Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 8


srghyomyboss5

Title : 

“Saranghaeyo, My Boss!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Genre :

Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

Yoona masuk ke restoran dan menemui Shin ajussi. Shin ajussi terkejut saat melihat Yoona datang.

“Apa Kyuhyun sudah baikan?” tanya Shin ajussi.

Yoona mengangguk. “Ne, ajussi. Sekarang dia bersama Sooyoung.”

Shin ajussi terdiam saat mendengar Sooyoung datang ke rumah. Ia merasa tidak enak pada Yoona.

“Kau ingin bekerja?” tanya Shin ajussi saat melihat Yoona masih berdiri di depannya.

Yoona menggeleng, “Jika diizinkan, aku ingin jalan-jalan sebentar, ajussi . . .

“Apa ada masalah?” tanya Shin ajussi penasaran.

Ani . . . aku hanya ingin jalan-jalan, itu saja,” jawab Yoona.

Shin ajussi memperhatikan Yoona. Wajah yeoja itu terlihat sedih. “Baiklah, kau boleh pergi.”

Yoona membungkukkan badan lalu pergi keluar restoran. Shin ajussi masih memperhatikan Yoona sampai yeoja itu tidak terlihat.

“Aku merasa kasihan padanya, sampai kapan Kyuhyun akan bersikap seperti itu terus,” gumam Shin ajussi lirih.

Yoona berjalan menyisiri keramaian kota. Yeoja itu terlihat berusaha menenangkan hatinya.

Yoona POV

Langkah kakiku terus membawaku menyisiri mall yang tampak ramai. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Tiap mengingat saat ini Kyuhyun bersama Sooyoung membuat dadaku terasa sesak. Aku benar-benar tersiksa melihat keakraban mereka. Apalagi saat aku tahu, Kyuhyun selamanya akan mencintai Sooyoung.

Tanpa kusadari air mataku menetes. Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan? Aku sangat mencintai Kyuhyun. Ingin rasanya aku terus berada di sisinya. Tapi, aku juga tidak bodoh dan tahu perasaan Kyuhyun hanya untuk Sooyoung, bukan aku.

Kyuhyun POV

Aku keluar dari kamar dan hanya mendapati Shin ajussi sedang menyiapkan makan malam. Dimana Yoona? Kenapa aku tidak melihatnya.

“Kau sudah merasa lebih baik?” tanya Shin ajussi.

Aku mengangguk pelan. “Ajussi . . . kau pulang sendirian? Mana Yoona?”

Shin ajussi menoleh ke arahku. “Dia belum pulang?”

“Kata Sooyoung, bukankah dia pergi ke restoran . . .”

Ne, dia memang ke restoran. Tapi, tadi dia keluar. Katanya ingin jalan-jalan sebentar. Ke mana anak itu? Kenapa sampai jam makan malam belum kembali?”

Mendengar hal itu, ada rasa panik menderaku. Aku langsung mengambil jaketku dan bergegas keluar tanpa memperdulikan kondisiku yang masih lemas.

“Kau mau ke mana? Kondisimu belum pulih . . .” ucap Shin ajussi. Kubiarkan saja peringatannya itu.

Aku bergegas mencari Yoona. Rasa khawatir terus menyelubungi diriku. Aku masih memperhatikan sekeliling rumah, hingga akhirnya mataku berhenti di satu titik. Kulihat Yoona sedang berjalan dari arah timur dengan langkah pelannya. Ia sendiri terlihat kaget saat melihatku berdiri di depan rumah.

“Apa yang kau lakukan di luar? Kau kan sedang sakit . . .” kata Yoona panik.

“Kemana saja kau ini?! Kenapa baru pulang sekarang?!” bentakku kesal.

“Kau menungguku?” tanya Yoona kaget.

“Sudah jelas, masih tanya . . .”

Entah kenapa, begitu khawatirnya terhadap Yoona, yang keluar dari mulutku malah kata-kata kasar. Ah, payah. Aku langsung berbalik masuk, namun karena masih lemas, sesaat aku nyaris ambruk ketika hendak menaiki tangga. Yoona langsung bergegas membantu memapahku masuk ke dalam.

“Kau seharusnya berbaring di kamar . . . kenapa justru keluar untuk menungguku,” ucapnya lembut.

