My First Mate – Chapter 10 End


myfirstmatechp10

Title : 

“My First Mate”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Jung Jessica SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Other Cast :

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Genre :

Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Tambahan, FF ini juga sedang jadi FF Freelance, mungkin ada yang pernah membacanya. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Yoona POV

Aku membuka kedua mataku. Kulihat aku sudah berada dalam sebuah ruangan serba putih. Tanpa kusadari aku sudah mengenakan masker oksigen dan terlihat beberapa peralatan medis di sekelilingku.

“Yoong . . . kau sudah sadar?”

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. Samar-samar aku melihat sosok yang duduk di sampingku. Aku tersenyum. Kulihat Kyuhyun tampak tersenyum padaku sembari menggenggam tanganku.

“Kyu . . . “

Aku melihatnya meneteskan air mata.

“Syukurlah . . . syukurlah kau kembali hidup . . . “ ucapnya.

Tanganku bergerak perlahan mengusap wajahnya. Aku menyeka air matanya yang mengalir membasahi wajahnya. Aku masih terlalu lemah untuk bicara. Hanya senyum yang dapat keluar dari wajahku.

Perhatianku tertuju pada Eunhyuk dan Jessica yang juga terlihat berdiri di samping Kyuhyun. Keduanya tampak tersenyum padaku. Aku juga melihat Jessica tak kuasa menahan air matanya sembari menatapku.

“Jessica . . . “

Jeongmal mianhae . . .

Tangan Jessica menggenggam tanganku dengan lembut.

Dokter Kim datang setelah diberitahu Eunhyuk bahwa aku sudah siuman. Ia memeriksa kondisiku. Atas perintah Dokter Kim, perawat pun melepas masker oksigen yang kugunakan, sementara selang infus masih terpasang di tanganku.

“Selamat . . . Yoona sudah berhasil melewati masa kritisnya . . . “ ucap Dokter Kim.

Kulihat wajah Kyuhyun berubah cerah sembari menatapku. Eunhyuk dan Jessica juga terlihat lega mendengarnya.

Aku bersyukur telah diberi kesempatan untuk tetap hidup.

Author POV

Begitu mendengar Yoona sudah sadar dan berhasil melewati masa kritisnya, kedua orang tuanya bergegas datang menuju rumah sakit.

Appa . . . eomma . . . “ teriak Yoona saat melihat kedua orang tuanya berdiri di depan pintu. Saat itu Yoona sedang disuapi oleh Kyuhyun. Namja itu terlihat perhatian kepada Yoona.

“Yoona . . . “ Mrs. Im langsung datang dan memeluk putrinya itu.

Eomma . . .

“Syukurlah, eomma benar-benar senang . . .”

Mr. Im tampak berdiri di samping istrinya. Yoona menatap wajah appanya dan seketika air matanya kembali jatuh. Mr. Im memeluk putrinya itu dan turut meneteskan air mata. Kyuhyun yang melihatnya tampak terharu sembari memeluk Mrs. Im

Kondisi Yoona sudah stabil, meskipun dengan kepala yang masih diperban usai menjalani operasi. Tapi Dokter Kim belum mengizinkannya untuk pulang karena harus menjalani berbagai pemeriksaan. Kedua orang tuanya tampak menemui Dokter Kim untuk menanyakan kondisinya.

“Syukurlah, Yoona berhasil melewati masa kritisnya . . . “ tutur Dokter Kim.

Kedua orang tua Yoona saling memandang dan tersenyum.

“Kapan dia diperbolehkan pulang, Dokter?” tanya Mr. Im

“Untuk sementara masih harus menjalani pemeriksaan lanjut agar kondisinya benar-benar pulih . . . “ jawab Dokter Kim. Ia terlihat memeriksa catatan medis Yoona.

“Selain itu . . . gumpalan darah yang ada di kepala Yoona sebelumnya secara mengejutkan berkurang dengan cepat. Maksudku lebih cepat dari sebelumnya sehingga kini sudah tidak ada lagi,” lanjut Dokter Kim.

“Itu artinya . . . “ Mrs. Im tampak memandangi suaminya.

“Ingatan Yoona pulih kembali?” tanya Mr. Im

Dokter Kim hanya tersenyum menanggapinya.

