The True Love – Chapter 9


thetruelove6

Title : 

“The True Love”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Seo Joo Hyun SNSD

Shim Changmin TVXQ

Other Cast :

Member Super Junior

Member SNSD

Genre :

Angst, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Seoul Hospital

Sirine mobil ambulance terdengar semakin lama semakin keras. Tampak beberapa tim medis langsung bergegas menghampiri mobil yang sudah membawa Yoona tersebut. Kondisi artis sekaligus center dari Girls Generation itu memang memprihatinkan. Kepalanya mengalami luka yang parah. Wajah cantiknya hampir semuanya tertutupi oleh darah yang mengalir dari bagian kepala. Yoona segera dilarikan ke ruang unit gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Rumah sakit tersebut mendadak ramai, tidak hanya para fans yang sudah datang untuk melihat kondisi idolanya yang terkena musibah itu, namun juga para wartawan yang sudah berkumpul untuk meliput berita kondisi Yoona.

Tak lama kemudian, terlihat member Girls Generation dan Super Junior tiba di rumah sakit. Para wartawan langsung mengambil foto mereka dan terlihat mendekat untuk menanyakan informasi. Namun semua enggan berkomentar karena masih sulit untuk diajak wawancara. Semuanya terlihat khawatir dengan kondisi rekan mereka. Member Super Junior tampak menguatkan para member Girls Generation yang terlihat histeris dan juga shock. Terlihat pula Sooman sajangnim ditemani Shin gwajangnim sudah hadir di rumah sakit.

“Bagaimana kondisinya?” tanya Sooman sajangnim.

Semua orang menggeleng pelan.

“Kurasa mereka masih menangani Yoona di ruang UGD,” jawab Siwon. Lalu menoleh ke arah Sooyoung yang tengah berada di pelukannya. Kekasihnya itu menangis kala mengingat kondisi yang menimpa Yoona. Tidak hanya dirinya, namun semua member Girls Generation tampak ikut bersedih dan meneteskan air mata. Tidak terkecuali Seohyun, yang awalnya bersitegang dengan Yoona. Kini yeoja itu tampak tertunduk lemas sembari terisak.

Tak lama kemudian, Kyuhyun tiba di rumah sakit. Penampilannya kacau, rambutnya terlihat acak-acakan, keringat mengucur membasahi wajah tampannya, nafasnya terengah-engah. Kepanikan jelas terlihat di wajahnya. Hingga kesulitan untuk memulai pembicaraan dengan para ­hyung­nya yang terlihat khawatir dengan kondisinya.

“Kyu . . .” Sungmin langsung berjalan mendekat ke arah Kyuhyun.

“Kondisinya . . .” Kyuhyun terlihat kesulitan untuk melanjutkan kalimatnya. “Bagaimana kondisinya?”

Sungmin hanya menggeleng pelan sembari menunjuk ke arah pintu ruang UGD. Kyuhyun langsung berjalan mendekati pintu tersebut. Tanpa diduga, namja itu langsung menggedor pintu sembari berteriak.

“BUKA PINTUNYA!!”

Aksinya itu membuat terkejut semua orang. Sungmin dan Eunhyuk langsung menarik Kyuhyun untuk menjauh, namun yang terjadi Kyuhyun justru meronta dan kembali menggedor pintu tersebut. Ya, semua orang dapat merasakan apa yang dirasakan Kyuhyun. Dibandingkan semua orang yang merasa sedih atas kondisi Yoona, Kyuhyunlah yang paling merasa sakit atas kondisi yang menimpa Yoona.

“KUBILANG BUKA PINTUNYA!” teriak Kyuhyun semakin menjadi.

Sungmin dan Eunhyuk kesulitan menarik Kyuhyun. Hingga akhirnya harus dibantu Siwon dan Yesung. Kyuhyun semakin meronta. Semua hyungnya berusaha keras untuk menenangkan kondisinya.

“Kyu, tenanglah! Jika kau mengacau seperti ini, kau akan mengganggu konsentrasi para tim medis . . .” ucap Siwon.

“Tidak bisa . . .” Kyuhyun terlihat kacau. “Yoona . . . aku tidak bisa membiarkannya. Dia tidak boleh pergi begitu saja . . .”

Kyuhyun kembali mendekati pintu ruang UGD, namun kali ini berhasil ditarik para hyungnya. Akhirnya pertahanan namja itu jebol, air matanya mengalir deras. Ia berteriak. Terlalu berat untuknya menerima kenyataan pahit ini. Kekhawatirannya terhadap orang yang sangat dicintainya, membuat suasana hatinya terasa semakin kalut. Dalam pelukan para hyungnya, Kyuhyun menangis sejadi-jadinya.

