My First Mate – Chapter 5


myfirstmatechp5

Title : 

“My First Mate”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Jung Jessica SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Other Cast :

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Genre :

Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini juga sedang jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

Kyuhyun menatap tajam ke arah Eunhyuk. “Apa maksudmu? Memang apa hakmu melarangku menemui Yoona?”

Eunhyuk hanya terdiam sembari menggenggam tangan Yoona. Yeoja di sampingnya itu tampak bingung.

“Kau tidak perlu tahu alasannya. Jangan pernah temui dia lagi!” ucap Eunhyuk.

Tangan Kyuhyun terlihat mengepal, wajahnya memancarkan aura kemarahan yang sangat besar. Eunhyuk tidak peduli, ditariknya Yoona lalu dibawanya menuju mobilnya.

Kajja . . . “ ajaknya pada Yoona.

“Ngg . . . tapi . . . “ Yoona sedikit memperhatikan kondisi Kyuhyun.

Eunhyuk semakin menarik Yoona dengan paksa. Kyuhyun terlihat marah dengan sikap temannya itu.

“Lee Hyukjae!!” seru Kyuhyun.

Eunhyuk tetap tidak merespon. Usai Yoona masuk ke mobil, Eunhyuk segera menyusul dan melajukan mobilnya meninggalkan Kyuhyun.

“AAAAAH!!!!” teriak Kyuhyun frustasi. Dia benar-benar tidak mengerti dengan sikap Eunhyuk yang tiba-tiba menyuruhnya untuk menjauhi dari Yoona.

Sooyoung yang sejak tadi hanya bersembunyi di kafenya, bergegas keluar menghampiri Kyuhyun.

“Kalian bertengkar?” tanya Sooyoung.

Kyuhyun menoleh tajam ke arah yeoja yang sudah berdiri di belakangnya. “Apa kau yang memanggilnya datang kemari?”

Sesaat Sooyoung merasa ngeri melihat ekspresi Kyuhyun yang begitu marah.

Mianhae, aku tidak tahu lagi harus memberitahu siapa. Saat kulihat Yoona kesakitan tadi, aku refleks langsung memanggil Eunhyuk. Kupikir dia bisa mengatasinya, karena kemarin Yoona juga mengalami hal serupa . . . “ tutur Sooyoung.

Mata Kyuhyun terbelalak usai mendengar pengakuan Sooyoung.

“Kau bilang . . . hal serupa?” tanya Kyuhyun terkejut. “Maksudmu, Yoona kemarin juga kesakitan sambil memegang kepalanya?”

Sooyoung mengangguk. “Ne, bahkan hingga jatuh pingsan. Sampai akhirnya Eunhyuk membawanya ke rumah sakit.”

Mwo?

Yoona POV

Eunhyuk membawaku ke pantai barat yang terletak di daerah Incheon, Pantai Eurwangni. Aku tidak tahu apa alasannya membawaku kesini. Kulihat namja itu hanya diam sejak dari kafe Sooyoung tadi. Hingga membuatku tidak berani bertanya padanya.

Dalam diam, entah kenapa pikiranku tidak bisa lepas dari Kyuhyun. Apa yang sebenarnya terjadi pada namja itu?

Tanpa kusadari, ternyata Eunhyuk sudah keluar dari mobil. Namja itu terlihat berjalan masuk ke pantai. Aku bergegas menyusulnya. Hingga akhirnya kami berdua berdiri berdampingan.

Kupejamkan mataku sejenak sembari menghirup udara pantai yang tampak menyegarkan. Sudah lama sekali aku tidak mengunjungi pantai. Ini adalah tempat favoritku dengan appa.

“Kau merasa lebih baik?” tanya Eunhyuk mengejutkanku.

Seketika aku membuka mataku. Apa yang dikatakan namja di sampingku ini memang benar. Pantai dapat membuat pikiran kita menjadi lebih tenang dan rileks.

Ne. Aku jauh lebih tenang sekarang,” jawabku.

Aku tidak memperhatikan Eunhyuk yang tengah memandangku. Perhatianku hanya tertuju pada pemandangan indah pada pantai dengan pasir putih. Desiran ombak yang lembut membuat suasana hati menjadi lebih tenang.

Mianhae . . .

Aku menoleh ke arah Eunhyuk yang tampak tertunduk.

