My First Mate – Chapter 6


myfirstmatechp6

Title : 

“My First Mate”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Jung Jessica SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Other Cast :

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Genre :

Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini juga sedang jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan raut wajah kacau. Namja itu terlihat stress. Langkah kakinya tampak tidak bersemangat hingga membuat eommanya mencemaskannya.

“Kyuhyun-ssi, gwaenchana?” tanya Mrs. Cho.

Kyuhyun mengangguk sembari tersenyum tipis. Namja itu langsung duduk di samping appanya yang tampak menikmati sarapan sambil membaca koran pagi.

Appa, aku sudah memutuskan masalah pertunanganku dengan Jessica,” tutur Kyuhyun.

Mr. Cho tampak terkejut dengan penuturan putranya.

“Baik, katakan saja . . . “ suruh Mr. Cho.

Kyuhyun menghela nafas sejenak, lalu memperhatikan ke arah eommanya yang tampak serius menatapnya.

“Aku . . . bersedia bertunangan dengan Jessica.”

Kedua orang tua Kyuhyun tampak menoleh kaget ke arahnya. Namja itu terlihat hanya menunduk dengan wajah murung.

Jinjja? Kau sungguh-sungguh menerimanya?” tanya Mrs. Cho ragu.

Ne, eomma . . . “ jawab Kyuhyun.

Mr. Cho tampak memandangi raut wajah putranya. Terlihat jelas jika keputusan yang diambilnya sangatlah sulit.

“Aku tahu keputusan yang kau ambil sangat sulit. Tapi, aku senang karena kau tidak mengecewakanku. Aku bangga padamu,” tutur Mr. Cho.

Kyuhyun tidak menjawab, namja itu memilih diam.

“Seperti yang sudah disepakati dengan Tuan Jung, pertunangan kalian akan dilaksanakan 1 minggu lagi. Lusa kita akan ada makan malam bersama dengan Tuan Jung dan Jessica,” ucap Mr. Cho.

Ne, appa . . . “

Mr. Cho tersenyum. Tapi tidak demikian dengan Mrs. Cho. Ia tahu ada raut kesedihan di wajah putranya itu. Usai Mr. Cho pergi menuju perusahaan, tampak keduanya hanya saling memandang.

“Kau tidak ingin menceritakan sesuatu pada eommamu ini?” tanya Mrs. Cho.

Kyuhyun hanya tersenyum. “Seperti biasa, aku memang tidak bisa berbohong dari eomma.”

Mrs. Cho hanya memandang putranya dengan rasa iba. Ia tahu persis beban pikiran yang ditanggung putra semata wayangnya itu.

Wae?

Kyuhyun menatap eommanya yang sudah duduk di sampingnya itu.

“Apa eomma masih ingat dengan Keluarga Im?”

Mrs. Cho tampak terkejut mendengar pertanyaan Kyuhyun. “Tentu, eomma tidak akan pernah melupakan mereka. Hanya saja, eomma tidak ingin mengungkitnya karena khawatir kau akan kembali mengingat kejadian 15 tahun silam . . . “

Kyuhyun melirik ke arah eommanya. “Sebenarnya, aku sudah bertemu dengan Im Yoona.”

“Im Yoona? Maksudmu putri Tuan Im?” tanya Mrs. Cho terkejut.

Kyuhyun mengangguk. “Bahkan dengan Im Ahjumma juga . . . “

Mrs. Cho tampak semakin kaget mendengar pengakuan putranya itu. “Kau bersungguh-sungguh? Jika benar kau sudah bertemu dengannya, kenapa kau akhirnya memilih menjalani pertunanganmu dengan Jessica? Aku tahu persis sifatmu. Bukankah kau selama ini hanya menuruti kemauan appamu saja? Dalam hatimu yang sebenarnya kau masih memikirkan yeoja itu bukan. Bahkan selama 15 tahun . . . ”

“Apa yang dikatakan eomma memang benar. Tapi, ada alasan yang membuatku mengambil keputusan ini,” tutur Kyuhyun.

“Apa?”