*****

1 jam sudah waktu berlalu. Tim medis yang menangani Yoona belum satupun keluar dari ruang UGD. Semua orang semakin khawatir dengan kondisi rekan mereka tersebut. Tak lama kemudian, kedua orang tua Yoona tiba di rumah sakit. Tampak wajah mereka tidak bisa menutupi kesedihan yang mereka rasakan atas apa yang menimpa putri mereka.

Sooman sajangnim dan Shin gwajangnmin tampak menyalami kedua orang tua Yoona. Kedua orang tua Yoona hanya mengangguk pelan sembari membalas salaman mereka. Tampak Sooyoung langsung berjalan mendekat untuk menenangkan eomma Yoona yang terlihat kalut dan menangis.

Beberapa saat kemudian, tim medis pun keluar dari ruang UGD. Salah satu dokter yang menangani Yoona tampak mengabarkan kondisi Yoona pada semua orang.

“Bagaimana kondisinya, Dokter?” tanya Mr. Im.

Wajah Dokter tersebut terlihat sulit untuk menyampaikan kondisi Yoona pada semua orang.

Jeongmal mianhae, kondisi pasien saat ini koma . . .”

Mwo?” hampir semua orang bereaksi sama.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami sudah melakukan operasi di bagian kepala pasien yang mengalami luka paling parah. Kami akan segera memindahkan pasien ke ruang ICU. Sekarang, kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan pasien. ”

Semua orang yang mendengarnya langsung lemas. Para member Girls Generation terlihat shock bahkan menangis. Reaksi member Super Junior juga tak kalah berbeda dengan mereka, terutama Kyuhyun. Namja itu tampak terpukul mendengar kondisi Yoona. Kontan semua orang bersiap saat melihat tim medis membawa keluar Yoona dari ruang UGD yang akan segera dipindahkan ke ruang ICU.

“Yoona . . . putriku,” Mrs. Im tampak tak kuasa menahan tangis saat melihat kondisi Yoona dengan kepala diperban dan juga masker oksigen yang terpasang di wajahnya. Wajah cantiknya berubah pucat. Tak ada suara yang dapat didengar dari yeoja yang terkenal ramah dan juga jahil itu.

*****

“Aku antar kau kembali ke dorm?” tanya Siwon pada Sooyoung. Kekasihnya itu tampak masih memandangi Yoona dari balik kaca ruang ICU tempat Yoona dirawat sekarang. Ruang antara pasien dengan keluarga memang terpisah. Keluarga hanya bisa memantau kondisi pasien dari balik kaca yang mengubungkan ruang tempat pasien di rawat dan ruang tunggu untuk keluarga.

Sooyoung hanya menggeleng pelan. Wajahnya terlihat kelelahan. Sementara beberapa member dari Girls Generation maupun Super Junior sudah kembali ke dorm masing-masing. Hanya Kyuhyun, Siwon, dan Sooyoung yang tetap tinggal di rumah sakit. Kedua orang tua Yoona juga masih tetap tinggal bersama mereka.

Tak lama kemudian, Changmin tiba di rumah sakit dan langsung mendatangi ruang ICU tempat Yoona dirawat. Wajahnya tak kalah berbeda dengan Kyuhyun. Tampak kesedihan mendalam juga dialami namja itu.

“Changmin-ssi . . .”

Hyung . . . bagaimana kondisi Yoona?” tanya Changmin pada Siwon.

“Tidak begitu baik. Dokter bilang, Yoona dalam kondisi koma . . .” jawab Siwon lirih.

Mwo? Koma?”

Changmin langsung berjalan mendekati kaca untuk melihat sendiri kondisi Yoona. Tubuhnya terasa lemas saat melihat Yoona terbaring lemah di ranjang. Beberapa peralatan medis tampak mengelilingnya untuk membantu kelangsungan hidupnya itu.

Perhatian Changmin beralih pada Kyuhyun yang masih terdiam di sampingnya. Changmin seolah tahu dengan kondisi sahabatnya itu. Dengan pelan, ia menepuk bahu Kyuhyun hingga berhasil membuat namja itu menoleh ke arahnya.

“Bisa kita bicara sebentar?” ajak Changmin.

