Lovely Couple – Chapter 1


lovelycouple

Title : 

“Lovely Couple”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Choi Minho Shinee

Choi Sulli F(X)

Other Cast :

Lee Hyukjae Super Junior

Kwon Yuri SNSD

Seo Joo Hyun SNSD

Genre :

Comedy, Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Narita International Airport

Di sebuah lobby bandara, terlihat seorang laki-laki berjalan sembari memperhatikan jam tangannya. Seolah waktu sudah mengharuskannya untuk bergegas naik ke pesawat karena pemberangkatannya tidak lama lagi.

BRAK! Tanpa sengaja seorang gadis berlari dari arah belakang dan menabraknya hingga paspor dan tiket yang sedang dipegang terlepas dari tangannya.

Sorry . . .” ucap gadis itu seraya membungkuk lalu berbalik dan berjalan menuju pintu masuk sebelum naik pesawat.

Laki-laki itu terkejut. Ia hanya tersenyum lalu mengambil barangnya yang terjatuh di lantai. Perhatiannya beralih pada sebuah dompet yang terjatuh berdekatan dengan barangnya.

“Sepertinya ini milik gadis itu . . .” ucapnya lirih. Dilihatnya isi dompet tersebut lalu mencoba mencari kartu identitas yang ada di dalamnya.

Senyum mengembang di wajahnya. “Cho Sulli. Ternyata dia orang Korea . . .” Lalu kembali memperhatikan sosok gadis yang terlihat sudah masuk ke dalam pintu masuk menuju pesawat.

Kepada penumpang dengan tujuan pemberangkatan Seoul . . .-

Laki-laki itu mempercepat langkah kakinya dan berjalan menghampiri petugas yang sudah berdiri dan terlihat memeriksa boarding pass milik penumpang. Begitu selesai, ia bergegas masuk ke pesawat. Kedua matanya masih mencari sosok gadis yang tanpa sengaja menabrak sebelumnya. Hingga akhirnya berhenti pada satu titik dimana gadis yang dicarinya terlihat sudah duduk di kursi penumpang. Merasa kursi di sebelahnya kosong, laki-laki itu berjalan mendekatinya.

Tanpa disadari gadis di sebelahnya, laki-laki itu terus memperhatikan gelagatnya. Tepat dugaannya, gadis itu terlihat sedang mencari sesuatu dengan rasa panik.

-Kepada para penumpang, dimohon untuk segera mengenakan seat belt . . .-

“Gawat . . . dimana dompetku?”

Laki-laki itu tersenyum, lalu mengeluarkan sebuah dompet dari dalam jasnya. “Kau mencari ini?”

Gadis itu menoleh ke arahnya. Wajahnya langsung tersenyum lega. “Thank you . . .” Ekspresinya berubah kaget saat mendengar bahasa yang didengar tidak asing baginya. “Kau . . . orang Korea?”

Ne, Cho Sulli . . .”

“Bagaimana kau bisa tahu namaku?”

“Tentu saja dari kartu identitasmu . . .”

Gadis bernama Sulli itu tersenyum. “Ah, syukurlah. Kukira aku akan kehilangan dompetku. Aku benar-benar berterima kasih . . . ngg . . .”

Annyeong, Im Minho imnida. Kau bisa memanggilku Minho . . .” ucap laki-laki bernama Minho itu sembari mengulurkan tangan.

Sulli tersenyum dan menyambut uluran tangannya. “Sulli imnida. Senang berkenalan denganmu . . .”

“Kau sedang berlibur ke Jepang?” tanya Minho.

Ne. Sebentar lagi masuk tahun ajaran baru, masa liburanku sudah selesai . . .” jawab Sulli. “Kau sendiri?”

“Sejak kecil aku ikut orang tuaku tinggal di Jepang, sekarang aku akan kembali ke  Korea dan melanjutkan sekolah di sana . . .”

“Maksudmu kuliah?”

