Just For You – Chapter 3


justforyou2

Title : 

“Just For You”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Other Cast :

Park Jungsoo Super Junior

Kim Taeyeon SNSD

Genre :

Romance, Sad

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

Donghae terdiam di dalam mobilnya. Namja itu terlihat memperhatikan Kyuhyun dan Leeteuk yang sedang mengobrol dengan Yoona dan Taeyeon. Ia menunggu. Menunggu hingga kedua namja itu pergi.

“Apa yang dilakukan mereka? Kenapa bisa ada di sini?” gumanya lirih.

Tak lama kemudian, Kyuhyun dan Leeteuk tampak naik ke mobil dan bergegas pergi. Dirasa situasi sudah tepat, barulah Donghae keluar dari mobilnya dan menghampiri Yoona dan Taeyeon yang masih berdiri di luar toko.

“Donghae-ah . . .” sapa Taeyeon kala melihat namja itu mendekat.

Yoona terlihat mencoba menoleh ke arah namja yang disapa Taeyeon.

Donghae tersenyum pada kedua yeoja di depannya. “Siapa mereka?”

“Siapa? Maksudmu 2 orang tadi?” tanya Taeyeon.

Donghae mengangguk. Dilihatnya Yoona tampak mengulum senyum.

“Oh, mereka hanya orang yang . . .”

“Mereka teman kami,” sambar Yoona.

Taeyeon langsung menoleh tajam ke arah Yoona. “Teman? Sejak kapan?”

“Kemarin.” Yoona tampak tertawa kecil.

Donghae sedikit terkejut dengan penuturan Yoona. Namja itu hanya tersenyum tipis.

“Aish, kau jangan dengarkan dia,” ucap Taeyeon sambil menunjuk Yoona. “Mereka baru kami kenal kemarin. Kurasa bukan orang baik-baik.”

“Taeyeon-ah . . .” rengek Yoona. “Mereka bukan orang jahat. Menurutku baik.”

“Sebaiknya kau percaya dengan ucapan temanmu itu . . .” tutur Donghae.

“Kau dengar? Bahkan Donghae juga berpendapat sama denganku . . .” balas Taeyeon.

Yoona terlihat cemberut. Donghae hanya bisa kembali tersenyum tipis melihatnya.

Kyuhyun POV

“Kau benar-benar tertarik dengan yeoja bernama Taeyeon?” tanyaku pada Leeteuk. Kami berdua sedang dalam perjalanan menuju sebuah kafe yang biasa kami kunjungi.

Ne, sejak awal bertemu dengannya . . .” Leeteuk tampak menahan rasa malunya. “Bisa dibilang seperti jatuh cinta pada pandangan pertama.”

Aku tertawa mendengarnya. Tidak kusangka temanku itu justru tertarik pada yeoja yang menurutku sangat galak dan kasar.

“Kenapa menertawaiku?” tanya Leeteuk kesal. “Kau sendiri, dari yang kulihat sepertinya tertarik dengan Yoona.”

Aku menoleh kaget ke arahnya. “Menurutmu begitu?”

Leeteuk mengangguk. “Sangat terlihat jelas.”

Aku terdiam mendengarnya dan kembali fokus pada kegiatan mengemudiku. “Aku sama sekali tidak menyadari hal itu.”

Kudengar Leeteuk berdecak. “Aish, kau ini sudah punya Jessica. Apa kau berniat untuk menduakan yeoja itu?”

“Hei, aku tidak mungkin melakukan hal itu,” ucapku sedikit kesal.

Arraseo, Yoona juga bukan tipe idamanmu bukan?”

“Kau benar. Jika dibandingkan dengan Jessica, memang tidak ada apa-apanya.”

“Lalu?”

Aku kembali terdiam. “Aku hanya tertarik dengan kehidupannya. Kau tahu? Walau dia memiliki kekurangan, aku kagum padanya. Dia berjuang keras untuk bertahan hidup dan mengumpulkan biaya sendiri untuk operasi kedua matanya. Dia sama sekali tidak mau bergantung pada orang lain. Aku kagum padanya.”

Leeteuk mengangguk. “Aku sependapat. Aku juga kagum padanya. Jika diperhatikan baik-baik, sebenarnya paras Yoona itu sangat cantik. Sederhana, tapi memiliki kecantikan tersendiri.”

