My First Mate – Chapter 8


myfirstmatechp8

Title : 

“My First Mate”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Jung Jessica SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Other Cast :

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Genre :

Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini juga sedang jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

Yoona terpaku dan tidak bergerak sedikitpun. Tubuhnya gemetaran. Perlahan mencoba memundurkan tubuhnya dengan tangan dan kaki terikat. Wajahnya menatap pada sosok yang sedang berdiri di depannya itu.

“Buka penyumpal mulutnya . . . “

Namja bertubuh besar langsung melepas kain yang menyumpal mulut Yoona. Nafas yeoja itu terengah-engah. Keringat deras mengucur membasahi wajah cantiknya. Matanya menatap tajam ke arah sosok yang berdiri di depannya itu.

“Bukankah kau ini . . . “ Yoona berusaha menata nafasnya. “Tuan Jung? Maksudku, appanya Jessica?!”

Sosok di depannya itu hanya tersenyum lebar. “Tepat sekali, kau benar-benar pintar. Sudah lama kita tidak bertemu . . . “

Yoona mengernyitkan dahinya. “Chakkaman . . . sudah lama? Aku baru bertemu denganmu hari ini, saat pertunangan Kyuhyun dan Jessica.”

Mr. Jung menatap Yoona. “Ah, sakit rasanya jika dilupakan seperti ini . . . “

Yoona semakin bingung dengan perkataan Mr. Jung. “Apa kau mengenalku?”

“Mengenalmu?” Mr. Jung justru tertawa keras. “Tentu saja, tidak hanya mengenalmu, tapi juga kedua orang tuamu.”

Mwo?

“Kau benar-benar tidak ingat padaku?”

Yoona hanya menatap Mr. Jung dengan raut kebingungan. “Mianhae, aku pernah mengalami kecelakaan saat aku berumur 8 tahun. Aku sama sekali tidak ingat apapun, jadi . . . “

“Ah, jadi kecelakaan yang kuberikan itu membuatmu hilang ingatan?” tanya Mr. Jung sambil menyeringai. “Bagus sekali . . . “

Yeoja itu tersentak mendengarnya. “Apa maksudmu?”

Wajah Mr. Jung mendekat lalu terlihat membisikkan sesuatu di telinga Yoona.

“Akulah yang membuatmu mengalami kecelakaan . . . “ ucapnya lirih lalu tertawa keras.

DEG! Dada Yoona terasa sesak. Kepalanya kembali sakit saat bayang-bayang masa lalunya terlintas di kepalanya. Yeoja itu menatap ke arah Mr. Jung.

Jeongmal mianhae, tapi aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau katakan . . . “ tutur Yoona.

Mr. Jung melirik ke arah Yoona. Dilihatnya yeoja itu terlihat menahan rasa sakit.

“Baiklah, akan kuceritakan semua padamu . . . “ balas Mr. Jung.

Yoona terlihat memandang namja paruh baya yang sedang berdiri di depannya itu.

“15 tahun yang lalu, aku adalah tangan kanan appamu. Orang kepercayaannya. Aku yang berambisi untuk menjadi orang yang sukses, melakukan segala cara untuk dapat merebut perusahaan appamu agar menjadi milikku. Kebaikan dan kepolosan appamu itulah, yang menjadi senjataku untuk mengambil alih perusahaannya. Diam-diam aku mengambil semua saham yang dimilikinya, lalu mengganti kepemilikan sahamnya menjadi milikku. Secara otomatis, aku menjadi pemegang saham terbesar. Saat perusahaan appamu nyaris bangkrut, dengan statusku sebagai pemegang saham terbesar, aku begitu mudah mengambil alih perusahaan appamu . . . “

Yoona shock luar biasa usai mendengar penuturan Mr. Jung. Wajahnya tampak pucat, ia berusaha menahan rasa sakit di kepalanya yang semakin menyiksa. Keringatnya mengucur.

