Just For You – Chapter 6


justforyou3

Title : 

“Just For You”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Other Cast :

Park Jungsoo Super Junior

Kim Taeyeon SNSD

Genre :

Romance, Sad

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Author POV

Langkah Jessica terlihat meyakinkan saat berjalan masuk ke perusahaan milik keluarga Cho. Senyum khas mengembang di wajahnya. Sebuah rencana sudah dipersiapkan secara matang dan yeoja itu yakin akan berhasil.

“Apakah Presdir Cho ada di ruang kerjanya?” tanya Jessica kepada sang sekertaris.

Setelah mendapat persetujuan dari sekertaris tersebut, Jessica tampak langsung masuk ke dalam ruangan. Suara langkah kakinya membuat namja paruh baya yang terlihat sedang memeriksa berkas di mejanya tersenyum senang saat melihat kedatangannya.

“Jessica-ssi . . . apa yang membuatmu datang menemuiku?” tanyanya sembari memeluk yeoja yang berada di hadapannya itu.

Ajussi . . . aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” ucap Jessica. Sesuai dengan rencananya, Jessica berniat memberitahukan semua yang dilakukan Kyuhyun dan Donghae dengan yeoja yang bernama Yoona kepada Mr. Cho.

“Apa? Katakan saja . . .” suruh Mr. Cho

Jessica terlihat terdiam sejenak, seolah memperlihatkan betapa kesedihan yang dirasakannya begitu besar di hadapan appa Kyuhyun dan Donghae itu.

“Ini mengenai Kyuhyun dan Donghae . . .”

Yoona POV

Seperti biasa, aku menjalani rutinitasku menjaga toko bunga bersama Taeyeon. Aku dan Taeyeon terus bekerja keras untuk mengumpulkan uang sebagai biaya operasi mataku. Memang uang yang terkumpul belum mampu mencukupi jumlah nominal biaya keseluruhan.  Aku tetap optimis pasti akan bisa mencukupi.

“Yoong . . . ada yang datang dengan mobil yang tampak mewah . . .” ujar Taeyeon mengejutkanku.

Aku mengernyitkan dahiku. “Nugu?

Molla . . . jika dilihat dari penampilannya, sepertinya presdir dari perusahaan ternama . . .” bisik Taeyeon.

Presdir? Entah kenapa sedikit kecemasan muncul dalam hatiku.

“Anda Nona Im Yoona?” tanya seseorang dengan nada suara berat.

Ne, itu aku. Mianhae, Anda siapa Tuan?” tanyaku penasaran.

“Tuanku ingin bertemu dengan Anda, beliau sudah menunggu di dalam mobil,” lanjutnya.

Aku mencoba menoleh ke arah Taeyeon yang berdiri di sampingku. Entah kenapa ada rasa khawatir menyelimutiku.

Mianhae, Tuan. Tidak bisakah jika Tuanmu yang menemui temanku ini? Dia tidak bisa melihat, aku khawatir jika terjadi sesuatu dengannya . . .” ucap Taeyeon.

Hening. Hanya ada suara langkah kaki yang kudengar semakin menjauh. Kurasa orang itu keluar untuk menemui seseorang yang menunggu di mobil sesuai dengan permintaan Taeyeon. Sebenarnya siapa dia? Aku benar-benar penasaran.

Tak lama kemudian, aku mendengar langkah kaki yang berjalan semakin mendekat. Aku bingung saat Taeyeon tidak berbicara sedikitpun padaku. Temanku ini hanya diam, sehingga membuat suasana hatiku semakin tidak tenang.

“Im Yoona?”

Suara itu memanggilku dengan nada yang terdengar berat. Aku sedikit gugup sekaligus takut.

Ne, apakah Tuan yang sedang mencariku?” tanyaku hati-hati.

“Benar, aku yang sedang mencarimu. Supir pribadiku yang sudah mengatakan kondisimu padaku, mianhae atas sikapku yang kurang sopan,” jawabnya.

Gwaenchana, lalu ada keperluan apa, Anda mencariku?”

“Sebelum mengatakan maksud kedatanganku menemuimu, akan lebih baik jika aku memperkenalkan diri,” ucapnya. “Aku . . . adalah Cho Jonghyun, sekaligus appa dari Kyuhyun dan Donghae.”

DEG! Seketika tubuhku terasa kaku mendengarnya. Mustahil. Benarkah orang yang sedang berdiri di hadapanku dan Taeyeon ini adalah appa Kyuhyun dan Donghae?

