[Ficlet] Lost My Love


lostmylov

Title : 

“Lost My Love”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Other Cast :

Lee Hyukjae Super Junior

Seo Joo Hyun SNSD

Genre :

Angst, Romance, Sad

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Seoul Hospital

“Im Yoona?”

Yeoja bernama Im Yoona tampak menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Perhatiannya yang semula tertuju di luar jendela sebuah kamar pasien langsung beralih pada sosok namja yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya.

Oppa . . .

Senyum mengembang di wajah cantiknya yang kini tampak pucat akibat penyakit yang dideritanya. Namja bernama Lee Hyukjae, atau biasa dipanggil Eunhyuk itu kembali datang menjenguknya. Kedatangannya juga untuk menjemput Yoona keluar dari rumah sakit setelah memperoleh izin dari dokter yang menanganinya.

“Ingat, kau hanya 1 minggu diizinkan keluar dari rumah sakit,” tutur Eunhyuk.

Yoona mengangguk pelan. “Rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera kembali ke rumah, oppa . . .

“Kau pasti sangat merindukan rumahmu? Hampir 3 bulan kau dirawat disini . . .” tutur Eunhyuk.

Ne, aku benar-benar rindu dengan suasana di luar sana,” ucap Yoona sembari menatap kembali ke arah luar jendela.

Eunhyuk tampak serius menatap yeoja di depannya. Namja itu mengeluarkan sebuah amplop dari balik jasnya, lalu menyodorkan kepada Yoona.

“Apa ini?” tanya Yoona bingung.

Eunhyuk tidak menjawab. Namja itu memilih mengalihkan perhatiannya pada hal lain. Yoona tampak bingung dan terlihat penasaran. Dibukanya amplop tersebut secara perlahan. Seketika raut wajahnya berubah muram.

Engagement’s Party

Cho Kyuhyun ~ Seo Joo Hyun

“Mereka akan segera bertunangan?” tanya Yoona. Jelas dari nada suaranya yeoja itu tampak memendam kesedihan yang amat mendalam.

“Yoong . . .” Eunhyuk merasa bersalah karena telah memberikan amplop tersebut pada Yoona.

Gwaenchana, oppa. Aku sama sekali tidak terpengaruh dengan hal ini . . .” tutur Yoona berusaha tegar.

“Kau jangan bohong padaku. Jelas aku tahu kau sangat memikirkannya,” balas Eunhyuk.

Yoona tampak terdiam mendengar ucapan Eunhyuk.

“Dia harus tahu masalah yang sebenarnya,” ucap Eunhyuk.

Ani, dia tidak boleh tahu. Sama sekali tidak boleh,” kata Yoona.

“Tapi, Yoong . . .”

“Kumohon padamu, oppa. Jangan pernah memberitahunya,” pinta Yoona. Wajahnya terlihat memelas, tangannya tampak menggenggam tangan Eunhyuk.

Eunhyuk memandang iba kepada yeoja di hadapannya itu. Namja itu terlihat merendah dan menatap Yoona dalam-dalam.

“Tapi aku tidak bisa membiarkanmu menderita seperti ini,” ucap Eunhyuk.

Yoona hanya menatap namja di depannya dengan mata berkaca-kaca. Ia tahu Eunhyuk sudah banyak berkorban deminya, membantunya menyembunyikan fakta yang mengejutkan bagi semua orang.

*****

“Bagaimana dengan gaun yang ini?”

Seorang namja tampak memperhatikan yeoja di depannya yang keluar dari fitting room di sebuah boutique ternama. Namja itu tersenyum.

“Cocok sekali, kau terlihat cantik, Seohyun . . .”

“Kau benar-benar pandai sekali menilai penampilan orang, Kyuhyun-ssi . . .”

Namja bernama Cho Kyuhyun itu hanya tersenyum kepada calon mertuanya yang terlihat sedang menemani putrinya mencoba gaun untuk acara pertunangan keduanya.

Eomma terlalu memuji,” ucap Kyuhyun.

“Lihat eomma! Wajahnya memerah karena kau memujinya,” kata Seohyun sembari tersenyum.

