Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 6


srghyomyboss2

Title : 

“Saranghaeyo, My Boss!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Genre :

Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

Kyuhyun tampak tersenyum ke arah Sooyoung. Tidak demikian dengan Yoona, yeoja itu memilih mengalihkan perhatiannya ke arah lain.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Sooyoung penasaran.

“Aku ingin membeli beberapa kebutuhan untuk merapikan kamar,” jawab Kyuhyun.

“Kamar?”

Kyuhyun tampak melirik ke arah Yoona yang berdiri di belakangnya. “Sekarang Yoona tinggal di rumahku. Ada kamar kosong yang bisa digunakan, hanya saja masih berantakan. Aku diperintahkan Shin ajussi untuk membantunya merapikan kamar.”

Sooyoung terkejut mendengar penuturan Kyuhyun. Ada rasa tidak suka tergurat di wajahnya. Yeoja itu terlihat menatap ke arah Yoona.

“Baiklah, aku dan Yoona harus bergegas. Kajja . . .” ajak Kyuhyun pada Yoona.

Yoona mengangguk lalu tersenyum pada Sooyoung. Keduanya tampak masuk ke dalam ke toko dan meninggalkan Sooyoung. Yeoja itu hanya tersenyum sinis menatap keduanya.

Kyuhyun terlihat bersemangat membelikan berbagai barang keperluan Yoona. Sementara yeoja itu hanya diam dan tampak bingung dengan perubahan yang dilakukan namja itu.

Keduanya tampak menikmati kebersamaan mereka waktu berbelanja. Sesekali tidak segan untuk bercanda dan saling menjahili satu sama lain. Hampir 2 jam keduanya menghabiskan waktu di toko. Usai berbelanja, mereka pun bergegas kembali ke rumah dan mulai merapikan kamar yang akan digunakan Yoona.

Shin ajussi tampak menyiapkan makanan untuk keduanya yang terlihat bekerja keras merapikan kamar. Kyuhyun sengaja memilih warna soft untuk walpaper yang akan digunakan. Sementara Yoona tampak sibuk membersihkan beberapa barang yang tidak terpakai dan memindahkannya di gudang.

“Beristirahatlah sebentar, kalian hampir 2 jam merapikan kamar . . .” ajak Shin ajussi.

Kyuhyun dan Yoona menoleh sembari tersenyum. Keduanya tampak puas saat melihat kamar sudah mulai rapi dan bersih.

“Wah, ini benar-benar menakjubkan . . .” ucap Yoona.

“Apa kau senang?” tanya Kyuhyun.

Yoona mengangguk. “Ne. Tentu saja.”

Kyuhyun tersenyum. “Baguslah. Kajja, kita istirahat sebentar.”

Yoona POV

Badanku terasa pegal usai merapikan kamar yang akan kugunakan. Untung saja Kyuhyun mau membantuku. Pekerjaan pun terasa ringan dan bisa selesai lebih cepat. Tidak kusangka, namja itu benar-benar berubah. Tidak ada lagi sikap dinginnya, justru sisi hangatnya yang muncul. Perhatian yang diberikan padaku benar-benar membuatku semakin menyukainya.

“Kamarmu sudah rapi sekarang, apa kau senang?” tanya Shin ajussi padaku.

Aku tersenyum. “Ne, aku benar-benar senang.”

“Kau harus selalu rajin membersihkan dan merapikannya. Jangan kau biarkan kotor lagi, arraseo.”

Aku melirik tajam ke arahnya. Baru saja aku beranggapan positif tentangnya, ternyata wataknya tetap tidak berubah. Selalu perhitungan dan cerewet.

Ne, arraseo.”

Usai beristirahat sejenak, aku dan Kyuhyun kembali melanjutkan pekerjaan kami. Pekerjaan hampir selesai. Kyuhyun terlihat sedang membersihkan lantai. Entah kenapa aku merasa mengantuk. Aku duduk di sofa baru yang sudah dipasang di kamar. Tanpa kusadari, aku justru terlelap tidur.