Wae?

“Atas sikapku tadi, kau pasti marah . . “ lanjutnya.

Aku menggeleng pelan sambil tersenyum. “Lebih tepatnya bingung. Sebenarnya apa yang terjadi?”

Eunhyuk terlihat mengambil posisi duduk di pasir yang terlihat halus dan lembut ini. Akupun turut melakukan hal yang sama.

“Bisakah kau percaya padaku? Apa yang kulakukan ini semua demi dirimu . . “

Aku hanya tersenyum. Namun pertanyaan itu terus terngiang dalam benakku.

“Tapi, aku sungguh tidak mengerti, kenapa kau menyuruh Kyuhyun untuk menjauhiku? Jika hanya masalah tadi pagi, aku sungguh tidak apa-apa. Memang aku sedikit bingung dengan sikapnya tadi . . . “

Kalimatku terhenti ketika jari Eunhyuk menyentuh bibirku. Namja itu terlihat menatapku dalam-dalam. Membuatku sedikit gugup dengan tingkahnya ini.

“Eunhyuk-ah . . . “

Tangannya mengisyaratkan padaku untuk diam. Tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya hingga tidak ada jarak lagi di antara kami. Aku sedikit memejamkan mataku, pikiranku kembali teringat pada sikapnya yang sama terakhir kali. Hingga akhirnya, namja itu mengecup keningku. Aku sontak terkejut.

“Maukah kau menjadi kekasihku?” tanyanya serius padaku.

Pikiranku seketika kosong. Aku hanya terdiam sembari menatapnya. Dapat kurasakan bahwa Eunhyuk sangat serius. Terlihat dari wajahnya yang sedang menatapku dengan tatapan hangatnya. Sooyoung pernah memberitahuku jika Eunhyuk itu suka bermain perempuan. Mungkinkah dia melakukan hal yang sama padaku?

“Ah, jangan melihatku dengan tatapan seperti itu, rasanya aku malu . . . “ celetuknya tiba-tiba sambil menutupi wajahnya.

Aku terkejut mendengarnya. Apalagi kulihat Eunhyuk yang menundukkan wajahnya tanpa berani melihatku kembali.

“Eunhyuk-ah . . . “

Namja itu hanya diam dan tidak menoleh. Sesekali dapat kulihat matanya yang terlihat memandangku dibalik tangannya. Sontak aku tertawa melihat tingkahnya itu.

Wae? Kau menertawaiku?!” tanyanya kesal.

Ani. Bukankah kau sudah biasa menyatakan cinta pada perempuan? Kenapa wajahmu tampak malu seperti itu . . . “ jawabku jujur.

“Siapa yang mengatakannya?”

Aku tersenyum. “Sooyoung.”

“Aish, dasar anak itu! Apa tidak bisa menjaga sedikit rahasia . . . . “ gumam Eunhyuk lirih.

Kulihat wajah Eunhyuk yang tampak semakin memerah.

“Bagiku . . . kau berbeda dengan yeoja yang pernah kutemui . . . “ lanjutnya.

Senyumku semakin mengembang usai mendengarnya. Kuakui, Eunhyuk memang namja yang baik dan perhatian terhadapku. Tapi, aku juga tidak dapat membohongiku diriku sendiri. Sejak tadi, otakku dipenuhi dengan temannya, Kyuhyun.

Kyuhyun POV

Langkah cepat mengantarku menuju ruang kerja appa. Pikiranku dipenuhi sejuta tanya hingga membuatku tidak mampu berpikir jernih.

BRAK! Tanpa konfirmasi dengan sekertaris pribadi appa aku langsung masuk ke ruang kerjanya. Aku terkejut saat mendapati Mr. Jung tampak sedang mengobrol dengan appa, kulirik di sampingnya, Jessica juga turut hadir.

“Kyuhyun-ssi, kebetulan sekali kau datang,” ucap Mr. Cho

Aku tidak merespon ucapan appa, dibenakku hanya terbesit masalah Yoona yang begitu menyita perhatianku.

Appa, bisakah kita bicara sebentar?”

Kulihat appa hanya menatapku bingung, begitu juga dengan Mr. Jung dan Jessica.

“Apa-apaan kau ini? Kau tidak lihat Tuan Jung dan Jessica sedang ada disini . . . “ tutur appa.

