Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 9


srghyomyboss6

Title : 

“Saranghaeyo, My Boss!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Choi Siwon Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Genre :

Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

“Yoona tidak bekerja lagi di sini?”

Donghae mengangguk pelan saat Siwon menanyakan keberadaan Yoona. Namja di hadapannya itu terlihat kaget dengan mimik wajah kebingungan.

“Sejak kapan?” tanya Siwon.

“Sudah 3 hari ini . . .” jawab Donghae.

Raut wajah Siwon semakin bingung. “Apa alasannya dia berhenti bekerja?”

Donghae mengangkat bahunya. “Molla . . . bahkan dia juga pergi dari rumah bos dan Shin ajussi.”

Mwo?” pekik Siwon lalu menatap ke arah ruang kerja Kyuhyun. “Apa Kyuhyun ada di ruang kerjanya?”

Anggukan Donghae membuat Siwon bergegas pergi menuju ruang kerja Kyuhyun. Namja itu langsung masuk tanpa mengetuk pintu dan mendapati Kyuhyun yang dilihatnya tidak bersemangat dan hanya terdiam sembari membelakangi pintu ruang kerjanya.

“Dimana Yoona?”

Kyuhyun menoleh ke arah suara yang mengejutkannya. Wajahnya semakin tertekuk mendengar penuturan namja yang sudah dianggapnya seperti kakak sendiri.

“Untuk apa kau mencarinya?” tanya Kyuhyun sinis.

“Itu bukan urusanmu, kau benar-benar tidak tahu dimana dia sekarang?”

Kyuhyun justru tertawa sinis. “Jangan bilang padaku jika kau ingin menyatakan perasaanmu pada Yoona . . .”

Menanggapi pernyataan Kyuhyun, Siwon hanya tersenyum tipis. “Jika benar, kau mau apa? Ini urusanku dan sebaiknya kau tidak ikut campur . . .”

Hyung!

Siwon yang berniat keluar dari ruang kerja Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya ke arah Kyuhyun.

“Kau jangan main-main! Bagaimana dengan Sooyoung? Kau sama sekali tidak memikirkan perasaannya?”

Siwon hanya menatap dingin ke arah Kyuhyun. Namja itu lebih memilih diam lalu bergegas keluar dari ruang kerja Kyuhyun, kemudian berjalan menuju mobilnya yang terparkir di luar restoran. Dengan cepat melajukan mobilnya meninggalkan restoran.

Kyuhyun POV

Aaargh! Aku benar-benar kesal melihat ekspresinya yang seolah tidak berdosa! Bagaimana bisa ia mencampakkan Sooyoung demi orang lain, apalagi orang itu adalah Yoona? Siwon-hyung, kau benar-benar keterlaluan!

Aku benar-benar frustasi. Apa yang terjadi dengan diriku ini? Sejak Yoona pergi walau aku tahu baru 3 hari, aku benar-benar tersiksa. Kusadari aku sering melamun dan juga semangat bekerjaku hilang. Aku seperti malas untuk menjalani hidup, seperti orang yang tidak punya tujuan dan arah.

Im Yoona, sebenarnya kau sekarang dimana? Kenapa aku sama sekali belum bisa menemukanmu? Tahukah kau betapa aku sangat merindukan dan mencemaskanmu?

DRRT! Perhatianku beralih pada ponselku yang tiba-tiba berdering. Dengan malas aku mengangkat panggilan masuk.

Yeoboseyo . . .” ucapku pelan. “Sooyoung-ah?”

Aku masih menunggu yeoja itu melanjutkan ucapannya.

“Kau ingin bertemu?” tanyaku memastikan. “Ne, arraseo . . .”

Yoona POV

Antrian itu terlihat sedikit panjang. Mungkin karena sekarang memasuki akhir pekan, banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Seperti yang sedang kulakukan ini, aku tengah mengantri untuk membayar barang yang kubeli di supermarket. Aku sudah menumpang di apartement Jessica, rasanya tidak baik jika aku tidak melakukan apapun untuk membalas kebaikannya.

