The True Love – Chapter 2


thetruelove

Title : 

“The True Love”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Seo Joo Hyun SNSD

Shim Changmin TVXQ

Other Cast :

Member Super Junior

Member SNSD

Genre :

Angst, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Dorm SNSD

Demam Yoona sudah turun. Kini yeoja itu tengah tertidur setelah minum obat. Hyoyeon dan Sooyoung semalaman menjaganya. Hyoyeon bingung karena tidak ada kabar sama sekali dari Eunhyuk tentang Kyuhyun.

“Apa yang sebenarnya dia lakukan? Yeojachingunya sakit sama sekali tidak merespon,” ucap Hyoyeon kesal.

“Sebaiknya kau coba hubungi Eunhyuk lagi,” pinta Sooyoung. Hyoyeon mengangguk.

Yeoboseyo,” sapa Eunhyuk.

Oppa, bagaimana? Apakah Kyuhyun sudah kembali?” tanya Hyoyeon.

Eunhyuk mengatakan semua peristiwa semalam saat Kyuhyun kembali. Hyoyeon mendengarkan semua perkataan Eunhyuk. Seketika raut wajahnya berubah.

“Benarkah? Aku mengerti sekarang . . . “ ucap Hyoyeon. “Ne, Yoona sudah lebih baik. Demamnya sudah turun, gomawo.”

KLIK! Hyoyeon menutup ponselnya. Ekspresinya terlihat shock usai mendengar penjelasan Eunhyuk.

“Ada apa? Kenapa raut wajahmu tiba-tiba berubah?” tanya Sooyoung penasaran.

“Eunhyuk bilang, Kyuhyun mengatakan pada semua member bahwa dia dan Yoona sudah putus,” jawab Hyoyeon.

MWO?!” Sooyoung tersentak mendengarnya. “Tidak mungkin.”

“Bahkan yang lebih mengejutkan, Kyuhyun mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada yeoja lain, dan yeoja itu adalah . . . “ sesaat kalimat Hyoyeon terhenti.

“Siapa?” Sooyoung semakin penasaran dengan pembicaraan mereka.

“Seohyun,” lanjut Hyoyeon.

Sooyoung serasa terkena pukulan batu yang sangat keras. Informasi itu benar-benar mengejutkan. Begitu juga dengan Hyoyeon.

“Bagaimana mungkin? Ini sungguh keterlaluan! Bukankah itu sangat menyakitkan bagi Yoona,” ucap Sooyoung tidak percaya dengan informasi yang ia dengar.

Hyoyeon mengusap kepala yeoja yang tengah tertidur itu. Ia merasa kasihan dengan kondisi dongsaengnya.

Eonni, tetaplah disini. Aku akan menyiapkan bubur untuk Yoona,” kata Sooyoung lalu keluar dari kamar.

Sooyoung berjalan menuju dapur dan mulai memasak bubur untuk Yoona. Saat dirinya sedang memasak, Seohyun datang untuk mengambil air minum. Begitu melihat yeoja itu, Sooyoung merasa kesal. Ia tidak menyangka Seohyun begitu tega menusuk Yoona dari belakang, merebut namja yang paling Yoona cintai.

“Apa itu untuk Yoona?” tanya Seohyun. Ekspresinya terlihat datar dan cuek.

Ne . . . “ Sooyoung hanya berbicara singkat.

Seohyun tidak bertanya lagi. Yeoja itu terlihat berjalan kembali ke kamar.

“Seohyun-ssi, ada yang ingin kutanyakan,” ucap Sooyoung. Yeoja itu berbalik dan menghampiri Sooyoung.

“Kau sudah tahu, jika Yoona dan Kyuhyun putus bukan?” tanya Sooyoung dingin.

Mendengar pertanyaan itu, Seohyun tersenyum licik. “Benar, aku sudah tahu. Memangnya kenapa?”

“Kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?” tanya Sooyoung mendekatkan wajahnya tepat di depan Seohyun. “Kau yang merencanakan ini semua bukan? Memanfaatkan projek duet bersama Kyuhyun, kau bisa bertemu dengannya. Kau pengaruhi pikiran namja itu sehingga dia bisa berpaling dari Yoona. Apa dugaanku salah?”

Seohyun tersentak. Dilihatnya wajah Sooyoung yang menatap tajam ke arahnya.

