Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 7


srghyomyboss5

Title : 

“Saranghaeyo, My Boss!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Genre :

Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Kyuhyun POV

Mataku masih menatap tajam ke arah Yoona dan Siwon-hyung yang sedang bermain air. Aku tidak tahu harus berkata apa. Perasaan yang sama seperti sebelumnya. Tiap melihat mereka akrab seperti ini, membuatku merasa marah.

“Kalian sedang bermain rupanya? Sampai basah kuyup begitu . . .”

“Aku membantu Yoona menyiram tanaman. Tapi karena bosan, kami jadi bermain air . . .” ucap Siwon-hyung pada Shin ajussi.

Shin ajussi tertawa mendengarnya. Tapi tidak denganku. Aku masih memperhatikan Yoona yang tengah merapikan selang air dan membereskan peralatan kebunnya.

“Kyuhyun-ah . . . aku pinjam kaosmu. Bajuku basah . . .” ucap Siwon-hyung padaku.

Tanpa berkata apapun, aku langsung berjalan menuju kamarku. Membiarkan Siwon-hyung mengikutiku dari belakang.

Siwon-hyung mengganti pakaiannya dengan kaos milikku. Lalu mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk.

“Kau datang untuk bertemu Yoona?” tanyaku dingin.

Ani, awalnya aku ingin mengunjungimu dan Shin ajussi. Tapi, ternyata kalian sedang pergi dan hanya ada Yoona di rumah . . .”

“Kenapa akhirnya kalian bisa bermain seperti itu?”

Aku yakin pernyataanku ini membuatnya sedikit kaget dengan nada bicaraku yang terkesan kasar dan dingin.

“Sudah kukatakan aku hanya membantu Yoona menyiram tanaman. Tapi, saat aku datang tadi, Yoona terlihat sedih. Matanya sedikit sembap, seperti habis menangis. Makanya aku menghiburnya dengan bermain air tadi . . .”

Jinjja?

Aku langsung berjalan keluar kamar.

“Apa kau cemburu?”

Pertanyaan Siwon-hyung membuatku menghentikan langkahku sejenak. Aku menoleh ke arahnya. “Tidak.”

Author POV

Siwon kembali mengusap-usap rambutnya. Ia masih memperhatikan Kyuhyun yang berjalan keluar dari kamar. “Padahal terlihat jelas, jika kau tidak begitu senang saat aku bersama Yoona.”

Kyuhyun berjalan menuju kamar mandi, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Yoona.

“Apa kau senang?” tanyanya langsung dengan nada dingin pada Yoona.

Yoona terkejut mendapati perubahan pada Kyuhyun. Ia merasa dari nada bicara namja di depannya itu terlihat menahan marah padanya.

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti . . .” ucap Yoona pelan lalu berjalan melewati Kyuhyun.

Kyuhyun justru langsung menarik tangannya hingga membuat posisi yeoja itu berdiri kembali di hadapannya.

“Orang seperti apa kau ini?! Terkadang membuatku khawatir, terkadang membuatku marah. Benar-benar sulit untuk dipahami,” hardik Kyuhyun. Emosinya tidak dapat ditahannya lagi hingga akhirnya justru bersikap kasar pada Yoona.

Yoona menepis tangan Kyuhyun. “Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba marah seperti ini?!” bentak Yoona kesal lalu bergegas masuk ke kamarnya.

Kyuhyun terdiam. Sekilas ada raut penyesalan di wajahnya. Diam-diam Siwon memperhatikan pertengkaran keduanya.

Suasana makan malam terasa tegang. Sejak tadi Kyuhyun dan Yoona saling diam. Siwon sendiri juga bersikap cuek. Shin ajussi terlihat bingung dengan suasana tersebut.

“Hei, kenapa kalian semua diam? Suasana menjadi tegang sekali,” kata Shin ajussi.