Begitu tiba giliranku untuk membayar, aku langsung bergegas agar tiba di apartemen sebelum Jessica kembali dari restoran. Hanya butuh waktu 15 menit untuk membayarnya, begitu selesai, aku berjalan keluar dari supermarket dan bergegas kembali ke apartemen. Memang lokasi supermarket ini tidak begitu jauh dari apartemen Jessica.

“Im Yoona?”

Langkah kaki terhenti saat aku mendengar suara yang tidak asing bagiku. Aku mencoba berbalik dan terkejut saat mendapati sosok namja itu sudah berdiri di belakangku. Wajahnya terlihat cemas, tak lama kemudian terlihat lega. Ia tersenyum sembari menatapku dalam-dalam. Nafasnya masih terengah-engah.

“Kau . . .”

Author POV

Kyuhyun menemui Sooyoung di restoran favorit mereka. Namja itu terlihat memasang wajah murung saat menemui sahabatnya itu.

“Kyu . . .”

Kyuhyun menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Dilihatnya Sooyoung tersenyum sembari melambaikan tangan ke arahnya. Kyuhyun hanya tersenyum tipis lalu bergegas menyusul Sooyoung.

“Kau sudah lama menunggu?” tanya Kyuhyun.

Sooyoung menggeleng pelan dengan senyum mengembang di wajahnya.

“Kau pesan apa?” tawar Sooyoung.

“Terserah kau saja . . .” balas Kyuhyun.

Sooyoung tampak memanggil pelayan dan memesan sesuatu untuk keduanya.

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Kyuhyun penasaran.

Yeoja di depannya itu terdiam dan tidak berkata apapun. Wajahnya terlihat murung.

“Soo . . .”

“Apakah mungkin jika . . .” Kalimat Sooyoung terhenti sejenak. “Menjalin hubungan?”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Apa maksudmu?”

“Perlukah aku mengulangi pertanyaanku?”

Kyuhyun terdiam. Sebenarnya ia tahu kemana arah pembicaraan mereka.

“Apa yang terjadi denganmu dan Siwon-hyung?”

Sooyoung memalingkan wajahnya ke arah lain. “Aku tidak tahu apakah aku bisa menyelamatkan hubungan kami. Sungguh, aku benar-benar tidak tahu. Kurasa hubungan kami sekarang sudah di ujung tanduk . . .”

Kyuhyun terlihat tertunduk sembari menatap ke arah meja. “Awalnya aku mengharapkan hubungan kita lebih dari sekedar sahabat. Kupikir aku akan selalu mencintaimu dan berniat mengungkapkan perasaan padamu. Hingga akhirnya kau memutuskan untuk menyukai Siwon-hyung bahkan bertunangan dengannya . . .”

“Lalu sekarang? Perasaan itu masih sama bukan?”

Kyuhyun menggeleng pelan. “Jeongmal mianhae, kurasa hatiku sudah untuk orang lain sekarang . . .”

“Im Yoona?”

Kyuhyun mengangguk pelan. “Ne, kali ini yang ada dihatiku hanya dia seorang.”

Sooyoung tersenyum tipis. “Kyu . . . jika aku tidak menyukai Siwon-oppa, mungkin saat ini aku sudah hidup bahagia bersamamu.”

Kyuhyun menggenggam tangan Sooyoung. “Kau pasti bisa menyelesaikan masalahmu dengan Siwon-hyung. Kau harus hidup bahagia bersamanya, ne?

Sooyoung tersenyum lalu mengangguk pelan. “Jika kau bertemu dengan Yoona, tolong sampaikan permintaan maafku padanya. Atas sikapku terakhir kali padanya . . .”

“Kuharap aku bisa menyampaikan pesanmu . . .”

“Apa maksudmu?” tanya Sooyoung bingung.

Kyuhyun terdiam. Namja itu lebih memilih memalingkan wajahnya ke arah luar restoran.

*****

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Yoona menoleh ke arah namja yang sudah duduk di sampingnya. Keduanya terlihat mengobrol bersama di sebuah taman.

“Siwon . . .”