Eonni, kau memang pintar. Aku memang tidak bisa mengelak dari apa yang kau katakan,” jawab Seohyun. Yeoja itu justru terlihat tenang menanggapi Sooyoung.

“Untuk apa kau lakukan itu? Kau tahu itu salah!” bentak Sooyoung. “Aku tahu, kau juga mencintai Kyuhyun. Tapi, untuk apa kau terus mengharapkan namja itu? Dia sudah menjadi milik Yoona. Kenapa kau justru merebutnya dari temanmu sendiri?”

“Merebut katamu?! Bukan aku yang merebutnya, tapi Yoona. Aku lebih dulu menyukai Kyuhyun. Kenapa Yoona yang menjadi yeojachingunya? Kenapa bukan aku?! Aku tidak terima. Tidak peduli apa pendapatmu, aku akan tetap melakukannya. Namja itu pasti menjadi milikku,” balas Seohyun terobsesi.

Sooyoung terdiam. Dia melihat Seohyun sangat terobsesi dengan perasaannya. “Terserah. Jika kau memang berniat melakukannya. Kau harus tahu, dari penglihatanku namja itu hanya menganggapmu sebagai pelarian saja. Selamanya kau tidak akan pernah menggantikan posisi Yoona di hatinya. Jika kau terus memaksakan perasaanmu, kau sendiri yang akan terluka nantinya,” kata Sooyoung memperingatkan dongsaengnya. Lagi-lagi Seohyun menanggapinya dengan dingin.

“Aku tidak peduli. Ini jalan yang sudah kuambil. Aku tidak akan menyesal. Kau jangan berharap dapat mengembalikan namja itu kepada Yoona. Tidak akan pernah kubiarkan, tidak akan pernah!” ancam Seohyun lalu meninggalkan Sooyoung.

Sooyoung menatap tajam ke arah Seohyun yang berjalan kembali ke kamar. Ia benar-benar kesal dengan yeoja itu.

*****

Sooyoung kembali ke kamar Yoona sambil membawa semangkuk bubur dan obat untuk yeoja itu. Hyoyeon masih menunggu di samping Yoona. Selesai meletakkan makanan untuk Yoona, Sooyoung mengambil posisi duduk di samping Hyoyeon.

“Aku merasa kasihan pada Yoona,” ucap Sooyoung kemudian.

“Aku tidak menyangka, dengan mudahnya namja itu berpaling dari Yoona,” balas Hyoyeon. Keduanya tampak murung melihat kondisi Yoona. Selang beberapa saat, Yoona terbangun dari tidurnya. Kontan Hyoyeon dan Sooyoung bergegas menghampiri yeoja itu yang mulai siuman.

“Yoong, kau sudah bangun?” tanya Hyoyeon senang. Begitu juga dengan Sooyoung.

Ne . . . ada apa denganku?” tanya Yoona bingung karena sudah berada di ranjang. Seingatnya semalam ia hendak bergabung untuk makan malam.

“Semalam kau jatuh pingsan. Demam tinggi. Syukurlah kau sudah baikan sekarang,” jawab Sooyoung.

“Makanlah bubur ini, lalu minum obat. Sementara Sooyoung akan menemanimu. Aku harus pergi latihan dance bersama Eunhyuk,” ucap Hyoyeon.

Ne . . . gomawo, eonni,” balas Yoona. Wajahnya terlihat masih pucat. Diambilnya semangkuk bubur yang sudah disiapkan untuknya. Yeoja itu menyantap bubur pelan-pelan. Sesekali ia terisak. Sooyoung yang melihatnya dapat merasakan kesedihan dongsaengnya itu.

“Yoong, aku sudah dengar semuanya, kau dan Kyuhyun . . . “

“Jangan bicarakan itu lagi, eonni. Aku sedang tidak ingin membahasnya,” potong Yoona. Wajahnya kembali terlihat muram. Yeoja itu terlihat menahan air matanya

Mianhae, aku sama sekali tidak bermaksud begitu,” ucap Sooyoung merasa bersalah.

Yoona tidak berkata lagi. Yeoja itu tidak dapat membendung air matanya yang tiba-tiba keluar dan mengalir deras. Sooyoung langsung memeluk yeoja di depannya itu.

Eonni . . . “ hanya suara isak tangis yang keluar dari mulut Yoona.