Kyuhyun tidak menjawab, begitu juga Yoona. Mereka hanya fokus pada makan malam. Sesekali keduanya saling pandang tapi sinis. Saat Yoona hendak mengambil lauk, tiba-tiba Siwon sudah mengambilkan untuknya. Yoona mengucapkan terima kasih dan Siwon hanya tersenyum. Kyuhyun yang melihatnya makin memuncak emosinya. Ia bergegas menghabiskan makan malamnya lalu pergi keluar.

“Aku sudah selesai,” kata Kyuhyun lalu beranjak pergi.

Shin ajussi semakin bingung dengan tingkah keponakannya. Yoona hanya memandangi sejenak saat Kyuhyun berjalan keluar. Sementara Siwon semakin yakin jika Kyuhyun memiliki perasaan khusus terhadap Yoona.

Yoona POV

Angin malam ini menyejukkan. Walau kadang terasa dingin, tapi aku suka menikmati suasana malam di teras yang sudah kurapikan sebelumnya. Tanpa kusadari, Siwon berjalan mendekat lalu mengambil posisi duduk di sampingku.

“Kau bertengkar dengan Kyuhyun?” tanya Siwon.

“Kau melihatnya?” tanyaku sembari tersenyum tipis.

Siwon ikut terdiam. Tapi kulihat sekilas, ia justru memperhatikanku. Hingga aku menyadari wajahnya sedikit memerah. Aku pun langsung memandanginya.

Wae?” tanyaku penasaran.

Siwon justru terlihat gugup saat aku menanyainya. “Ani, bukan apa-apa. Lupakan saja.”

“Ini sudah larut, kau tidak pulang?” tanyaku mengingatkan.

Namja di sampingku ini mengangguk pelan. “Kau benar, sebaiknya aku segera pulang.”

Siwon tersenyum padaku dan berpamitan. Tidak lupa ia menemui Shin ajussi dulu sebelum pulang. Aku masih memperhatikannya sampai ia masuk ke mobil dan pergi menjauh. Perhatianku beralih pada Kyuhyun yang baru tiba di rumah. Aku langsung memalingkan wajahku saat ia memperhatikanku. Rasanya aku masih kesal mengingat perlakuannya padaku sebelumnya. Ada apa dengannya? Marah tanpa alasan yang jelas.

Aku sadar jika Kyuhyun berjalan mendekat ke arahku. Tapi aku tetap diam dan memperhatikan arah lain. Tiba-tiba, Kyuhyun langsung melepas jaketnya dan memakaikannya ke tubuhku. Aku menoleh kaget ke arahnya. Kulepas jaketnya tapi ia kembali memakaikannya padaku.

“Pakailah . . . di luar dingin,” ucapnya cuek lalu pergi masuk.

Walau ada perasaan senang, tetap saja aku tidak bisa menahan rasa kesalku. Bukankah Kyuhyun juga sama saja. Kadang bersikap baik, kadang bersikap buruk. Benar-benar sulit untuk dipahami.

ooOoo

Author POV

Hari ini restoran cukup ramai pengunjung. Yoona terlihat sibuk melayani pengunjung, begitu juga Donghae dan Jessica. Shin ajussi juga membantu di bagian pembayaran. Kyuhyun masih sibuk mengurusi laporan keuangan di ruang kerjanya. Tiba-tiba Sooyoung datang. Ia mengucap salam pada Yoona, Yoona pun membalasnya. Lalu Sooyoung datang menghampiri Shin ajussi.

“Kyuhyun mana, ajussi?” tanya Sooyoung.

“Di ruang kerjanya,” jawab Shin ajussi lalu kembali melayani pengunjung yang membayar. Sooyoung bergegas masuk ke ruang kerja Kyuhyun. Diam-diam Yoona mengamatinya.

Kyuhyun memperhatikan meja kerjanya yang penuh dengan kertas. Ia terlihat kelelahan dengan semua laporan keuangannya. Kemudian ia terkejut saat mendapati Sooyoung  sudah berada di ruangannya.

