Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 3


srghyomyboss4

Title : 

“Saranghaeyo, My Boss!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Genre :

Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

 

Yoona POV

Suasana berubah tegang. Aku tidak tahu harus bicara apa. Aku hanya memegang peralatan makanku sembari menatap ketiga orang itu. Kulirik ke arah bosku yang kini duduk di sebelahku. Lalu aku beralih pada Siwon yang duduk di depanku, kemudian memperhatikan Sooyoung yang duduk di sebelahnya. Seketika membuat selera makanku menjadi hilang.

“Jadi . . .” Aku menoleh ke arah Siwon yang berusaha memecah keheningan. “Kau bekerja di restoran Kyuhyun?”

Aku tahu pertanyaan itu ditujukan padaku. Sambil menikmati makananku yang tampak belum habis, aku mengangguk. Lalu aku melirik ke arah Kyuhyun yang terlihat masih memperhatikan ke arah Sooyoung dan Siwon. Kemudian bosku itu langsung mengalihkan perhatiannya padaku. Secepat mungkin aku memalingkan wajahku ke arah lain.

“Kalian sudah saling kenal?” tanya Kyuhyun pada Siwon.

“Baru kemarin,” jawab Siwon singkat sembari tersenyum.

“Kemarin?”

Aku memperhatikan wajah bosku yang terlihat kaget.

“Kami tidak sengaja bertemu saat kulihat Yoona sedang diganggu oleh orang yang tidak dikenal, di supermarket yang tidak jauh dari restoranmu,” tutur Siwon.

“Pengunjung yang kemarin siang membuat keributan di restoran,” lanjutku.

Dapat kurasakan tatapan tajam dari bosku itu. Ada apa dengannya? Dia hanya berbicara terhadap Siwon dan Sooyoung. Kenapa sejak tadi mendiamkanku dan tidak mengajakku bicara? Apa karena aku hanya bawahannya?

“Kenapa kau diam saja?” tanya Siwon mengejutkanku.

Aku memandang ke arahnya. Kulirik raut wajah Sooyoung yang tampak memperhatikanku. Seperti ada kecemburuan tergurat jelas di wajahnya. Aku kembali mencoba memperhatikan wajah bosku. Seketika bulu kudukku merinding. Kulihat wajah bosku benar-benar menatapku dengan kemarahan. Menakutkan.

Mianhae, aku dan Yoona harus kembali ke restoran.”

Sontak aku menoleh ke arah bosku. Dia sudah berdiri sambil memandangku. Dengan terpaksa, aku pun ikut berdiri dan berpamitan kepada Siwon dan juga Sooyoung.

“Aku harus kembali bekerja. Gomawo, kau sudah mentraktirku makan siang,” ucapku pada Siwon. Aku pun tersenyum  ke arah Sooyoung.

“Baiklah, lain kali kau yang mentraktirku ya?”

Kyuhyun dan Sooyoung langsung menoleh kaget ke arah Siwon yang tampak tersenyum lebar. Rasanya sulit sekali bagiku untuk tersenyum menanggapi pernyataan Siwon, karena sekali lagi kurasakan bosku kembali menatapku dengan kemarahan.

Kajja . . .

Dengan cepat bosku itu menarik tanganku dan membawaku menuju mobilnya. Kami berdua bergegas kembali ke restoran meninggalkan Siwon dan Sooyoung yang tampak terdiam.

Author POV

Kyuhyun menarik Yoona menuju mobilnya dengan kasar. Terlihat Yoona berusaha menyuruh bosnya untuk sedikit merenggangkan genggamannya karena merasa kesakitan atas perlakuan bosnya itu.

“Bisakah kau lebih pelan sedikit?” pinta Yoona.

Kyuhyun tidak menjawab. Namja itu terus berjalan tanpa menoleh ke arah yeoja yang ditariknya.

“Cepat masuk!”

Yoona memilih diam sembari fokus memegang tangan kirinya yang kesakitan. Ditatapnya bos yang merasa tidak bersalah dan sudah masuk  ke dalam mobi itul. Yeoja itu menarik nafas dalam-dalam. Mati-matian berusaha sabar menghadapi sikap bosnya tersebut.

Begitu Yoona masuk  ke dalam mobil, Kyuhyun segera menyalakan mesin dan melajukan mobil menuju restoran. Tidak ada kata sedikitpun yang keluar dari mulut Kyuhyun. Sementara Yoona tampak masih memijat-mijat tangan kirinya yang kesakitan.

