Just For You – Chapter 5


justforyou3

Title : 

“Just For You”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Other Cast :

Park Jungsoo Super Junior

Kim Taeyeon SNSD

Genre :

Romance, Sad

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

“Kau ingin bekerja di perusahaan?” tanya Mr. Cho terkejut saat mendengar penuturan Kyuhyun. Mereka tengah menikmati sarapan bersama yang jarang sekali diikuti oleh Kyuhyun. Sejak bertemu dengan Yoona, yeoja yang saat ini resmi menjadi kekasihnya, banyak perubahan yang terjadi dalam diri Kyuhyun.

Ne, appa . . .”

Mr. Cho masih menatap tak percaya pada putranya itu. Berbeda dengan Mrs. Cho yang tersenyum senang mendengarnya.

“Kau sungguh-sungguh? Tidak sedang bercanda kan?”

Kyuhyun mendesah. “Appa . . . jika memang tidak diperbolehkan aku . . .”

“Ah, tentu boleh!” sambar Mr. Cho cepat. “Tentu saja kau boleh bekerja di perusahaan. Aku terlalu senang, melihat perubahan sikapmu ini . . .”

Mr. Cho tertawa senang melihat perubahan yang terjadi pada diri Kyuhyun.

“Lalu, kapan kau akan mulai bekerja?”

“Terserah appa saja . . .” jawab Kyuhyun.

“Baiklah, hari ini kau bisa datang ke perusahaan. Nanti Donghae yang akan menunjukkan ruang kerjamu . . .”

“Aku?” tanya Donghae terkejut.

Ne. Appa minta padamu untuk selalu membimbing Kyuhyun, aku tahu kau jauh lebih berpengalaman dibandingkan dengannya. Karena itu kupercayakan dia padamu . . .” pinta Mr. Cho.

Donghae masih terdiam. Matanya hanya menatap sekilas ke arah adik tirinya.

Ne, appa . . .” jawab Donghae.

Kyuhyun POV

Begitu selesai sarapan, aku pergi ke perusahaan bersama Donghae. Sebenarnya, ada yang mengganjal dalam hatiku. Saat menyanggupi permintaan appa, terlihat sekali keterpaksaan dalam raut wajahnya.

“Ini ruanganmu . . .” ucap Donghae sambil berjalan masuk dan menunjukkan padaku sebuah ruang yang cukup luas dengan berbagai peralatan kantor yang mewah. Aku berjalan mendekat ke mejaku. Mengambil papan nama yang diletakkan di atasnya.

“Bagaimana menurutmu? Apa masih ada yang kurang?” tanya Donghae.

Aku menggeleng pelan. “Ini sudah cukup . . .”

Kulihat Donghae hanya tersenyum tipis dengan ucapanku.

“Kau akan bekerja di bagian marketting, posisimu sebagai manager pemasaran. Hari ini kau bisa berkeliling perusahaan agar lebih mudah beradaptasi . . .” ucapnya lalu bergegas keluar dari ruang kerjaku.

Chakkaman . . .

Ucapanku berhasil membuat Donghae menghentikan langkahnya dan berbalik ke arahku.

“Kenapa kau mau membantuku?” tanyaku penasaran.

Donghae hanya terdiam lalu berjalan mendekatiku.

“Perlukah aku menjawab pertanyaanmu?” tanyanya dingin.

Aku mengangguk pelan, sembari menatapnya dengan raut wajah tenang.

“Jika aku terus membantumu dalam pekerjaan, itu artinya semakin banyak kesempatanku untuk menghancurkanmu . . .”

DEG! Aku terkejut mendengar penuturan Donghae. Kulihat raut wajahnya seketika berubah menatapku tajam.

“Apa alasanmu melakukannya?”

Donghae tersenyum tipis. “Kurasa, aku tidak perlu menjawab pertanyaan ini. Kau pasti sudah tahu . . .”

Namja itu berbalik dan kembali melangkahkan kakinya menuju pintu.

“Im Yoona?”

Tepat dugaanku. Donghae langsung bereaksi begitu mendengar ucapan dari mulutku. Kembali lagi ia berbalik mendekat ke arahku.

“Tebakanmu sangat tepat . . .”

