The True Love – Chapter 4


thetruelove2

Title : 

“The True Love”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Seo Joo Hyun SNSD

Shim Changmin TVXQ

Other Cast :

Member Super Junior

Member SNSD

Genre :

Angst, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Changmin berjalan menyisiri lantai 3 gedung SM Entertainment. Ia melirik ke arah jam tangannya, tepat menunjukkan jam 9 pagi. Langkah kakinya terus berjalan menuju sebuah ruang latihan vokal. Di gedung SM Entertainment sendiri memang menyediakan beberapa ruang latihan untuk keperluan para artisnya seperti ruang latihan vokal, dance, dan akting. Tanpa sengaja, ia berpapasan dengan Leeteuk.

“Changmin-ssi,” sapa Leeteuk sambil berhigh five dengannya.

“Bagaimana kabarmu, hyung?” tanya Changmin.

“Baik, kau sendiri? Kudengar kau baru kembali ke Korea, selamat untuk album kalian, sampaikan salamku pada Yunho-ssi,” ucap Leeteuk.

Ne . . . terakhir kami memang melakukan tour di Jepang. Gomawo, akan kusampaikan pada Yunho-hyung,” balas Changmin.

Leeteuk tersenyum. “Apa kau ada keperluan?”

Changmin mengangguk. “Aku mencari Kyuhyun, apa kau melihatnya?”

“Ah, Kyuhyun-ssi. Dia sedang latihan vokal bersama Seohyun-ssi,” ujar Leeteuk sambil menunjuk ke arah ruang vokal.

“Benarkah? Sepertinya dia sibuk sekali,” tutur Changmin.

“Sejak projek duet mereka sukses, mereka banyak menerima job untuk mengisi berbagai acara di televisi,” kata Leeteuk. Changmin tersenyum tipis.

“Baiklah, aku harus ke suatu tempat. Sampai jumpa lagi,” ucap Leeteuk sambil menepuk bahu Changmin.

Changmin memandang ke arah ruang latihan vokal yang tidak jauh dari posisinya. Namja itu berjalan mendekat, lalu berhenti di depan pintu. Ia mencoba memperhatikan dari luar ruangan. Terlihat di dalamnya Kyuhyun dan Seohyun sedang berlatih vokal. Perhatiannya bukan tertuju pada sahabatnya, melainkan pada Seohyun. Ia ingin memperhatikan bagaimana yeoja yang berhasil membuat sahabatnya itu salah arah dan meninggalkan Yoona.

Changmin melihat Seohyun memiliki paras yang cukup manis. Yeoja itu terlihat sangat menjaga image. Hal ini dapat ia rasakan karena Kyuhyun juga terlihat berbeda dari sebelumnya. Ia tidak menemukan sahabatnya yang selalu tampil apa adanya tanpa dibumbui dengan kepura-puraan.Bersama Seohyun, sahabatnya itu terlihat kaku dan beberapa kali terlihat memaksakan diri. Sedangkan bersama Yoona, Kyuhyun jauh terlihat lebih simple, bersikap apa adanya, dan lebih ceria. Ia tidak habis pikir dengan sahabatnya itu, bagaimana bisa jatuh cinta pada yeoja yang jelas-jelas berbeda jauh dari Yoona.

Seohyun memang cantik, memiliki suara yang merdu, sangat sesuai dengan karakter suara Kyuhyun. Tidak heran jika projek duet mereka sukses. Namun, Changmin merasa dibalik wajah polosnya, yeoja itu sangat ambisius dan egois. Sementara Yoona selain kecantikannya secara fisik, yeoja itu juga memiliki kecantikan hati yang jarang dimiliki oleh yeoja lainnya. Satu hal yang paling membedakan, Yoona itu tulus dalam melakukan apapun, tidak berpura-pura di hadapan orang lain.

Beberapa saat kemudian, Kyuhyun dan Seohyun terlihat sudah selesai latihan vokal. Changmin masih menunggu di depan pintu, hingga akhirnya Kyuhyun menoleh ke arahnya dan terlihat begitu senang dengan kehadirannya.

“Changmin-ah!” seru Kyuhyun senang.

Changmin melambaikan tangan ke arahnya. Lalu tersenyum kepada Seohyun yang tengah memperhatikannya. Yeoja itu hanya tersenyum tipis.

Usai latihan vokal, Kyuhyun dan Changmin mampir di sebuah restoran favorit mereka yang lokasinya tidak jauh dari gedung SM Entertainment. Seohyun sudah kembali ke dorm setelah Kyuhyun mengantarkannya.

“Kapan kau kembali ke Korea?” tanya Kyuhyun. Namja itu terlihat senang bertemu kembali dengan sahabatnya.

“6 hari yang lalu, usai tour di Jepang bersama Yunho-hyung,” jawab Changmin. Namja itu tengah menikmati segelas ice lemon tea.