Minho tertawa mendengar pertanyaan Sulli. “Tentu saja tidak, aku ini masih pelajar SMA  . . .”

Jinjja? Kukira kau sudah kuliah, dilihat dari perawakanmu kau terlihat lebih dewasa dari usiamu . . .” ucap Sulli.

“Menurutmu begitu?” tanya Minho. Keduanya hanya tersenyum. Pertemuan tak terduga itu membuat keduanya tanpa sadar menjadi akrab.

*****

Gadis berambut panjang itu tengah berlari menghampiri sebuah taksi yang tampak berhenti di depan area kampusnya, Inha University.

“Incheon International Airport!”

Ia terkejut saat mendapati sosok laki-laki sudah berada di taksi yang sama dengannya. Sosok yang tidak asing lagi, musuh bebuyutannya di kampus, Cho Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan disini, Im Yoona?!” bentak Kyuhyun.

Gadis bernama Yoona itu mendesah. “Kau sendiri? Aku yang masuk lebih dulu, jadi kau yang harus keluar . . .”

“Tidak bisa! Aku yang lebih dulu, kau yang keluar . . .” balas Kyuhyun tidak mau kalah.

“Kau yang keluar!” bentak Yoona.

Mianhae, Tuan, Nona. Bagaimana jika kalian pergi bersama saja? Bukankah tujuan kalian sama?” tanya supir taksi tersebut dengan raut kesalnya melihat pertengkaran konyol mereka.

“Tidak mau!” balas Kyuhyun dan Yoona kompak.

“Kalau tidak mau, lebih baik kalian berdua keluar saja dan cari taksi lain, daripada membuat keributan dalam taksiku . . .” seru supir taksi tersebut. Kontan membuat keduanya terdiam dan tidak berkata lagi.

“Ngg . . . baiklah. Sepertinya memang tidak ada pilihan lain . . .” ujar Kyuhyun.

“Cepat kau antarkan kami ke Incheon International Airport,” lanjut Yoona.

Supir taksi tersebut tidak berkata lagi dan langsung menyalakan mesin dan membawa keduanya pergi. Kyuhyun dan Yoona tampak menghela nafas lalu saling memandang. Keduanya pun kembali memalingkan wajah satu sama lain.

*****

Incheon International  Airport

Kyuhyun dan Yoona langsung bergegas keluar dari taksi usai tiba di tempat tujuan. Keduanya hanya memandang kesal satu sama lain lalu berpisah.

Bagi Yoona, bertemu dengan Kyuhyun sama saja menghabiskan waktu dan energinya. Tidak lain karena keduanya selalu berdebat dan bertengkar satu sama lain. Keduanya sama-sama mengambil studi di Department of Drama and Cinema, tapi berbeda kelas. Sejak awal perkuliahan, hubungan keduanya memang tidak pernah akur. Selalu bersaing satu sama lain. Entah apa yang membuat mereka justru menjadi musuh bebuyutan. Padahal keduanya terkenal di kalangan mahasiswa karena kepintaran otak mereka yang membuat banyak orang kagum.

“Huh, benar-benar sial! Kenapa juga harus bertemu dengan laki-laki menyebalkan itu . . .” ucap Yoona kesal sembari berjalan masuk ke bandara. Rencananya, ia datang untuk menjemput adiknya yang mulai tahun ini akan sekolah di Seoul dan tinggal bersamanya. Kedua orang tua mereka menetap di Jepang, sementara ia sendiri tinggal bersama pamannya, adik dari ayahnya.

Gadis itu berhenti di deretan penjemput penumpang yang sudah menunggu di depan pintu keluar. Perhatiannya beralih pada sosok laki-laki yang terlihat sedang mengobrol bersama seorang gadis. Yoona melambaikan tangan ke arahnya dan berhasil membuatnya menoleh ke arahnya. Laki-laki itu terlihat berpamitan pada gadis yang berjalan bersamanya, keduanya berpisah dengan senyum masih mengembang di wajah masing-masing.

