The True Love – Chapter 6


thetruelove3

Title : 

“The True Love”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Seo Joo Hyun SNSD

Shim Changmin TVXQ

Other Cast :

Member Super Junior

Member SNSD

Genre :

Angst, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

 

Yoona terdiam dan tidak menjawab panggilan Sungmin dari seberang telepon.

“Yoong . . . apa kau masih mendengarku?”

Yeoja itu tersentak dari lamunannya. “Ne, oppa . . .”

“Bisakah kau segera datang ke sini?”

Yoona kembali terdiam. Ia menoleh ke arah Changmin yang tengah memperhatikannya dengan serius.

Mianhae, oppa. Tapi, kau seharusnya tidak menghubungiku. Seohyun lah yang seharusnya kau beritahu, bukan aku . . .”

“Tapi, dia terus memanggil namamu, Yoong . . .”

Yoona berusaha sekuat tenaga menahan air matanya. “Jeongmal mianhae, oppa. Aku tidak bisa . . .”

KLIK! Yoona segera mematikan ponselnya. Kembali memperhatikan Changmin. Yeoja itu masih berusaha menahan air matanya.

“Aku . . . ke toilet sebentar . . .” ucap Yoona lalu bergegas pergi.

Changmin hanya menatapnya dalam diam. Ia tahu, yeoja itu pasti memikirkan kondisi Kyuhyun yang dikabarkan jatuh pingsan.

Tepat seperti dugaan Changmin, begitu Yoona masuk ke toilet, yeoja itu tidak kuasa menahan air matanya. Ia sangat mencemaskan kondisi Kyuhyun. Mungkinkah penyebab jatuh pingsannya Kyuhyun karena konferensi pers yang dilakukannya bersama Changmin? Yoona masih terlihat kalut. Tak berapa lama bergegas mengusap wajahnya. Menghapus air matanya sebelum ia keluar dari toilet. Begitu keluar, rupanya Changmin sudah menunggunya.

Oppa . . .” ucap Yoona masih terisak. Ia tahu, percuma saja menyembunyikan perasaannya pada Changmin.

Changmin hanya menatapnya sedih. Lalu menarik Yoona dengan lembut dan memeluknya.

“Aku tahu . . . kau mencemaskannya bukan?” tanya Changmin pelan.

Mendengar hal itu, air mata Yoona kembali keluar. Yeoja itu menangis dalam pelukan Changmin.

*****

Seoul Hospital

“Dia tidak mau datang, memang seharusnya aku tidak menghubunginya . . .” ucap Sungmin.

“Tapi . . .” Ryeowook memperhatikan Kyuhyun yang terbaring di ranjang. Perawat tampak sedang mengobati luka di tangannya.

“Yoona menolak untuk datang, alasannya karena memang dia dan Kyuhyun sudah berpisah. Sebaiknya aku hubungi Seohyun saja . . .” lanjut Sungmin. Ryeowook mengangguk.

Sementara Eunhyuk dan Donghae menunggu di luar kamar bersama Shin gwajangnim.

“Apa yang terjadi? Kenapa kondisi Kyuhyun bisa drop seperti ini?” tanya Shin gwajangnim bingung.

Eunhyuk dan Donghae saling pandang. “Mungkin . . . karena konferensi pers yang dilakukan Changmin dan Yoona.”

Mwo?

“Kurasa seperti pukulan telak. Begitu membaca berita tentang foto Changmin dan Yoona tadi pagi, tampaknya sangat shock. Sejak pagi tidak keluar dari kamar, ia terus mengurung diri. Hingga kami mendengar suara pecahan kaca dari dalam kamarnya. Tanpa pikir panjang, aku dan Donghae langsung mendobrak pintu kamarnya, lalu mendapati kaca yang pecah dan tangannya yang berlumuran darah,” lanjut Eunhyuk.

Shin gwajangnim memperhatikan kondisi Kyuhyun dari luar.

“Sudah hubungi Seohyun?” tanya Shin gwajangnim.

“Ngg . . . kurasa Sungmin yang akan menghubunginya . . .” jawab Donghae.

