My First Mate – Chapter 9


myfirstmatechp9

Title : 

“My First Mate”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Jung Jessica SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Other Cast :

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Genre :

Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini juga sedang jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

15 Tahun Sebelumnya . . .

“Ayo beri salam,” tutur Mr. Im pada putrinya.

Yeoja kecil yang bernama Yoona itu tampak tersipu malu.

“Kyuhyun-ssi, kau juga harus memberi salam . . . “ ucap Mr. Cho.

Namja bernama Kyuhyun itu mengangguki ucapan appanya. Ia terlihat mendekat ke arah Yoona sembari mengulurkan tangan.

“Anyeong haseyo, Kyuhyun imnida . . . “

Yoona tersenyum. “Yoona imnida . . . “

Kedua orang tua masing-masing tampak senang melihatnya. Hari ini untuk pertama kalinya mereka dipertemukan setelah Mr. Im dan Mr. Cho sepakat menjodohkan keduanya.

“Dia benar-benar cantik,” tutur Mrs. Cho.

Mrs. Im tersenyum mendengarnya. “Kyuhyun juga sangat tampan. Mereka pasangan yang serasi.”

Keduanya tampak memperhatikan Kyuhyun dan Yoona yang sedang asyik bermain bersama di taman rumah Keluarga Im.

“Yoong . . . bolehkah aku memanggilmu begitu?” tanya Kyuhyun.

“Tentu saja,” jawab Yoona sembari tersenyum.

“Bisakah kita membuat perjanjian?”

“Perjanjian apa?”

Kyuhyun menatap Yoona lekat-lekat. Namja itu mengangkat tangannya.

“Aku Cho Kyuhyun, berjanji akan menjadi suami yang baik dan selamanya mencintai Im Yoona . . .  “

Yoona tersenyum geli mendengar ucapan Kyuhyun.

“Apa maksudmu itu, Kyu?”

Kyuhyun terkekeh. “Aku memang tidak tahu apa yang dikatakan seorang pengantin pria di hari pernikahan mereka. Walaupun usia kita baru 8 tahun, anggap saja kita seperti latihan menjadi sepasang pengantin.”

“Mwo?”

“Giliranmu . . . “ suruh Kyuhyun.

Yoona berdeham. “Ngg . . . aku Im Yoona, berjanji akan menjadi istri yang baik dan selamanya mencintai Cho Kyuhyun . . . “

Keduanya tersenyum. Tanpa disadari, kedua orang tua mereka memperhatikannya sedari tadi.

“Janji ya?” Kyuhyun menyodorkan jari kelingking tangan kanannya ke arah Yoona.

Yoona menyambutnya dan tersenyum.

Di tengah-tengah kebahagiaan yang dirasakan Keluarga Im dan Keluarga Cho, ada seseorang yang tampak merencanakan sesuatu untuk menguasai kekayaan yang dimiliki Mr. Im.

Dialah Mr. Jung, orang kepercayaan Mr. Im sendiri. Memanfaatkan kebaikan yang dimiliki Mr. Im, dia berhasil merebut semua saham yang dimiliki Mr. Im dan menjadikannya sebagai miliknya yang sah. Hingga suatu hari perusahaan Mr. Im hampir bangkrut, Mr. Jung sebagai pemegang saham tertinggi berhasil mengambil alih perusahaan itu. Otomatis seluruh aset milik Mr. Im jatuh ke tangannya.

Namun, dibalik rencana jahatnya itu, diam-diam Yoona mengetahuinya. Yeoja kecil itu tanpa sengaja memergoki Mr. Jung yang terlihat menyelinap ke dalam ruang kerja appanya. Karena takut rahasianya terbongkar, Mr. Jung berencana membunuhnya agar bukti itu tidak dapat mengancam posisinya. Dengan sengaja Mr. Jung menyuruh seseorang untuk mencelakakan Yoona. Hingga akhirnya Yoona mengalami kecelakaan hebat akibat tertabrak mobil.

