Just For You – Chapter 4


justforyou2

Title : 

“Just For You”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Other Cast :

Park Jungsoo Super Junior

Kim Taeyeon SNSD

Genre :

Romance, Sad

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Yoona POV

Kyuhyun mengajakku pergi ke sebuah taman yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalku. Aku sungguh terkejut dengan perlakuannya yang tiba-tiba datang langsung memelukku. Apa dia sedang ada masalah? Dari nada bicaranya, terdengar sedih seperti ada beban berat yang sedang ditanggungnya.

Mianhae . . . aku sudah berbuat yang tidak sopan padamu,” ucap Kyuhyun.

Gwaenchana . . .” balasku sembari tersenyum.

Aku tidak tahu bagaimana reaksinya, yang kudengar hanya helaan nafas yang keluar darinya.

“Apa kau sedang ada masalah?” tanyaku penasaran.

Tidak terdengar jawaban darinya. Sepertinya pertanyaanku ini membuatnya terdiam.

“Kyu . . . apa aku salah bicara?”

Sesaat aku mendengar suara tawa kecil darinya.

Ani, kau tidak salah bicara,” jawabnya.

“Lalu, kenapa kau diam?”

“Kau benar. Aku memang sedang ada masalah . . .”

“Apa masalah dengan kekasihmu?”

“Wah, bagaimana kau bisa tahu?”

Padahal aku asal menebak. Tidak kusangka tebakanku benar. Sudah kuduga, orang seperti Kyuhyun pasti sudah mempunyai kekasih.

“Kekasihku . . . ah lebih tepatnya mantan kekasihku. Ternyata selama ini diam-diam dia masih berhubungan dengan saudaraku. Bukan saudara kandungku, tapi saudara tiriku . . .

“Maksudmu Donghae?” Ups! Kurasa aku kelepasan bicara. Aku langsung menutup mulutku.

Kyuhyun POV

Aku terkejut saat mendengar nama Donghae keluar dari mulut Yoona. Bagaimana ia bisa tahu? Padahal aku belum pernah bercerita padanya.

“Bagaimana . . . kau bisa tahu?”

Kulihat Yoona sedikit gugup saat aku bertanya padanya.

“Leeteuk . . .”

Ah, sudah kuduga. Pasti Leeteuk yang memberitahumu.

“Dia yang memberitahumu?”

Anggukan Yoona membuatku kembali terdiam.

“Sebenarnya . . . aku sudah kenal Donghae sebelumnya.”

Aku kembali menoleh kaget ke arah yeoja yang duduk di sampingku ini.

“Kau sudah mengenalnya?” Sedikit ada perasaan kesal dalam diriku. Kenapa tiap yeoja yang kutemui sudah lebih dulu bertemu dengan Donghae?

Ne, dia pernah menolongku saat aku terpisah dari Taeyeon ketika kami pergi ke Incheon. Kurasa hampir setengah tahun ini aku berteman dengannya . . .”

Aku tertegun mendengarnya.

“Apa kalian berpacaran?”

Kulihat ada keterkejutan tergurat di wajahnya. Ia hanya menggeleng pelan sembari tersenyum.

“Kami hanya berteman. Meskipun . . .”

Kali ini Yoona tertunduk. “Meski apa?”

“Dia sudah menyatakan perasaannya padaku.”

Seperti ada pukulan keras mengenai kepalaku. “Mwo?

“Apa kau terkejut?” tanyanya sembari berusaha menoleh ke arahku.

“Sangat . . .”

Yoona hanya tersenyum. “Aku juga demikian. Kau tahu, bahkan aku sama sekali tidak menduga jika kau dan Donghae adalah saudara tiri. Saat Leeteuk memberitahuku, aku sampai tidak bisa berkata apapun . . .”

Aku kembali terdiam. Memperhatikan sosok yeoja di sampingku ini.

“Apa jawabanmu?” tanyaku penasaran.

“Aku belum mengiyakan. Sampai sekarang rasanya aku tidak percaya ada orang yang mengungkapkan perasaannya padaku. Aku sempat merasa, mana mungkin ada namja yang mau dengan yeoja sepertiku. Untuk melihat pun aku tak bisa, kekuranganku ini kurasa akan menyusahkan mereka . . .”

“Tidak seperti itu. Di mataku, kekuranganmu itu justru menjadi kelebihanmu. Walaupun kau tak bisa melihat dunia, kau mampu menghadapi dunia dengan kekuatanmu sendiri. Aku sangat kagum padamu . . .”