Kyuhyun masih terdiam, sesaat ia menoleh ke arah Yoona yang terbaring. Kemudian ia mengangguk pelan lalu mengikuti Changmin yang berjalan keluar. Sementara Siwon dan Sooyoung tampak memperhatikan keduanya.

“Tidak akan terjadi apa-apa antara mereka kan, oppa?” tanya Sooyoung cemas.

“Kau jangan khawatir, mana mungkin mereka akan berkelahi di saat seperti ini . . .” jawab Siwon menenangkan kekasihnya itu.

Di sela pembicaraan mereka, tampak kedua orang tua Yoona sangat penasaran.  Sejak tadi mereka sudah memperhatikan gelagat Kyuhyun dan Changmin.

“Siwon-ssi, Sooyoung-ssi . . . sebenarnya apa yang terjadi antara putriku, Kyuhyun dan Changmin?” tanya Mr. Im penasaran.

Kontan pertanyaan itu sukses membuat Siwon dan Sooyoung tertunduk. Tidak ada pilihan lain, keduanya harus memberitahu masalah yang menimpa Yoona.

*****

Changmin mengajak Kyuhyun berbicara di taman rumah sakit. Keduanya terlihat diam, tidak banyak kata yang terucap dari mulut mereka. Beberapa pengunjung rumah sakit banyak yang memperhatikan keduanya dan terlihat mengambil foto mereka.

“Kau . . .” Changmin terlihat kesulitan untuk memulai pembicaraan. “Kau baik-baik saja?”

Kyuhyun menoleh ke arah sahabatnya itu. Namja itu menggeleng pelan.

“Mana bisa kau mengatakan kondisiku baik-baik saja. Mengingat kondisi Yoona sekarang koma, aku sama sekali tidak bisa tenang. Sampai sekarang pun jantungku terus berdebar kencang karena ketakutan jika terjadi hal buruk padanya . . .”

“Kau masih mencintainya?”

Tanpa keraguan Kyuhyun mengangguki pertanyaan Changmin. “Ne, aku mencintainya. Sangat mencintainya.”

Mendengar hal itu Changmin tersenyum. “Sudah kuduga jawabanmu seperti itu.”

“Aku sudah tahu tentang sandiwara yang kau lakukan bersamanya,” lanjut Kyuhyun kemudian.

Changmin sedikit terkejut mendengarnya. “Yoona yang memberitahumu?”

Ani, Sooyoung yang memberitahuku,” jawab Kyuhyun. “Begitu aku tahu masalah yang sebenarnya, aku segera memutuskan hubunganku dengan Seohyun. Lalu, meminta Yoona untuk memberiku kesempatan memperbaiki hubungan kami. Belum sempat aku mendengar keputusan darinya, dia justru . . .” kalimat Kyuhyun terhenti. Bibirnya terasa kelu untuk melanjutkan ucapannya.

Changmin tampak memperhatikan ke arah lain. “Sebenarnya, aku sudah mengakhiri sandiwara yang kulakukan bersama Yoona.”

Jinjja? Kau tidak sedang berbohong kan?”

“Tentu saja tidak. Walau perasaanku pada Yoona itu tulus, tapi aku tahu . . .” Changmin menoleh ke arah Kyuhyun. “Kaulah yang dicintainya, bukan aku. Dan kurasa, kau berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua. Untuk itulah aku mengakhiri sandiwara kami.”

Kyuhyun bernafas lega mendengarnya. “Aku sangat berterima kasih padamu. Kau sudah berada di sisinya selama aku tidak bersamanya. Sungguh sikapku padanya sudah keterlaluan. Dia sudah menderita karenaku . . .”

Dengan pelan, Changmin tampak menepuk bahu Kyuhyun. “Kali ini kau tidak boleh menyakitinya lagi. Kau harus membahagiakannya . . .”

Ne, aku pasti akan melakukannya . . .”

*****

Hari mulai menjelang malam. Para wartawan memang tampak masih terlihat di area depan rumah sakit untuk meliput kondisi Yoona. Walaupun pihak SM Entertainment dan juga tim medis yang menangani kondisi Yoona sudah melakukan konferensi pers untuk mengumumkan kepada media ataupun public perihal kondisi Yoona, tetap saja mereka masih menunggu di rumah sakit guna menanyai langsung kepada para rekan sesama artis yang terlihat berdatangan untuk menjenguk sang visual Girls Generation.