Sooyoung mengusap-usap punggung Yoona. “Sudahlah, jika kau ingin menangis, menangislah. Kau bisa berbagi kesedihan denganku, jangan kau simpan sendiri.” Tanpa sadar Sooyoung ikut larut dalam kesedihan dan menangis. Mendengar ucapannya, Yoona menangis sejadi-jadinya. Tidak ada lagi keceriaan yang terpancar dari wajah yeoja itu. Kesedihan yang mendalam, membuat yeoja itu terlihat lemah tak berdaya.

*****

Gedung SM Entertainment

Siwon berjalan menuju ruang pertemuan dengan Shin gwajangnim. Hari ini ada janji membahas hasil survei penggemar mengenai drama terbarunya bersama Yoona. Siwon naik ke lantai 3 melalui lift. Begitu keluar dari lift, ia tanpa sengaja berpapasan dengan Kyuhyun dan Seohyun. Yeoja itu terlihat bergelayut manja di lengan kiri Kyuhyun. Siwon berusaha menahan amarahnya dan melewati mereka begitu saja. Kyuhyun dapat merasakan kemarahan pada hyungnya itu. Namun ia acuhkan dan masuk ke lift bersama Seohyun.

Siwon berhenti saat pintu lift tertutup. Ia menggeram dan tangannya mengepal menahan marah. “Cho Kyuhyun! Kau benar-benar BRENGSEK!!”

Tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk pundak namja itu sehingga membuatnya menoleh.

Oppa . . .”

“Eh, kau rupanya. Sedang apa di sini? Hari ini ada jadwal?” tanya Siwon pada yeoja yang ternyata adalah Sooyoung.

Sooyoung menggeleng. “Aniyo, apa kau ingin menemui Shin gwajangnim?” tanyanya.

Ne . . . waeyo?”

“Aku datang menggantikan Yoona. Kudengar kalian ada janji untuk membahas survei drama kalian. Sebelumnya aku sudah memberitahu Shin gwajangnim bahwa Yoona tidak bisa datang karena sakit. Dia justru menyuruhku untuk menggantikannya karena hanya akan membahas hasil survei penggemar sebelum drama mulai ditayangkan,” jawab Sooyoung.

“Bagaimana kondisinya sekarang?” tanya Siwon.  Namja itu terlihat cemas.

“Sudah tidak apa-apa. Demamnya sudah turun, dia juga sudah makan bubur dan minum obat. Lalu kusuruh dia untuk beristirahat saja di dorm,” jawab Sooyoung. “Tapi . . . “

Siwon terdiam saat melihat ekspresi wajah Sooyoung yang berubah murung.

“Kondisi mentalnya yang tidak baik. Dia benar-benar terluka. Walaupun kelihatannya dia gadis yang ceria dan kuat, sebenarnya hatinya sangat rapuh,” ucap Sooyoung.

Siwon menghela napas. “Kau benar. Sudah kuduga dia akan sangat terpuruk menerimanya.”

*****

Usai menemui Shin gwajangnim, Siwon dan Sooyoung memutuskan untuk makan siang bersama. Saat itulah mereka kembali membahas masalah Yoona.

“Aku benar-benar tidak habis pikir. Apa otak Kyuhyun-oppa itu sudah tidak waras? Tega sekali ia berbuat seperti itu,” ucap Sooyoung menahan kesal.

“Begitu aku mendengar dia putus dengan Yoona karena Seohyun, tanpa segan aku langsung memukulnya,” balas Siwon.

Sooyoung tersenyum tipis. Sesekali ia menikmati soft drink yang sudah ia pesan. “Dia memang pantas menerimanya.”

“Bocah tengik itu, dia benar-benar tidak tahu diri!! Yoona bekerja keras menyelesaikan drama secepat mungkin agar ia dapat kembali memiliki waktu bersama Kyuhyun. Setiap kali syuting, dia sangat serius dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan sedikitpun. Makanya, drama yang diperkirakan selesai dalam 3 bulan justru lebih cepat menjadi 2 bulan. Kau tahu betapa senangnya Yoona mengingat kerja kerasnya membuahkan hasil,” ucap Siwon.