“Kenapa tidak memberitahuku sebelumnya jika sudah kembali ke Korea,” tutur Kyuhyun.

Changmin tertawa kecil. “Bukankah kau sedang sibuk? Kudengar projek duetmu dengan Seohyun sukses, selamat ya.”

Kyuhyun hanya menanggapi dengan senyum.

“Jadi, sekarang kau berpacaran dengan Seohyun?” tanya Changmin tiba-tiba. Namja itu memang tidak suka berbasa-basi dalam bertanya.

Kyuhyun yang sedang menyantap makan siangnya terhenti sejenak. Ia meletakkan sumpitnya lalu meminum segelas orange juice miliknya.

“Kau sudah tahu?” tanya Kyuhyun. Wajahnya berubah serius.

Changmin mengangguk. Matanya masih tertuju pada minumannya. “Yoona yang mengatakannya. Dia sudah cerita semua.”

“Benarkah? Baguslah,” ujar Kyuhyun cuek. Terlihat sekali jika namja itu berusaha memaksakan diri.

Changmin semakin merasa bahwa Kyuhyun masih mencintai Yoona. Saat mendengar nama yeoja itu, ekspresinya berubah sedih. Namja itu berusaha menutupi dengan sikap cueknya.

“Jujur saja, aku sangat kecewa dengan sikapmu ini,” tutur Changmin.

Kyuhyun tidak merespon. Ia tetap melanjutkan makan siangnya walau Changmin terus membahas masalahnya dengan Yoona.

“Kenapa kau bisa bertindak gegabah seperti ini? Kau sama sekali tidak mempertimbangkan sebelum berpisah dengannya?” tanya Changmin kesal.

“Memang harus bagaimana? Dia yang mengakhirinya, kenapa aku yang disalahkan?” Kyuhyun mencoba membela diri.

“Itu karena kau telah menyakiti perasaannya. Mengatakan padanya bahwa hatimu berubah, mengatakan pengakuan cinta Seohyun. Baginya secara tidak langsung kau sudah berpaling hati. Bagaimana mungkin dia tidak terluka mendengarnya,” balas Changmin telak. Dilihatnya Kyuhyun langsung terdiam tak bersuara. Suasana mendadak berubah tegang. Keduanya terlihat saling menatap tajam satu sama lain.

PRAK! Kyuhyun meletakkan sumpit lalu berdiri. “’Sudahlah! Aku tidak mau membahasnya,” ucapnya lalu meninggalkan Changmin.

Changmin kaget melihat reaksi sahabatnya itu. “Dia benar-benar berubah.”

Namja itu mengambil ponsel dari saku celananya, lalu menekan sebuah nomor yang ingin ia hubungi. “Bisakah kita bertemu?”

*****

Dorm Super Junior

Kyuhyun kembali ke dorm setelah meninggalkan Changmin di restoran. Ia masih kesal mengingat pembicaraan dengan sahabatnya itu.

“Apa dia sengaja menemuiku hanya untuk menanyakan masalah itu?” gumamnya kesal. Ia memukul setir mobilnya lalu tertunduk. Namja itu terlihat stress. Hampir  2 minggu menjalin hubungan dengan Seohyun, tapi perasaannya pada yeoja itu tidak sekuat perasaannya pada Yoona. Ia menyadari bahwa Seohyun dan Yoona memang sangat berbeda. Seohyun sangat menjaga image setiap tampil di depan awak media, sedangkan Yoona dia justru terlihat bersikap apa adanya. Bisa dikatakan lebih polos dan tidak dibuat-buat.

Kyuhyun keluar dari mobil dan bergegas masuk ke dorm. Setibanya di depan pintu, ia berpapasan dengan Sungmin yang terlihat hendak keluar.

“Ah, Kyuhyun! Kau sudah pulang?” tanya Sungmin.

Kyuhyun mengangguk. “Kau mau kemana, hyung?

“Aku mau makan siang di luar, bersama Eunhyuk, Ryeowook dan Donghae. Apa kau mau ikut?” ajak Sungmin. Dongsaengnya itu menggeleng pelan.

“Dorm telihat sepi, kemana member yang lain?” tanya Kyuhyun.

“Leeteuk-hyung dan Heechul-hyung kudengar mereka sedang berdiskusi dengan Shin gwajangnim bersama Taeyeon dan Jessica, membahas reality show kita. Yesung-hyung dan Shindong-hyung, aku tidak tahu mereka kemana. Siwon sedang menjalani hari terakhir promo drama terbarunya,” jawab Sungmin.

Kyuhyun hanya mengangguk-angguk mendengar jawaban Sungmin.