“Kapan kau datang?” tanya Kyuhyun.

“Apa kau sibuk? Kau sampai tidak sadar aku sudah di sini,” kata Sooyoung. Lalu ia mendekat ke arah Kyuhyun. “Aku ingin mengajakmu makan siang.”

Kyuhyun memperhatikan jam. Sebentar lagi memang waktu makan siang. “Baiklah, kebetulan aku juga sudah selesai.”

Kyuhyun dan Sooyoung bergegas keluar kafe. Yoona yang sedang membereskan meja pengunjung memperhatikan mereka dari kejauhan. Ia hanya terdiam sambil menahan rasa sedihnya. Selang beberapa waktu, Siwon tiba di restoran.

“Siwon,” sapa Yoona.

Siwon tersenyum. “Apa kau sudah selesai? Sepertinya hari ini ramai pengunjung,”

“Iya. Rasanya capek sekali, benar-benar melelahkan,” jawab Yoona.

“Kebetulan aku juga sudah selesai, kau mau makan siang denganku? Aku traktir,” ajak Siwon.

Yoona tersenyum senang. “Lebih baik aku yang mentraktirmu. Bukankah aku sudah pernah janji padamu sebelumnya?”

Siwon mengangguk. “Ah, benar juga. Baiklah, kali ini kau yang mentraktirku.

Yoona tersenyum. Ia bergegas membereskan meja dan keluar bersama Siwon. Donghae dan Jessica rupanya memperhatikan mereka dari kejauhan.

“Ada apa ini? Kenapa mereka seperti bertukar pasangan saja,” kata Jessica.

“Apa maksudmu?” tanya Donghae bingung.

Jessica menjitak kepala Donghae. “Apa kau tidak lihat. Bos pergi bersama Sooyoung, sedangkan Yoona pergi dengan Siwon-oppa. Siwon-oppa kan tunangannya Sooyoung. Bukankah itu seperti bertukar pasangan saja?”

Donghae mengusap-usap kepalanya. “Iya, kau benar. Tapi tidak perlu memukulku segala kan,” ucapnya kesal pada Jessica. Jessica hanya meringis saat melihat Donghae kesakitan.

Yoona POV

Seperti janjiku sebelumnya, kali ini aku mentraktir Siwon makan siang di tempat favoirtku.

“Di sini harganya murah, tapi makanannya sangat lezat . . .” ucapku pada Siwon.

Kulihat namja itu tersenyum padaku. Aku semakin heran, kenapa dia terlihat sering menemuiku? Walau aku tahu kami memang sudah berteman baik, tetap saja aku merasa sungkan. Bagaimanapun juga Siwon itu tunangannya Sooyoung. Jika Kyuhyun melihat kami bersama lagi, pasti aku kena marah lagi darinya.

Tak lama kemudian pesanan kami datang. Rasa laparku tidak bisa kutahan lagi. Dengan cepat aku langsung menyantap hidangan yang tersaji. Tingkahku ini membuat Siwon tertawa kecil melihatku. Aku hanya meringis melihat reaksinya.

“Kau terlihat lapar sekali . . .” ledeknya sembari tersenyum.

Mianhae . . .

Siwon justru menggeleng pelan ke arahku. “Gwaenchana. Jangan merasa sungkan padaku, aku justru suka melihat tingkahmu ini.”

Aku tersenyum mendengarnya. Lalu kembali menyantap hidangan yang membuat Siwon justru makin tertawa lebar dengan tingkahku.

Selesai makan siang, Siwon bermaksud mengantarku kembali ke restoran. Tapi, sepertinya lagi-lagi aku sedang sial. Tanpa sengaja, kami bertemu dengan Kyuhyun dan Sooyoung yang sedang keluar dari sebuah restoran yang lokasinya tidak jauh dari posisi kami. Kulihat Kyuhyun langsung menatap tajam ke arahku. Seketika tubuhku terasa kaku. Sementara Siwon justru bersikap cuek. Sooyoung juga terlihat kaget melihat kami. Ah, benar-benar situasi yang tidak mengenakkan.

