Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 5


srghyomyboss2

Title : 

“Saranghaeyo, My Boss!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Genre :

Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

“Jadi . . . sekarang kau bekerja di restoran itu sebagai pelayan?” tanya Siwon pada Yoona. Keduanya tampak asyik mengobrol di depan rumah Yoona.

Ne,” jawab Yoona sembari tertunduk.

“Apa alasan Kyuhyun memecatmu?”

“Entahlah. Waktu itu, terakhir kali kau mengantarku ke restoran saat aku membawa barang terlalu banyak. Dia memarahiku karena melihat sepertinya aku terlalu dekat denganmu. Berkali-kali mengatakan padaku, agar tidak terlalu dekat dengamu karena kau tunangan Sooyoung.”

Siwon menoleh kaget ke arah Yoona. Ia tidak menduga penyebab Yoona kehilangan pekerjaannya adalah dirinya.

“Karena itu dia memecatmu?”

Yoona mengangguk.

Mianhae, gara-gara aku kau dipecat. Dia itu terlalu kekanakan,” ucap Siwon.

Yoona tampak memandang Siwon yang berdiri di sampingnya. Yeoja itu tersenyum tipis. “Bisakah kita tidak membicarakan masalah ini?”

“Ah, ne. Sekali lagi, jeongmal mianhe,” ucap Siwon merasa bersalah.

Gwaenchana. Bagiku yang terpenting, aku sudah memperoleh pekerjaan baru,” kata Yoona.

Siwon tersenyum sembari memandang yeoja yang duduk di sampingnya. Yoona sedikit bingung saat menyadari Siwon tengah memperhatikannya dengan senyum yang penuh arti.

“Kenapa kau memandangku seperti itu?” tanya Yoona bingung.

Siwon tersentak. Namja itu langsung mengalihkan perhatian lain. “Ah, tidak ada apa-apa.” Perhatiannya beralih pada sebuah mobil yang tampak berbalik ke arah lain. Ia menyadari bahwa mobil itu milik Kyuhyun. Dilihatnya mobil itu semakin menjauh. Siwon hanya tersenyum tipis melihatnya.

Kyuhyun POV

Begitu sampai di rumah, aku langsung berjalan menuju kamarku. Pikiranku kosong hingga membuatku tidak sadar Shin ajussi memanggilku sejak aku tiba di rumah.

“Kyuhyun!”

Aku menoleh kaget ke arah Shin ajussi yang sudah berdiri di belakangku.

Ajussi . . . mengagetkanku saja,” ucapku sedikit kesal.

“Apa yang terjadi? Kenapa kau pulang dengan tampang kusutmu itu?”

Aku menghela nafas. Kudiamkan pertanyaan Shin ajussi dan kembali masuk ke kamar. Kulirik Shin ajussi mengikutiku dari belakang dan ikut masuk ke kamarku.

“Hei, sebenarnya apa yang terjadi? Kau sudah bertemu dengan Yoona?”

Aku hanya menggeleng pelan.

“Belum? Apa alamatnya tidak berhasil kau temukan?”

Aku kembali menggeleng pelan. Kulihat Shin ajussi tampak memandang kesal padaku.

“Aish, kau ini kenapa? Begitu tiba di rumah, sama sekali tidak berbicara. Ditanya pun hanya menggeleng tanpa mengeluarkan suara sedikitpun . . .”

“Sudahlah, ajussi. Aku sedang tidak ingin membicarakannya,” ucapku malas.

“Baiklah, jika itu maumu . . .”

Shin ajussi keluar dari kamarku. Aku langsung merebahkan tubuhku di ranjangku. Pemandangan yang kulihat terakhir tadi masih terngiang di pikiranku. Ah, benar-benar membuatku semakin marah saja. Kurasa pikiranku sudah mulai tidak waras. Mana mungkin aku bisa jatuh cinta pada yeoja seperti Yoona? Jika dibandingkan dengan Sooyoung, dia sama sekali jauh berbeda. Tapi, sekarang rasanya aku senang jika bertemu denganya. Mungkinkah hatiku ini mulai terisi dengan kehadiran Yoona?

DRRT! Aku bergegas meraih ponselku yang tiba-tiba berdering. Kulihat nama kontak yang tertera di layar. Siwon-hyung?

