Look, at Me! – Chapter 1


lookatme

Title : 

“Look, at Me!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Angst, Family, Married Life, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

“Malam ini jangan menungguku . . .”

Yoona terdiam saat mendengar suaminya, Cho Kyuhyun, mengucapkan kalimat yang sama tiap paginya.

“Tapi . . .”

Kyuhyun langsung menoleh tajam ke arah Yoona, hingga membuat gadis itu kembali terdiam dan menunduk. Tidak berani mengangkat wajahnya walau ingin sekali memandangi lelaki yang sudah dinikahinya selama hampir setahun.

Ne, arraseo . . .” ucap Yoona lirih. “Kau tidak sarapan dulu . . .”

Belum selesai Yoona melanjutkan ucapannya, Kyuhyun terlihat sudah keluar dari rumah. Yoona terisak dan kembali tidak dapat menahan air matanya. Setiap hari harus bersabar menghadapi perlakuan suaminya yang memang sangat tidak mencintainya itu. Berusaha tegar di hadapan kedua orang tuanya dan juga mertuanya jika pernikahan mereka baik-baik saja. Walau kenyataannya sejak awal pernikahan hingga sekarang, keduanya tidur di kamar yang terpisah.

Oppa . . . apakah sampai sekarang kau masih belum bisa menerimaku?”

***

“Aku tidak mau menikah dengannya appa, aku mencintai gadis lain . . .”

Yoona terdiam di balik tembok rumah Kyuhyun saat tidak sengaja mencuri dengar pembicaraan calon suaminya dan mertuanya.

“Tidak bisa. Pernikahan kalian akan tetap dilaksanakan . . .”

Kyuhyun langsung menatap tajam dan bergegas keluar rumah. Tanpa sengaja ia melihat Yoona yang terlihat merapat ke dinding tembok sembari menundukkan wajahnya. Laki-laki itu langsung berjalan mendekat dengan tatapan tajam di wajahnya.

“Kau sudah dengar percakapan tadi?” tanyanya.

Yoona hanya mengangguk pelan.

“Baguslah. Jika kau juga menginginkan pernikahan ini tetap berjalan, aku akan menurutinya. Tapi . . .” Kalimatnya terhenti. “Jangan harap aku akan menerimamu sebagai istriku. Selamanya kau akan tersiksa dengan pernikahan ini . . .”

Tubuh Yoona gemetar usai mendengar ancaman Kyuhyun. Dilihatnya laki-laki itu bergegas keluar dari rumah dan langsung masuk ke mobil.

***

DRRT! Yoona bergegas meraih ponselnya yang tiba-tiba berdering.

Yeoboseyo . . .”

“Yoongie, apa kau ada di rumah?”

Ne, eonni,” jawab Yoona.

“Satu jam lagi aku tiba di rumahmu, kau tunggu ya . . .”

KLIK! Baru saja menerima telepon dari sepupunya, Yuri, gadis itu terlihat tersenyum tipis. Hanya sepupunya itulah satu-satunya yang tahu kondisi yang menimpanya.

*****

Kyuhyun menghentikan mobilnya di basement sebuah gedung apartemen yang mewah di kota Seoul. Laki-laki itu bergegas keluar dari mobilnya dan berjalan menuju pintu lift untuk menemui seseorang. Hingga akhirnya ia berhenti di lantai 5. Langkah kakinya terus berjalan menuntunnya menuju sebuah kamar yang sering ia kunjungi. Begitu berhenti di depan kamar yang dicari, ia segera memencet tombol bel. Keluar seorang wanita yang langsung memeluknya dan menariknya untuk masuk ke kamar apartemennya.

“Kau datang . . .” ucapnya senang.

“Tentu saja. Mana mungkin aku tidak datang, Jessica . . .” kata Kyuhyun sembari mengecup pipi wanita yang bernama Jessica itu.

Kyuhyun langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Jessica tampak mendekat dan ikut berbaring di sampingnya.

“Bagaimana kabar istrimu?” tanya Jessica.

Kyuhyun langsung berdecak kesal. “Untuk apa kau menanyakannya? Aku tak ingin membicarakannya . . .”

“Bagaimanapun juga, kau ini sudah menikah,” kata Jessica.

“Tapi aku tidak mencintainya . . .” balas Kyuhyun. “Kaulah yang kucintai . . .”

“Apa kau akan menceraikannya demi aku?” tanya Jessica.