Aku menoleh ke arah yeoja yang sedang memapahku ini. “Jangan keluar tanpa pamit, kau membuatku cemas . . .”

Kulihat wajahnya memerah mendengar ucapanku. Begitu juga denganku, debaran jantungku kurasa semakin kencang saat Yoona memberikan perhatian padaku.

Author POV

Usai Kyuhyun tertidur, Yoona keluar dari kamar untuk mengambil air minum. Ternyata Shin ajussi juga sedang membereskan meja makan.

“Apa dia sudah tidur?” tanya Shin ajussi.

Yoona mengangguk sambil meminum segelas air putih di tangannya.

“Sudah lama aku ingin menanyakannya padamu,” kata Shin ajussi tiba-tiba.

“Ada apa, ajussi?” Yoona terlihat penasaran.

“Kau . . . . menyukai Kyuhyun, bukan?” tanya Shin ajussi.

Yoona tersedak saat mendengar pertanyaan Shin ajussi.

“Bagaimana . . . . . ajussi . . . ,” Yoona kehabisan kata-kata saat hendak menjawab.

Shin ajussi tersenyum. “Bagaimana bisa tahu? Itu terlihat jelas di wajahmu,” goda Shin ajussi.

Yoona memegangi wajahnya yang terasa memanas. “Ah, ajussi . . .

Shin ajussi tersenyum. “Itu bagus, menurutku Kyuhyun juga . . .”

“Tidak, ajussi. Dia tidak menyukaiku,” potong Yoona.

“Apa maksudmu? Apa dia sendiri yang bilang padamu?” tanya Shin ajussi kaget.

Yoona menggeleng. “Ani, aku belum bilang padanya soal perasaanku ini. Tapi, waktu itu aku tanpa sengaja menjatuhkan kotak yang ada di atas lemari di kamarnya. Aku melihat foto-foto Kyuhyun dengan Sooyoung dan Siwon. Lalu, aku juga melihat banyak foto Kyuhyun berdua dengan Sooyoung. Bahkan, aku juga sempat membaca ada kertas yang bertuliskan ungkapan hati Kyuhyun untuk Sooyoung. Meskipun Sooyoung sudah bertunangan, dia mengatakan akan selamanya menyukai Sooyoung.”

Shin ajussi kaget saat mendengar pengakuan Yoona. Ia tidak menyangka jika yeoja itu sudah mengetahui perasaan Kyuhyun terhadap Sooyoung.

“Itu memang benar, tapi sudah lama sekali. Kurasa hatinya pasti sudah berubah, mana mungkin terus menunggu orang yang tidak akan pernah didapatkannya,” kata Shin ajussi.

Yoona tersenyum. “Jangan berusaha menghiburku, ajussi. Aku tidak apa-apa. Sejak awal, memang seharusnya aku tidak menyukainya. Aku tahu, perhatiannya padaku hanya sebatas teman atau kepada karyawannya bahkan mungkin seperti adik baginya, karena usiaku terpaut 5 tahun di bawahnya.”

“Yoona . . . .” Shin ajussi merasa kasihan terhadap yeoja di depannya itu.

Yoona berusaha untuk tegar. Ia tidak ingin membuat Shin ajussi merasa kasihan terhadapnya. “Ini sudah malam, sebaiknya aku pergi tidur. Besok masih harus bekerja,” ujar Yoona lalu bergegas masuk ke kamar.

Melihat Yoona yang tampak sedih, Shin ajussi merasa kasihan dengannya.

“Kenapa jadi rumit begini,” gumam Shin ajussi lirih.

ooOoo

Sooyoung datang menemui Siwon di tempat kerjanya. Siwon terkejut karena Sooyoung tidak memberi kabar soal kedatanganya.

“Ada apa? Kenapa tidak memberitahuku kalau akan datang,” tanya Siwon.

“Kau terkejut? Kenapa akhir-akhir ini kau seperti menghindariku,” bentak Sooyoung kesal.

Siwon memalingkan wajahnya. “Aku sedang sibuk, kita bicara lain kali saja.”

Sooyoung semakin kesal dengan sikap tunangannya yang terlihat berubah. Namun perhatiannya langsung tertuju pada bibir kiri Siwon yang terlihat terluka.