Aku melihat semu merah di wajahnya. Yoona tersenyum manis. Benar-benar manis. Rasanya jantungku berdegup kencang saat ini.

“Jujur saja, memang aku lebih mengenal Donghae lebih dulu dibanding denganmu. Tapi . . . rasanya aku lebih nyaman dan menikmati jika aku mengobrol atau menghabiskan waktu bersama denganmu seperti ini . . .”

Aku menoleh kaget ke arahnya. Pengakuannya itu membuat jantungku semakin berdegup kencang. Kurasa Yoona juga merasakan hal yang sama. Wajahnya tampak memerah usai mengatakannya padaku.

“Apa ini sebuah pengakuan cinta?” godaku padanya.

“Kau ini . . .” Yoona tersipu malu mendengar penyataanku. Aku tertawa renyah melihat reaksinya.

“Sebaiknya aku segera mengantarmu pulang, bisa-bisa Taeyeon mengamuk padaku . . .” ucapku.

Yoona mengangguk sembari tersenyum. Aku menggandengnya pelan dan mengantarnya kembali ke rumah.

Author POV

Donghae terlihat tidak bersemangat saat makan malam. Kontan membuat kedua orang tuanya merasa heran melihat kondisi putra sulungnya itu.

“Kenapa kau tidak bersemangat seperti ini? Apa ada masalah?” tanya Mr. Cho.

Donghae tersadar dengan sikapnya. Namja itu hanya menggeleng pelan. Perhatiannya langsung beralih pada Kyuhyun yang terlihat baru tiba di rumah.

“Kyuhyun, ayo kita makan malam bersama . . .” ajak Mrs. Cho.

Kyuhyun terdiam sejenak. Lalu memandang kakak tirinya yang tengah mengamatinya. “Aku tidak lapar . . .” ucapnya sembari berjalan naik ke kamarnya.

“Aku permisi sebentar . . .” Donghae beranjak dari posisinya dan berjalan menyusul Kyuhyun.

Mr. Cho tampak bingung dengan reaksi kedua putranya. Begitu juga dengan Mrs. Cho.

“Apa mereka kembali bertengkar?”

“Entahlah, padahal di kantor tadi aku melihat hubungan keduanya sudah membaik,” jawab Mr. Cho.

Donghae berkali-kali memanggil adik tirinya sebelum namja itu masuk ke kamarnya. Tapi Kyuhyun tetap cuek dan terus berjalan.

“Kyuhyun-ah . . .” Donghae langsung menarik bahu Kyuhyun hingga akhirnya mereka berhadapan.

“Apa maumu?” tanya Kyuhyun dingin.

Donghae berdecak kesal. “Kau marah padaku?”

“Perlukah aku mengatakannya padamu?”

“Sudah kubilang aku dan Jessica tidak ada hubungan apapun, kami sudah lama berpisah . . .”

Kyuhyun tersenyum sinis. “Bagiku tetap saja kalian pernah berhubungan. Benar-benar membuatku muak . . .”

Namja itu langsung berjalan masuk ke kamar. BRAK! Suara pintu yang keras membuat Donghae menahan kesal dengan sikap adik tirinya itu.

“Aish!” runtuk Donghae kesal sembari menatap pintu kamar Kyuhyun.

Kyuhyun POV

Aku merebahkan tubuhku di ranjang. Rasanya lelah. Aku tidak tahu harus berkata apa jika bertemu dengan Donghae. Masih teringat di kepalaku saat aku melihat Jessica memeluknya di perusahaan. Ah, rasanya selama ini aku telah dibohongi. Pantas saja Jessica mudah akrab dengan eomma tiriku. Sudah kuduga mereka pasti telah bertemu sebelumnya. Dugaanku benar. Jika memang Jessica adalah mantan kekasih Donghae, berarti mereka memang telah bertemu sebelumnya.

DRRT! Aku menoleh ke arah ponselku yang berdering. Melihat nama yang tertera di layar saja langsung membuatku malas. Tapi, masalah ini harus segera diselesaikan. Aku ingin mengakhirinya.

Yeoboseyo . . .”

“Kyuhyun-ah, kau masih marah padaku?”

“Untuk apa kau meneleponku?”

“Tolong beri aku kesempatan sekali lagi, aku dan Donghae sama sekali tidak ada hubungan apapun. Kami sudah lama berpisah . . .”