Kyuhyun memandangi wajah eommanya yang terlihat penasaran. Namja itu hanya diam. Terlalu berat menceritakan semua beban pikirannya pada eommanya itu.

Yoona POV

~Yoong . . . kau sudah janji padaku kan? Kita akan selalu bersama selamanya ~

Lagi-lagi mimpi itu datang menghampiriku. Aku membuka mataku dan sudah mendapati diriku berada dalam ruang yang tidak asing bagiku. Sudah kuduga, aku berada di ruang pasien. Sama seperti terakhir kali aku jatuh pingsan.

Ada perasaan yang mengganjal dalam hatiku. Aku sangat yakin namja yang menangis dalam mimpiku itu orang yang sama pada foto yang aku lihat sebelum aku jatuh pingsan. Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku ini? Tiap kali aku berusaha mengingat sosok namja itu kenapa rasa sakit di kepalaku sering muncul?

Kudengar suara orang tampak berbicara di depan pintu. Tidak dapat terdengar jelas apa yang sedang mereka bicarakan. Hingga akhirnya aku melihat eomma masuk bersama Eunhyuk.

“Kau sudah sadar?” tanya eomma.

Aku mengangguk pelan. Perhatianku tertuju pada Eunhyuk yang tampak berdiri di samping eomma.

“Kau datang?”

“Tentu,” jawabnya sambil tersenyum.

“Kalian darimana?” tanyaku penasaran.

Kulihat eomma dan Eunhyuk tampak memandang satu sama lain. Keduanya hanya tersenyum tipis padaku.

“Kami habis bertemu dengan Dokter Kim,” jawab Eunhyuk.

Jinjja? Bagaimana kondisiku? Apa aku sudah boleh pulang?”

Eomma hanya menatapku dengan sedikit raut kesedihan di wajahnya. “Apa kau masih ingat dengan kecelakaan yang menimpamu 15 tahun lalu?”

Ne. Apa ini ada hubungannya dengan kecelakaan yang kualami? Tapi, bukankah dokter bilang kondisiku baik-baik saja, eomma . . .

“Sebelumnya aku dan appamu memang tidak pernah memeriksakan kondisimu secara rutin usai kecelakaan yang kau alami. Dokter Kim mengatakan padaku bahwa kau harus melakukan pemeriksaan secara berkala, karena kemungkinan ada cidera di kepalamu akibat kecelakaan itu. Mungkin itu penyebab kau sering sakit kepala akhir-akhir ini . . . “ tutur eomma.

“Itu artinya, kau belum boleh pulang. Sementara harus opname beberapa hari,” lanjut Eunhyuk.

“Jadi begitu . . . tapi aku harus bekerja di kafe.”

“Sudahlah, lebih baik kau beristirahat saja dulu. Nanti aku akan memberitahu Sooyoung, dia pasti tidak merasa keberatan,” ucap Eunhyuk.

Aku sangat berterima kasih pada Eunhyuk. Namja yang tengah berdiri di samping eomma ini sangat baik padaku.

Mianhae, aku jadi merepotkanmu. Selain itu, aku jadi tidak bisa datang menghadiri acara pembukaan pameran lukisan di galerimu hari ini, jeongmal mianhae . . .

Eunhyuk hanya menatapku sembari tersenyum. Tangannya menggenggam tanganku dengan lembut.

Gwaenchana, bagiku yang paling penting adalah kesehatanmu . . . “

Kulihat wajah Eunhyuk yang menatapku dengan tatapan hangatnya. Sebelumnya aku memang sempat terpesona akan wajahnya yang tampan dan kepribadiannya yang baik. Tapi, entah kenapa saat ini aku justru penasaran dengan Kyuhyun. Mungkinkah aku jatuh cinta pada temannya itu?

Kyuhyun POV

Siang ini aku datang bersama Jessica menghadiri pembukaan pameran lukisan di galeri Eunhyuk. Jessica mengenakan dress selutut berwarna merah muda. Sementara aku mengenakan jas berwarna hitam dengan dalaman kemeja berwarna putih.

“Kyu, bagaimana penampilanku?” tanya Jessica padaku.