“Tapi, ternyata rencanaku itu diketahui oleh seorang gadis kecil yang dapat menjadi ancaman terbesarku. Gadis kecil itu melihatku masuk ke ruang kerja appamu saat aku mengambil berkas saham yang disimpan di brankas yang berada dalam ruang kerja appamu. Kau tahu siapa gadis kecil itu?”

Yoona menggeleng pelan. Dilihatnya Mr. Jung menatapnya dengan wajah menyeringai. “Dia adalah Im Yoona . . . “

Mata Yoona terbelalak. Yeoja itu tidak dapat berpikir lagi. Rasa sakit di kepalanya semakin menjadi-jadi. Ia tertunduk lemas berusaha mengatasi rasa sakitnya itu.

“Untuk itulah, aku sengaja membuatmu mengalami kecelakaan. Niatku waktu itu adalah menghabisi nyawamu. Tidak kusangka, kau justru selamat. Tapi, sepertinya keberuntungan masih menyertaiku. Sampai sekarang aku masih memiliki semuanya, bahkan ternyata kau justru mengalami hilang ingatan dan membuat posisiku semakin aman . . .”

Tawa Mr. Jung terdengar keras dan menyeramkan. Yoona memejamkan matanya, menahan rasa sakit di kepalanya yang semakin menjadi.

“Hentikan . . . aku mohon hentikan!!!” teriak Yoona.

Mr. Jung menoleh ke arahnya. “Wae? Apa kau mulai mengingatnya?”

Yoona menatap tajam dengan nafas terengah-engah ke arah Mr. Jung.

“Ah, sepertinya kau memang mulai mengingatnya. Tidak masalah . . . “

Yoona terlihat masih menunduk. Diliriknya Mr. Jung yang kembali menatapnya.

“Jika memang ingatanmu nanti kembali, itu tidak akan menjadi masalah bagiku. Kenapa?” Mr. Jung sedikit membungkuk dan tertawa kecil ke arah Yoona. Yeoja di depannya hanya menatapnya dengan wajah penuh ketakutan.

“Karena saat itu juga . . . kau akan kehilangan nyawamu . . . “ lanjutnya sambil tertawa keras.

Mata Yoona terbelalak. Yeoja itu shock luar biasa.

“Sumpal lagi mulutnya . . . “ ucap Mr. Jung sambil keluar dari ruangan.

Yoona tidak sanggup untuk berkata apapun. Rasa sakit dikepalanya membuat dirinya diam. Tubuhnya terasa lemas tak berdaya. Ia hanya bisa pasrah menanti pertolongan seseorang.

Author POV

“Tidak mungkin . . . “

Mulut Jessica terasa membeku. Yeoja itu terlihat shock usai mendengar semua cerita dari kedua orang tua Yoona. Tidak berbeda dengan Eunhyuk, Siwon dan Sooyoung. Mereka juga tampak tak percaya dengan penuturan yang diceritakan oleh kedua orang tua Yoona.

Ajussi, tidak mungkin appa yang melakukannya . . . “ elak Jessica.

Mr. Im hanya diam. Sementara Mrs. Im terlihat merangkul Jessica yang tampak kalut itu.

“Mungkin sulit untuk kau terima, tapi itu memang kenyataannya . . . “ ucap Mr. Im

Air mata Jessica mengalir membasahi wajah cantiknya. Yeoja itu berlari keluar. Eunhyuk bergegas menyusulnya.

“Jessica . . . “

Jessica mengabaikan panggilan Eunhyuk. Yeoja itu memilih tetap berjalan meninggalkan rumah Yoona.

“Jessica!” Eunhyuk berteriak sambil menarik tangan yeoja itu hingga ia berhenti.

Jessica hanya terisak sembari mengusap air matanya yang terlanjur turun.

“Apa maumu?” tanya Jessica dingin.

Eunhyuk menghela nafas. “Aku tahu perasaanmu sekarang. Aku juga tidak menduga orang itu adalah appamu . . “

Jessica menatap tajam ke arah namja di depannya. “Jadi kau sudah tahu sebelumnya?”

Eunhyuk hanya mengangguk pelan. Dilihatnya wajah Jessica kembali menelan kekecewaan.