Oppa . . . kau habis makan siang?” tanya Sooyoung langsung mendekati kami. Bahkan membuatku tidak berani menatapnya, apalagi untuk melihat Kyuhyun.

Ne. Kau sendiri juga makan siang dengan Kyuhyun?” tanya Siwon cuek.

Sooyoung mengangguk pelan. “Kebetulan sekali, kami juga sudah selesai makan siang.”

“Aku akan mengantar Yoona kembali dulu ke restoran,” ucap Siwon mengejutkanku.

“Tidak perlu. Yoona akan kembali ke restoran bersamaku, lebih baik kau antar Sooyoung pulang saja,” balas Kyuhyun dingin.

Aku terdiam mendengarnya. Kyuhyun kembali menarikku dengan paksa. Aku jadi teringat perlakuannya terakhir kali padaku hingga membuat tanganku sedikit memar. Jangan-jangan terulang kembali.

Author POV

Selama perjalanan ke restoran, Kyuhyun terus diam. Yoona mengusap-usap tangan kanannya. Tangannya itu terasa sakit karena Kyuhyun tadi menariknya secara paksa dan memegangnya terlalu kuat. Sama seperti dulu, saat Kyuhyun menariknya hingga membuat tangannya memar. Sampai di restoran, Kyuhyun tidak berkata sedikitpun. Ia langsung melenggang menuju ruang kerjanya. Yoona tidak habis pikir dengan sikap Kyuhyun yang mengacuhkannya begitu saja.

Donghae dan Jessica terkejut saat melihat Yoona kembali bersama Kyuhyun. Yoona yang tiba belakangan langsung diserbu oleh keduanya.

Wae? Kenapa kau bisa pulang bersama Bos?” tanya Jessica penasaran.

“Iya, bukannya tadi kau pergi bersama Siwon-hyung?” Donghae juga ikut penasaran.

Yoona hanya meringis. “Aku sendiri juga masih kaget, kami tanpa sengaja bertemu Bos dan juga Sooyoung.”

Donghae dan Jessica langsung saling pandang. “Lalu, kau pulang bersama Bos, dan Siwon-oppa bersama Sooyoung??” tanya Jessica.

Yoona mengangguk. Ia masih mengusap-usap tangannya.

“Tanganmu kenapa?” tanya Donghae saat melihat Yoona mengusap-usap tangannya.

Gwaenchana,” jawab Yoona berusaha menyembunyikan.

Jessica yang biasanya bersikap cuek mendadak berubah perhatian. “Memar lagi? Ah, kenapa kau selalu membiarkan tanganmu memar seperti itu. Tidak pernah berhati-hati.”

Donghae melirik ke arah  Jessica. “Wah, sejak kapan kau perhatian begitu?”

Jessica menatap tajam ke arah Donghae. “Sudah diam saja kau,”

“Kau harus segera mengobatinya,” kata Jessica pada Yoona.

“Nanti saja, aku akan melanjutkan pekerjaanku,” ucap Yoona lalu kembali bekerja

Kyuhyun POV

Aku membereskan meja kerjaku yang penuh dengan kertas. Rasa kesal masih ada dalam diriku. Lagi-lagi aku melihat Yoona bersama Siwon-hyung. Aish, apa yang mereka lakukan? Kenapa semakin hari semakin lengket saja?

Begitu selesai, aku kembali ke rumah. Aku melihat Yoona sedang duduk di teras seperti biasanya. Perhatianku tertuju pada tangannya yang sedang dipijatnya. Apa aku kembali berbuat buruk seperti sebelumnya?

Langkah kakiku membawaku menuju dapur. Aku langsung mengambil baskom yang berisi air hangat dan krim untuk obat memar. Aku membawanya pada Yoona yang kulihat masih sibuk memijat tangannya.