Kyuhyun POV

Aku menoleh ke arah Yoona yang ternyata tertidur di sofa. Apa dia kelelahan? Kulihat raut wajahnya begitu menikmati tidurnya. Kurasa memang kelelahan. Aku bergegas mempercepat pekerjaanku. Begitu semua selesai, aku melirik ke arah Yoona. Rupanya ia masih tertidur. Dengan perlahan aku mengambil selimut lalu memakaikannya di tubuhnya.

Aku mengusap kepalanya. Kuperhatikan wajahnya dalam-dalam. Entah apa yang merasuki tubuhku, tanpa kusadari aku mencium keningnya. Sadar dengan apa yang kulakukan, aku langsung keluar dari kamarnya. Menutup pintu pelan-pelan. Aku menyentuh dadaku yang kurasakan debaran jantungku semakin kencang. Hawa panas juga menyelubungi wajahku. Ah, kurasa aku memang mulai tidak waras.

“Ehem . . .” tiba-tiba kulihat Shin ajussi sudah berdiri di depanku. Wajahnya tersenyum menyeringai.

“Kenapa ajussi tersenyum seperti itu?” tanyaku berusaha menutupi wajahku yang memerah.

“Kau pikir aku tidak tahu apa yang baru saja kau lakukan?” tanya Shin ajussi menggodaku.

Aku langsung terdiam. Kulihat Shin ajussi masih memandangku dengan wajah jahilnya.

“Aish, aku tidak melakukan apa pun . . .” ucapku lalu berjalan menuju ruang makan.

Author POV

Yoona membuka kedua matanya dan tersadar jika ia ketiduran. Dilihatnya selimut sudah menutupi tubuhnya. Yeoja itu tampak memperhatikan sekeliling yang dilihatnya sudah rapi dan bersih.

“Apa dia yang menyelesaikan sendiri?” gumam Yoona lirih.

Ia melirik ke arah jam dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Yoona bergegas merapikan selimut dan sofa lalu menuju ruang makan. Ia terkejut saat melihat Kyuhyun dan Shin ajussi tengah sibuk menyiapkan makan malam.

Kyuhyun menoleh ke arah Yoona yang sudah berdiri di samping meja makan.

“Kau sudah bangun? Kebetulan kami sedang menyiapkan makan malam . . .” kata Kyuhyun.

Mianhae, aku tadi tertidur. Kau jadi menyelesaikan pekerjaan sendiri,” ucap Yoona merasa bersalah.

Gwaenchana, kau tadi terlihat kelelahan. Jadi, kubiarkan saja kau tidur,” balas Kyuhyun.

“Aku juga tidak membantu kalian menyiapkan makan malam. Ah, aku benar-benar tidak tahu diri. Menumpang tapi tidak melakukan apapun . . .”

Shin ajussi tersenyum. “Kau jangan berpikiran seperti itu. Bagi kami, kau sudah seperti keluarga. Aku justru senang karena kau tinggal di sini.”

Shin ajussi mendekat ke arah Yoona. “Aku sudah bosan tinggal berdua saja dengan Kyuhyun, terima kasih kau mau tinggal bersama kami.”

Ajussi! Aku tahu apa yang kau katakan pada Yoona,” kata Kyuhyun kesal.

Yoona tertawa kecil saat melihat Kyuhyun dengan wajah cemberutnya. Terlihat sangat lucu.

“Sudahlah, lebih baik kita segera makan malam . . .” ajak Shin ajussi. Kemudian mereka makan malam bersama sambil bersenda gurau.

Yoona POV

Usai makan malam, niatku ingin membantu membereskan meja makan. Tapi, Kyuhyun menolaknya. Ia justru menyuruhku beristirahat di kamar. Padahal aku sudah tidak terlalu kelelahan. Akhirnya kuturuti saja perintahnya itu. Aku masuk ke kamar, tapi tidak langsung tidur. Aku justru mengambil peralatan menggambarku yang ada dalam tasku. Kembali menggambar lagi. Kali ini yang terlintas adalah wajah kedua orang tuaku.

Tiba-tiba aku mendengar suara ketukan pintu kamarku. Kulihat Kyuhyun sudah berdiri di balik pintu kamarku.

“Boleh aku masuk?” tanyanya.

“Masuklah . . .”