“Mungkin kecantikan hatinya, walau baru bertemu dengannya satu kali, aku bisa merasakan kebaikannya.”

“Hei, kenapa jadi membicarakan Yoona? Aish, kau ini . . .” ucap  Leeteuk tiba-tiba kesal.

Aku hanya tertawa mendengarnya. Kulihat temanku itu benar-benar terobsesi dengan perasaannya yang mulai jatuh cinta pada Taeyeon. Bagaimana denganku? Mungkinkah hanya sekedar rasa kagum atau memang mulai menyukai Yoona?

Yoona POV

Aku sedang merapikan meja khusus yang digunakan untuk menata bunga pesanan pelanggan. Banyak bagian bunga yang terasa mengotori meja tersebut. Sepertinya dapat kurasakan Donghae masih berada di tokoku. Apa dia tidak pergi bekerja?

“Apa kau tidak ke kantor? Kenapa masih ada di sini?” tanyaku. Mungkin terdengar seperti mengusir.

“Dari nada bicaramu seperti mengusir orang saja,” ucap Donghae.

“Ah, mianhae, aku tidak bermaksud begitu . . .” kataku merasa bersalah.

Kudengar tawa kecil darinya. Rupanya dia sedang mengajakku bercanda. “Jangan terlalu kau anggap serius, aku hanya bercanda . . .”

Aku tersenyum mendengarnya.

“Aku masih ingin melihatmu . . .” lanjutnya.

Dahiku mengernyit. Apa mungkin yang dikatakan Taeyeon benar? Mungkinkah namja itu memang tertarik denganku?

“Kau nanti bisa terlambat bekerja . . .”

“Biar saja,” ucapnya.

“Kau ini . . .”

Tiba-tiba aku tidak mendengarnya berbicara lagi. Aku justru merasa namja itu mendekatiku. Kurasakan tangannya menggenggam lembut tanganku.

“Donghae-ah . . .”

“Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?” tanyanya lembut.

Aku hanya mengangguk pelan.

“Maukah kau menjadi kekasihku?”

Aku kaget luar biasa. Tidak kusangka dia benar-benar menyatakan perasaannya padaku. Aku hanya terdiam. Tidak tahu harus berkata apa membalasnya.

Author POV

Kyuhyun tiba di rumah dan mendapati Jessica tengah mengobrol dengan eomma tirinya.

“Ah, kau sudah pulang?” tanya Mrs. Cho

Kyuhyun tidak menjawab. Ia hanya mengangguk pelan. Lalu perhatiannya beralih pada Jessica yang langsung berjalan menghampirinya.

“Kau dari mana?” tanyanya.

“Aku tadi ada urusan sebentar. Apa kau sudah lama di sini?” tanya Kyuhyun.

Jessica mengangguk. “Hampir 1 jam, eomma tirimu menemani aku mengobrol tadi. Jadi, aku tidak terlalu bosan . . .”

“Aku ingin keluar sebentar dengan Jessica . . .” ucapnya mengejutkan pada Mrs. Cho. Untuk pertama kalinya namja itu berpamitan pada eomma tirinya. Mrs. Cho tampak sedikit terkejut, tapi kemudian mengulum senyum.

Jessica terlihat bergelayut manja di lengan Kyuhyun.

“Aku heran denganmu. Kita sudah berpacaran 2 tahun, sedangkan appa dan eomma tiriku baru menikah selama 1 tahun. Tapi, kenapa kau sepertinya sangat akrab sekali dengan eomma tiriku, seperti sudah mengenal sebelumnya . . .”

Jessica langsung terkejut dan terlihat gelisah mendengar penuturan Kyuhyun. Yeoja itu terlihat sedikit panik.

Wae? Kenapa sikapmu ini?”

Jessica berusaha bersikap tenang. Yeoja itu langsung mengulum senyum pada Kyuhyun. “Bukankah sesama wanita itu pasti banyak yang bisa dijadikan bahan obrolan? Kau seperti tidak tahu saja.”

Kyuhyun terdiam mendengarnya.

“Apa sampai sekarang kau masih belum bisa menerima eomma tirimu dan Donghae?”

Kyuhyun menoleh. “Entahlah.”