Aku langsung menoleh sembari membungkuk ke arah Mr. Jung. “Jeongmal mianhae, ajussi . . . “

Mr. Jung hanya tersenyum. “Ne, sepertinya itu memang penting. Kebetulan aku dan Jessica hanya datang menemui appamu.”

Kulihat Jessica hanya menatapku dengan raut penasaran di wajahnya.

“Kami permisi dulu. Kita harus mendiskusikannya lagi,” tutur Mr. Jung pada appa.

Dahiku mengernyit. Apa yang sedang dibicarakan appa dengan Mr. Jung?

“Aish, kau ini benar-benar tidak sopan. Sikap macam apa itu? Apalagi di depan calon mertua dan calon istrimu sendiri . . . “ keluh appa.

Mianhae, appa. Tapi, ini sangat penting bagiku,” tuturku.

Wae?

Sebenarnya ada sedikit keraguan dalam diriku, namun aku tidak bisa menolak rasa penasaranku ini.

“Apakah appa masih ingat dengan sahabat appa dulu? Maksudku Tuan Im . . . “

Seketika raut wajah appa terlihat terkejut mendengar ucapanku. “Kenapa kau tiba-tiba mengungkitnya kembali?”

“Itu karena . . . aku sudah bertemu dengan putrinya,” lanjutku.

Mwo? Maksudmu Im Yoona?”

Aku mengangguk pelan. Kulihat wajah appa tampak kaget dan sedikit tidak percaya dengan pengakuanku.

Jinjja? Apa kau benar-benar yakin?”

Ne, appa. Aku sangat yakin jika dia adalah Im Yoona, orang yang aku tunggu selama ini, jodoh pertamaku.”

Appa terlihat memandangku dengan raut wajah sedih.

“Apa sampai sekarang, kau masih tidak bisa melupakan yeoja itu?”

Sesaat aku terdiam. Lalu kupandang appaku yang tampak menatapku serius.

Ne. Selamanya aku tidak akan pernah melupakannya . . . “ jawabku bersungguh-sungguh.

Tiba-tiba appa beranjak dari duduknya dan terlihat berjalan mendekati arah jendela.

“Lebih baik kau lupakan saja dia! Kau ini kan sudah dijodohkan dengan Jessica. Selain itu, pertunangan kalian akan segera dilaksanakan.”

Aku sontak terkejut mendengarnya. “Ani, aku tidak mau bertunangan dengan Jessica.”

“CHO KYUHYUN!”

Aku menatap appa dengan wajah memelas. “15 tahun. Aku sudah menahan perasaan itu selama 15 tahun. Itu sangat berat bagiku. Aku berusaha menerima Jessica, tapi tetap tidak bisa. Aku hanya menganggapnya sebagai teman, tidak lebih dari itu. Sungguh appa, aku tidak bisa melupakan Im Yoona. Aku sangat mencintainya . . . “

Sekilas aku merasa tatapan tajam dari appa. “Jika kau kembali berhubungan dengannya, itu akan membuatnya menderita. Lebih baik kau jauhi dia . . “

“Apa maksud appa?” tanyaku terkejut.

Kulihat appa hanya diam.

Appa menyembunyikan sesuatu dariku?”

Appa justru berbalik membelakangiku. “Kau tidak perlu tahu.”

Amarahku seketika memuncak saat mendengarnya. “Aku bukan lagi anak umur 8 tahun, appa! Yang hanya bisa diam, tidak melakukan apa-apa, menuruti ucapan orang tua, hingga melepaskan kebahagianku sendiri.”

Kulihat appa tidak bergeming dan tetap membelakangiku.

“Baik. Jika appa tidak mau memberitahuku, aku akan mencari sendiri jawabannya.”

Aku bergegas keluar dari ruang kerja appa dan kubiarkan langkah kakiku menuju tempat yang ada dalam pikiranku sekarang.

Author POV

TOK TOK! Mrs. Im bergegas membukakan pintu saat mendengar ada seseorang yang mengetuk pintunya. Dirinya terkejut saat mendapati Kyuhyun sudah berdiri di balik pintunya.

“Kyuhyun-ssi . . . “

Kyuhyun tersenyum tipis. “Aku ada perlu denganmu, ahjumma . . . “

Mrs. Im terdiam. Dilihatnya wajah Kyuhyun tampak serius menatapnya.