Kulihat namja itu langsung berjalan mendekat ke arahku. Sepertinya penasaran dengan apa yang kukerjakan.

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanyanya penasaran.

“Aku hanya sedang menggambar wajah kedua orang tuaku . . .” jawabku sembari tersenyum.

Kyuhyun langsung berpindah posisi, mengambil posisi duduk di sebelahku. Sesaat kurasakan jantungku berdebar.

“Wah, ternyata kau pandai menggambar . . .” katanya kagum dengan gambar yang kubuat.

Aku tersipu mendengarnya. “Sejak kecil aku sangat suka menggambar.”

Kulihat Kyuhyun masih memperhatikan gambar yang kubuat. Aku langsung menyodorkan buku sketsa yang sedang kupegang.

“Apa kau ingin melihatnya?” tanyaku menawarkan.

Kyuhyun langsung mengangguk semangat. Dengan perlahan ia membuka buku sketsa milikku. Dari wajahnya, bisa kulihat jika namja itu sepertinya kagum dengan hasil karyaku. Aku tersenyum melihatnya. Hingga kulihat raut wajahnya tiba-tiba berubah.

Wae?

“Apa ini . . .” kalimatnya terhenti. “Aku?”

Aku kaget mendengarnya. Kulihat Kyuhyun sudah membuka halaman yang berisi gambar wajahnya yang kubuat kemarin. Kurasakan wajahku memerah karena malu. Aku tidak tahu harus menjawab apa.

“Kau menggambar wajahku?” tanya Kyuhyun justru terlihat gembira.

Aku mengangguk pelan. Benar-benar pelan. Lalu menunduk menyembunyikan wajahku yang semakin memerah. Tapi, kulirik ke arah Kyuhyun sepertinya namja itu justru terlihat senang.

“Ini bagus, aku suka . . .” kata Kyuhyun kemudian.

Aku hanya tersenyum mendengarnya.

“Ini boleh untukku?” tanya Kyuhyun mengejutkanku.

“Kau menginginkannya?” tanyaku tidak percaya. Namja itu langsung mengangguk semangat.

“Tentu . . .”

Gomawo, akan kupajang gambar buatanmu. Ini sudah malam, kau harus istirahat. Besok kau sudah kembali bekerja di restoran,” ucap Kyuhyun lalu keluar dari kamarku.

Setelah kulihat Kyuhyun keluar, aku tidak dapat menahan perasaanku.

“Aish . . . aku benar-benar lupa dengan gambar itu! Kau benar-benar ceroboh, Im Yoona!”

Aku kembali memegang wajahku yang memerah. Sesaat aku mengingat reaksi Kyuhyun tadi. “Tapi, kenapa Kyuhyun justru terlihat senang sekali?”

Aku hanya tersenyum mengingatnya.

ooOoo

Author POV

Donghae tersenyum saat melihat Yoona sudah kembali bekerja di restoran. Sementara Jessica terlihat memalingkan wajahnya ke arah lain. Beberapa karyawan lain juga tampak senang melihat Yoona.

“Mulai hari ini, Yoona akan kembali bekerja di sini. Kalian bekerja samalah dengan baik . . .” ucap Kyuhyun.

“Baik, bos!” balas semua karyawan serempak.

“Selamat datang kembali . . .” kata Donghae sembari tersenyum.

Yoona tersenyum. Kemudian ia melirik ke arah Jessica. Donghae tampak memperhatikan Jessica, kemudian menyikut yeoja itu.

Jessica terlihat masih berlagak cuek. “Selamat datang kembali . . .”

Yoona tersenyum mendengarnya. “Mohon bantuannya, sunbae . . .

Wajah Jessica kembali terlihat senang tiap mendengar Yoona memanggilnya sunbae. Donghae justru meledeknya.

“Kau ini baru mau memperlakukan Yoona dengan baik jika dia memanggilmu sunbae. Dasar . . .”

“Apa katamu?!” bentak Jessica kesal lalu mengejar Donghae yang sudah melarikan diri. Yoona hanya tertawa saat melihat tingkah kedua rekannya itu. Tiba-tiba ada pengunjung yang datang, lalu Yoona bergegas menghampirinya.

“Selamat datang . . .” Yoona mengucapkan salam sembari membungkukkan badannya.

