Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 1


srghyomyboss

Title : 

“Saranghaeyo, My Boss!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Choi Siwon Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Genre :

Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

KRING! Terdengar alarm jam weker yang berbunyi keras dan bersiap membangunkan siapa saja yang tertidur. Umumnya tiap orang langsung terbangun tiap kali mendengar suara keras dari jam weker yang berbunyi. Tapi tidak berlaku bagi sosok yeoja yang tengah tertidur pulas dengan selimut tebal yang menyelimuti tubuhnya. Yeoja bernama Im Yoona, berusia 20 tahun, tinggal sendirian di rumah kontrakan kecil semenjak kedua orang tuanya meninggal, tampak masih tertidur pulas di balik selimut tebalnya.

Yoona segera meraih jam weker yang tidak jauh dari tempat tidurnya meskipun dengan mata setengah terpejam. Seketika ia langsung melempar jam weker itu hingga membentur tembok kamarnya dan pecah. Yeoja itu memilih kembali melanjutkan mimpinya.

Chakkaman . . . “ Tiba-tiba Yoona tersadar dengan tindakan yang baru saja dilakukannya. Ia menarik selimutnya lalu beranjak dari tempat tidurnya, berjalan menuju jam wekernya yang sudah pecah dan berserakan di lantai.

Yoona mengambil beberapa bagian jam weker yang sedikit retak. Seketika matanya terbelalak.

“Jam 8?!” pekiknya keras.

Yeoja itu langsung bergegas menuju kamar mandi dan bersiap-siap. Ya, kesalahan sama kembali terulang. Terlambat bangun yang mengakibatkan dirinya terlambat masuk kerja. Sudah berapa kali ia terlambat masuk kerja?

Yoona POV

Begitu selesai mandi dan berganti pakaian, aku bergegas mengambil tasku dan berangkat ke tempat kerja. Aku tidak sempat sarapan karena waktu memang sudah mendesakku. Aku melirik ke arah jam tanganku, hampir jam 9. Kupercepat langkahku menuju halte bis terdekat.

Tunggu, sepertinya itu bis yang seharusnya kunaiki. Ah, pintu bis sudah tertutup dan mulai bergerak meninggalkan halte.

Chakkaman . . . !!” Aku berlari sambil berteriak agar bis itu mau berhenti. Tapi, ternyata aku memang sedang sial hari ini. Bis itu tetap melaju dan terlihat semakin menjauh. Nafasku terengah-engah. Terpaksa aku jalan kaki menuju tempat kerjaku. Jalan kaki? Ah, kurasa tidak akan cukup. Lebih baik aku berlari saja. Tak peduli dengan rasa lapar yang terus menderaku. Kemungkinan besar mendapat marah dari bosku tidak dapat kuhindari lagi.

Saat ini, aku bekerja di sebuah restoran yang lokasinya cukup jauh dari tempat tinggalku. Aku bekerja sebagai pelayan dan hampir 2 minggu aku bekerja di sana. Bukan peningkatan yang seharusnya kulakukan saat bekerja, aku justru sering melakukan kesalahan. Misalnya saja kesalahan sederhana yang sedang kulakukan ini, terlambat masuk kerja. Ini sudah hampir yang ke-7 kalinya. Aku tidak dapat membayangkan wajah bosku saat melihatku kembali terlambat masuk kerja.

Keringat mengucur membasahi wajahku, penampilanku benar-benar kacau. Hampir setengah jam aku menempuh perjalanan menuju tempat kerjaku dengan berlari. Biasanya jika aku naik bis, cukup 10 menit saja sudah sampai.

Aku berhenti di depan restoran yang terlihat sudah buka sejak 30 menit yang lalu. Kulihat sosok namja yang sedang merapikan meja pengunjung langsung menatap ke arahku.

“Yoona-ya!” Namja itu langsung bergegas menghampiriku.

“Donghae-ah . . . “ rengekku dengan nafas terengah-engah.

“Kau terlambat lagi?” tanyanya ke-7 kalinya. Aku hanya tersenyum tipis sambil menelan ludah saat kulihat sosok yeoja sudah berdiri di belakangnya sambil menatap tajam padaku.