Tentu hal ini menjadi pukulan berat bagi Keluarga Im dan juga Keluarga Cho. Terutama untuk Kyuhyun. Namja itu terlihat sering menjenguk Yoona di rumah sakit. Namun Yoona tetap tidak bangun dari masa komanya.

Ditemani oleh eommanya, Kyuhyun berdiri di samping ranjang Yoona. Namja itu terlihat sedih sembari menatap calon istrinya yang terbaring koma.

“Kyuhyun-ssi . . . “ ucap Mrs. Cho sambil mengusap pelan kepalanya.

Kyuhyun terisak. Air matanya mengalir.

“Yoong . . . kau sudah janji padaku kan? Kita akan selalu bersama selamanya,” tutur Kyuhyun.

Perlahan, kedua mata Yoona menunjukkan reaksi saat mendengar ucapan Kyuhyun

.

ooOoo

Yoona POV

Tubuhku sama sekali tidak bisa kugerakkan. Aku mencoba membuka mataku perlahan-lahan. Samar-samar kulihat Kyuhyun berdiri di sampingku sambil memeluk tubuhku yang bersimbah darah. Namja itu menangis. Seperti mengingatkanku pada seseorang.

Benar. Aku ingat sekarang. Rupanya sosok yang sering menangis dalam mimpiku adalah Kyuhyun. Aku ingat semuanya. Tentang keluarga Cho, perjodohanku dengan Kyuhyun, perbuatan yang dilakukan Mr. Jung, bahkan tentang janjiku pada Kyuhyun saat kami masih berusia 8 tahun.

Mataku masih terasa berat untuk membuka. Perlahan tanganku mengusap wajahnya sembari mencoba membuka kembali mataku.

“Yoong . . . “ Kyuhyun terlihat kaget saat melihatku membuka mataku.

Dengan tenaga yang tersisa, aku hanya tersenyum. Kulirik Eunhyuk yang memandangku dengan raut kesedihannya. Sementara Jessica sudah menangis di sampingku. Aku kembali memandang Kyuhyun. Ah, rasanya aku sangat merindukannya. Selama 15 tahun ini aku telah membuatnya menderita.

Jeongmal mianhae, Kyu . . . “ ucapku lirih.

Seketika pandanganku menjadi gelap.

Author POV

Kyuhyun terperangah. Yeoja yang berada dalam pangkuannya itu tidak bergerak sedikitpun.

“Yoong . . . “

Tetap tidak ada respon dari Yoona. Seketika Kyuhyun berteriak sembari memeluknya. Jessica menangis dalam pelukan Eunhyuk yang berusaha bersikap tegar.

Mobil ambulance tiba dan bergegas membawa Yoona ke rumah sakit di Seoul. Kyuhyun ikut dalam mobil tersebut, sementara Eunhyuk dan Jessica menaiki mobil Eunhyuk.

“Aku akan memberitahu Siwon . . . “ tutur Eunhyuk pada Jessica.

Namja itu mengambil ponselnya dan bergegas menelepon Siwon.

“Siwon, ini aku . . . “ sapa Eunhyuk. “Ne, kami sudah berhasil menemukan Kyuhyun dan Yoona. Tapi, ada berita buruk.”

Diliriknya Jessica yang terlihat murung sejak masuk mobil.

“Yoona mengalami kecelakaan, saat ini sedang dibawa ke rumah sakit di Seoul . . . Ne, Kyuhyun bersamanya. Nanti kita bertemu di sana.”

KLIK! Eunhyuk mematikan ponselnya dan bersiap menyalakan mesin mobilnya.

“Kita berangkat sekarang . . . . “ tutur Eunhyuk.

Jessica diam saja. Yeoja itu terlihat masih terisak. Eunhyuk kembali mematikan mesin mobilnya.

“Ini semua salahku . . . “ ucap Jessica.