“Kau tahu, saat ini perasaanku benar-benar kacau. Tentang masa lalu appa, dan juga tunanganku yang lari demi menyelamatkan gadis lain . . . “ tutur Jessica.

“Wajar jika Kyuhyun melakukan itu . . . “

“Apa maksudmu?” tanya Jessica bingung.

“Sebelum dijodohkan denganmu, Yoonalah yang akan menjadi istrinya,” lanjut Eunhyuk.

Jessica menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan Eunhyuk.

“Saat usia mereka 8 tahun, keduanya telah dijodohkan. Tapi, Yoona mengalami kecelakaan hebat hingga membuatnya amnesia. Kedua orang tua Yoona khawatir jika putrinya tetap berhubungan dengan Kyuhyun ataupun Keluarga Cho, ingatan Yoona tentang masalah yang menimpa keluarganya akan menjadi trauma yang dapat membuatnya menderita. Orang yang membuat Yoona kecelakaan . . . “

Kalimat Eunhyuk terhenti sejenak. Jessica tampak masih menunggu.

“Jika mendengar penuturan dari ajussi, kurasa orang itu . . . “ Eunhyuk masih berpikir. “Appamu”

Jessica terperangah. Dadanya terasa sesak. Hatinya benar-benar kalut.

“Jika benar apa yang kau katakan, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku masih menginginkan Kyuhyun disisiku, tapi . . . “ Jessica mengusap air matanya. “Tapi aku juga merasa bersalah pada mereka berdua atas apa yang dilakukan appaku . . . “

Jessica menangis. Eunhyuk berusaha menenangkannya.

“Kau masih bisa melakukan sesuatu untuk mereka,” tutur Eunhyuk.

Jessica menatap Eunhyuk dengan raut wajah bingung.

“Kau tahu . . . tempat di Incheon yang mungkin saja digunakan appamu untuk menyekap Yoona?”

Yeoja di depannya itu terlihat berpikir. Seketika raut wajahnya berubah.

“Aku tahu tempatnya!” seru Jessica.

Eunhyuk tersenyum. “Bagus, kita kesana?”

Jessica mengangguk setuju.

Kyuhyun POV

Aku memberhentikan mobilku di depan bangunan rumah tua yang tampak tidak berpenghuni lagi. Mataku mencari-cari sebuah mobil yang digunakan untuk membawa Yoona pergi. Kutemukan mobil itu terpakir tidak jauh dari posisi mobilku sekarang. Aku bergegas keluar. Tiba-tiba perhatianku teralihkan pada sosok yang berjalan ke luar dari rumah itu. Aku terkejut saat melihat calon mertuaku tampak mengobrol dengan sekelompok orang yang kuyakini telah menculik Yoona.

Appa . . .

“Kyuhyun-ssi . . . ? Sedang apa kau . . . “ Kulihat kegugupan menyelimuti wajahnya.

“Jadi kau yang menculik Yoona?” tanyaku kaget.

Seketika raut wajahnya terlihat menyeringai. Benar-benar image yang berbeda dengan apa yang kulihat selama ini.

“Jika benar, kau mau apa?”

Aku tersentak. Mataku menatap tajam. “Aku tidak tahu apa alasanmu melakukannya. Tapi, aku tidak bisa tinggal diam begitu saja jika terjadi sesuatu pada Yoona.”

“Wah, kau benar-benar calon menantu yang tidak patuh pada calon mertuamu. Seharusnya kau tidak ada disini, kau malah meninggalkan putriku demi gadis lain . . . “

Tanganku mengepal. “Saat aku mengetahui apa yang kau lakukan, aku tidak sudi menjadi menantumu!”

Aku bergegas menerobos sekelompok orang yang berdiri di depan pintu masuk bangunan tersebut.

“Halangi dia! Jangan sampai berhasil menemukan gadis itu!”