Yoona POV

Aku terdiam di dalam kamarku sembari menggores-goreskan pensilku di atas kertas buku sketsa yang kumiliki. Ya, aku sangat suka menggambar. Sudah banyak karya yang aku buat sejak aku duduk di bangku SMP. Tanganku tidak henti-hentinya bergerak hingga menghasilkan sebuah gambar yang sudah mulai terlihat. Saat ini aku memang sedang menggambar seseorang yang sangat kurindukan. Cho Kyuhyun.

Ah, tawaran Kyuhyun itu terus terngiang di pikiranku. Harus bagaimana aku? Apakah aku harus menerima tawarannya itu?

Kuletakkan pensil yang kugunakan di sampingku. Aku menatap hasil gambar yang kubuat. Aku tersenyum. Wajah Kyuhyun terlihat tampan dalam gambarku ini. Tanganku menyentuh wajahnya walau aku tahu ini hanya sebuah gambar. Aku sangat merindukan namja ini. Rindu dengan marahnya, emosinya, kata-kata pedasnya, semuanya. Aku benar-benar sangat merindukannya.

TING! Aku terkejut saat mendengar bel rumah berbunyi. Aku bergegas keluar dan menemui seseorang yang tampak menunggu di depan rumahku.

“Nyonya . . .”

Kulihat pemilik rumah yang menyewakan rumahnya ini tampak berdiri di depanku dengan wajah cemasnya. “Ah, syukurlah kau ada di rumah, Yoona-ssi?”

“Ada apa?” tanyaku sedikit terkejut.

“Kau harus segera meninggalkan rumah ini,” ucapnya.

Mwo?

“Ada orang yang sudah membeli tanah ini. Mereka akan membongkar rumah ini dan mendirikan sebuah bangunan rumah yang baru,” lanjutnya.

Aku shock luar biasa mendengarnya. “Tapi, kenapa mendadak sekali . . .”

Mianhae, Yoona-ssi. Sebenarnya dari kemarin aku berusaha untuk memberitahumu lebih awal, tapi kau jarang sekali terlihat di rumah. Malam ini juga rumah ini akan segera dibongkar. Kau harus berkemas,” ucapnya. “Biaya sewa bulan ini, kau tidak perlu membayarnya . . .”

Aku mengangguk lemas.

Langkahku terasa berat. Aku berjalan menuju kamarku dan mulai membereskan beberapa barang milikku. Tidak lupa buku sketsaku. Hanya beberapa barang saja yang kubawa. Aku kembali menemui pemilik rumah dan mengembalikan kunci padanya.

“Ini kuncinya,” ucapku.

Mianhae, Yoona-ssi. Aku tidak bermaksud untuk menyusahkanmu seperti ini . . .”

Gwaenchana.”

Aku membungkuk sembari berpamitan padanya. Berjalan menuju halte bis terdekat. Hanya saja, aku tidak segera naik bis yang lewat. Aku tidak tahu harus pergi kemana dan memilih untuk menunggu di halte bis saja.

Author POV

“Kenapa kau memecatnya?” tanya Siwon pada Kyuhyun. Keduanya tampak berbicara serius di sebuah kafe.

“Untuk apa kau menanyakannya?” tanya Kyuhyun dingin.

Siwon tampak menatap Kyuhyun dengan raut wajah kesal. “Apa karena aku?”

“Apa dia yang mengatakannya?”

“Kau tidak perlu tahu darimana aku mengetahuinya. Jika memang karena aku, tidak seharusnya kau perlakukan dia seperti itu . . .”

Kyuhyun langsung menatap tajam ke arah namja di depannya. “Hyung, ingatlah kau itu sudah bertunangan dengan Sooyoung! Apa yang kau pikirkan? Menjalin kedekatan dengan Yoona itu akan membuat Sooyoung terluka!”

Siwon terdiam mendengar penuturan Kyuhyun.

“Seharusnya kau lebih memikirkan perasaan tunanganmu itu. Kau malah mengurusi orang lain yang bahkan belum lama kau kenal,” ucap Kyuhyun.

“Kau marah demi Sooyoung, atau karena cemburu denganku?” tanya Siwon tepat sasaran.