“Tapi, Sungmin justru menelepon Yoona lebih dulu karena Kyuhyun mengigau memanggil namanya. Dasar anak itu! Jelas-jelas masih sangat mencintai Yoona, kenapa malah mudah berpaling begitu saja. Sekarang tahu Yoona dan Changmin berpacaran, langsung membuatnya drop seperti ini . . .” ucap Eunhyuk kesal.

Shin gwajangnim terdiam mendengar ucapan Eunhyuk. “Aish, aku tidak tahu apa yang terjadi antara Kyuhyun, Yoona, Seohyun dan juga Changmin. Jika mendengar penuturan dari kalian, sepertinya masalah yang rumit . . .”

Eunhyuk dan Donghae saling memandang dalam diam. Tak lama kemudian Seohyun tiba ditemani Taeyeon. Yeoja itu terlihat cemas begitu mendapat kabar tentang Kyuhyun yang dilarikan ke rumah sakit.

“Masuklah, Seohyun-ssi . . .” suruh Shin gwajangnim.

Seohyun mengangguk pelan dan langsung masuk menyusul Sungmin dan Ryeowook. Shin gwajangnim tampak memperhatikan beberapa orang yang diduganya adalah wartawan. Rupanya kondisi Kyuhyun itu sudah diketahui oleh pihak media yang sudah bersiap memburu beritanya di rumah sakit Seoul.

“Kalian tetaplah di sini, aku akan memanggil beberapa bodyguard dan menangani para wartawan yang sudah mulai berdatangan . . .” ucap Shin gwajangnim pada Eunhyuk, Donghae dan Taeyeon.

*****

Yoona kembali ke dorm dengan langkah gontai. Tampak beberapa member sudah berkumpul di ruang tengah. Mereka langsung bersorak saat Yoona datang dan mengucapkan selamat atas konferensi pers yang dilakukannya bersama Changmin.

“Yoongie . . . chukkae!” ucap Tiffany.

“Tidak kusangka akhirnya kau bersama Changmin-oppa . . .” lanjut Sunny.

Yoona hanya tersenyum. Tampak Yuri, Tiffany,dan Sunny langsung memeluknya. Begitu juga dengan Jessica dan Hyoyeon. Berbeda dengan Sooyoung yang memilih hanya mengulum senyum padanya.

“Taeyeon-eonni dan Seohyun kemana?” tanya Yoona karena tidak melihat keduanya.

“Oh, mereka sedang di rumah sakit Seoul. Kyuhyun-oppa jatuh pingsan . . .” jawab Yuri.

Yoona tidak bertanya lagi. Yeoja itu memilih langsung masuk ke kamarnya. Tanpa disadarinya, Sooyoung mengikutinya dan sudah berada di kamarnya.

Eonni . . .

Sooyoung hanya tersenyum tipis. “Ada yang ingin kubicarakan denganmu . . .”

“Apa masalah Kyuhyun-oppa? Kumohon jangan membahasnya eonni. . .” pinta Yoona.

Ani. Aku tahu jika kau tidak ingin membahasnya . . .” ucap Sooyoung.

“Lalu?”

“Ini antara kau dan Changmin-oppa . . .” lanjut Sooyoung.

Dahi Yoona mengernyit. “Memang ada apa, eonni?

Sooyoung terlihat ragu untuk mengatakannya. “Sebenarnya . . . yang mengambil foto kalian saat di Pulau Jeju kemarin . . .”

Yoona menunggu Sooyoung melanjutkan perkataannya. “Nugu?

“Aku dan Siwon-oppa . . .”

Mwo?

“Kami menyuruh seseorang untuk mengambil foto kalian saat di Pulau Jeju dan segera menyebarkannya di internet. Mianhae, Yoong . . . aku tidak bermaksud membuat kalian jadi terkena masalah seperti ini.” ucap Sooyoung merasa bersalah.

“Apa alasan kalian melakukannya?” tanya Yoona masih shock.

“Agar Kyuhyun-oppa menyesali perbuatannya yang sudah mencampakanmu. Siwon-oppa bilang, saat membaca beritamu dan Changmin-oppa tadi pagi, dia langsung shock dan terlihat down. Apalagi mendengar konferensi pers yang kau lakukan bersama Changmin-oppa. Dia semakin terpuruk mendengarnya . . .” jawab Sooyoung.