“Baiklah, aku pergi dulu. Kau beristirahatlah, jangan lupa nanti sore kita akan berkumpul bersama Girls Generation untuk membahas reality show yang mulai dibuat besok,” tutur Sungmin lalu berjalan keluar meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan menuju ruang makan untuk mengambil air minum, lalu kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Langkahnya terhenti ketika melewati ruang santai. Ia memperhatikan sebuah majalah yang diterbitkan kemarin. Pada cover majalah tersebut terlihat gambar Siwon dan Yoona saat mengadakan konferensi pers drama Dance with Love. Sejak drama itu ditayangkan di televisi, respon penggemar sangat tinggi melihat hasil rating yang berada di posisi pertama.

Kyuhyun memperhatikan Yoona yang tampak cantik dan anggun. Entah kenapa, ia merindukan senyuman khas dari Yoona.

“Bagaimana kabarmu, Yoong? Kuharap kau baik-baik saja,” gumamnya lirih.

*****

Yoona datang ke sebuah taman hiburan di kota Seoul. Yeoja itu terlihat mengenakan kacamata dan topi untuk penyamaran. Sebagai public figure, memang tidak mudah berjalan di tengah-tengah keramaian orang. Jika ketahuan oleh fans, otomatis mereka akan dikejar-kejar, ada yang minta foto bersama, tanda tangan dan masih banyak hal yang dilakukan para fans terhadap idolanya.

Yoona memperhatikan setiap sudut taman hiburan, sampai akhirnya pencariannya terhenti pada satu namja. Namja yang tengah duduk sambil membaca majalah, mengenakan topi dan kacamata sama sepertinya. Kemudian namja itu menoleh ke arahnya dan melambaikan tangan padanya. Yoona langsung datang dan menghampirinya.

Oppa, kenapa memintaku bertemu di sini? Apa kau sudah gila?” tanya Yoona kesal.

Namja itu melepas kacamatanya. Rupanya dia Changmin. Melihat reaksi Yoona yang begitu gelisah justru ditanggapinya dengan tertawa.

Oppa, bagaimana jika ada fans yang melihat?” ricau Yoona panik.

“Jangan khawatir. Aku hanya ingin mengajakmu bersenang-senang. Eotohge?

Yoona terlihat ragu mendengar ajakan Changmin. Sesekali ia memperhatikan sekelilingnya. Beberapa orang memang terlihat memperhatikan keduanya seolah tahu bahwa mereka adalah artis.

Kajja . . . “ Changmin langsung menggandeng Yoona tanpa menunggu persetujuan yeoja itu.

Changmin dan Yoona berjalan menyisiri wahana permainan yang ada di taman hiburan Seoul. Yoona yang awalnya terlihat gelisah mendadak berubah ceria dan semangat. Yeoja itu begitu antusias saat memperhatikan semua wahana permainan yang disana.

Oppa, ayo kita naik itu!” pinta Yoona sambil menunjuk ke wahana perahu kora-kora. Changmin mengangguk dan membiarkannya Yoona menariknya. Namja itu terlihat senang melihat Yoona yang kembali ceria. Keduanya terlihat menikmati berbagai wahana permainan. Beberapa orang yang mulai menyadari bahwa mereka adalah artis, tidak dihiraukan. Mereka tetap asyik menikmati wahana permainan.

Hampir 2 jam mereka menghabiskan waktu di taman hiburan. Keduanya tidak merasa lelah, justru terlihat senang. Wahana terakhir yang mereka naiki adalah bianglala..

“Apa kau senang?” tanya Changmin pada Yoona. Yeoja itu terlihat begitu ceria saat menikmati wahana terakhir. Tatapannya tak lepas dari pemandangan kota Seoul yang tampak cantik menjelang malam.

Ne, oppa. Aku benar-benar senang, gomawo. Kau sudah mengajakku ke sini,” jawab Yoona tersenyum.

Changmin tersenyum melihat Yoona yang tampak ceria. Yeoja itu terlihat makin cantik. Tanpa sadar wajah Changmin memerah melihatnya.

Tiba-tiba bianglala terhenti untuk menaikkan penumpang kembali. Yoona yang semula berdiri keseimbangannya mendadak goyah dan tanpa sengaja jatuh ke arah Changmin dan menimpa tubuh namja itu. Saat Yoona berusaha bangun, wajahnya dan Changmin sangat dekat. Bibir keduanya nyaris menyentuh. Wajah Yoona  memerah, apalagi Changmin. Jantung namja itu berdebar kencang, Yoona dapat merasakannya.

Mianhae, oppa,” tutur Yoona begitu kembali ke posisinya.

Gwaenchana,” balas Changmin. Bianglala masih terhenti. Suasana berubah hening. Keduanya tampak canggung mengingat kejadian sebelumnya.

“Lihatlah keluar, pemandangannya sungguh indah,” kata Changmin.

Yoona menoleh ke arah luar bianglala. Matahari tenggelam tampak indah membuat langit seketika berubah warna menjadi jingga. Yeoja itu terlihat takjub.

Bianglala kembali bergerak, hingga posisi mereka kini berada di bawah. Waktu permainan sudah berakhir, keduanya memutuskan untuk membeli makanan di sekitar taman hiburan.