Aku menoleh ke arahnya. Kuperhatikan yeoja yang berdiri di sampingku dengan seksama. Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku Yoona mengenakan dress yang sama dengan Jessica. Aku mengusap-usap mataku yang kurasa mulai tidak beres.

“Cocok sekali, kau terlihat cantik,” jawabku.

Kulihat senyum mengembang di wajahnya. Aku berusaha menata perasaanku yang sedang kacau hari ini. Sebelumnya aku merasa senang karena telah bertemu kembali dengan Im Yoona, orang yang paling aku cintai, jodoh pertamaku. Tapi, aku juga tidak dapat berbuat apa-apa saat mengetahui fakta akan kondisi yeoja itu. Mungkinkah aku tidak ditakdirkan bersama dengannya?

Saat tiba di galeri Eunhyuk, kulihat suasana sudah ramai. Banyak wartawan yang terlihat hadir di sana. Begitu aku dan Jessica keluar dari mobil, mereka langsung memburu kami untuk mengambil gambar dan juga berita. Beruntung ada bodyguard yang turut mendampingi kami. Hingga kami berhasil masuk ke galeri dan segera menemui Eunhyuk yang terlihat sedang berbicara dengan Sooyoung dan Siwon.

“Kalian dikejar para wartawan?” tanya Eunhyuk terkekeh.

“Sudah pasti, apalagi kalian datang berdua. Tentu akan menjadi konsumsi publik yang sangat menarik,” tutur Siwon.

“Perjodohan mereka sudah diketahui banyak orang, tentu yang paling diinginkan adalah kelanjutan dari hubungan mereka . . . “ lanjut Sooyoung.

Aku menatap tajam ke arah tiga temanku yang sedang tertawa jahil. Sementara Jessica hanya tertawa kecil.

“Sebenarnya, kedatangan kami ini juga membawa kabar untuk kalian,” tutur Jessica.

“Apa?”

“Satu minggu lagi kami akan melangsungkan acara pertunangan,” lanjut Jessica.

Aku dapat melihat reaksi Sooyoung dan Siwon yang tampak antusias, tidak demikian dengan Eunhyuk. Temanku itu hanya menatapku diam dan tidak berkomentar apapun.

Jinjja? Wah, akhirnya datang juga acara yang sudah ditunggu-tunggu . . . “ kata Sooyoung.

“Kyuhyun-ah, aku bangga sekali padamu,” ucap Siwon sambil merangkulku. Aku hanya tersenyum tipis membalasnya.

“Selamat untuk kalian berdua . . . “ kata Eunhyuk singkat.

“Hei, ada apa denganmu? Kenapa berkomentar sedikit sekali? Biasanya kau orang yang lebih heboh dari kami . . . “ timpal Sooyoung. Diiringi anggukan Siwon.

Jessica terlihat mendekat ke arah Eunhyuk. “Kau sedang menunggu seseorang?”

Aku menoleh ke arah Jessica.

“Siapa?” Sooyoung penasaran dengan ucapan Jessica, begitu juga denganku.

Ani, Eunhyuk pernah bilang jika dia mengundang Yoona. Kupikir dia akan datang dan Eunhyuk sedang menunggunya. Makanya wajahnya terlihat sedikit tidak semangat . . . “

“Ah, maksudmu Yoona? Dia tidak akan datang, dia sedang dirawat di rumah sakit,” jawab Sooyoung.

Mwo?!” Aku sedikit berteriak karena kaget mendengar jawaban dari Sooyoung.

“Kau tidak memberitahu mereka?” tanya Sooyoung pada Eunhyuk.

Kulihat Eunhyuk hanya diam sembari menggeleng pelan. Namja itu terlihat menatapku. Aku pun hanya menatap tajam ke arahnya.

Author POV

Yoona terlihat sedang berjalan menyisiri lorong rumah sakit. Yeoja itu terlihat bosan berada di kamar terus-menerus. Ia memutuskan untuk jalan-jalan sebentar sambil mencari udara segar. Ia berhenti di sebuah taman yang berada di rumah sakit. Dengan selang infus yang masih terpasang di tangannya, yeoja itu tampak menikmati suasana yang begitu tenang.