“Ada apa dengan wajahmu? Kau habis berkelahi?” tanya Sooyoung panik.

Siwon tidak menjawab. Sooyoung langsung teringat dengan kondisi Kyuhyun yang juga babak belur sebelumnya.

“Kau berkelahi dengan Kyuhyun?” tanya Sooyoung memastikan.

Siwon menatap ke arah Sooyoung. Lalu kembali fokus pada pekerjaan. “Kau sudah tahu.”

Mendengar hal itu Sooyoung semakin yakin dengan dugaannya. “Kalian berkelahi karena Yoona?”

Siwon tetap cuek. Sooyoung lalu mendekat dan menggebrak meja kerja Siwon.

“Jawab aku!!” bentak Sooyoung.

Ne, itu benar.” Siwon menatap tajam ke arah Sooyoung.

Sooyoung terdiam. “Ada apa denganmu? Kenapa kau berubah seperti ini?”

“Aku hanya lelah, benar-benar lelah,” jawab Siwon.

“Apa kau menyukai . . . .”

Ne, aku menyukainya,” potong Siwon. Sooyoung langsung shock mendengarnya. Ia menangis, tidak terima dengan perlakuan Siwon.

“Kenapa? Kenapa kau mudah berpaling hati? Kenapa kau mencampakkanku begitu saja?? Kenapa kau begitu tega padaku? Apa aku sama sekali tidak ada artinya bagimu? Lalu bagaimana dengan hubungan kita?!”” raung Sooyoung.

Siwon terdiam. Ia tahu keputusannya itu salah.

Mianhae, aku benar-benar lelah. Kita memang sudah bertunangan, tapi saat aku melihatmu bersama Kyuhyun, aku merasa kau menyukainya, bukan aku. Aku terus menahan perasaan itu, dan berusaha untuk tetap memperhatikanmu. Tapi, kali ini aku tidak sanggup lagi, aku benar-benar lelah. Jeongmal mianhae,” jawab Siwon.

Sooyoung tidak dapat menahan kemarahannya. Ia langsung bergegas keluar dari ruang kerja Siwon. Yeoja itu langsung masuk ke mobilnya. Ia benar-benar terluka dan marah. Semua perubahan Siwon dan Kyuhyun itu langsung dianggapnya akibat kehadiran Yoona.

“Seharusnya dia tidak datang. Seharusnya dia tidak bekerja di restoran, tidak tinggal bersama Kyuhyun dan Shin ajussi. Seharusnya ia tidak bertemu Siwon! Seharusnya ia tidak datang di kehidupanku!!! Dia benar-benar pengacau!!!” hardiknya kesal. Lalu bergegas memacu mobilnya menuju restoran untuk membuat perhitungan dengan Yoona.

Tidak butuh waktu lama bagi Sooyoung untuk ke restoran. Begitu tiba, ia melihat Yoona sedang membereskan meja pengunjung yang berada di luar. Tanpa basa-basi, ia langsung menghampiri Yoona dan menamparnya. Shin ajussi, Donghae dan Jessica terkejut melihatnya. Begitu juga dengan pengunjung yang duduk di luar.

Yoona POV

PLAK! Aku terkejut saat Sooyoung datang ke restoran dan langsung menamparku. Aku memegangi pipiku yang kesakitan dan masih memandangnya dengan sejuta tanya.

“Sebenarnya apa maumu? Kau datang ingin merebut tunanganku? Berani sekali kau!” hardik Sooyoung.

Pertanyaannya benar-benar membuatku bingung. “Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti . . .”

“Jangan berlagak bodoh, kau benar-benar licik. Berpura-pura baik di depan semua orang, tapi punya niat terselubung. Bahkan, Kyuhyun juga mulai terpengaruh olehmu, hebat sekali! Harusnya kau tidak datang ke sini! Harusnya kau tidak datang di kehidupan kami?!” bentak Sooyoung. “Tahukah kau, kenapa kemarin Kyuhyun babak belur hingga pingsan? Itu karena dia berkelahi dengan Siwon dan itu semua karena kau!!!”

Cerita Sooyoung benar-benar membuatku shock. Aku tidak tahu harus berkata apa. Tubuhku gemetar. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengacaukan mereka.