Kyuhyun POV

Aku benar-benar senang saat melihat Yoona sudah sadar kembali. Sejak tadi mataku tidak berhenti memandanginya.

“Hei, Kyu! Kenapa terus melihatku seperti itu?” tanya Yoona padaku. Dia setengah terbaring di ranjang. Wajahnya memang masih terlihat pucat.

“Biar saja. Aku memang ingin memandangimu terus . . . “ jawabku.

Kulihat wajahnya memerah usai mendengar pengakuanku. Tapi, aku tidak tahu apakah dia mengingat masa lalu kami. Hal inilah yang sedikit mengganggu pikiranku.

“Ehem . . . “ Yoona berdeham sembari menatapku. “Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?”

Dahiku mengernyit. “Ne, tentu saja.”

Aku melihatnya mengangkat tangan kanannya. “Aku Im Yoona, berjanji akan menjadi istri yang baik dan selamanya mencintai Cho Kyuhyun . . .”

Aku tersentak mendengarnya. Kalimat itu adalah janji antara aku dan Yoona 15 tahun silam. Aku menatapnya dengan rasa masih tidak percaya atas apa yang baru saja kudengar.

“Yoong . . . barusan kau . . .”

Yoona tersenyum ke arahku. Aku tidak tahu harus berkata apa.

“Apa . . . kau sudah mengingat semuanya?” tanyaku ragu.

Kulihat mata Yoona mulai berkaca-kaca. “Ne, aku sudah ingat semuanya. Cho Kyuhyun . . . “

Aku langsung memeluknya dengan erat. Air mataku menetes penuh rasa bahagia mendengarnya.

Mianhae . . . aku sudah membuatmu menderita selama 15 tahun ini, Kyu . . . “ tutur Yoona padaku.

Aku mengusap wajahnya, menyeka air matanya yang membasahi wajahnya. Iapun melakukan hal yang sama terhadapku.

Gwaenchana . . . aku senang akhirnya kau kembali mengingatku . . . “

Aku kembali memeluk Yoona.  Sungguh aku sangat senang menerima kabar yang menggembirakan ini.

“Ya, sekarang giliranmu mengatakannya . . . “ ucap Yoona tiba-tiba.

“Baiklah . . . “ Aku mengangkat tangan kananku. “Aku Cho Kyuhyun, berjanji akan menjadi suami yang baik dan selamanya mencintai Im Yoona . . .  “

Yoona tersenyum mendengarnya. Kami berdua saling menatap satu sama lain. Aku mendekatkan wajahku. Kulihat Yoona memejamkan matanya. Wajahku semakin mendekat.

BRAK!

“Sedang apa kalian?”

Aku dan Yoona tersentak. Kulihat Eunhyuk, Jessica, Siwon dan Sooyoung sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum.

Author POV

Kyuhyun hanya diam sejak kedatangan keempat temannya. Namja itu terlihat menahan kesal.

“Kyuhyun-ah . . . “ panggil Eunhyuk sambil terkekeh. Ia tahu kedatangan mereka merusak suasana romantis Kyuhyun dengan Yoona.

Siwon dan Sooyoung tertawa melihatnya. Sementara Yoona berusaha menutupi wajahnya yang merah. Jessica sendiri terlihat tersenyum.

“Yoong . . . aku benar-benar senang kondisimu sudah stabil,” ucap Sooyoung.

Ne, mianhae aku telah membuat kalian semua cemas,” tutur Yoona.

Semuanya tampak senang melihat kondisi Yoona yang berhasil selamat dari maut.

Sementara Siwon dan Sooyoung masih berada di kamar Yoona, Jessica dan Eunhyuk tampak sedang berjalan menyisiri lorong rumah sakit. Keduanya berhenti sejenak di taman.

“Aku benar-benar lega, Yoona berhasil melewati masa kritisnya dan sekarang kondisinya sudah stabil . . . “ tutur Jessica.

Eunhyuk tersenyum. “Apa rencanamu sekarang?”

“Aku akan kembali ke Amerika,” jawab Jessica. Namja itu menoleh ke arahnya.

“Semua aset yang dimiliki appa sudah disita pihak kejaksaan karena appa terbukti melakukan kejahatan, dan aset itu dikembalikan kepada ajussi. Aku hanya ingin kembali lagi memulai dari awal dengan kerja kerasku sendiri . . . “

“Maksudmu?”