Kyuhyun POV

Aku menenggelamkan wajah di antara lipatan kedua tanganku yang bersender di meja. Ini masih permulaan, tapi aku sudah merasa kelelahan dengan semua berkas yang harus kuperiksa ini.

Tanpa kusadari, waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Dengan perlahan aku berusaha merenggangkan tubuhku yang terasa kaku dan kelelahan. Kemudian meraih ponselku yang kuletakkan di meja. Siang ini aku berencana mengajak Yoona makan siang.

Yeoboseyo . . .” Terdengar suara dari seberang telepon.

“Taeyeon-ah, apa kalian sedang sibuk? Aku ingin mengajak Yoona makan siang . . .”

Aku masih mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan Taeyeon.

“Oh, jadi kalian sedang ada pertemuan dengan pelanggan untuk membahas pesanan?” tanyaku memastikan.

Taeyeon mengiyakan pertanyaanku. Sedikit ada rasa kecewa dalam diriku.

Arraseo, kalau begitu sampaikan pada Yoona, begitu aku pulang bekerja, aku akan datang menemuinya . . .” ucapku.

KLIK! Usai mematikan ponselku dan meletakkannya kembali di meja, aku hanya terdiam di ruang kerjaku. Tidak masalah, jika siang ini aku gagal mengajak Yoona untuk makan siang bersama. Bukankah masih banyak waktu yang bisa kunikmati bersamanya? Im Yoona, kau benar-benar telah menyihirku. Aku sangat mencintaimu.

Author POV

Taeyeon masih memperhatikan ponsel yang dipegangnya. Telepon dari Kyuhyun membuatnya bingung untuk menjawab pertanyaan dari namja itu. Terpaksa ia berbohong dari kekasih temannya itu. Bagaimana reaksi Kyuhyun jika sampai tahu appanya lah yang sedang menemui Yoona?

Perhatian Taeyeon beralih pada Yoona yang tengah berbicara serius dengan Mr. Cho. Suasana canggung begitu terasa.

“Toko bunga ini milikmu?” tanya Mr. Cho

Yoona hanya mengangguk pelan. Terlihat rasa gugup tergambar jelas di wajahnya. “Toko bunga ini peninggalan orang tuaku. Saat kecil, kami mengalami kecelakaan hingga kedua orang tuaku meninggal, sedangkan aku kehilangan penglihatanku.”

“Apa kau mengalami buta permanen?”

Pertanyaan Mr. Cho itu berhasil membuat Yoona terkejut. Benar-benar to the point, tanpa basa-basi.

“Tidak, aku masih bisa melihat jika melakukan operasi mata,” jawab Yoona.

“Kau tidak segera melakukannya?”

Yoona tertunduk. “Saat ini aku masih mengumpulkan biaya untuk operasi mataku. Aku bekerja keras mengumpulkannya dengan melanjutkan bisnis toko bunga peninggalan kedua orang tuaku.”

“Begitu rupanya . . .” Mr. Cho tampak sudah mendapatkan jawaban dari rasa penasaran yang terlihat di wajahnya.

“Aku tahu . . . kau dekat dengan kedua putraku, Donghae dan Kyuhyun. Bahkan kau juga sedang menjalin hubungan dengan Kyuhyun.”

Tangan Yoona terlihat gemetar mendengar pernyataan Mr. Cho tersebut. Yeoja itu berusaha menutupinya di bawah meja.

“Aku tidak akan bicara banyak denganmu. Singkat saja . . .” Mr. Cho tampak menegaskan perkataan yang akan diucapkannya. “Aku hanya ingin melihat putraku hidup bahagia. Aku sudah menentukan calon istri untuk Kyuhyun dan itu tidak bisa ditolak oleh siapapun. Kau paham dengan apa yang kubicarakan?”

Tubuh Yoona terasa kaku. Ia tahu persis dengan maksud Mr. Cho mengatakan demikian padanya. Tidak lain adalah namja paruh baya itu tidak merestui hubungannya dengan Kyuhyun. Dengan hati yang berat, Yoona mengangguk pelan.

Ne, arraseo . . .”

“Baiklah, jika kau sudah mengerti, aku akan pergi sekarang . . .”