Yoona tertunduk. “Apa itu yang menyebabkan kondisinya sekarang ini?”

Sooyoung terdiam. “Perihal jatuh pingsannya itu, aku belum tahu apa penyebabnya. Siwon-oppa tidak bersamanya saat Kyuhyun-oppa jatuh pingsan. Katanya hanya beberapa member yang mengantarnya ke rumah sakit . . .”

“Begitu rupanya. Tadi, Sungmin-oppa juga memberitahuku begitu aku selesai konferensi pers . . .”

“Jadi, kau tahu berita tentang Kyuhyun-oppa darinya?” tanya Sooyoung.

Yoona mengangguk. “Dia menyuruhku ke rumah sakit Seoul. Katanya Kyuhyun-oppa berkali-kali memanggilku, tapi aku menolak datang. Seharusnya Seohyun yang dihubunginya bukan aku . . .”

Sooyoung kembali terdiam. “Apa sampai sekarang kau masih mencintainya?”

“Tentu saja, eonni. Mana mungkin aku mudah melupakannya begitu saja . . .”

Sooyoung mengernyitkan dahinya. “Lalu, bagaimana dengan Changmin-oppa? Bukankah kalian sudah mengumumkan pada media tentang hubungan kalian  . . .”

Yoona terdiam, lalu mendekatkan wajahnya dan berbisik pada Sooyoung.

Eonni . . . aku ingin membuat pengakuan, tapi kau janji harus merahasiakannya dari siapapun, ne?

Sooyoung mengangguk.

“Hubunganku dan Changmin-oppa . . .” Yoona terdiam sejenak. Mencoba mengawasi sekelilingnya. “Itu semua bohong. Kami sedang berpura-pura.”

“MWO?!

ooOoo

Kyuhyun membuka matanya dan terkejut saat mendapati dirinya berada di ruang yang berbeda. Namja itu tampak memperhatikan sekeliling dan menoleh pada sosok yeoja yang tertidur di sampingnya. Sekilas, ia melihat sosok Yoona yang sedang menemaninya. Perlahan namja itu mencoba mengusap kepala yeoja itu dan tidak sengaja justru membangunkannya.

Oppa . . . kau sudah sadar?”

“Seohyun-sii . . .?” Kyuhyun terkejut saat melihat jelas sosok yeoja di sampingnya.

Ne, oppa. Aku mendengar dari Sungmin-oppa, kau jatuh pingsan dan dilarikan di rumah sakit. Begitu tahu aku langsung menunggumu semalaman di sini . . .” ujar Seohyun.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis. Ia tidak melihat para hyungnya. Hanya ada Seohyun seorang di kamarnya.

“Mereka kemana?”

“Sudah kembali ke dorm,” jawab Seohyun.

“Kau menungguku semalaman di sini?” tanya Kyuhyun. Anggukan Seohyun membuat namja itu merasa kasihan.

“Aku sudah tidak apa-apa, kau boleh kembali ke dorm. Beristirahatlah . . .”

Seohyun menggeleng. “Aku ingin menemanimu di sini, oppa . . .”

“Kumohon, Seo. Aku ingin sendirian sekarang, bisakah kau tinggalkan aku sebentar. Kembalilah ke dorm,” pinta Kyuhyun.

Seohyun tidak berkata lagi. Ia hanya mengangguk lalu memeluk Kyuhyun dan bergegas keluar meninggalkannya. Sepeninggalan Seohyun, Kyuhyun langsung melirik ke arah tangan kanannya yang diperban. Walau mengalami luka parah di bagian tangannya, rasa sakitnya tidak seberapa dibandingkan dengan luka di hatinya. Im Yoona, kali ini yeoja itu telah terlepas dari sisinya. Seo Joo Hyun, memang yeoja ini lah yang sekarang bersamanya. Tapi, hatinya tidak bisa berbohong, jika sampai saat ini masih mencintai Yoona.

***

“Oppa, jarimu berdarah!” pekik Yoona panik.