“Ah, sejuk sekali . . . “ gumamnya lirih.

Tanpa sadar ia hampir setengah jam meninggalkan kamarnya. Yeoja itu bergegas kembali ke kamar. Tidak disangka, Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

“Kyuhyun-ah, apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Yoona terkejut.

Wajah Kyuhyun yang semula terlihat cemas mulai kembali ceria. Namja itu tersenyum. “Menjengukmu.”

Entah ada perasaan apa, tapi Yoona senang mendengar jawaban dari Kyuhyun. Wajahnya terlihat memerah.

Kyuhyun membantu Yoona naik ke ranjangnya. Yeoja itu kembali berbaring karena kembali merasa sakit di kepalanya.

“Kenapa kau tidak beristirahat? Malah keluyuran di rumah sakit . . . “ tutur Kyuhyun.

Eomma sedang pulang, aku bosan sendirian di kamar, jadi aku memilih untuk jalan-jalan,” balas Yoona sambil cemberut. Wajahnya terlihat polos.

Kyuhyun tersenyum. Tiba-tiba Dokter Kim datang untuk memeriksa keadaan Yoona.

“Ah, Kyuhyun-ssi, kau kenal dengan Yoona rupanya?” tanya Dokter Kim terkejut saat mendapati Kyuhyun sudah berada di kamar Yoona.

Namja itu hanya mengangguk sembari tersenyum.

“Bagaimana kondisimu?” tanya Dokter Kim pada Yoona.

“Sudah lebih baik, hanya saja aku kembali merasa sakit di kepalaku,” jawab Yoona.

“Untuk itulah kau harus menjalani pemeriksaan besok. Jadi, kau harus banyak beristirahat. Apakah akhir-akhir ini sakit di kepalamu itu muncul karena kau memaksakan diri untuk mengingat sesuatu?”

Kyuhyun terkejut mendengar pertanyaan Dokter Kim. Namja itu langsung memperhatikan Yoona yang tampak sedang berpikir.

“Bagaimana Dokter bisa tahu?” tanya Yoona kaget.

“Mulai sekarang jangan kau paksakan untuk mengingatnya. Ini akan berdampak buruk pada kondisimu . . . “ tutur Dokter Kim.

DEG! Dada Kyuhyun terasa sesak. Mungkinkah yang dikatakan Eunhyuk, Mrs. Im  bahkan appanya tentang kondisi Yoona itu benar?

Ne, aku akan lebih berhati-hati . . . “ kata Yoona.

Sepeninggal Dokter Kim, Kyuhun tampak terdiam. Namja itu hanya memandangi Yoona dengan raut wajah bersalah.

Wae?” Yoona bingung dengan sikap namja yang duduk di sampingnya itu.

Mianhae, atas sikapku waktu itu. Tidak sepantasnya aku melakukannya,” ucap Kyuhyun tertunduk.

Yoona menanggapinya dengan senyum. “Sudahlah, kau tidak perlu meminta maaf. Kondisiku ini akibat kecelakaan yang aku alami 15 tahun lalu . . . “

“Kecelakaan? Kau masih ingat dengan kecelakaan yang kau alami itu?” tanya Kyuhyun. Namja itu berusaha menanyakan kondisi yang sebenarnya pada Yoona secara langsung.

Yoona terdiam sejenak. “Ani, sebenarnya tidak demikian. Saat aku bangun, aku sudah berada di rumah sakit. Eomma dan appa mengatakan bahwa aku baru saja berhasil melewati masa kritis akibat kecelakaan yang aku alami. Tapi, aku sama sekali tidak ingat apapun terkait peristiwa sebelum kecelakaan itu. Bahkan mereka juga tidak membahas sama sekali di depanku. Tiap kali aku berusaha mengingatnya, aku seperti merasakan pusing yang amat sakit pada kepalaku. Akhirnya aku memutuskan melupakannya saja. Entah kenapa, akhir-akhir ini sepertinya ingatanku sering bermunculan dan membuat kondisiku seperti sekarang  ini  . . . “

“Begitu rupanya . . . “ Tubuh Kyuhyun melemas. Wajahnya terlihat murung usai mendengar penuturan dari Yoona.

