The True Love – Chapter 8


thetruelove4

Title : 

“The True Love”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Seo Joo Hyun SNSD

Shim Changmin TVXQ

Other Cast :

Member Super Junior

Member SNSD

Genre :

Angst, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Mobil yang dikendarai Kyuhyun melaju dengan cepatnya menuju gedung SM Entertainment. Namja itu masih terlihat kaget mendengar fakta yang mengejutkan dari Sooyoung.

“Tidak mungkin . . .” gumamnya lirih.

***

“Kau sedang tidak berbohong kan?” tanya Kyuhyun dengan nada meninggi.

“Tentu saja tidak, oppa. Aku berkata yang sebenarnya . . .” jawab Sooyoung.

“Sejak kapan kau tahu sikap Seohyun yang buruk pada Yoona?” tanya Kyuhyun ragu.

“Saat kau dan Yoona resmi berpisah. Bukankah di saat yang sama kau resmi menjalin hubungan dengan Seohyun? Memang aku tidak tahu apakah Yoona sering berdebat dengan Seohyun, hanya saja yang membuatku yakin adalah kejadian tadi pagi. Aku melihat Seohyun memarahi Yoona karena telah melanggar janji untuk tidak mendekatimu. Kurasa dia marah saat melihat kau dan Yoona terkunci di ruang latihan kemarin malam . . .” jawab Sooyoung panjang lebar.

“Sebenarnya semua member Girls Generation sudah tahu jika aku dan Sooyoung resmi berpacaran saat aku masih melakukan syuting drama bersama Yoona, tidak terkecuali Seohyun,” lanjut Siwon.

“Seohyun mengatakan padaku jika kau kembali bermesraan dengan Yoona . . .” ucap Kyuhyun.

“Seohyun berbohong oppa! Jelas tindakannya itu hanya untuk mempengaruhimu agar kau berpisah dengan Yoona . . .” timpal Sooyoung.

“Aku sudah berkali-kali mengatakannya padamu, kau tidak percaya juga . . .” ucap Siwon.

“Yoona itu sudah banyak berkorban untukmu oppa. Sejak kalian resmi berpacaran, Yoona sudah tahu jika Seohyun juga mencintaimu. Tapi dia biarkan saja. Apalagi saat tahu kau akan projek duet dengannya, Yoona tetap diam dan tidak memberitahumu. Ia berasumsi, tidak akan terjadi apapun antara kau dan Seohyun. Tanpa diduga, Seohyun memanfaatkan kebersamaan kalian selama projek duet hingga berhasil memisahkan kau dan Yoona, setelah itu merebutmu darinya . . .” kata Sooyoung.

***

Kemarahan Kyuhyun memuncak kala mengingat jawaban Sooyoung. Barulah disadarinya bahwa selama ini ia benar-benar bodoh dan mau termakan omongon Seohyun. Selama ini Yoona sudah banyak berkorban untuknya tapi apa yang dilakukannya?

CKIT! Mobil Kyuhyun berhenti di depan gedung SM Entertainment. Namja itu bergegas keluar untuk menemui seseorang dan menyelesaikan semua urusannya.

Kyuhyun berjalan menuju ruang latihan vokal. Dilihatnya sosok yeoja tengah bersiap untuk berlatih vokal. Ia menoleh ke arah Kyuhyun dengan lekukan senyum di wajahnya.

Oppa . . . kenapa kau lama sekali?” tanyanya.

Kyuhyun terdiam lalu berjalan mendekatinya. “Seohyun . . . kita perlu bicara.”

Seohyun sedikit kaget dengan ekspresi Kyuhyun yang menatapnya serius. Yeoja itu memilih diam dan mengikuti Kyuhyun keluar dari ruang latihan vokal.

“Ada apa?” tanya Seohyun penasaran.

Kyuhyun memutar tubuhnya dan seketika tatapan tajam itu keluar darinya.

“Lebih baik kita akhiri saja . . .”

Seohyun terkejut. “Apa maksudmu, oppa?

“Hubungan kita sampai di sini saja . . .” lanjut Kyuhyun.

Kedua mata Seohyun langsung berlinang air mata mendengar penuturan Kyuhyun. “Kau ingin mengakhiri hubungan kita? Wae?