“Benarkah? Tapi yang kulihat saat di perusahaan tadi, sepertinya kau masih tertarik dengan kakak tiriku . . .”

“Kyu . . .”

Mianhae, Jessica. Lebih baik, kita akhiri saja sampai di sini . . .”

KLIK! Aku langsung mematikan ponselku dan meletakkannya di meja. Kupejamkan mataku sejenak. Entah kenapa wajah Yoona terlintas kembali di kepalaku. Aku jadi teringat ucapannya perihal Donghae. Jadi, mereka sudah saling mengenal. Bahkan Donghae menyukai Yoona? Aish, kenapa aku seperti kalah langkah darinya.

Perasaan apa ini? Kenapa dadaku terasa sesak? Jika Yoona menerima perasaan Donghae dan menikah, itu artinya Yoona menjadi kakak iparku. Tapi, rasanya aku justru ingin menjadikannya istriku? Mungkinkah aku jatuh cinta padanya?

ooOoo

Yoona POV

“Kau belum berangkat ke kantor?” tanyaku pada Donghae. Entah kenapa akhir-akhir ini Donghae sering datang menemuiku pagi-pagi sebelum berangkat bekerja.

“Ini rutinitasku sebelum aku berangkat ke kantor . . .” jawabnya.

“Rutinitas menemuiku, maksudmu?”

Dapat kudengar gelak tawa darinya. Aku jadi teringat ucapan Kyuhyun kemarin. Mantan kekasih Kyuhyun adalah mantan kekasih Donghae. Itu artinya, yeoja yang pernah disukai mereka berdua adalah orang yang sama.

“Aku ingin menanyakan kembali masalah kemarin . . .”

Aku bisa menebak arah pembicaraan kami.

“Kurasa aku sudah bisa memberimu jawaban sekarang . . .” tuturku.

“Lalu?”

Aku menghela nafas. “Mianhae, aku tak bisa menjadi kekasihmu . . .”

Kurasa reaksi wajahnya sangat sedih mendengar penolakanku ini. Tapi aku harus jujur, selama ini Donghae hanya kuanggap sebagai teman, tidak lebih. Aku tidak mau membohongi perasaanku sendiri dan juga perasaannya.

“Apa alasanmu?”

“Aku hanya menganggap kau sebagai teman, tidak lebih. Jeongmal mianhae . . .

“Begitu rupanya . . .”

Dapat kudengar nada kekecewaan darinya.

“Kuharap kita tetap berteman baik, ne?

“Baiklah, aku menghormati jawabanmu,” ucapnya.

Aku tersenyum. “Bagaimana kabar Kyuhyun?”

“Kyuhyun?”

Kurasa pertanyaanku mengejutkannya. “Ne, bukankah dia adik tirimu?”

“Kau sudah tahu?”

Ne, aku sudah tahu semuanya.”

Donghae hanya terdiam dan tidak berkata apapun.

“Donghae-ah . . . apa kau masih di sini?”

Ne . . . mianhae jika sebelumnya aku tidak memberitahumu tentang fakta hubungan aku dan Kyuhyun yang sebagai saudara tiri,” lanjutnya.

Gwaenchana, aku hanya terkejut mendengarnya dari Leeteuk. Kyuhyun kemarin juga menemuiku dan sudah menceritakan semua padaku tentang hubungan kalian . . .”

“Sepertinya, kau dan Kyuhyun akrab sekali?”

Aku terkejut mendengar pernyataan Donghae ini. Dari nada suaranya, sepertinya ia tak suka jika aku dekat dengan adik tirinya. Entahlah.

Author POV

Donghae tampak terdiam di ruang kerjanya. Kedua tangannya menopang dagunya, wajahnya terlihat serius berpikir.

“Aish!” runtuknya kesal sembari melempar beberapa barang yang ada di mejanya.

KLEK! Tiba-tiba ada seseorang yang datang dan langsung masuk ke ruangannya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Donghae dingin pada Jessica.

Jessica hanya tersenyum lalu berjalan mendekati Donghae. Yeoja itu tidak sungkan memeluk Donghae yang tengah terduduk di kursinya.

“Tentu saja menemuimu . . .”

Donghae langsung melepaskan pelukan Jessica darinya.

“Kau ini tidak punya rasa malu untuk menemuiku seperti ini . . .”

“Memang kenapa? Kau takut jika Kyuhyun tahu? Sudahlah, lagipula kami sudah resmi berpisah,” jawab Jessica.

Mwo?