“Jika itu perlu dilakukan, bagiku tidak masalah . . .”

“Bagaimana dengan reaksi orang tuamu nanti?”

Kyuhyun tersenyum. “Kau tidak perlu khawatir, biar aku yang menangani.”

*****

Yoona membuka pintu rumahnya saat mendengar ber berbunyi.

Eonni . . .” Yoona langsung memeluk Yuri begitu sepupunya itu tiba di rumahnya.

“Kau baik-baik saja? Apa dia berbuat kasar lagi padamu?”

Yoona hanya terdiam. Pertanyaan sepupunya itu mampu membuat raut wajahnya berubah sedih.

Yuri berjalan masuk ke ruang tengah, sementara Yoona sedang menyiapkan minuman untuknya.

“Apa kau sama sekali tidak ingin membicarakan masalah ini dengan kedua orang tuamu?”

“Tidak perlu. Aku bisa mengatasinya sendiri . . .”

Yuri berdecak. “Tapi, selama hampir 1 tahun ini perlakuannya padamu sudah melampau batas. Dia sama sekali tidak menganggapmu sebagai istrinya. Kau juga terlalu baik dan lemah. Mencintai laki-laki seperti Kyuhyun. Mau sampai kapan kau bersabar menghadapi sikapnya itu?”

Yoona berjalan menghampiri Yuri lalu meletakkan segelas minum untuknya. Gadis itu mengambil posisi duduk di hadapan Yuri.

“Jika sampai terjadi sesuatu denganmu, akan kubeberkan semua pada orang tuamu,” ancam Yuri.

Eonni . . .”

“Aku tak tega melihatmu diperlakukan seperti ini, Yoong!”

“Sudahlah, eonni. Ini masalah rumah tanggaku dengannya. Sebaiknya kau jangan terlalu ikut campur . . .”

Yuri menatap sedih adik sepupunya. Jelas terlihat sekali beban yang ditanggung Yoona selama menjalani kehidupan rumah tangganya bersama Kyuhyun. Hanya dialah yang mencintai Kyuhyun dengan tulus, tapi tidak demikian dengan suaminya.

*****

Malam ini, Yoona memutuskan untuk pergi keluar ke supermarket. Membeli beberapa barang kebutuhan di rumah. Diakuinya, ia memang lelah jika tiap hari harus menunggu suaminya pulang, tapi selalu larut malam. Apalagi tidak ada respon baik sama sekali dari Kyuhyun. Lagipula, Kyuhyun sudah menyuruhnya untuk tidak menunggu kepulangannya.

“Yoona-ya . . .”

Yoona menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Sosok laki-laki yang sudah lama tidak berjumpa dengannya tampak berdiri di belakangnya sambil mengulum senyum.

“Lee Donghae . . .”

Donghae adalah sahabatnya sejak mereka duduk di bangku SMA. Begitu lulus, sahabatnya itu memilih kuliah di luar negeri.

“Ternyata benar ini kau? Kukira aku salah orang sebelumnya . . .” ucap Donghae.

“Bagaimana kabarmu?”

“Baik, kau sendiri? Kudengar dari Yuri, kau sudah menikah?”

Yoona mengangguk pelan. Keduanya lalu memutuskan untuk mampir di sebuah kafe.

Keduanya tampak bercengkerama melepas rindu usai berpisah sejak lulus SMA.

“Tidak kusangka, kau sekarang sudah menikah. Siapa nama suami itu . . . Cho . . .”

“Cho Kyuhyun,” lanjut Yoona.

“Ah, ne. Bagaimana pertemuan kalian? Hingga akhirnya memutuskan untuk menikah,” tanya Donghae.

Yoona meneguk secangkir cappuchino yang sudah dipesannya. “Kami dijodohkan.”

Donghae tampak takjub. “Dijodohkan?”

Yoona mengangguk pelan.

“Tidak ada kendala? Kalian langsung setuju untuk menikah?”

Ne . . .” jawab Yoona.

“Umumnya orang yang dijodohkan itu menolak jika langsung menikah. Pasti suamimu itu sangat mencintaimu. Mana mungkin tidak? Kau orang yang baik, lemah lembut, pintar, berparas cantik pula. Istri idaman semua pria . . .” ucap Donghae.

Yoona terdiam mendengar penuturan Donghae. Wajahnya seketika berubah muram. Kondisinya itu diketahui oleh Donghae.