Di tengah-tengah kerumunan wartawan, Seohyun tampak kembali datang ke rumah sakit. Dengan bantuan bodyguard yang memang bertugas melindungi para artis di bawah naungan SM Entertainment, yeoja itu berhasil menerobos masuk menghindari para wartawan yang langsung mengerumuninya.

Dengan cepat, yeoja itu berjalan menuju ruang ICU untuk melihat kondisi Yoona. Begitu tiba di ruangan, ia hanya melihat Siwon, Sooyoung dan juga kedua orang tua Yoona.

“Seohyun . . .” ucap Sooyoung lalu memeluk dongsaengnya itu.

Eonni, bagaimana kondisinya?” tanya Seohyun cemas.

Sooyoung hanya menggeleng pelan. “Masih sama, belum ada kemajuan.”

“Saat kau ke sini, apakah masih banyak wartawan yang menunggu di luar rumah sakit?” tanya Siwon.

Ne, oppa. Padahal Sooman sajangnim sudah melakukan konferensi pers bersama tim medis. Tetap saja mereka masih bertahan dan menunggu di luar sana . . .” jawab Seohyun. Kemudian yeoja itu tampak menyalami kedua orang tua Yoona.

Ajussi, ahjumma . . . mianhae atas kesalahanku. Aku sudah bersikap keterlaluan pada Yoona-eonni. Aku sungguh menyesal . . .” ucap Seohyun meminta maaf.

Kedua orang tua Yoona tersenyum melihat sikap Seohyun yang mau mengakui kesalahannya. Tampak Mr. Im membangunkan Seohyun dari posisi berlututnya.

Ne, Seohyun-ssi . . . kami sudah dengar semuanya dari Siwon dan Sooyoung. Kuharap, kau terus menjalin hubungan baik dengan putriku, ne?” pinta Mr. Im

Seohyun mengangguk pelan. Ia menghapus air matanya yang hampir keluar lalu mengulum senyum pada kedua orang tua Yoona. Perhatiannya beralih pada tim medis yang tiba-tiba bergegas masuk ke ruang ICU. Memang akses pintu masuk antara keluarga pasien dan juga tim medis terpisah. Tampak salah satu tim medis memperhatikan kardiograf yang diletakkan di samping Yoona. Seketika raut wajahnya berubah panik lalu berjalan keluar dengan langkah yang begitu terburu-buru.

“Apa yang terjadi?” tanya Seohyun panik. Siwon dan juga Sooyoung juga penasaran lalu berjalan mendekat ke arah kaca untuk melihat kondisi Yoona. Tak lama kemudian, tim medis kembali berdatangan dan terlihat membawa berbagai peralatan. Kontan situasi itu mengundang tanya bagi mereka. Apa yang sebenarnya terjadi dengan kondisi Yoona?

Mr. Im langsung mengetuk pintu hingga akhirnya membuat salah satu tim medis keluar menghampiri mereka.

“Apa yang terjadi dengan putriku? Kenapa semua langsung berkumpul seperti ini?” tanya Mr. Im panik.

Mianhae, Tuan. Kondisi pasien tiba-tiba menurun drastis. Kardiografnya menunjukkan kondisi yang tidak baik. Kami akan segera melakukan pertolongan darurat dengan memberikan suntikan penguat jantung ditambah alat pengejut jantung. Nyawa pasien dalam bahaya sekarang . . .”

MWO?

Mrs. Im langsung menangis mendengarnya. Sementara Mr. Im tampak goyah dari posisinya dan hampir jatuh pingsan. Beruntung Siwon berhasil memapah namja paruh baya itu. Seohyun dan Sooyoung juga tampak menguatkan Mrs. Im yang tidak berhenti menangis.

“Dokter . . . tolong selamatkan putriku,” pinta Mr. Im pada salah satu tim medis tersebut.

Ne, kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ucapnya lalu kembali masuk ke ruang ICU.

Semua orang tampak cemas.

“Seohyun, cepat kau beritahu Kyuhyun! Dia sedang bersama Changmin sekarang,” suruh Siwon.

Seohyun mengangguki perintah Siwon. Yeoja itu tampak bergegas keluar dari ruang ICU untuk mencari keberadaan Kyuhyun dan Changmin. Ia menyisiri tempat-tempat tertentu seperti taman atau ruang tunggu lainnya yang biasa digunakan pengunjung rumah sakit. Hingga akhirnya pencarianya berhenti di satu titik, saat melihat kedua orang yang dicarinya tengah berjalan ke arahnya. Seohyun langsung berlari menghampiri mereka.