Aku tidak peduli jika mereka memang mengejarku. Aku berlari menyisiri seluruh ruangan yang ada. Berharap dapat segera menemukan Yoona. Kudengar suara langkah kaki mereka semakin mendekatiku. Aku mengambil beberapa tumpuk kardus yang berada di lorong. Kulemparkan pada mereka hingga mereka sedikit terhambat mengejarku.

Aku kembali mempercepat langkahku hingga berhenti di sebuah gudang. Aku mencoba melihat ke dalam ruangan tersebut. Seketika tubuhku terasa lemas, saat melihat Yoona terduduk di lantai dengan mulut tersumpal, tangan dan kaki yang terikat.

Yoona POV

“Yoong . . . “

Aku mencoba menoleh ke arah suara yang memanggilku. Mataku terbelalak saat mendapati Kyuhyun berdiri di balik jendela. Sedikit ada kelegaan dalam diriku. Aku berusaha bergerak walaupun sulit. Kulihat namja itu langsung mendobrak pintunya dan menghampiriku.

“Yoong, gwaenchana?

Kyuhyun melepas kain yang menyumpal mulutku, lalu melepas tali yang mengikat kedua tanganku.

Ne, gwaenchana. Gomawo, kau berhasil menemukanku . . . “

Kulihat mata Kyuhyun yang berkaca-kaca. Namja itu langsung memelukku dengan erat. Erat sekali hingga aku tidak dapat lepas dari pelukannya. Namun, aku dapat merasakan kehangatan darinya. Tubuhku yang semula gemetaran ketakutan perlahan mulai tenang.

“Syukurlah . . . “ Kyuhyun mengusap kepalaku dengan lembut. “Syukurlah aku bisa menyelamatkanmu  . . . “

Hatiku tersentuh mendengarnya. “Kyu . . “

Aku mengusap wajahnya yang tampak lebam akibat pukulan yang diperolehnya. Tidak kusangka namja di depanku ini rela mengorbankan dirinya demi diriku.

Kajja . . . kita harus bergegas keluar dari sini,” ajak Kyuhyun.

Aku mengangguk. Kyuhyun menggandengku keluar dari ruangan. Kami memilih untuk berlari karena mereka terlihat dekat dengan posisi kami. Kyuhyun menggandengku dengan sangat erat. Jantung kami berdebar kencang, nafas kami terengah-engah. Aku sendiri sedikit kesulitan dengan gaun panjang yang kukenakan.

“Apa kau kesulitan?” tanya Kyuhyun saat melihatku memegangi bagian bawah gaunku.

Aku menggeleng. Tiba-tiba Kyuhyun menarikku untuk bersembunyi di balik tumpukan kardus yang berada di dekat pintu keluar. Aku terdiam, begitu juga dengan Kyuhyun. Aku dan Kyuhyun menunduk, sesekali mengintip ke arah pintu keluar. Terlihat beberapa orang berjaga di sana. Situasi yang sangat sulit.

“Apa mereka sudah keluar?” tanya salah satu orang yang mengejarku dan Kyuhyun.

“Kurasa belum, dari tadi kami berjaga disini, belum ada yang lewat . . . “

Jantungku berdebar. Tanganku mulai gemetaran. Tiba-tiba tangan Kyuhyun menggenggam tanganku. Aku menoleh ke arahnya. Kulihat namja itu berusaha menguatkanku.

Sekelompok orang itu bergegas lari keluar, termasuk dua orang yang berjaga disana. Setelah situasi dirasa aman, aku dan Kyuhyun langsung berlari menerobos pintu keluar. Tapi sialnya, rupanya mereka memasang perangkap. Begitu aku dan Kyuhyun keluar, mereka sudah berkumpul dan bergegas mengepungku dan Kyuhyun.

Author POV

Kyuhyun dan Yoona terjebak. Mereka berhasil dikepung oleh kawanan penculik itu. Yoona terlihat memeluk lengan Kyuhyun dengan ketakutan di wajahnya. Kyuhyun berusaha bersikap tenang. Ia terlihat membisiki sesuatu pada yeoja disampingnya.