“Jessica . . . “

“Aku terlalu terbawa emosi. Hingga tidak bisa mengendalikan diriku dan menceritakan semua pada Yoona. Aku melihatnya merasakan kesakitan sambil memegang kepalanya. Aku berusaha meminta maaf padanya tapi dia hanya menatap tajam padaku. Kurasa aku justru membuatnya semakin kelelahan secara psikis, aku sungguh keterlaluan. Hingga akhirnya dia berlari sambil menahan rasa sakit di kepalanya. Aku berusaha mengejarnya karena khawatir terjadi sesuatu padanya. Tapi, aku terlambat. Yoona . . . dia justru . . . “

Jessica kembali meneteskan air matanya. Namja disampingnya langsung memeluknya. Berusaha menenangkan yeoja yang terlihat kalut itu.

“Aku yakin Yoona baik-baik saja. Jadi kau harus tenang. Aku tahu ini sangat berat bagimu, tapi kau harus tegar. Ne?

Jessica menoleh ke arah Eunhyuk. Ia mengusap air matanya dan terlihat lebih tenang.

“Kita ke rumah sakit,” tutur Eunhyuk. Jessica mengangguk.

Kyuhyun POV

Tanganku masih mengenggam erat tangan Yoona. Aku hanya bisa menatapnya dengan perasaan cemas luar biasa. Aku benar-benar ketakutan. Saat kulihat tubuhnya bersimbah darah seperti ini, aku tak kuasa menahan air mataku.

“Yoong . . . “

Aku tahu percuma saja memanggilnya karena yeoja itu tetap terdiam. Aku melihat tim medis yang tampak memberikan pertolongan pertama padanya. Hatiku benar-benar kalut. Aku sangat takut jika sampai kehilangan orang yang sangat kucintai ini.

Begitu tiba di rumah sakit, Yoona segera dilarikan ke ruang UGD.

Mianhae, Tuan. Anda harus tetap di luar . . . “ ucap salah seorang tim medis saat aku berniat masuk ke ruang UGD.

“Tapi . . . “

Tiba-tiba seseorang menepukku dari belakang. Rupanya Dokter Kim.

“Kau jangan khawatir, Kyuhyun-ssi. Aku akan berusaha menyelamatkannya . . .”

Aku mengangguk. “Kuserahkan padamu, Dokter Kim.”

Hampir 1 jam aku menunggu di depan ruang UGD. Jantungku berdegup kencang. Aku sangat mengkhawatirkan kondisi Yoona. Tak lama kemudian, aku melihat kedua orang tua Yoona tiba bersama Siwon dan Sooyoung.

“Kyuhyun-ssi . . . bagaimana kondisi Yoona?” tanya Mrs. Im padaku.

Aku hanya menunduk dan diam. Sementara Siwon dan Sooyoung berusaha menenangkanku.

Dokter Kim tampak keluar dari ruang UGD. Akupun bergegas mendekat.

“Dokter Kim, bagaimana kondisinya?”

“Yoona mengalami luka parah di bagian kepalanya. Kami sudah melakukan operasi. Hanya saja, saat ini kondisinya masih kritis . . . “ ucap Dokter Kim.

Tubuhku terasa lemas. Kulihat kedua orang tua Yoona juga tak kuasa menahan kesedihan. Yoona pun segera dipindahkan ke ruang pasien dengan kondisi masih kritis. Aku melihat wajahnya yang tampak pucat dengan masker oksigen di wajahnya. Kepalanya diperban usai menjalani operasi. Membuat hatiku semakin miris.

“Yoona . . . putriku . . . “ ricau Mrs. Im panik. Ia nyaris jatuh pingsan.

“Istriku . . . “ seru Mr. Im berusaha menguatkannya.

Siwon berdiri di sampingku dan berusaha menguatkanku. Langkah kakiku terasa berat. Aku tidak kuat menahan kesedihanku yang amat dalam.

Author POV

Yoona dipindahkan ke ruang pasien usai menjalani operasi. Meskipun operasi berjalan lancar, kondisinya masih kritis. Tubuhnya terbaring lemah tak berdaya di ranjang dengan dikelilingi beberapa peralatan medis. Tampak kedua orang tua Yoona terpukul dengan kondisi putrinya. Ini untuk kali kedua Yoona mengalami kecelakaan sejak 15 tahun silam.