Ne, masuklah . . . “

Kyuhyun langsung duduk di ruang tamu. Mrs. Im tampak pergi ke dapur sebentar, menyiapkan minuman untuk Kyuhyun.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Mrs. Im

Ahjumma . . . kau benar-benar tidak ingat padaku?”

Mrs. Im terkejut dengan pertanyaan namja yang duduk di depannya.

“Tentu aku ingat, kau adalah teman Eunhyuk bukan?”

Kyuhyun tahu jika Mrs. Im tampak mengelak. “Maksudku, 15 tahun yang lalu . . . “

Mrs. Im hanya tersenyum tipis. “Jadi kau sudah tahu rupanya.”

“Jadi benar? Kalian adalah keluarga Im? Sahabat baik appaku?”

Mrs. Im mengangguk pelan. Seketika tubuh Kyuhyun melemas.

“Jika benar kau mengingatnya, begitu juga dengan appa, kenapa Yoona justru tidak mengingatnya?”

Mrs. Im terdiam. Yeoja paruh baya itu terlihat sulit untuk memberitahukan kenyataan yang mungkin akan membuat namja itu terluka.

Ahjumma . . .

Mrs. Im menghela nafas. “Itu karena . . . Yoona mengalami amnesia.”

Mata Kyuhyun terbelalak. “Jangan bercanda . . . “

“Apa kau masih ingat dengan kecelakaan yang dialami Yoona 15 tahun yang lalu?” tanya Mrs. Im

Kyuhyun tidak menjawab. Namja itu masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.

“Sejak kecelakaan itu, saat putriku tersadar, dia sama sekali tidak ingat akan peristiwa yang dialaminya. Dia tidak ingat jika dia tertabrak mobil, tentang musibah yang menimpa keluarga kami, keluarga Cho, termasuk tentang dirimu. Bahkan dia tidak ingat akan perjodohan kalian waktu itu . . . “ tutur Mrs. Im

Seperti pukulan keras mengenai kepala Kyuhyun. Namja itu shock luar biasa, usai mendengar pengakuan Mrs. Im.

“Benarkah itu?”

Mrs. Im hanya terdiam, berusaha menahan air matanya yang hampir keluar. “Untuk itulah, kumohon padamu agar tidak menemuinya lagi . . “

Wae?

“Jika kau menemuinya, bahkan mendekatinya dan berniat menjalin hubungan dengannya, aku khawatir ingatan Yoona akan muncul kembali dan membuatnya teringat kembali akan trauma yang dialaminya saat itu . . . “

Namja di depannya terlihat tak berdaya. Tubuhnya melemas, bibirnya kelu untuk mengeluarkan kata, hingga membuatnya diam.

“Apakah appaku tahu masalah ini?” tanya Kyuhyun. Matanya tampak mulai berkaca-kaca.

Mrs. Im mengangguk pelan. Membuat Kyuhyun semakin terpukul.

“Termasuk Eunhyuk?” Namja itu teringat atas sikap Eunhyuk yang tiba-tiba menyuruhnya menjauhi Yoona tanpa alasan yang jelas.

Kyuhyun hanya diam saat melihat Mrs. Im mengangguki pertanyaannya. Ia merasa telah dibohongi. “Kalian tega sekali. Selama 15 tahun aku memendam perasaanku pada Yoona. Aku hanya diberitahu jika Yoona dan keluarganya pindah ke luar negeri dan memilih menetap di sana. Saat itu aku benar-benar kecewa dan terpukul. Aku sangat khawatir akan kondisinya usai mengalami kecelakaan itu. Appa berusaha menghiburku dan memutuskan untuk menjodohkanku dengan orang lain. Tapi aku sama sekali tidak menginginkannya. Sampai kapanpun tidak akan pernah ada orang yang dapat menggantikan posisinya di hatiku . . . “

Mrs. Im tahu perasaan yang dirasakan Kyuhyun. Ia tahu namja itu benar-benar tulus mencintai putrinya. Begitu juga dengan perasaan Yoona terhadap Kyuhyun.  Ia tahu persis bahwa Yoona dan Kyuhyun saling mencintai. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa.