Kyuhyun tersenyum tipis. “Sejak awal seharusnya aku tidak menjalin hubungan denganmu. Mianhae . . .”

Namja itu berbalik dan bersiap meninggalkan Seohyun. Tapi langkahnya terhenti karena yeoja itu menarik tangannya.

Oppa . . . jangan tinggalkan aku seperti ini . . .” pinta Seohyun.

Kyuhyun menepis tangan Seohyun. Namja itu menatap tajam ke arahnya. “Kau sudah berbohong padaku selama ini. Aku tidak mau mempertahankan hubungan ini . . .”

“Aku tidak pernah berbohong padamu, oppa . . .” elak Seohyun.

“Sudahlah, kau jangan lagi berpura-pura di hadapanku. Aku sudah tahu semuanya dari Sooyoung dan Siwon-hyung. Kau sengaja mempengaruhiku agar aku berpisah dengan Yoona. Bahkan setelah sukses membuat hubungan kami hancur, kau masih berbuat buruk pada Yoona . . .” lanjut Kyuhyun.

Seketika tubuh Seohyun terasa kaku. Yeoja itu tertunduk diam.

“Kau boleh saja membodohiku seperti ini, tapi aku tidak terima jika kau berbuat buruk pada Yoona. Untuk itulah . . .” Kyuhyun memalingkan wajahnya sejenak ke arah lain. “Hubungan kita sampai di sini saja.”

Selesai berkata demikian, Kyuhyun berbalik dan meninggalkan Seohyun. Yeoja itu langsung terduduk lemas melihat namja itu pergi meninggalkannya begitu saja. Satu permasalahan Kyuhyun dengan Seohyun sudah selesai, sekarang tinggal memperbaiki hubungannya dengan Yoona kembali.

*****

Yoona tengah berduaan bersama Changmin di tepi pantai Eurwangni. Walau pantai terlihat sepi, tetap saja ada pengunjung yang memperhatikan keduanya dan mengabadikan moment kebersamaan mereka. Keduanya tampak duduk beralaskan pasir putih nan indah yang ada di pantai tersebut.

Oppa . . .

Changmin menoleh pelan ke arah yeoja yang tengah duduk di sampingnya itu.

Wae? Kenapa wajahmu terlihat muram? Kau sedang ada masalah?” tanya Changmin cemas.

Yoona terdiam. Tangannya tampak asyik memainkan pasir putih yang berada di dekatnya.

Mianhae, oppa. Aku tidak tahu apakah masih bisa melanjutkan permainan ini . . .” jawab Yoona.

Changmin memperhatikan ekspresi Yoona yang terlihat kelelahan. Namja itu merasa kasihan padanya.

“Apa kau lelah?” tanya Changmin.

“Kurasa begitu . . .” ucap Yoona pelan.

Changmin tersenyum. “Mianhae, aku yang sudah mengusulkan permainan ini dan justru membuatmu kelelahan menjalani semuanya. Aku tahu, sampai sekarang kau masih mencintai Kyuhyun. Bahkan mungkin untuk selamanya, kau akan tetap mencintanya . . .”

Yoona merasa bersalah pada Changmin. Ia tahu namja itu begitu baik padanya, tapi ia juga tidak bisa berbohong. Hanya ada Kyuhyun seorang di hatinya, bukan orang lain. Walau demikian, ia sangat berterima kasih pada Changmin karena telah menguatkannya untuk menghadapi semua permasalahan yang menimpanya selama ini.

Mianhae, oppa. Aku sungguh keterlaluan tidak bisa menerima perasaanmu. Awalnya aku berpikir mungkin saja aku bisa menerimamu, tapi kenyataannya tidak demikian. Benar yang seperti kau katakan, sampai sekarang aku masih mencintai Kyuhyun-oppa. Semakin berusaha melupakannya, rasa cintaku padanya semakin besar. Jeongmal mianhae oppa . . .” lanjut Yoona.

Changmin tersenyum lalu meraih tangan Yoona, menggenggamnya dengan lembut lalu mengecup kedua tangannya.

“Mungkin ini yang terakhir kalinya aku melakukan hal itu. Kurasa . . .” Kalimat Changmin terhenti sejenak. “Kita akhiri saja permainan ini.”

“Perlukah kita adakan konferensi pers lagi, oppa?” tanya Yoona.