Kyuhyun hanya tersenyum memandang ibu dan anak di depannya. Jauh di balik wajahnya yang terlihat bahagia, namja itu terlihat memendam penderitaan yang begitu mendalam.

*****

Yoona berjalan di sebuah taman pusat kota Seoul. Yeoja itu tampak duduk di salah satu kursi taman yang sangat ia rindukan. Tangannya tampak menyentuh pelan kursi tersebut, lalu mengambil posisi duduk di atasnya. Kembali memandang kondisi sekitarnya yang tampak ramai karena banyak pengunjung yang terlihat menghabiskan waktu di taman tersebut.

Kedua matanya ia pejamkan sejenak, mencoba mengingat peristiwa 3 bulan silam yang sangat membekas di hatinya.

***

“Yoona! Yoona!”

“Apa yang terjadi dengannya?” tanya Mr. Im pada Eunhyuk yang terlihat sedang bersama putrinya yang tiba-tiba jatuh pingsan.

“Entahlah, ajussi. Kurasa kita harus segera membawanya ke rumah sakit.”

*

“Leukimia stadium akhir?”

Mr. Im dan Eunhyuk tampak shock mendengar diagnosa dokter yang menangani kondisi Yoona. Keduanya tampak memandang yeoja yang terlihat terbaring lemah di ranjang pasien. Wajahnya terlihat pucat dan masih tidak sadarkan diri.

*

“Kau sudah tahu jika mengidap leukimia?” tanya Eunhyuk saat Yoona tersadar.

Yoona mengangguk. Perhatiannya tertuju pada ponselnya yang berdering. Eunhyuk bergegas mengambilnya dan membuka pesan yang masuk.

Kau dimana?

Aku sudah menunggumu di taman pusat Seoul.

-Kyuhyun-

“Ini dari Kyuhyun, hari ini kau ada janji dengannya?”

“Biarkan saja, tidak perlu membalasnya,” ucap Yoona.

“Dia harus tahu masalah ini, Yoong . . .”

“Jangan, dia tidak boleh tahu . . .”

***

Tanpa sadar air mata Yoona menetes membasahi wajahnya. Yeoja itu terlihat kembali menangis. Kesedihan yang dirasakannya begitu mendalam kala mengingat kejadian 3 bulan yang lalu. Keputusan terberat yang harus diambilnya memaksanya meninggalkan namja yang sangat dicintainya, Cho Kyuhyun.

“Im Yoona?”

Yoona menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Yeoja itu tampak kaget saat mendapati sosok namja yang sudah berdiri di belakangnya.

*****

“Im Yoona?”

Kyuhyun tampak memanggil pelan sosok yeoja yang terlihat duduk di kursi taman tempat favoritnya. Yeoja itu menoleh ke arahnya dan terlihat kaget saat memandang ke arahnya.

Jantung Kyuhyun berdegup kencang. Dilihatnya yeoja yang sangat ia rindukan selama 3 bulan ini sudah berdiri di hadapannya.

“Lama tidak bertemu . . .” tutur Yoona sembari tersenyum.

Kerinduan itu berubah menjadi kebencian. Raut wajah Kyuhyun yang semula tampak merindukan sosok yeoja di depannya, berubah seketika menjadi raut wajah kemarahan. Tidak ada lagi tatapan teduh dan hangat dari namja tersebut.

“Untuk apa kau ke sini?” tanya Kyuhyun dingin.

“Tidak bolehkah aku ke sini?” tanya Yoona.

“Tidak.” Kyuhyun menatap tajam ke arah Yoona. “Kau tidak boleh datang ke sini. Seharusnya kau datang ke sini 3 bulan lalu, bukan sekarang!”

“Kenapa?” Kyuhyun terlihat mendekat ke arah Yoona. Ditatapnya lekat-lekat wajah yeoja di hadapannya itu. “Kenapa kau tiba-tiba menghilang dari sisiku? Kemana saja kau ini? Kemana saja kau selama 3 bulan ini?!”

Yoona terdiam sembari menatap namja di depannya. “Mianhae . . .

“Jangan pernah lagi muncul di hadapanku . . .” tutur Kyuhyun

*****

Oppa . . .