Sooyoung masih menunggu jawaban dariku. Saat ini, kami sedang berdiri di dekat tangga restoran. Kuperhatikan Sooyoung yang tampak memperhatikan ke bawah lantai. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Dari pandanganku, Sooyoung tiba-tiba menjatuhkan dirinya dari ke bawah tangga. Aku terkejut setengah mati. Tapi, perhatianku langsung tertuju pada Kyuhyun yang tanpa kuduga sudah berjalan naik.

“Apa yang kau lakukan, Im Yoona?!”

Jebakan. Ini jebakan. Mungkinkah Sooyoung berusaha memfitnahku di hadapan Kyuhyun?

“Aku . . . aku tidak melakukan apapun. Bukan aku . . .” ucapku berusaha menjelaskan pada Kyuhyun.

Tapi percuma saja, Kyuhyun sama sekali tidak mau mendengarkan ucapanku. Ia sudah termakan dengan rencana Sooyoung. Namja itu langsung bergegas membawa Sooyoung menuju mobilnya dan membawanya pergi. Shin ajussi, Donghae dan Jessica langsung bergegas menghampiriku.

“Apa dia sudah gila?” gumam Donghae.

“Jelas-jelas aku melihat dia yang menjatuhkan tubuhnya sendiri . . .” sambung Jessica.

Tubuhku masih gemetar. Hatiku benar-benar terluka mendengar ucapan Kyuhyun.

“Tenanglah, kau jangan khawatir. Kami saksinya, Kyuhyun pasti akan mendengarkan . . .”

Ani . . . dia tidak percaya padaku, ajussi. Dia  tidak mempercayaiku . . .” ucapku lirih.

Kyuhyun POV

Benar-benar di luar dugaanku. Apa yang dilakukan Yoona kali ini sungguh keterlaluan. Aku tidak mungkin memaafkannya begitu saja.

Aku mengantarkan Sooyoung ke rumah sakit. Syukurlah kakinya hanya terkilir dan sudah diperbolehkan pulang. Begitu dari rumah sakit, aku mengantarkannya kembali ke rumahnya.

“Beristirahatlah . . .” ucapku padanya.

Sooyoung mengangguk sembari tersenyum.

“Kau jangan memarahi Yoona, ini salahku . . .” ucap Sooyoung merasa bersalah.

“Kau terlalu baik. Masih membela Yoona padahal jelas dia yang salah,” kataku kesal. “Untung saja kau hanya terkilir . . .”

Tiba-tiba Sooyoung menggenggam tanganku. Aku melihat ada kesedihan tergurat di wajahnya.

“Ada apa? Kenapa kau terlihat bersedih . . .”

Sooyoung terisak. “Oppa . . . apa yang harus kulakukan, Kyu?”

Wae?

“Dia bilang padaku bahwa dia menyukai Yoona . . .”

Mwo?! Dia bilang seperti itu?”

Sooyoung mengangguk pelan. “Bahkan, dia bilang seharusnya aku bersamamu. Bukan dengannya . . .”

Aku mengernyitkan dahiku. Sedikit bingung dengan perkataan Sooyoung.

“Hanya kau yang sekarang kumiliki, Kyu  . . .” ucap Sooyoung. “Jangan pernah tinggalkan aku, ne?

Aku sedikit terkejut dengan ucapannya. Ada apa dengan Sooyoung? Kenapa mendadak mengatakan hal aneh seperti ini?

“Sebaiknya, kau selesaikan masalahmu dengan Siwon-hyung . . .”

Author POV

Kyuhyun pulang dengan wajah kesal. Dari apa yang ia lihat, Yoona mendorong Sooyoung. Membuatnya semakin marah. Namja itu masuk ke rumah dan mendapati Shin ajussi dan Yoona sudah menunggunya di ruang tamu.

“Kau sudah pulang? Bagaimana kondisi Sooyoung?” tanya Shin ajussi.

“Tidak apa-apa, hanya terkilir,” jawab Kyuhyun lalu menatap tajam ke arah Yoona dan menghampirinya.

“Kau keterlaluan! Tega sekali kau melukai Sooyoung,” ucap Kyuhyun.

Yoona tersentak mendengarnya. “Sudah berapa kali kukatakan, bukan aku yang melakukannya. Itu perbuatannya sendiri.”