Kyuhyun memperhatikan jari tangannya yang tidak sengaja tersayat pisau saat membantu Yoona menyiapkan makan malam di dorm Super Junior.

“Hanya luka kecil, kenapa kau begitu panik?” tanya Kyuhyun justru tertawa.

Yoona menatap tajam. “Tetap saja itu luka! Kemarikan jarimu!”

Kyuhyun membiarkan Yoona menarik jari tangannya, mencoba menghentikan darahnya dengan mengisap jari tangan Kyuhyun. Kontan membuat Kyuhyun tersenyum geli melihat perhatian yang diberikan yeojachingunya itu.

“Nah, sudah tidak keluar. Sekarang tinggal mengobatinya saja . . .” ucap Yoona senang.

Kyuhyun masih memandang Yoona dengan tersenyum.

“Wae, oppa? Kenapa memandangku seperti itu?”

Kyuhyun tidak menjawab, namja itu justru mendekatkan wajahnya ke arah Yoona. CUP! Satu kecupan manis mendarat di bibir Yoona. Membuat yeoja itu tertegun hingga menjatuhkan sendok yang sedang dipegangnya.

“Gomawo, chagi . . .”

Wajah Yoona tersipu, yeoja itu hanya mengulum senyum bahagia pada Kyuhyun.

***

Kyuhyun kembali memperhatikan tangan kanannya yang diperban. Sesaat namja itu meneteskan air mata, ia begitu merindukan perhatian yang pernah diberikan Yoona padanya. Mengingat sekarang Yoona telah bersama dengan Changmin, membuat hatinya semakin sakit dan terluka.

*****

“Foto majalah?”

Yoona terkejut saat menemui Sooman sajangnim bersama Changmin. Terlihat Shin gwajangnim juga berdiri di samping mereka.

“Begitu melihat konferensi pers kalian kemarin, ada beberapa majalah yang ingin menjadikan kalian sebagai model sampul majalah mereka,” ucap Sooman sajangnim.

“Tapi, saat ini aku sedang menjalani masa cutiku . . .” kata Yoona.

“Pemotretannya hanya berlangsung 3 hari, tidak lama. Setelah itu kau bisa kembali menjalani cutimu . . .” lanjut Shin gwajangnim.

“Bagaimana denganmu?” tanya Sooman sajangnim pada Changmin.

Namja itu hanya tersenyum. “Aku tidak masalah, tapi jika Yoona tidak mau, aku juga tidak akan memaksanya . . .”

Yoona masih terdiam. Ia tidak menduga jika dampak konferensi pers yang dilakukannya dengan Changmin membuatnya memperoleh tawaran pekerjaan.

“Baiklah, aku mau menerima tawaran pekerjaan ini . . .” ucap Yoona.

“Kalau begitu, kalian nanti memilih majalah mana yang akan kalian terima untuk pemotretannya besok . . .” lanjut Shin gwajangnim.

Ia memandangi Changmin yang tersenyum padanya. Yeoja itu hanya tersenyum tipis. Keduanya bergegas keluar dari ruang kerja Sooman sajangnim. Terlihat Changmin menggandeng tangan Yoona dengan mesra. Changmin begitu menikmati kedekatannya bersama yeoja yang tengah digandengnya itu. Sementara Yoona hanya tersenyum memandangnya. Sesaat kembali terdiam, memikirkan kondisi Kyuhyun. Namun, sudah tidak ada gunanya lagi baginya untuk memikirkan Kyuhyun. Sekarang, dia harus menjalani peran yang dilakukannya bersama Changmin. Selain itu, mungkin saja perlahan ia bisa menerima Changmin sebagai namjachingunya yang sebenarnya.

Saat menunggu di depan lift, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Leeteuk.

“Yoona-ssi, kebetulan sekali aku bertemu denganmu . . .” ucap Leeteuk senang. Namja itu terlihat terburu-buru usai keluar dari lift lantai 4.

“Memang ada apa, oppa?

“Bisakah kau mengantarkan bingkisan ini kembali ke dorm?” pinta Leeteuk.

Yoona mengernyitkan dahinya. Ia memperhatikan bingkisan yang dibawa Leeteuk.