Yoona tersenyum saat laki-laki itu berjalan mendekatinya.

“Selamat datang, Minho . . .”

Noona . . .

“Kau sudah besar sekarang? Bahkan benar-benar tinggi . . .” ucap Yoona. “Tidak seperti anak SMA.”

Minho tertawa mendengar gurauan kakaknya. “Bagaimana kabarmu, noona?

“Baik, appa dan eomma bagaimana?”

“Mereka baik, titip salam untukmu . . .” ucap Minho lalu merangkul kakaknya dan berjalan keluar dari bandara.

Mianhae, aku tidak bisa menjemputmu bersama Kim ajussi. Karena dia sedang ada acara di perusahaan . . .”

“Lalu kau datang menjemputku naik apa?” tanya Minho penasaran.

“Taksi. Ah, lebih baik jangan membahas bagaimana aku menjemputmu di bandara . . .” jawab Yoona kesal.

Minho mengernyitkan dahinya saat melihat raut kekesalan di wajah kakaknya. “Wae?

“Ceritanya panjang, nanti saja di rumah akan kuceritakan semua padamu. Kita harus bergegas, kajja  . . .” ajak Yoona. Keduanya pun masuk ke dalam taksi yang sudah terparkir di depan bandara.

*****

Oppa . . .

Kyuhyun menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Laki-laki itu langsung memeluk gadis yang tak lain adalah adiknya yang baru pulang berlibur dari Jepang.

“Selamat datang, Sulli . . .” ucap Kyuhyun sembari tersenyum. “Bagaimana liburanmu?”

“Sangat menyenangkan, oppa . . .” kata Sulli.

Kyuhyun tersenyum memandangi wajah adiknya yang terlihat berseri-seri. “Sepertinya kau benar-benar menikmati liburanmu? Sampai pulang pun wajahmu terlihat ceria seperti ini.”

Sulli terkekeh. “Ada hal yang membuatku senang saat perjalanan pulang ke Seoul . . .”

“Apa itu?”

“Nanti saja, oppa. Aku pasti akan menceritakannya padamu,” ucap Sulli. “Ngomong-ngomong kenapa sekilas tadi aku melihatmu sedang menahan kesal. Apa ada masalah?”

“Aish, jangan kau tanyakan itu! Aku tidak mau membahasnya . . .” ucap Kyuhyun.

Wae? Aku sungguh penasaran oppa . . .” pinta Sulli.

Kyuhyun merangkul adiknya. “Nanti sajalah . . . kajja . . .”

“Apa ini berhubungan dengan musuh bebuyutanmu di kampus itu?” tebak Sulli.

Kyuhyun tersenyum. “Seperti biasa, tebakanmu selalu benar.”

“Aish, aku jadi penasaran seperti apa sosok gadis yang mampu mengalahkan kakakku ini,” celetuk Sulli.

Kyuhyun menatap tajam ke arah adiknya. “Mengalahkanku? Hei! Aku belum pernah kalah darinya . . .”

“Mengaku sajalah, oppa . . .”

“Aish, kau ini . . .”

*****

Yoona dan Minho tiba di rumah. Kim ajussi ternyata sudah pulang dan langsung menghampiri keponakannya yang baru tiba dari Jepang.

“Selamat datang, Minho . . .”

Ne, ajussi . . .

“Kapan ajussi pulang?” tanya Yoona.

“Setengah jam yang lalu . . .” jawab Kim ajussi sembari tersenyum.

“Cih, tahu begitu aku tadi menjemput Minho denganmu . . .” ucap Yoona kesal.

Kim ajussi terkekeh. “Aku tadi sudah meneleponmu, tapi ponselmu tidak aktif. Jadi jangan salahkan aku . . .”

Yoona mengernyitkan dahinya. Lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya. “Ah, pantas saja. Baterainya habis . . .” ucapnya terkekeh.