“Apa aku salah bicara?” tanya Donghae terkejut saat melihat perubahan ekspresi Yoona.

Yoona menggeleng pelan. “Ani. Kau tidak salah bicara . . .”

“Lalu, kenapa wajahmu berubah muram seperti ini? Tanya Donghae memastikan.

Gwaenchana, kurasa aku hanya kelelahan saja,” jawab Yoona dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

Donghae tidak bertanya lagi, ia beranjak dari duduknya.

“Kalau begitu, aku antar kau kembali ke rumah. Sekaligus ingin menemui suamimu, eotohge?

Yoona mengangguk sembari tersenyum.

*****

Kyuhyun baru tiba di rumah hampir jam 9 malam. Penampilannya sedikit berantakan usai menikmati makan malam bersama Jessica. Laki-laki itu berjalan masuk ke rumah dan mendapati rumah kosong. Berkali-kali ia memencet bel, tapi pintu tidak juga segera dibuka.

“Apa dia pergi?” gumam Kyuhyun lirih, lalu mengeluarkan kunci cadangan dari saku celananya.

Ia segera masuk ke kamar, bergegas mandi dan bersiap untuk tidur. Namun, rasa penasarannya tiba-tiba merundung hatinya. Ia berjalan menuju kamar Yoona. Membuka pelan pintu kamar istrinya itu, namun gadis itu belum juga kembali. Ia melirik ke arah jam tangannya.

“Hampir setengah 10 . . .” ucapnya lirih. Lalu berjalan menuju ruang tengah.

Kyuhyun terlihat duduk di sofa. Tiba-tiba terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumahnya. Laki-laki itu bergegas beranjak dari posisinya, mencoba berjalan mendekat ke arah jendela. Menarik pelan tirai korden, dengan perlahan memperhatikan ke luar jendela. Dilihatnya istrinya baru tiba di rumah dengan diantar oleh seorang lelaki yang tidak dikenalnya.

“Siapa orang itu?”

KLEK! Pintu rumahnya terbuka dan Yoona terlihat masuk bersama laki-laki yang mengantarnya. Kyuhyun tampak berjalan mendekati keduanya.

“Kau sudah pulang ke rumah?” tanya Yoona sedikit terkejut.

Kyuhyun mengangguk pelan. Perhatiannya tertuju pada sosok laki-laki yang berdiri di samping Yoona.

Ah, perkenalkan dia sahabatku saat kami di SMA . . .” ucap Yoona.

Annyeong haseyo, Lee Donghae imnida . . .”

Cho Kyuhyun imnida . . .” balas Kyuhyun singkat.

Mianhae, jika aku membuat Yoona pulang larut malam. Untuk itulah aku mengantarnya pulang. Kami sudah lama tidak bertemu sejak lulus SMA, hingga tanpa sadar mengobrol panjang lebar . . .” jawab Donghae.

“Tidak masalah,” balas Kyuhyun datar.

“Baiklah, aku pamit. Selamat malam . . .” ucap Donghae lalu berjalan keluar.

Yoona dan Kyuhyun terlihat memperhatikan Donghae yang berjalan menuju mobil lalu pergi menjauh dari rumah mereka. Sepeninggalan laki-laki itu, suasana berubah canggung. Yoona terlihat menunduk. Sementara Kyuhyun hanya menatap datar ke arah istrinya itu.

“Kau bisa keluar juga di malam hari?” sindir Kyuhyun.

Mianhae, oppa . . .” jawab Yoona.

“Untuk apa kau minta maaf?” tanya Kyuhyun dengan salah satu alisnya yang sedikit naik.

“Karena aku pulang larut malam. Sebagai istri, itu tak patut dilakukan. Apalagi jika sampai suaminya tiba lebih dulu di rumah . . .” lanjut Yoona.

“Lalu?”

“Sebenarnya, karena kau menyuruhku untuk tidak menunggumu pulang, aku pergi ke supermarket untuk berbelanja sebentar. Tapi, saat akan pulang ke rumah, aku bertemu dengan sahabat lamaku. Akhirnya kami mengobrol hingga lupa waktu . . .”

Kyuhyun tersenyum tipis. “Aku tidak peduli dengan ceritamu. Baguslah, jika kau akhrinya sadar bahwa sia-sia saja menungguku pulang . . .”

Laki-laki itu langsung bergegas masuk ke kamar. BRAK! Yoona mengedipkan matanya karena kaget mendengar pintu kamar Kyuhyun yang ditarik dengan kerasnya. Gadis itu hanya tertunduk lemas. Lalu berjalan masuk ke kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Kyuhyun.