“Yoona? Sedang apa kau di sini?”

Yoona mendongak ke arah pengunjung tersebut. Rupanya Siwon yang sudah berdiri di depannya.

“Siwon?”

Namja di depannya tampak penasaran dan seperti meminta penjelasan. Mereka pun memutuskan untuk berbicara empat mata.

Yoona POV

Aku mengajak Siwon duduk di bagian luar pengunjung. Aku memang belum sempat menceritakan semua kejadian yang menimpaku padanya.

“Kau kembali bekerja di sini?” tanya Siwon sambil meminum kopinya.

Ne.

Siwon kembali terdiam. “Kemarin aku sempat ke rumahmu, tapi ternyata sudah dibongkar. Sekarang kau tinggal di mana?”

Aku terdiam sejenak. “Aku . . . tinggal bersama Kyuhyun dan Shin ajussi.”

Mwo? Jadi, sekarang kau tinggal bersama mereka?”

Aku hanya mengangguk pelan sembari tersenyum.

“Baguslah, aku tidak perlu khawatir lagi . . .” ucapnya.

Aku terkejut mendengarnya. Apa dia mengkhawatirkanku?

“Bagaimana dengan pekerjaanmu di restoran itu?” tanya Siwon penasaran.

“Ah, ceritanya terlalu panjang! Lebih baik tidah usah membahasnya . . .” ucapku sedikit kesal.

Siwon tersenyum mendengarnya. “Tidak kusangka, Kyuhyun bisa begitu perhatian padamu,” lanjut Siwon.

Aku menoleh kaget ke arahnya. Kulihat namja itu hanya mengulum senyum. Aku tidak tahu apa yang kukatakan. Kuakui, Kyuhyun memang memberikan perhatian padaku. Tapi, aku tidak tahu apakah itu hanya sebatas perhatian terhadap karyawan atau teman atau mungkin lebih dari itu? Entahlah.

Kyuhyun POV

Aku keluar dari ruang kerjaku dan tidak mendapati Yoona. Kulihat hanya Donghae dan Jessica.

“Mana Yoona?” tanyaku pada Donghae.

“Sedang berbicara dengan Siwon-hyung . . .” jawab Donghae.

Aku mengernyitkan dahiku. “Hyung datang ke sini?” Lalu aku menoleh ke arah luar restoran. Perhatianku berhenti pada Yoona yang sedang mengobrol dengan Siwon-hyung. Seketika raut wajahku berubah. Rasanya aku benar-benar tidak suka melihat keakraban mereka. Aku pun mendekati keduanya.

Hyung, kapan kau datang?” tanyaku. Kurasa mengejutkan mereka.

“Baru saja.”

“Kebetulan sekali, ada yang ingin kubicarakan denganmu. Yoona, kembalilah bekerja, kau bisa tinggalkan kami . . .” ucapku pada Yoona. Kulihat ia mengangguk lalu bergegas masuk ke restoran.

“Aku senang kau menyuruh Yoona kembali bekerja di restoranmu,” kata Siwon.

Aku hanya tersenyum mendengarnya.

“Bahkan kau juga menyuruhnya untuk tinggal bersama kalian,” lanjutnya.

“Aku hanya ingin membantunya saja. Bukankah dia membutuhkan tempat tinggal?” Kulihat Siwon-hyung seperti penasaran dengan sikapku ini.

“Aku sependapat. Tapi, baru pertama kali ini aku melihat kau begitu perhatian terhadap yeoja selain Sooyoung. Apa kau menyukainya?”

Tepat dugaanku. Pasti menanyakan hal yang sama dengan Shin ajussi.

Hyung, jangan menanyakan hal yang sama dengan ajussi,” ucapku kesal. Kulihat ia hanya tertawa kecil mendengar ucapanku.

Usai berbicara dengannya, aku kembali masuk ke restoran. Kulihat Yoona sedang serius dalam bekerja. Ia mengalami kemajuan, tidak ceroboh seperti saat pertama kali bekerja. Tanpa sadar aku tersenyum melihatnya.

“Bos sedang melihat apa?” tiba-tiba Donghae sudah berdiri di sampingku.