“Begitu aku selesai menghitung, kau larilah . . . “

Mwo? Bagaimana denganmu?” tanya Yoona cemas.

“Kau tidak perlu khawatir, aku bisa mengatasinya. Yang penting kau melarikan dulu dan segera hubungi Eunhyuk dan juga polisi . . . “

Yoona terlihat ragu. “Tapi . . . “

“Sudahlah, lakukan saja apa yang kukatakan!”

Yoona mengangguk pelan.

Hana . . . dul . . . “ Kyuhyun terlihat masih memperhatikan sekeliling. Mereka semakin mendekat ke arah Yoona dan Kyuhyun. Yoona bersiap mencari celah untuk menerobos.

Set . . . !

Yoona langsung berlari dan berhasil meloloskan diri. Mereka terperangah dan berusaha mengejar yeoja itu. Kyuhyun langsung mengambil batu yang ada lalu melemparnya tepat mengenai kepala salah seorang anggota mereka.

Mereka langsung menoleh tajam ke arah Kyuhyun. Dua orang dari mereka mencoba mengejar Yoona, sementara yang lainnya langsung melakukan serangan terhadap Kyuhyun. Namja itu berusaha menghindar dan memberikan perlawanan. Namun ia mengalami kesulitan karena jumlah lawan yang lebih banyak.

Yoona berlari sekencang mungkin. Sebenarnya ia tidak mau meninggalkan Kyuhyun sendirian di sana. Sesekali ia menoleh ke belakang, dilihatnya dua orang sedang mengejarnya. Ia semakin mempercepat laju larinya.

Yoona berbelok ke arah kiri. Melewati sebuah rumah besar.

CKIT! Tiba-tiba ada mobil yang nyaris menabraknya. Yoona terkejut. Begitu mengetahui siapa yang didalamnya, wajahnya langsung berubah cerah.

“Yoona . . . “

“Eunhyuk-ah! Jessica . . .!” seru Yoona.

Eunhyuk dan Jessica bergegas keluar dari mobil.

“Kau tidak apa-apa? Tidak ada yang terluka kan?” tanya  Eunhyuk panik.

Ne, aku tidak apa-apa,” jawab Yoona. Eunhyuk langsung memeluknya.

“Mana Kyuhyun?” tanya Jessica.

Seketika raut wajah Yoona berubah cemas. “Dia . . . dia dikepung oleh kawanan penculik itu. Dia menyuruhku melarikan diri sementara dia sendiri membiarkan dirinya diserang oleh mereka . . .”

Jessica terperangah. Eunhyuk terlihat langsung mengambil ponselnya dan bergegas menghubungi polisi.

“Aku sudah menghubungi polisi, sekarang kita . . . “ kalimatnya terhenti saat mendapati dua orang yang mengejar Yoona sudah berdiri di hadapan mereka.

Yoona tampak takut dan terlihat bersembunyi di belakang Eunhyuk.

“Kalian tetaplah disini . . .  “

Eunhyuk berjalan melepas jasnya lalu berjalan mendekat ke arah dua orang itu. Keduanya terlihat langsung menyerang Eunhyuk, tapi berhasil ditangkis oleh namja itu. Sebaliknya, Eunhyuk justru berhasil melayangkan pukulan keras di tubuh keduanya. Namja itu berhasil membuat keduanya tampak tak berdaya dan jatuh tersungkur. Mereka langsung beranjak dan berlari meninggalkannya.

Tak lama kemudian, terdengar suara sirine mobil polisi datang mendekat. Terlihat beberapa anggota kepolisian sudah siaga untuk menyelamatkan Kyuhyun dan meringkuk kawanan penculik itu.

“Dimana mereka?”

“Ikuti aku . . . “ suruh Eunhyuk. “Kalian disini dulu, Jessica, tolong lindungi Yoona . . .”

Eunhyuk berlari menuju lokasi Kyuhyun dengan pasukan kepolisian yang mengikutinya. Kedua yeoja itu terlihat terdiam dan saling memandang satu sama lain.