“Apa yang terjadi?” raut wajah Siwon terlihat mencemaskan Yoona.

Yoona hanya tersenyum. Ia tidak menduga akan bertemu dengan Siwon.

Gwaenchana . . .”

“Aku sudah mendengar semua dari Donghae. Apa Sooyoung berbuat buruk padamu?”

Yoona menggeleng. “Ani, aku yang salah. Bukan dia . . .”

Siwon terdiam. Namja itu tampak menggenggam tangan Yoona. membuat yeoja di sampingnya memasang mimik bingung.

Mianhae, ini salahku . . .”

“Apa . . . hubunganmu dengan Sooyoung memburuk? Jika benar, kurasa itu karena aku. Selain itu, hubunganmu dengan Kyuhyun juga sama . . .” ucap Yoona merasa bersalah. “Seharusnya aku yang minta maaf, bukan kau.”

Siwon tersenyum. “Yoong . . . bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?”

Yoona mengernyitkan dahinya. “Apa?”

“Kurasa . . . aku menyukaimu.”

Tidak ada yang bisa dikatakan dari Yoona. Yeoja itu menoleh kaget ke arah Siwon. “Mana mungkin begitu, kau ini sudah bertunangan.”

“Tapi . . .”

Yoona tampak menatap lurus ke arah Siwon. “Dengarkan aku, kurasa kau hanya bimbang. Bukankah kau sudah lama menjalin hubungan dengan Sooyoung? Mana mungkin kau berpaling hati semudah itu, apalagi terhadapku yang baru kau kenal beberapa bulan saja . . .”

Siwon terdiam mendengar pendapat Yoona.

“Yakinlah pada perasaanmu, kau sangat mencintai Sooyoung. Perasaanmu terhadapku, kuanggap kau tidak pernah mengatakannya . . .” lanjut Yoona.

“Apa alasanmu mengatakan ini?”

Yeoja itu tersenyum. “Aku hanya ingin menyelamatkan hubungan kalian berdua. Aku tidak mau, hanya karena aku, hubungan kalian yang sudah terjalin lama akan rusak begitu saja. Selain itu . . .”

Siwon terlihat masih menunggu Yoona melanjutkan kalimatnya.

“Sudah ada orang lain di hatiku . . .”

“Maksudmu Kyuhyun?”

Anggukan Yoona membuat Siwon hanya tersenyum. Tidak ada lagi mimik kesedihan dalam namja itu. Yang terlihat justru kelegaan yang terpancar dari wajahnya.

“Apa sampai sekarang dia belum menemukanmu? Kau tinggal dimana?”

“Aku tidak bisa memberitahumu dan jangan sekali-kali kau memberitahunya . . .” ucap Yoona.

Kyuhyun POV

Aku berjalan pelan menuju kamarku. Kulihat Shin ajussi tengah bersiap menyiapkan malam. Sejak tadi ia memanggilku tapi tak pernah kuhiraukan.

“Kau sama sekali tidak mendengarku?!” tanyanya yang kesekian kali saat aku hampir masuk ke kamar.

Ajussi . . . kau memanggilku?”

Shin ajussi tampak memandang kesal ke arahku. Lekukan di wajahnya semakin memperlihatkan rasa kesalnya padaku.

“Bisakah kau sedikit bersemangat? Akhir-akhir ini aku melihatmu seperti orang yang kehilangan arah, tidak ada semangat, kerjaanmu hanya melamun dan berdiam diri saja . . .”

“Memang aku harus melakukan apa?”

Shin ajussi mendesah. “Kau ini seorang bos. Apapun yang sedang menimpamu, kau tidak boleh melepas tanggung jawabmu sebagai pemimpin di restoranmu. Bagaimana nasib para karyawan kita? Semua hidup mereka itu bergantung padamu, Cho Kyuhyun . . .”

Seperti mendapat cambukan keras. Apa yang dituturkan Shin ajussi benar. Baru kusadari sikapku akhir-akhir ini akan merugikan para karyawanku. Mana boleh sebagai pemimpin kita melupakan tanggung jawab dalam mengelola pekerjaan.