Yoona hanya menatap Kyuhyun dengan rasa bingung di benaknya.

“Kalau begitu, aku pamit. Kau harus beristirahat seperti kata Dokter,” kata Kyuhyun. Namja itu berniat langsung keluar dari kamar Yoona. Tanpa disangka, Yoona justru menarik tangannya dan terlihat mencegah kepergiannya.

Mianhae, entah kenapa tanganku refleks langsung menarik tanganmu . . . “ tutur Yoona sembari menutupi wajahnya yang memerah.

Kyuhyun berbalik dan memandangi yeoja di hadapannya itu. Ingin rasanya Kyuhyun memeluk Yoona dengan erat.

“Kau ingin kutemani sebentar?” tanya Kyuhyun.

“Ngg . . . “ Yoona melirik ke arah namja yang sedang memperhatikannya itu. “Apa kau tidak keberatan?”

Kyuhyun tersenyum. Namja itu mengangguki permintaan Yoona.

“Aku akan menemani kau sampai kau tidur, ne?” Kyuhyun terlihat membetulkan selimut yang dikenakan Yoona.

Yoona tersenyum sambil memandangi namja yang kini duduk di sampingnya.

Gomawo, Kyu . . . “

Perlahan matanya terpejam dan Yoona pun tertidur.

Kyuhyun membelai kepala yeoja yang tengah terbaring itu. Perlahan ia mendekat dan mengecup kening Yoona.

“Apa yang kau lakukan?”

Kyuhyun menoleh ke arah suara yang mengejutkannya. Ia sudah mendapati Eunhyuk berdiri di depan pintu kamar Yoona.

ooOoo

Yoona POV

Rasa kantuk masih menderaku. Tapi entah kenapa aku terbangun dari tidurku. Kulirik sosok namja yang tertidur di sampingku. Aku tersenyum. Perlahan kucoba untuk mengusap kepalanya. Tanpa sengaja justru membangunkannya.

“Kau sudah bangun?”

Mataku terbelalak saat melihat Eunhyuk bangun sembari menguap. Aku mengusap-usap kedua mataku. Aku mengira namja yang tertidur di sampingku adalah Kyuhyun. Ternyata aku salah lihat.

“Kapan kau datang?”

“Semalam,” jawabnya singkat.

Aku terdiam sejenak. Rupanya begitu aku tertidur, Kyuhyun langsung pulang.

“Kau bertemu dengan Kyuhyun semalam?”

Eunhyuk mengangguk pelan. “Aku datang saat kau sudah tertidur dan Kyuhyun terlihat hendak keluar dari kamarmu.”

“Begitu rupanya . . . “

“Apa dia mengatakan sesuatu padamu?” tanya Eunhyuk padaku.

Ani, dia hanya datang menjengukku. Hanya itu . . . “ jawabku pelan.

Kulihat wajah Eunhyuk yang tampak memikirkan sesuatu.

“Sebentar lagi kau akan melakukan pemeriksaan,” ucap Eunhyuk mengingatkanku.

Ne.

Jam 10 tepat, aku melakukan pemeriksaan di ruang CT-Scan. Ada rasa gugup dalam benakku. Aku sedikit takut jika kondisiku sangat parah. Beruntung ada Eunhyuk yang menemaniku selama aku menjalani pemeriksaan CT-Scan ini. Namja itu selalu menghibur dan menguatkanku.

“Eunhyuk-ah . . .

Ne?” Aku melirik ke arah Eunhyuk yang sedikit membungkuk di sampingku. Namja ini sedang mendorong kursi roda yang aku naiki menuju kamarku.

Gomawo, kau banyak membantuku . . . “

Eunhyuk hanya tersenyum lalu berpindah posisi di depanku. Namja itu terlihat merendah sembari menatapku dengan tatapan hangatnya.