Setibanya di restoran, namja itu tetap tidak berkata apapun. Ia lebih memilih diam dan bergegas masuk menuju ruang kerjanya. Yoona tampak memandang kesal ke arah bosnya yang berjalan cepat itu.

“Kau kembali bersama bos?” tanya Donghae saat melihat Yoona tiba di restoran.

Yoona mengangguk pelan.

“Apa yang terjadi? Kenapa sepertinya Kyuhyun terlihat marah sekali?” tanya Shin ajussi.

“Kau pasti berbuat salah pada bos?” celetuk Jessica yang langsung mendapat tatapan tajam dari Yoona.

Ani, aku sama sekali tidak berbuat apapun,” ucap Yoona membela diri.

“Im Yoona! Aku perlu bicara,” tiba-tiba Kyuhyun tampak keluar dari ruang kerjanya dan memanggil Yoona. Semua menoleh kaget ke arahnya.

Yoona mengangguk dan bergegas menghampiri bosnya. Jessica langsung mendekat ke arah Donghae saat melihat Yoona berjalan menuju ruang kerja Kyuhyun.

“Apa dia akan dipecat?” tanyanya antusias.

Donghae langsung menoleh malas ke arah Jessica. “Kau begitu senang jika ia dipecat?”

Jessica hanya menatap bingung Donghae yang tampak kembali ke pantry.

Kyuhyun POV

Yoona terlihat memandangku sembari diam.

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku?”

Aku langsung beranjak dari posisi dudukku. Berjalan mendekat ke arah Yoona.

“Bisa kau jelaskan semuanya.”

Yoona mengernyitkan dahinya. “Jelaskan apa? Memangnya aku menyembunyikan sesuatu darimu?”

“Maksudku antara kau dan Siwon-hyung. Ada hubungan apa antara kau dan dia?”

Yoona terlihat menatapku sembari menahan rasa kesalnya. “Bukankah tadi sudah jelas, aku dan Siwon baru bertemu kemarin. Hubungan? Memangnya kami ada hubungan apa? Kenapa kau mencurigaiku seolah di antara kami ada hubungan special.”

“Kau yakin tidak ada apa-apa?”

Dapat kurasakan tatapan tajam dari Yoona. “Berapa kali harus kukatakan, kau benar-benar tidak percaya denganku?”

“Ah, arraseo. Bukannya aku mencurigaimu, bisakah aku minta tolong padamu? Jangan terlalu dekat dengannya. Itu akan membuat Sooyoung terluka.”

“Sooyoung?”

“Siwon-hyung itu tunangan Sooyoung. Jika kau terlalu dekat dengannya, coba kau pikir bagaimana perasaan Sooyoung. Lagipula, aku tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka. Sepertinya hubungan keduanya sedang merenggang . . .”

Yoona mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku sedikit kaget sembari memundurkan tubuhku.

“Kau melakukan ini demi temanmu?”

“Memang kenapa?”

Kulihat kembali Yoona hanya menatapku dengan raut wajah kesalnya. “Sudahlah. Apa aku boleh kembali bekerja?”

Aku mengangguk. “Tapi kau harus pegang janji padaku, jangan terlalu dekat dengan Siwon-hyung . . .”

Yoona hanya menoleh sebentar ke arahku sebelum keluar dari ruang kerjaku. Begitu ia pergi, dalam hati aku masih memikirkan kejadian hari ini. Aku tahu, keduanya memang baru bertemu kemarin. Hanya saja, kenapa mereka sudah sangat akrab seperti yang kulihat saat aku baru tiba di restoran tadi. Tidak mungkin Siwon-hyung langsung tertarik pada Yoona. Dia kan sudah bertunangan.

Yoona POV

Kenapa ada rasa kecewa dalam diriku? Kenapa seolah aku berharap sikap yang dilakukan Kyuhyun itu karena cemburu padaku? Ah, aku pasti sudah gila. Mungkinkah aku jatuh cinta pada bosku sendiri? Tidak, tidak. Kau jangan konyol Im Yoona! Ayo sadarlah!

“Kenapa kau memukul-mukul kepalamu?”

Aku menoleh kaget ke arah suara yang mengejutkanku. “Donghae-ah . . .”