“Lalu?”

Donghae justru tertawa. Sementara aku berusaha tenang menghadapi sikapnya ini.

“Kau tahu aku lebih dulu bertemu dengannya?”

Aku hanya diam sembari mengangguk.

“Bahkan aku lebih dulu menyatakan perasaanku padanya, kau tahu itu bukan?”

Ne . . . dia sudah menceritakannya padaku . . .”

“Tapi kenapa kau yang justru mendapatkannya?!” Tiba-tiba nada bicara Donghae meninggi.

Aku masih menatapnya dalam diam. Kulihat kakak tiriku menahan emosinya.

“Untuk itulah . . . mulai sekarang aku tidak akan mengalah lagi padamu, Cho Kyuhyun. Bersiaplah . . .” ucapnya seraya berjalan keluar dari ruang kerjaku.

Aku hanya tersenyum tipis. Tidak kusangka, dia menabuh genderang perang padaku. Awalnya kupikir hubungan kami dapat berubah baik, ternyata justru semakin runyam.

Yoona POV

“Kau sama sekali tidak berpikir sebelum mengambil keputusan?” tanya Taeyeon.

Aku mengernyitkan dahiku. Saat ini kami tengah bersiap untuk membuka toko. “Apa maksudmu?”

Kudengar desahan kecil darinya. “Tentu saja hubunganmu dengan Kyuhyun . . .”

Aku tidak merespon ucapan Taeyeon sama sekali. Memang ada yang salah dengan hubunganku dan Kyuhyun?

“Aish, kau tidak mengerti juga atau pura-pura berlagak bodoh?” omel Taeyeon. “Tidakkah kau terlalu terburu-buru memutuskan untuk berpacaran dengannya . . .”

“Aku sudah mengambil keputusan itu, dan bagiku tidak ada yang salah . . .”

“Tapi kau menyakiti perasaan Donghae . . .” lanjut Taeyeon. “Coba kau pikir, Donghae lebih dulu bertemu denganmu dan juga menyatakan perasaannya padamu. Kau menolaknya tapi justru menerima Kyuhyun yang baru kau kenal beberapa hari . . .”

“Aku tahu. Tapi . . .”

“Kyuhyun baru putus dengan kekasihnya. Setelah itu langsung menyatakan perasaannya padamu. Kau menerimanya begitu saja. Aku khawatir jika dia nanti mempermainkanmu, Yoong . . .” lanjut Taeyeon.

Aku tersenyum mendengarnya. “Sejak awal aku bertemu dan mengenal Kyuhyun, ada perasaan yang terus menggelayuti hatiku. Kau bilang padaku jika Kyuhyun terlihat seperti orang yang tidak baik. Mungkin kau menilainya dari penampilan, tapi berbeda denganku. Tiap aku mendengar suaranya, aku merasakan kehangatan dan kenyamanan. Dibalik sikapnya yang selalu berusaha tegar dan tenang di hadapanku, aku merasa sebenarnya dia itu kesepian dan menanggung beban yang berat dalam dirinya . . .”

“Hanya dengan suara saja bagimu sudah cukup mengenalnya?”

Ne, hanya dengan mendengar suaranya saja aku sudah bisa mengenal karakternya,” jawabku lirih sembari tersenyum ke arah Taeyeon.

Kudengar helaan nafas dari Taeyeon. “Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi. Itu hakmu. Kau sudah memutuskan untuk menjalankannya, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya saja, aku tetap akan mengawasi hubungan kalian, arraseo?

Aku mengangguk pelan. “Kau tidak perlu khawatir . . .”

Author POV

Kyuhyun melirik ke arah jam dinding yang berada di ruang kerjanya. Sebenarnya Kyuhyun baru mulai bekerja besok, tapi sudah sejak pagi menghabiskan waktunya di perusahaan untuk beradaptasi. Perutnya terasa lapar. Terlintas dalam pikirannya untuk mengajak Yoona makan siang bersama. Namja itu langsung mengambil jasnya dan berjalan keluar ruang.

Baru beberapa langkah berjalan dari ruangannya, langkahnya terhenti saat berpapasan dengan Jessica. Raut wajah Kyuhyun langsung berubah malas ketika melihat sosok yeoja yang dianggap sudah mengkhianatinya itu.