Oppa!!” seru Seohyun dengan nafas terengah-engah.

“Ada apa, Seo? Kenapa kau panik seperti ini?” tanya Changmin.

Yeoja itu masih menata nafasnya. “Oppa . . . Yoona-eonni . . .”

Seketika Kyuhyun menatap tajam ke arah Seohyun. “Apa yang terjadi?”

Seohyun masih terdiam. Ia kesulitan untuk mengatakannya. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung berlari menuju ruang ICU. Changmin dan Seohyun mengejarnya dari belakang.

Namja itu terlihat panik. Ia tidak bisa berpikir apa-apa lagi. Yang terlintas dalam kepalanya hanyalah Yoona.

“Yoong . . .”

Kyuhyun tiba dengan keringat mengucur dari wajahnya. Perhatiannya tertuju pada Yoona yang tengah dikelilingi tim medis yang menanganinya.

“Apa yang terjadi, hyung?” tanya Kyuhyun panik.

Siwon terdiam sejenak lalu menghela nafas. “Kondisi Yoona menurun, tim medis sedang melakukan pertolongan darurat. Nyawanya dalam bahaya . . .”

Raut wajah Kyuhyun berubah. Apalagi saat melihat tirai dari balik kaca tersebut ditutup oleh tim medis. Namja itu langsung mendekat ke arah pintu dan kembali bertindak gegabah. Dengan keras berusaha menggedor pintu tersebut.

“BUKA PINTUNYA!!”

Siwon yang melihatnya langsung menarik Kyuhyun. Tapi mengalami kesulitan. Hingga akhirnya Changmin yang tiba bersama Seohyun langsung membantu Siwon menarik Kyuhyun.

“Lepaskan aku!!” ucap Kyuhyun meronta. Mencoba untuk meraih kenok pintu kembali. Tapi berhasil digagalkan Siwon dan Changmin. Kontan membuatnya semakin panik.

“Tidak! Yoong, kau tidak boleh pergi! Kau belum menjawab pertanyaanku. Kau tidak boleh meninggalkanku seperti ini! KAU TIDAK BOLEH PERGI!!!” teriak Kyuhyun panik. Namja itu berteriak histeris.

Changmin dapat memahami kondisi sahabatnya itu. Tapi bagaimanapun juga, mereka harus tetap tenang dan tidak bertindak gegabah. Itu semua demi Yoona. Jika Kyuhyun terus melakukan hal yang dapat mengganggu konsentrasi tim medis, maka pertolongan yang dilakukan mereka untuk menyelamatkan Yoona juga akan terganggu.

“Kyu, tenanglah!” pinta Changmin sembari menguatkan sahabatnya. “Yoona tidak akan pergi. Dia pasti bisa bertahan . . .”

“Changmin benar. Yang harus kita lakukan sekarang hanyalah berdoa untuk keselamatan Yoona,” lanjut Siwon.

Kyuhyun menangis sejadi-jadinya. Hatinya benar-benar kalut. Sudah seharian pikirannya kacau menerima kenyataan tentang kondisi yeoja yang sangat dicintainya itu.

Hati Seohyun terasa teriris-iris melihat sikap Kyuhyun tersebut. Jelas yang dilihatnya menunjukkan betapa besar rasa cinta Kyuhyun terhadap Yoona. Yeoja itu hanya terisak sembari terus memanjatkan doa untuk keselamatan Yoona. Semua orang di ruangan itu tak henti-hentinya berdoa.

Tak lama kemudian, salah satu tim medis keluar dari ruang ICU. Mr. Im langsung kembali mendekat untuk menanyakan kondisi putrinya.

“Dokter, bagaimana kondisi . . . putriku?”

“Syukurlah, pertolongan darurat yang kami lakukan berjalan lancar. Kami berhasil menyelamatkan nyawanya. Namun demikian, kondisi pasien masih kritis, masih dalam keadaan koma. Kami akan berusaha semampu kami dan terus memantau kondisinya. Selebihnya, kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhan pasien,” ucap dokter tersebut.

“Apakah . . . kami boleh masuk agar dapat melihat pasien lebih dekat?” tanya Kyuhyun.

“Hanya 2 orang yang diperbolehkan, itu pun harus secara bergantian dan mengenakan pakaian khusus,” lanjut dokter tersebut. Kemudian kembali meninggalkan ruang ICU bersama tim medis yang lain.