Kyuhyun menoleh ke arah Seohyun yang sudah duduk di sampingnya. Yeoja itu terlihat menggelayut manja di lengannya.

“Besok hari pertunangan kita, oppa . . .

Ne, arraseo. Kau pikir aku melupakan acara sepenting itu,” ucap Kyuhyun.

Seohyun tersenyum. “Tentu saja tidak, oppa. Aku hanya terlalu senang memikirkan acara besok.”

Kyuhyun hanya tersenyum tipis. Wajahnya kembali berubah muram tiap kali mengingat pertemuannya dengan Yoona kemarin. Diakuinya ia sangat merindukannya, tapi kekecewaannya juga tidak bisa dipungkiri terhadap yeoja tersebut. 3 bulan tanpa kabar dari  Yoona, bagaimana mungkin tidak membuat hatinya terluka?

*****

“Nanti setelah aku menghadiri acara pertunangan mereka, aku akan segera mengantarmu kembali ke rumah sakit,” tutur Eunhyuk.

Yoona mengangguk. “Jam berapa acaranya?”

“Kurang lebih 3 jam lagi,” jawab Eunhyuk. “Kau yakin akan membiarkan pertunangan keduanya terus berjalan?”

“Apa maksudmu, oppa?

Eunhyuk kembali menunjukkan raut sedihnya. “Kau tidak ingin menghentikan mereka? Aku bisa membantumu . . .”

Yoona menggeleng pelan. “Aku tidak mau melakukannya. Untuk apa? Aku sudah tidak ada artinya lagi bagi Kyuhyun, oppa . . .

“Tidak! Kurasa dia masih mencintaimu, Yoong. Selamanya. Tidak akan pernah berubah,” ucap Eunhyuk.

“Aku sudah menyakitinya, oppa. Dia pantas mendapatkan orang yang lebih baik dariku . . .”

“Itu karena dia tidak tahu kejadian yang sebenarnya,” kata Eunhyuk.

Yoona hanya terdiam sembari tertunduk. Wajahnya kembali terlihat pucat.

*****

Oppa, apa aku terlihat cantik?” tanya Seohyun.

Kyuhyun mengangguk sembari tersenyum. Keduanya tampak sedang berada di ruang rias dan tengah bersiap untuk acara pertunangan yang akan dimulai 2 jam lagi.

“Kyuhyun, bisa kau ikut aku sebentar?”

Kyuhyun menoleh ke arah appanya yang sudah menunggu di depan ruang rias. Namja itu mengangguk lalu kembali memperhatikan Seohyun.

“Aku menemui appa sebentar . . .” ucapnya.

Seohyun mengangguk. Dibiarkannya Kyuhyun keluar dari ruang rias.

DRRT! Seohyun menoleh ke arah ponsel yang tergeletak di meja rias. Rupanya ponsel Kyuhyun tertinggal. Yeoja itu bergegas mengambilnya dan membuka sebuah pesan yang masuk.

Bisakah kita bertemu sebentar?

Aku tunggu di taman pusat Seoul

-Yoona-

Seketika raut wajah Seohyun berubah marah. Yeoja itu langsung mengetik sebuah balasan untuk Yoona.

*****

Yoona terlihat duduk di salah satu kursi taman pusat Seoul. Wajahnya terlihat pucat. Ia melirik ke arah jam tangannya. Masih ada waktu 2 jam sebelum acara pertunangan dimulai. Masih ada kesempatan untuk bertemu lagi dengan namja yang sangat dicintainya itu walau untuk terakhir kali.

DRRT! Yoona bergegas meraih ponselnya dari dalam tasnya. Seketika raut wajahnya berubah sedih.

Jangan pernah temui aku lagi!

Kau sudah tidak ada artinya lagi bagiku

-Kyuhyun-

Yoona terisak. Air matanya menetes membasahi wajah cantiknya yang kembali tampak pucat. Ia tahu, percuma saja berharap masih ada kesempatan untuk bertemu Kyuhyun. Kedua matanya kembali memandang langit yang tampak mendung. Mencoba kembali mengingat sebagian kenangan manis yang pernah ia lewatkan bersama Kyuhyun.