“Kulakukan ini semua untukmu. Kau sangat berarti bagiku, mana mungkin aku membiarkanmu menderita seperti ini. Untuk itulah, bisakah kau berjanji padaku agar selalu ceria dan tetap sehat?“

Hatiku tersentuh usai mendengar penuturan Eunhyuk. Sungguh aku tidak tahu harus berkata apa tiap namja itu menatapku. Aku tahu dia sedang menungguku. Tapi, aku juga tidak bisa membohongi diriku bahwa aku jatuh cinta pada Kyuhyun.

Author POV

Eunhyuk mengantar Yoona kembali ke kamarnya usai menjalani CT-Scan. Terlihat Jessica, Sooyoung dan Siwon sudah menunggunya.

“Kalian datang . . . “ ucap Yoona senang.

“Yoong, bagaimana kondisimu? Apa kau merasa lebih baik?” tanya Sooyoung.

Yoona mengangguk. “Ne, aku hanya tinggal menunggu pemeriksaanku hari ini. Jika kondisinya baik, Dokter pasti mengizinkanku pulang. Rasanya aku ingin sekali segera bekerja kembali di kafemu . . . “

“Hei, kau ini tidak boleh terlalu lelah. Dokter menyuruhmu untuk banyak beristirahat,” timpal Eunhyuk.

Jessica langsung menoleh sembari tersenyum. “Wah, kau benar-benar perhatian rupanya . . . “

“Aish, berhenti menggodaku, Jess!” bentak Eunhyuk kesal.

Sooyoung dan Siwon tertawa.

“Eunhyuk benar, kau harus beristirahat. Jika aku teringat pada kondisi tubuhmu terakhir kali, aku tidak tega. Jaga kesehatanmu agar kau bisa datang ke acara pentingku nanti . . . “ tutur Jessica.

Yoona mengernyitkan dahinya. “Acara penting apa?”

“Kau belum tahu? Acara pertunangan . . . “ kata Sooyoung.

“Pertunangan?”

Ne, aku akan bertunangan dengan Kyuhyun . . . “ lanjut Jessica.

DEG! Yoona terkejut mendengarnya. Seketika raut wajahnya berubah drastis. Yoona yang semula tampak ceria mendadak berubah diam tanpa bicara sedikitpun. Eunhyuk memperhatikan yeoja yang sedang bersenderan di ranjang itu. Mungkinkah kabar pertunangan Kyuhyun dan Jessica melukai perasaannya?

Yoona tampak diam usai Jessica, Sooyoung dan Siwon pulang. Eunhyuk menemaninya. Sementara Mrs. Im masih berada di rumah untuk menyelesaikan urusannya.

“Yoona-ya . . . “

Yoona hanya menoleh sebentar ke arah Eunhyuk. Lalu berbalik lagi memandang ke arah luar jendela.

“Apa kau sedih?” tanya Eunhyuk. Ia sedang mengupas apel untuk Yoona.

“Sedih untuk apa?”

“Atas kabar pertunangan Kyuhyun dan Jessica . . . “

Yoona tersentak. Yeoja itu hanya diam sembari menunduk.

“Entahlah, aku tidak tahu . . . “

Eunhyuk menyodorkan potongan apel yang sudah dikupas pada Yoona. Yeoja itu terlihat memakannya dengan raut wajah tidak bersemangat. Namja itu berdiri mendekat ke arah Yoona, lalu mengambil posisi duduk di samping yeoja itu.

“Apakah kau mencintainya?” tanya Eunhyuk tiba-tiba.

Yoona menoleh kaget ke arah namja yang kini sedang duduk dekat di sampingnya.

Ani, kau jangan bercanda. Mana mungkin aku jatuh cinta padanya. Lagipula, dia segera bertunangan. Akupun turut bahagia mendengarnya . . . “ jawab Yoona.

Eunhyuk hanya diam. Ia tahu jika Yoona berbohong. Digenggamnya kedua tangan Yoona dan menatap yeoja itu lekat-lekat.

“Bisakah untuk saat ini kau hanya memikirkanku saja?”

“Eunhyuk-ah . . . “

Yoona kembali terdiam saat dilihatnya Eunhyuk semakin mendekatkan wajahnya.