Yoona POV

Jessica terdiam menatapku. Aku tidak tahu harus berkata apa padanya. Dalam benakku aku masih tidak percaya bahwa appanya berusaha menculikku, bahkan berniat membunuhku. Sampai sekarang aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi.

“Apa kau marah padaku?”

Aku menoleh kaget pada Jessica. Dapat kurasakan yeoja itu juga memendam sejuta tanya dalam dirinya.

Molla . . . ini benar-benar membingungkan bagiku . . . :

Jessica tersenyum tipis. Aku hanya bisa memandangnya dengan rasa kasihan. Dia pasti sangat kecewa dengan sikap appanya.

“Jujur saja, aku sangat kecewa. Tunanganku pergi meninggalkanku demi menyelamatkanmu . . . “

Ani, aku sama sekali tidak bermaksud . . . “

“Sudahlah . . . “ Jessica memotong ucapanku. “Sejak awal Kyuhyun memang milikmu, bukan milikku.”

Dahiku mengernyit. “Apa maksudmu?”

Jessica menatapku dengan raut kesedihan. “Kaulah jodoh pertamanya, dan kaulah orang yang dicintainya . . . “

Ucapan Jessica itu semakin membuatku bingung. Sungguh, benar-benar bingung. Kenapa semua orang mengatakan hal yang sama sekali tidak kumengerti. Sebenarnya apa yang terjadi denganku ini? Bahkan saat Mr. Jung mengatakan padaku masalah ingatan, aku semakin yakin ada yang tidak beres dalam diriku.

Chakkaman . . . apa kau mengetahui sesuatu tentangku?”

Jessica hanya menatapku diam.

“Jessica, kumohon padamu . . . “ pintaku memelas. “Bisakah kau menceritakan semuanya padaku?”

Yeoja itu mulai berbicara. “15 tahun yang lalu, kau dan Kyuhyun dijodohkan. Saat itu kalian berusia 8 tahun dan saling mencintai. Tapi, aku tidak tahu apa yang sudah dilakukan appaku. Perusahaan appamu berhasil direbutnya, bahkan dia membuatmu mengalami kecelakaan hebat karena kau mengetahui aksinya itu. Usai kecelakaan itu, kau mengalami amnesia. Sehingga kau sama sekali tidak ingat pada peristiwa sebelum kau mengalami kecelakaan. Termasuk tentang Kyuhyun dan Keluarga Cho. Kedua orang tuamu sengaja pindah dan menghindari Keluarga Cho karena mereka khawatir, jika kau tetap berhubungan dengan Kyuhyun, kau akan teringat kembali peristiwa itu . . . “

Aku shock luar biasa. Aku tidak dapat berpikir apapun. Kepalaku terasa semakin sakit.

“Ini . . . benar-benar gila dan menggelikan . . . “ tuturku.

Aku benar-benar kesal. Aku seperti orang bodoh. Tidak tahu apa-apa.

“Kalian keterlaluan! Kalian . . . ah!!”

Aku memegang kepalaku. Tubuhku terasa semakin lemas. Pandanganku mulai kabur.

“Yoona-ya, gwaenchana?” Jessica berusaha memapahku berdiri.

Kutepis uluran tangannya itu. Saat ini kondisiku benar-benar kacau. Kulihat Jessica menatapku dengan rasa bersalah.

Kyuhyun POV

Aku tidak sanggup lagi untuk berdiri. Tubuhku penuh luka akibat pukulan yang mereka berikan padaku.

“Sepertinya dia sudah tidak bisa bangun lagi . . . “

Pandanganku mulai kabur. Tiba-tiba terdengar suara teriakan anggota mereka yang datang mendekat.

“Gawat! Polisi datang kemari . . . “

Mwo?

Kawanan penculik itu langsung meninggalkanku dan melarikan diri. Aku mencoba memperhatikan sosok yang bergegas menghampiriku.

“Kyuhyun-ah  . . . “

Eunhyuk langsung memapahku dan membantuku berdiri. Aku juga melihat pasukan polisi yang datang bergegas mengejar kawanan penculik itu.