“Terlambat lagi? Sudah berapa kali kau melakukannya?”

Jung Jessica, yeoja yang sejak awal sangat menolak aku bekerja di sini sudah berdiri tepat di depanku dengan kedua tangan terlipat di dadanya. Aku menoleh ke arah Lee Donghae, namja yang sangat baik dan selalu membantuku dalam bekerja. Aku memasang wajah memelas padanya, berusaha meminta bantuan sekali lagi, tapi yang kulihat dia hanya tersenyum sambil menggeleng pelan.

“Ikut aku!” suruh Jessica sambil menarik lenganku.

Aku berusaha diam dan tidak mau menurutinya. Karena aku sudah tahu kemana dia akan membawaku.

“Ngg . . . bisakah aku sekali lagi meminta bantuan darimu?” tanyaku pada Jessica sambil berusaha tersenyum. Mungkin aku benar-benar terlihat konyol dan tidak tahu malu.

Kulihat Jessica menyipitkan matanya. Seketika tangannya mencengkeram erat tanganku dan menarikku menuju ruang kerja bos.

“Im Yoona, kau tidak bisa lari lagi sekarang . . . “ ucap Jessica sambil tersenyum menyeringai.

Author POV

Yoona berusaha kabur dari cengkeraman Jessica yang menariknya menuju ruang kerja bos. Yeoja itu terlihat takut, sementara Jessica tampak bersemangat untuk membuat yeoja yang ditariknya itu mendapat masalah besar.

TOK! TOK!

“Masuklah . . . “

Jessica langsung membuka pintu dan bergegas masuk ke ruang kerja bosnya. Dilihatnya bosnya itu tengah memeriksa berkas penjualan untuk bulan Maret ini.

“Aku bawa dia, Bos!” seru Jessica sambil mendorong Yoona masuk.

Yoona hanya menunduk dan terlihat tidak berani menatap wajah bosnya.

“Kau boleh keluar . . . “

Begitu mendengarnya, Jessica langsung keluar ruangan. Yeoja itu terlihat puas dan sangat menantikan hari-hari ini. Apalagi jika bukan saat Yoona akan diberhentikan dari pekerjaannya.

Suasana berubah tegang. Yoona masih menunduk di hadapan bosnya. Cho Kyuhyun, namja yang lebih tua 5 tahun darinya. Sangat perhitungan, disiplin, bisa dikatakan perfectionis. Selalu menuntut apapun itu harus sempurna. Saat ini tengah menatapnya dengan tatapan yang seolah sudah terbiasa terhadap kesalahan yang dilakukannya.

“Ada yang ingin kau katakan padaku?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum.

Seketika bulu kuduk Yoona merinding. Ia tahu senyum bosnya itu menunjukkan makna lain.

“Aku . . .” Yoona tidak bisa mengeluarkan kata sedikitpun, bibirnya terasa kelu.

BRAK! Kyuhyun langsung membanting berkas yang sedang dipegangnya itu.

“Kau terlambat lagi!!” bentaknya keras.

Yoona langsung mengusap-usap dadanya. Rasanya jantung Yoona mau lepas saat mendengar teriakan bosnya itu. Walau sebelumnya ia masih bisa menghadapi amarah Kyuhyun, tapi kali ini tamatlah sudah.

“Kau tahu sekarang jam berapa?” tanya Kyuhyun.

“Ngg . . . “ Yoona terdiam sejenak. “Hampir jam 10.”

“Itu artinya kau terlambat 1 jam?”

Yoona langsung menggeleng, “Ani, aku hanya terlambat 30 menit.”

Seketika yeoja itu langsung menutup mulutnya karena kelepasan bicara. Dilihatnya Kyuhyun berdiri dan mendekat ke arahnya.

Jeongmal mianhae. Aku tahu aku melakukan kesalahan, tapi aku sudah berusaha mati-matian untuk datang tepat waktu, bos. Kumohon jangan pecat aku . . . “ tutur Yoona sambil menunduk.