“Kurasa kau benar, ajussi. Gomawo . . . sudah mengingatkanku . . .”

Shin ajussi tersenyum. “Aku tahu apa penyebab kondisimu ini? Lebih baik, kau segera selesaikan masalahmu dengan Yoona . . .”

“Aku pun ingin demikian, tapi bagaimana caranya? Bahkan sampai sekarang belum bisa menemukannya . . .”

“Teruslah mencari. Kau pasti akan bertemu dengannya . . .”

Aku terdiam. Tiba-tiba terlintas dalam benakku perkataan Sooyoung tadi siang. Ah, memang saat ini aku sudah yakin, jika hatiku tidak lagi untuk Sooyoung, melainkan untuk Yoona seorang.

Yoona POV

“Kau bertemu dengan Siwon-oppa?”

Aku mengangguk pelan pada Jessica. Saat ini kami tengah menikmati makan malam.

“Lalu? Apa dia menanyakan sesuatu? Mungkin masalah tempat tinggalmu sekarang begitu?”

Ne, dia memang sempat menanyakan tempat tinggalku sekarang,” jawabku lirih.

“Kau beritahu dia?”

Aku menggeleng pelan. “Tentu saja tidak.”

Kulihat Jessica hanya memasang mimik wajah cuek menanggapi jawabanku.

“Tadi . . . dia juga sempat mengutarakan perasaannya padaku . . .” ucapku pelan.

Seketika raut wajah Jessica berubah kaget menatapku.

Mwo?” Mata Jessica nyaris keluar karena kagetnya. “Kau tidak sedang bercanda kan?”

“Tentu saja tidak, mana mungkin aku bergurau seperti ini . . .” elakku.

Jessica masih menatapku, kini dengan mimik bingung di wajahnya. “Lalu apa jawabanmu?”

“Aku menolaknya. Dengan alasan karena dia sudah bertunangan, yang kedua karena sudah ada orang lain di hatiku . . .” ucapku.

Raut wajah Jessica langsung berubah jahil menatapku. “Arraseo . . . orang itu adalah bos. Tebakanku benar bukan?”

“Jangan menggodaku . . .” ucapku sembari menutupi wajahku yang kurasa memerah. Sementara Jessica hanya terkekeh melihat reaksiku.

“Jika benar kau mencintai bos, kenapa kau tidak kembali saja ke restoran? Datanglah dan temui dia . . .”

“Tidak mau . . .”

“Kau tahu, betapa bos sangat memikirkanmu? Hampir 3 hari ini semangatnya benar-benar menurun. Tidakkah kau merasa kasihan padanya?”

Sesaat aku terdiam. “Benarkah itu?”

Anggukan Jessica membuat hatiku sedikit sakit. Jika benar, kondisi Kyuhyun seperti yang dikatakannya, kurasa aku akan semakin sakit membayangkan keadannya sekarang. Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan? Rasanya ingin sekali aku menemuinya. Aku sangat merindukannya. Hanya saja, saat ini hatiku masih sakit mengingat perlakuannya terakhir kali padaku.

ooOoo

Kyuhyun POV

Aku berjalan menuju restoran dengan langkah yang sedikit lebih bersemangat usai mendapat nasehat dari Shin ajussi semalam. Apapun masalah yang sedang menimpaku, aku tidak boleh melalaikan tanggung jawabku sebagai pemimpin.

Saat aku masuk, kulihat hanya ada Donghae yang sedang membersihkan meja pengunjung, begitu juga karyawan lain.

“Mana Jessica? Biasanya sudah datang lebih awal . . .” tanyaku pada Donghae.

“Ah, selamat pagi, Bos! Jessica hari ini tidak masuk kerja,” jawab Donghae.

Wae?

“Sakit, kurasa kelelahan . . .” lanjut Donghae.

Jinjja?” Aku terdiam sejenak sembari memikirkan sesuatu. “Kalau begitu, siapkan bubur abalon untuknya. Suruh karyawan lain yang membuatnya, nanti akan kuantar ke apartemennya . . .”