“Kemarin dia sudah mengakhiri hubungan kami. Jadi . . .” Jessica kembali memeluk mesra tubuh Donghae. “Kita bisa memulai kembali hubungan kita . . .”

“Jangan gila! Aku tidak mungkin berhubungan lagi denganmu, sudah ada orang lain yang kucintai . . .” ucap Donghae.

“Aku tidak peduli, sejak awal hanya kau yang kucintai. Perasaanku pada Kyuhyun tidak ada apa-apanya dibandingkan perasaanku padamu . . .”

“Jadi, selama ini kau hanya berpura-pura mencintai Kyuhyun? Aku tahu sekarang,” Donghae berjalan mendekat. “Kau memang sengaja berpacaran dengan Kyuhyun karena status keluarganya bukan? Ternyata ambisimu besar juga . . .”

“Sudahlah, untuk apa kita membicarakan masalah Kyuhyun lagi? Saat ini aku hanya mau denganmu saja . . .”

“Lupakan saja! Jangan harap hubungan kita bisa kembali lagi seperti dulu,” tolak Donghae lalu keluar ruangan meninggalkan Jessica.

Kyuhyun POV

“Jessica mantan kekasih Donghae?”

Aku hanya menatap Leeteuk yang tampak kaget mendengar ceritaku. Saat ini kami sedang makan siang di restoran favorit kami.

Ne, itu benar . . .”

“Kau bilang, kau memergoki mereka sedang berpelukan di perusahaan? Apa sampai sekarang mereka masih berhubungan?”

Aku mengangkat pelan bahuku. “Entahlah. Aku tidak mau membahasnya lagi. Dua tahun aku menjalin hubungan dengannya, bagiku sudah tidak ada artinya lagi. Sejak awal, aku sudah menduga jika Jessica sepertinya tidak tulus denganku. Saat aku mengajaknya untuk mengunjungi makam eommaku, dia selalu menolak. Itu membuatku kesal . . .”

“Kau sudah resmi berpisah dengan Jessica?”

Aku mengangguk pelan sembari menyantap hidanganku.

“Bagaimana dengan reaksi appamu? Bukankah kalian sudah membicarakan masalah pernikahan?”

“Aku belum mengatakannya pada appa, nanti sajalah . . .” ucapku.

Leeteuk hanya terdiam sembari melanjutkan pekerjaannya. Kulihat tangannya tidak berhenti bergerak membuat garis-garis desain rumah yang sedang dirancangnya. Temanku ini seorang arsitek, banyak rancangan desain rumahnya digunakan orang-orang dari berbagai kalangan berada.

“Ngomong-ngomong . . . bagaimana hubunganmu dengan Taeyeon? Sudah ada kemajuan?” tanyaku penasaran.

Tangan Leeteuk terhenti. Temanku itu hanya memandangku sembari tersenyum lebar. “Kami . . . sudah resmi berpacaran.”

Mwo?” pekikku terkejut mendengar pengakuannya. “Jinjja? Kalian sudah resmi berpacaran?”

Anggukan Leeteuk membuatku tertawa renyah. Tidak kusangka Taeyeon yang sejak awal menolak keras didekati Leeteuk, akhirnya mau juga berpacaran dengannya. Aku turut senang dengan kebahagiaan temanku ini.

Chukkae . . . kau harus mentraktirku makan malam. Perayaan untuk kalian . . .” ucapku.

Leeteuk menoleh ke arahku sembari tersenyum. “Bagaimana jika kita makan malam bersama? Aku akan menyuruh Taeyeon untuk menyiapkan bahan, kita pesta barbeque saja di rumah mereka.”

Usulan Leeteuk tepat. Aku langsung menyanggupi usulannya itu. Leeteuk meraih ponselnya dan tampak berbicara dengan Taeyeon. Begitu selesai, namja itu langsung tersenyum ke arahku.

“Dia setuju . . .”

“Bagus,” balasku senang.

Leeteuk bergegas menyelesaikan pekerjaannya. Begitu urusannya selesai, kami pun bergegas pergi menuju rumah Yoona dan Taeyeon.

Yoona POV

Ah, rasanya ingin sekali aku membantu mereka menyiapkan pesta barbeque. Tapi, Taeyeon menyuruhku untuk duduk saja dan menunggu mereka.

“Aku juga ingin membantu kalian . . .”

“Tidak perlu, kau tunggu saja di situ,” ucap Taeyeon.

Aku mendengus kesal mendengarnya. Tiba-tiba kudengar suara seseorang di dekatku.