Yoona POV

Aku menyenderkan tubuhku sejenak. Kembali memikirkan ucapan Donghae tadi pagi. Ah, aku tidak tahu harus menjawab apa. Sungguh aku hanya menganggap namja itu sebagai teman, tidak lebih.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Taeyeon mengejutkanku.

“Masalah Donghae . . .”

“Maksudmu . . .  tentang pernyataan cintanya padamu tadi pagi?” tanya Taeyeon.

Aku mengangguk pelan.

“Kau hanya tinggal menjawab ya atau tidak, kenapa masih kau pusingkan masalah itu,” ucap Taeyeon.

“Tidak semudah yang kau pikirkan. Ini menyangkut masalah perasaan orang,” ucapku sedikit kesal.

“Jika aku jadi kau, tanpa pikir panjang aku langsung menerimanya. Dia orang yang baik, tampan, jika dilihat dari penampilannya sepertinya berasal dari keluarga kaya raya. Tentu aku mau menerimanya . . .”

“Aish, kau ini! Kenapa begitu mudahnya menilai orang dari penampilan saja . . .”

“Memang kenyataannya seperti itu? Atau . . .” Taeyeon menghentikan kalimatnya sebentar. “Jangan-jangan kau memang tertarik dengan Kyuhyun?”

Mendengar nama namja itu dapat kurasakan wajahku kembali memerah.

“Lihat! Baru kusebut namanya saja wajahmu sudah merah padam seperti itu . . .” ucap Taeyeon.

Kyuhyun POV

Aku berjalan menyisiri perusahaan appa. Entah kenapa, akhir-akhir ini ada perasaan yang membuatku tertarik untuk bekerja di perusahaan ini.

“Ah, Kyuhyun-ssi . . .” Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. Kulihat Tuan Park, rekan kerja appa tampak berdiri di belakangku. Aku membungkuk sembari memberi salam padanya.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanyanya.

Aku terdiam sejenak. “Tidak ada. Hanya ingin mengunjungi appa saja . . .”

Kulihat Tuan Park hanya tersenyum dan tampak memperhatikan ke arah belakangku. “Donghae-ssi . . .”

Aku menoleh ke arah namja yang sudah berdiri di belakangku.

“Ah, Tuan Park . . .” ucapnya sembari tersenyum. Aku langsung terdiam.

“Kalau begitu, aku permisi dulu. Masih ada hal yang harus kukerjakan . . .” kata Tuan Park lalu berpamitan padaku dan Donghae.

Sepeninggalan Tuan Park, aku dan Donghae hanya memandang satu sama lain.

“Ada perlu apa kau ke perusahaan?” tanyanya sedikit sinis.

“Hanya ingin menemui appa . . .” ucapku singkat.

Appa sedang meeting. Jika kau bosan menunggu di ruang kerjanya, bisakah kita berbicara sebentar? Ada yang ingin kubicarakan denganmu . . .” kata Donghae.

Entah kenapa aku langsung mengangguki ajakannya. Mungkin kakak tiriku itu sedikit terkejut dengan perubahan sikapku ini. Biasanya aku langsung menolak ajakannya tanpa pikir panjang.

Donghae mengajakku ke kafe yang ada di perusahaan. Seorang pelayan datang menghampiri kami dan menanyakan pesanan.

“Kau mau minum apa?” tanyanya seperti biasa berusaha memberi perhatian padaku.

“Terserah kau saja . . .” jawabku singkat.

Donghae langsung memesan dua cangkir kopi untuk kami. Aku memalingkan perhatianku ke arah lain hingga akhirnya Donghae kembali mengajakku bicara.

“Kau . . .” Kalimatnya sesaat terhenti. “Aku tahu sampai sekarang kau masih belum bisa menerimaku dan eomma. Tapi, bisakah kau bersikap baik pada eomma?”

Aku hanya terdiam mendengarnya. Kubiarkan Donghae melanjutkan pembicaraan lebih dulu.

“Kau boleh bersikap kasar padaku, tapi kumohon bersikap baiklah pada eomma . . .” pintanya.

“Atas dasar apa kau menyuruhku melakukannya?”