Changmin dan Yoona menikmati makan di sebuah foodcourt area taman hiburan. Keduanya memesan burger dan tampak lahap menyantap makanan usai puas menikmati berbagai wahana permainan yang ada. Tiba-tiba ada dua orang yeoja yang menghampiri keduanya.

“Permisi, apakah kau Im Yoona?” tanya yeoja yang berambut pendek dan mengenakan syal.

Yoona terdiam. Firasatnya mengatakan bahwa mereka adalah fans. Yoona melepaskan kacamatanya dan kontan membuat kedua yeoja itu melompat kegirangan karena tebakan mereka tepat.

“Bolehkah kami minta tanda tangan dan foto?” kali ini yeoja yang berambut panjang mengeluarkan ponsel berkamera dan sebuah note.

Yoona mengangguk. Ia memenuhi permintaan fans untuk foto bersama dan memberikan tanda tangan. Kedua yeoja itu begitu senang dan mengucapkan terima kasih padanya. Mereka juga mengatakan bahwa drama yang dibintanginya sangat bagus. Yoona pun membalas pujian mereka. Sebelum kedua yeoja itu pergi, yeoja berambut pendek memperhatikan ke arah Changmin. Namja itu terlihat was-was saat mereka mulai menyadari keberadaannya.

“Eh, bukankah kau Shim Changmin?” celetuk yeoja itu. Yeoja yang berambut panjang ikut memperhatikan.

Changmin hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa. Dengan pelan ia melepas kacamatanya dan sontak membuat kedua yeoja yang semula berniat pergi menjerit histeris. Kedua yeoja itu tampak lepas kendali dan langsung berteriak minta foto dan tanda tangan. Kontan ulah mereka mengundang penasaran berbagai orang. Seketika orang-orang yang menyadari keberadaan mereka turut menghampiri dan mengambil foto keduanya. Changmin masih dikelilingi para yeoja yang berebut minta foto dengannya, sedangkan Yoona tampak kembali memberikan tanda tangan. Keduanya berusaha menghindar karena situasi mulai tidak terkendali.

Kajja . . . “ Changmin langsung menarik Yoona dan keduanya berlari meninggalkan kerumunan orang. Beberapa fans tampak berteriak dan berlari mengejar keduanya.

Changmin dan Yoona sukses lari lebih cepat untuk menghindari kejaran fans. Mereka sampai di parkiran dan langsung masuk ke mobil Changmin. Nafas keduanya terengah-engah.

“Kau . . . baik-baik . . . saja?” tanya Changmin dengan nafas yang masih tersengal.

Yoona menata nafasnya yang mulai membaik. Ia melirik ke arah namja di sampingnya. Kondisinya tidak kalah heboh dengan keringat mengucur di wajahnya. Sontak yeoja itu tertawa lepas melihat ekspresi Changmin yang tampak kelelahan.

“Kau ini, malah menertawaiku,” kesal Changmin.

Mianhae, oppa. Sudah kuduga, pasti ada fans yang mengenali kita,” tutur Yoona.

Changmin mengusap wajahnya yang berkeringat. Diliriknya gadis disampingnya.

“Aku antar kau kembali ke dorm,” ucap Changmin lalu menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan taman hiburan.

Yoona mengangguk dan tersenyum. Ia begitu menikmati kebersamaannya dengan Changmin. Walaupun ada insiden dikejar-kejar fans, ia senang karena setidaknya tidak berlarut dalam kesedihan pasca berpisah dengan Cho Kyuhyun.

*****

Gedung SM Entertainment

Grup Super Junior dan Girls Generation melakukan pertemuan untuk membahas persiapan reality show terbaru keduanya. Acara reality show dinamakan Super Generation Games Show. Penanggung jawab acara ini adalah Tuan Park Yoo Sun.

Para member kedua grup tampak serius mendengarkan penjelasan dari Tuan Park Yoo Sun tentang konsep reality show tersebut. Tampak di sudut kiri ruangan, Kyuhyun terlihat acuh dan tidak bersemangat selama pertemuan. Sesekali ia memperhatikan member Girls Generation yang berada di depannya satu per satu. Tidak ada kehadiran Im Yoona. Seperti yang sudah diketahui, yeoja itu memilih untuk mengambil cuti dan tidak mengikuti acara reality show tersebut. Pikirannya kembali teringat akan ucapan Yoona terakhir kali.

***

“Oppa, apa kau sudah dengar dari Shin gwajangnim?” tanya Yoona pada Kyuhyun. Keduanya tengah menikmati makan siang di gedung SM Entertainment usai berlatih dance dan vokal.

Kyuhyun menggeleng pelan. “Ada apa?”

“Super Junior dan Girls Generation akan memiliki acara reality show sendiri. Kudengar acara tersebut semacam games yang nantinya kita akan dibagi dalam tim. Bukankah ini menarik? Aku benar-benar tidak sabar,” tutur Yoona.