Sedikit kelegaan terpancar di wajah semua orang, terutama Kyuhyun. Walau yeoja yang sangat dicintainya itu masih terbaring koma, ia percaya, Yoona akan berhasil melewati masa kritisnya.

*****

Seohyun berjalan keluar dari ruang tempat Yoona dirawat. Wajah yeoja itu terlihat sedikit lega. Sesaat ketakutan memang menyelimuti pikirannya. Bagaimana jika sampai hal buruk terjadi pada Yoona? Ia tidak bisa membayangkan kondisi Kyuhyun yang begitu menyedihkan saat melihat kondisi Yoona yang hampir saja pergi dari dunia ini.

Changmin terlihat datang menghampiri Seohyun yang tengah duduk di luar ruangan sembari membawa dua gelas minuman hangat yang dibelinya di cafetaria rumah sakit.

“Minumlah agar kau merasa lebih tenang . . .” ucap Changmin.

Seohyun mengangguk pelan. “Ne, gomawo oppa . . .”

Changmin tersenyum, lalu mengambil tempat duduk di sebelah Seohyun. Keduanya tampak menikmati minuman yang dibawa Changmin.

“Saat melihat Kyuhyun-oppa begitu mengkhawatirkan Yoona-eonni, aku sadar. Aku sudah berbuat salah pada mereka. Terlalu egois hingga memisahkan mereka yang saling mencintai satu sama lain. Barulah kurasakan sekarang betapa kuatnya rasa cinta mereka. Untuk itulah, aku akan menerima keputusan Kyuhyun-oppa untuk mengakhiri hubungan kami,” ucap Seohyun.

Changmin menoleh ke arah yeoja di sebelahnya. Seohyun tampak terisak, menyesali perbuatan yang sudah dilakukannya.

“Kau benar. Untuk apa terus melanjutkan hubungan jika orang itu tidak memiliki perasaan apapun terhadap kita. Berkali-kali kau mencoba untuk membuatnya mencintai kita pun tetap sama saja. Tidak ada yang berubah. Yoona sangat mencintai Kyuhyun. Begitu juga dengan Kyuhyun. Keduanya memang saling mencintai. Selamanya. Karena itulah, aku memutuskan untuk mengembalikan Yoona pada Kyuhyun, dan memberi kesempatan kedua pada sahabatku untuk memperbaiki hubungannya dengan Yoona . . .” balas Changmin.

“Bukankah hubunganmu dan Yoona-eonni hanya sandiwara?” tanya Seohyun mengejutkan Changmin.

“Kau sudah tahu rupanya . . .”

Seohyun mengangguk. “Sooyoung-eonni yang memberitahuku. Tapi jangan khawatir, oppa. Kami akan menjaga rahasia ini dan menganggap tidak mengetahui apapun tentang hubungan kalian.”

Changmin tersenyum. “Cepat atau lambat, baik media maupun fans pasti akan menyadari hubungan kami yang terlihat seolah merenggang.  Aku pun sudah berencana akan mengadakan konferensi pers.”

Seohyun menoleh ke arah Changmin sembari tersenyum. “Oppa . . . aku kagum padamu. Kau sungguh berjiwa besar. Sejak awal tidak terlalu memaksakan perasaanmu pada Yoona-eonni. Sedangkan aku, kurasa aku tidak bisa berpikir jernih dan terlalu egois. Hingga sering bersikap kasar padanya demi kebahagiaanku sendiri . . .”

“Kau masih punya kesempatan untuk memperbaiki hubunganmu dengan Yoona. Dia pasti akan memaafkanmu . . .”

Seohyun tersenyum. “Kuharap dia segera bangun dari masa komanya.”

“Pasti. Yoona pasti akan kembali berkumpul bersama kita lagi. Dia orang yang kuat. Dia pasti bisa melewati ini semua . . .”

Keduanya tampak tersenyum satu sama lain. Keduanya memilih untuk melepaskan orang yang paling mereka cintai demi kebahagiaan mereka. Satu hal yang berharga bagi Seohyun dan Changmin bahaw cinta tidaklah harus memiliki. Dengan mengantarkan orang yang paling kau cintai ke tempat yang diinginkannya, kau akan merasa lebih baik karena dapat membahagiakan orang yang sangat kau cintai itu.

ooOoo

Three weeks later

3 minggu berlalu sejak Yoona mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit Seoul. Kondisinya belum mengalami perubahan. Yeoja itu masih terbaring koma. Banyak rekan artis baik di bawah naungan manajemen yang sama ataupun yang berbeda dtang mengunjungi Yoona. Mereka tak henti-hentinya mengirim doa untuk kesembuhan Yoona. Begitu juga dengan para fans yang banyak mengirimkan bingkisan serta ucapan untuk sang visual Girls Generation itu di dorm. Secara bergantian para member Girls Generation datang menjenguk Yoona sembari membawa barang yang diberikan para fans tersebut. Tampak beberapa member Super Junior juga sering mengunjungi Yoona  di rumah sakit.