Mr. Cho tampak beranjak dari kursinya lalu berjalan keluar dari toko bunga itu. Taeyeon langsung membungkuk saat namja paruh baya itu berjalan melewatinya. Perhatiannya tidak lepas dari Mr. Cho yang terlihat masuk ke dalam mobil sebelum mobil itu berjalan semakin menjauh.

Yoona POV

Tubuhku terasa lemas. Apa yang dikatakan orang itu benar-benar membuatku takluk dan tidak bisa menolak.

“Yoong . . . apa yang kalian bicarakan?”

Suara Taeyeon mampu membuyarkan lamunanku. Aku ragu menceritakannya pada Taeyeon, hingga akhirnya aku diam dan tidak menjawab pertanyaannya.

“Yoong . . . “ Taeyeon menepuk pelan bahuku. “Apakah appa Kyuhyun mengatakan hal buruk padamu?”

“Taeyeon-ah . . .” Entah kenapa aku hanya bisa memanggil nama temanku. Kata-kata itu terasa tertahan di mulutku. Sulit sekali untuk mengungkapkannya pada Taeyeon.

“Ayolah, kau beritahu aku, apa yang sudah dikatakannya?”

Aku menarik nafas panjang, lalu dengan perlahan melepasnya.

“Secara tidak langsung, dia tidak merestui hubunganku dengan putranya?”

Mwo? Apa dia mengancammu atau . . .”

Aku langsung menggeleng keras. “Ani, dia hanya mengatakan hal itu padaku.”

Hening. Aku tidak mendengar suara dari Taeyeon. Hanya suara nafasnya yang terdengar seperti menderu kencang.

“Saat kau tengah berbicara dengan appa Kyuhyun, namjachingumu tadi meneleponku. Berniat mengajakmu makan siang . . .”

Jinjja? Kau mengatakan apa pada Kyuhyun?”

“Ngg . . . aku hanya bilang, saat ini sedang sibuk karena menemui seseorang untuk membahas masalah pesanan bunga,” jawab Taeyeon.

Aku bernafas lega mendengarnya. “Taeyeon-ah, kumohon padamu untuk tidak memberitahu Kyuhyun masalah ini. Aku bisa percaya padamu kan?”

Ne, arraseo. Aku tidak akan mengatakannya pada Kyuhyun . . .”

Aku tahu sebenarnya Taeyeon merasa berat untuk menyanggupi permintaanku. Dibandingkan menyembunyikan masalah, Taeyeon lebih suka mengungkapkannya. Hanya saja, ini terlalu berat. Aku tidak tahu harus melakukan apa.

*****

Kyuhyun POV

Begitu melihat waktu yang sudah menunjukkan berakhirnya jam kerja hari ini, aku bergegas bersiap untuk pergi menemui Yoona, seperti yang sudah kujanjikan pada Taeyeon tadi siang. Aku mengambil jasku yang tersampir di sofa, lalu berjalan keluar dari ruang kerjaku.

Saat aku berjalan menuju pintu lift, tanpa sengaja aku berpapasan dengan Donghae dan juga appaku. Aku hanya membungkuk pelan ke arah appaku. Lalu kedua mataku menatap tajam ke arah Donghae. Mengingat apa yang sudah dilakukan kakak tiriku semalam membuatku semakin membencinya. Aku juga dapat merasakan hal yang sama dengan tatapannya yang ditujukan padaku sekarang.

“Bagaimana pekerjaanmu? Apakah lancar?” tanya appa berhasil membuyarkan lamunanku.

Ne, aku akan berusaha keras dalam bekerja . . .” jawabku.

TING! Pintu lift terbuka. Aku terkejut saat melihat Jessica tengah berada di lift itu.  Apa yang sedang dilakukannya? Kulihat Donghae dan juga appa sudah masuk ke dalam lift. Aku masih terdiam di posisiku.

“Cepat masuk . . .” seru appa padaku.

Dengan langkah malas, aku terpaksa masuk ke dalam lift tersebut. Huh, rasanya menyebalkan. Aku semakin tidak menyukai suasana ini. Bertemu dengan Donghae ditambah Jessica. Mereka berdua berhasil membuat suasana hatiku tidak senang.

“Jessica, sampaikan pada appamu, 2 hari lagi kita akan mengadakan makan malam untuk membahas pernikahanmu dengan Kyuhyun . . .”

Ne, ajussi . . .”

Aku terkejut setengah mati mendengar penuturan appa. “Apa maksud appa? Sudah kubilang aku tidak mau menikah dengan Jessica!”