Donghae tampak menatapku. “Kuakui, pada awalnya aku juga tidak bisa menerima pernikahan eomma dan appa. Tapi, aku tidak bisa berbuat apapun untuk mencegahnya. Aku berusaha menerimanya dan lambat laun memang bisa. Aku selalu berusaha bersikap baik pada appa. Tidak bisakah kau juga melakukan hal yang sama? Bersikap baik pada eomma dan mau menerima eommaku sebagai eommamu juga.”

Aku kembali terdiam mendengarnya. Memang yang dikatakannya ada benarnya. Hanya saja, aku masih terlalu sulit untuk menerimanya.

Author POV

Kyuhyun dan Donghae terlihat berjalan menuju ruang kerja Mr. Cho. Keduanya masih terlihat kaku untuk hubungan saudara. Walau Donghae berusaha bersikap biasa pada adik tirinya, tapi tidak demikian dengan Kyuhyun. Namja itu masih sulit untuk menerima kakak tirinya tersebut.

Keduanya berhenti di depan ruang kerja Mr. Cho. Dilihatnya Mr. Cho tampak keluar dari ruang meeting. Namja paruh baya itu tersenyum kepada dua putranya yang terlihat berjalan bersama.

“Wah, pemandangan langka yang pernah kulihat . . .” ucapnya sembari tersenyum.

Donghae tersenyum, sementara Kyuhyun hanya tersenyum tipis sembari memalingkan wajahnya.

“Donghae-ssi . . . aku sudah dengar kinerjamu dari appamu, terus tingkatkan ya,” ucap salah seorang rekan kerja Mr. Cho yang tampak mendampingi.

Ne, aku akan bekerja keras . . .” balas Donghae sembari membungkuk.

Kyuhyun hanya terdiam saat melihat kakak tirinya mendapat pujian dari rekan kerja appanya. Namja itu memilih memperhatikan arah lain.

“Ah, Kyuhyun-ssi . . . kau juga datang untuk menemui appamu?”

Kyuhyun terkejut saat rekan kerja appanya menanyainya. Namja itu hanya mengangguk pelan sembari tersenyum.

Tampak semua rekan kerja Mr. Cho bergegas keluar usai melakukan meeting. Mr. Cho terlihat tersenyum sembari memandang kedua putranya.

Kajja . . . lebih baik kita mengobrol di ruang kerja appa,” ajaknya.

Donghae dan Kyuhyun mengangguk pelan. Keduanya mengikuti Mr. Cho masuk ke ruang kerja.

“Apa yang membuatmu datang ke perusahaan?” tanya Mr. Cho pada Kyuhyun.

Donghae tampak memandangi adik tirinya yang terlihat menatap serius pada appanya.

“Tidak boleh jika aku datang ke perusahaan?”

Mr. Cho tertawa mendengarnya. Sudah lama ia tidak bercanda dengan Kyuhyun seperti ini. “Kau ini, kenapa bertanya seperti itu? Kapan saja kau boleh datang ke perusahaan . . .”

Kyuhyun tersenyum tipis. Perhatiannya beralih pada Donghae yang tampak sedang menerima telepon.

Ne, arraseo,” ucap Donghae. Lalu memandang ke arah Mr. Cho dan Kyuhyun. “Mianhae, masih ada hal yang harus kukerjakan . . .”

“Ah, baiklah,” ucap Mr. Cho sembari tersenyum. Donghae membungkuk dan bergegas keluar dari ruang kerja appanya.

“Lihatlah, kakakmu itu sangat bekerja keras di sini? Apa kau tidak mau bekerja juga sepertinya?” tanya Mr. Cho.

Kyuhyun hanya terdiam mendengar pertanyaan appanya tersebut. Memang terlintas dalam benaknya untuk bekerja di perusahaan. Hal ini dapat ia rasakan sejak pertemuannya dengan Yoona. Namja itu kagum padanya karena meskipun Yoona memiliki kekurangan dalam penglihatannya, ia mau bekerja keras dan tidak bergantung pada orang lain. Bagaimana dengan dirinya? Ia justru sering menghambur-hamburkan uang appanya dan menghabiskan waktunya hanya untuk bersenang-senang.

“Itulah yang sedang kupikirkan, appa . . .” ucap Kyuhyun kemudian.

Yoona POV

“Aku datang lagi . . .”

Suara yang tidak asing bagiku. Sepertinya Leeteuk kembali datang mengunjungi toko bungaku.