***

“Bisakah kau berjanji padaku?” tanya Yoona. Yeoja itu terlihat bersender pada Kyuhyun yang duduk di sampingnya.

“Janji apa?”

Yoona tersenyum. “Bahwa kau selamanya akan mencintaiku.”

Kyuhyun tertawa kecil mendengarnya. “Kupikir janji tentang apa. Untuk apa kau tanyakan lagi? Bukankah aku sudah berkali-kali mengatakannya padamu untuk selamanya mencintaimu?”

“Aku ingin mendengarnya sekali lagi, oppa . . .” tutur Yoona sembari tersenyum.

“Baiklah,” Kyuhyun terlihat melirik ke arah yeoja di sampingnya. “Aku akan selalu mencintaimu, Yoona.”

Yoona tersenyum mendengarnya. Wajahnya tampak memerah. “Aku juga akan selalu mencintaimu, oppa . . .”

***

Yoona membuka kedua matanya. Tanpa sadar hujan mulai turun. Terlihat beberapa orang tampak berlarian mencari tempat teduh. Tapi tidak dengannya. Yeoja itu memilih membiarkan tubuhnya dibasahi air hujan.

*****

Acara pertunangan Kyuhyun dan Seohyun dimulai. Keduanya tampak menyematkan cincin pertunangan masing-masing. Semua para tamu undangan yang hadir ikut berbahagia atas keduanya. Di tengah-tengah kebahagaian semua orang yang hadir di sana, tampak sosok namja yang terlihat memandang keduanya dengan raut wajah sedih.

Eunhyuk hanya menatap Kyuhyun dan Seohyun dari jauh. Namja itu mengurungkan niatnya untuk menemui keduanya. Ia kembali teringat akan kondisi Yoona yang harus menanggung semua penderitaan ini.

DRRT! Eunhyuk terkejut saat merasakan getaran dari ponselnya. Namja itu terlihat keluar dari ruang pesta dan tampak menjauh untuk mencari tempat sepi.

Yeoboseyo . . .” Eunhyuk terlihat menjawab panggilan masuk dari ponselnya.

Seketika raut wajahnya berbuah cemas. “Mwo? Kondisi Yoona kritis?”

Namja itu langsung bergegas meninggalkan gedung pesta pertunangan Kyuhyun dan Seohyun tanpa menemui keduanya.

*****

Mianhae, Tuan Im. Kondisi penyakit pasien sudah sangat parah, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Harapan hidupnya sudah sangat tipis . . .”

Mr. Im tampak terpukul mendengar penuturan dokter yang menangani putrinya. Tak lama kemudian, Eunhyuk datang dengan langkah tergopoh-gopoh. Wajahnya terlihat panik.

Ajussi . . . eotohge?

Mr. Im memandangi namja di depannya dengan raut wajah kesedihan. “Tidak ada harapan lagi . . .”

Tubuh Eunhyuk terasa lemas mendengarnya. Namja itu terlihat shock luar biasa.

“Kenapa kondisinya langsung turun begini?” gumamnya lirih.

“Entahlah. Aku hanya diberitahu seseorang bahwa Yoona ditemukan pingsan di taman pusat Seoul. Saat hujan turun tadi. Tubuhnya basah kuyup. Apa yang sedang dilakukannya di sana? Apa dia sedang menunggu seseorang?”

“Taman pusat Seoul?” Eunhyuk menoleh kaget begitu mendengar penuturan Mr. Im.

Ajussi, apa kau membawa ponsel milik Yoona?”

Mr. Im bingung dengan maksud pertanyaan Eunhyuk. Ia mengambil ponsel Yoona yang berada di dalam tas yang dikenakan Yoona terakhir kali.

Eunhyuk tampak memeriksa panggilan atau pesan yang dilakukan Yoona pada hari itu. Seketika raut wajahnya berubah. Namja itu bergegas keluar dari rumah sakit.

*****

Oppa, mau kemana?” tanya Seohyun saat dilihatnya Kyuhyun tampak keluar dari rumahnya. Keduanya sedang mengikuti acara makan malam bersama di rumah Kyuhyun.