“Kau benar, oppa. Setiap kali aku mengingat pengakuan Yoona tadi pagi, rasanya aku ingin sekali mematahkan kaki Kyuhyun-oppa. Dia tidak tahu, betapa Yoona sudah berkorban banyak dalam hubungan mereka,” balas Sooyoung.

Siwon menghentikan kegiatan makannya. “Pengakuan?”

Sooyoung terdiam sejenak sampai akhirnya ia menceritakan semua pengakuan Yoona pada Siwon.

***

 “Kau sudah tahu jika Seohyun mencintai Kyuhyun?” tanya Sooyoung tidak percaya.

Yoona mengangguk pelan.

“Sejak kapan?” tanya Sooyoung.

“Saat aku resmi berpacaran dengan Kyuhyun,” jawab Yoona.

“Mwo?! Jadi, selama kau berpacaran dengan Kyuhyun, kau terus menahan dan menyembunyikan hal itu darinya?”

Yoona tidak menjawab pertanyaan Sooyoung. Yeoja itu hanya tertunduk dan diam.

“Yoong, seharusnya kau katakan padanya lebih awal. Jika namja itu tahu ada yeoja lain yang mencintainya, kurasa dia akan lebih berhati-hati dengan perasaannya,” kata Sooyoung.

Yoona hanya diam mendengarnya. Sooyoung merasa semakin sedih melihatnya.

“Saat kau tahu, dia ada projek duet dengan Seohyun, apa yang kau katakan padanya?” tanya Sooyoung.

“Waktu itu, aku memang khawatir jika Seohyun tidak dapat menahan perasaannya. Aku hanya berpikir, bukankah itu adalah kesempatan emas oppa dalam berkarir. Aku tahu kemampuannya bernyanyi tidak diragukan lagi, begitu juga dengan Seohyun. Mereka pasti akan diterima oleh penggemar. Benar saja, duet mereka memang digemari masyarakat. Tapi, aku sama sekali tidak menduga jika kekhawatiranku sebelumnya benar-benar terjadi. Tidak kusangka, entah apa yang sudah dilakukan Seohyun sehingga oppa justru berpaling dariku dan berniat menjalin hubungan dengannya. Ternyata aku ini bodoh ya, eonni,” ucap Yoona terisak.

Sooyoung tidak berkata lagi. Ia merasa semua itu tidak adil. Dalam hubungan itu, jelas Yoona yang paling tersakiti. Ia mengorbankan rasa egonya demi kebahagiaan namja yang justru berpaling darinya. Dilihatnya Yoona kembali menangis dalam kesedihannya.

***

Siwon menggeram. Mendengar cerita dari Sooyoung membuat emosinya kembali memuncak.

Oppa, apa yang harus kita lakukan? Yoona melarangku untuk mengatakannya pada Kyuhyun-oppa,” ucap Sooyoung.

Siwon menggenggam tangan Sooyoung. Berusaha menenangkan yeoja di depannya. “Kita pasti akan menemukan jalan keluarnya. Aku berani jamin, anak itu akan menyesali perbuatannya,” balas Siwon.

*****

Yoona keluar dari kamar setelah selesai mandi. Kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya. Dia juga sudah minum obat dan makan vitamin atas saran  Sooyoung. Saat hendak menuju ruang santai, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Seohyun. Suasana menjadi hening. Mereka hanya saling menatap satu sama lain. Tidak ada suara yang keluar dari masing-masing. Seohyun terlihat cuek saat bertemu Yoona. Ia tidak menyapa atau berkata sedikitpun, justru melewati Yoona begitu saja.

“Seohyun-ssi,” panggil Yoona saat yeoja itu hendak berjalan melewatinya.

Yoona tersenyum saat melihat yeoja itu menoleh ke arahnya. “Bisa kita bicara?”

Seohyun tidak menjawab. Ia lalu berjalan mengikuti Yoona yang melangkah menuju balkon dorm mereka.

“Ada apa, eonni?” tanya Seohyun. Nadanya terdengar malas untuk berbicara dengan Yoona.

Yoona tersenyum. Dia tahu bahwa Seohyun berniat menghindari pembicaraan dengannya. “Bukankah kau sudah tahu, apa yang ingin kubicarakan denganmu.”

Seohyun tidak menjawab. Kali ini ia menatap tajam ke arah yeoja di depannya.

“Kalian . . . sudah resmi berpacaran?” tanya Yoona to the point.