“Aku tidak tahu. Kurasa kita harus menunggu waktu agak lama untuk melakukannya. Sementara ini, kita tidak harus selalu sering bertemu. Perlahan para fans akan menyadari dan berasumsi hubungan kita merenggang. Saat itulah akan lebih tepat jika kita mengadakan konferensi pers, eotohge?

Yoona mengangguk pelan. “Kau benar, aku setuju . . .”

“Lalu, apa rencanamu sekarang?” tanya Changmin.

“Untuk sementara aku akan kembali ke rumah orang tuaku dan meninggalkan dorm. Sampai masa cutiku habis oppa . . .”

Changmin tersenyum lalu mengalihkan perhatiannya ke arah laut. “Kuharap, kau bisa mendapatkan kebahagiaanmu kembali . . .”

Ne, oppa. Kuharap itu bisa segera terwujud . . .”

Changmin kembali tersenyum. Walaupun ia tidak berhasil mendapatkan hati orang yang paling dicintainya itu, namja itu tetap merasa senang. Baginya yang terpenting adalah kebahagiaan untuk Yoona seorang.

*****

“Yoona sedang pergi?”

Yuri mengangguk, begitu juga dengan Sunny dan Tiffany yang terlihat bersamanya. Kyuhyun tertunduk lemas. Padahal ia berharap dapat bertemu dengan Yoona secepatnya.

“Mungkin dia sedang pergi bersama Changmin-oppa . . .” lanjut Sunny.

“Begitu rupanya. Baiklah, aku pamit . . .” ucap Kyuhyun lemas.

“Kau tidak ingin menunggunya?” tanya Tiffany.

Kyuhyun menggeleng pelan. “Tidak perlu . . .”

Ketiganya tampak menatap bingung ke arah Kyuhyun yang berjalan keluar dari dorm.

Langkah Kyuhyun terasa berat hingga membuatnya berjalan pelan menuju mobilnya. Saat hendak masuk, tiba-tiba ia melihat sebuah mobil berhenti. Dilihatnya Yoona keluar dari mobil tersebut lalu melambaikan tangan ke arah pengemudi. Bisa dipastikan pengemudi itu adalah Changmin. Hati Kyuhyun terasa tercabik-cabik melihat kedekatan keduanya.

Yoona berjalan menuju pintu lift. Kyuhyun bergegas mendekatinya saat pintu lift nyaris tertutup. Yoona terkejut melihat Kyuhyun sudah berdiri di depannya. Namja itu langsung menariknya keluar dari lift.

Oppa . . .” Yoona berusaha melepaskan pegangan Kyuhyun.

“Kita perlu bicara,” lanjut Kyuhyun. Namja itu menarik Yoona menuju mobilnya. Tanpa berkomentar apapun, Yoona menuruti kemauan Kyuhyun dan ikut masuk ke mobil. Hening. Keduanya terdiam satu sama lain.

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku oppa?” tanya Yoona memecah keheningan.

“Aku sudah putus dengan Seohyun . . .”

Seketika Yoona menoleh kaget ke arah Kyuhyun.

Oppa . . .”

“Aku sudah dengar semuanya dari Sooyoung dan Siwon-hyung, tentang kelicikan Seohyun saat mempengaruhiku hingga akhirnya kita berpisah, tindakan buruknya padamu selama ini dan . . .” Kyuhyun menatap Yoona lekat-lekat. “Tentang sandiwara yang sedang kau lakukan bersama Changmin, aku sudah tahu semua.”

Yoona begitu terkejut mendengar penuturan Kyuhyun. Yeoja itu tertunduk dan memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Yoong . . .” Kyuhyun memanggil lembut yeoja di sampingnya yang terlihat mengabaikan dirinya.

“Lalu, apa yang akan kau lakukan?” tanya Yoona dingin.

Kyuhyun terdiam. “Beri aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan kita. Yoong, kali ini aku bersungguh-sungguh. Tidak ada keraguan lagi dalam diriku. Kaulah yang kucintai, bukan orang lain.”

Yoona terdiam. Sebenarnya ada perasaan senang saat mendengar Kyuhyun sudah tahu permasalahan yang sebenarnya. Hanya saja, Yoona butuh waktu. Yeoja itu terlalu lelah menghadapi permasalahan yang menimpanya selama ini.