“Kemarikan tanganmu  . . .”

Kulihat yeoja itu hanya menoleh tanpa berkata sedikitpun. Ia mengulurkan tangan kanannya. Ah, lagi-lagi aku membuat tangannya memar. Aku jadi teringat kesalahan yang sama sebelumnya. Handuk kubasahi dengan air hangat, lalu mengusapkannya pada tangan Yoona sambil memijatnya dengan pelan. Memar kali ini lebih parah dibandingkan sebelumnya, kulihat ia tidak bisa menahan rasa sakitnya.

“Auw, pelan-pelan!” rintih Yoona.

“Kau ini selalu saja membuat orang khawatir. Jika memar, kenapa tidak segera kau obati?”

Yoona langsung menatap tajam ke arahku. Membuatku sedikit terdiam melihatnya.

“Kau yang membuatnya jadi begini? Kenapa malah menyalahkanku?! Aku juga tidak membutuhkan bantuanmu, aku bisa mengobatinya sendiri,” hardik Yoona kesal. Ia menarik tangannya dariku. Tapi, karena memarnya cukup parah, Yoona semakin merintih kesakitan. Aku langsung memegang kembali tangan kanan Yoona dan mengobatinya dengan penuh perhatian.

“Sudahlah,” Aku mencoba menenangkan perasaan Yoona yang kesal. “Mianhae, atas sikapku tadi siang.”

Yoona hanya diam saja mendengar permintaan maafku.

“Kenapa setiap aku bersama Siwon, kau melihatku dengan wajah seperti orang marah dan kesal?” tanya Yoona tiba-tiba.

“Sudah jelas karena . . . . “ kalimatku terhenti. Jantungku berdegup kencang, apalagi saat Yoona menatapku. Aku langsung memalingkan wajahku. “Itu karena Siwon sudah bertunangan dengan Sooyoung.”

Kulihat Yoona hanya tersenyum tipis. “Begitu rupanya, kau melakukan semua ini untuk Sooyoung?” tanya Yoona.

Aku menoleh ke arahnya. “Apa kau menyukai Siwon?”

Ah, pertanyaan macam apa ini?. Benar-benar pertanyaan yang konyol. Kulihat Yoona hanya menatapku dengan raut wajahnya yang langsung berubah sinis.

“Pertanyaan bodoh . . .” ucapnya kesal lalu pergi meninggalkanku.

Aku tertunduk. Benar-benar menyesal dengan pertanyaan yang terlontar dari bibirku ini.

Author POV

Kyuhyun mengambil air minum dari kulkas.  Dilihatnya Shin ajussi sedang duduk di ruang makan.

Ajussi . . . kau belum tidur?” tanya Kyuhyun. Shin ajussi hanya tersenyum sembari menggeleng pelan.

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu,” jawab Shin ajussi berubah serius.

Kyuhyun meneguk minumannya. Lalu duduk di hadapan Shin ajussi.

“Ini ada hubungannya dengan Yoona,” lanjut Shin ajussi. Kyuhyun masih asyik menikmati minumannya.

“Aku tahu, kau menyukainya kan?”

Kyuhyun tersedak saat mendengar pertanyaan Shin ajussi.

Ajussi!” bentak Kyuhyun kesal.

“Sudah, jangan berlagak kaget seperti itu,” kata Shin ajussi masih serius.

“Aku tidak mengerti apa yang ajussi tanyakan itu,” bantah Kyuhyun.

“Kau masih tidak mengakuinya?” tanya Shin ajussi. “Baik, ini mungkin hanya perasaanku saja. Aku melihat, Siwon sepertinya tertarik pada Yoona. Jika itu memang benar, hanya ada dua pilihan yang sebaiknya segera kau ambil. Pertama, Siwon berhubungan dengan Yoona dan kau pacaran dengan Sooyoung. Kedua, Siwon tetap bertunangan dengan Sooyoung dan kau berhubungan dengan Yoona.”