Ne . . . lebih tepatnya kemarin,” jawab Seohyun cuek.

Hati Yoona terasa sesak mendengarnya. Mereka resmi berpacaraan di hari yang sama saat Yoona memutuskan hubungan dengan Kyuhyun.

“Benarkah?” tanya Yoona berusaha menyembunyikan rasa sakitnya.

“Sebenarnya apa maumu? Apa kau ingin merebutnya dariku lagi?” tanya Seohyun kemudian. Yoona tersentak mendengarnya.

“Lagi?” Yoona bingung dengan pertanyaan yeoja di depannya itu.

“Benar. Kau yang telah merebutnya dariku, bukan aku. Aku hanya mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Akulah yang menyukainya lebih dulu, kenapa justru kau yang berpacaran dengannya. Aku tidak terima. Tidak akan kubiarkan dia kembali lagi padamu, eonni,” ancam Seohyun.

Yoona merasa sakit hati mendengarnya. Ia tidak menyangka, selama ini Seohyun beranggapan demikian. Yeoja itu memang sengaja mempengaruhi Kyuhyun sehingga namja itu berpaling darinya.

“Kenapa kau berkata seperti itu? Kau tidak perlu khawatir,” ucap Yoona lemas. Hatinya terasa sesak untuk membalas ucapan Seohyun.

“Aku tidak yakin. Kau masih menjadi ancaman bagiku,” kata Seohyun.

Yoona memandang yeoja di depannya. Ia merasa, Seohyun benar-benar berbeda. Yeoja itu terlihat lebih ambisius dan egois.

“Aku berani jamin. Percayalah,” balas Yoona. “Kuharap, kau bisa membahagiakannya.”

Seohyun tersenyum tipis. “Tidak perlu kau katakan, sudah pasti dia akan bahagia bila bersamaku.” Lalu Seohyun berjalan meninggalkan Yoona dan keluar dari dorm. Selesai Seohyun pergi, Yoona tidak dapat lagi menahan air matanya. Yeoja itu kembali menangis.

ooOoo

Tiga hari berlalu sejak Yoona jatuh sakit. Kini yeoja itu sudah kembali pulih dan berniat datang ke gedung SM Entertainment untuk menemui Sooman sajangnim, alias petinggi SM Entertainment. Saat berjalan menuju lift, tanpa sengaja ia bertemu dengan Leeteuk dan Taeyeon.

“Yoong!” panggil Taeyeon yang sedang menunggu di depan lift bersama Leeteuk.

Eonni!“ Yoona bergegas menghampiri Taeyeon dan berdiri di belakang mereka.

“Kau sudah sehat? Kudengar kau jatuh sakit?” tanya Leteeuk.

Ne . . . aku sudah merasa lebih baik sekarang. Kalian ada urusan apa?” tanya Yoona.

“Sooman sajangnim memanggil kami,” jawab Taeyeon.

“Benarkah? Kebetulan aku juga ingin menemuinya,” kata Yoona.

“Ada keperluan apa?” tanya Leteeuk penasaran.

Ani, bukan hal yang penting,” jawab Yoona tersenyum.

Pintu lift terbuka, mereka bergegas masuk dan naik ke lantai 4.

“Mungkin dia memanggil kita untuk reality show itu,” celetuk Taeyeon tiba-tiba.

Leeteuk mengangguk, Yoona justru terlihat bingung mendengarnya.

Reality show?

“Kau lupa? Bukankah kita ada projek reality show? Itu acara khusus untuk Super Junior dan Girls Generation,” jawab Taeyeon pada Yoona.

Yoona terdiam sejenak. Lalu yeoja itu terlihat menepuk keningnya.

“Aku benar-benar lupa,” kata Yoona polos.

Leeteuk tertawa kecil. “Tidak seperti biasanya. Kau orang yang paling antusias dengan reality show ini, kenapa tiba-tiba lupa dengan acara itu?”

Pernyataan Leeteuk itu langsung mendapat tatapan tajam dari Taeyeon. Taeyeon berpikir namja itu tidak tahu situasi. Bukankah sikap Yoona itu akibat masalah dengan Kyuhyun dan Seohyun. Leeteuk buru-buru menutup mulutnya.