Usai menemui Mrs. Im, Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke rumah. Saat berjalan menuju mobilnya, langkahnya tampak gontai, namja itu kehilangan keseimbangannya dan hampir jatuh.

“Tuan Muda . . .” Kim unjeonsa bergegas mendekati Kyuhyun sebelum namja itu jatuh.

Gwaenchana . . . “ Kyuhyun berusaha mengendalikan perasaannya yang terluka. Kim unjeonsa membukakan pintu mobil untuknya. Saat namja itu hendak masuk, tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depan rumah Yoona. Kyuhyun memperhatikan sejenak. Dilihatnya Eunhyuk dan Yoona tampak keluar dari dalam mobil itu. Kyuhyun tidak bisa berkata apapun. Namja itu hanya menatap keduanya dengan tatapan luka dari hatinya. Apalagi saat dilihat Eunhyuk mendekati Yoona dan menggenggam tangannya. Membuat hati Kyuhyun semakin tersiksa.

Kyuhyun kembali masuk ke mobilnya. Menyuruh Kim unjeonsa untuk bergegas pulang ke rumah. Saat mobil melewati Eunhyuk dan Yoona, Kyuhyun meneteskan air mata. Namja itu terlihat tidak sanggup untuk menahannya. Ia dapat merasakan bahwa Yoona menoleh ke arahnya hingga mobil itu menjauh dari pandangan yeoja itu.

Yoona POV

Usai Eunhyuk mengantarku pulang, aku langsung beristirahat di kamarku. Kupejamkan mataku sejenak, memikirkan peristiwa yang terjadi hari ini. Sungguh, aku sangat penasaran apa yang terjadi dengan Kyuhyun. Pertanyaan namja itu selalu terbesit di pikiranku.

“Lihat aku?! Kau benar-benar tidak mengenaliku??”

Aish, aku benar-benar tidak mengerti. Kenapa dia mengatakan seolah kami pernah saling mengenal sebelumnya? Aku mencoba mengingat, tapi . . . ah, lagi-lagi aku merasa sakit di kepalaku.

TOK TOK! Kudengar suara ketukan dari balik pintuku. Aku beranjak dari ranjangku dan bergegas membuka pintu. Kulihat eomma sudah berdiri dengan celemek terpasang di tubuhnya.

“Sudah waktunya makan malam . . . “

Aku mengangguk pelan lalu mengikuti eomma menuju ruang makan. Eomma mengambilkan nasi untukku dan kami pun menikmati makan malam kami seperti biasa, hanya berdua, tanpa kehadiran appa. Sungguh, aku sangat merindukannya.

Appa . . . kapan dia akan kembali, eomma?” tanyaku lirih.

Kulihat eomma menatapku dengan tatapan sedih. Aku tahu, eomma juga merasakan hal yang sama.

“Entahlah, tapi aku yakin appa pasti akan kembali . . . “

Aku terisak mendengarnya. Kuusap air mataku yang nyaris jatuh membasahi wajahku. Aku tidak boleh menunjukkan kesedihanku di depan eomma, karena aku tahu eomma jauh lebih merasa sedih daripada aku.

Eomma, kita harus hidup dengan bahagia. Ne?

Eomma  tersenyum ke arahku sembari menggenggam tangan kananku.

“Tentu. Kita harus hidup bahagia . . . “

Senyum mengembang di wajahku saat kulihat eomma tersenyum.

“Ngg . . . tadi saat aku pulang diantar Eunhyuk, aku melihat Kyuhyun terlihat keluar dari rumahku. Apa dia menemuimu, eomma?

Seketika raut wajah eomma terlihat gelisah saat aku menanyakannya.

Ne, dia hanya datang berkunjung saja . . .”

“Begitu rupanya, kukira dia mencariku . . . “

Eomma terlihat memperhatikanku. “Wae?

Ani, aku hanya penasaran. Apa yang terjadi dengannya? Tadi pagi, dia datang menemuiku saat aku tiba di kafe Sooyoung. Namja itu tiba-tiba memelukku bahkan hingga menangis. Berkali-kali mengucapkan kata yang aneh. Dia bertanya apakah aku sama sekali tidak mengenalnya. Menyuruhku untuk melihatnya dengan seksama sembari menanyakan itu. Sungguh aku tidak mengerti, pertanyaannya itu seolah-olah kami sudah mengenal sebelumnya. Padahal kami baru mengenal 2 minggu yang lalu . . . “

Kulihat eomma tampak tesedak usai mendengar pengakuanku. Aku terkejut dan bergegas berjalan mendekati eomma, mengusap-usap punggungnya agar kondisinya kembali stabil.