“Apa itu?”

“Ini untuk Kyuhyun. Aku tidak bisa kembali ke dorm sekarang. Aku ingin menemui Sooman sajangnim sebentar, lalu harus bersiap untuk syuting reality show . . .”

Yoona terdiam, begitu juga dengan Changmin.

“Apa Kyuhyun sudah keluar dari rumah sakit?” tanya Changmin penasaran.

Ne, tadi pagi begitu siuman, dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter . . .” jawab Leeteuk.

“Baiklah, oppa. Aku akan mengantarkan ini ke dorm kalian,” kata Yoona sambil menerima bingkisan yang diberikan Leeteuk.

“Aku antar . . .” ucap Changmin.

Leeteuk tersenyum melihat pasangan di depannya. “Kalian semakin mesra saja, chukkae atas konferensi pers yang kalian lakukan kemarin . . .” ucapnya sambil menepuk bahu Changmin.

Keduanya tersenyum. Begitu Leeteuk berjalan meninggalkan mereka, keduanya bergegas pergi menuju dorm Super Junior untuk mengantarkan bingkisan sesuai permintaan Leeteuk.

*****

“Kenapa kau melamun, Soo?”

Suara itu mampu membuat Sooyoung yang sejak tadi terdiam di lokasi syuting menoleh ke arah namja yang berdiri di sampingnya.

Ani, oppa . . . aku hanya memikirkan sesuatu hal,” jawabnya sembari tersenyum.

Siwon mengernyitkan dahinya. “Memang apa yang sedang kau pikirkan?” tanyanya penasaran.

Sooyoung kembali terdiam. Membuat namja di sampingnya memandangnya penasaran.

“Hei, ada apa? Apa kau sedang ada masalah?” tanya Siwon.

“Bukan apa-apa, sebaiknya kau jangan tanya lagi, oppa . . .” pinta Sooyoung memalingkan wajahnya.

Siwon memperhatikan yeoja di sampingnya. “Aku tahu, sepertinya memang ada hal yang sedang kau pikirkan. Tapi, kurasa kau belum mau membicarakannya denganku bukan?”

Sooyoung tersenyum. Ia paham jika Siwon pasti mengetahuinya.

Ne, oppa. Aku memang belum bisa membicarakannya denganmu . . .”

***

“Kalian hanya berpura-pura?” tanya Sooyoung kaget.

Yoona mengangguk pelan.

“Tapi . . . bagaimana bisa kalian melakukan hal itu dan mengumumkannya pada media?”

Yoona menghela nafas. “Ini semua ide Changmin-oppa . . .”

“Dia yang mengusulkan ide ini?”

Anggukan Yoona membuat Sooyoung semakin shock. Ia tidak menduga hubungan Yoona dengan Changmin hanyalah sandiwara belaka.

“Jadi, Changmin-oppa sama sekali tidak menyukaimu? Begitu juga dengan kau?”

Yoona menggeleng. “Sebenarnya . . .dia sudah mengungkapkan perasaannya padaku. Oppa bilang bahwa dia jatuh cinta padaku dan berniat untuk menjalin hubungan serius denganku. Tapi, sampai sekarang aku masih sangat mencintai Kyuhyun-oppa. Bagiku terlalu sulit jika melupakan perasaanku begitu saja . . .”

“Lalu?” Sooyoung terlihat penasaran dengan pengakuan Yoona.

“Sampai akhirnya, dia mencetuskan ide kalau aku tidak mau berhubungan dengannya secara serius, bagaimana jika kami berpura-pura saja. Dengan memanfaatkan pemberitaan kami yang sudah tersebar sebelumnya, eonni . . .”

“Mwo?”

Yoona hanya tersenyum tipis.

“Lalu kau menyanggupi usulannya tersebut, hingga akhirnya kalian sengaja melakukan konferensi pers itu?”

Yoona mengangguk. “Ne, eonni.”

Sooyoung terlihat kaget luar biasa. Ia tidak menduga sama sekali jika Yoona dan Changmin hanya berpura-pura.