“Yoong . . .” panggil Kyuhyun pelan saat dilihatnya yeoja itu terdiam.

Oppa . . . beri aku waktu,” pinta Yoona.

Kyuhyun terkejut melihat reaksi yeoja itu. “Wae? Apa kau ragu denganku, Yoong? Kenapa tidak langsung mengiyakan ajakanku?”

Yoona menoleh ke arah Kyuhyun. Dipandanginya namja itu dengan mata yang berlinang air mata. Kyuhyun tersentak melihatnya.

“Aku lelah, oppa. Semua permasalahan ini membuatku stress. Jika kau dan Seohyun memang sudah putus, begitu juga denganku. Aku pun dan Changmin-oppa sudah memutuskan untuk mengakhiri sandiwara ini. Hanya saja, ini masih memusingkan untukku. Kumohon beri aku waktu, oppa. Mianhae . . .

Yoona langsung keluar dari mobil Kyuhyun dan kembali masuk ke dorm. Kyuhyun hanya menatap kepergian yeoja itu dengan sedih. Ia merasa bersalah dengan kondisi Yoona sekarang ini.

Mianhae, Yoong. Kau menderita karena aku . . .” gumamnya lirih.

ooOoo

Dorm SNSD

Sooyoung terkejut saat melihat Yoona berkemas. Dongsaengnya itu terlihat sedang merapikan beberapa pakaian dan barang-barang pribadinya lalu memasukkan ke dalam koper besar. Hyoyeon yang sedang berjalan melewati kamar Yoona juga langsung masuk ke kamar Yoona lalu berdiri di samping Sooyoung.

“Kau mau kemana, Yoong?” tanya Hyoyeon.

Yoona menoleh sekilas sembari tersenyum tipis. Tangannya tidak berhenti mengepak beberapa barang miliknya. Mimik wajahnya terlihat menahan beban yang sangat berat. Sooyoung dan Hyoyeon saling pandang melihat kondisi dongsaengnya itu.

“Yoong, ada apa denganmu?” tanya Sooyoung cemas.

Yoona menghela nafas sejenak. Tidak ada lagi keceriaan yang tergurat dalam wajahnya. Yeoja itu berubah menjadi pemurung akibat berbagai masalah yang menimpanya.

“Aku akan meninggalkan dorm untuk sementara waktu,” jawab Yoona.

Mwo?” teriak Sooyoung dan Hyoyeon bersamaan.

Kembali hanya senyum tipis yang muncul di wajah Yoona. Hyoyeon tampak keluar dari kamar Yoona, sementara Sooyoung langsung mengambil posisi duduk di hadapan Yoona.

“Ada apa sebenarnya, Yoong?” tanya Sooyoung semakin cemas.

Yoona tahu ia tidak bisa berbohong dengan Sooyoung. Satu-satunya member terdekat di Girls Generation adalah Sooyoung. Hampir semua masalah yang menimpanya Sooyoung tahu.

“Ini terlalu berat, eonni. Aku sangat lelah . . .” ucap Yoona.

“Yoong, kau akan meninggalkan dorm?!” Tiba-tiba Jessica sudah masuk ke kamarnya bersama Hyoyeon. Begitu juga dengan member lain yang langsung menyeruak masuk ke kamarnya.

Anggukan Yoona membuat member Girls Generation menjadi sedih.

“Kenapa?” tanya Sunny penasaran.

“Aku hanya ingin beristirahat. Lagipula, masa cutiku masih ada 1 bulan. Aku akan kembali pulang ke rumah orang tuaku . . .” jawab Yoona.

Semua member merasa tidak rela jika Yoona meninggalkan dorm. Taeyeon selaku leader menghormati keputusan Yoona.

“Sudahlah, jika ini adalah keputusan terbaik yang diambil Yoona, kita harus hormati itu . . .” ucap Taeyeon.

Kontan semua member pun mendekati Yoona dan memeluk sang visual Girls Generation itu.

“Kami pasti akan merindukanmu . . .” ucap Yuri dan juga semua member Girls Generation, kecuali Seohyun. Magnae itu hanya duduk di depan pintu kamar lalu pergi menghindari mereka. Rupanya gelagatnya itu diketahui oleh Yoona dan yeoja itu pun hanya bisa menatapnya sedih karena hubungannya dengan Seohyun belum membaik.