“Kyuhyun-ah . . .” sapa Jessica dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

“Kau mencari Donghae? Kurasa dia sudah pergi . . .” ucap Kyuhyun.

Jessica menggeleng pelan. “Aku ingin menemui ajussi  . . .”

Dahi Kyuhyun mengernyit. “Menemui appa? Memangnya ada perlu apa?”

Jessica berjalan mendekat ke arah Kyuhyun. “Membicarakan masalah pernikah . . .”

“Pernikahan? Maksudmu kau dan aku?”

Anggukan Jessica membuat Kyuhyun tertawa sinis.

“Bukankah hubungan kita sudah selesai? Kau sama sekali tidak bilang pada appa?

Jessica menggeleng pelan. Kyuhyun semakin tertawa sinis. “Kembalilah, aku akan sampaikan pada appa tentang hubungan kita yang sudah berakhir . . .”

“Tapi . . .”

Saat Kyuhyun memutar tubuhnya dan berbalik, tanpa diduga Mr. Cho terlihat berjalan mendekatinya.

“Kau sudah selesai dengan urusanmu?” tanya Mr. Cho.

Ne, appa . . .”

Mr. Cho tampak tersenyum lalu perhatiannya beralih pada Jessica. “Jessica-ssi, kau menungguku? Aku sudah dengar dari appamu, kau datang untuk membicarakan masalah pernikahan kalian bukan?”

Jessica hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Mr. Cho.

“Kebetulan sekali, Kyuhyun juga sedang ada di sini. Bagaimana jika kita bahas sambil makan siang bersama?” usul Mr. Cho tiba-tiba.

Kyuhyun menoleh kaget. “Mianhae, appa. Masih ada hal yang harus kukerjakan. Aku tidak bisa ikut,” tolaknya halus.

Mr. Cho mendesah. “Aish, tidak bisa. Kau harus ikut, kajja . . .” ucapnya sembari menarik tangan putranya itu.

Kyuhyun berusaha menolak namun appanya tidak peduli sama sekali. Dengan terpaksa namja itu mengikuti kemauan appanya. Sesekali ia melirik sinis ke arah Jessica. Dalam hatinya, sudah tidak ada perasaan apapun terhadap yeoja yang pernah menjadi kekasihnya selama 2 tahun itu. Sekarang hatinya sudah tergantikan dengan kehadiran Yoona.

Yoona POV

“Yoong, aku mau keluar sebentar . . .” ucap Taeyeon mengejutkanku.

“Kemana?” tanyaku penasaran.

“Makan siang bersama Leeteuk,” jawabnya sembari terkekeh.

“Sekarang sudah jam makan siang?”

Ne . . .” Kurasakan Taeyeon sedikit mendekat ke arahku. “Bagaimana jika kau ikut kami?”

Aku langsung menggeleng pelan. “Tidak perlu, nanti aku justru mengganggu kalian,” ucapku sembari terkekeh.

“Aish, aku tidak tega jika meninggalkan kau sendirian di toko . . .” lanjutnya.

Gwaenchana . . . kau jangan terlalu mengkhawatirkanku seperti ini. Aku bisa menjaga diriku sendiri,” ucapku.

“Baiklah, aku hanya sebentar. Begitu selesai langsung kembali, ne?

Bisa kubayangkan betapa bahagianya raut wajah Taeyeon sekarang. Sejak resmi berpacaran dengan Leeteuk, suasana hati Taeyeon selalu senang.

Tiba-tiba kudengar suara lonceng pintu. Sepertinya ada pengunjung yang datang. Aku langsung beranjak dari dudukku dan mengucap salam.

“Selamat datang . . .”

“Kau sendirian?”

Aku terkejut saat mendengar suara yang tidak asing bagiku.

“Donghae, kau kah itu?”

Ne . . .”

“Ada perlu apa datang ke sini?”

“Ingin mengajakmu makan siang. Aku sudah membawanya, kita makan bersama-sama, ne?