“Tentu saja menjadi fashion style terhebat di seluruh dunia. Itu adalah cita-citaku sejak kecil. Selama ini, aku melakukannya dengan bantuan appaku. Sekarang, aku harus memulainya lagi dari awal tapi dengan usaha dan kerja kerasku sendiri . . . “ jawab Jessica.

Namja disampingnya tersenyum. “Bagaimana jika kita berangkat bersama ke Amerika?”

Mwo?

“Aku juga berencana pergi ke sana. Aku akan menjalankan perusahaan appa yang mulai didirikan di Amerika . . . “ jawab Eunhyuk.

“Baiklah, kita pergi bersama. Memulai lagi dari awal untuk menjalani karir masing-masing . . . “ tutur Jessica.

Eunhyuk terdiam sejenak. Wajahnya menatap Jessica dekat. “Sebenarnya . . . tidak hanya karir saja yang kuinginkan.”

“Maksudmu?”

Eunhyuk tersenyum. “Aku juga ingin memulai dari awal lagi urusan cintaku . . .” lanjutnya sambil terkekeh.

Wajah Jessica langsung memerah. “Ani, aku tidak mau bersama namja sepertimu . . .” elak Jessica.

“Aish, apa aku seburuk itu? Aku ini memiliki sejuta pesona yang tidak dimiliki namja lain . . . “ kata Eunhyuk membanggakan diri.

“Pokoknya aku tidak mau . . . “ ucap Jessica ngotot.

“Baiklah, jangan salahkan aku jika suatu saat nanti kau jatuh cinta padaku . . . “ kata Eunhyuk terkekeh.

“Lee Hyukjae!!”

Yoona POV

Hampir 2 minggu aku dirawat di rumah sakit. Karena kondisiku sudah membaik dan hasil pemeriksaan medisku pun tidak bermasalah, aku diperbolehkan keluar dari rumah sakit oleh Dokter Kim.

Sebelum kembali ke rumah, aku ingin menemui seseorang terlebih dahulu.

“Apa kau yakin ingin menemuinya?” tanya Kyuhyun padaku. Kulihat appa dan eomma hanya memandangku dengan penuh tanya.

Aku mengangguk pelan. Lalu kembali menatap appa dan eomma.

“Baiklah, kau boleh pergi. Sebaiknya kau ditemani Kyuhyun. Aku akan pulang bersama eommamu . . . “ ucap appa.

Ditemani Kyuhyun, aku pergi ke sebuah rumah tahanan di Seoul. Ya, aku ingin menemui Mr. Jung. Walaupun aku sudah mendengar dari appa bahwa ia sudah terbukti melakukan kejahatan dan mengakui kesalahan, tetap saja aku belum lega tanpa melihatnya sendiri.

Mobil berhenti di depan pintu gerbang bangunan yang tampak besar dengan pagar-pagar tembok yang berdiri kokoh dan tinggi. Kyuhyun membantuku mendorong kursi roda yang kunaiki.

Salah seorang sipir langsung bergegas memanggil Mr. Jung begitu aku dan Kyuhyun datang dan berniat ingin menemuinya. Kami dipersilakan untuk masuk dalam sebuah ruang khusus dimana ada sekat di antara tamu dengan tahanan.

Tak lama kulihat sosok namja paruh baya datang. Kurasa beban yang ditanggungnya sangatlah besar, bisa kulihat dari perawakannya yang sedikit kurusan.

“Untuk apa kau datang menemuiku?” tanya Mr. Jung

“Bagaimana kondisimu?”

Mr. Jung hanya tersenyum tipis. “Seperti yang kau lihat, aku sudah tidak memiliki apa-apa. Semua harta dan asetku sudah disita. Menjadi narapidana dan hidup dalam kondisi menyedihkan seperti ini . . .”

Aku sedih mendengarnya. Aku merasa kasihan pada Jessica saat melihat Mr. Jung mendekam di balik jeruji besi.

Ajussi . . . kau masih memiliki Jessica . . . “

Kulihat Mr. Jung menatapku.

“Aku hanya berharap, kau menjaga kesehatanmu selama di sini dan merenungkan semua kesalahan yang pernah kau lakukan. Ingatlah, Jessica masih membutuhkanmu . . . “

Aku dapat merasakan kepedihan yang dialami Mr. Jung. Kulihat matanya mulai berkaca-kaca.