*****

Dorm Super Junior

Kyuhyun masih berdiam diri di kamarnya. Namja itu terlihat frustasi memikirkan hubungannya dengan Yoona. Berharap semoga mendapatkan titik terang dari semua permasalahan yang menimpa mereka.

DRRT! Perhatiannya beralih pada ponselnya yang diletakkan di atas ranjangnya. Namja itu mengambilnya dengan malas, namun tak lama wajahnya berubah cerah saat melihat nama kontak yang tertera di layar.

Yeoboseyo . . .”

Kyuhyun tersenyum senang saat mendengar Yoona ingin mengajaknya bertemu. “Ne, arraseo. Kita bertemu di tempat biasa . . .”

KLIK! Namja itu bersiap serapi mungkin untuk menemui Yoona. Ia keluar dari kamarnya dengan suasana hati yang begitu senang. Sampai-sampai para hyungnya penasaran melihat sikapnya.

“Kau mau kemana, Kyu?” tanya Sungmin.

Kyuhyun tersenyum senang. “Aku ada urusan sebentar, hyung . . .

Tanpa berkata lagi namja itu keluar dari dorm, meninggalkan member lain yang menatapnya bingung.

“Sepertinya suasana hatinya begitu senang,” ucap Donghae.

“Kau benar . . .” lanjut Sungmin.

Siwon yang ikut melihat sikap Kyuhyun itu tersenyum tanpa sadar. Ia bisa menebak apa yang sedang dialami dongsaengnya itu.

*****

Sooyoung berjalan menuju balkon saat melihat Seohyun tengah berdiam diri di sana. Kondisi magnae itu terlihat murung sejak kemarin.

“Seohyun . . .”

Seohyun menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Ia hanya melirik sekilas ke arah Sooyoung lalu kembali memperhatikan ke luar dorm. Hening. Keduanya tampak diam.

Eonni . . . kau benar. Kita memang tidak bisa memaksakan perasaan cinta kita pada seseorang . . .” ucap Seohyun memecah keheningan.

Sooyoung menoleh kaget. Seohyun hanya tersenyum tipis.

“Apa yang terjadi?”

“Kemarin, Kyuhyun-oppa mengakhiri hubungan kami,” jawab Seohyun.

Jinjja?

Seohyun mengangguk pelan.

“Lalu bagaimana perasaanmu?” tanya Sooyoung.

“Rasa sedih itu memang ada. Tapi jika melihat kondisi Yoona-eonni pagi ini, rasa sedihku itu tidak ada apa-apanya dibandingkan penderitaan yang dialaminya. Aku merasa bersalah padanya. Sikapku kemarin sungguh keterlaluan . . .” ucap Seohyun menyesal.

Sooyoung tersenyum melihat Seohyun akhirnya menyadari kesalahannya. “Jika kau memang menyesal, minta maaflah pada Yoona. Perbaiki hubungan kalian dan biarkan Yoona hidup bahagia bersama Kyuhyun.”

“Apakah dia mau memaafkanku, eonni?” tanya Seohyun ragu.

“Tentu saja . . .” jawab Sooyoung sembari tersenyum.

*****

Kyuhyun menatap kaget ke arah sebuah kardus yang diberikan Yoona padanya. Raut wajah namja itu terlihat bingung.

“Apa ini?” tanya Kyuhyun.

“Semua barang pemberianmu padaku . . .” jawab Yoona.

Mwo? Kau mengembalikannya padaku?” tanya Kyuhyun dengan nada meninggi.

Anggukan Yoona membuat Kyuhyun sakit hati.

“Apa alasanmu?”

Yoona terdiam sejenak. “Aku hanya ingin mengembalikannya. Itu saja.”

“Lalu bagaimana dengan hubungan kita?”

Mendengar pertanyaan itu, Yoona justru berbalik dan berjalan menuju mobilnya.

“Im Yoona!” teriak Kyuhyun keras hingga menghentikan langkah yeoja itu.

“Terserah kau mau menganggapnya apa,” ucap Yoona dingin.

Tanpa berkata lagi, yeoja itu langsung masuk ke mobilnya dan melajukan mobil dengan cepat, meninggalkan Kyuhyun yang tampak memandanginya dengan mimik bingung.

