuhyun tertawa. Keduanya langsung berpelukan, tidak peduli di tempat umum dan diperhatikan banyak orang. Petugas bandara memanggil Kyuhyun untuk bergegas. Kyuhyun segera melepas pelukannya.

“Aku pergi, kau harus menungguku,” ucap Kyuhyun.

Ne, jaga kesehatanmu,” tutur Yoona.

Kyuhyun mendekat dan membisiki sesuatu pada Yoona.

“Saat aku kembali nanti, ayo kita menikah . . . “ ajak Kyuhyun terkekeh.

Kontan wajah Yoona memerah. “Ya! Kau harus menungguku lulus kuliah dulu baru bisa melamarku!”

Kyuhyun tertawa lalu berjalan masuk ke boarding pass. Sebelum namja itu menjauh, dia berbalik ke arah Yoona.

SARANGHAEYO, IM YOONA!!” teriaknya keras. Kontan membuat seluruh orang menoleh ke arahnya.

Yoona menutupi wajahnya. Ia tampak malu dengan tindakan Kyuhyun itu. Kyuhyun hanya tertawa dan tersenyum, lalu melambaikan tangan ke arah Yoona.

Yoonapun melambaikan tangan ke arah Kyuhyun. Menunggu sosok namja itu hingga menjauh dan tidak terlihat.

Nado saranghae, Cho Kyuhyun . . . “

Satu hal yang dapat dipelajari oleh Yoona. Kesempatan apapun yang diberikan Tuhan untuk mengubah jalan hidup seseorang, haruslah dimanfaatkan sebaik mungkin. Benar jika Tuhan yang menentukan takdir manusia, tapi manusia juga berhak untuk menciptakan takdir mereka dengan berusaha sebaik mungkin semasa hidupnya.

-THE END-

signature

33 thoughts on “The Time Crystal Ball – Chapter 6 End

  1. KY77 says:

    Annyeong thorrrr aku sebenernya udh lama baca ff disini cuma maaf banget ya thor selama ini gk meninggalkan jejak sama sekali,baru sempet dan bisa comment skarang
    Btw wp thor adalah wp ff kyuna terbaik thor jjang!

  2. bella says:

    Aahhhh sweet ending!! Aku rada sedih pas tau critanya end😦 cepet bikin sequel nya donk thorr… Jeballl :'((

  3. Febby Felisha .H. says:

    Akhirnya happy ending.So sweet.Feelnya dapetNae suka banget sama kata2 terakhirnya.Daebak buat author🙂
    Ditunggu ff lainnya yang lebih seru ^ ^

  4. PrincessEvil says:

    Wiiiiiiih…keren+seru+bagus++++ deh hahaha ^,^ Apalagi sama kata2 “Kesempatan apapun yang diberikan Tuhan untuk mengubah jalan hidup seseorang, haruslah dimanfaatkan sebaik mungkin. Benar jika Tuhan yang menentukan takdir manusia, tapi manusia juga berhak untuk menciptakan takdir mereka dengan berusaha sebaik mungkin semasa hidupnya”
    I Love Happy Ending😀

  5. khulwah says:

    Waaaaaa… Akhir ƞўªª ending. Cerita ƞўªª bagus, seru, simple chingu….

    Lanjuut ff KyuNa lagii yaaaa
    Kyuhyun❤ Yoona🙂

  6. musky says:

    aku kira awalnya kyu sama yoona gak bakal ketemu lagi dimasa yang akan datang
    tapi ternyata mereka ketemu dan tau perasaan masing masing gimana🙂

    bikin sequelnya dong… penasaran masa abis pulang dari perancis kyuhyun sama yoona bakal gimana

  7. Aie_odagirie says:

    Slam knal eonni, aku readr bru.he ^_^
    mian bru komen skrang, ff ny seru bngt, tp syang ko kynya ada yg kurang y.he
    #kurang pnjang kali ya.hehe

  8. kyuna_ship says:

    waaa endingnya kereeen bngetz thor..
    maap gk comment ditiap partnya, critanyaa bgus kok..trus berkarya,KYUNA🙂

  9. elvi says:

    Happy ending J̶̲̅υ̲g̶̲̅ά̲ akhir Ώyå…
    Sumpah deg2an bca part ne… Kirain yoona G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ bkalan ngejar kyu ke bandara… Atw dy dtg ke bandara pi terlambat… Tapi Untung yoona ketemu ma kyu ϑϊ bandara klo G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ yoona jdi org plg bodoh dah ϑϊ dunia…

  10. niaicloud3424 says:

    Go..go..go…yoona perjuangkan cintamu…..
    Happy ending sih akhirna…tapi yg bikin nyesek knapa si kyu pergi lagi….yahh waiting lgi donk….#yoona buru2x nyari jam pasir biar mempercepat waktu jdi lsg lulus kuliah n married ma yesung eh salah … sama kyu….yesung lu prgi aja sana cri yeoja lain….#ahh abaikan ris yg ini…alay mode on….
    Kyuna fighting….

  11. rindafishy says:

    Yye happy ending🙂
    Miris banget kirain yoona nggak bakal ketemu kyuhyun d bandara , ternyata so sweet benerr ihh ..
    Bagusss thorr😀 kereeeeen ..
    Ditunggu ff lainnya🙂

  12. HaeNy_Choi93 says:

    Kyaaa!! Akhirx Happy Ending.. Ah Yoong eonni.. Kau membuat diriku was was.soal mengejar Kyuppa kebandara.kebanyakan mikir sh? Untung Kyuppa blm brangkt kan.. Cb klo terlmbat.. Pasti bner2 jd orng terbodoh d dunia.. Keren Chingu, sk bgt sm ff in,n di tunggu project selanjutnya ya… Hwaiting!! Chu~

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s