KROEEK! Tiba-tiba terdengar bunyi aneh di ruangan itu. Kyuhyun yang semula berniat kembali membentak Yoona tampak kaget dan penasaran dengan asal bunyi tersebut.

“Suara apa itu?”

Yoona terdiam sejenak lalu terlihat memegang perutnya sambil terkekeh ke arah Kyuhyun.

“Suara perutmu?” tanya Kyuhyun menatap tidak percaya.

Yoona tidak menjawab, hanya senyuman tipis yang tergambar di wajahnya. Wajahnya tampak memerah karena malu. Namun tetap tidak mengurangi rasa cemasnya akan nasib pekerjaannya itu.

Kyuhyun mulai kehilangan kesabarannya. Ia menghela nafas dan terlihat memalingkan wajahnya ke arah lain. “Sudahlah! Cepat kembali bekerja.”

Serasa ada air segar langsung mengguyur tubuh Yoona. “Bekerja? Jadi, aku masih boleh . . . “

“Ini kesempatan terakhir yang kuberikan padamu. Jika kau kembali melakukan kesalahan, kau tahu sendiri akibatnya . . .” tutur Kyuhyun.

Yoona langsung berteriak senang. Membuat bosnya kaget mendengar teriakannya yang keras itu.

Ne, aku janji padamu! Kali ini aku tak akan mengecewakanmu!” ucap Yoona girang. Yeoja itu langsung berbalik dan keluar meninggalkan ruang kerja Kyuhyun.

Kyuhyun menatap pintu ruang kerjanya yang tampak masih terbuka. Namja itu hanya tersenyum tipis.

“Dasar . . .”

Kyuhyun POV

Aku kembali fokus dengan pekerjaanku begitu Yoona keluar dari ruanganku. Sesaat aku memang tidak bisa menahan rasa geliku. Benar-benar konyol. Tiap kali aku mengingat suara perutnya yang berbunyi itu, aku tidak dapat menahan tawa.

“Sedang menertawakan apa?”

Aku menoleh kaget ke arah suara yang mengejutkanku.

Ajussi, kau rupanya,” tuturku saat melihat Shin ajussi sudah berdiri di depan pintu. Dia adalah adik dari eommaku. Saat ini aku memang tinggal bersamanya, selama orang tuaku tinggal di luar negeri karena tuntutan pekerjaan. Aku mengelola bisnis restoran yang sebelumnya didirikan eommaku ini. Tapi aku tidak melakukannya sendiri. Shin ajussi sering membantuku dalam banyak hal.

“Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang sedang kau tertawakan?” tanya Shin ajussi penasaran.

Ani, bukan hal yang penting,” ucapku sembari fokus pada pekerjaanku.

Kulihat Shin ajussi tidak bertanya lagi padaku. Disodorkannya secangkir teh hangat di atas mejaku.

“Untukmu, agar kau jauh lebih rileks dan tidak stress,” tutur Shin ajussi. Ia pun bergegas keluar dari ruanganku.

Chakkaman . . .

Shin ajussi menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku.

“Suruh Yoona untuk makan, sepertinya dia belum sarapan pagi ini,” ucapku lirih.

Seketika dapat kulihat wajah Shin ajussi yang tersenyum lebar ke arahku.

“Wah, sejak kapan kau peduli dengannya? Bukankah kau sering terlihat kesal dan stress akibat kecerobohan yang dilakukannya?” goda Shin ajussi padaku.

“Aish, sudahlah! Aku hanya tidak mau pekerjaannya menjadi tidak becus hanya karena menahan lapar,” elakku.

Arraseo, arraseo. Aku akan menyuruhnya makan, kau jangan khawatir . . .” ucap Shin ajussi sambil tersenyum ke arahku.

Mwo?!” Kulihat Shin ajussi tampak keluar dari ruanganku.

“Siapa yang mengkhawatirkannya?” gumamku lirih.

Yoona POV

Lega rasanya, aku masih diizinkan bekerja di sini. Saat ini aku sedang membersihkan meja pengunjung yang tampak kotor. Donghae menghampiriku sambil membawa nampan di tangannya.

“Kau senang?” tanyanya padaku.