Eomma . . .

Gwaenchana, aku ke toilet sebentar . . “

Aku hanya terdiam dan tidak berkata apa-apa saat kulihat eomma berjalan menuju toilet. Perhatianku tertuju pada sebuah kotak di atas rak ruang makan. Karena penasaran, aku ambil kotak itu dan membukanya. Kulihat ada beberapa lembar foto yang tersimpan didalamnya.

“Aneh, kenapa diletakkan di sini . . . “

Aku memperhatikan foto itu satu-persatu. Ini adalah foto saat aku masih kecil. Banyak kenangan yang aku miliki saat kami masih berkumpul bersama. Air mataku kembali menetes tiap kali aku melihat foto dimana aku, eomma dan appa terlihat bahagia dalam foto itu. Tiba-tiba ada sebuah foto yang menarik rasa penasaranku. Foto siapa ini? Kulihat kami sekeluarga sedang berfoto bersama dengan orang lain. Sepertinya mereka juga satu keluarga. Tampak seorang namja berdiri berdampingan denganku mengenakkan jas formal sedangkan aku mengenakkan gaun berwarna merah muda. Tanganku mengusap-usap foto itu.

Aku ingat, namja ini selalu hadir dalam mimpiku. Tapi siapa dia?

“Ah . . . “ Kembali aku merasakan rasa sakit di kepalaku. Ini benar-benar aneh. Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Aku memperhatikan foto yang kini kupegang, kepalaku justru semakin sakit. Aku mencoba berdiri untuk mengambil peralatan obat, tapi terlambat. Seketika pandanganku gelap.

Author POV

“YOONA!” Mrs. Im terkejut saat mendapati putrinya jatuh pingsan di depan meja makan. Yeoja paruh baya itu bergegas menghubungi Eunhyuk karena namja itu pernah berpesan jika terjadi sesuatu pada Yoona untuk segera memberitahunya.

Yeoboseyo . . .

“Eunhyuk-ssi, Yoona jatuh pingsan lagi,” seru Mrs. Im panik.

Mwo? Sebaiknya ahjumma memanggil ambulance, nanti kita bertemu di rumah sakit,” balas Eunhyuk.

KLIK! Mrs. Im beralih menekan nomor telepon rumah sakit untuk memanggil ambulance.

Beberapa saat kemudian mobil ambulance datang. Yoona segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan pertama. Mrs. Im tampak cemas menemani putrinya yang tak kunjung sadarkan diri. Begitu tiba di rumah sakit, Yoona segera dibawa ke ruang UGD. Mrs. Im tampak menunggu di luar ruangan dengan perasaan cemas. Tak lama kemudian Eunhyuk tiba di rumah sakit.

Ahjumma . . . eotohge?” tanya Eunhyuk tak kalah panik.

“Dokter sedang menanganinya,” jawab Mrs. Im.

“Apa yang terjadi? Mungkinkah rasa sakit itu kambuh lagi?”

Mrs. Im menggeleng pelan. “Molla. Kami sedang makan malam bersama, lalu aku tinggal sebentar ke toilet, begitu kembali aku sudah melihat Yoona jatuh pingsan di depan meja makan.”

Namja itu terdiam. Keduanya tampak cemas dengan kondisi Yoona.

Hampir satu jam Yoona berada di ruang UGD. Dokter Kim yang menangani kondisinya tampak keluar dari ruangan.

“Dokter Kim, bagaimana kondisinya?” tanya Eunhyuk.

“Kondisinya sudah stabil, tapi masih belum sadarkan diri. Kami akan memindahnya ke ruang pasien,” jawab Dokter Kim.

“Apakah putriku baik-baik saja, Dokter?” tanya Mrs. Im. Disampingnya tampak Eunhyuk berusaha menguatkannya.

Ne, tapi ada yang ingin saya bicarakan dengan kalian. Mari ke ruangan saya . . . “

Mrs. Im dan Eunhyuk tampak saling pandang. Keduanya bergegas menuju ruangan Dokter Kim.