Yoona memperhatikan dua orang di depannya itu. Leader masing-masing grup itu terlihat seperti pasangan saja. Sesekali yeoja itu tersenyum geli.

Begitu tiba di lantai 4, mereka langsung bergegas menemui Sooman sajangnim di ruang kerjanya. Sooman Sajangnim terlihat sudah menunggu mereka karena sekertarisnya langsung menyuruh mereka untuk masuk ke ruangan.

“Kalian sudah datang!” ucap Sooman sajangnim, di ruang kerja terlihat Shin gwajangnim juga bersamanya.

“Bukankah aku hanya menyuruhmu memangggil Leeteuk dan Taeyeon saja? Kenapa Yoona ikut?” tanya Sooman sajangnim pada Shin gwajangnim saat melihat Yoona juga turut hadir. Yeoja itu hanya tersenyum lebar.

“Kebetulan aku memang ingin menemuimu. Jadi, aku ikut bersama mereka,” jawab Yoona.

Sooman sajangnim tersenyum melihat ekspresi Yoona.

“Jadi, berapa member Super Junior yang aktif saat ini?” tanya Shin gwajangnim pada Leeteuk. Mereka langsung membahas reality show terbaru yang akan diikuti oleh dua grup tersebut.

“10 orang termasuk aku,” jawab Leeteuk.

“Bagaimana denganmu?” tanya Shin gwajangnim selanjutnya pada Taeyeon.

“Tentu semua member bisa ikut,” jawab Taeyeon. Tiba-tiba, Yoona menyela pembicaraan mereka.

Mianhae,  sepertinya untuk Girls Generation hanya ada 8 orang yang akan ikut acara itu,” ucapnya tiba-tiba.

Semua menoleh ke arah Yoona.

“Apa maksudmu? Memang siapa yang tidak akan ikut?” tanya Taeyeon bingung.

“Aku,” jawab Yoona mengejutkan semua orang.

“Apa itu ada dibalik kedatanganmu untuk menemuiku?” tanya Sooman sajangnim langsung menebak.

Yoona mengangguk. Shin gwajangnim terlihat bingung dengan yeoja yang tengah berdiri dan menghadap Sooman sajangnim itu.

“Aku ingin mengambil cuti,” ujar Yoona.

Sooman sajangnim hanya terdiam, pria itu masih menunggu alasan Yoona secara detail. Taeyeon dan Leeteuk sangat terkejut, sedangkan Shin gwajangnim berusaha untuk tetap tenang.

“Aku hanya merasa kurang sehat akhir-akhir ini. Mungkin kelelahan usai syuting drama terbaruku dengan Siwon. Jika diizinkan, aku ingin mengambil cuti,” lanjut Yoona.

“Berapa lama?” tanya Sooman sajangnim.

“2 bulan,” jawab Yoona. Taeyeon semakin penasaran mendengar permintaan Yoona.

Sooman sajangnim melirik ke arah Shin gwajangnim. “Bagaimana menurutmu?”

“Kurasa, dia memang perlu istirahat. Selama beberapa bulan terakhir, dia memang bekerja keras untuk drama itu. Bukankah hasilnya juga sepadan dan memuaskan para penggemar. Dia patut untuk menerimanya,” jawab Shin gwajangnim. Diakuinya memang yeoja itu sangat kelelahan usai pembuatan serial drama.

Sooman sajangnim mengangguk-angguk mendengar pendapat Shin gwajangnim. “Baiklah, karena kau memang sudah bekerja keras dan aku bisa merasakan progress yang ada pada dirimu, kau kuperbolehkan cuti selama 2 bulan. Tapi, kau harus menyelesaikan promo drama terbarumu yang akan dilakukan selama 1 minggu ke depan. Setelah itu, kau baru bisa mengambil cuti. Apa sudah jelas?” tanya Sooman sajangnim

Yoona tersenyum mendengarnya. “Ne, arraseo. Aku akan menyelesaikan tanggung jawab atas pekerjaanku.”

Begitu selesai dengan urusannya, Yoona bergegas meninggalkan ruangan. Sooman sajangnim langsung memutuskan untuk segera menyelesaikan pembicaraan dengan Shin gwajangnim, Leeteuk dan Taeyeon.

“Baiklah, aku ingin kalian bekerja keras dalam reality show itu. Shin, aku mengandalkanmu,” ucap  Sooman sajangnim.