Kyuhyun langsung terdiam mendengarnya.

“Apa maksudmu?”

“Perlukah aku memperjelas lagi maksud dari pertanyaanku? Sepertinya kau sudah tahu bukan . . .”

Kyuhyun tidak menjawab. Namja itu lebih memilih bergegas pergi meninggalkan Siwon.

“Aku pergi. Masih ada hal yang harus kukerjakan . . .”

Kyuhyun langsung beranjak dari duduknya dan terlihat berjalan keluar dari kafe. Meninggalkan Siwon yang masih memperhatikan kepergiannya.

Kyuhyun bergegas masuk ke dalam mobilnya. Namja itu berniat datang menemui Yoona. Wajahnya tampak menahan marah kala mengingat kejadian siang hari tadi. Mobilnya berhenti di depan rumah yang tampak sedang dibongkar. Namja itu shock luar biasa.

Kyuhyun POV

Ada apa ini? Bukankah rumah yang sedang dibongkar ini adalah rumah Yoona? Aku bergegas menghampiri sosok yeoja paruh baya yang sedang mengobrol dengan petugas yang membongkar rumah.

Ahjumma . . .

“Ah, ne. Ada yang bisa kubantu?”

“Ngg . . . mianhae. Bukankah disini adalah alamat rumah Im Yoona?” tanyaku sedikit ragu sembari menunjukkan secarik kertas yang bertuliskan sebuah alamat.

“Benar, ini alamatnya,” ucapnya.

“Tapi, kenapa rumah ini dibongkar?”

“Ah, aku sudah menjual tanah ini pada seseorang. Lalu, mereka membongkarnya dan mendirikan bangunan rumah yang baru.”

Mwo? Lalu . . . dimana Yoona sekarang?”

Molla. Dia sudah berkemas dan aku tidak tahu kemana dia pergi . . .”

Aku terkejut mendengar penuturannya. Dengan cepat aku kembali masuk ke mobil. Bergegas mencari Yoona yang kini tidak kuketahui keberadaannya. Kuharap dia belum pergi terlalu jauh. Mataku tidak pernah berhenti menatap sekitar. Mencoba terus mencari sosok yeoja itu walau harus di seluruh penjuru kota Seoul.

Aku melewati sebuah halte bis yang lokasinya tidak jauh dari rumah Yoona. Perhatianku langsung tertuju pada sosok yeoja yang tidak asing bagiku. Seketika kuhentikan mobilku dan bergegas keluar menghampirinya. Kulihat yeoja itu tengah tertunduk meratapi nasibnya. Beberapa koper tampak berjejer rapi di sampingnya.

“Sedang apa kau disini?”

Yeoja itu langsung mengangkat kepalanya dan memandang ke arahku. Wajahnya tampak terkejut.

“Kyuhyun?”

“Aku tanya padamu, sedang apa kau disini?”

Kulihat Yoona tampak mengalihkan perhatiannya ke arah lain. “Itu bukan urusanmu.”

Aku menjadi kesal melihatnya. Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil beberapa koper miliknya.

“Eh, apa yang akan kau lakukan?”

Kudiamkan saja pertanyaannya itu. Aku bergegas membawanya dan memasukknya ke dalam bagasi mobil. Kulihat raut wajah Yoona tampak memandang bingung ke arahku.

Yoona POV

Apa yang dilakukannya? Kenapa tiba-tiba mengangkat koperku dan memasukkanya ke dalam bagasi mobilnya?

“Cepat naik!”

Aku terkejut saat melihatnya sudah bersiap masuk ke mobilnya. Aku hanya mendengus kesal sembari mengikutinya masuk ke mobil.

Aku tidak tahu kemana Kyuhyun membawaku pergi. Sejak tadi ia hanya diam dan tidak berbicara sedikitpun padaku.

“Ngg . . .” Aku mencoba memulai pembicaraan dengannya. “Sebenarnya kita mau kemana?”

“Ke rumahku,” jawabnya singkat.

Mwo? Untuk apa?” tanyaku bingung.

Kyuhyun menoleh sekilas padaku. “Nanti kau akan tahu sendiri.”

“Hei, aku sama sekali tidak menyuruhmu untuk mengajakku pergi, apalagi ke rumahmu . . .” ucapku kesal.