Kyuhyun melirik yeoja di sampingnya. Wajahnya tampak bersemangat.

“Apa kau sangat senang?” tanya Kyuhyun tersenyum.

“Tentu saja. Apalagi, jika nanti aku bisa satu tim denganmu, oppa,” jawab Yoona polos. Wajahnya memerah karena malu.

Kyuhyun tersenyum lalu mengusap kepala Yoona. “Jangan khawatir, kita pasti satu tim.”

Yoona menyenderkan tubuhnya pada Kyuhyun. “Oppa, kuharap kita bisa terus bersama seperti ini.”

Kyuhyun menggenggam tangan kiri Yoona, lalu menciumnya. “Pasti. Kita akan terus bersama.”

***

Kyuhyun tersadar dari lamunannya, ia mencoba kembali fokus mendengar penjelasan dari Tuan Park Yoo Sun. Namun harus diakuinya, pikirannya tidak berada di ruangan itu. Melainkan entah ada dimana. Namja itu memang masih peduli dengan Yoona. Di sudut hatinya masih tersimpan ruang untuk yeoja itu.

Kyuhyun bangun dari duduk. Melihat dongsaengnya hendak keluar, Sungmin yang duduk disebelahnya menanyainya.

“Kyu, mau kemana?” bisik Sungmin.

“Toilet.” Kyuhyun menjawab pelan lalu keluar dari ruang. Tanpa diketahuinya, Seohyun terus mengawasi gerak-gerik namjachingunya itu.

Kyuhyun membasuh wajahnya. Mencoba menyegarkan diri agar dapat kembali fokus. Namja itu memperhatikan dirinya di kaca.

“Yak, Cho Kyuhyun! Ada apa denganmu? Kau sudah memiliki Seo Joo Hyun, kenapa bayang-bayang Im Yoona terus mengikutimu?” ucapnya kesal, berbicara pada diri sendiri yang mulai kehilangan arah.

Kyuhyun terlihat frustasi. Hampir 2 minggu menjalin hubungan dengan Seohyun, kini Yoona kembali hadir dalam pikirannya. Sejak mengetahui fakta yang mencengangkan itu, Kyuhyun mulai memikirkan perasaannya kembali terhadap gadis yang pernah mengisi hatinya. Im Yoona, sampai sekarang pun Kyuhyun masih menyimpan perasaan terhadapnya. Apakah dia telah melakukan kesalahan besar, melepas Im Yoona dari sisinya hanya demi Seo Joo Hyun? Hanya dirinya sendiri yang tahu jawabannya.

ooOoo

Dorm SNSD

Yoona terlihat sibuk mengepak beberapa pakaian. Sooyoung dan Hyoyeon, sejak beberapa menit yang lalu terus memperhatikan kegiatan dongsaengnya itu.

“Untuk apa kau mengepak pakaianmu?” tanya Sooyoung penasaran.

Yoona menoleh ke arah pintu kamarnya. Dilihatnya Sooyoung dan Hyoyeon yang masuk ke dalam kamarnya.

“Oh, aku ingin berlibur, eonni,” jawab Yoona.

“Berlibur? Kemana?” kali ini Hyoyeon yang bertanya.

“Pulau Jeju, sekaligus menemui orang tuaku. Appa dan eomma kebetulan sedang berada di sana, di hotel keluarga kami. Beberapa hari yang lalu, mereka menyuruhku untuk datang ke sana. Kebetulan aku sudah mengambil cuti, jadi bisa menemui mereka,” jawab Yoona. Lalu kembali merapikan kopernya yang sudah berisi pakaian dan beberapa barang pribadinya.

“Yoong, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan dibalik pengambilan cutimu itu,” Sooyoung terlihat serius. “Apa kau sengaja mengambil cuti untuk menghindari Kyuhyun-oppa dan Seohyun?”

Tangan Yoona terhenti saat mendengar pertanyaan Sooyoung. Gadis itu menghela nafas pelan. Ia tahu, sulit baginya untuk berbohong dari Sooyoung dan Hyoyeon.

Ne . . . itu memang benar. Sebelumnya, aku sempat lupa jika Super Junior dan Girls Generation akan memiliki acara reality show bersama. Saat aku ingin menemui Sooman sajangnim, yang terlintas hanya pengambilan cuti. Tidak kusangka aku bertemu dengan Leeteuk-oppa dan Taeyeon-eonni. Baru aku tahu ternyata waktu pengambilan cutiku itu bersamaan dengan pelaksanaan acara reality show itu,” jawab Yoona.

Sooyoung dan Hyoyeon saling memandang. Yoona terlihat berusaha untuk tegar. Keduanya merasa sedih karena gadis itu tidak ikut dalam acara reality show tersebut.

“Yoong, aku sedih kau tidak ikut. Padahal akan lebih menyenangkan jika kau ikut,” tutur Hyoyeon.