Aku terkejut mendengar ajakannya. Rasanya sedikit canggung menghadapinya sekarang. Tidak lain karena aku sekarang menjalin hubungan dengan Kyuhyun, adik tirinya. Memang benar apa yang dikatakan Taeyeon tadi pagi. Jika Donghae tahu aku berpacaran dengan adiknya, kurasa namja itu sangat terluka perasaanya. Ngomong-ngomong, sedang apa Kyuhyun sekarang? Kenapa dia belum menghubungiku?

Kyuhyun POV

Tanganku tidak berhenti mengaduk-aduk minuman yang sudah disajikan. Rasa kesal masih menderaku karena appa memaksaku makan bersama dengan Jessica. Apalagi tujuan utamanya untuk membahas perihal pernikahanku dengan Jessica. Aku semakin tidak suka. Apapun itu, aku harus mengakui pada appa bahwa hubunganku dengan yeoja yang kini duduk di depanku ini sudah berakhir.

“Kau sudah menanyakannya pada appamu, Jessica?”

Pertanyaan appa pada Jessica kuabaikan.

Appa mengusulkan untuk pelaksanaan pernikahannya dipercepat 2 minggu lagi,” jawab Jessica.

Mwo?” Aku refleks berteriak mendengar penuturan Jessica. Tanpa pikir panjang aku langsung mengatakan semuanya pada appa.

“Tidak bisa, aku tidak mau melakukannya . . .”

“Apa maksudmu?” tanya appa sembari menatapku bingung.

Mianhae, appa. Seharusnya sejak kemarin, aku berkata jujur. Aku dan Jessica, maksudku hubungan kami sudah berakhir appa . . .”

Mwo? Kau jangan bercanda . . .”

Ani, aku tidak bercanda. Aku berbicara yang sebenarnya. Sudah kuputuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Aku tidak bisa menikahi Jessica. Mianhae . . .

Dengan cepat aku beranjak dari dudukku dan bergegas meninggalkan appa yang terlihat menatapku dengan sejuta tanya tergurat di wajahnya.

Aku berjalan menuju pelataran parkir, bergegas masuk ke mobil dan melajukannya menuju tempat yang seharusnya sejak tadi siang kudatangi. Ya, aku ingin menemui Yoona. Tak butuh waktu lama bagiku untuk tiba di toko bunga milik Yoona. Saat aku ingin keluar dari mobil, aku melihat sebuah mobil yang tidak asing bagiku terparkir di depanku. Bukankah itu mobil Donghae? Apa dia datang lagi untuk menemui Yoona?

Kuurungkan niatku itu dan tetap berada di dalam mobil. Mataku terus memantau ke arah pintu masuk toko bunga Yoona. Hingga akhirnya aku melihat sosok namja keluar dan langsung masuk ke mobil yang terparkir di hadapanku. Sudah kuduga, Donghae memang datang menemui Yoona. Ada perlu apa dengannya?

Begitu mobil Donghae pergi, aku langsung bergegas keluar dari mobil dan berjalan masuk ke toko. Kulihat Yoona tengah merapikan meja kasir.

“Yoong . . .”

Yoona berusaha menoleh ke arahku. Aku tersenyum, lalu berjalan mendekatinya.

“Kyu . . .” Senyum terpancar di wajahnya. “Akhirnya kau datang juga . . .”

“Apa kau menungguku?” tanyaku terkejut dengan reaksinya.

Anggukan Yoona membuatku tidak dapat menahan tawa.

Wae? Kenapa kau tertawa?” tanyanya penasaran.

Ani, aku hanya terlalu senang. Mianhae jika aku baru menemuimu sekarang. Tadinya aku ingin datang ke sini saat jam makan siang, tapi ada hal yang harus kukerjakan,” jawabku.

“Begitukah?”

Ne . . . ngomong-ngomong kenapa kau sendirian? Mana Taeyeon?”

“Dia sedang pergi bersama Leeteuk . . .” jawab Yoona.

Dasar. Begitu sudah punya kekasih langsung meninggalkan sahabatnya sendirian. Keterlaluan.

“Begitu sudah punya kekasih, dia meninggalkanmu sendirian seperti ini? Keterlaluan, tidakkah berbahaya jika kau sendirian seperti ini?” tanyaku sedikit kesal.