Kyuhyun hanya bisa menatapnya dengan kesedihan. Penampilan namja itu tampak kacau dengan wajah penuh luka dan rambut yang berantakan serta pakaiannya yang tampak lusuh.

“Kyuhyun-ah . . . sebaiknya kau juga harus mengobati lukamu itu . . . “ tutur Sooyoung.

Ani, tidak perlu. Aku sama sekali tidak merasa sakit jika dibandingkan dengan kondisi Yoona . . . “ jawab Kyuhyun menolak.

Sooyoung menatap Siwon. Keduanya tahu apa yang dirasakan temannya itu. Mr. Im tampak memperhatikan Kyuhyun yang terlihat terus memandangi putrinya.

“Kyuhyun-ssi, aku perlu bicara denganmu,” tutur Mr. Im

Kyuhyun menoleh kaget, kemudian mengangguk. Tapi sebelum keduanya bicara serius, Mr. Im membawanya untuk mengobati luka yang diperolehnya. Kyuhyun pun akhirnya mau diobati.

“Kau pasti marah padaku . . . “ kata Mr. Im

Kyuhyun hanya memandangnya dalam diam.

“Jika dipikir kembali, kurasa aku sudah berbuat tidak adil terhadapmu. Aku hanya mementingkan diriku sendiri, mengutamakan keselamatan Yoona tanpa memikirkan perasaanmu. Aku sudah berbuat jahat dengan memisahkan kalian selama 15 tahun. Mianhae . . .

Kyuhyun terkejut saat mendapati Mr. Im tampak membungkuk padanya.

Ajussi . . . aku tahu kau melakukannya karena alasan yang kuat. Aku sudah mendengar semuanya dari ahjumma. Memang ada kemarahan pada diriku karena aku merasa telah dibohongi. Tapi, akupun tidak bisa berbuat banyak karena aku takut justru membuat Yoona semakin menderita. Hingga akhirnya sekarang Yoona . . . “ Kyuhyun kembali terisak.

Mr. Im merangkul namja di depannya yang kembali meneteskan air mata.

“Kita harus kuat. Aku yakin putriku pasti bisa bertahan . . . “ tutur Mr. Im

Kyuhyun mengangguk dan berusaha mengendalikan emosinya.

“Untuk menebus kesalahanku padamu, kuminta kau terus mendampingnya hingga dia sadar nanti. Aku ingin, saat Yoona membuka matanya, kaulah orang pertama yang dilihatnya . . . “

Ne . . .

Saat keduanya hendak kembali ke kamar Yoona, tampak Eunhyuk dan Jessica tiba di rumah sakit.

“Kyuhyun-ah, bagaimana kondisi Yoona?” tanya Eunhyuk.

“Dia mengalami luka parah di bagian kepala, Dokter Kim sudah melakukan operasi padanya. Namun, saat ini kondisnya masih kritis . . . “ jawab Kyuhyun.

Raut wajah Jessica langsung berubah. Yeoja itu mendekati Mr. Im yang berdiri di samping Kyuhyun.

Ajussi . . . aku tahu appaku sungguh telah berbuat jahat terhadap kalian, terutama pada Yoona. Ia melakukan ini pasti karena aku, jeongmal mianhae . . . “ tutur Jessica sambil menangis.

Mr. Im menyadari beban yang dipikul Jessica. “Sudahlah, dalam hal ini kau sama sekali tidak bersalah. Sebenarnya masalah ini hanya antara aku dan appamu. Kami terlalu egois, sehingga justru melibatkan kalian dalam masalah ini . . . “

Ajussi . . . “ Tangis Jessica pecah.

Mr. Im memeluknya dan berusaha menenangkan yeoja yang dirundung kesedihan itu. Eunhyuk merasa lega karena Jessica sudah mengeluarkan semua emosinya. Perhatiannya pun teralihkan pada Kyuhyun yang terlihat masih murung.

“Kau harus menjaganya . . . “ ucap Eunhyuk sembari menepuk bahu Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh kaget. Dilihatnya Eunhyuk tersenyum.