“Apa itu kau, Leeteuk-ssi?” tanyaku memastikan.

Kudengar suara langkah kakinya mendekat ke arahku. “Kau benar, Yoona-ya . . .”

Aku mengulum senyum. Sepertinya tidak dengan Taeyeon. Temanku itu langsung mengeluarkan kata-kata pedasnya pada Leeteuk.

“Kau ini seperti tidak ada pekerjaan lain apa? Untuk apa datang kembali . . .” ucap Taeyeon kesal.

“Terserah aku. Kapan saja jika memang ingin, aku pasti datang kemari,” balas Leeteuk tidak mau kalah.

Aku hanya tertawa kecil tiap kali kedua orang itu berdebat. Rasanya terdengar kekanakan. Aku tahu Leeteuk sepertinya memang sangat tertarik pada Taeyeon. Aku pun juga tahu jika Taeyeon sebenarnya suka tiap Leeteuk datang kemari. Hanya saja justru kata pedasnya lah yang sering muncul.

“Apa itu?” tanya Leeteuk pada Taeyeon saat melihat bunga yang dipajang di meja kasir.

“Oh, itu bunga milik Yoona,” jawab Taeyeon singkat.

“Apa pemberian seseorang?” tanya Leeteuk penasaran.

Aku mengangguk. “Benar, ini pemberian temanku.”

Leeteuk kembali terdiam. “Namjachingumu?”

Aku tersentak mendengarnya. “Ani, hanya teman . . .”

“Aish, sebentar lagi juga akan resmi menjadi namjachingumu  . . .” lanjut Taeyeon.

“Taeyeon-ah . . .” pekikku kesal.

“Kenapa? Bukankah Donghae sudah menyatakannya padamu . . .”

“Siapa? Donghae?”

Aku terkejut saat mendengar reaksi Leeteuk.

“Coba ulangi nama yang kau sebut barusan,” pinta Leeteuk.

“Cho Donghae . . .” lanjut Taeyeon.

Mwo?

Aku penasaran dengan reaksi Leeteuk tersebut. “Wae? Kenapa kau sepertinya terkejut sekali mendengar nama itu?”

“Kau yakin namanya Cho Donghae?” ulang Leeteuk.

Ne. Memangnya ada apa?” tanya Taeyeon.

“Dia . . .” Kalimat Leeteuk terhenti. Aku masih menunggunya.

“Dia itu saudara tiri Kyuhyun . . .”

MWO?” Aku dan Taeyeon sama-sama berteriak.

Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Fakta yang mengejutkan baru saja kuketahui.

Kyuhyun POV

Usai mengobrol dengan appa, aku berjalan keluar dari perusahaan. Seketika perhatianku tertuju pada Donghae yang tengah mengobrol dengan sosok yeoja. Yeoja itu tidak begitu jelas karena tertutup olehnya.

“Apa itu yeojachingunya?”

Aku berjalan mendekat ke arahnya. Tiba-tiba tubuhku terasa kaku saat kulihat jelas sosok yeoja yang berdiri di hadapan Donghae.

“Jessica?”

Aku sedikit penasaran dengan keduanya. Kenapa tampak berbicara serius? Aku mencoba mencari tempat untuk bersembunyi sembari menguping pembicaraan keduanya. Aku pun memutuskan untuk merapat di balik tembok yang lokasinya cukup dekat dengan posisi keduanya.

“Untuk apa kau menemuiku?” tanya Donghae kesal.

“Memangnya tidak boleh . . .” kata Jessica.

“Kau ini kekasih Kyuhyun, lebih baik jangan pernah menemuiku di perusahaan seperti ini . . .”

“Biar saja, bukankah sebelumnya kita juga pernah menjalin hubungan?”

DEG! Apa? Apa yang baru saja kudengar ini? Pernah menjalin hubungan? Aku melirik ke arah Donghae dan Jessica yang masih berbicara serius. Perlahan emosiku mulai memuncak. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menahannya.

“Itu dulu, sekarang kita sudah berpisah dan kau sudah menjadi kekasih Kyuhyun. Kuminta padamu jangan pernah menemuiku . . .”

“Donghae-ah . . .”

Tanganku mengepal saat kulihat Jessica justru memeluk mesra lengan Donghae. Kesabaranku sudah habis. Tanpa pikir panjang aku langsung mendekati keduanya.