“Kau ini! Mengagetkanku saja!” ucapku kesal.

Mianhae, bos. Itu karena aku melihat kau sedang tersenyum sendiri. Apa yang sedang bos lihat?” tanya Donghae sembari mencari objek yang sedang kulihat. Begitu mendapatkan objek yang kulihat, Donghae langsung tersenyum jahil.

“Oh, jadi bos sedang melihat . . .”

“Lupakan saja!” ucapku langsung memotong kalimatnya. Lalu berjalan menuju ruang kerja dan meninggalkan Donghae yang masih tersenyum jahil.

Author POV

Malam hari hujan deras mengguyur. Shin ajussi sedang berada di rumah temannya. Kyuhyun sedang menonton televisi di ruang tamu, sementara Yoona sedang membaca buku di ruang makan yang lokasinya berdekatan dengan ruang tamu.

DRRT! Kyuhyun mengambil ponselnya yang tiba-tiba berdering.

Yeoboseyo . . .

“Kyuhyun, hujan malam ini sangat deras. Aku terpaksa menginap di rumah temanku, jadi tidak pulang. Kau tidak perlu menungguku,” kata Shin ajussi.

Ne, arraseo.” KLIK! Kyuhyun langsung mematikan ponselnya dan meletakkannya di meja.

“Apa itu dari ajussi?” tanya Yoona sambil mengambil air minum.

Ne, ajussi menginap di rumah temannya karena hujan terlalu deras. Jadi, tinggal kita berdua . . .” sesaat kalimat Kyuhyun terhenti. Namja itu terlihat gugup.

Yoona tidak memperhatikan ekspresi Kyuhyun karena sedang mengambil air minum dan membelakangi namja itu. Tiba-tiba terdengar suara petir yang menggelegar. Yoona refleks mengambil posisi jongkok sambil menutup telinganya. Air minumnya tumpah beserta gelasnya. Kyuhyun yang mendengarnya langsung bergegas menghampirinya.

Wae?” Kyuhyun panik saat melihat kondisi Yoona. Yeoja itu terlihat gemetaran sambil menutupi kedua telinganya. Petir kembali menggelegar hingga membuat Yoona semakin menunduk dan ketakutan.

Kyuhyun mendekati Yoona. “Yoona, gwaenchana?” tanyanya cemas.

Yoona membuka kedua matanya, dilihatnya Kyuhyun sudah berada di hadapannya.

Ani, aku hanya . . .” kalimat Yoona terhenti karena ia berteriak saat lampu tiba-tiba padam. Yoona refleks memeluk Kyuhyun hingga membuat jantung namja itu berdebar. Ia membiarkan Yoona berpegangan padanya dan bergegas mencari lilin untuk penerangan. Begitu lilin menyala, Yoona refleks melepaskan pegangannya dari Kyuhyun.

Mianhae . . .” ucap Yoona. Tubuhnya masih gemetaran.

“Kau takut dengan petir dan gelap?” tanya Kyuhyun.

Yoona mengangguk pelan. “Aku punya pengalaman buruk saat kecil, hingga membuatku takut pada petir dan gelap.”

Keduanya tampak saling memandang. Tiba-tiba petir kembali menggelegar. Yoona langsung memeluk Kyuhyun yang duduk di sampingnya. Sadar dengan apa yang dilakukannya, ia kembali menggeser posisinya karena merasa tidak enak dengan Kyuhyun. Tapi, saat ia mencoba menggeser posisinya, Kyuhyun justru menarik dan memeluknya.

Yoona POV

Aku terkejut saat Kyuhyun justru menarik dan memelukku.

Gwaenchana, jika itu membuatmu merasa nyaman. Aku tidak keberatan . . .” ucapnya padaku.

Aku tidak dapat menahannya lagi. Sesekali aku terisak dan gemetar ketakutan. Kurasakan tangan Kyuhyun mengusap lembut kepalaku. Aku juga merasakan debaran jantungnya yang semakin kencang. Walau akhirnya ia bisa mengendalikannya.

“Kau . . .” kalimatku terhenti karena aku ragu untuk menanyakannya.

Wae?