Sementara Kyuhyun di dalam kamar terlihat terdiam. Tubuhnya masih menyender pada pintu kamarnya.

“Aish, kurasa aku mulai tidak waras . . .” gumamnya lirih.

Tanpa disadari, ada perasaan aneh yang terus menggelayutinya sejak melihat Yoona pulang ke rumah bersama laki-laki lain.

ooOoo

Yoona bangun pagi-pagi sekali seperti biasa untuk menyiapkan sarapan. Ia tahu hari ini hari Minggu. Kyuhyun tidak bekerja. Walau begitu, tetap saja tidak bisa menikmati kebersamaan layaknya suami istri dengan laki-laki itu.

Gadis itu memperhatikan jam dinding dan melihat hampir jam 7 pagi. Pekerjaan memasaknya juga sudah selesai. Yoona tengah merapikan meja makan dan meletakkan beberapa makanan yang dimasaknya di atas meja. Lalu melepas celemeknya dan mulai mengambilkan sarapan untuk suaminya.

“Kenapa dia belum keluar juga?” gumamnya lirih. Tak heran jika berpikir demikian, karena Kyuhyun biasa bangun pagi.

Dengan pelan Yoona mencoba mengetuk pintu kamar Kyuhyun.

Oppa . . . sarapan sudah siap,” panggil Yoona lembut. Hening. Tidak ada jawaban dari dalam kamar Kyuhyun. Rasa penasaran mendorong gadis itu untuk masuk ke kamar suaminya. Ia heran, saat melihat Kyuhyun masih terbaring di kamar dengan tubuh yang berselimut.

Oppa . . .” Yoona menyentuh pelan bahu Kyuhyun. Seketika ia merasa aneh. Kenapa tubuh suaminya itu terasa panas.

Gadis itu berjalan ke arah sebaliknya dan mendapati wajah Kyuhyun yang terlihat pucat serta keringat yang mulai bercucuran. Tangannya mencoba menyentuh kening Kyuhyun.

“Astaga, panas sekali . . .”

Rupanya Kyuhyun mengalami demam tinggi hingga membuat laki-laki itu tergolek lemah tak berdaya. Dengan sigap, Yoona buru-buru kembali ke dapur. Membuatkan bubur abalon.

DRRT! Tiba-tiba ponselnya berdering. Yoona bergegas mengambil ponselnya yang diletakkan dekat meja dapur.

Yeoboseyo . . .”

“Yoona-ya, apa kau ada waktu hari ini?”

Yoona tersenyum. Rupanya ibu mertuanya yang menelepon.

Ne, eomma . . .”

“Kalau begitu datanglah ke rumah. Sudah lama sekali kau tidak datang menemuiku,” pinta Mrs. Cho.

Arraseo, aku akan segera ke sana . . .” jawab Yoona.

KLIK! Yoona mematikan ponselnya lalu kembali fokus memasak bubur. Begitu bubur sudah matang, gadis itu segera menyajikannya. Dengan perlahan ia masuk ke kamar Kyuhyun sembari meletakkan bubur dan juga obat untuk suaminya. Yoona kembali ke dapur mengambil air kompres untuk menurunkan demamnya. Dengan penuh perhatian, gadis itu merawat Kyuhyun sekalipun suaminya itu tak pernah peduli dengannya.

*****

Kyuhyun membuka matanya dan terkejut saat mendapati handuk kecil sudah diletakkan di atas keningnya. Laki-laki itu langsung beranjak bangun. Ia memperhatikan jam di kamarnya dan terkejut saat mengetahui waktu sudah menunjukkan hampir jam 9 pagi.

“Apa yang terjadi denganku?” gumamnya bingung.

Perhatiannya beralih pada semangkuk bubur disertai obat yang sudah tersaji di samping ranjangnya. Ada secarik kertas ikut terselip di bawah nampan. Ia pun mengambilnya dengan pelan dan membaca tulisan yang tertera di kertas tersebut.

Oppa, aku sudah menyiapkanmu bubur

Makanlah lalu minum obat agar kondisimu lebih baik

Aku pergi ke menemui eommamu
-Yoona-

Kyuhyun tersenyum tanpa sadar membaca pesan dari istrinya itu. Ia pun memakan bubur yang sudah disiapkan Yoona lalu meminum obat.