“Eunhyuk ingin menemuiku, hanya sebentar saja . . .” jawab Kyuhyun lalu bergegas keluar sambil mengenakan jaketnya.

Kyuhyun tampak berjalan keluar rumahnya. Dilihatnya sosok namja yang sudah berdiri di depan rumahnya.

“Ada apa? Kenapa tiba-tiba mengajak untuk bertemu?” tanya Kyuhyun dingin.

Eunhyuk hanya diam sembari menatap tajam ke arah Kyuhyun. BUG! Satu pukulan keras langsung mendarat di wajah Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan?!” bentak Kyuhyun

Eunhyuk mendorong Kyuhyun dan menarik kerah pakaian yang dikenakan Kyuhyun. “Kau benar-benar keterlaluan . . .”

Kyuhyun tampak bingung dengan ucapan Eunhyuk. “Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti dengan yang kau bicarakan?”

“Kau membiarkan dia menunggu di bawah hujan? Bahkan tega sekali mengatakan hal yang menyakitkan baginya?”

“Cukup! Aku sama sekali tidak mengerti dengan ucapanmu ini!” Kyuhyun menarik tangan Eunhyuk dan mendorong namja itu agar menjauh darinya.

Eunhyuk mengeluarkan ponsel Yoona lalu menyerahkannya pada Kyuhyun. Namja itu membaca pesan terakhir yang masuk di ponsel Yoona. Seketika raut wajahnya tampak terkejut.

“Apa ini? Aku sama sekali tidak pernah menulisnya . . .” elak Kyuhyun.

“Jelas-jelas itu dari nomormu. Mana mungkin bukan kau yang menulisnya? Dia menunggumu di taman pusat Seoul, kau malah mengatakan hal yang menyakitkan baginya,” tutur Eunhyuk.

“Dia menungguku di taman pusat Seoul? Aku bahkan tidak tahu jika dia mengirim pesan padaku,” ucap Kyuhyun. Raut wajahnya terlihat cemas.

“Jangan bohong!” bentak Eunhyuk. “Kau tahu . . . kondisinya sekarang kritis!”

Mwo? Apa maksudmu?”

Kyuhyun tampak shock mendengar pengakuan Eunhyuk. Namja di depannya itu membeberkan semua rahasia yang tidak diketahui Kyuhyun.

*****

“Bisa kita bicara sebentar?”

Seohyun tampak menoleh kaget ke arah tunangannya yang sudah berdiri di sampingnya. Wajahnya terlihat serius dalam diam. Seohyun mengangguk dan mengikuti Kyuhyun berjalan ke taman rumahnya.

“Ada apa, oppa?” tanya Seohyun bingung.

Kyuhyun menatap tajam ke arah Seohyun. Membuat yeoja di depannya tampak ketakutan dengan raut wajahnya yang terlihat marah.

“Apa yang sudah kau lakukan di belakangku?”

Seohyun terlihat panik. “Apa maksudmu, oppa? Aku sama sekali tidak melakukan apapun . . .”

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya. “Kau sudah bermain-main dengan ponselku bukan? Jawab!”

Seohyun ketakutan melihat amarah Kyuhyun yang memuncak. Ia tahu perbuatannya sudah diketahui oleh tunanganya itu.

Mianhae, oppa . . . Aku melakukannya karena aku tidak mau kehilangan dirimu . . .” ucapnya sembari memohon.

Kyuhyun terlihat murka. “Kau tahu, karena tindakanmu ini justru membuatku akan kehilangan dia selamanya!!”

Seohyun tampak tertunduk merasa bersalah. Kyuhyun langsung bergegas meninggalkan Seohyun yang menatapnya dengan raut wajah penyesalan.

*****

Kyuhyun berjalan pelan menuju sebuah ruang di rumah sakit Seoul. Langkahnya terasa berat. Jantungnya berdegup kencang. Hatinya terasa kalut. Raut wajahnya terlihat cemas dan gelisah.

Mr. Im dan Eunhyuk sudah menunggunya di depan sebuah ruang pasien. Keduanya menyuruh Kyuhyun untuk masuk.