“Tentu saja.” Kulirik Jessica yang terlihat sedang berdiri di depan meja kasir. Aku bergegas menghampirinya.

“Huh, sedang apa kau berdiri di sini? Cepat lanjutkan pekerjaanmu!” suruhnya padaku.

Aku tersenyum sinis ke arahnya. “Kau ingin sekali aku dipecat ya? Sayang sekali, keberuntungan masih ada padaku.”

Jessica hanya tersenyum tipis. “Aku yakin kau pasti akan dipecat nantinya. Ya, mungkin memang belum waktunya sekarang.”

Rasanya aku benar-benar kesal tiap melihat wajahnya yang selalu menatapku dengan kebencian. Tapi, aku paling tidak bisa membenci orang sampai berlebihan. Karena aku selalu beranggapan, jika dalam bekerja kita tidak bisa menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja, pasti nantinya kita sendiri yang mengalami kesulitan. Jadi kubiarkan saja perlakuannya itu padaku.

“Yoona-ssi . . .”

Aku menoleh ke arah suara yang membuyarkan lamunanku. Kulihat Shin ajussi sudah berdiri di sampingku.

Ne, ajussi . . .

“Ikut aku,” ajaknya sambil masuk ke pantry. Aku pun mengikutinya dari belakang. Sesaat, aku memegang perutku yang kembali terasa lapar.

“Kau belum sarapan bukan? Kyuhyun menyuruhku mengajakmu makan,” tuturnya sembari menyodorkan sepiring sandwich padaku.

Aku terkejut. Tidak kusangka bos yang kunilai sangat dingin dan menyebalkan itu bisa memberi perhatian terhadap karyawannya. Atau, jangan-jangan hanya karena kejadian tadi saat perutku tidak bisa diajak kompromi. Benar-benar memalukan.

“Bukankah sebentar lagi jam makan siang? Lebih baik aku makan nanti saja,” ucapku merasa tidak enak.

Kulihat Shin ajussi menggeleng keras. “Ani, setidaknya kau harus makan dulu. Ini semua perintah Kyuhyun, dia tidak mau jika kau tidak dapat berkonsentrasi bekerja karena kau menahan lapar.”

Sudah kuduga, sikap bosku itu pasti masih berhubungan dengan pekerjaanku. Aku pun hanya tersenyum tipis sembari mengambil sandwich yang sudah dihidangkan.

Author POV

Jam makan siang hampir selesai. Suasana restoran yang semula ramai tampak sedikit sepi. Beberapa pengunjung masih terlihat menikmati makan siang mereka. Yoona masih sibuk mengantarkan pesanan kepada pengunjung.

“Selamat menikmati hidangannya . . .” ucapnya lalu bersiap kembali ke pantry.

Chakkaman, apa kau pelayan baru disini?” tanya pengunjung itu pada Yoona.

Yoona terkejut dan terlihat berbalik. “Ne.”

Dilihatnya namja itu tersenyum. “Pantas aku baru pertama kali melihatmu. Dia benar-benar cantik . . .” bisiknya pada temannya.

Yoona terlihat bingung dan tidak merespon. Yeoja itu memilih berbalik meninggalkan pengunjung tersebut.

“Hei, kau mau kemana? Tidak bisakah kau menemaniku makan siang?” ucap namja itu sambil tersenyum lebar ke arah Yoona.

Yoona mulai merasakan gelagat mencurigakan dari pengunjung tersebut. Yeoja itu hanya membungkuk. “Mianhae, aku harus kembali bekerja.”

Yoona sudah bersiap berbalik, tanpa diduga namja itu langsung menarik tangannya.

“Sebentar saja . . .” goda namja itu sambil terkekeh. Begitu juga dengan kedua temannya.

“Lepaskan . . .” Yoona terlihat meronta. Tapi ucapannya itu tidak dipedulikan oleh pengunjung tersebut. Donghae yang sejak tadi turut memperhatikannya dari meja kasir langsung mendekat ke arah Yoona.

Mianhae, Tuan. Tolong jangan membuat keributan di sini,” tuturnya pada pengunjung tersebut. Berusaha membantu Yoona agar terlepas dari gangguan pengunjung itu.