Kyuhyun terdiam. Ia sangat terkejut dan tidak siap menjawab pertanyaan Shin ajussi.

“Mana yang akan kau pilih?” tanya Shin ajussi.

Kyuhyun menggeleng pelan.

Shin ajussi terlihat kecewa dengan sikap keponakannya yang tidak tegas. “Kau masih plin-plan. Kau ragu dengan perasaanmu sendiri. Jelas-jelas aku bisa merasakannya. Kau menyukai Yoona. Perhatian yang kau berikan padanya itu, bukan sekedar perhatian sesama teman atau bos dengan karyawan, tapi perhatian pria kepada seorang wanita. Aku bisa melihat itu,” kata Shin ajussi.

Kyuhyun tidak bisa menjawab. Hatinya tersentak mendengar pemikiran Shin ajussi itu.

“Sudahlah, aku hanya menyampaikan pemikiranku saja. Semua keputusan itu ada pada dirimu sendiri,” ucapnya lalu masuk ke kamar.

Pikiran Kyuhyun semakin kacau. Ia kembali mengingat semua memori , hari-hari di mana ia bersama Yoona. Rasanya sama saat ia menyukai Sooyoung, namun ada yang berbeda. Saat bersama Sooyoung, Kyuhyun mulai sadar bahwa dirinya hanya menjaga perasaan sahabatnya. Sedangkan saat bersama Yoona, ia merasa perhatiannya hanya fokus pada yeoja itu, melebihi perhatiannya pada diri sendiri.

ooOoo

Kyuhyun pergi menemui Siwon. Namja itu ingin memastikan perasaan Siwon terhadap Yoona.

“Aku kaget, pagi-pagi sekali kau ingin bertemu denganku,” kata Siwon.

“Aku akan bicara singkat, ini mengenai Yoona,” ujar Kyuhyun. “Hyung, apa kau menyukainya?”

Siwon tersenyum saat mendengar pertanyaan itu. Tanpa ragu ia menjawab, “Ne. Aku memang menyukainya.”

Kontan Kyuhyun langsung memukul wajah Siwon. “Kau sudah gila? Bagaimana dengan Sooyoung? Tega sekali kau mencampakkan perasaannya.”

Siwon mengusap bibirnya yang mengeluarkan darah. Lalu membalas pukulan Kyuhyun. “Apa hakmu? Jika aku berhubungan dengan Yoona, bukankah kau bisa berpacaran dengan Sooyoung. Itu yang kau harapkan bukan?!”

Kyuhyun geram dengan pernyataan Siwon. Ia kembali memukul Siwon, namun berhasil ditangkisnya, justru Siwonlah yang sukses memukulnya kembali. Membuat Kyuhyun langsung jatuh tersungkur.

Sebelum Siwon pergi, ia mendekatkan dirinya ke Kyuhyun yang tergolek lemas.

“Aku tidak peduli bagaimana perasaanmu terhadap Yoona. Kali ini aku serius, aku benar-benar tertarik dengannya. Aku tidak akan memberikan Yoona kepada orang sepertimu!” Siwon langsung masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun merintih kesakitan akibat pukulan Siwon yang sangat keras. Darah keluar dari bagian hidung dan bibirnya.

Yoona POV

Aku bingung saat mendapati ruang kerja Kyuhyun masih kosong. Bukankah dia sudah pergi sejak pagi. Kenapa tidak ada di restoran? Lalu kemana dia?

Tiba-tiba aku mendengar Donghae berteriak. Aku langsung bergegas menyusulnya dan terkejut saat mendapati Kyuhyun datang dengan wajah penuh luka, terlihat darah keluar dari bibir dan hidungnya. Bahkan Jessica sampai ngeri melihatnya. Shin ajussi dan Donghae segera memapah kembali ke rumah. Kyuhyun jatuh pingsan. Membuatku semakin didera rasa panik. Aku pun ikut kembali ke rumah.