“Dia membutuhkanmu . . . “

Ne, arraseo . . .  “

Kyuhyun dan Mr. Im kembali ke kamar Yoona. Sementara Eunhyuk dan Jessica memilih untuk berhenti di taman sekitar rumah sakit.

Jessica tampak duduk sembari menatap sekeliling taman yang terlihat asri dan sejuk. Eunhyuk datang sambil membawa minuman untuk keduanya.

Gomawo . . . “ tutur Jessica saat menerima minuman dari Eunhyuk.

Eunhyuk tersenyum. Lalu meneguk minumannya. Diperhatikan yeoja yang duduk di sampingnya tampak lebih tenang dari sebelumnya.

“Kau merasa lebih tenang sekarang?” tanya Eunhyuk.

Jessica mengangguk. “Jika aku terlalu larut dalam kesedihan, kurasa justru membuat bebanku terasa berat . . . “

“Baguslah. Aku tahu ini sangat berat bagimu. Tapi, seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, kau harus bisa menghadapinya, arraseo?

Jessica tersenyum. Raut wajahnya terlihat lebih tenang.

“Saat kau tahu tentang masa lalu Yoona dan Kyuhyun, bagaimana perasaanmu?” tanya Jessica.

“Ngg . . . awalnya memang sulit aku terima. Tapi, tiap aku melihat Kyuhyun saat memperhatikan Yoona, aku merasa keduanya memang sudah ditakdirkan bersama. Apalagi, ingatan Yoona sebenarnya hampir pulih . . . “

Jessica menoleh kaget. “Jinjja?

Ne, Dokter Kim yang mengatakannya. Gumpalan darah di kepala Yoona berkurang. Kemungkinan ingatan Yoona memang akan pulih kembali . . . “ tutur Eunhyuk.

Jessica terdiam. Eunhyuk memperhatikan raut wajah yeoja di sampingnya itu.

“Apa kau takut kehilangan Kyuhyun?”

Jessica justru tertawa kecil mendengarnya. “Awalnya iya, tapi kurasa . . . aku harus melepasnya. Sejak awal, Kyuhyun seharusnya bersama Yoona. Bukan aku.”

Eunhyuk turut tersenyum. “Sepertinya kita senasib, bagaimana jika kau bersamaku saja?”

Mata Jessica terbelalak. Dilihatnya namja disampingnya sudah tersenyum jahil menggodanya.

Ani, aku tidak mau dengan namja sepertimu . . . “ teriak Jessica lalu berlari meninggalkan Eunhyuk.

Eunhyuk tertawa keras melihat reaksi Jessica itu.

ooOoo

Kyuhyun POV

Hampir 1 minggu Yoona masih terbaring di rumah sakit. Aku tak pernah meninggalkannya sedetikpun. Aku terus menemaninya, bersabar menunggu hingga dia kembali membuka matanya untukku.

“Kyuhyun-ssi . . . “

Kulihat Mrs. Im mengambil posisi duduk di sebelahku. Ia menggenggam tanganku sembari tersenyum.

Gomawo, kau selalu setia mendampingi putriku . . . “ ucapnya tersenyum padaku.

“Sudah seharusnya aku melakukannya, ahjumma . . . “

“Kyu, kau bisa mulai membiasakan memanggilku eomma, karena sejak awal kaulah yang akan menjadi menantuku dan juga pendamping hidup bagi putriku . . .

Aku terharu mendengarnya. Aku langsung memeluk Mrs. Im dengan penuh rasa haru.

Ne, eomma. Gomawo, kau mempercayaiku untuk melindungi Yoona . . .”

Tiba-tiba, kulihat appa dan eomma datang. Aku terkejut. Kulihat eomma langsung memeluk Mrs. Im dan saling melepas rindu. Perhatianku teralihkan pada appa yang menatapku dengan rasa bersalah.

“Kyuhyun-ssi, aku bersalah padamu, terlalu egois dan tidak memikirkan perasaanmu, mianhae . . .

Aku langsung memeluk appa dan menumpahkan kesedihanku padanya. Eomma juga memelukku sembari tersenyum.