*****

Usai menemui ibu mertuanya, Yoona kembali ke rumah dengan naik taksi. Selama perjalanan pulang, gadis itu terdiam kala mengingat ucapan ibu mertuanya itu.

***

“Apa sudah ada tanda-tanda?”

“Apa maksud pertanyaan eomma?” tanya Yoona bingung.

“Aish kau ini, tentu saja kehamilanmu . . .” jawab Mrs. Cho semangat.

Yoona terdiam. Gadis itu hanya tersenyum tipis.

“Kurasa belum, eomma . . .” ucap Yoona sembari menunduk.

“Jangan lama-lama memberikanku cucu, aku sudah tidak sabar menunggu. Ne?” kata Mrs. Cho.

Kembali Yoona hanya tersenyum tipis ke arah ibu mertuanya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk mewujudkan keinganan tersebut.

***

“Nona, kita sudah sampai . . .”

Yoona tersadar dari lamunannya. Gadis itu segera membayar ongkos taksi dan bergegas masuk ke rumah. Ia terkejut saat melihat Kyuhyun sudah duduk santai di ruang tengah sembari menonton TV.

“Kau sudah pulang?” tanya Kyuhyun.

Oppa, kau sudah merasa lebih baik?” tanya Yoona khawatir.

Anggukan Kyuhyun membuat wajah Yoona memancarkan kelegaan. Gadis itu tersenyum senang.

“Syukurlah . . .” ucap Yoona senang.

Tanpa disadari Kyuhyun, wajah laki-laki itu memerah. Dilihatnya Yoona berjalan menuju kamar.

Chakkaman . . .

Yoona menoleh karena Kyuhyun memanggilnya. “Ne, oppa . . .

“Apa kau mau pergi keluar denganku?” tanya Kyuhyun.

Seketika raut wajah Yoona berubah kaget. Untuk pertama kalinya Kyuhyun mengajaknya keluar bersama sejak menikah.

“Kau mengajakku keluar? Benarkah?” tanya Yoona sedikit tidak percaya.

“Sebagai ucapan terima kasih karena kau sudah merawatku . . .” jawab Kyuhyun. “Eotohge? Kau tidak mau?”

Yoona menggeleng keras. “Ani, tentu saja aku mau oppa . . .”

Kyuhyun langsung beranjak dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya.

“Tapi, kau yakin kondisimu sudah lebih baik oppa?” tanya Yoona sedikit cemas.

Ne, gwaenchana. Kau tidak perlu khawatir, kajja . . .”

Yoona tersenyum lalu berjalan mengikuti Kyuhyun dari belakang.

*****

CKIT! Mobil Kyuhyun berhenti di pelataran parkir dekat taman pusat Seoul. Kyuhyun dan Yoona bergegas keluar dari mobil lalu berjalan bersama memasuki kawasan taman pusat Seoul. Yoona terlihat begitu senang menikmati suasana di lokasi tersebut. Sudah lama ia mengimpikan untuk berkunjung ke taman tersebut bersama orang yang sangat dicintainya. Akhirnya harapan itu terwujud.

“Kau senang?” tanya Kyuhyun saat melihat ekspresi Yoona yang begitu takjub.

Ne . . .” jawab Yoona semangat.

“Kita cari tempat duduk . . .” ajak Kyuhyun.

Keduanya terlihat berjalan bersama menuju bangku taman yang kosong. Hingga akhirnya mereka duduk dan menikmati suasana di taman pusat Seoul.

“Ngg . . . kenapa kau mau merawatku tadi?” tanya Kyuhyun mengejutkan gadis yang tengah duduk di sebelahnya.

Yoona menoleh kaget. “Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Aku hanya penasaran . . .” lanjut Kyuhyun.

“Sudah jelas jawabannya, oppa. Karena kau adalah suamiku dan itu adalah tanggung jawabku sebagai istri untuk selalu menjaga dan merawatmu jika kau sedang sakit,” jawab Yoona.

“Sekalipun aku tidak pernah memperdulikanmu? Apa kau sama sekali tidak marah dengan sikapku?” tanya Kyuhyun.

Yoona tersenyum tipis. “Aku selalu berusaha untuk tidak marah padamu, oppa. Apapun yang kau lakukan padaku, aku akan selalu menghormatimu . . .”

Kyuhyun terdiam. Ia takjub dengan jawaban dan pemikiran Yoona.