“Diamlah, saat ini aku sedang konsentrasi menyetir. Jangan berisik . . .”

Aku mendengus kesal melihat sikapnya ini. Dasar. Benar-benar tidak berubah. Selalu saja bersikap seenaknya sendiri.

Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan rumahnya. Kyuhyun bergegas keluar dari mobil dan tampak mengeluarkan beberapa koperku dari bagasi. Aku langsung menyusulnya keluar saat kulihat Kyuhyun langsung menaiki tangga menuju rumahnya.

Shin ajussi tampak bingung saat melihatku dan Kyuhyun tiba di rumahnya.

“Apa kabar, ajussi?” sapaku pada Shin ajussi.

“Ah, Yoona-ssi. Bagaimana kabarmu? Kenapa kau tiba-tiba bisa datang bersama Kyuhyun?”

Aku hanya melirik ke arah namja di depanku yang tidak berbicara sedikitpun. Kyuhyun langsung meletakkan koperku di lantai.

“Mulai hari ini, Yoona akan tinggal di sini, ajussi . . .

Mwo?” Tanpa sengaja aku dan Shin ajussi bersamaan menoleh kaget ke arah Kyuhyun.

“Hei, siapa yang mau tinggal di rumahmu? Aku akan pergi . . .” ucapku sembari menarik koperku.

Sialnya Kyuhyun justru menahannya dan membuat langkahku terhenti. “Bukankah kau sedang mencari tempat tinggal karena rumah kontrakanmu sudah dibongkar?”

Aku kembali menoleh kaget ke arahnya. “Bagaimana kau bisa tahu?”

Kulihat namja di depanku ini memalingkan wajahnya ke arah lain. “Tadi aku datang ke rumahmu, tanpa sengaja sudah melihat mereka membongkar rumah itu.”

Dia datang ke rumahku? Apa dia mencariku?

“Jika memang benar yang dikatakan Kyuhyun, kurasa tidak ada salahnya jika kau tinggal di sini. Kebetulan masih ada kamar kosong yang bisa kau gunakan,” lanjut Shin ajussi.

“Tapi . . .”

Aku menatap kedua orang yang tampak memandangku ini. Aku menghela nafas. Sepertinya keputusan ini memang yang terbaik.

“Baiklah, kurasa memang tidak ada pilihan lain,” ucapku sembari tersenyum.

Kulihat Kyuhyun tampak mengulum senyum walau hanya sebentar. Wajahnya langsung kembali berubah seperti semula. Kyuhyun dan Shin ajussi mengantarku ke kamar kosong yang akan kugunakan.

Author POV

“Kamarnya memang sederhana, hanya ada tempat tidur dan juga lemari pakaian. Beberapa juga ada tumpukan barang yang tidak terpakai. Kurasa kita harus merapikan kamar ini jika akan kau gunakan,” tutur Shin ajussi.

Gwaenchana, ajussi. Lebih baik besok saja. Nanti aku yang akan merapikannya sendiri,” ucap Yoona.

“Kurasa akan lebih baik jika kau melakukannya bersama Kyuhyun. Eotohge?” tanya Shin ajussi sembari melirik keponakannya.

Kyuhyun tampak terdiam saat Shin ajussi memandangnya. “Aish, baiklah. Besok aku akan membantumu. Lebih baik kau segera beristirahat. Ini sudah malam.”

Kyuhyun langsung keluar dari kamar. Shin ajussi tersenyum melihat sikap keponakannya itu. Perhatiannya lalu beralih pada Yoona.

“Beristirahatlah . . .”

Yoona tersenyum pada Shin ajussi. “Ne, ajussi. Gomawo, atas bantuan kalian . . .”

Dilihatnya Shin ajussi tampak keluar dari kamar. Yoona langsung meletakkan tasnya lalu duduk di atas ranjang. Tubuhnya memang terasa lelah. Ia pun merebahkan tubuhnya karena rasa kantuknya datang. Tak lama kemudian, yeoja itu tertidur pulas.

Sementara Kyuhyun sendiri tampak belum tidur dan terlihat mengambil air minum di ruang makan. Ia menoleh ke arah Shin ajussi yang datang menghampirinya.