“Aku sungguh tidak mengerti, kenapa dengan sikapmu ini, Yoong . . .” gumamnya lirih.

Kyuhyun terduduk sejenak di taman yang biasa ia kunjungi bersama Yoona. Namja itu membuka kardus yang dipegangnya. Terlihat berbagai benda seperti boneka, bunga, dan benda-benda lainnya yang pernah diberikannya pada Yoona. Seketika ia sedikit bingung saat tidak menjumpai salah satu benda yang sangat penting.

“Dimana kalung itu?”

Kyuhyun mencoba mencari kalung pemberiannya saat keduanya resmi berpacaran. Nihil. Kalung itu tidak ada. Aneh. Yoona memang mengembalikan semua benda pemberiannya, tapi kenapa hanya kalung itu saja yang tidak ada?

Chakkaman . . . mungkinkah dia . . .”

***

“Oppa, kalung ini benar-benar sangat cantik . . .” ucap Yoona senang.

Kyuhyun tersenyum saat melihat yeoja di sampingnya terlihat bahagia.

“Apa kau suka?” tanya Kyuhyun.

Yoona mengangguk semangat. “Tentu, aku sangat menyukainya.”

Kyuhyun memasangkan kalung itu di leher Yoona, yeoja itu terlihat tidak dapat menahan rasa bahagianya dan terus mengulum senyum.

“Mulai sekarang, kalung ini adalah benda yang sangat penting bagiku. Aku akan selalu memakainya. Selamanya kalung ini akan kusimpan dan kubawa sebagai bukti rasa cintaku padamu, oppa . . .”

***

Kyuhyun tersenyum. “Kau sedang mengerjaiku rupanya . . .”

*****

Yoona memandangi kalung yang sedang dipegangnya. Saat ini ia sedang melakukan perjalanan ke Chunceon untuk kembali ke rumah orang tuanya. Wajahnya tersenyum tiap kali memandangi kalung pemberian Kyuhyun.

Oppa . . . kuharap kau mau menungguku,” gumamnya lirih.

TRING! Tanpa sengaja kalung itu terjatuh. Membuat yeoja itu panik dan berusaha mengambilnya. Tangannya tampak meraba-raba mencari kalung tersebut yang jatuh berdekatan dengan pedal mobil. Saat berhasil mendapatkannya, yeoja itu tersenyum lalu kembali fokus menyetir. Namun, tanpa disadarinya mobil hampir menabrak sebuah truk yang melambat di depannya. Dengan cepat Yoona membanting setir untuk menghindari truk tersebut. Namun yang terjadi, Yoona justru gagal mengendalikan mobil hingga akhirnya mobil terlalu condong ke kiri, menabrak pembatas jalan dan terguling di aspal.

BRAK! Suara hantaman mobil yang dikendarainya begitu keras saat menabrak pembatas jalan. Mobil Yoona langsung terguling dan terseret cukup jauh. Kontan para pengendara yang sedang berada di sekitarnya langsung berhenti dan berlari mendekati mobil tersebut.

“Kecelakaan mobil!” seru seorang pria bertubuh gemuk yang sudah berdiri di dekat mobil Yoona. Tak lama beberapa orang tampak mengerumuni mobil tersebut. Ada seorang yeoja yang terlihat penasaran dan langsung berjalan mendekat untuk melihat kondisi sang pengemudi mobil naas.

“Astaga! Bukankah dia Im Yoona dari Girls Generation?” pekiknya panik. “Siapa saja tolong panggil ambulance! Kepalanya sudah bersimbah darah! Tolong!!”

Kontan semua orang ikut memperhatikan pengemudi malang itu dan mengiyakan ucapan yeoja itu. Beberapa orang langsung histeris kala melihat kondisi visual Girls Generation yang tampak memprihatinkan.

*****

Dorm SNSD

Semua member tengah berkumpul di ruang tengah sambil menonton televisi. Yuri yang sedang memegang remote tampak sibuk mengganti-ganti channel saluran televisi.

“Yuri-ah!” bentak Jessica kesal.

“Tidak ada acara yang menarik,” ucap Yuri. Lalu kembali mengganti channel. Hingga akhirnya berhenti di sebuah saluran yang sedang menyajikan headline news.