“Baiklah, aku akan duduk di samping Yoona dan menunggu kalian menyiapkan barbequenya . . .”

“Kyuhyun, kau tidak membantu mereka?” tanyaku.

“Aku ingin menemanimu saja, lagipula mereka yang berkewajiban menyiapkan semua makan malam. Bukankah mereka sudah resmi berpacaran?”

Aku tertawa mendengar ucapannya. “Kau benar . . .”

“Aish, kau curang Cho Kyuhyun!” ucap Leeteuk kesal.

“Sudahlah, jangan banyak bicara! Cepat kerjakan tugasmu . . .” bentak Taeyeon.

Chagi . . .

Aku mendengar tawa Kyuhyun yang begitu keras. “Wae?

Kurasakan nafas Kyuhyun begitu dekat di telingaku. Namja di sampingku ini tampak berbisik padaku. “Mereka berdua benar-benar mesra . . .”

Aku tersenyum geli mendengarnya.

“Yoong, jangan pernah dengarkan apapun yang keluar dari mulutnya,” ancam  Taeyeon.

Tawaku dan Kyuhyun semakin keras. Mungkin pendapat kami sama. Walau sifat keduanya sangat kontras, menurutku Taeyeon sangat serasi dengan Leeteuk.

Kajja . . . makan malam sudah siap . . .” ucap Leeteuk.

Author POV

Kyuhyun, Yoona, Taeyeon dan Leeteuk tampak menikmati makan malam bersama di rumah Yoona dan Taeyeon. Mereka sangat menikmati kebersamaan mereka yang terjalin cukup singkat. Walau baru beberapa hari saling mengenal, mereka sudah akrab satu sama lain. Terutama hubungan Taeyeon dan Leeteuk yang sudah resmi berpacaran.

Chukkae untuk kalian berdua . . .” ucap Yoona pada Taeyeon dan Leeteuk.

“Kau sudah berapa kali mengatakan hal itu,” kata Taeyeon.

“Biar saja, aku sangat senang. Akhirnya Leeteuk berhasil membuat hatimu jatuh cinta padanya . . .” ujar Yoona terkekeh.

“Yoong . . .” Taeyeon tersipu malu mendengar ledekan temannya.

“Kau benar, Yoong. Temanmu ini akhirnya menyerah pada pesona yang kumiliki . . .” lanjut Leeteuk.

Pernyataan Leeteuk itu membuat tawa Kyuhyun dan Yoona kembali keluar. Taeyeon hanya menatap tajam ke arah namjachingunya.

“Rasa percaya dirimu besar sekali . . .” ucap Taeyeon.

“Tentu saja, apalagi karena aku berhasil mendapatkanmu,” balas Leeteuk tak mau kalah.

Taeyeon langsung mencubit gemas lengan Leeteuk hingga membuat namja itu meronta kesakitan. Kyuhyun semakin tertawa melihat sikap keduanya.

“Apa yang dilakukan mereka?” tanya Yoona penasaran.

Kyuhyun kembali berbisik pada Yoona. “Mereka seperti anak kecil, saling cubit satu sama lain . . .”

“Hei, Kyu! Berhentilah membual pada temanku . . .” ucap Taeyeon.

“Aku berbicara fakta. Tidak membual. Kenapa sampai sekarang sikapmu masih kasar padaku? Kau kan sudah resmi berpacaran dengan temanku, tidak bisakah kau bersikap baik padaku . . . ?”

“Kyuhyun benar, mau sampai kapan kau bersikap padanya?” lanjut Yoona.

“Aish, kalian sekarang sudah kompak melawanku ya . . .” Taeyeon mengambil minumnya dan mengibas-ibas rambutnya.

“Kau kepanasan?” Leeteuk langsung mengambil kipas yang ada di meja dan mengipaskannya pada Taeyeon.

Gomawo . . . chagi,” ucap Taeyeon.

“Wah, akhirnya kau mau bersikap mesra juga padaku . . .” goda Leeteuk.

Ekspresi Taeyeon kembali bersiap marah. Leeteuk langsung bergeser dan tersenyum lebar padanya. Kyuhyun tertawa terbahak-bahak melihat sikap temannya itu. Sementara Yoona hanya tersenyum bahagia atas pasangan yang baru saja resmi berpacaran itu.

Kyuhyun POV

Aku mengajak Yoona untuk berbicara berdua agak berjauhan dengan posisi Taeyeon dan Leeteuk.