“Kau belum tidur?” tanya Shin ajussi.

“Belum,” jawab Kyuhyun sembari meneguk minumannya.

Shin ajussi menarik kursi lalu duduk. Kyuhyun terlihat melakukan hal yang sama.

“Aku terkejut, saat kau mengajak Yoona untuk tinggal di sini,” tutur Shin ajussi.

Kyuhyun hanya terdiam. “Aku hanya kasihan padanya . . .”

“Jangan bohong! Jelas terlihat kau ini memberi perhatian padanya,” balas Shin ajussi.

Kyuhyun tertunduk. Namja itu terlihat memainkan gelasnya yang sudah kosong.

“Kau memang mulai menyukainya bukan?”

Seketika wajah Kyuhyun memerah. Shin ajussi hanya tersenyum melihat reaksi keponakannya.

“Sudah malam. Aku mengantuk . . .” ucap Kyuhyun sembari bergegas masuk ke kamarnya. Meninggalkan Shin ajussi yang tampak tertawa ke arahnya.

Yoona POV

Kurasakan cahaya matahari tampak masuk melalui jendela. Aku mencoba melirik ke arah jam yang berada di kamar walau dengan mata masih setengah terpejam. Ah, aku lupa sekarang aku mulai tinggal di rumah Kyuhyun dan Shin ajussi. Rasanya senang, tapi sekaligus rasa gugup itu akan terus mengikutiku. Ini artinya, bukankah aku akan selalu bertemu dengan Kyuhyun setiap hari?

Aku beranjak dari ranjang dan bersiap untuk segera bekerja di restoran tempat kerjaku yang baru. Walau aku sudah tinggal bersama mereka, bukan berarti aku kembali bekerja di restoran Kyuhyun.

“Kau sudah bangun? Ayo kita sarapan bersama . . .” ajak Shin ajussi padaku saat aku berjalan menuju ruang makan.

Ne, ajussi.”

Aku melirik ke arah Kyuhyun yang sedang sarapan. Sesaat namja itu menatapku lalu kembali fokus dengan sarapannya. Aku menarik kursi di depannya dan duduk. Menyantap sepiring roti dan segelas susu yang sudah dihidangkan.

“Kau masih ingin tetap bekerja di restoran itu?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Aku menoleh ke arahnya sembari menyantap roti.

“Iya. Apakah karena aku sekarang sudah tinggal di rumahmu, lantas mengharuskanku untuk kembali bekerja di restoranmu? Tidak kan?”

Kulihat wajah Kyuhyun menahan kesal. Namja itu langsung berdiri dan pergi. Meninggalkan aku dan Shin ajussi yang menatap bingung ke arahnya.

“Sudahlah, kau jangan terlalu memikirkan anak itu. Sikapnya itu seperti anak-anak,” tutur Shin ajussi.

Aku hanya tersenyum tipis mendengarnya. Apakah Kyuhyun begitu inginnya aku kembali bekerja di restorannya?

Usai sarapan, aku bergegas berangkat menuju restoran tempatku bekerja. Begitu masuk, aku dikejutkan dengan sosok yeoja yang tengah menyiapkan meja untuk pelanggan. Siapa dia? Apa dia karyawan baru? Tapi, bukankah restoran ini hanya menerimaku saja dan sudah tidak mencari karyawan lagi?

“Ah, bos . . .” Aku mencoba mengkonfirmasi pemilik restoran yang baru datang.

“Yoona-ssi, apa yang kau lakukan di sini?”

Aku mengernyitkan dahiku. “Tentu saja untuk bekerja, bos.”

“Bekerja? Bukankah mulai hari ini kau sudah mengundurkan diri?”

“Mengundurkan diri?”

“Baru saja ada seseorang yang menghubungiku dan mengatakan bahwa mulai hari ini kau mengundurkan diri dan tidak lagi bekerja di restoran ini.”

Mwo?

Siapa? Kenapa seenaknya mengatakan aku mengundurkan diri dari pekerjaanku? Aku masih berdiri di depan pemilik restoran yang menatapku dengan bingung. Ah, kurasa aku tahu siapa orangnya. Dasar. Dia benar-benar sudah bersikap seenaknya. Aku langsung keluar dan bergegas menemui orang tersebut.