Ia tahu, saat ini masih belum bisa menerima Yoona sebagai istrinya walau keduanya sudah menikah selama kurun waktu 8 bulan, hampir setahun. Hatinya masih keras kala menghadapi gadis yang sedang duduk di sebelahnya itu. Sejak awal pernikahan mereka, ia sudah memutuskan akan tetap mencintai Jessica dan tidak akan pernah mencintai Yoona. Namun, tanpa diduga obrolan singkat itu merubah pandangannya terhadap gadis itu. Mungkinkah Kyuhyun perlahan akan membuka hatinya untuk Yoona?

Oppa . . . tadi eomma menyampaikan sesuatu padaku,” ucap Yoona.

“Apa?”

Eomma membicarakan masalah cucu . . .” lanjut Yoona sedikit ragu untuk mengatakannya.

“Cucu?” Seketika raut wajah Kyuhyun berubah. Laki-laki itu terlihat malas untuk melanjutkan pembicaraan.

“Kuanggap kau tidak pernah mengatakannya dan jangan pernah membicarakan masalah itu di depanku . . .” ucap Kyuhyun kesal.

Yoona langsung merasa bersalah dengan ucapannya. “Mianhae, oppa. Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu . . .”

“Lupakan saja pembicaraan ini,” kata Kyuhyun.

Ne, arraseo . . .” balas Yoona sembari menunduk. Masih terlihat rasa bersalah di wajahnya.

Kyuhyun terdiam. Situasi berubah hening sejenak.

“Apa kau mau makan sesuatu?” tanya Kyuhyun memecah keheningan. Tangannya menunjuk ke arah foodcourt yang lokasinya berdekatan dengan taman pusat Seoul.

Yoona mengangguk sembari tersenyum. Keduanya pun berjalan menuju foodcourt tersebut dan memesan makanan.

“Kyuhyun-ah . . .”

Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggil Kyuhyun. Keduanya menoleh ke arah suara tersebut.

“Jessica . . .”

Yoona terdiam saat melihat sosok wanita yang sudah berdiri di hadapan mereka, lalu kembali memperhatikan Kyuhyun.

“Kau sedang apa di sini?” tanya Jessica.

Kyuhyun melirik ke arah Yoona. “Hanya menikmati akhir pekan saja . . .”

“Apa dia istrimu?” tanya Jessica saat memperhatikan Yoona yang berdiri di samping Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam sejenak. “Yoona, kenalkan dia Jessica, adik kelasku saat kami masih di bangku perkuliahan. Kurasa seumuran denganmu . . .”

Yoona terdiam. Ia melihat penampilan Jessica yang terlihat modis dan fashionable itu. Berbeda jauh dengan penampilannya yang terlihat lebih sederhana.

Jessica imnida . . .” ucap Jessica sembari mengulurkan tangan.

Yoona imnida . . .” balas Yoona. “Jadi kalian satu universitas saat kuliah dulu?”

Jessica mengangguk. “Ne. Sekalipun aku hanya adik kelasnya, tapi hubungan kami sangat dekat . . .”

DEG! Yoona merasakan sesak di dadanya saat melihat tangan Jessica bergelayut manja di lengan Kyuhyun. Apalagi saat melihat Kyuhyun hanya bersikap biasa dan tidak risih. Yoona yang notabene adalah istri Kyuhyun yang sah belum pernah sekalipun bergelayut manja di lengan Kyuhyun. Pemandangan yang dilihatnya itu, membuat hati Yoona terluka. Mati-matian Yoona menahan air matanya yang dirasa nyaris keluar.

-TBC-

Yup, akhirnya berhasil juga publish part 1, mian kalo lama. Kuharap kalian suka dan nggak bosan nunggu kelanjutan FF yang lain, ne? Gomawo😀

signature

66 thoughts on “Look, at Me! – Chapter 1

  1. Nur Khayati says:

    Super nyebelin punya suami kyk Kyuhyun, harus sering nahan nafas

    Sem0ga Y00na nanti bisa buat Kyuhyun nerima dia

  2. parkcelya22 says:

    Jesica minta di gampar ya!! .ahh maaf em0si, kyu n’ sica “MENYEBALKANampuuun yoong .. Hatimu dibuat dri apa sih ?ampe lapang bgt.. Lapangan bola aja kalah gedenyaaaa .. Semoga kau tak menyerah yaaa .. (҂’̀⌣’́)9
    Kyu! You’re stupid man !!!

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s