“Aku tidak ada urusan denganmu. Lebih baik kau lanjutkan pekerjaanmu. Aku hanya ada perlu dengannya,” ucap namja itu pada Yoona.

Yeoja itu kembali meronta. Donghae semakin kesal melihatnya. Dengan paksa, ia langsung menarik Yoona agar berpindah di belakangnya. Kontan membuat pengunjung tersebut naik darah.

“Aish, kau ini benar-benar mengganggu saja!!” ucapnya kesal, kedua temannya tampak langsung berdiri di sampingnya.

Namja itu bersiap melayangkan pukulan pada Donghae.

“Ada apa ini?”

Semua menoleh ke arah suara yang mengejutkan mereka. Yoona terlihat bersembunyi di belakang Donghae saat melihat bosnya berjalan mendekati mereka.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun pada Donghae.

“Pengunjung ini terlihat mengganggu Yoona saat bekerja, aku sudah menyuruhnya untuk tidak membuat keributan. Tapi, dia sama sekali tidak mau mendengarnya, bos.”

Perhatian Kyuhyun langsung beralih pada pengunjung yang kini menatapnya usai mendengar penjelasan Donghae.

“Kau pemilik restoran ini? Karyawanmu ini sudah bertindak kurang ajar padaku, benar-benar mengganggu saja . . .” ucap pengunjung itu pada Kyuhyun.

BUG! Kyuhyun langsung mendaratkan satu pukulan keras di wajah namja itu. Semua tampak terkejut. Donghae dan Yoona hanya menatap kaget ke arah bosnya itu. Sementara Jessica dan Shin ajussi terlihat shock melihatnya dari meja kasir.

“Aku tidak suka jika ada yang membuat keributan di restoranku. Lebih baik kau cepat keluar,” suruh Kyuhyun.

Dilihatnya pengunjung tersebut hanya menatap tajam ke arahnya.

“KELUAR!”

Ketiga orang itu langsung beranjak dan bergegas keluar dari restoran. Donghae dan Yoona tampak terdiam usai melihat tindakan bosnya yang terlihat sangat marah tersebut. Kyuhyun langsung menatap tajam ke arah Yoona yang sejak tadi hanya bersembunyi di belakang Donghae.

“Kau benar-benar pembuat masalah!” bentaknya pada Yoona.

“Bukan aku, mereka sendiri yang memulainya . . .” ucap Yoona membela diri.

Dilihatnya bosnya itu langsung bergegas keluar dari restoran. Jessica dan Shin ajussi mendekat ke arah Yoona dan Donghae.

“Kalian tidak apa-apa?” tanya Shin ajussi.

“Huh, kau ini memang pembuat masalah!” celetuk Jessica pada Yoona.

Yoona langsung menatap tajam ke arah yeoja yang berdiri di samping Donghae. Benar-benar sama persis dengan bosnya.

“Sudahlah, lanjutkan pekerjaan kalian,” tutur Shin ajussi.

Sebelum mereka kembali pada pekerjaan masing-masing, Yoona terlihat memegang tangan Donghae.

“Donghae-ah, gomawo. Kau sudah berusaha menolongku tadi,” tutur Yoona.

Namja itu tersenyum. “Sebagai rekan kerja sudah seharusnya kulakukan itu, lagipula harusnya kau berterima kasih pada bos. Bukan padaku.”

Donghae terlihat berjalan menuju pantry. Sementara Yoona tampak terdiam usai mendengar penuturan Donghae.

Yoona POV

Hari ini benar-benar melelahkan. Restoran hampir tutup. Aku masih sibuk membersihkan beberapa peralatan makan yang tampak menumpuk. Sementara Jessica dan Donghae terlihat sudah bersiap untuk pulang.

“Kau tidak pulang?” tanya Donghae padaku.

Aku menggeleng. “Aku masih harus menyelesaikan tugasku. Lagipula, aku kan datang terlambat, jadi sedikit terlambat pulang juga tidak apa.”

Jessica langsung tersenyum sinis ke arahku. “Baguslah jika kau sadar.”