“Apa bos memarahimu?”

Aku menggeleng pelan sembari tersenyum. “Ani. Dia hanya menanyakan sesuatu padaku. Hanya itu.”

Kulihat raut wajah Donghae sedikit lega. Aku kembali meneruskan pekerjaan mengepel lantai karena restoran hampir tutup.

“Ada apa dengan tangan kirimu? Bukankah itu bengkak?”

Aku hanya terdiam. “Gwaenchana. Tidak terlalu sakit.”

“Kau harus segera mengompresnya. Bagaimana bisa kau katakan tidak sakit? Jelas-jelas bengkak.”

“Nanti saja, aku masih harus menyelesaikan tugasku,” ucapku.

Dalam hati aku memang sedikit menahan rasa sakit. Kurasa karena perlakuan bosku tadi saat menarik tangan kiriku. Tidak kusangka akan bengkak seperti ini.

Author POV

Donghae berjalan menuju ruang kerja bosnya. Ia sudah bersiap untuk pulang karena jam bekerja sudah selesai.

“Boleh aku masuk?” tanyanya sembari mengintip dari balik pintu ruang kerja bosnya.

Kyuhyun tampak sedang membereskan meja kerjanya. “Masuklah.”

Donghae berjalan mendekat ke arah bosnya.

“Kau sudah mau pulang? Beristirahatlah karena besok harus masih bekerja,” tutur Kyuhyun.

Ne, arraseo. Sebelum pulang, aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” ucap Donghae.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Mengatakan apa?”

“Tadi aku melihat tangan kiri Yoona bengkak. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Aku sudah menyuruhnya untuk segera mengompresnya, tapi dia bilang nanti saja. Bahkan terus melanjutkan pekerjaannya.”

“Apa dia sudah pulang?” tanya Kyuhyun.

“Kurasa belum. Aku permisi dulu bos,” jawab Donghae sembari berpamitan.

Kyuhyun terdiam sejenak. Ada rasa bersalah tergurat di wajahnya. Namja itu langsung bergegas menuju pantry.

Yoona tampak berkemas mengambil tas slempangnya dari dalam loker kerjanya. Ia terkejut saat mendapati Kyuhyun sudah berdiri di belakangnya.

“Mengagetkanku saja . . .” ucap Yoona sedikit memundurkan tubuhnya.

“Kau sudah mau pulang?” tanya Kyuhyun.

Yoona mengangguk pelan.

“Ikut aku,”  ajak Kyuhyun langsung berbalik meninggalkan Yoona yang tampak bingung dengan sikap mengejutkan bosnya itu.

Yoona berjalan mengikuti Kyuhyun dari belakang. Dilihatnya bosnya berhenti di salah satu meja pengunjung. Perhatiannya tertuju pada sebuah baskom berisi air hangat dan handuk yang ada di meja.

“Duduklah,” suruh Kyuhyun.

Yoona masih menebak apa yang akan dilakukan bosnya itu.

“Kemarikan tangan kirimu,” tutur Kyuhyun.

Mwo?

Kyuhyun berdecak. “Cepatlah.”

Yoona tidak bertanya lagi. Ia mengulurkan tangan kirinya pada Kyuhyun. Bosnya itu langsung mencelupkan handuk ke dalam baskom dan memerasnya. Dengan lembut mengusapkannya pada tangan kiri Yoona yang bengkak. Sesekali dipijatnya pelan-pelan agar bengkaknya berkurang. Yoona dapat merasakan jantungnya yang berdebar saat melihat Kyuhyun tampak memberi perhatian padanya.

“Jika bengkak kenapa tidak segera diobati, kau ini benar-benar payah . . .” celetuk Kyuhyun.

Seketika raut wajah Yoona berubah. “Memang karena siapa tanganku jadi begini? Bukankah kau yang melakukannya . . .”

Kyuhyun memperhatikan yeoja di sampingnya itu. Yoona tampak cemberut dan terlihat memandang arah lain.

Mianhae, aku tahu ini semua karena aku,” tutur Kyuhyun.

Yoona menoleh kaget ke arah bosnya. Untuk pertama kalinya ia melihat Kyuhyun tampak berbuat baik dan sedikit melunak terhadapnya.

“Kau minta maaf padaku?” tanya Yoona sedikit menahan tawa.

“Memangnya kenapa?”