Donghae mengangguki perintahku. Kulihat ia berjalan menuju dapur. Aku langsung masuk ke ruang kerjaku sebentar untuk mengecek beberapa berkas. Setengah jam kemudian, kulihat Donghae masuk ke ruang kerjaku sambil membawa makanan yang sudah disiapkan untuk Jessica.

“Bos yakin mau mengantarnya sendiri?” tanya Donghae.

Ne, sekali-kali aku perlu melakukannya sebagai bentuk perhatianku pada karyawanku . . .” jawabku sembari tersenyum.

Donghae mengangguk dan ikut tersenyum. Aku bergegas pergi keluar restoran sambil membawa makanan untuk Jessica tersebut. Kulihat Shin ajussi baru tiba di restoran dengan mimik bingungnya saat melihatku akan keluar.

“Kau mau kemana? Apa yang sedang kau bawa?”

“Aku mau menemui Jessica di apartementnya, kata Donghae dia sakit. Aku datang membawakan bubur abalon untuknya . . .”

Shin ajussi tersenyum. “Sepertinya kau sudah bisa mengatasi masalah yang sedang menimpamu . . .”

Aku mengangguk pelan. “Kau benar, ajussi . . .”

Author POV

Kyuhyun bergegas berjalan menuju mobilnya. Sementara Shin ajussi dan Donghae hanya memandangnya dari dalam restoran.

Chakkaman . . . bukankah Yoona sekarang tinggal bersama Jessica?” tanya Donghae dengan mimik kaget.

“Benar juga . . .” jawab Shin ajussi.

“Bagaimana jika Bos sampai bertemu dengan Yoona?”

Shin ajussi tersenyum menanggapi Donghae. “Biarkan saja. Jika sampai mereka bertemu, Kyuhyun pasti akan segera menyelesaikan masalahnya . . .”

Keduanya tersenyum sembari memperhatikan mobil Kyuhyun yang sudah menjauh dari restoran.

Tak butuh waktu lama bagi Kyuhyun untuk tiba di apartement Jessica karena lokasinya yang memang tidak terlalu jauh. Namja itu bergegas keluar dari mobil dan berjalan masuk menuju tempat tinggal Jessica. Di samping membawa makanan untuk Jessica, tangannya terlihat memegang secarik kertas yang bertuliskan nomor kamar hunian karyawannya itu. Namja itu terus mencari hingga akhirnya berhenti di depan pintu kamar hunian. Ia cocokkan nomor kamar hunian tersebut dengan nomor yang tertulis di kertas.

“Ini dia . . .” ucap Kyuhyun lalu memencet bel.

KLEK! Terdengar suara pintu terbuka dan keluarlah sosok yeoja dengan ekspresi wajah yang kaget saat melihat Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu kamar huniannya.

“Bos?”

Kyuhyun tersenyum. “Kudengar dari Donghae kau sakit, aku datang mengantarkan bubur untukmu.”

Jessica masih menatap kaget ke arah bosnya. Yeoja itu terlihat mematung.

“Boleh aku masuk?” tanya Kyuhyun.

Barulah Jessica sadar dari lamunannya, yeoja itu mengangguk ragu.

Kyuhyun berjalan masuk lalu meletakkan barang yang dibawanya di atas meja ruang tengah. Namja itu pun duduk sejenak.

“Apa Bos ingin meminum sesuatu?” tanya Jessica.

“Tidak perlu, aku hanya sebentar saja,” jawab Kyuhyun. Perhatiannya beralih saat mendengar seseorang tengah memasak dari dapur. “Ada saudaramu?”

Mwo? Ah, ne. Saudaraku yang datang dari luar Seoul . . .” jawab Jessica bohong.

Kyuhyun tersenyum. Lalu beranjak dari posisi duduknya. “Baiklah, aku kembali ke restoran. Makanlah bubur itu dan beristirihatlah agar lekas sembuh . . .”

Ne, gomawo atas perhatian Bos padaku . . .” balas Jessica. Wajahnya sedikit lega karena Kyuhyun langsung segera keluar dari kamar huniannya.