Kyuhyun membuka pintu kamar ruang tersebut secara perlahan. Wajahnya masih menunduk. Ia tidak berani untuk memandang ke depannya.

Seketika tubuhnya terasa lemas. Dilihatnya sosok yeoja yang terbaring lemah di atas ranjang dengan dikelilingi beberapa peralatan medis. Wajahnya tampak pucat pasi. Ia berjalan perlahan mendekati ranjang yeoja tersebut.

“Yoong . . .”

Kyuhyun terlihat tidak sanggup menahan air matanya. Namja itu tertunduk lemas.

“Kau bisa mendengarku?”

Yeoja itu tetap terdiam. Tidak ada reaksi sedikitpun darinya.

Mianhae . . . aku sudah salah sangka terhadapmu. Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal? Kenapa?” Kyuhyun terduduk lemas di samping ranjang Yoona.

“Tolong beri aku kesempatan sekali lagi, kumohon padamu . . . jangan tinggalkan aku seperti ini . . .” Kyuhyun menggenggam tangan kiri Yoona dengan erat. Namja itu menangis kala mengetahui kondisi Yoona yang sangat memprihatinkan itu.

Tiba-tiba ia merasakan jari-jemari Yoona bergerak. Dilihatnya ada reaksi pergerakan mata dari yeoja tersebut.

“Yoong . . . kau sadar?”

Mr. Im dan Eunhyuk tampak menyusul masuk. Keduanya turut memperhatikan Yoona yang terlihat membuka kedua matanya.

Oppa . . .” Yoona tampak memandang ke arah Kyuhyun. Dilihatnya namja itu menangis di hadapannya.

“Benar ini aku. Aku datang untukmu, kita bisa memulainya lagi dari awal, ne?

Yoona menggeleng pelan. “Ani . . . waktuku . . . sudah tidak . . . banyak . . . lagi . . . oppa . . .

“Kumohon jangan berkata seperti itu! Kita masih punya banyak waktu! Kita bisa memulainya dari awal lagi!” kata Kyuhyun memaksakan diri.

Mr. Im tampak menyentuh pelan bahu Kyuhyun. Berusaha menyadarkannya agar dapat melepas Yoona karena harapannya yang sangat tipis. Eunhyuk tampak sedih memandangnya di belakang Kyuhyun.

Yoona tampak menoleh ke arah Mr. Im dan juga Eunhyuk.

Mianhae . . . appa. Aku . . . sangat . . . sayang . . . pada appa . . .” ucapnya dengan tenaga yang masih tersisa. Mr. Im tampak mengusap lembut kepala putrinya tersebut. Ia tidak bisa menahan kesedihannya.

Oppa . . . gomawo . . . atas bantuanmu . . . selama . . . ini . . .” ucap Yoona pada Eunhyuk.

Eunhyuk mengusap kedua matanya yang tampak meneteskan air mata. “Ne, tentu saja.” Ia kembali terisak melihat kondisi Yoona yang perlahan semakin melemah.

Yoona menoleh ke arah Kyuhyun. Namja itu masih terlihat menatapnya dengan kesedihan yang mendalam.

Oppa . . . berjanjilah, kau . . . harus . . . hidup bahagia . . .”

Kyuhyun terlihat kalut. Bibirnya terasa kelu untuk membalas permintaan terakhir Yoona. “Tentu saja . . .” Air matanya semakin deras membasahi wajahnya.

Yoona tersenyum. “Saranghaeyo, oppa . . .

Tiba-tiba terdengar bunyi panjang dari mesin kardiograf yang terpasang. Kyuhyun terperangah. Dilihatnya kedua mata Yoona terpejam. Terpejam untuk selama-lamanya.

“Yoong . . .” Kyuhyun masih berusaha untuk membangunkannya.

Tapi percuma saja. Yeoja itu telah pergi untuk selamanya. Kyuhyun menangis sejadi-jadinya. Dipeluknya tubuh yeoja yang sangat dicintainya itu. Namja itu telah kehilangan cinta sejatinya untuk selamanya.