Seketika Yoona langsung tertawa keras. “Untuk pertama kalinya kau bersikap baik padaku.”

Kyuhyun tampak kesal melihat reaksi Yoona. Namja itu langsung menarik tangan Yoona hingga membuat yeoja itu langsung berbalik menghadapnya. Wajah keduanya tampak dekat dan nyaris tidak ada jarak. Dapat mereka rasakan debaran jantung masing-masing.

“Ah, sudahlah! Kau obati saja sendiri dan segera pulang!” tutur Kyuhyun sembari melempar handuk ke arah wajah Yoona. Namja itu langsung berdiri dan kembali ke ruang kerjanya.

“Aish, dia benar-benar keterlaluan!” gerutu Yoona sambil memandangi bosnya yang berjalan meninggalkannya

Kyuhyun POV

Langkah kakiku kupercepat menuju ruang kerjaku. Kurasa aku mulai tidak waras. Tadi itu apa? Hanya karena wajah kami berdekatan, kenapa jantungku berdebar kencang? Apa yang terjadi denganku ini? Ah, kupikir diriku memang mulai tidak waras. Tidak bisa berpikir jernih.

Aku mencoba mengintip Yoona dari arah ruang kerjaku. Kulihat yeoja itu sudah selesai mengompres tangannya dan tampak bersiap pulang. Aku menghela nafas lega. Dapat kurasakan debaran jantungku yang kembali stabil.

DRRT! Aku mengambil ponselku yang kuletakkan di meja kerjaku.

Yeoboseyo,”

“Bisakah kita bertemu?”

Aku terkejut saat mendengar Sooyoung kembali mengajakku bertemu. Kulirik jam tanganku. “Baiklah, aku segera ke sana.”

Kuambil mantelku dan bergegas menuju mobil yang terparkir di depan restoran.

Yoona POV

Aku berjalan dengan langkah pelan menuju rumahku. Aku kembali memperhatikan tangan kiriku. Bengkaknya sudah mulai berkurang, sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Perhatianku langsung tertuju pada sosok namja yang tengah bersender di samping mobilnya yang berhenti di depan rumahku.

“Siwon . . .?”

Namja itu menolehku sembari tersenyum. Aku sedikit terkejut dengan kehadirannya.

“Kau baru pulang?”

Aku mengangguk pelan. “Apa yang sedang kau lakukan?”

Kulihat namja itu kembali tersenyum. “Menunggumu.”

Aku mengernyitkan dahiku. Sedikit bingung dengan sikapnya ini.

Author POV

Yoona dan Siwon tampak sedang mengobrol di luar rumah Yoona. Keduanya bersender di samping mobil Siwon.

“Kau terlihat lelah, apa Kyuhyun sering memarahimu?” tanya Siwon tiba-tiba.

Yoona hanya tersenyum mendengarnya. “Kalaupun dia memarahiku, itu karena aku sering melakukan kesalahan.”

“Begitu rupanya . . .” Siwon tampak memandang langit malam yang dipenuhi bintang.

“Kudengar dari bos, kau tunangan Sooyoung,” ucap Yoona.

Siwon mengangguk. “Kyuhyun dan Sooyoung, mereka berdua adalah adik kelasku saat kami di SMA dulu. Sooyoung dan aku sudah bertunangan selama 3 tahun.”

“Kenapa tidak segera menikah?”

Siwon memandang Yoona yang tampak menatapnya serius. “Kami masih terlalu sibuk dengan urusan masing-masing.”

“Tidak baik jika terlalu lama menunda. Kita tidak tahu apakah perasaan seseorang dapat tetap setia dan tidak pernah berubah. Itu hanya saranku saja . . .”

Siwon tersenyum ke arah Yoona. “Mungkin kau benar.” Perhatiannya langsung tertuju pada tangan kiri Yoona.

“Kenapa dengan tangan kirimu?”

Yoona menoleh kaget. “Ini hanya bengkak saja. Tapi sudah sembuh, bos yang mengobatinya tadi.”

Siwon mengernyitkan dahinya. “Kyuhyun yang melakukannya?”

Yoona mengangguk sembari tersenyum. Sesaat wajahnya tampak memerah. Rupanya gelagatnya itu diketahui namja di sampingnya.

“Apa . . . kau menyukai Kyuhyun?”