­-Headline news siang hari ini. Terjadi kecelakaan di jalan tol dari arah Seoul menuju Chunceon. Sebuah mobil menabrak pembatas jalan hingga terguling dan terseret sejauh 2 meter. Diduga pengemudi berusaha menghindari sebuah truk yang melambat di depannya. Informasi yang didapatkan dari para saksi, pengemudi tersebut adalah artis sekaligus member dari girlband ternama, Girls Generation, Im Yoona. Korban segera dilarikan ke Seoul Hospital karena mengalami luka parah di kepala, sementara pihak kepolisian masih menyelidiki kasus kecelakaan tersetbut-

Hening. Semua member tampak terkejut menyaksikan berita tersebut. Tak butuh waktu lama barulah mereka menjerit histeris. Mereka tidak menduga Yoona akan mengalami kecelakaan. Semua member terlihat shock. Bahkan Sunny dan Jessica sampai jatuh pingsan.

*****

Dorm Super Junior

Tidak berbeda jauh dengan kondisi para member Girls Generation. Semua member Super Junior juga terlihat shock saat melihat kabar berita dari televisi yang memberitakan kecelakaan yang dialami Yoona.

“Tidak mungkin . . .” ucap Siwon lirih.

Sungmin dan Ryeowook bahkan sudah menangis saat melihat kondisi Yoona ketika dimasukkan ke dalam mobil ambulance.

Leeteuk tampak berbicara serius di telepon. Sang leader itu sedang menelepon Taeyeon.

Ne, kami akan segera ke Seoul Hospital. Shin gwajangnim sudah menghubungimu?” Wajah Leeteuk tampak serius. “Ne, arraseo. Kami akan segera ke sana.”

Semua member Super Junior masih terdiam dan terlihat sedih sekaligus shock. Leeteuk berusaha menenangkan situasi.

“Kita harus ke Seoul Hospital, Taeyeon membutuhkan bantuan kita. Para member Girls Generation histeris bahkan Sunny dan Jessica sampai jatuh pingsan,” ucap Leeteuk.

Semua member mengangguk lalu bergegas. Siwon menyadari Kyuhyun tidak ada dorm.

“Mana Kyuhyun?” tanya Siwon.

“Bukankah tadi sedang keluar,” jawab Sungmin.

Siwon langsung mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Kyuhyun.

*****

Kyuhyun berjalan menuju mobilnya. Tangannya tampak memegang kardus yang diberikan Yoona. Ia sedikit kesal karena sejak tadi berusaha menghubungi yeoja itu tapi tidak diangkat.

“Huh, kurasa dia sedang mengerjaiku sekarang! Apa yang sedang dilakukannya? Kenapa tidak menjawab panggilanku?” gumamnya lirih.

DRRT! Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berdering. Namja itu mencoba mengambil dari saku celananya. Awalnya ia senang karena ia pikir Yoona yang meneleponnya, ternyata justru Siwon.

Yeoboseyo . . .”

“Kyuhyun-ah, kau dimana sekarang?” tanya Siwon.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya saat mendengar suara hyungnya yang terdengar panik.

“Aku dalam perjalanan kembali ke dorm, ada apa? Kenapa suaramu terdengar panik?” tanya Kyuhyun.

“Kau harus segera ke Seoul Hospital! Semua member Super Junior juga akan segera ke sana . . .”

“Seoul Hospital? Memang ada apa?”

Kyuhyun tampak terdiam dan terlihat serius mendengarkan penjelasan Siwon.

BRAK! Kardus yang dipegangnya tanpa sadar terjatuh. Seketika raut wajahnya berubah.

“Apa katamu, hyung?” Bibir Kyuhyun terasa kelu. “Yoona kecelakaan . . .”

-TBC-

Yup, yang lagi nunggu kelanjutan FF ini hehe. Mian kalo lama n ceritanya malah jadi gaje, hehe. Kuharap kalian suka ya, gomawo😀

signature

41 thoughts on “The True Love – Chapter 8

  1. veenat says:

    Hwaaaa yoongie kecelakaan….. Kasian dia….
    Moga luka x tidak parah…. Akhir nya kyuppa sadar juga….
    Next part nya jgn lama2…

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s