“Aku dapat merasakan debaran jantungmu yang sangat kencang . . .” ucapku kemudian. Ah, pertanyaan macam apa ini? Tidak seharusnya aku menanyakan hal itu. Pertanyaanku ini pasti membuatnya malu.

“Aish, sudahlah! Untuk apa kau mengurusi hal yang tidak penting . . .” balasnya mengelak.

Aku tersenyum geli mendengarnya. Sampai sekarang pun aku masih memeluk namja di sampingku ini. Walau aku tahu dia melakukan hal ini demi melindungiku, tetap saja aku merasa senang.

Untuk melepas rasa bosan, aku mengobrol dengannya. Tidak kusangka, akhirnya kami menjadi dekat seperti ini. Selain itu, aliran listrik juga masih padam. Lama-kelamaan, tanpa sadar aku dan Kyuhyun tertidur.

ooOoo

Kyuhyun POV

Aku mencoba membuka kedua mataku dan terkejut saat kulihat ternyata sudah pagi. Aku memandang sekitar dan mencoba beranjak dari sofa. Barulah aku sadar ternyata Yoona masih tertidur di atas pangkuanku. Ah, kembali kurasakan debaran jantungku. Aku mengusap lembut kepalanya.

KLEK! Aku mendengar suara seseorang membuka pintu. Dugaanku ternyata benar. Rupanya Shin ajussi sudah tiba di rumah. Aku berniat menghindar tapi tidak bisa karena Yoona masih tertidur. Aku tidak tega jika membangunkannya. Kulihat Shin ajussi masuk ke ruang tamu dan terkejut saat melihatku dan Yoona. Wajahnya langsung tersenyum menyeringai.

Ajussi . . . kau sudah pualng . ..” ucapku sambil berusaha menutupi rasa malu.

Kurasa Yoona mendengar ucapanku. Ia langsung terbangun dan beranjak dari posisinya. Wajahnya tampak memerah, bahkan sampai tidak berani memandangku.

Mianhae, ajussi. Aku tidak tahu . . . jika ajussi sudah pulang . . .” ucap Yoona lirih.

Gwaenchana, sepertinya hujan semalam memang sangat deras. Aku sudah bawakan sarapan, jadi tidak perlu memasak . . .” ucap Shin ajussi lalu masuk ke kamar.

Aku dan Yoona hanya saling memandang. Kulihat yeoja di sampingku ini tidak dapat menyembunyikan rasa malu. Ia bergegas menuju kamarnya.

“Kau . . . sudah tidak apa-apa?” tanyaku sebelum Yoona menjauh.

Yeoja itu menoleh ke arahku dan tersenyum. “Ne, gomawo.”

Begitu Yoona masuk ke kamar, aku bergegas menuju kamar mandi. Tiba-tiba Shin ajussi langsung mendekat dan menghampiriku.

“Apa semalam terjadi sesuatu?” tanyanya menggodaku.

“Apa maksud ajussi bertanya seperti itu?”

“Kau ini, jelas-jelas tadi aku melihat kalian berduaan di sofa seperti itu . . .” ucap Shin ajussi.

“Semalam listrik padam, Yoona takut gelap dan petir. Aku hanya menemani dan menjaganya saja, hanya itu . . .” ucapku lalu bergegas pergi ke kamar mandi. Kurasakan Shin ajussi masih menertawakanku dari belakang.

Author POV

Yoona memandangi sekeliling ruang tamu. Usai sarapan bersama, Kyuhyun dan Shin ajussi pergi untuk membeli beberapa keperluan restoran. Yeoja itu berniat membantu mereka dengan membereskan pekerjaan rumah. Dimulai dari bersih-bersih ruang tamu, ruang makan, kamar Shin ajussi dan kamar Kyuhyun.

Saat membereskan kamar Kyuhyun, tanpa sengaja ia menjatuhkan sebuah kotak dari atas almari. Yoona panik dan bergegas membereskannya. Kotak itu berisi foto dan secarik kertas. Yoona mengamati foto-foto tersebut. Ada foto Kyuhyun bersama Sooyoung dan Siwon. Mereka terlihat memakai seragam SMA. Yoona tersenyum melihatnya. Kemudian ada juga foto Kyuhyun berdua dengan Sooyoung. Foto itu justru paling banyak. Yoona tampak terkejut melihatnya.