Kyuhyun POV

Aku meletakkan ponselku dan tersenyum puas. Kali ini rencanaku pasti berhasil. Tidak mungkin gagal.

“Kenapa kau tersenyum sendiri?”

Aku menoleh ke arah Shin ajussi yang mengantarkan minuman untukku.

“Ah, bukan apa-apa, ajussi. Hanya sedang senang saja,” ucapku.

Shin ajussi tampak penasaran. “Apa yang membuatmu senang?”

Aku memang tidak dapat menyembunyikan rasa senangku. Aku hanya tersenyum ke arahnya. Tiba-tiba, seseorang datang langsung masuk ke ruang kerjaku. Aku dan Shin ajussi menoleh ke arahnya. Kulihat Shin ajussi tampak kaget. Tapi, tidak denganku. Aku sudah memprediksi kedatangannya ini sebelumnya.

“Yoona-ssi, bukankah kau pergi bekerja?”

Kulihat raut wajah Yoona tampak kesal sembari memandangku.

Mianhae, ajussi. Bolehkah aku bicara berdua dengannya?”

Shin ajussi menoleh ke arahku, lalu mengangguk. Ia keluar dan meninggalkanku bersama Yoona yang mulai berjalan mendekat ke arahku.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

Yoona langsung menatap tajam ke arahku. “Kau yang melakukannya? Aku benar kan?”

“Melakukan apa?”

“Jangan berlagak bodoh! Kau yang menghubungi bosku dan mengatakan padanya jika aku mengundurkan diri. Kau yang melakukannya bukan?”

Aku tersenyum. “Jika benar, lalu kau mau apa?”

“Kenapa kau ini selalu bertindak sesuka hatimu sendiri? Tanpa seizinku mengatakan pengunduran diriku pada bos. Sekarang membuatku kembali kehilangan pekerjaanku.”

“Sudahlah. Bukankah lebih baik jika kau kembali bekerja di restoranku?”

Aku mengalihkan perhatianku ke arah lain. Tapi, dapat kurasakan yeoja di depanku ini menatap kesal ke arahku.

“Kau sengaja melakukanya agar aku kembali bekerja di restoranmu?”

Aku terdiam dan hanya melirik sekilas ke arahnya.

“Kau ini . . .” Kurasa Yoona sudah kehabisan kata-katanya. “Aish, baiklah! Aku akan kembali bekerja di restoranmu. Kau puas?”

Kulihat Yoona langsung berjalan keluar dari ruang kerjaku. Aku tersenyum puas ke arahnya.

Author POV

Shin ajussi, Donghae dan Jessica tampak menunggu Yoona di luar ruang kerja Kyuhyun. Yoona sedikit terkejut saat mendapati ketiga orang itu sudah berdiri menunggunya.

“Jadi, kau akan mulai bekerja lagi di sini?” tanya Donghae semangat.

Yoona mengangguk sembari tersenyum. Dilihatnya Shin ajussi dan Donghae tampak senang mendengarnya. Sementara Jessica terlihat mengalihkan perhatiannya.

“Ah, aku benar-benar rindu sekali denganmu, sunbae . . .” ucap Yoona sembari memeluk Jessica.

Jessica tampak kaget. “Hei, apa yang kau lakukan ini? Lepaskan!”

Yoona tidak henti-hentinya tersenyum. Dilihatnya Jessica sedikit tersenyum ke arahnya.

“Wah, hanya karena Yoona memanggilmu sunbae, wajahmu langsung cerah begitu. Rupanya kau memang merindukannya bukan?”

“Diamlah!” bentak Jessica pada Donghae. Membuat Shin ajussi dan Yoona tertawa melihatnya.

“Tapi, aku kaget sekali karena kau akhirnya memutuskan kembali bekerja di sini,” tutur Shin ajussi.

“Ini semua karena perbuatan yang sudah dilakukan Kyuhyun. Dia sengaja menelepon bosku di restoran tempatku bekerja dan mengatakan padanya bahwa mulai hari ini aku mengundurkan diri . . .”

Mwo?

“Tidak kusangka, bos akan melakukan hal itu . . .” ucap Donghae sembari terkekeh.

“Apa yang sedang kalian bicarakan di sini?”