Yoona tersentak. “Ah, tidak mungkin. Kau tahu, saat bekerja dia paling sering memarahiku daripada memberi perhatian padaku. Kami lebih sering berdebat, kurasa hanya aku satu-satunya karyawan yang berani melawan bosku sendiri. Bahkan Donghae juga berpendapat demikian. Kami seperti anjing dan kucing. Tidak pernah akur.”

Siwon tertawa mendengarnya. Yoona pun turut tersenyum melihat reaksi Siwon. Walau dalam hati, ia terlihat sedikit memikirkan pertanyaan Siwon.

ooOoo

Kyuhyun POV

Aku terbangun dari tidurku. Kulihat cahaya matahari sudah menembus jendela kamarku. Aku terdiam. Teringat akan ucapan Sooyoung semalam.

*

“Kau sudah menanyakannya pada Yoona?” tanya Sooyoung padaku.

Aku mengangguk. “Kurasa memang Siwon-hyung tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Mereka baru bertemu kemarin. Kau jangan khawatir.”

Sooyoung terdiam. “Tetap saja aku merasa khawatir. Saat kulihat Siwon-oppa menatap Yoona, raut wajahnya terlihat berbeda. Aku takut, jika oppa . . .”

“Sudahlah,” aku langsung memotong ucapan Sooyoung. Kugenggam tangannya. “Jangan terlalu kau pikirkan. Nanti akan menjadi beban berat bagi dirimu sendiri.”

“Kyuhyun-ah . . .”

Aku terkejut saat melihatnya bersender di bahuku. Dapat kurasakan kembali debar jantungku yang mulai tidak beraturan.

“Gomawo, Kyu! Kau selalu menemaniku dan menguatkanku, aku benar-benar beruntung mempunyai teman sepertimu . . .”

Teman? Benarkah aku memang hanya teman bagimu, Soo?

*

“Kyuhyun-ah . . .”

Aku menoleh ke arah pintu kamarku. Sudah kulihat Shin ajussi berdiri di depan kamarku.

“Sudah waktunya sarapan,” ucapnya.

Aku mengangguk dan beranjak dari ranjangku. Bergegas mandi dan bersiap untuk kembali bekerja.

“Sepertinya ada beberapa bahan yang habis di pantry. Aku lupa membelinya,” ucap Shin ajussi.

Aku menoleh ke arah Shin ajussi yang sedang meneguk secangkir kopi. “Nanti kau tulis saja daftarnya, biar Donghae atau Jessica yang membelinya.”

“Tidak bisa, mereka berdua harus melayani pengunjung penting yang sudah booking tempat dari kemarin,” tutur Shin ajussi.

“Kalau begitu Yoona saja,” ucapku sembari melanjutkan sarapanku.

“Kau benar,” balas Shin ajussi. “Nanti kau pergi bersamanya ya?”

“Kenapa aku?”

Shin ajussi tersenyum. “Kasihan jika dia sendirian. Lagipula kurasa yang bisa menemaninya hanya kau saja. Karyawan yang lain kan harus membantu Donghae dan Jessica. Nanti biar aku yang menyelesaikan beberapa pekerjaanmu.”

“Tapi . . .”

“Sudahlah. Kenapa kau seperti tidak mau pergi dengan Yoona? Apa kalian bertengkar? Jika kalian bertengkar, bukankah itu sudah biasa . . .”

Aku terdiam mendengar penuturan Shin ajussi.

“Atau . . . jangan-jangan hubungan kalian sudah membaik? Apa terjadi sesuatu di antara kalian?” tanya Shin ajussi sembari terkekeh.

“Jangan berpikiran yang macam-macam . . .” ucapku lalu bergegas ke restoran. Meninggalkan Shin ajussi yang tampak tertawa kecil.

Yoona POV

“Pergi berbelanja?”

Kulihat Shin ajussi memberikan selembar catatan daftar bahan yang harus dibeli.

“Ini daftar bahan yang sudah kutulis, pastikan tidak ada yang terlewatkan. Kyuhyun akan menemanimu pergi berbelanja,” tutur Shin ajussi.

Aku langsung memperhatikan bosku yang berdiri di samping Shin ajussi. Sadar kuperhatikan, bosku berbalas menatapku. Aku langsung memalingkan wajahku ke arah lain.

Kajja . . .