“Apa ini?”

Kulihat Donghae dan Jessica tampak terkejut melihatku. Donghae tampak memandangku dengan rasa kagetnya, sementara Jessica terlihat ketakutan dan berusaha memalingkan wajahnya. Tangannya langsung terlepas dari Donghae.

“Aku bisa jelaskan . . .” Jessica memegang tanganku tapi langsung kutepis.

“Apa yang akan kau jelaskan?”

Aku masih menatap tajam ke arah keduanya. “Apa masalah hubungan kalian yang tidak kuketahui?”

Donghae langsung menatap ke arahku. “Kau jangan salah paham dulu.”

“Salah paham?” Aku memandang kesal ke arah kakak tiriku itu.

“Ini tidak seperti yang kau bayangkan, Kyu . . .” ucap Jessica.

“JANGAN BOHONG!” bentakku keras pada Jessica. “Jadi, kau ternyata mantan kekasihnya?” tanyaku sambil menunjuk ke arah Donghae.

“Atau jangan-jangan sampai sekarang kalian masih menjalin hubungan?” tanyaku geram.

“Itu tidak benar, kami sudah berpisah sejak 2 tahun lalu,” ucap Donghae.

Aku tersentak mendengarnya. “2 tahun lalu? Kenapa sama dengan masa hubunganku denganmu, Jess?”

Kulihat yeoja itu tidak dapat menjawab pertanyaanku. Aku langsung bergegas meninggalkan keduanya tanpa memperdulikan mereka memanggilku. Pengkhianat! Jessica telah mengkhianatiku, sedangkan Donghae rasanya telah menusukku dari belakang. Selama ini aku telah dibohongi oleh mereka. Aku sangat membencinya.

Aku berjalan menuju mobilku dan bergegas menyalakan mesin lalu melajukannya ke suatu tempat. Tempat yang dapat membuatku lebih baik.

Author POV

Yoona tampak keluar dari toko bunganya untuk mengambil papan yang dipajang di luar toko. Langkahnya terhenti saat mendengar suara mobil berhenti di depan tokonya. Ia menduga ada pelanggan yang berniat mampir ke tokonya saat mendengar langkah kaki berjalan mendekatinya.

Mianhae, toko kami sudah tutup . . .” ucapnya sembari membungkuk.

“Yoong . . .”

Yoona tampak terkejut. “Apa itu kau, Kyuhyun?”

“Yoong . . .”

Wae? Apa kau sedang ada masalah?” tanya Yoona penasaran.

Kyuhyun tidak menjawab. Namja itu justru menarik Yoona dan memeluknya hingga membuat papan yang dibawa Yoona terlepas dari tangannya.

“Kyu . . .”

“Kumohon diamlah sebentar . . .” pinta Kyuhyun.

“Tapi . . .”

“Kumohon,” nada suara Kyuhyun bergetar. Namja itu terisak. “Aku sangat membutuhkan seseorang untuk menguatkan hatiku saat ini.”

Yoona dapat merasakan kesedihan yang dirasakan namja di depannya. Ia biarkan Kyuhyun memeluknya. Ia sendiri juga tidak dapat menolak perasaannya yang mulai tertarik pada sosok Kyuhyun.

-TBC-

Sampai di part 3 akhirnya publish juga, sama seperti FF satunya lebih cepat 1 hari dari perkiraan. Mian kalo lama dan membuat kalian menunggu, mudah2an ceritanya masih sesuai hehe😀 Gomawo😀

signature

55 thoughts on “Just For You – Chapter 3

  1. Mayang says:

    kirain kyu uda tau kl hae am sicca pernah pacaran ,ehh ternyata gg tau , ehm bagusss lah hubungan kyu am sicca mulai renggang , hehehe ^^
    nah nah bang ikan uda ngajak pacran aja dan yoona belum jawab ..?????!!!!

  2. zubaidah says:

    Jessica serakah sih sana sini mau, akhirnya nanti gk dpt semuanya
    Yoona knpa gk nerima donghae aja sih, donghae kan baik
    Siapa tau nanti dia bisa membantu yoona untuk meringankan
    Operasinya..
    Knpa juga sicca sama donghae mesti punya hubungan masa lalu.

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s