Kyuhyun tiba-tiba sudah berdiri di belakang mereka. Semua tampak menoleh kaget ke arahnya.

“Ah, mianhae, bos. Apakah Yoona akan kembali bekerja di sini?”

Kyuhyun mengangguk. “Benar. Dia akan kembali bekerja di sini, tapi mulai besok.”

Yoona mengernyitkan dahinya. “Besok? Lau hari ini aku melakukan apa?”

“Bukankah kita harus membereskan kamar yang kau gunakan di rumahku?”

Mwo? Kau tinggal di rumah bos?” tanya Jessica kaget. Reaksinya tidak berbeda dengan Donghae.

Yoona langsung menatap tajam ke arah Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya menahan senyum sembari mengalihkan perhatiannya.

Yoona POV

Huh, aku benar-benar tidak mengerti dengan sikap Kyuhyun. Padahal dulu selalu marah-marah jika berhadapan denganku. Kenapa sekarang selalu memberikan perhatian padaku?

“Kenapa dengan wajahmu itu?”

Aku menoleh ke arah Kyuhyun yang sedang fokus mengemudikan mobil. Saat ini aku dan Kyuhyun pergi ke toko yang menjual interior rumah.

“Tidak apa. Aku hanya heran dengan sikapmu ini,” ucapku.

“Memang kenapa?”

Aku kembali memandangnya. “Kenapa kau sekarang menjadi lebih sering memberi perhatian padaku? Bukankah dulu kau sering memarahiku dan berdebat denganku?”

Kulihat Kyuhyun tersenyum mendengarnya. Untuk pertama kalinya aku melihatnya tersenyum padaku.

“Aku hanya lelah jika terus-terusan berdebat atau bertengkar denganmu,” jawabnya.

“Lelah?”

“Jadi . . .” Kyuhyun melirik ke arahku. “Bisakah kita berbaikan?”

Aku mengernyitkan dahiku. “Berbaikan?”

“Kita lupakan semua peristiwa sebelumnya dan kembali memulai dari awal. Aku tahu sikapku terakhir kali padamu sungguh keterlaluan, mianhae . . .

Aku kaget mendengar ucapannya. Tidak kusangka namja yang kukenal dingin, penuh perhitungan dan selalu mengucapkan kata-kata pedas ini bisa mengatakan hal yang baik seperti ini. Tanpa sadar aku tersenyum mendengarnya.

Eotohge?

“Ya, baiklah. Kurasa ini memang lebih baik . . .”

Aku dan Kyuhyun sama-sama tersenyum dan tertawa kecil. Ah, rasanya benar-benar senang aku bisa sedekat ini dengan Kyuhyun.

Mobil berhenti di sebuah toko yang berada di pusat kota Seoul. Aku bergegas menyusul Kyuhyun yang tampak sudah berjalan keluar dari mobil lebih dulu.

“Baiklah, pertama kita akan mencari walpaper untuk temboknya terlebih dahulu,” ucap Kyuhyun. Aku mengangguk setuju. Kami berdua bergegas masuk ke toko.

“Kyuhyun-ah . . .”

Aku dan Kyuhyun menoleh ke arah suara yang mengejutkan kami. Tanpa sengaja kami bertemu Sooyoung di depan pintu toko. Kulihat yeoja itu tersenyum ke arah Kyuhyun, begitu juga dengan Kyuhyun. Aku hanya tersenyum tipis. Entah kenapa, tiap kali aku melihat Kyuhyun bersama Sooyoung, ada rasa sesak di dadaku. Kurasa aku memang cemburu pada yeoja itu.

-TBC-

Part 5 publish. Yey. Kuharap ceritanya masih nyambung sama part sebelumnya ya, hehe. Gimana menurut kalian? Kayaknya untuk FF  ini aku masih belum bisa prediksi sampe part berapa. Jadi, ikutin terus ya? Gomawo chingu😀

signature

35 thoughts on “Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 5

  1. Mayang says:

    Ampun kyu uda jelas bangettt situ suka am yoona ,tapi tetep gg mau ngaku ,. ntar yoona di embat orang tau rasa hayo , wkwkwk
    hassh mau asek” belanja ehh dateng mbake soo hah semoga aja kyu gg pergi am soo :3

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s