Ketiganya langsung berpelukan. Yoona berusaha menahan air matanya. Dalam hati ia sangat ingin bisa berkumpul bersama member grupnya dan juga Super Junior. Namun, saat ini hatinya merasa tidak kuat jika harus melihat Kyuhyun bersama Seohyun di lokasi syuting nanti. Yeoja itu memerlukan waktu baginya untuk menata kembali hatinya yang telah hancur.

“Kau harus menghubungiku begitu tiba di Pulau Jeju, arraseo?” pinta Sooyoung. Yoona mengangguk dan kembali menyelesaikan kegiatannya mengepak barang-barangnya.

“Kapan pesawatmu berangkat? Kau sudah pesan taksi ke bandara?” tanya Hyoyeon.

Ne . . . aku sudah pesan. Pesawat berangkat jam 9, kira-kira 1 jam lagi,” jawab Yoona.

Sooyoung melirik ke arah jam tangannya. “Kami syuting jam 10.  Bagaimanapun juga setiba kau disana, harus segera menghubungiku.”

Yoona tersenyum. Ketiganya kembali berpelukan satu sama lain.

*****

“Oke, sekarang waktunya istirahat,” ucap PD reality show Super Generation Games Show.

Beberapa member Super Junior dan Girls Generation terlihat sedang menikmati makan siang bersama. Sementara Siwon dan Sooyoung memilih untuk makan bersama di tempat terpisah dengan member lainnya.

Sooyoung mengangkat ponselnya yang tiba-tiba berbunyi. Ada panggilan masuk dari Yoona.

Yeoboseyo,” sapa Sooyoung. “Kau sudah sampai di Jeju?”

Siwon memperhatikan Sooyoung sambil menyantap jatah makan siangnya.

“Baguslah, jaga kesehatanmu. Sampaikan salamku pada appa-eommamu ya,” kata Sooyoung. “Ne, kami sekarang sedang istirahat. Syuting berjalan lancar.” KLIK! Ia mematikan ponselnya dan kembali menikmati makan siang.

“Apa itu Yoona?” tanya Siwon.

Sooyoung mengangguk. “Dia sudah sampai di Jeju.”

“Sekarang dia ada di Jeju?”

Tanpa sengaja, Kyuhyun yang baru kembali dari toilet mendengar percakapan Siwon dan Sooyoung. Namja itu terlihat penasaran. Kyuhyun merapat ke tembok, bersembunyi dari keduanya agar dapat menguping pembicaraan.

“Kedua orang tuanya menyuruh Yoona menemui mereka. Kebetulan Yoona sudah mengambil cuti, dan mereka sedang ada di Jeju, di hotel keluarganya. Jadi, Yoona menyusul mereka ke sana,” jawab Sooyoung.

Kyuhyun terdiam sejenak. “Jeju? Yoona sedang ada di Jeju?” gumamnya lirih. Ia kembali mendengarkan pembicaraan Sooyoung dengan Siwon.

“Sayang sekali, dia tidak bisa ikut acara reality show ini,” tutur Siwon.

“Aku sependapat denganmu, secara tidak langsung dia memang menghindari Kyuhyun-oppa dan Seohyun. Aku tahu itu,” kata Sooyoung.

Mendengar namanya disebut, Kyuhyun semakin penasaran.

“Kurasa dia tidak akan sanggup melihat orang yang paling dicintainya bersama yeoja lain,” lanjut Sooyoung.

Siwon terdiam sebentar. “Aku merasa Seohyun sepertinya sengaja mempengaruhi Kyuhyun. Bukankah semua member Girls Generation sudah tahu jika aku dan kau berpacaran?”

Ne, memang apa yang dilakukannya?” tanya Sooyoung penasaran.

Siwon terlihat serius. “Entahlah, tapi selama ini Kyuhyun beranggapan bahwa aku dan Yoona masih saling mencintai. Dia pikir, kami memanfaatkan waktu bersama selama syuting drama. Padahal tidak begitu, aku justru membantunya agar drama bisa segera selesai. Karena dia ingin sekali membayar waktu yang telah ia tinggalkan untuk bersama Kyuhyun.”

Kyuhyun terkejut mendengar pengakuan Siwon tersebut. Terutama perihal Seohyun yang mengetahui hubungan keduanya.

“Tidak mungkin ia berbohong padaku,” gumam Kyuhyun.

***

Kyuhyun terdiam di ruang latihan vokal. Namja itu terlihat kelelahan usai latihan vokal. Seohyun datang dan menghampirinya sambil membawa sebotol air minum lalu menyodorkannya kepada Kyuhyun.

“Oppa,” panggil Seohyun.

Kyuhyun menerima botol air minum dari Seohyun. “Ne, gomawo.”

“Kau sangat bekerja keras, oppa,” puji Seohyun.

Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi pujian Seohyun. Sejak keduanya dipasangkan dalam projek duet, mereka harus sering latihan vokal bersama dan melakukan rekaman single duet.

“Oppa, apa kau tidak kesepian?” tanya Seohyun tiba-tiba.

Kyuhyun menoleh kaget. “Kenapa mendadak kau menanyakan itu?”

“Aniyo, bukankah kalian sama-sama sibuk? Dia sekarang sedang syuting drama bersama Siwon-oppa. Apa kau tidak merasa cemburu?” tanya Seohyun lagi.

Mendengar pertanyaan Seohyun, hati Kyuhyun sempat goyah. Hampir 1 bulan dia jarang bertemu dengan Yoona.

“Aku percaya padanya,” jawab Kyuhyun singkat kemudian berjalan menuju sebuah piano.

“Tapi mereka pernah saling mencintai, kurasa perasaan itu akan kembali muncul oppa,” ucap Seohyun mempengaruhi Kyuhyun.

Namja itu terdiam mendengarnya.

Seohyun berjalan mendekati Kyuhyun dan berdiri tepat di hadapannya.

“Oppa . . . tidak bisakah kau mencintaiku?” tanya Seohyun. Wajahnya menatap melas ke arah Kyuhyun.

“Apa maksudmu, Seo?” Kyuhyun kaget dengan pernyataan Seohyun.

Yeoja itu tidak menjawab. Ia justru memeluk Kyuhyun dengan erat.

“Aku sangat mencintaimu, Oppa. Aku selalu ingin membahagiakanmu. Aku tidak bisa melihatmu menderita dan begitu kesepian, bisakah kau memberikanku kesempatan itu?” pinta Seohyun.

Hati Kyuhyun semakin goyah mendengarnya. Namja itu hanya terdiam dan membiarkan Seohyun memeluknya.

***

Oppa!

Kyuhyun tersentak dari lamunannya. Rupanya Seohyun sudah berdiri di depannya.

Ne.” balas Kyuhyun.

“Apa yang sedang kau lakukan? Syuting akan segera dimulai kembali,” tutur Seohyun.

Arraseo.” Kyuhyun meninggalkan Siwon dan Sooyoung yang masih mengobrol. Diikutinya Seohyun dari belakang untuk kembali ke studio. Sesaat namja itu memperhatikan yeoja di sampingnya. Apa benar yeoja itu telah membohonginya?

*****

“Kau tidak keluar hotel?” tanya Mr. Im pada Yoona. Sejak tiba di Pulau Jeju, Yoona justru berdiam diri di hotel. Kedua orang tuanya sudah menyuruhnya untuk menikmati suasana pantai yang terkenal indah.

Yoona melirik ke arah Mr. Im. “Untuk apa?”

“Menikmati liburan, untuk apa jauh-jauh datang ke Pulau Jeju tapi kau terus di hotel,” tutur Mrs. Im.

“Aku tidak mau,” tolak Yoona. Lalu kembali fokus menonton televisi.

Mrs. Im mengambil remote yang diletakkan di meja. Yeoja paruh baya itu menekan tombol Off.

Eomma . . . . “ rengek Yoona.

“Sudah pergi main. Jangan hanya gara-gara kau putus dengan Kyuhyun, kau menjadi pemurung seperti ini. Anak eomma tidak seperti itu, dia selalu kuat dan tegar dalam menghadapi masalah sebesar apapun,” bujuk Mrs. Im

Appa setuju. Jika memang kalian saling mencintai, suatu saat kalian bisa bersatu kembali. Percayalah,” sambung Mr. Im

Yoona terdiam mendengar nasihat kedua orang tuanya. Kemudian ia berdiri dan mengambil jaket dari kamarnya. Yoona memeluk kedua orang tuanya lalu keluar dari kamar.

Ne, aku pergi dulu,” ucapnya sambil mengecup kedua orang tuanya.

“Bersenang-senanglah!” seru Mr. Im sebelum Yoona keluar kamar.

Dengan langkah gontai, Yoona berjalan menuju lift. Kamar yang ditempati bersama orang tuanya berada di lantai teratas. Saat pintu lift terbuka, Yoona bergegas masuk lalu memencet tombol angka 1. Selama dalam lift, Yoona sempat memikirkan proses syuting acara reality show Super Junior dan Girls Generation. Dalam hatinya, ia sedih tidak bisa ikut. Namun saat ini, yeoja itu benar-benar ingin sendiri.

Pintu lift terbuka, Yoona bergegas keluar. Di depan lift berdiri seorang namja berpostur tubuh tinggi, memakai mantel, topi dan kacamata hitam. Yoona tanpa sengaja menabraknya tapi gadis itu tetap berjalan dan tidak menyadari perbuatannya. Namja itu menoleh ke arahnya.

“Jadi kau sedang berlibur juga?” panggilnya.

Yoona menoleh ke arah suara. Seketika matanya terbelalak saat melihat namja itu melepas kacamatanya.