*****

 Acara pemakaman Yoona sudah selesai. Tampak para pelayat meninggalkan area pemakaman. Terlihat Kyuhyun, Eunhyuk, Seohyun dan Mr. Im tampak masih berdiri di depan makam Yoona.

Oppa . . . aku sangat menyesal. Jeongmal mianhae . . .” tutur Seohyun terisak.

Kyuhyun tidak menjawab. Namja itu memilih diam sembari menatap makam Yoona.

“Lebih baik kita tinggalkan dia sendiri,” ucap Mr. Im pada Seohyun.

Ne, ajussi . . .” Seohyun mengikuti Mr. Im yang berjalan meninggalkan makam putrinya. Eunhyuk tampak mendekati Kyuhyun dan menyodorkan sebuah amplop untuknya.

“Yoona pernah memberikan ini padaku. Surat ini untukmu . . .” kata Eunhyuk. Namja itu menepuk pelan bahu Kyuhyun dan meninggalkannya sendirian di depan makam Yoona.

Kyuhyun membuka surat yang diberikan padanya. Tangannya masih gemetar. Namja itu terlihat menanggung kesedihan yang sangat mendalam atas kepergian Yoona.

Untuk Cho Kyuhyun

Oppa . . . mianhae. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyakitimu atau meninggalkanmu. Ada alasan yang tidak bisa kukatakan padamu. Mungkin kau akan mengetahuinya saat kau sedang membaca surat ini. Surat yang sudah kutulis jauh-jauh hari di saat aku mulai mengetahui kondisi penyakit yang kuderita.

Aku tahu, mungkin aku tidak bisa berada di sisimu selamanya. Mianhae, aku benar-benar tidak sanggup mengatakan ini padamu. Keputusan terberat yang kuambil hanyalah menyembunyikan fakta tentang penyakitku darimu. Aku tidak ingin kau menjadi sedih hanya karena penyakitku ini. Aku tidak mau oppa . . .

Oppa, berjanjilah kau akan selalu hidup bahagia meski tanpa diriku. Kau bisa berjanji padaku kan? Walaupun ragaku sudah tidak berada di sisimu, percayalah bahwa jiwaku akan selalu berada di sisimu. Selamanya, aku tidak akan pernah meninggalkanmu . . .

Saranghaeyo, oppa . . .

Im Yoona

Kyuhyun menangis sejadi-jadinya usai membaca surat dari Yoona. Namja itu kembali terduduk lemas. Ditatapnya makam Yoona di hadapannya.

Nado saranghae, Im Yoona . . .

-THE END-

Kali ini aku membuat sebuah ficlet, lebih singkat. Mian kalo ceritanya agak kurang gimana gitu. Aku cuma pake 1 sudut pandang aja hehe. Untuk FF Just For You dan Saranghaeyo, My Boss! masih proses ya. Ditunggu aja, gomawo chingu😀

signature

41 thoughts on “[Ficlet] Lost My Love

  1. parkcelya22 says:

    aku readers baru,salam.kenal.Teerharu Huaaaaaaasa….#nagis darah(lebay)
    Bagus thor.Cuma lebih bagus lagi kalo terakhirnya ada maknanya(pesan).Ditunggu ff lain thor

    Keep Writing and Fighting ^^

  2. nur khayati says:

    Gk suka bgt karaktr.a Seohyun dsini, beda bgt sama image nya yg lmbut,, Dsini dia mlh
    ngbuat Kyuna brpisah,, Yg sabar ya Kyu, stlh d tinggal mati sama Yoona,,

  3. Sparkyu says:

    sebelum’a anyong aku reader baru di sini. Mohon bantuannya :p

    Hiks… Aku kira bakal happy ending, ga tau’a sad ending. Ga apalah, kan jarang ada ff yg sad ending.

    Daebak eonni, jongmal daebak.

  4. Febby Felisha .H. says:

    Sas ending.Teerharu Huaaaaaaasa….#nagis darah(lebay)
    Bagus thor.Cuma lebih bagus lagi kalo terakhirnya ada maknanya(pesan).Ditunggu ff lain thor

    Keep Writing and Fighting ^^

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s