Kyuhyun dibaringkan di kamar. Shin ajussi bergegas membersihkan luka di wajah Kyuhyun. Aku tidak henti-hentinya berdoa untuk keselamatannya. Perasaanku benar-benar cemas.

“Ada apa dengannya? Kenapa pulang dengan wajah penuh luka seperti ini?” ucap Shin ajussi cemas.

Aku pun membantu membersihkan luka di wajah Kyuhun.

“Bos baik-baik saja kan, ajussi?” tanya Donghae turut cemas.

“Aku sudah membersihkan dan mengobati lukanya. Tapi, Kyuhyun sekarang justru demam tinggi. Aku tidak tahu harus bagaimana, tidak mungkin menutup restoran karena ada pengunjung yang sudah booking . . .” jawab Shin ajussi.

“Biar aku yang menjaganya, ajussi. Kalian bisa kembali ke restoran . . .” ucapku.

Mendengar ucapanku itu, Shin ajussi dan Donghae mengangguk.

“Baiklah, kau tidak perlu masuk kerja hari ini. Tolong jaga Kyuhyun . . .” kata Shin ajussi lalu bergegas kembali ke restoran bersama Donghae.

Aku mengambil handuk yang sudah dibasahi air , lalu meletakannya di kening Kyuhyun untuk menurunkan demamnya. Saat aku berniat mengganti air ke dapur, tiba-tiba tangan Kyuhyun memegang tanganku hingga membuatku terkejut dan menghentikan langkahku.

“Jangan pergi . . . jangan tinggalkan aku . . .” ucapnya lemas dengan mata masih setengah terpejam. Aku tidak tega melihatnya. Demamnya masih tinggi begitu juga dengan luka di wajahnya. Sampai akhirnya aku melihat Kyuhyun membuka kedua matanya dan memandangku.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau pulang dengan wajah luka seperti ini?” tanyaku cemas. Kyuhyun tidak menjawab. Ia masih memandangku walau aku tahu matanya terasa berat karena demamnya yang tinggi.

“Apa kau tidak tahu, kau benar-benar membuatku khawatir . . .” ucapku lirih. Aku tidak dapat menahan air mataku saat melihat orang yang paling kucintai ini terkujur lemas dengan wajah penuh luka dan demam yang tinggi.

Kyuhyun masih menggenggam tanganku.  Ia tersenyum tipis. Lalu tangannya perlahan mengusap wajahku dan menyeka air mataku.

Author POV

Hampir 3 jam Kyuhyun tertidur. Demamnya sudah mulai turun. Yoona sedang menyiapkan bubur untuk Kyuhyun. Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berdering. Ada panggilan masuk dari Sooyoung. Yoona ragu untuk mengangkat ponselnya, lalu akhirnya ia menjawab panggilan dari Sooyoung.

Yeoboseyo . . .” sapa Yoona.

Sooyoung terkejut mendengar suara yeoja saat menelepon Kyuhyun. “Apa ini Yoona?”

Ne, mianhae. Aku yang mengangkat ponsel Kyuhyun,” kata Yoona.

Gwaenchana. Boleh aku bicara dengan Kyuhyun?” tanya Sooyoung.

“Kyuhyun jatuh sakit. Sekarang dia sedang tertidur,” jawab Yoona.

Sooyoung langsung kaget mendengar berita Kyuhyun yang jatuh sakit. “Jinjja? Kalau begitu, aku akan datang ke rumahnya.”

Yoona mematikan ponsel Kyuhyun. Sesaat ia menyesal telah mengangkat panggilan dari Sooyoung. Namun ia kembali berpikir. Mungkin jika Kyuhyun ditemani Sooyoung, kondisinya akan jauh lebih baik.

Yoona mengantarkan bubur ke dalam kamar. Kyuhyun masih tertidur. Yoona mengambil kompres di kepala Kyuhyun dan memegang kening Kyuhyun.