“Aku bukan sosok appa yang baik untuknya. Sejak eommanya meninggal, aku hanya terobsesi pada pekerjaan dan kekuasaan. Aku mengira jika aku mampu memberikannya kebahagiaan secara materi, aku sudah berhasil menjadi appa yang baik untuknya. Tapi, ternyata aku salah. Apa yang kulakukan justru menjadi beban untuknya . . . “ tutur Mr. Jung. Sosok di depanku ini menangis.

Aku turut meneteskan air mata. Bahkan Kyuhyun berusaha menguatkanku agar tidak terbawa emosi karena kondisiku baru saja pulih.

Mianhae, Yoona, Kyuhyun. Aku telah memisahkan kalian berdua dan membuat kalian menderita selama 15 tahun karena perbuatanku,” ucap Mr. Jung. “Tolong sampaikan permintaan maafku ini pada appamu, ne? Aku berterima kasih, karena sebelumnya appamu sangat baik padaku hingga menjadikanku sebagai orang kepercayaannya. Tapi aku terlalu serakah hingga melakukan semua kejahatan ini. Jeongmal mianhae . . .

Aku tersenyum. “Ne, ajussi . . “

Pertemuan ini membuatku lega. Beban di pundakku hilang, aku merasa jauh lebih tenang. Kulihat Mr. Jung tampak menyesali perbuatannya dan mau menerima hukumannya.

Usai menemui Mr. Jung, akupun bergegas kembali ke rumah bersama Kyuhyun.

Kyuhyun POV

Acara makan malam hari ini terasa menyenangkan bagiku dan Yoona. Tidak hanya karena kami makan malam bersama, namun kedua orang tua kami juga ikut. Selain untuk merayakan kesembuhan Yoona, kami juga berniat membicarakan masalah hubunganku dan Yoona kembali.

“Apakah kalian ingin melakukan pertunangan dulu?” tanya appa.

Ani, appa. Lebih baik kami langsung menikah saja . . . “ jawab Kyuhyun.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Mr. Im pada putrinya.

Yoona tampak tersenyum. “Aku setuju dengan Kyuhyun . . . “

Aku tersenyum puas sembari menggenggam tangannya.

“Lihatlah mereka berdua. 15 tahun yang lalu mereka masih anak-anak. Tidak kusangka sekarang mereka sudah tumbuh dewasa . . . “ ucap eomma pada Mrs. Im

“Kau benar. Mereka pasangan yang serasi . . . “ tutur Mrs. Im

Aku dan Yoona hanya tersenyum sambil memandang satu sama lain.

Usai makan malam, aku dan Yoona menghabiskan waktu sejenak di teras belakang rumah Yoona. Kulihat Yoona menyender di bahuku.

“Apa kau bahagia?” tanyanya padaku.

“Tentu saja, kau sendiri?“

Kulihat ia menatapku sembari tersenyum. “Sangat bahagia.”

Aku memeluknya dengan erat. Aku tak ingin kehilangan dia lagi. Aku menatap wajahnya dalam-dalam. Perlahan kudekatkan wajahku hingga wajah kami semakin dekat. Kulihat Yoona memejamkan matanya. Aku semakin mendekatkan wajahku.

“Ya! Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun?!”

Aku dan Yoona tersentak. Kulihat kedua orang tua kami sudah berdiri di belakang kami. Rupanya sejak tadi mereka memperhatikan kami diam-diam.

Aish, lagi-lagi aku gagal melakukannya. Benar-benar merusak suasana.

“Kau belum boleh melakukannya sebelum kalian resmi menjadi suami istri,” ucap Mr. Im padaku.

“Kau ini . . . “ Kulihat appa juga memperhatikanku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Aku benar-benar kesal sekaligus malu. Kulihat wajah Yoona tampak merah. Yeoja itu terlihat menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

ooOoo

Author POV

Incheon International Airport

Jessica dan Eunhyuk berencana berangkat ke Amerika bersama. Keduanya tampak sedang menunggu di lobby bandara. Perhatian mereka tertuju pada sosok yang datang menghampiri mereka.