Arraseo,” balas Shin gwajangnim.

“Kalian harus sampaikan pada member kalian masing-masing,” ucap Sooman sajangnim pada Leeteuk dan Taeyeon. Kedua leader itu langsung mengangguki.

Usai menemui Sooman sajangnim, Yoona terlihat sedang menunggu di depan pintu lift. Saat pintu lift terbuka, tidak disangka Kyuhyun dan Seohyun keluar dari lift. Yoona terkejut, begitu juga dengan Kyuhyun. Suasana berubah menjadi tegang. Namja itu terlihat hendak melepaskan gandengan tangan Seohyun, tapi yeoja itu menolak. Ia justru mendorong Kyuhyun untuk bergegas jalan dan melewati Yoona begitu saja. Yoona berusaha menahan rasa sakit di hatinya. Dengan cepat yeoja itu bergegas masuk ke dalam lift dan memecet tombol menuju lantai 1. Saat pintu lift tertutup, terlihat Kyuhyun berhenti, menoleh ke arah belakang dan memandangi pintu lift. Seohyun yang melihat reaksi namja di sampingnya itu kembali menariknya dan mendorong paksa untuk tetap berjalan.

Selama di dalam lift, Yoona kembali menangis. Melihat namja yang begitu dicintainya bersama yeoja lain, membuat hatinya semakin terluka. Begitu pintu lift terbuka, Yoona mempercepat langkahnya untuk segera meninggalkan gedung SM Entertainment. Tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang tengah menunggu di depan lift.

Mianhae,” ucap Yoona sambil menunduk.

“Yoona,” namja itu justru memanggilnya.

Yoona masih menunduk, suara itu terdengar tidak asing baginya. Yeoja itu mengangkat wajahnya dan memperhatikan namja di depannya.

“Changmin-oppa?” Yoona buru-buru mengusap kedua matanya. Rupanya gelagatnya itu diketahui oleh namja di depannya.

“Kau habis menangis?”

Yoona tidak menjawab. Ia hanya tersenyum tipis. Changmin terlihat penasaran dengan kondisi yeoja di depannya itu.

*****

Kyuhyun dan Seohyun berjalan menuju ruang vokal untuk kembali berlatih. Projek duet mereka yang sukses mengharuskan mereka mengisi beberapa acara di stasiun TV. Untuk itulah, mereka tetap harus berlatih agar hasil lebih maksimal. Tanpa sengaja mereka bertemu dengan Shin gwajangnim, Leeteuk, dan Taeyeon yang baru keluar dari ruang kerja Sooman sajangnim.

“Kyuhyun-ssi, Seohyun-ssi, kalian ada latihan vokal?” tanya Leeteuk.

“Iya, hyung! Kami ada jadwal untuk mengisi beberapa acara di stasiun TV. Untuk itu, kami harus sering berlatih agar hasilnya lebih maksimal,” jawab Kyuhyun.

“Selamat untuk kalian berdua. Kudengar, projek duet itu sukses dan digemari masyarakat,” ucap Shin Gwajangnim.

Gomawo,” balas Seohyun sambil tersenyum.

“Kalian ada keperluan apa?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Tadi kami membahas reality show yang akan dibuat untuk Super Junior dan Girls Generation,” ucap Shin gwajangnim.

“Benarkah? Jadi acara itu akan segera dimulai?” tanya Seohyun semangat. Tidak demikian dengan Kyuhyun. Namja itu justru terlihat acuh mendengarnya.

Ne . . . kira-kira 1 minggu lagi,” jawab Taeyeon.

“Super junior hanya 10 orang, aku tidak kaget. Tapi, sungguh disayangkan Girls Generation hanya 8 orang yang ikut,” ujar Shin gwajangnim tiba-tiba.

Kyuhyun terkejut mendengarnya. Seohyun langsung terdiam.

“8 orang? Memang siapa yang tidak ikut, eonni?” tanya Seohyun pada Taeyeon.

“Yoona,” jawab Taeyeon singkat.

“Dia akan mengambil cuti selama 2 bulan,” sambung Shin gwajangnim.

Mwo?” Kyuhyun spontan menunjukkan reaksi kagetnya. Seohyun langsung menatap tajam ke arah namja di sampingnya itu. Terlihat jelas jika namja itu masih peduli pada Yoona.