“Sebenarnya ada apa?” tanya Eunhyuk penasaran.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi pasien. Dari apa yang kami temukan, ada gumpalan darah dalam kepalanya. Saya menduga bahwa pasien pernah mengalami kecelakaan hebat,” tutur Dokter Kim.

Mrs. Im mengangguki penuturan Dokter Kim. “Ne, Yoona pernah mengalami kecelakaan saat berusia 8 tahun. Dia tertabrak mobil hingga mengalami luka serius di kepalanya.”

“Apa yang terjadi selanjutnya?”

Mrs. Im menatap Eunhyuk sejenak. Namja itu juga terlihat serius memperhatikannya. ”Yoona mengalami koma selama 1 bulan. Saat tersadar, Yoona sama sekali tidak ingat dengan peristiwa yang dialaminya. Peristiwa sebelum kecelakaan. Dia hanya mengingat namanya saja dan nama orang tuanya. Untuk orang-orang yang pernah ditemuinya sama sekali tidak ingat.”

Dokter Kim tampak berpikir. “Dia terkena amnesia?”

Mrs. Im mengangguk. “Kami memang terkejut saat itu, dan diagnosa dokter yang merawatnya mengatakan bahwa Yoona memang mengalami amnesia.”

“Apakah selama ini kalian memaksa Yoona untuk mengingat masa lalunya itu?”

Ani, kami membiarkan saja. Kami khawatir jika Yoona mengingatnya, trauma itu akan muncul kembali,” jawab Mrs. Im.

Dokter Kim menghela nafas. Eunhyuk semakin penasaran dengan kondisi Yoona.

“Dokter Kim . . . “

“Saya tidak tahu, apakah ini kabar yang menggembirakan atau justru sebaliknya,”

Dahi Eunhyuk mengernyit. Sesaat ia memperhatikan Mrs. Im yang juga terlihat penasaran.

“Apa maksud, Dokter?”

“Gumpalan darah dalam kepala pasien . . . perlahan mulai berkurang,” jawab Dokter Kim.

“Berkurang?” Eunhyuk dan Mrs. Im semakin bingung.

“Ada kemungkinan, ingatan pasien dapat pulih kembali . . . “ lanjut Dokter Kim.

Mwo?!” Eunhyuk dan Mrs. Im tampak terkejut.

“Maksudmu, putriku bisa mengingat kembali peristiwa sebelum dia mengalami kecelakaan?”

Dokter Kim mengangguk. Mrs. Im menatap Eunhyuk dengan raut wajah kecemasan. Namja disampingnya juga hanya menatapnya dengan tatapan kosong. Dalam hatinya ada ketakutan yang amat sangat. Mungkinkah yeoja yang dicintainya akan ingat kembali pada jodoh pertamanya, Cho Kyuhyun?

-TBC-

signature

23 thoughts on “My First Mate – Chapter 5

  1. HaeNy_Choi93 says:

    Semoga Yoona bisa cepet inget sma Kyu, kasian jg si Kyuppa,.. Iy nh.. Sebenernya Hyuk n Yoona dh jadian blum sh..? Biar Hyuk buat Sica aj.. Hehe FF’x mkin keren nh Risma Eonni.. Next part, cepet ya..??

  2. rindafishy says:

    Aishh kasihan si Kyuhyun nya *ng tega ihh😦
    Padahal bener2 cinta sama yoona ..
    Moga ntar yoona kembali deh sama kyuhyun🙂
    part ini bikin campur aduk perasaan , penasaran yoona tu uda jadian sama eunhyuk apa blom sih thor ??
    Ttop deh buat author nya yg selalu bkn penasaran d setiap chapter , jd ng bisa terlewatkan ff nya yg makin baguss ..
    Ditunggu part selanjut nya thor , fighting🙂

    • risma says:

      author juga kasihan nih sama kyuhyun😦
      hehe kalo masalah hubungan yoona dan eunhyuk, ditunggu aja deh di part selanjutnya, mudah2an bisa terjawab ya
      gomawo chingu😀

  3. mimin says:

    akankah yoona kembali mengingat semua masa lalunya?
    Di tunggu kelanjutannya…..neng.. Klw bisa typo nya di hilangkan ya…. Thank’s

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s