Kim ajussi dan Minho tertawa melihat reaksi Yoona.

Begitu sampai di rumah, Minho langsung beristirahat di kamarnya yang sudah disiapkan dan dirapikan untuk ditempatinya. Kamar itu berada tepat di depan kamar Yoona.

“Sebaiknya kau beristirahat . . .” ucap Yoona lalu berjalan keluar. “Oh iya, Kim ajussi sudah memilihkan 2 sekolah. Nanti saat makan malam, kau pilih saja sekolah mana yang akan kau masuki nanti . . .”

Ne, noona . . .

Yoona tersenyum lalu berbalik keluar kamar Minho. Sepeninggalan kakaknya, Minho langsung merebahkan tubuhnya yang kelelahan usai perjalanan. DRRT! Tiba-tiba ponselnya berdering. Ada pesan masuk. Dari siapa?

Apa kau sudah tiba di rumah?

-Sulli-

Minho tersenyum. Dengan cepat jari-jemarinya menulis pesan balasan untuk Sulli.

Ne, aku sudah sampai di rumah? Kau sendiri?

-Minho-

Minho menunggu balasan dari Sulli dengan senyum terus mengembang di wajahnya.

Ne, aku juga sama. Semoga kita bisa bertemu di lain waktu

-Sulli-

Laki-laki itu tersenyum membaca pesan dari Sulli, gadis yang baru dikenalnya beberapa jam saat perjalanan pulang ke Korea. Walau pertemuan keduanya singkat, tanpa diduga Minho sangat tertarik dengan Sulli. Mungkinkah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?

ooOoo

Inha University

Kyuhyun berjalan menuju ruang kelasnya bersama sahabatnya, Lee Hyukjae, atau biasa dipanggil Eunhyuk. Keduanya terlihat mengobrol satu sama lain.

“Jadi Sulli sudah kembali dari liburannya?” tanya Eunhyuk.

Ne, dia baru tiba kemarin . . .” jawab Kyuhyun. “Aku menjemputnya naik taksi . . .”

Eunhyuk menoleh kaget. “Taksi? Tidak seperti biasanya, ada apa dengan mobilmu?”

“Sedang di bengkel, ada kerusakan pada mesinnya . . .” jawab Kyuhyun. “Kau tahu, kemarin itu benar-benar hari tersialku.”

Wae?

“Aku berebut taksi dengan Im Yoona . . .”

Mwo? Musuh bebuyutanmu itu?” tanya Eunhyuk kaget sembari terkekeh.

Ne. Kami bahkan sampai berdebat mengusir satu sama lain. Hingga akhirnya supir taksi itu memarahi kami dan mengusulkan agar kami berangkat bersama karena tujuannya sama . . .”

“Lalu?”

Kyuhyun berdecak kesal. “Mau tidak mau aku pergi bersama dengannya . . .”

Eunhyuk tertawa keras. “Kalian pergi bersama?”

“Hei, itu terpaksa. Ingat. T-E-R-P-A-K-S-A,” ucap Kyuhyun.

Eunhyuk masih tertawa melihat ekspresi Kyuhyun yang tampak menahan kesal.

“Teruslah tertawa . . .” desah Kyuhyun.

“Kenapa bisa bermusuhan dengan idola di kampus ini? Kau tahu, berapa banyak laki-laki yang mengantri untuk menjadikannya kekasih . . .”

“Aku tidak peduli dengan hal itu, bagiku dia orang yang paling menyebalkan,” ucap Kyuhyun.

“Bagaimana jika nanti kau jatuh cinta pada Yoona?” tanya Eunhyuk terkekeh.

“Hentikan ucapanmu, Lee Hyukjae . . .”

Eunhyuk tertawa keras. “Cinta itu bisa datang kapan saja dan dimana saja. Tidak mengenal siapa orangnya. Siapa tahu, kalian berdua awalnya saling benci, lama kelamaan justru saling cinta . . .”