Kulihat Yoona hanya mengulum senyum. Lalu mencoba berjalan ke arahku dengan perlahan dan berhati-hati. Aku langsung berjalan mendekatinya dan menggandeng tangannya.

“Aku sama sekali tidak takut . . .” jawabnya. “Bukankah sudah ada kau yang akan selalu menjagaku?”

Jantungku berdegup kencang mendengar penuturannya. Walau baru kemarin kami resmi berpacaran, Yoona benar-benar telah menyihir hatiku. Kecantikan hatinya dan kesederhanaan yang dimilikinya, semakin membuatku mencintainya.

“Kau pandai berbicara . . .” ucapku senang. “Tadi, aku melihat Donghae keluar dari sini. Apa dia menemuimu?”

Ne . . .”

“Dia tidak mengatakan apapun?”

Sesaat raut wajah Yoona berubah. “Apa dia sudah tahu hubungan kita?”

“Kurasa begitu, kau belum mengatakannya pada Donghae?”

Yoona menggeleng pelan. “Belum. Tapi, aku pasti akan mengatakannya pada Donghae. Kau jangan khawatir . . .”

Aku hanya tersenyum tipis. Yoona memang tidak menyadari kekhawatiran yang menyelubungi hatiku. Ancaman Donghae tadi pagi, entah apa yang akan dilakukannya padaku, aku tidak peduli. Tapi, jika sampai dia berbuat sesuatu pada Yoona, selamanya tidak akan pernah kuampuni.

Author POV

Kyuhyun kembali ke rumah tepat saat jam makan malam. Namja itu langsung berjalan menuju kamarnya.

“Kyuhyun . . .”

Suara Mrs. Cho berhasil membuatnya menoleh dan menghentikan langkahnya.

“Kau baru pulang? Ayo kita makan malam bersama . . .” ajaknya lembut.

Kyuhyun tidak berbicara sedikitpun. Namja itu lebih memilih diam dan langsung berjalan mendekat ke arah ruang makan. Ia mengambil posisi duduk di samping eomma tirinya dan berhadapan dengan Donghae yang sudah lebih dulu tiba di rumah. Keduanya terlihat melepas tatapan tajam satu sama lain. Sementara Mr. Cho terlihat memandangi Kyuhyun dengan raut wajah penasaran.

“Jelaskan padaku tentang ucapan yang kau sampaikan saat makan siang tadi . . .”

Kyuhyun menoleh sekilas ke arah Mr. Cho.

“Bukankah aku sudah mengatakannya dengan sangat jelas? Untuk apa aku mengulanginya lagi . . .”

“Cho Kyuhyun!” bentak Mr. Cho. “Apa kau sedang main-main? Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa hubunganmu dengan Jessica sudah berakhir . . .”

“Tentu ada alasan kenapa aku mengatakan demikian . . .” jawab Kyuhyun.

Mr. Cho terlihat berusaha bersabar.

“Itu karena Donghae . . .” lanjut Kyuhyun.

Mwo?” pekik Mr. Cho lalu menatap ke arah Donghae. Sementara putranya itu hanya bersikap tenang menghadapi jawaban Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum sinis. “Itu karena Jessica adalah mantan kekasih Donghae. Aku tidak tahu, apakah mereka berdua masih berhubungan. Kurasa iya, karena aku pernah melihat Jessica sedang memeluk Donghae . . .”

“Benarkah yang dikatakan Kyuhyun, Donghae?” tanya Mr. Cho.

Donghae hanya terdiam lalu memandang sebentar ke arah eommanya. Kemudian mengalihkan perhatiannya pada Mr. Cho.

Mianhae, appa. Itu memang benar, tapi aku dan Jessica sudah tidak ada hubungan apapun. Kami sudah lama berpisah appa . . .”

“Kau bohong!” bentak Kyuhyun.

“Aku tidak berbohong!” balas Donghae.

Mr. Cho tampak kesal melihat pertengkaran keduanya yang kembali terjadi. “Hentikan! Tidak bisakah kalian ini berhenti berdebat . . .”

Kyuhyun hanya menatap tajam ke arah kakak tirinya. Sementara Donghae terlihat berusaha bersikap tenang.