“Kalian datang . . . “ ucap Jessica saat melihat Kyuhyun, Yoona, Siwon dan Sooyoung tiba di bandara. Eunhyuk tampak tersenyum melihatnya.

“Tentu saja, mana mungkin kami tidak mengantar kalian pergi,” tutur Sooyoung.

“Tidak kusangka, kalian ke Amerika bersama-sama . . . “ kata Siwon.

Wajah Jessica memerah mendengarnya, sementara Eunhyuk hanya tersenyum sembari memandang ke arah Jessica. Siwon dan Sooyoung tertawa melihat reaksi keduanya. Begitu juga dengan Kyuhyun dan Yoona.

“Eunhyuk-ah . . . bisa kita bicara sebentar?” tanya Yoona.

Seketika semua menoleh kaget ke arahnya. Eunhyuk hanya mengernyitkan dahinya, sementara Kyuhyun dan Jessica terlihat penasaran.

Yoona POV

Aku mengajak Eunhyuk untuk berbicara empat mata sebelum ia berangkat ke Amerika. Sebenarnya sulit untuk mengatakannya pada namja yang kini berdiri di depanku ini.

“Aku masih berhutang padamu soal perasaan yang kau ungkapkan waktu . . . “

Aku tahu apa yang akan kukatakan nanti akan melukai perasaannya. Kulihat Eunhyuk terdiam sembari menungguku melanjutkan ucapanku.

Jeongmal mianhae, aku tidak dapat menerima perasaanmu . . . “

Ah, ini pasti sangat menyakitkan baginya. Aku hanya membungkuk dan tidak berani menatap wajahnya.

“Kukira kau ingin mengatakan apa . . . “

Aku mengangkat wajahku dan kulihat Eunhyuk justru tertawa kecil. Aku tidak mengira reaksinya berbeda dengan apa yang kubayangkan sebelumnya.

“Kau tidak marah?” tanyaku bingung.

“Untuk apa?”

“Karena aku tidak menerima perasaanmu.”

Namja itu justru tertawa semakin keras. “Ani, aku tidak marah. Sungguh. Aku tahu kau pasti akan mengatakan seperti itu . . .”

Aku sedikit malu dengan apa yang kukatakan padanya. Kulihat Eunhyuk berdeham sembari menatapku serius.

“Sebenarnya aku ingin membuat pengakuan,” ucapnya. “Aku sudah tahu jika kau dan Kyuhyun dijodohkan sejak kecil. Aku sudah tahu semuanya. Jadi, aku memutuskan untuk merelakanmu. . .”

Aku tersentuh mendengarnya. “Kau pasti mendapatkan orang yang lebih baik dariku. Karena aku tahu kau namja yang baik dan sangat perhatian. Gomawo, atas perhatian yang sudah kau berikan selama ini. Kuharap kau selalu menjaga kesehatanmu.”

Eunhyuk tersenyum sembari memelukku. Aku pun turut tersenyum bahagia.

Kyuhyun POV

Apa yang dilakukannya? Seenaknya memeluk Yoona di depan mataku sendiri. Aku tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan karena posisi mereka agak jauh.

“Kyuhyun-ah . . . “

Aku menoleh ke arah Jessica. Kulihat yeoja di sampingku ini tampak lebih tegar dan jauh terlihat lebih tenang. Kurasa, dia berhasil mengatasi masalah yang menimpanya itu.

“Jaga dirimu baik-baik,” tuturku pada Jessica.

Jessica tersenyum. “Kau juga harus menjaga kesehatanmu. Kudoakan kalian hidup bahagia.”

Aku mengangguk. “Tentu, kuharap kau menemukan orang yang baik selain diriku. Mianhae . . .

Jessica mengulurkan tangannya ke arahku. “Selamanya kita tetap berteman kan?”

Aku menyambut uluran tangannya itu. “Tentu.”

Kami pun tersenyum satu sama lain. Kulihat Eunhyuk dan Yoona kembali. Mataku terbelalak saat mendapati Eunhyuk merangkul Yoona.

“Ya, Lee Hyukjae! Beraninya kau . . . “

Eunhyuk hanya terkekeh dan justru memeluk Yoona. Kulihat Yoona hanya tersenyum geli. Sementara Jessica, Siwon dan Sooyoung hanya tertawa melihatnya.

Author POV

“Kami pergi dulu . . . “ tutur Jessica.