Aku mengikuti bosku dari belakang. Entah kenapa, aku merasa gugup. Entah ada perasaan apa, yang pasti aku merasa senang karena dapat pergi berdua bersama dengannya.

Kami pergi berbelanja di sebuah supermarket yang tidak jauh dari restoran. Aku mengambil sebuah trolly sembari memperhatikan daftar bahan yang harus dibeli. Sesaat kuperhatikan bosku yang berjalan di sampingku dengan kedua tangan terlipat di dadanya.

“Kenapa kau diam saja?”

“Memang aku harus melakukan apa?”

Dasar. Benar-benar orang yang tidak peka. Aku mendorong trolly ke arah depannya.

“Kau yang membawa trolly, aku mengambil bahan yang harus dibeli,” ucapku.

Kulihat wajah bosku berniat menolak. “Kenapa harus aku yang melakukannya?”

“Kau ingin aku melakukannya sendiri? Mana bisa cepat selesai. Bukankah Shin ajussi menyuruhmu menemaniku untuk membantuku?”

Arraseo, arraseo.

Aku tersenyum geli saat melihat bosku mendorong trolly yang kuberikan padanya. Kami pun bergegas mengambil bahan-bahan yang akan dibeli. Hampir 2 jam kami menghabiskan waktu di supermarket untuk berbelanja.

Author POV

Yoona dan Kyuhyun tampak keluar dari supermarket. Tanpa sengaja, mereka bertemu dengan Sooyoung di depan supermarket.

“Kyuhyun-ah, kau sedang pergi belanja?” tanya Sooyoung mendekat ke arah Kyuhyun. Lalu tersenyum pada Yoona.

“Kau sendiri juga mau pergi belanja?” tanya Kyuhyun.

Sooyoung mengangguk.

“Kebetulan aku sudah selesai, mau kutemani?”

Yoona sedikit terkejut mendengar tawaran Kyuhyun pada Sooyoung.

“Kau yakin? Barang belanjaannya bagaimana?”

Kyuhyun tersenyum sembari menoleh ke arah Yoona. “Biar Yoona yang membawanya dan kembali ke restoran.”

Yoona terlihat menahan kesal mendengar penuturan bosnya itu.

“Kau kembalilah dulu, aku harus menemani Sooyoung,” tutur Kyuhyun sambil memberikan kantung belanja yang dibawanya pada Yoona.

“Tapi . . .” Yoona merasa keberatan dengan kantung belanja yang terlalu banyak yang harus dibawanya.

Kyuhyun tampak tidak peduli dan terlihat bergegas masuk bersama Sooyoung. Meninggalkan Yoona sendirian di depan supermarket.

“Hebat. Dia benar-benar bos yang seenaknya sendiri . . .” tutur Yoona kesal.

Yoona mengambil beberapa kantung belanja yang diletakkan Kyuhyun. Yeoja itu tampak kesulitan membawanya karena terlalu banyak dan cukup berat. Ia berjalan menahan rasa lelahnya. Tangannya terasa pegal membawa barang yang begitu banyak. Ia putuskan untuk berhenti sebentar di sebuah halte bis. Melepas lelah dan merenggangkan tubuhnya yang kelelahan.

“Ah, dia benar-benar tega sekali. Membiarkan aku sendirian membawa barang yang begitu banyak . . .” gerutu Yoona.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Yoona memperhatikan sosok di balik kaca mobil yang terlihat dibuka oleh pengemudinya.

“Yoona-ya . . .”

Raut wajah Yoona langsung berubah cerah. “Siwon?!”

Siwon tampak bergegas keluar dan menghampiri Yoona. “Apa yang sedang kau lakukan di sini? Kau baru selesai belanja?”

Yoona mengangguk.

“Apa kau mau kuantar kembali ke restoran? Sepertinya barang yang kau bawa terlalu banyak,” ucap Siwon.

“Kau sungguh mau mengantarku? Ah, syukurlah. Aku benar-benar tertolong, gomawo . . .”

Siwon tersenyum ke arah Yoona dan bergegas memasukkan barang ke dalam mobil. Yoona pun tampak masuk ke mobil dan segera diantar Siwon kembali ke restoran.

Kyuhyun POV

Begitu tiba di restoran, aku langsung berjalan menuju ruang kerjaku. Tiba-tiba Shin ajussi langsung ikut masuk ke ruang kerjaku.