“Tidak peduli apapun yang kau katakan, pernikahanmu dengan Jessica tetap akan dilaksanakan . . .” ucap Mr. Cho.

Kyuhyun mendesah, beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.

“Aku sudah selesai . . .” kata Donghae lalu melakukan hal yang sama dengan Kyuhyun.

Mr. Cho terlihat kesal dengan sikap kedua putranya. Sementara Mrs. Cho hanya terdiam dan tidak berkomentar apapun. Sejak awal, ia tahu hubungan Jessica dengan Donghae di masa lalu. Saat mengetahui Jessica menjalin hubungan dengan Kyuhyun, ia pikir tidak perlu memberitahukan kenyataan sebenarnya pada Kyuhyun. Tidak disangka Kyuhyun justru sudah mengetahuinya dan memperburuk hubungan keduanya.

Yoona POV

“Taeyeon-ah, kau belum membuang sampah?” tanyaku kesal saat mencium bau tak sedap dekat dapur.

“Belum, sebentar lagi. Aku sekarang sedang di toilet . . .” balas Taeyeon. Aku terkekeh mendengarnya.

“Tidak perlu, biar aku saja yang membuangnya . . .”

Chakkaman  . . . sebentar lagi,” ucapnya.

Kuabaikan ucapan Taeyeon, dengan perlahan aku meraba-raba kantung sampah yang ada di dapur. Berhati-hati membawanya dan memasukkannya ke tong sampah yang ada di luar rumah.

Saat aku hendak masuk kembali ke rumah, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tanganku. Aku terkejut sekali. Hingga tongkatku terlepas dari tanganku dan membuatku semakin panik.

“Siapa kau?!” bentakku.

Tetap tidak ada jawaban. Kurasakan tubuhku seperti dibawa masuk ke dalam mobil. Tampaknya aku dibawa ke suatu tempat. Aku berusaha meronta tapi tetap tidak ada balasan dari orang misterius ini.

Tubuhku gemetar. Jika aku tidak memegang tongkatku, aku seperti kehilangan pegangan dan arah.

Kusadari mobil berhenti. Sebenarnya siapa orang ini? Kenapa tiba-tiba menarikku dan membawaku kemana?

Aku mendengar suara pintu mobil terbuka, orang misterius ini menarikku keluar dengan pelan lalu membawaku ke suatu tempat yang sama sekali tidak kuketahui. Hingga akhirnya kami berhenti.

Aku hanya diam dan tidak berkata apapun. Tiba-tiba ia memelukku dengan erat.

“Yoong . . .”

Aku terkejut mendengar suaranya. “Kau . . .”

Kyuhyun POV

Aish, aku benar-benar kesal dengan sikap Donghae dan juga appa. Kenapa tetap memaksakanku untuk menikah dengan Jessica. Rasanya aku muak mendengarnya.

Kurebahkan tubuhku di ranjang. Kupejamkan mataku sejenak, berusaha menenangkan pikiranku yang mulai kacau.

DRRT! Dering ponselku membuatku terkejut. Aku bergegas mengambilnya dan menjawab panggilan masuk dari Taeyeon.

Yeoboseyo . . .

“Kyu, apa Yoona sedang bersamamu?” tanya Taeyeon. Dari nada suaranya terdengar panik.

“Tidak, saat ini aku di rumah. Memang ada apa?” tanyaku cemas.

Aku terdiam sejenak dan mencoba mendengarkan Taeyeon.

“A . . . apa katamu? Yoona menghilang?”

Serasa ada petir menyambar di atasku. Aku shock mendengar berita tentang menghilangnya Yoona.

“Baik, aku akan mencarinya . . .” ucapku berusaha menenangkannya yang semakin panik. “Ne, kau jangan khawatir, aku pasti menemukannya . . .”

Tanpa pikir panjang aku langsung bergegas keluar dan masuk ke mobil. Dengan cepat melajukan mobilku. Berusaha secepat mungkin untuk segera menemukan Yoona.  Aku takut jika terjadi sesuatu dengannya.