“Kau masih tidak mengaku?” Kyuhyun semakin memuncak emosinya. “Cukup. Aku tidak mau lagi bicara denganmu! Bahkan kau juga penyebab rusaknya hubungan Siwon-hyung dan Sooyoung. Kau benar-benar pengacau!” ucapnya lalu masuk ke kamar sambil membanting pintu.

Yoona tidak dapat menahan air matanya. Shin ajussi merasa kesal dengan perlakuan Kyuhyun. Keponakannya itu benar-benar termakan omongan oleh Sooyoung. Sejak awal, Shin ajussi tidak terlalu menyukai kepribadian Sooyoung. Ia egois dan selalu ingin menjadi pusat perhatian. Terlihat jelas jika ia merasa tersaingi dengan kehadiran Yoona karena Kyuhyun dan Siwon sangat memperhatikan yeoja itu.

“Yoona, sebaiknya kau . . . “

Gwaenchana, ajussi. Aku akan pergi tidur,” ucap Yoona lalu masuk ke kamar. Shin ajussi hanya bisa menatapnya dengan perasaan iba.

Yoona tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Ia benar-benar terluka dengan perkataan Kyuhyun. Ia pun mengambil tas dan merapikan semua barang-barangnya.

“Mungkin, sejak awal seharusnya aku tidak datang ke sini. Aku benar-benar mengacaukan semuanya. Jika kau memang tidak ingin lagi bicara denganku, untuk apa aku terus di sini,” gumamnya lirih lalu kembali menangis.

Pagi-pagi sekali sebelum Shin ajussi dan Kyuhyun bangun, Yoona bergegas keluar sambil membawa barang-barangnya. Keputusannya untuk meninggalkan mereka sudah bulat. Yoona berjalan dan berhenti di depan restoran. Sesaat ia terdiam dan mengenang kembali saat-saat bekerja bersama semuanya. Ia merasa, mereka sudah menjadi bagian dari hidupnya. Lalu ia memperhatikan ke arah rumah Shin ajussi dan Kyuhyun.

‘Kyuhyun . . . terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakan kalian. Kuharap kau selalu sehat dan hidup bahagia. Aku pergi dengan membawa perasaanku padamu yang belum sempat kusampaikan. Terima kasih atas semua bantuanmu’

Yoona pun pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan Shin ajussi dan Kyuhyun.

ooOoo

Kyuhyun POV

Aku terbangun dengan penampilan kusut. Rasanya aku masih kesal dengan peristiwa kemarin. Aku berjalan keluar dari kamar dan melihat Shin ajussi sedang menyiapkan sarapan.

“Sikapmu kemarin sungguh keterlaluan. Kau sama sekali tidak memberikan kesempatan pada Yoona untuk menjelaskan . . .” ucap Shin ajussi.

Aku langsung malas mendengarnya. “Untuk apa ajussi membahasnya lagi, membuat suasana hatiku kembali panas saja . . .”

“Kau tidak tahu? Sebelum kau datang, Sooyoung yang memulai pertengkaran. Dia datang tiba-tiba dan langsung menampar Yoona sambil marah-marah. Lalu, aku melihat dia sendiri yang sengaja menjatuhkan tubuhnya. Kukira itu tindakan gila. Donghae dan Jessica juga sependapat. Dan saat itulah kau muncul, dan membuatku yakin jika Sooyoung sengaja melakukannya agar Yoona terlihat buruk di matamu,” ucap Shin ajussi.

Aku tersentak mendengarnya. Seketika bibirku terasa kelu dan tidak sanggup mengatakan apapun.

“Sooyoung mungkin kakinya yang terluka dan segera sembuh, tapi tidak dengan Yoona. Hatinya yang justru terluka dan itu sulit untuk menyembuhkannya . . .” lanjut Shin ajussi. “Kau bahkan menuduhnya sebagai penyebab rusaknya hubungan Siwon dan Sooyoung. Sungguh keterlaluan!”

Aku semakin gelisah mendengarnya. Aku memang tidak dapat menyangkal perkataan Shin ajussi. Apa yang diucapkan Shin ajussi memang benar. Sesaat, aku merasa bersalah atas sikapku terhadap Yoona.