“Syukurlah, demamnya sudah turun,” gumamnya lirih.

Kyuhyun terbangun dari tidurnya. Yoona langsung terlihat senang saat melihat Kyuhyun sadar.

“Kau sudah merasa baikan?” tanya Yoona.

Kyuhyun mengangguk pelan sambil tersenyum.

“Aku sudah membuatkan bubur, makanlah agar staminamu pulih,” Yoona mengambil bubur di meja samping ranjang. “Apa kau bisa makan sendiri?”

Kyuhyun menggeleng.

“Baiklah, aku akan menyuapimu,” kata Yoona.

Mendengar hal itu Kyuhyun terlihat gugup. Wajahnya memerah entah karena demam atau malu. Dengan penuh perhatian Yoona merawat Kyuhyun.

“Apa tanganmu sudah tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun.

Yoona tersenyum. Dia terlihat sangat manis, jantung Kyuhyun berdebar saat melihatnya.

“Tidak usah pedulikan aku, sekarang kau harus memikirkan dirimu sendiri. Tanganku sudah tidak apa-apa,” jawab Yoona.

Kyuhyun ikut tersenyum. Walaupun sakit, tetap saja terlihat tampan. Yoona tidak dapat menyembunyikan wajah merahnya. Selesai makan bubur dan minum obat, Kyuhyun kembali tertidur. Yoona membereskan peralatan makannya dan kembali ke dapur. Tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi. Yoona bergegas membukakan pintu dan mendapati Sooyoung sudah tiba.

“Kau datang,” kata Yoona.

Sooyoung mengangguk. “Aku sudah membawakan buah untuk Kyuhyun, apa kau ingin kembali ke restoran?”

Yoona terdiam sejenak, lalu mengangguk.

“Baiklah, biar aku yang menjaganya, kau bisa kembali ke restoran,” kata Sooyoung lalu bergegas menemui Kyuhyun.

Yoona tidak bisa berbuat banyak. Ia berusaha menutupi rasa sedihnya.

“Mungkin, akan lebih baik jika Sooyoung yang menemaninya,” gumamnya lirih lalu pergi ke restoran.

Kyuhyun POV

“Kyu . . . kau bisa mendengarku?”

Aku mencoba membuka mataku. Menoleh ke arah suara yang memanggilku. Aku terkejut saat mendapati Sooyoung sudah duduk di samping ranjangku.

“Kapan kau datang?”

“Baru saja . . .” jawabnya singkat.

“Mana Yoona?”

Kulihat Sooyoung hanya menatapku dengan raut wajah kecewa. “Aku sudah menyuruhnya kembali ke restoran.”

Aku terdiam. Memperhatikan Sooyoung yang sedang mengupas buah untukku. Aku kembali memikirkan Yoona. Entah kenapa, aku teringat padanya yang menangis saat melihat kondisiku seperti ini. Mungkinkah Yoona memiliki perasaan padaku? Jika benar, kurasa aku juga tidak bisa menolak jika saat ini aku memang jatuh cinta padanya.

-TBC-

Oke, kelanjutan FF ini akhirnya jadi dan segera ku posting deh. Mian kalo lama hehe. FF Just For You masih belum ya, harus bersabar, apalagi untuk FF The True Love hehe. Kuharap kalian menyukainya ya, gomawo😀

signature

68 thoughts on “Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 7

  1. metriana says:

    yoona ngrwat kyu lgi sakit….smpai nngis saking kwatir nya…siwon jgn dekat2 yoona lgi..kn uda ada sooyoung tuhh..

  2. fierda says:

    Mungkinkah Yoona memiliki perasaan padaku? Jika benar, kurasa aku juga tidak bisa menolak jika saat ini aku memang jatuh cinta padanya.
    eciieeee kyu jatuhcinta… thor kata2 yang dgunakan dlm ff ini bgus loh😀

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s