Mobil yang kukendarai membawaku mengelilingi kota Seoul, hingga akhirnya aku berhenti di sebuah taman yang cukup sepi. Lokasinya memang tidak terlalu jauh dari tempat Yoona, hanya saja jarang dikunjungi oleh yeoja itu. Aku mencoba memperhatikan sosok yeoja yang tengah berusaha menghindar dari seorang namja.

“Yoona?” Aku terkejut saat melihat jelas sosok yang kucari sedang bersama Donghae. Apa yang dilakukannya namja itu? Emosiku seketika memuncak. Aku bergegas keluar dan menghampiri mereka.

Author POV

“Lepaskan aku!” bentak Yoona pada Donghae.

“Aku tidak mau . . .” ucap Donghae memaksa.

Yoona terlihat sedikit ketakutan dengan sikap Donghae yang dirasanya berubah. “Ada apa denganmu ini? Kenapa kau perlakukan aku seperti ini?”

“Itu karena Kyuhyun. Kau tahu betapa tersiksanya aku melihat kalian berdua berpacaran?!”

Raut wajah Yoona terlihat merasa bersalah.

“Aku tahu aku salah padamu, tapi aku juga tidak bisa berbohong . . .”

Donghae langsung memeluk erat Yoona hingga membuat yeoja itu kembali terdiam.

“Kenapa? Kenapa kau lebih memilihnya daripada aku?!”

“Dong . . . hae . . . sesak . . .” pinta Yoona merasa kesakitan.

Tiba-tiba tubuh Yoona terlepas dari pelukan Donghae. Ada seseorang yang menariknya dan langsung menjauhkannya dari namja yang terlihat putus asa itu.

BUG! Satu pukulan keras langsung mendarat tepat di wajah Donghae.

“Apa yang kau lakukan?!”

Donghae menatap tajam ke arah namja yang kini berdiri tepat di hadapannya. Ia mengusap wajahnya sejenak lalu tertawa sinis saat melihat Kyuhyun sudah berdiri di hadapannya.

“Kau mau menjadi pahlawan rupanya . . .” ucap Donghae dingin.

Kyuhyun mengatup-atupkan bibirnya. Tangannya mengepal. Pandangannya tidak lepas dari Donghae. Sementara Yoona terlihat bersembunyi di belakang Kyuhyun. Tubuhnya masih gemetar.

“Kau sudah bosan hidup rupanya?” lanjut Donghae. Lalu berjalan mendekat ke arah Kyuhyun.

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun dingin. “Kau boleh melakukan apa saja terhadapku, tapi aku tidak terima jika kau berbuat buruk pada Yoona . . .”

Donghae semakin tertawa keras menanggapi ancaman Kyuhyun.

“Aku pasti akan menghancurkanmu . . .” ucap Donghae. “Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun terdiam, begitu juga dengan Yoona. Donghae menunjukkan sisi jahatnya pada kedua orang yang berdiri di hadapannya itu. Diam-diam dibalik perdebatan mereka, sosok yeoja tengah mengamati Yoona dari jauh. Yeoja itu terlihat menahan marah, saat melihat Donghae dan Kyuhyun terlihat memperebutkan Yoona.

“Jadi kalian sekarang menyukai orang yang sama?” gumamnya lirih.

Matanya menatap tajam ke arah Yoona.

“Yeoja itu . . . akan kuberi pelajaran!” ucap Jessica geram.

-TBC-

Adakah yg lagi nungguin kelanjutan FF ini? Hehe, mian kalo lama. Kuharap kalian suka ya, gomawo😀

PS : FF Saranghaeyo, My Boss! dan The True Love masih belum kulanjut, niatnya sih mau berurutan aja jatah FF yg mana dulu yg mesti dikerjain. Untuk 2 FF terbaru juga belum selesai dibuat. Harap dimaklumi ya, tugas kuliah emang beberapa udah kelar, tapi malah nambah lagi yang baru. Numpuk deh akhirnya *jiah curhat* hehe😀

signature

58 thoughts on “Just For You – Chapter 5

  1. zubaidah says:

    Ya ampun apa yang bakal jessica lakuin ke yoona?
    Semoga bukan kekeran fisik
    Lagian salah jessica juga, udh punya kyuhyun masih aja ngejar2 donghae,
    Jadi kayak gini kan?
    Gk dpt tuh dua2nya.

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s