Kyuhyun POV

Aku berniat datang lagi untuk menjenguk kondisi Yoona. Sungguh, aku tidak bisa menahan perasaanku. Aku juga tidak bisa untuk tidak peduli dengannya. Rasa cintaku padanya terlalu besar hingga membuatku sulit untuk mengambil keputusan yang sangat berat ini. Aku tidak tahu apakah keputusanku untuk bertunangan dengan Jessica adalah keputusan yang tepat. Padahal aku tidak dapat mengelak bahwa aku sangat mencintai Yoona.

Aku berjalan mendekati pintu kamar Yoona. Seketika tubuhku melemas saat melihat pemandangan yang mengejutkan bagiku. Aku melihat Eunhyuk dan Yoona berciuman. Dengan cepat aku langsung bersembunyi di luar kamar Yoona. Berusaha mendengar sesuatu yang sedang mereka bicarakan.

“Izinkan aku untuk mencintaimu, selalu berada disisimu dan selalu membahagiakanmu. Rasanya sakit tiap kali aku melihatmu menderita . . .” tutur Eunhyuk.

Dadaku terasa sesak saat mendengarnya. Tidak kusangka Eunhyuk benar-benar mencintai Yoona dengan tulus. Niatku untuk menjenguknya menjadi hilang. Pikiranku kosong. Aku tidak tahu harus kemana. Hanya saja, hatiku terluka melihat semua itu.

Author POV

Mrs. Im tampak sedang membersihkan rumahnya. Selama 2 hari ini ia tidak dapat menemani Yoona di rumah sakit karena harus menyelesaikan urusannya. Tiba-tiba terdengar bunyi bel rumahnya. Mrs. Im bergegas membukakan pintu.

“Siapa?”

Dilihatnya seorang namja paruh baya dengan penampilan serba hitam. Saat namja itu membuka kacamatanya, Mrs. Im tampak terkejut dan terlihat shock.

“Kau . . . “

-TBC-

signature

27 thoughts on “My First Mate – Chapter 6

  1. mimin says:

    siapakah yang ada di hadapan nyanya im?
    Suaminyakah? Atau orang lain?… Neng klw bisa endingnya yoona ama eunhyuk aja….biar klimaksnya lebih greget…

  2. HaeNy_Choi93 says:

    Huaa… Kyuhyun liat YoonHuk kissing.. No.No..No..andwe.*lebay* ni beneran kah, Kyu mau Tunangan sama Jessica? Aduh kasian bgt ni Kyuppa..? Semoga acara prtunangannya batal deh. It yg dtang kerumahnya Yoona siapa ya? Appax YoonA atw Appax Kyuhyun? Uh mkin penasaran nh.. Lanjutannya cepet ya eon.. Ffx cihuuy dah. Oio koreksi dkit nih. Eommax Kyu klo manggil Kyuhyun kok pake Ssi y..Formal bgt,aneh aj ibu n ank tp formal gtu.hehe sorry y.. Readerx emng rada bawel.. Keep spirit.. Love You…Chu~ hhohoho..

    • risma says:

      tdnya emang sempat kepikiran apa ga trlalu formal antara Kyuhyun sama eommanya, tpi q bayangin nya karena mereka kan dari keluarga kaya, dan biasanya sering gitu pake bahasa formal hehe, gpp gomawo atas sarannya, bisa buat masukan selanjutnya, ditunggu aja ya kelanjutannya chingu😀

  3. rindafishy says:

    Beneran kyu mau tunangan sama jessica ?? Ini bercanda kan thor .. *halah lebai
    Suka deh moment kyuna , tapi sebentar banget thor .. Nah lo ?? Siapa itu ? Appa yoona ? Apa Appa kyuhyun ? Penasaran ni ..
    Berharap kyuhyun yoona bisa bersatu , he ..
    Makin kecee thor ff nya , bagusss🙂
    Ditunggu lanjut nya ..

  4. Cho Yukiko Youra says:

    huuuah… suka deh part yang ini. walopun sebel awalnya gara2 nrima pertunangan.
    tpi ttep suka kok.
    oh iya, kira2 namja berkca mata itu siapa yya? Ayahnya Yoona ato cast baru lagi. penasaran..
    klnjuttannya ditunggu.

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s