“Apa ini?” Ia penasaran dan mengambil sebuah foto Sooyoung yang dibaliknya terdapat secarik kertas. Ia pun membaca isi kertas itu.

Walau hatimu tidak bisa kumiliki

Aku tidak peduli

Walau dirimu sudah bersama orang lain

Aku juga tidak peduli

Bagiku, di hatiku hanya ada kau seorang saja

Aku akan selalu menjaga perasaanku ini padamu, Sooyoung

-Kyuhyun-

Yoona tidak dapat menahan air matanya usai membaca tulisan itu.

“Rupanya . . .” kalimatnya terhenti. “Dia sangat mencintai Sooyoung.”

Yoona kembali terisak. “Jadi, sikap baiknya selama ini hanya sebatas teman? Bahkan mungkin saja dia memang hanya merasa kasihan padaku.”

Ia bergegas merapikan kotak tersebut dan keluar dari kamar Kyuhyun. Yoona pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Kemudian memperhatikan dirinya dari cermin.

“Kuatkan hatimu, Im Yoona! Kau tidak perlu kaget jika Kyuhyun memang mencintai Sooyoung. Bukankah kau pernah menduga jika bosmu itu berpacaran dengannya? Untuk apa kau terus mengharapkan cinta yang tidak mungkin kau dapatkan! Jangan bersikap canggung lagi terhadapnya, kau harus kembali bersikap seperti biasanya. Abaikan perasaanmu itu . . .”

Yoona bergegas keluar menuju teras. Teras terlihat berantakan karena hujan semalam yang disertai angin. Yoona memotong rumput dan merapikan beberapa tanaman yang terlihat ambruk. Sekuat apapun ia menahan rasa sedihnya, tetap saja ia terus memikirkan perasaan Kyuhyun terhadap Sooyoung. Tiba-tiba terdengar suara mobil yang datang.

Yoona POV

Aku menoleh ke arah mobil yang datang. Kukira itu Kyuhyun dan Shin ajussi yang pulang, ternyata justru Siwon. Namja itu keluar dari mobil lalu melambaikan tangan ke arahku. Aku pun hanya tersenyum memandangnya.

“Kau sedang membersihkan teras?” tanya Siwon saat melihatku membawa gunting rumput.

Ne. Semalam hujan disertai angin. Banyak tanaman yang rusak, aku hanya ingin merapikannya dan berbuat sesuatu untuk Shin ajussi dan Kyuhyun,” ucapku sembari tersenyum.

“Boleh aku bantu?” tawarnya.

“Jika kau tidak keberatan, tentu boleh . . .”

Siwon tersenyum lalu mengambil selang air dan memasangnya pada keran. Ia membantuku menyiram tanaman yang sudah kurapikan. Tidak kusangka niat jahilnya keluar. Ia justru menyiramkan air ke arahku hingga membuatku terciprat air.

“Kau . . .!” bentakku kesal. Aku pun mengambil selang air lainnya dan membalas ulah Siwon hingga kami justru saling siram. Kami bermain air sambil tertawa, tidak peduli badan basah kuyup.

Mungkin karena terlalu asyik bermain, aku sampai tidak mendengar suara mobil yang datang. Hingga akhirnya aku melihat Shin ajussi sudah berdiri di teras.

“Siwon, kau datang . . .” seru Shin ajussi.

Aku dan Siwon menoleh ke arah suara yang mengejutkan kami. Seketika tubuhku terasa kaku, saat melihat Kyuhyun datang menyusul Shin ajussi. Kulihat namja itu tampak terkejut melihatku bermain air dengan Siwon. Aku langsung meletakkan selang air dan kembali memandangnya. Kyuhyun tampak menatap tajam ke arahku.

-TBC-

Akhirnya publish juga, lebih cepat 1 hari dari perkiraan kemarin. Mian kalo agak lama dan membuat kalian menunggu. Sepertinya untuk bulan ini banyak kelanjutan FF yang rada ngaret, tapi saya usahain selalu segera dipost hehe😀 Gomawo😀

signature

67 thoughts on “Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 6

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s