Wajah Kyuhyun langsung memerah mendengar ucapannya sahabatnya itu. “Tidak akan.”

“Baiklah, aku bertaruh jika kalian suatu saat nanti pasti akan berpacaran . . .”

“Kuanggap kau tidak pernah mengatakannya . . .” ucap Kyuhyun.

*****

“Minho akan bersekolah di sini?”

Yoona mengangguk mendengar pertanyaan dari sahabatnya, Yuri. Keduanya tengah menikmati makanan di cafetaria kampus.

“Memangnya kapan dia kembali ke Korea?”

“Kemarin . . .” jawab Yoona.

Yuri meneguk ice lemon tea yang sudah dipesannya. “Kau menjemputnya di bandara?”

Yoona mengangguk pelan sembari menyantap hidangan yang sudah dipesannya. “Kemarin itu adalah hari yang paling menyebalkan dalam hidupku . . .”

Yuri mengernyitkan dahinya. “Mwo? Apa maksudmu?”

“Aku pergi ke bandara bersama Kyuhyun . . .”

Mata Yuri terbelalak. Wajahnya terlihat kaget dan tidak bisa menahan tawa. “Kau bersama Kyuhyun? Musuh bebuyutanmu itu?”

Anggukan Yoona membuat Yuri kembali tertawa.

“Bagaimana bisa?”

“Ceritanya panjang, aku malas membahasnya . . .” ucap Yoona malas.

Chakkaman . . . aku benar-benar penasaran. Ceritakan padaku . . .” pinta Yuri.

Yoona menghela nafas. “Aku berebut taksi dengannya. Bahkan tanpa diduga tujuan kami sama. Kami mengusir satu sama lain, hingga akhirnya supir taksi itu memarahi kami dan menyarankan agar kami pergi bersama karena tujuan kami sama . . .”

Tawa Yuri meledak mendengar cerita Yoona.

“Aish, kau benar-benar puas ya?” omel Yoona kesal.

Yuri tidak dapat menghentikan tawanya. Gadis itu terus tertawa sembari memandang Yoona yang terlihat kesal.

“Baiklah . . . baiklah. Aku berhenti sekarang, mianhae . . .” ucap Yuri, walau masih sedikit tertawa. “Lalu, Minho akan bersekolah di mana?”

“Asia Pacific International School . . .” jawab Yoona.

*****

Asia Pacific International School

Minho masuk ke kelas didampingi Park seosangnim, selaku wali kelasnya. Park seosangnim tampak memperhatikan seluruh murid yang sudah duduk rapi di kursi masing-masing.

Annyeong . . . hari ini kelas kita kedatangan murid baru. Dia asli orang Korea, tapi sejak kecil sudah tinggal di Jepang bersama kedua orang tuanya. Minho-ssi, perkenalkan namamu . . .”

Annyeong, Im Minho imnida . . .” ucap Minho sembari tersenyum. Murid-murid langsung bersorak senang, terutama murid perempuan. Minho tersenyum sembari memperhatikan seisi kelas. Perhatiannya berhenti pada sosok gadis yang tampak menatapnya kaget. Ia tersenyum lalu melambaikan tangan ke arahnya.

*****

“Kau bersekolah di sini?”

“Apa kau terkejut, Sulli . . .” jawab Minho sembari tersenyum. Keduanya tengah makan bersama di kantin ketika jam istirahat.

“Sangat,” jawabnya sembari tersenyum. “Tapi, aku senang . . .”

“Aku juga sama . . .” balas Minho.

Sulli memandang Minho yang terus tersenyum padanya. Membuat gadis itu salah tingkah.

“Jangan memandangku seperti itu . . .” ucapnya malu.

Wae? Kau tidak suka?”

Sulli menggeleng pelan. Tiba-tiba Minho menatapnya dalam-dalam, tangannya perlahan memegang tangan Sulli.

“Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?”

Sulli mengernyitkan dahinya sembari meneguk minumannya. “Apa?”

“Maukah kau menjadi kekasihku?”

“Uhuk!” Sulli tersedak mendengar ucapan Minho. Laki-laki di depannya terlihat panik dan bergegas mencari tissue.

Gwaenchana?” ucapnya panik.

Sulli masih terbatuk-batuk lalu meneguk kembali minumannya. Dirasa sudah baik, gadis itu hanya menatap bingung ke arah Minho.

“Kau sedang bercanda?” tanyanya dengan mimik bingung.

Minho tersenyum lalu menggeleng pelan. “Tentu saja aku serius . . .”

Wajah Sulli memerah. Kedua bola matanya tampak memutar seperti memikirkan sesuatu.

“Bukankah kita baru dua kali bertemu? Bahkan belum terlalu mengenal satu sama lain . . .” ucap Sulli.

“Sejak aku bertemu denganmu di bandara, kau selalu memenuhi pikiranku. Aku tahu pertemuan kita memang terbilang singkat, tapi aku sudah memantapkan hatiku untuk menjadikanmu sebagai kekasih . . .”

Sulli tersenyum. “Kau pikir aku akan termakan oleh rayuan manismu ini?”

“Ini bukan sekedar rayuan manis, tapi benar-benar ungkapan cinta dari lubuk hatiku yang paling dalam. Lagipula, bukankah kita sudah saling tukar nomor telepon . . .” jawab Minho sembari melempar senyum termanisnya hanya pada Sulli seorang. Sejak ia duduk di bangku SMP, banyak teman-teman perempuannya yang selalu mengejarnya. Minho tetap bersikap cuek dan tidak peduli. Untuk pertama kalinya ia tertarik dengan seorang gadis dan Sulli lah gadis pertama yang disukainya itu.

Sulli mengangguk pelan. “Baiklah . . . aku mau.”

*****

“Kau sudah punya kekasih?” tanya Yoona kaget. Saat ini ia bersama Minho tengah bersantai di ruang tengah. Yoona sedang menonton TV  sementara Minho tampak asyik membaca buku.

Minho hanya mengangguk pelan, pandangannya tidak berpaling dari buku yang sedang dibacanya. Anggukannya itu membuat Yoona sangat terkejut.

“Apa-apaan kau ini? Belum ada 1 minggu di Korea sudah punya kekasih. Lagipula, bukankah kalian baru bertemu sebentar? Belum saling mengenal bukan?”

Minho tampak malas menanggapi sikap kakaknya yang mulai menginterogasinya layaknya detektif. “Mengenal seseorang tidak butuh waktu lama. Nanti kami juga terbiasa dan lebih mengenal satu sama lain . . .”

Yoona takjub dengan jawaban adiknya itu. “Baiklah, terserah kau saja.”

Minho tertawa kecil melihat reaksi Yoona.

“Tapi . . . pertemukan aku dengannya? Aku benar-benar penasaran . . .” pinta Yoona. “Bagaimana orangnya? Apa dia cantik?”

Minho tersenyum malu menjawab pertanyaan Yoona.

“Aish, kenapa kau malah senyum-senyum sendiri? Pertemukan aku dengannya ne?

“Baiklah, bagaimana jika akhir minggu ini saja?” usul Minho.

Ne, aku setuju . . .”

*****

“Seperti apa . . . orang yang bernama Minho itu?”

Sulli menoleh kaget ke arah Kyuhyun yang tengah bemain PSP kesayangannya. Gadis itu terlihat tersenyum malu menanggapinya.

“Dia orang yang sangat baik dan juga pintar, sama sepertimu. Selain itu, dia memiliki paras yang tampan . . .”

Kyuhyun tertawa kecil. “Kau tidak sedang berbohong kan?”

“Tentu saja tidak. Aku berkata yang sebenarnya . . .” ucap Sulli.