Di balik pemberitaan tentang kondisi Yoona yang masih terbaring koma, ada desas-desus yang menyebar di kalangan masyarakat khususnya fans tentang perpisahan yang terjadi antara Changmin dan Yoona. Bahkan yang mengejutkan, nama Kyuhyun ikut muncul terseret. Apalagi dengan adanya foto yang tersebar di media internet. Foto tersebut menunjukkan intensitas berkunjung Kyuhyun untuk menemui Yoona yang lebih sering dibanding Changmin.

Sooman sajangnim merasa gerah dengan pemberitaaan tersebut, mengingat kondisi Yoona yang belum bangun dari masa komanya. Untuk itulah, petinggi SM Entertainment itu sepakat dengan Shin gwajangnim untuk melakukan konferensi pers. Changmin pun mengangguki usulan tersebut karena memang harus segera dilakukan. Apalagi pada kenyataannya, hubungannya dan Yoona hanyalah sandiwara belaka bahkan sudah lama mereka akhiri sesaat sebelum Yoona mengalami kecelakaan.

“Kau sudah siap . . .” tanya Shin gwajangnim pada namja yang berdiri di belakangnya. “Changmin-ssi.”

Changmin mengangguk pelan lalu berjalan masuk ke ruang pertemuan konferensi pers didampingi Shin gwajangnim dan Sooman sajangnim.

*****

Kyuhyun tiba di rumah sakit sesudah kembali ke dorm Super Junior. Namja itu datang sembari membawa buket bunga yang sangat disukai Yoona. Setiap hari ia tidak pernah absen untuk menjaga Yoona di rumah sakit. Sikapnya itu jelas membuat kedua orang tua Yoona tersentuh.

“Kyuhyun-ssi . . . aku sangat berterima kasih padamu karena kau selalu menjaga Yoona,” ucap Mr. Im

“Sudah seharusnya aku melakukan ini, ajussi . . .” balas Kyuhyun.

“Aku akan melupakan apa yang sudah kau lakukan pada putriku, kuharap kau akan selalu menjaganya, untuk selamanya . . .” pinta Mr. Im

Ne, ajussi. Aku tidak akan pernah mengecewakan kepercayaan yang sudah kalian berikan padaku . . .” ucap Kyuhyun.

Kedua orang tua Yoona tersenyum, lalu mempersilakan Kyuhyun untuk masuk mendekati Yoona. Namja itu bergegas mengenakan pakaian khusus yang digunakan saat memasuki ruang ICU demi terjaganya kebersihan dalam ruang tersebut.

Saat kembali mendekati Yoona yang terbaring lemah di ranjang, Kyuhyun hanya bisa menatap sedih sembari memegang tangan yeoja itu. Ia berinisiatif untuk menyanyikan lagu yang sangat disukai Yoona.

“Yoong . . . apa kau masih ingat dengan lagu ini?”

***

“Apa yang paling kau sukai dariku?” tanya Kyuhyun pada Yoona. Keduanya sedang menikmati kebersamaan di ruang latihan.

“Suara dan juga nyanyianmu, oppa . . .” jawab Yoona sembari tersenyum.”Selebihnya aku juga menyukai kepribadianmu yang unik.”

“Benarkah? Kalau begitu, aku akan bernyanyi untukmu. Kau mau lagu apa?”

Yoona tampak berpikir sejenak. “Ah, aku ingin kau menyanyikan lagu yang berjudul Listen to You. Itu soundtrack serial drama Pasta yang kau nyanyikan. Aku sangat suka lagu itu, oppa. Kau mau menyanyikannya sekali untukku kan?”

Kyuhyun tersenyum. “Tidak hanya sekali, bahkan berkali-kali pun aku mau menyanyikannya untukmu.”

Yoona tersipu mendengarnya. Yeoja itu tampak menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Namja di sampingnya langsung menyanyikan lagu yang sudah dimintanya.

***

“Yoong . . .”