“Changmin-oppa?”

Changmin tampak tersenyum ke arah Yoona.

“Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Yoona.

“Tentu saja berlibur, kau sendiri? Bukankah seharusnya kau syuting reality show bersama Super Junior dan grupmu?” tanya Changmin penasaran.

Yoona hanya tersenyum tipis. Keduanya tampak bergegas keluar hotel dan mencari tempat untuk berbicara.

*****

Syuting reality show akhirnya selesai. Tampak beberapa member Super Junior dan Girls Generation masih beristirahat. Tiba-tiba Shin gwajangnim menghampiri mereka dan tampak membawa tablet di tangannya.

“Sooyoung-ssi, dimana Yoona?” tanya Shin gwajangnim.

“Ngg . . . dia sedang di Pulau Jeju. Menemui kedua orang tuanya. Memangnya ada apa?” tanya Sooyoung penasaran. Begitu juga dengan para member lainnya.

Shin gwajangnim memberikan tablet yang dipegangnya kepada Sooyoung. Beberapa member langsung mendekat dan ikut melihat berita yang dibuka di situs internet.

“Foto mereka telah tersebar luas di internet . . .” ucap Shin gwajangnim.

Kontan semua member Super Junior dan Girls Generation tampak terkejut saat melihat foto Yoona sedang mengunjungi taman hiburan Seoul bersama Changmin. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, foto terbaru keduanya saat di Pulau Jeju.

“Apa ini? Mungkinkah saat ini Yoona sedang bersama Changmin-oppa?” tanya Sooyoung kaget. Begitu juga dengan Siwon. Tampak beberapa member lain ikut heboh. Siwon sesekali memperhatikan Kyuhyun yang terdiam. Dilihatnya namja itu tampak mengepalkan tangan dan seperti menahan kesal.

“Kau segera hubungi mereka, suruh mereka bergegas kembali ke Seoul . . .” ucap Shin gwajangnim.

Sooyoung tampak terdiam. Ia masih shock dengan beredarnya foto Yoona dan Changmin di internet.

Kyuhyun langsung bergegas keluar dari studio. Kontan membuat para hyung­nya dan member Girls Generation terkejut melihatnya. Sementara Seohyun hanya menatap diam kepergian namjachingunya itu.

*****

“Kau mengambil cuti?” tanya Changmin. Keduanya tampak berhenti di sebuah taman yang lokasinya tidak jauh dari hotel.

Yoona mengangguk pelan. Changmin masih memperhatikan yeoja di sampingnya.

“Apa kau sengaja menghindari mereka?” tebak Changmin tepat sasaran.

Yoona hanya tersenyum tipis menanggapinya. DRRT! Tiba-tiba ponselnya berdering, ia bergegas mengambil dari dalam tasnya.

Yeoboseyo  . . .”

“Yoong, kau harus segera kembali ke Seoul sekarang?”

Yoona terkejut saat mendengar ucapan Sooyoung. Ia melirik ke arah Changmin yang terlihat penasaran.

“Memang ada apa, eonni? Kenapa dari nada bicaramu kau sangat panik?” tanya Yoona penasaran.

“Apa sekarang kau sedang bersama Changmin-oppa?”

Mendengar hal itu Yoona terkejut. “Bagaimana . . . kau bisa tahu?”

“Kalian berdua harus segera kembali ke Seoul! Foto kalian sudah beredar luas di internet . . .”

Mwo?” Yoona langsung berteriak mendengarnya. Ditatapnya Changmin yang semakin penasaran dengannya.

“Hei, ada apa?”

Yoona terlihat gelisah. “Oppa . . . kita dalam masalah.”

“Apa yang terjadi?”

Perhatian Yoona langsung beralih pada tablet yang sedang dipegang Changmin. Dengan cepat yeoja itu membuka situs internet. Benar saja. Seketika raut wajahnya berubah. Ia lalu menyodorkannya pada Changmin. Namja itu melihat halaman situs internet yang dibuka Yoona. Reaksinya tidak kalah berbeda dengan Yoona. Namja itu tampak kaget melihat fotonya bersama Yoona saat di taman hiburan Seoul beredar luas di internet. Bahkan yang lebih parahnya foto keduanya saat sedang bersama di Pulau Jeju sekarang ini.

“Tidak mungkin? Bagaimana bisa beredar luas seperti ini . . .”

“Apa yang harus kita lakukan, oppa?” tanya Yoona khawatir.

Keduanya hanya saling memandang dalam diam.

-TBC-

Oke, saya langsung post sampai part 4 dulu nih. Karena FF ini sebagian udah jadi sampai bagian ini. Untuk kelanjutannya, hehe ditunggu ya, masih proses. Ntar aku barengin sama FF yang lain. Oke? Gomawo😀 Kuharap nggak bosan2 nunggu🙂

signature

35 thoughts on “The True Love – Chapter 4

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s