Jessica dan Eunhyuk berpamitan pada  Kyuhyun, Yoona, Siwon dan Sooyoung.

“Jaga diri kalian . . . “ ucap Siwon. Namja itu terlihat merangkul Sooyoung di sampingnya.

“Tentu,” kata Eunhyuk. Ia membantu membawa barang Jessica. Kyuhyun langsung tersenyum geli melihatnya.

“Lebih baik kalian berpacaran saja . . .” celetuk Kyuhyun.

Eunhyuk dan Jessica langsung saling pandang. Siwon dan Sooyoung mengangguk setuju. Keduanya tampak tersenyum jahil memperhatikan Eunhyuk dan Jessica.

Yoona tersenyum “Benar. Kurasa kalian berdua cocok.”

Wajah Jessica kembali memerah. “Ani, aku tidak mau bersamanya . . . “

“Hei, awas jika kau benar-benar jatuh cinta padaku!” ancam Eunhyuk sambil terkekeh.

Jessica langsung berjalan menuju boarding pass. Eunhyuk bergegas mengejarnya. Keduanya malah tampak bertengkar seperti anak kecil. Keempat temannya itu hanya tertawa melihat tingkah mereka.

“Kurasa di antara mereka benar-benar terjadi sesuatu,” celetuk Sooyoung.

“Aku sependapat,” balas Kyuhyun.

Siwon dan Sooyoung tertawa mendengarnya. Begitu juga dengan Kyuhyun dan Yoona.

Usai mengantar Jessica dan Eunhyuk, Kyuhyun dan Yoona memutuskan untuk pergi ke Pantai Eurwangni, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari bandara. Pemandangan pantai yang indah membuat suasana menjadi romantis.

Kyuhyun terlihat memeluk Yoona sembari memandang jauh ke arah tengah laut. Dilihatnya Yoona tampak menikmati suasana pantai dengan desiran ombak yang tenang.

“Akhirnya kita bisa berdua saja . . . “ ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Apa maksudmu?” tanya Yoona bingung.

Kyuhyun menoleh tersenyum. “Tentu saja melanjutkan apa yang tertunda.”

Yoona terlihat tersipu mendengarnya. “Kau masih penasaran rupanya.”

“Tentu saja. Aku benar-benar kesal karena dua kali gagal melakukannya . . . “ tutur Kyuhyun. Wajahnya terlihat kesal tiap kali mengingat kejadian itu.

Yoona tersenyum geli. Dilihatnya wajah Kyuhyun yang perlahan mendekat ke arahnya. Tangan yeoja itu langsung menyentuh wajah Kyuhyun.

Chakkaman . . . kita belum resmi sebagai suami istri,” ucap Yoona terkekeh.

“Biar saja,” kata Kyuhyun tidak peduli. Wajahnya semakin mendekat ke arah Yoona.

Tiba-tiba Yoona justru tertawa. Kyuhyun terlihat kesal melihatnya.

“Kenapa tertawa?” tanya Kyuhyun kesal.

“Aku jadi teringat, saat Eunhyuk membawaku ke sini dan mencium keningku . . . “ jawab Yoona terkekeh.

Mwo? Jadi, dia melakukan itu! Keterlaluan . . . !” seru Kyuhyun.

Yoona tertawa keras melihat reaksi Kyuhyun. Tiba-tiba Kyuhyun langsung menarik tangan Yoona hingga membuat yeoja itu berhenti tertawa.

“Hentikan, kali ini aku benar-benar serius, my first mate . . . ” pinta Kyuhyun.

Yoona tersenyum. Dilihatnya Kyuhyun kembali mendekatkan wajahnya. Keduanya saling menatap satu sama lain.

Saranghaeyo, Im Yoona . . .

Nado saranghae, Cho Kyuhyun . . .

Wajah keduanya semakin mendekat. Mereka pun berciuman. Usai melakukannya, keduanya berpelukan. Mereka terlihat bahagia. Terlepas dari apa yang telah mereka alami, keduanya berjanji akan saling menjaga satu sama lain. Memulai kembali jalinan cinta mereka yang sempat terputus dan akan mempertahankan selamanya, seumur hidup mereka.

-THE END-

signature

55 thoughts on “My First Mate – Chapter 10 End

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s