“Tapi . . .” Yoona kembali berbicara. “Aku tahu, perasaan Changmin-oppa padaku benar-benar tulus. Hari-hari dimana aku terpuruk usai berpisah dengan Kyuhyun-oppa, dialah yang selalu menghibur dan menguatkanku . . .”

“Apa maksudmu?”

Yoona kembali mengulum senyum. “Bisa saja, suatu hari nanti, aku menerima perasaan Changmin-oppa padaku.”

***

“Soo . . .”

Sooyoung tersadar dari lamunanya. “Ne, oppa.

“Kita harus bergegas, syuting sebentar lagi dimulai . . .” ucap Siwon mengingatkan.

Sooyoung memperhatikan beberapa member Super Junior dan Girls Generation memang sudah berkumpul. Yeoja itu mengangguk pelan lalu mengikuti Siwon dari belakang.

*****

Dorm Super Junior

Mobil Changmin berhenti di depan dorm Super Junior.

“Kau tunggu di sini saja, oppa. Biar aku yang masuk ke dalam . . .” ucap Yoona.

“Kau yakin tidak perlu kutemani?” tanya Changmin.

Yeoja di sampingnya itu tersenyum. “Tidak perlu. Hanya sebentar saja, oppa . . .

“Baiklah. Begitu selesai, cepat kembali . . .” ucap Changmin.

Ne, arraseo . . .

Yoona bergegas keluar dari mobil Changmin. Sementara Changmin tampak memperhatikannya dengan wajah cemas. Ia tahu, saat ini Kyuhyun sedang sendirian di dorm untuk memulihkan kondisinya. Bagaimana jika sampai Yoona bertemu dengan Kyuhyun?

“Aish, sudahlah Shim Changmin. Tidak akan terjadi sesuatu padanya . . .” gumamnya lirih.

Yoona berjalan menuju dorm Super Junior. Pandangannya beralih pada beberapa bingkisan yang diletakkan di depan pintu. Jika dilihat dari kartu ucapannya, sepertinya bingkisan tersebut ditujukan pada Kyuhyun.

“Rupanya dari fans . . .” gumamnya lirih. Yoona pun mengambil dan membawanya masuk ke dalam.

Dorm terlihat sepi. Itu karena semua member sedang melakukan syuting bersama Girls Generation. Kecuali Kyuhyun. Ia tahu jika namja itu tetap tinggal di dorm. Begitu selesai meletakkan bingkisan di ruang tengah, yeoja itu bergegas keluar. Tapi sialnya, Kyuhyun tanpa sengaja terbangun dan terlihat keluar dari kamarnya. Keduanya berpapasan saat Yoona buru-buru ingin keluar meninggalkan dorm. Suasana berubah canggung.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Kyuhyun.

“Leeteuk-oppa menyuruhku mengantarkan bingkisan untukmu dari para staff. Dia tidak bisa kembali ke dorm karena harus melakukan syuting drama reality show . . .” jawab Yoona.

Kyuhyun menatap yeoja di hadapannya. “Kenapa tidak melihatku?”

Mwo?” Yoona terkejut saat mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Kenapa tidak melihatku saat kau berbicara denganku? Kau sengaja mengalihkan pandanganmu . . .”

Yoona berdecak. “Urusanku sudah selesai, aku pamit. Semoga kondisimu lekas pulih . . .”

Baru berjalan sebentar, langkah Yoona terhenti karena Kyuhyun menarik lengannya.

“Urusanmu denganku belum selesai,” ucap Kyuhyun.

Yoona menepis tangan Kyuhyun. “Aku sama sekali tidak punya urusan lagi denganmu, oppa . . .”

Yoona menatap tajam ke arah Kyuhyun. Yeoja itu kembali berjalan melewati Kyuhyun.

“Berhenti!”

Yoona tetap berjalan menuju pintu walau Kyuhyun menyuruhnya berhenti. Yeoja itu berusaha untuk tidak memperdulikan ucapannya.

Oppa . . .” Yoona tersentak saat merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Kyuhyun sudah berdiri di belakangnya dan memeluknya dengan erat.

“Lepaskan, oppa  . . .” pinta Yoona berusaha meronta.

“Jangan pergi . . .” ucap Kyuhyun.