“Jam berapa sekarang? Kenapa ia belum keluar dari kamar?”

Kulihat Shin ajussi bergegas menghampiri kamar Yoona dan mengetuk pintunya. Aku hanya tertunduk sembari merenungkan kembali ucapannya.

“Kyuhyun, kemarilah! Kenapa kamarnya begitu rapi?” seru Shin ajussi mengejutkanku.

Aku langsung menghampirinya dan terkejut saat mendapat kamar Yoona kosong. Aku menyisiri kamarnya yang tampak rapi dan bersih. “Barang-barangnya tidak ada, ajussi . . .”

“Apa dia pergi meninggalkan rumah?” tanya Shin ajussi.

Seketika hatiku terasa kalut. Aku langsung bergegas keluar dan mencari Yoona. Pergi ke restoran, menyisiri taman yang menjadi tempat favoritku bersama Yoona, pergi ke restoran tempat Yoona bekerja dulu, tapi yeoja itu tidak kutemukan. Kemana dia? Kali ini aku tidak dapat menemukannya dimanapun.

“Apa yang sudah kulakukan? Apakah kau benar-benar terluka, hingga pergi tanpa pamit seperti ini?”

Yoona POV

Aku berjalan masuk ke sebuah apartemen. Tanganku memegang secarik kertas yang bertuliskan nomor kamar yang ingin kutuju. Hingga akhirnya aku berhenti di depan kamar yang kucari. Setelah kurasa benar, aku menekan bel kamar tersebut.

“Siapa?”

Aku melihat sosok yeoja yang keluar dari kamar tampak terkejut mendapatiku sudah berdiri dengan beberapa barang yang kuletakkan di lantai.

“Yoona . . .”

“Boleh aku tinggal sementara di tempatmu, sunbae . . .” ucapku sembari tersenyum pada Jessica.

Jessica masih menatapku dengan bingung. Hingga akhirnya ia mengangguk lalu mengizinkanku masuk.

“Kau . . .” Jessica memperhatikan beberapa barang yang kubawa. “Apa yang terjadi?”

Aku terdiam sejenak dan tersenyum tipis. “Aku . . . pergi dari rumah Kyuhyun dan Shin ajussi.”

Mwo? Maksudmu, kau kabur? Pergi tanpa pamit?”

Aku mengangguk pelan. Membuat wajah Jessica semakin bingung.

“Apa ini ada hubungannya dengan kejadian kemarin?”

Ne, kau benar. Kurasa aku memang sudah mengacaukan hubungan mereka bertiga, aku merasa bersalah. Lebih baik, aku pergi dari kehidupan mereka . . .”

“Menurutku kau tidak salah. Mereka yang terlalu egois dan lebih mementingkan diri mereka sendiri daripada kau . . .”

Aku terkejut saat mendengar ucapan Jessica yang begitu menenangkan pikiranku. “Wah, tidak seperti biasanya kau mengatakan hal baik tentangku . . .”

Jessica tersenyum. “Pandanganku terhadapmu sudah berubah, mianhae atas sikapku padamu sebelumnya . . .”

Aku tersenyum senang. Beruntung hubunganku dengan Jessica dan Donghae masih berjalan baik, apalagi dengan Shin ajussi. Aku sudah menganggapnya seperti orang tuaku sendiri. Lalu, bagaimana aku harus menghadapi Kyuhyun, Sooyoung dan juga Siwon? Kurasa aku memang telah merusak hubungan mereka.

“Jadi, kau tidak akan berangkat ke restoran?” tanya Jessica.

Aku menggeleng pelan. “Kumohon padamu, jangan katakan pada siapapun jika aku tinggal bersamamu. Khususnya pada bos . . .”

Jessica menghela nafas. “Baiklah, aku tidak akan bilang pada siapapun. Kecuali, Donghae. Aku tidak bisa menjaga rahasia ini sendirian . . .”

Author POV

Sejak restoran buka, Kyuhyun terus mengurung diri di ruang kerjanya. Ia tidak berbicara sedikitpun. Wajahnya terlihat tidak bersemangat sejak tahu Yoona telah pergi dari rumah. Kontan kondisinya itu mengundang tanya bagi Donghae.

“Apa yang terjadi, ajussi? Benarkah Yoona pergi dari rumah?” tanya Donghae.