Sunbae . . . apa cara membuat masakan ini sudah benar?!”

DEG! Jessica tersentak mendengarnya. Dilihatnya langkah Kyuhyun berhenti. Namja itu memutar tubuhnya.

“Suara itu . . .”

Jessica hanya menunduk dan tidak berkata apapun. Kyuhyun langsung berjalan menuju dapur untuk memastikannya sendiri. Seketika tubuhnya terasa kaku saat melihat sosok yeoja yang tengah memasak di dapur Jessica.

“Im Yoona . . .”

Yoona POV

Aku terdiam. Suara yang tidak asing bagiku. Tubuhku gemetar tanpa sadar. Aku memutar tubuhku secara perlahan. Pandanganku beralih pada sosok namja yang sudah berdiri di belakangku.

“Kyu . . .”

Kulihat namja itu menatapku dengan mimik kagetnya. Ia langsung berjalan mendekat ke arahku. Perhatianku tertuju pada Jessica yang hanya menunduk.

Dengan cepat aku mematikan kompor dan melepas celemek yang terpasang di tubuhku. Tanpa pikir panjang aku langsung berjalan keluar dari kamar hunian Jessica.

“Im Yoona!”

Kuhiraukan panggilan Kyuhyun yang kurasa mulai mengejarku. Aku semakin mempercepat langkahku hingga keluar dari gedung apartement. Rasanya aku tidak siap jika bertemu dengannya, entah kenapa yang terlintas di kepalaku hanyalah menghindarinya.

Chakkaman . . .

Langkah Kyuhyun lebih cepat dariku, namja itu sudah berdiri tepat di hadapanku dan membuat langkahku terhenti.

“Kenapa kau menghindariku seperti ini?” tanya Kyuhyun.

“Aku tidak menghindarimu. Aku ada urusan,” jawabku cepat lalu mencoba kembali berjalan melewatinya.

Tanpa kuduga, Kyuhyun justru menarik tanganku dan langsung memelukku.

“Tidakkah kau tahu . . . betapa aku sangat merindukanmu . . .” ucapnya lirih.

Hatiku terenyuh mendengarnya. Aku pun juga merasakan hal yang sama dengannya. Aku menarik pelan tubuhku agar terlepas dari pelukannya.

Mianhae, Kyu. Sebaiknya kita tidak perlu bertemu lagi . . .”

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun kaget. “Kau sama sekali tidak mau bertemu lagi denganku? Apa sampai sekarang kau masih marah padaku karena sikapku terakhir kali . . .”

Aku hanya terdiam. Aku tidak tahu harus berkata apa menanggapinya.

“Kembalilah ke rumah . . .” ajak Kyuhyun. “Kau tahu, sejak kau pergi tanpa pamit seperti itu, aku sangat tersiksa. Rasanya tidak ada semangat hidup, aku seperti orang yang kehilangan arah dan tanpa tujuan . . .”

Hentikan, Kyu. Kumohon jangan mengatakan hal yang menyakitkan bagiku. Aku tidak sanggup jika melihatmu begitu lemah di hadapanku seperti sekarang ini. Tanpa berbicara apapun, aku hanya berbalik dan berjalan meninggalkannya. Kali ini, Kyuhyun tidak mengejarku. Namja itu hanya terdiam dengan tatapan melasnya memandangku.

Author POV

Jessica terlihat cemas menunggu di kamar huniannya. Yeoja itu gelisah jika terjadi sesuatu antara Yoona dan Kyuhyun.

KLEK! Pintu kamarnya terbuka dan Yoona masuk dengan wajah masam.

“Apa yang terjadi?” tanya Jessica cemas.

Yoona tidak menjawab. Yeoja itu justru memilih masuk ke kamar, mengambil kopernya dan terlihat mengemasi barang-barangnya.

“Apa yang kau lakukan?” Jessica bingung dengan sikap Yoona.

“Aku akan pergi ke Busan,” jawab Yoona singkat.

Mwo?

Yoona kembali melanjutkan kegiatan mengepak barang-barangnya.