Mianhae, Changmin-oppa sedang menungguku. Aku harus pergi . . .” kata Yoona.

Kyuhyun tetap tidak melepaskan pelukannya. Namja itu justru semakin erat memeluknya. Membuat Yoona tidak dapat bergerak.

Oppa . . . kumohon . . .” pinta Yoona. Dilihatnya tangan kanan Kyuhyun yang diperban. Yeoja itu terlihat tidak sanggup menahan lagi perasaannya. Sikap Kyuhyun itu membuatnya melemah.

“Tidak bisakah . . .” Kyuhyun menghentikan kalimatnya sejenak. “Kita kembali lagi seperti dulu?”

Yoona tersentak. Kalimat yang keluar dari mulut Kyuhyun membuat hatinya terenyuh. Yeoja itu tidak dapat berkata sedikitpun.

BRAK!

“Apa yang kau lakukan . . .” Tiba-tiba sosok namja muncul dari balik pintu. “Cho Kyuhyun?”

Tubuh Yoona terasa kaku, saat dilihatnya Changmin sudah berdiri di hadapannya.

Oppa . . .

Changmin langsung menarik Yoona ke dalam pelukannya. Membuat keseimbangan Kyuhyun sesaat goyah.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Changmin geram.

Kyuhyun tidak berkata sedikitpun. Namja itu justru menatap tajam ke arah sahabatnya.

Changmin berjalan mendekat ke arah Kyuhyun.

“Kuperingatkan padamu sekali lagi, jangan pernah dekati atau temui Yoona lagi. Ingat itu!” ancam Changmin.

Tanpa berbicara lagi, Changmin langsung menarik Yoona keluar meninggalkan Kyuhyun. Tak berapa lama, Kyuhyun bergegas keluar menyusul keduanya.

Changmin mempercepat langkahnya menuju mobil yang terparkir di luar dorm. Yeoja yang digandengnya hanya diam dan tidak berkata sedikitpun.

Mianhae, oppa . . .

Changmin menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Yoona.

“Inilah alasanku kenapa aku tidak mau membiarkan kau masuk sendirian. Sudah kuduga, kau akan bertemu dengannya dan juga peristiwa tadi . . .”

“Ini semua salahku . . .” potong Yoona.

Changmin kembali terdiam. Yeoja di hadapannya terlihat murung. Namja itu langsung memeluknya.

“Aku tidak akan mengulanginya lagi, oppa. Aku akan lebih berhati-hati jika bertemu lagi dengannya . . .” ucap Yoona.

CUP! Tiba-tiba Changmin langsung mendaratkan kecupan manis di kening Yoona. Kontan membuat Yoona terkejut dibuatnya.

Oppa . . .

“Ini masih permulaan. Lain kali . . .” Changmin menunjuk bibir Yoona dengan jari telunjuknya.

“Hentikan, oppa . . .” ucap Yoona merasa malu.

Changmin tertawa mendengarnya. Lalu kembali memeluk Yoona. Keduanya tampak mesra di depan dorm Super Junior. Walau sedang bersandiwara, keduanya terlihat seperti pasangan kekasih sungguhan. Diam-diam dari jauh, tampak seorang namja yang berjalan mundur, menjauh meninggalkan keduanya. Cho Kyuhyun, namja itu hanya menatap sedih yeoja yang sangat dicintainya kini sudah bersama sahabatnya sendiri.

-TBC-

Akhirnya bisa publish juga untuk part selanjutnya, akhir2 ini aku memang lagi dipusingkan dengan kegiatan KKN yg udh mulai n tugas kuliah *jiah curhat* hehe. Mian kalo agak lama, kuharap kalian suka dengan kelanjutannya. FF Just for You masih blum bisa dilanjut nih, harap bersabar ya, gomawo😀

signature

35 thoughts on “The True Love – Chapter 6

  1. Mayang says:

    aduh miris bangettt liat kyu ,tapi gpp biar dya gg nyakitin cewek lagy !!!!
    kl dipikir” pembalasan dendam nya lebih kejam yoona , hahaha
    tapi aq sukaaaaaaaa ,. kkkkk

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s