Author POV

Jessica berjalan menuju ruang kerja appanya. Wajah yeoja itu terlihat serius. Ditemani Eunhyuk, ia berniat menyuruh appanya untuk mengakui kesalahannya.

BRAK! Tanpa mengetuk pintu, yeoja itu langsung menyelonong masuk ke ruang kerja appanya.

“Aku perlu bicara dengan appa . . . “ seru Jessica.

Mr. Jung terlihat berusaha lebih tenang saat melihat putrinya sudah berdiri di hadapannya.

“Kau lupa bagaimana caranya mengetuk pintu?”

Jessica berusaha menahan emosinya. “Appa harus mengakui kesalahan appa . . . “

Mendengar hal itu, Mr. Jung langsung menggebrak meja dan terlihat emosi.

“Aku tidak pernah melakukan kesalahan. Selama ini yang kulakukan hanya untuk kebahagiaan putriku sendiri . . . “

“Tapi tidak dengan cara seperti ini, appa!” bentak Jessica. Eunhyuk yang berada di sampingnya berusaha menenangkan yeoja yang terlihat terpancing emosi itu.

“Aku tidak mau . . . appa menjadi seorang penjahat. Hanya demi kebahagiaanku, appa justru menghancurkan kebahagian orang lain. Aku tidak mau . . . “

Jessica kembali meneteskan air mata. Mr. Jung terlihat kaku saat memandangi putrinya menangis.

“Apa yang dikatakan putrimu itu benar . . . “

Jessica dan Eunhyuk menoleh ke arah suara. Mereka terkejut saat melihat Mr. Im sudah berdiri di depan pintu.

“Kau . . . “ Mr. Jung tampak menyeringai saat melihat Mr. Im berjalan masuk mendekatinya.

“Sebaiknya kau harus mengakui kejahatanmu di masa lalu . . . “

Seketika muncul kawanan polisi yang datang menghampiri mereka. Mr. Jung tampak kaget. Begitu juga dengan Jessica dan Eunhyuk.

“Tangkap penjahat ini . . . !” seru Mr. Im

Kedua tangan Mr. Jung langsung diborgol dan segera digiring oleh kawanan polisi tersebut. Jessica tampak berusaha memanggil Mr. Jung sebelum namja paruh baya itu keluar dari perusahaan.

Appa . . .

Mr. Jung menatap Jessica dengan tersenyum.

Mianhae, aku membuatmu melihat hal yang menyedihkan ini . . . “

Jessica menyeka air matanya. “Sampai kapanpun, appa tetap yang terbaik untukku.”

Mr. Jung tampak menahan air matanya. Ia pun kembali digiring oleh kawanan polisi tersebut.

Jessica kembali menangis dalam pelukan Eunhyuk. Mr. Im tampak merangkul Jessica.

Mianhae, Jessica. Tapi, aku harus tetap melakukannya agar appamu mau menerima hukuman atas kesalahannya dulu . . . “

Ne, ajussi. Aku tahu, appa memang harus menerimanya . . . “ tutur Jessica.

Usai penangkapan Mr. Jung oleh kawanan polisi. Jessica dan Eunhyuk memutuskan mampir ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi Yoona. Saat mereka tiba di kamar Yoona, dilihatnya hanya ada Kyuhyun yang setia mendampingi yeoja itu.

“Kyuhyun-ah . . . “

Kyuhyun menoleh ke arah Eunhyuk dan Jessica. Namja itu terlihat jauh lebih baik, luka-luka di wajahnya juga berangsur pulih.

“Masih belum sadar?” tanya Eunhyuk.

Kyuhyun mengangguk. Dilihatnya Jessica yang memperhatikannya.

“Jessica, aku tahu aku bersalah padamu. Aku . . . “

“Sudahlah,” Jessica memotong ucapan Kyuhyun. “Seharusnya aku yang meminta maaf padamu. Aku sudah mendengar semuanya, jadi . . . kau jangan merasa bersalah padaku. Ne?