Dengan suara yang masih terisak, Kyuhyun bersiap menyanyikan lagu kesukaan Yoona

Aninde naneun aninde

Jeongmal igeon mari andweneunde

Pabeul meogodo jami deul

Ddaedo micyeoneunji geudaeman boyoeoyo

Eonjena nareul jongil namaneul

Motsalgehae miwoneundde

Eotteohke naega eotteohke

Geudael saranghage dwaeneunji isanghajyo

Nae maeumeun geudaereul deudjyo

Meoributeo balggeutkaji

Chingudeul nareul nollyeodo

Nae gaseumeun modu geudaeman

Hanadulset geudaega utjyo

Sumi meojeul geotman gatjyo

Geudae misoreul namaseo

Maeil sarangiran yori hajyo

Youngwonhi

I Love You Love You Love You~

Love You Love You Love You~

(OST. Pasta – Listen to You)

Kyuhyun tidak dapat menahan air matanya. Namja itu kembali menangis usai menyanyikan lagu tersebut.

Saat tidak diketahui Kyuhyun, Yoona sepertinya dapat mendengarkan apa yang dinyanyikannya. Ada reaksi yang terjadi pada yeoja itu. Jari-jemari Yoona perlahan mulai bergerak hingga akhirnya kedua mata Yoona terbuka secara perlahan.

Oppa . . .

-TBC-

Kyaa, akhirnya jadi juga deh. Jujur, susah nih nulis part ini. Mian kalo banyak typo ataupun ceritanya yang kurang gimana gitu😦 Tapi tetep, aku berharap kalian suka dengan kelanjutannya, ne? Oiya, sedikit aku sisipin lirik lagu Listen to You yang dinyanyikan Kyuppa di drakor Pasta, soalnya itu lagu favoritku juga sih *ga ada yang nanya* hehe, gomawo😀

signature

51 thoughts on “The True Love – Chapter 9

  1. trecy fannie says:

    akhirnya yoona onnie sadar,lega dech,,
    tapi knpa TBC pas yoona onnie baru sadar,bkin penasaran aja…
    critanya bagus bnget,daebakk untuk authornya🙂
    cepat dilanjut y thor🙂

  2. Rifdah_Musketeers says:

    perjuangan kyuhyun untuk nunggu yoona, bikin envy anak remaja wkwk *abaikan. Yoong hidup lagiiiii, next thor tamatin ^^

  3. elsa says:

    daebaakkkk……

    thor, gimana kalau waktu yoong eonni sadar , ia jadi hilang ingatan, biar makin seru konfliknya.
    cuman ngasih saran, hehehe….

    keep writing

  4. cho hyun jae says:

    yoong eonni sadar?
    syukurlah.. moga baik baik aja

    lanjutin next part ya eonn..
    ff yg lainnya juga

    oke?

    keep writing

  5. Miftahul Azizah says:

    bagus ceritanya,kapan ni prince at bodyguardnya penasaran ma ceritanya kelihatannya bakal seruu banget

  6. ade says:

    Wah…ddaebak thor..

    jantung ªҨ spprti mw kluar bca FF niy, yoona eonni kshn bgt..
    Jgn lma” ya thor part slanjutx..
    Dah gak sbar..

  7. elvi says:

    Yah,, └ǻ9! Asik2 Ώyå baca malah ada TBC Ώyå…
    Sumpah part ne sedih Вǻăήğêꆅ
    Kyu ϑϊ sni kasihan…
    Β̣̣̥L̶̲̥̅̊☺♏ sempet bersama └ǻ9! Yoona kecelakaan N koma…
    G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ ßΐ$α byngin yoona G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ ada…
    Tu kyu kelihatan cinta bener sα̩̩̩̩̥α̇̇̇̊ yoona…
    Smua prasaan kyu campur aduk ϑϊ sini… Emosi, takut kehilangan, sedih N sakit…
    Lhat yoona kritis N koma kek gtu…
    Üϑάн 3 mgg masih koma…
    Yoona sadar kah?
    Moga2 ja G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ sampe amnesia…
    Θϊ tgg klanjutan Ώyå yah…
    Just 4 U, lovely couple, look at me, prince at bodyguard ϑϊ tgg J̶̲̅υ̲g̶̲̅ά̲ publish Ώyå ☺kªªªÿ…
    Gomawo…

  8. rindafishy says:

    Haduhhh deg2’an baca part ini thor ..
    Kereeeen bangett , kyuhyun keliatan banget kalau dia sayang sama yoona🙂 ditunggu part selanjutnya thor🙂🙂

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s