“Kau begitu senang?” tanyaku pada Yoona. Raut wajahnya terlihat bahagia.

Anggukan Yoona membuatku tersenyum.

“Aku senang akhirnya Taeyeon punya kekasih. Selama ini kami hanya selalu berdua. Aku sempat berpikir, mungkin saja Taeyeon merasa kesepian atau bosan jika terus-terusan bersamaku saja . . .”

Aku terkejut mendengar ucapannya. Tidak kusangka, dibandingkan memikirkan kondisinya yang jauh lebih membutuhkan orang lain dibandingkan siapapun, Yoona justru mengutamakan kepentingan orang lain.

“Kau benar-benar hebat . . .”

Aku yakin ucapanku membuatnya bingung. Kulihat Yoona menoleh sembari mengernyitkan dahinya.

“Apa maksudmu?”

“Kau selalu mengutamakan kepentingan orang lain, aku semakin kagum padamu . . .”

Wajahnya tampak bersemu merah. Semakin terlihat cantik. Aku melihat kesederhanaan yang ada pada diri Yoona membuatnya terlihat sebagai sosok yeoja yang sangat mandiri dan tegar. Aku sama sekali tidak peduli dengan kekurangan yang dimilikinya. Aku benar-benar kagum dengan kesederhanaannya itu.

“Kau tahu, aku belum pernah bertemu dengan orang sepertimu, Im Yoona . . .”

“Apa ini sebuah pujian?”

Entah apa yang merasuki diriku, tanganku refleks menggenggam tangannya.

“Aku tidak tahu, apakah ini terlalu cepat . . .”

Kulihat Yoona terdiam seolah menungguku melanjutkan ucapanku.

“Kurasa aku telah jatuh cinta padamu . . .”

Dapat kulihat keterkejutan tergurat jelas di wajahnya. Tak lama setelah itu wajahnya memerah. Yeoja itu tersenyum sembari tertunduk malu.

“Kau benar-benar jatuh cinta padaku? Kau tahu aku tidak bisa melihat,” ucapnya.

“Aku tidak peduli dengan kondisimu, karena yang kulihat hanyalah hatimu, Yoong.”

Yoona kembali tersenyum. Tiba-tiba ia memeluk erat lenganku dan menyenderkan kepalanya di bahuku.

“Jika ucapanmu benar-benar tulus, kurasa aku juga sama . . .”

Aku mengernyitkan dahiku. “Maksudmu?”

“Aku juga jatuh cinta padamu . . .” lanjut Yoona.

Aku tersenyum mendengarnya. Tanpa diduga, hanya dengan kalimat sederhana yang terucap dari mulut kami, hubunganku dan Yoona berubah dari sahabat menjadi sepasang kekasih.

Author POV

Sosok namja tampak menatap kesal ke arah empat orang yang tengah menikmati pesta barbeque di rumah Yoona dan Taeyeon. Perhatiannya tertuju pada Yoona yang tengah memeluk lengan Kyuhyun dengan mesra. Begitu juga wajah Kyuhyun yang terlihat memancarkan kebahagiaan yang sedang mereka rasakan.

Tangan namja itu mengepal, matanya menatap tajam pada keduanya. Amarahnya memuncak. Jelas pemandangan yang dilihatnya membuat hatinya hancur berkeping-keping.

“Kali ini . . . aku tidak akan mengalah lagi padamu, Cho Kyuhyun,” ucap Donghae.

-TBC-

Huah, akhirnya jadi juga kelanjutan FF yang satu ini. Agak lama ya? Mian kalo ceritanya kurang gimana gitu hehe. Sebenarnya dari kemarin pengen banget ngelanjutin nulis FF, tapi emang nggak bisa nolak kalo harus ngerjain tugas kuliah yang numpuk hehe. Kuharap kalian suka dan nggak bosan nunggu kelanjutan FF lainnya ya, gomawo😀

signature

42 thoughts on “Just For You – Chapter 4

  1. zubaidah says:

    Astaga apa yang akan donghae lakukan?
    Memisahkan yoona dgn kyuhyun kah..
    Semoga gk..
    Donghae udh terima aja kalo udh ditolak
    Mungkin yoona bukan jodohmu.

  2. sastroyoon says:

    keren . hebat bgt cara mengungkapkan keadaan, ekspresi atau situasi yg ada kedalam sebuah kalimat. author bner2 keren🙂 gue harus baca semua ff disini . author n kyuna jjang😀

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s