Shin ajussi tidak berkata banyak. Ia hanya mengangguk pelan. Mendengar hal itu, Donghae terlihat bersedih. Perhatiannya beralih pada Jessica yang jauh terlihat tenang.

“Kau sama sekali tidak mengkhawatirkannya? Atau justru senang karena Yoona sudah pergi?”

Jessica hanya tersenyum mendengarnya.

“Rupanya benar? Kau senang jika Yoona tidak bekerja lagi di sini?!”

“Hentikan ucapanmu, kau tidak ada hak untuk menilaiku seperti itu . . .”

Donghae mengernyitkan dahinya. “Apa maksudmu?”

Jessica terlihat menyuruh Donghae untuk mendekat. Yeoja itu terlihat berbisik. “Sekarang dia tinggal di apartemenku . . .”

Mwo? Jinjja?” teriak Donghae senang.

“Bisakah kau kecilkan suaramu . . !” bentak Jessica.

“Yoona tinggal bersamamu?” tanpa sengaja Shin ajussi mendengar pembicaraan keduanya.

“Ah, ne, ajussi. Yoona menyuruhku untuk tidak mengatakannya pada siapapun, terutama bos . . .”

“Baguslah. Aku lega jika dia tinggal bersamamu,” ucap Shin ajussi.

“Kau tidak akan mengatakannya pada bos kan, ajussi?” tanya Jessica.

“Tentu saja tidak. Biar dia menanggung sendiri kesalahannya pada Yoona,” ucap Shin ajussi.

Ketiganya tampak tertawa lebar sembari tersenyum. Mereka akan merahasiakan keberadaan Yoona agar Kyuhyun dapat menyadari kesalahan yang dilakukannya pada yeoja itu.

Kyuhyun tertunduk lemas. Ia kembali memperhatikan jam dindingnya. Waktu terasa sangat lama baginya. Namja itu membuka laci di meja kerjanya dan mengambil selembar kertas yang berisi gambar wajahnya. Tidak lain gambar itu merupakan buatan Yoona. Ia kemudian membalikkan kertas itu dan baru menyadari ada tulisan kecil di baliknya.

Dia

Namja yang terpaut 5 tahun di atasku

Kesan pertamaku, dia orang yang berhati dingin, suka memerintah dan cerewet

Walau baru sebentar aku mengenalnya

Aku melihat sisi lain dirinya

Aku bisa merasakan kelembutan dan kehangatan darinya saat menjagaku ketika aku sakit

Sungguh, perasaan apa ini yang ada pada diriku?

Entah kenapa setelah aku berhenti bekerja

Aku sangat merindukannya

Kurasa, aku memang jatuh cinta pada Cho Kyuhyun

Kyuhyun tersentak saat membaca tulisan itu. Hatinya benar-benar kalut. Tidak tahu harus berbuat apa. Ia merasa perbuatannya pada Yoona kemarin adalah kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan.

-TBC-

Hore, jadi juga nih kelanjutannya *tepuk tangan*halah lebay* hehe. Kuharap kalian suka dengan kelanjutannya. Untuk FF The True Love masih proses, harus bersabar ya, gomawo😀

signature

50 thoughts on “Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 8

  1. Mayang says:

    Rasain kyu nyesel kan sekarang -_-
    soo bener” nekat -_-
    bentar deh , aq agak bingung deh masalah letak rumah sama restoran nya ,emang seh agak gg penting tapi penasaran aja , hehe
    emang deket ya jarak nya ???!

  2. Im Shanty_ says:

    Nyesekk dan akhirnya mengalirlah sungai dari pelupuk mataku *plakk*😄
    Sukurin kamu epil, akhirnya nyesel juga kan? u.u
    Thor please new ff other cast nya kalau bisa member snsd lain yah? Jangan Jessica terus. Gomawo

  3. elvi says:

    Yyyaakkk,,, kyu jahat bgt ma yoona…
    Gk mau dgr penjelasan dari yoona…
    Yoona malah kabur,,, wwaahh tu si kyu panik n mrasa bersalah jg nyesel…
    Apalagi kyi jg udah tau prasaa yoona ke dy….
    Hwwwuaaa,,, penyesalan emank slalu dtg terlambat yah…

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s