Kyuhyun tersenyum mendengarnya. “Bagaimana dengan Tuan Jung?”

“Polisi sudah membawanya. Kurasa appa memang pantas menerimanya dan harus mengakui kesalahannya . . . “ tutur Jessica. Sesekali bibirnya bergetar tiap menceritakan kondisi appanya itu.

Kyuhyun memeluk yeoja di depanya itu. Walaupun pertunangan keduanya akhirnya dibatalkan, Kyuhyun tetap menganggap Jessica sebagai teman dan tidak dendam sedikitpun atas apa yang dilakukan Mr. Jung

“Ngg . . . “

Semua menoleh ke arah Yoona yang terbaring di ranjang. Dilihatnya ada reaksi pergerakan mata dari yeoja itu.

“Ngg . . . Kyu . . . “

Kyuhyun tersentak. Ia langsung menggenggam tangan Yoona.

“Yoong, kau sudah sadar? Kau bisa mendengarku?!” seru Kyuhyun.

Eunhyuk dan Jessica juga terlihat menunggu.

Perlahan tangan Yoona juga mulai bergerak. Mereka terkejut luar biasa sekaligus senang.

“Kyu . . . “ Yoona kembali mengeluarkan suara walaupun dengan mata masih terpejam.

Ne, aku disini. Kau bisa mendengar suaraku? Aku disini, aku tidak akan pernah meninggalkanmu . . . “ tutur Kyuhyun sembari mengecup tangan Yoona.

Perlahan Yoona membuka kedua matanya. Semua tampak terkejut melihatnya.

-TBC-

signature

16 thoughts on “My First Mate – Chapter 9

  1. Mayang says:

    bentar yang jdi pertanyaan itu , kemana appa yoona selama nie ???!
    selama 15 tahun ilang kemana ????!!!!!
    gg di jelasin kah ????!
    ehm lupa , nyonya cho itu eomma kandung kyu kan tp kok manggil kyu pake sii ya ???!
    lebih kece di panggil kyuhyun-ah , aq tau seh ini ff lama maka nya bahasa korea nya ada beberapa yang gg tepat , jd wajar seh , hehehe

  2. elvi says:

    Tuan jung akhir Ώyå ϑϊ tangkap J̶̲̅υ̲g̶̲̅ά̲…
    N jessica jga Üϑάн rela kyu ma yoona…
    Yoona jga Üϑάн sadar…
    Moga yoona ma kyuppa bahagia…
    Θϊ tggu chapter slanjut Ώyå…
    Fighting bwt ff slanjutny…

  3. HaeNy Choi93 says:

    Senenngnya akhirnya… Satu persatu masalahnya dah terselesaikan.. N yoona juga sudah sadar. Semoga KyuNa bisa Happy Ending. Amin…. Udahh.. Jessica sama Eunhyuk ajaaaah… Cocok kok.. Ditunggu part selanjutnya ya…..

  4. rindafishy says:

    Ya ampun .. Kereen banget thor
    Bingung mau coment apa ?!
    Moga yoona cepet pulih dehh ..
    Ditunggu lanjutnya thor😀

  5. hikari says:

    kisah di masa lalu jadikan pelajaran, saatnya melangkah menuju masa depan🙂
    Terus Berkarya, Tetap Semangat, dan Terima Kasih🙂

  6. Rifdah_Musketeers says:

    YEAY !!!! Author saranghae >< part ini feel nya dapet banget. Kyuhyun-nya setia banget, Next ya ff KyuNa❤

  7. Onnixs ciimagnae el'eo says:

    Mianhe sebelumnya bru bisa nyempilin(?) koment.na, ==”

    mga Yoong End.nya bsa bahgia ama bang Kyu , Dah cukup Penderitaan mreka, huhu…..
    Tetep ditunggu EpEp brikutnya Ne Chingu…🙂

  8. Cho kyuna says:

    Ah sneng nya, smu’a udah jlas. Mdah”an kyuna brsatu n happy end. Hehehe dtnggu smua ff mu chingu, sarangheyo miy boss nya kpan di lnut’in ? Fighting thor

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s