“Kau tidak tahu? Apa Yoona tidak memberi tahumu?” tanya Shin gwajangnim sambil tertawa. Ia memang belum mengetahui hubungan Yoona dan Kyuhyun yang sudah berakhir.

Kyuhyun tidak menjawab. Namja itu terlihat gusar. Seohyun yang kesal dengan reaksi namja itu bergegas menariknya untuk segera latihan vokal.

Mianhae, kami harus segera latihan vokal,” ucap Seohyun sambil menarik Kyuhyun.

Shin gwajangnim bingung dengan apa yang baru saja dilihatnya. Seohyun terlihat menggelayut manja di samping Kyuhyun.

“Ada apa ini? Pemandangan barusan sangat tidak wajar bagiku,” tanya Shin gwajangnim pada Leeteuk dan Taeyeon.

Leeteuk menghela nafas. Kemudian ia menceritakan pada Shin gwajangnim masalah yang terjadi. “Sebenarnya . . . hubungan Kyuhyun dan Yoona sudah berakhir.”

Jinjja?” Shin gwajangnim terkejut mendengarnya.

Taeyeon mengangguk. “Kyuhyun sekarang menjalin hubungan dengan Seohyun.”

Shin gwajangnim semakin terkejut. “Mwo? Tidak kusangka anak itu ternyata hebat juga. Diperebutkan oleh dua yeoja. Apa kalian tidak ingin menyusul seperti mereka? Kalian sama-sama leader, kurasa cocok.”

Ucapan Shin gwajangnim itu langsung mendapat tatapan tajam dari Leeteuk dan Taeyeon.

Mianhae . . . aku hanya bercanda,” balas Shin gwajangnim sambil tertawa.

*****

“Kapan kau kembali ke Seoul?” tanya Yoona pada Changmin. Keduanya tampak menikmati makan siang di sebuah restoran yang lokasinya tidak jauh dari gedung SM Entertainment.

“Dua hari yang lalu, aku dan Yunho usai tour album kami di Jepang,” jawab Changmin.

“Kudengar album itu sukses di pasaran, chukkae . . .” tutur Yoona sembari tersenyum.

Gomawo . . .” balas Changmin.

Yoona tampak kembali terdiam.

“Kau belum menjawab pertanyaanku, kenapa kau menangis? Apa terjadi sesuatu?” tanya Changmin.

Yoona hanya menatap namja di depannya yang terlihat memperhatikannya.

“Apa ada masalah? Kau bertengkar dengan Kyuhyun?”

Yoona tahu Changmin dapat menebak apa yang terjadi dengannya. Itu tidak lain karena Changmin sangat dekat dengan Kyuhyun. Changminlah yang membantu Kyuhyun untuk mendapatkan Yoona.

Oppa . . .

Wae? Kenapa kau terlihat murung seperti ini?” tanya Changmin semakin penasaran.

“Aku . . .” Yoona terlihat menghela nafas sejenak. “Aku sudah putus dengan Kyuhyun-oppa.”

Mwo?

Changmin kaget luar biasa. Namja itu hampir tersedak. Dilihatnya wajah Yoona yang tampak memalingkan ke arah lain. Changmin dapat merasakan kesedihan yang dialami Yoona. Yeoja itu, telah kehilangan semangat hidupnya, Cho Kyuhyun.

-TBC-

Sampai di part 2 nih, hehe. Gimana menurut kalian? Bocoran dikit ya, ntar part selanjutnya Yoona bakal balas perbuatan Kyuhyun hehe.  Changmin munculnya masih dikit, bagian akhir lagi😀
Untuk FF Just For You dan Saranghaeyo, My Boss! masih proses pengerjaan. Insya Allah saya post nanti tgl 5 ato 6, berhubung minggu ini saya ada UTS, dimaklumi ya, gomawo chingu😀

signature

62 thoughts on “The True Love – Chapter 2

  1. Mayang says:

    Jd selama yoona berusaha semaksimal mungkin buat cepet” selesain drama nya , niar dya bisa ad waktu buat kyu , tapi disatu sisi kyuhyun malah asekk” selingkuh , ampun kyu , gw harap dya bakal bener” nyesel dan berharap aja kl suatu saat nanti kyu minta balikan jangan di kasih kemudahan , kesel bangett am dya -_-

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s