“Kenapa mendadak sekali? Apa karena pertemuanmu dengan Bos barusan?”

Anggukan Yoona membuat Jessica sedikit kesal. “Tidak bisakah kau berbaikan dengan Bos? Kasihan dia. Saat melihatmu tadi, kurasa dia sangat merindukanmu. Jika kau pergi, apa yang akan terjadi dengannya. Bukankah kau ini sangat mencintainya?”

Yoona terdiam. Yeoja itu memilih mengabaikan ucapan Jessica.

“Ini terlalu berat untukku . . .” ucap Yoona. Lalu berjalan mendekat ke arah Jessica dan memeluknya.

Sunbae . . . gomawo atas kebaikanmu padaku. Aku tidak akan pernah melupakannya, sampaikan salamku pada semuanya, terutama Kyuhyun. Mianhae . . .”

Jessica sedikit terisak. “Tapi . . . kau tidak harus pergi dengan cara seperti ini.”

Jeongmal mianhae . . .” Yoona hanya menatap Jessica dengan mata yang terlihat mulai berlinang.

Yeoja itu pun mengambil barang-barangnya dan bergegas keluar dari kamar hunian Jessica. Ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya, Busan.

Jessica menatap punggung Yoona yang semakin menjauh.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus memberitahu Bos . . .” ucapnya lalu bersiap-siap ke restoran.

Kyuhyun POV

Mobilku berhenti di depan restoran. Aku keluar dari mobil dan berjalan menuju ruang kerjaku dengan langkah gontai. Shin ajussi dan Donghae menatapku dengan bingung.

“Kyu . . . apa yang terjadi?” tanya Shin ajussi penasaran.

Aku hanya menggeleng pelan lalu kembali berjalan masuk ke ruang kerjaku. Aku terduduk lemas. Hatiku benar-benar kalut. Wajah Yoona masih terlintas dalam pikiranku. Kenapa? Kenapa ekspresinya terlihat sedih saat melihatku?

“Aish!” runtukku kesal lalu menundukkan wajahku.

BRAK! Tiba-tiba pintu ruang kerjaku terbuka. Kulihat Jessica datang dengan tergopoh-gopoh.

“Jessica, apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kau sedang sakit?” tanyaku bingung. Wajahnya terlihat panik dan sedikit pucat.

Mianhae, Bos. Yoona . . .”

“Ada apa?” tanyaku semakin penasaran.

Jessica masih menata nafasnya yang tersengal. “Dia sudah berkemas. Katanya hari ini juga akan kembali ke kampung halamannya di Busan.”

Mwo?

Tanpa pikir panjang aku langsung beranjak dan bergegas keluar dari restoran. Tidak bisa kubiarkan yeoja itu pergi begitu saja.

Author POV

Kyuhyun melajukan mobilnya secepat mungkin menuju Seoul Station. Namja itu terlihat panik dan begitu takut jika gagal memburu waktu. Dengan cepat ia menyisiri seluruh area stasiun, mencari sosok yang sangat dicintainya itu, di tengah-tengah keramaian orang yang berlalu lalang di area stasiun. Nihil. Yeoja itu tidak ia temukan sama sekali. Hingga akhirnya ia mendengar suara kereta yang bersiap berangkat dari stasiun.

“Tidak . . .”

Kyuhyun langsung bergegas masuk mendekat ke arah kereta yang sudah mulai berjalan.

“IM YOONA!!” teriaknya keras, namun kereta semakin lama semakin cepat. Namja itu memperkencang laju larinya tapi sia-sia. Kereta tersebut sudah berangkat dan semakin menjauh.

“YOONA!!” teriaknya sekali lagi walau tahu kereta itu tidak mungkin berhenti ataupun berbalik ke arahnya. Namja itu hanya menatap sedih ke arah kereta yang dilihatnya semakin menjauh.

-TBC-

Akhirnya part 9 publish juga, mian kalo lama hehe. Kuharap kalian suka dengan kelanjutannya, gomawo😀

signature

60 thoughts on “Saranghaeyo, My Boss! – Chapter 9

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s