“Kenapa kau tega sekali?”

Aku sedikit bingung dan terkejut mendengar pertanyannya. “Apa maksudmu, ajussi?

“Kau membiarkan Yoona pulang sendirian sambil membawa barang yang begitu banyak. Kau tidak kasihan padanya?”

“Sudah kewajibannya sebagai karyawan untuk bekerja keras. Lagipula aku tadi ada urusan,” ucapku sembari fokus dengan berkas yang sudah ada di meja kerjaku.

“Kau ini . . .” Shin ajussi tampak masih kesal padaku. “Untung saja tadi Yoona kembali ke restoran diantar Siwon.”

Aku tersentak mendengarnya. Kulihat Shin ajussi hendak keluar dari ruang kerjaku. “Mwo? Dia kembali bersama Siwon-hyung?”

“Iya.”

Aku langsung beranjak dari posisiku dan bergegas menemui Yoona yang sedang berada di pantry. Kulihat yeoja itu tampak sedang meneguk minumannya.

“Kau ingin minum?  Ambil saja sendiri,” ucap Yoona padaku dan tampak berjalan melewatiku.

Aku langsung menariknya ke hadapanku. Kulihat raut wajahnya tampak terkejut dengan perlakuanku.

“Jawab pertanyaanku, apa kau tadi pulang bersama Siwon-hyung?”

Aku masih menunggu jawabannya sampai akhirnya Yoona mengangguk padaku.

“Bukankah sudah kukatakan padamu jangan terlalu dekat dengannya! Kau sengaja mendekatinya dan membuatku marah?”

“Apa maksudmu? Siapa yang mendekatinya? Dia hanya kebetulan lewat saat aku sedang berhenti di sebuah halte bis. Lalu mengantarku kembali ke restoran karena melihat barang belanjaan yang terlalu banyak . . .” ucap yeoja itu membela diri.

“Kau jangan berbohong . . .”

Author POV

Donghae, Jessica, dan Shin ajussi bergegas ke pantry saat mendengar keributan dari sana. Mereka terkejut saat melihat Kyuhyun dan Yoona tampak bertengkar hebat.

“Kau sengaja mendekatinya bukan?” tanya Kyuhyun.

Yoona semakin kesal dengan perkataan pedas bosnya. “Berapa kali harus kukatakan padamu, aku sama sekali tidak mendekatinya. Kenapa kau begitu marah?”

“Itu karena Siwon-hyung adalah tunangan temanku!”

“Kau marah hanya demi membela temanmu?” Yoona tampak semakin emosi. “Seharusnya aku yang marah padamu. Tega sekali kau membiarkan bawahanmu pulang sendirian dengan barang yang begitu banyak. Kau pikir aku tidak kesulitan membawanya? Kau benar-benar bos yang kejam. Beda sekali dengan Siwon, dia jauh lebih baik darimu . . .”

Kyuhyun terkejut mendengar penuturan Yoona. Namja itu tampak kehabisan kata-kata membalas yeoja di depannya. Donghae dan Shin ajussi khawatir melihat keduanya. Sementara Jessica justru asyik menikmati pertengkaran keduanya.

“Cukup! Kesabaranku sudah habis! Kau benar-benar membuatku marah kali ini . . .” tutur Kyuhyun.

Yoona hanya memandangi bosnya dengan raut wajah penuh kekecewaan.

“Lebih baik kita akhiri saja di sini . . .”

“Apa maksudmu?” Yoona terlihat menaikkan alisnya dan sedikit bingung.

Kyuhyun menatap tajam ke arah Yoona. “Im Yoona . . .”

Yoona tampak masih menunggu.

“Kau kupecat!”

-TBC-

Sebenarnya part ini tadinya mau lebih panjang, tapi akhirnya ada beberapa yg kuringkas aja, daripada kepanjangan hehe🙂 Gimana pendapat kalian nih? Mudah2an sesuai deh, gomawo😀

signature

36 thoughts on “Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 3

  1. Mayang says:

    soo mengatasnama kan teman biar bisa deket am kyu lagy tp dy tetep ngejalanin am siwon , ehm sedikit serakah seh -_-
    kyu apa”an seh , cih yakin situ marah karna gg mau liat soo sedih atau situ cemburu am yoona deket am siwon ???!
    Kasian yoona di pecat , dasar bos jahat

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s