“Kyuhyun-ah, gwaenchana?” tanya Eunhyuk panik.

Aku mengangguk pelan. “Gomawo, kau datang di saat yang tepat . . . “

“Kau jangan terlalu banyak bicara, sebaiknya kita segera ke rumah sakit . . .”

Aku tidak menjawabnya. Nafasku terengah-engah. Rasa sakit itu tidak seberapa asalkan aku dapat melindungi orang yang paling kucintai.

“Dimana Yoona?”

“Kau tidak perlu cemas, dia sekarang bersama Jessica, kajja . . .

Eunhyuk memapahku dan membawaku menuju mobilnya. Aku tersenyum lega saat melihat Yoona sudah menunggu disana. Tapi, ada yang aneh. Kulihat yeoja itu seperti bertengkar dengan Jessica. Yoona terlihat memegangi kepalanya sementara Jessica berusaha menenangkannya tapi selalu ditepis olehnya.

“Ada apa dengan mereka?” tanyaku pada Eunhyuk.

Molla . . .

Saat aku dan Eunhyuk hendak mendekati mereka, Yoona justru berlari meninggalkan Jessica. Lalu Jessica bergegas mengejarnya. Aku dan Eunhyuk bingung. Kamipun memutuskan untuk mengejar keduanya.

Author POV

“Yoona . . . “

Yoona berlari dengan air mata yang mengalir deras di wajahnya. Yeoja itu benar-benar tersiksa. Ia merasa telah dibohongi oleh semua orang, termasuk kedua orang tuanya sendiri.

Tampak Kyuhyun dan Eunhyuk mengikuti Jessica dari belakang.

“Yoona . . . . !” Jessica kembali berteriak memanggilnya.

Yoona tidak bergeming. Yeoja itu terus berlari sembari menahan rasa sakit di kepalanya. Tanpa disadarinya, ia berlari menuju jalan raya. Tiba-tiba, ada mobil melaju kencang dari arah kanan.

Jessica yang menyadari itu berusaha memperkencang laju larinya. “Yoona awas!!!”

Yoona terhenti. Ia menoleh ke arah kanan dan mendapati mobil yang melaju semakin dekat ke arahnya.

BRAK!!

“YOOONAAAA!!!!”

-TBC-

signature

19 thoughts on “My First Mate – Chapter 8

  1. rindafishy says:

    Semua masalah hampir selesai ni , pelaku nya jugaa uda terbongkar ..
    Makin deg2’an baca part ini , he ..
    Itu yoona yg kecelakaan thor ?? Ya ampun ..
    Mogaa nggak parah deh , dan cepat bersatu sama kyuhyun🙂
    Makin kereeen thor
    Ditunggu lanjut nya ..

  2. yuli prianti says:

    tuan jung jht bgt,aku kshn ma jessica pst dia kecewa bgt sm appanya,smg yoona ga papa trs balikan ma kyuhyun deh,jessica sm eunhyuk aja cocok jg.

  3. Idha_Sparkyu says:

    wwwwwaaahhhh DAEBAK …🙂
    iiisss Mr. Jung Jahat bnget siiih … >.<
    Next chap. di tnggu yha and jngan Lma" !!! (^_^)

  4. hikari says:

    seru🙂 salut untuk Risma, updatenya cepat banget🙂 semoga idenya terus mengalir, semoga tidak mengganggu aktivitas Risma yang lain🙂
    Semangat🙂
    Thank You🙂

  5. Cho Yukiko Youra says:

    tuuh kan bner tbakkan akku. pasti tuan Jung. huh, dsar ahjussi gila harta. :p kekekee
    yeyeyeyeye.. smuanya kbongkar. tyah,,, jngan Yoong eonni dong dtbrak. eh, tpi gpp deh. biar amnesianya cepat smbuh..
    admind, fighting and keep writing

  6. Cho kyuna says:

    First kah? Min, smua’a udh kebongkar, makin sru . Kyuppa n yoong eonie hrus brsatu jebal thor. Next part jngan lma” thor. Fighting.

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s