Aku hanya menatap tajam ke arahnya. Dalam hati aku benar-benar berusaha sabar menghadapi orang seperti Jessica.

“Baiklah, kami pulang dulu. Kau jangan terlalu lelah,” ucap Donghae.

Kulihat Donghae dan Jessica keluar dari restoran. Aku sedikit merenggangkan tubuhku yang terasa kaku.

“Semangat!”

Aku kembali melanjutkan pekerjaanku. Usai membersihkan peralatan makan, aku membersihkan lantai yang tampak kotor. Aku mengepel lantai tersebut agar terlihat lebih bersih. Sembari membersihkan lantai, aku melirik ke arah luar restoran. Perhatianku tertuju pada bosku yang terlihat sedang bersama seorang yeoja tampak mengobrol di depan mobilnya. Siapa yeoja itu? Apa mungkin yeojachingunya?

Kyuhyun POV

Aku berniat mengambil barang yang tertinggal di ruang kerjaku. Saat masuk ke restoran, aku terkejut ketika melihat Yoona masih berada di dalam restoran.

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku.

“Mengepel lantai,” jawabnya singkat.

Aku melirik ke arah jam tanganku. Lalu berjalan mendekat padanya.

“Ini sudah lewat jam bekerja. Sebaiknya kau cepat pulang,” ucapku padanya.

Kulihat yeoja itu hanya mengangguk sembari tetap melanjutkan pekerjaannya. Aku bergegas menuju ruang kerjaku.

Chakkaman . . .

Aku kembali berbalik dan menoleh ke arahnya.

Gomawo, kau tadi siang sudah menolongku,” tutur Yoona.

“Sudahlah, untuk apa kau berterima kasih padaku. Kau ini memang selalu membuat masalah.”

“Bisakah kau tidak memanggilku pembuat masalah?”

Aku terkejut mendengar reaksinya yang tampak tersinggung dengan ucapanku.

“Aku benar bukan? Memangnya kapan kau tidak membuat masalah?” tanyaku padanya.

Kulihat yeoja itu hanya diam dan memalingkan wajahnya.

“Terlambat masuk kerja 7 kali, memecahkan gelas dan piring 2 kali, salah mengantar pesanan pengunjung 5 kali, dan hari ini kau membuat keributan di restoranku,” ucapku terkekeh. Aku memang sampai hafal dengan tindakan yang sudah dilakukannya selama bekerja di restoranku.

Ne, arraseo, arraseo. Baiklah, aku memang pembuat masalah. Kau puas?”

Yeoja itu hanya menatapku dengan wajah cemberutnya.

“Kau juga salah, lantai ini sedang kubersihkan. Kau malah lewat seenaknya, tidak menghargai pekerjaan yang kulakukan,” celetuknya padaku.

Aku tersenyum sinis. “Kau tinggal membersihkannya kembali.”

Mwo?!

“Sudahlah, lebih baik kau cepat pulang,” ucapku padanya.

Kulihat yeoja itu bersiap memukulku dengan tongkat pel yang dipegangnya “Kau, benar-benar . . .” Yeoja itu semakin mendekat ke arahku.

Aku berjalan mundur untuk menghindari pukulannya. Tanpa diduga, ia justru terpeleset dan langsung terdorong ke arahku, hingga akhirnya kami berdua terjatuh di lantai.

“Apa yang kau lakukan?” bentakku keras padanya.

Kulihat tubuhnya menimpa tubuhku. Posisi kami benar-benar tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Yoona berusaha bangkit dari posisinya.

“Kyuhyun-ah . . .”

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. Betapa kagetnya aku saat melihat sosok yeoja sudah berdiri di depan pintu restoranku. Kulihat Yoona  juga tampak kaget dan ikut menoleh ke arahnya.

“Sooyoung-ah . . .”

-TBC-

Akhirnya jadi juga deh untuk part 1 nya. Gimana menurut kalian? Maaf kalo ada typo dan juga ceritanya jika kurang gimana gitu, hehe. Mudah2an di part selanjutnya lebih baik lagi, oke? Gomawo chingu🙂

signature

45 thoughts on “Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 1

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s