“Baiklah, kalau begitu pertemukan aku dengannya. Aku ingin lihat, seperti apa laki-laki yang berhasil meluluhkan hati adikku ini . . .” pinta Kyuhyun.

Sulli memeluk lengan Kyuhyun sembari tersenyum. “Tentu aku akan mempertemukan kalian, bagaimana jika akhir minggu ini?”

“Kedengarannya bagus, aku setuju . . .”

ooOoo

Sesuai rencana sebelumnya, Minho berencana mempertemukan Yoona dengan kekasihnya. Keduanya terlihat menunggu di kafe yang sudah dijanjikan.

“Dia belum datang?” tanya Yoona penasaran.

Minho melirik jam tangannya. “Kurasa sebentar lagi, kau tidak sabaran . . .”

Yoona berdecak. “Aku hanya penasaran . . .”

Minho tertawa kecil melihatnya. “Dia datang bersama kakaknya . . .”

Yoona menoleh kaget. “Dia punya kakak?”

Ne, sepertinya seumuran denganmu noona  . . .”

Yoona semakin bersemangat. Ia beranggapan siapa tahu bisa menjalin hubungan dekat dengan kakak dari kekasih adiknya itu. Apalagi jika seorang laki-laki.

Hampir 15 menit keduanya menunggu. Yoona terlihat seperti menahan sesuatu.

“Aku ke toilet sebentar . . .” ucap Yoona lalu beranjak pergi. Langkah kakinya terlihat dipercepat hingga tanpa sengaja menabrak seseorang yang tengah berdiri di dekat toilet.

Mianhae . . . aku tidak senga . . .” Yoona mendongakkan kepalanya lalu terkejut saat melihat sosok di depannya. “Kau . . .”

“Apa yang sedang kau lakukan di sini? Kau mengikutiku?”

Yoona langsung menatap tajam ke arah laki-laki di depannya. “Kau jangan asal bicara, Cho Kyuhyun. Memangnya kau ini siapa, dan untuk apa aku mengikutimu?”

Keduanya terlihat menatap sinis satu sama lain.

Noona . . . apa yang terjadi?”

Tiba-tiba Minho sudah berdiri di belakang Yoona.

“Ah, bukan apa-apa,” perhatian Yoona beralih pada gadis yang sudah berdiri di samping Minho. Mungkinkah itu kekasihnya?

“Sulli-ah . . .”

Oppa . . . kalian sudah saling mengenal?” tanya Sulli.

Kyuhyun menatap bingung ke arah adiknya. Begitu juga dengan Yoona. Diliriknya Minho untuk meminta penjelasan.

Oppa . . . kenalkan ini kekasihku, Im Minho, dan kakaknya Im Yoona . . .” ucap Sulli.

Noona . . . kenalkan ini kekasihku, Cho Sulli, dan kakaknya Cho Kyuhyun . . .” balas Minho.

Kyuhyun dan Yoona tampak memandang satu sama lain. Ekspresi keduanya kaget luar biasa. Sesekali mereka memperhatikan Minho dan Sulli yang tampak bergandengan mesra dan mengulum senyum. Lalu kembali memandang satu sama lain dengan mimik yang masih terkejut.

“Kau?”

Kyuhyun dan Yoona berteriak hingga membuat Minho dan Sulli terkejut. Sepasang kekasih itu hanya menatap bingung reaksi keduanya yang terlihat shock.

-TBC-

Yup, part 1 publish. Gimana menurut kalian? Mian kalo lama n ceritanya kurang gimana gitu, hehe. Kuharap kalian suka, gomawo😀

signature

61 thoughts on “Lovely Couple – Chapter 1

  1. zubaidah says:

    Hahaha..
    Kyuhyun dan yoona kaya tom and jerry berantem mulu kerjaannya..
    Sebenernya seperti apa awal mula mereka bisa bertengkar bgtu setiap bertemu?

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s