“Diamlah, kau tidak pantas berteriak seperti itu. Ini sedang di perusahaan, bukan di rumah,” ucap appa padaku.

Jessica tampak melirik sekilas ke arahku, lalu tersenyum menyeringai. Perhatianku beralih pada Donghae yang masih memandangku. Kurasa dia senang jika aku sampai menikah dengan Jessica. Pasti karena ingin mengambil kesempatan untuk bersama Yoona. Tidak akan kubiarkan mereka memisahkanku dengan Yoona.

Author POV

Mobil Kyuhyun berhenti di depan toko bunga milik Yoona. Wajah namja itu tampak bersemangat. Ia bergegas keluar dari mobil lalu berjalan masuk ke toko tersebut. Dilihatnya Yoona dan Taeyeon tampak membereskan beberapa barang karena toko akan segera tutup.

“Yoong . . .” panggil Kyuhyun lembut lalu berjalan ke arah yeoja yang dipanggilnya.

Yoona berusaha menoleh ke arah suara yang memanggilnya. “Kaukah itu, Kyu?” Wajahnya yang semula tampak murung berubah cerah seketika.

“Kenapa kau terlihat murung? Apa sedang ada masalah?” tanya Kyuhyun cemas.

Yoona menggeleng pelan. “Tidak ada, aku baik-baik saja. Kurasa hanya kelelahan.”

“Taeyeon bilang, tadi siang kau sedang bertemu dengan pelanggan untuk membahas pesanan bunga. Apakah pesanan bunganya lumayan banyak?”

Yoona terdiam kala mendengar pertanyaan Kyuhyun tersebut. Begitu juga dengan Taeyeon. Yeoja itu tampak menelan ludah sembari tersenyum ke arah Kyuhyun. Reaksi Yoona dan Taeyeon itu sedikit mengundang tanya bagi Kyuhyun.

“Kenapa dengan kalian? Apa aku salah bicara?” tanya Kyuhyun merasa bersalah.

Ani, kau tidak salah bicara . . .”sambar Taeyeon. “Aku akan menyiapkan makan malam. Kyu, kau temani Yoona saja.”

Taeyeon langsung bergegas masuk ke dalam rumah yang dipisahkan sekat dengan toko tersebut.

“Benar tidak terjadi apa-apa?” tanya Kyuhyun memastikan.

Yoona mengangguk sembari tersenyum. “Ne, kau tidak perlu khawatir. Seperti yang sudah kau katakan tadi. Aku memang menerima pesanan bunga dalam jumlah yang lumayan banyak.”

Jinjja? Aku senang mendengarnya, chukkae . . .” ucap Kyuhyun sembari memeluk Yoona. Namja itu tak henti-hentinya tersenyum senang. Namun, tanpa disadari Kyuhyun, raut wajah Yoona langsung berubah sedih. Terlihat sekali yeoja itu berusaha keras menyembunyikan keadaan yang sebenarnya dari Kyuhyun.

*****

Donghae berjalan menemui appanya di ruang membaca di kediaman mereka. Namja itu masih penasaran terhadap sikap appanya yang memaksa Kyuhyun untuk menikah dengan Jessica.

Appa, boleh aku masuk?” tanya Donghae dari balik pintu.

Ne, masuklah . . .” Mr. Cho tampak sedang membaca sebuah buku sembari meminum kopi. “Ada apa?”

“Ada yang ingin kutanyakan padamu,” ucap Donghae.

Mr. Cho langsung menutup buku yang sedang dibacanya kala melihat raut wajah Donghae yang berubah serius.

“Apa? Katakan saja . . .”

“Kenapa appa tetap memaksa Kyuhyun untuk menikah dengan Jessica? Jelas-jelas Kyuhyun menolaknya . . .”

Mr. Cho hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan putranya itu. “Untuk apa kau tanyakan. Apa kau tidak terima jika mereka menikah, karena masih mencintai Jessica?”

Donghae langsung menggeleng keras. “Aku sudah tidak mencintainya. Lagipula, aku mencintai orang lain.”

Seketika raut wajah Mr. Cho langsung berubah drastis. “Apakah Im Yoona yang kau maksud?”

DEG! Donghae menatap kaget ke arah Mr. Cho. Namja itu terlihat shock dan tidak menduga Mr. Cho sudah mengetahui semuanya.

“Darimana . . . appa bisa tahu?”

“Itu tidak terlalu sulit bagiku. Aku bisa mendapatkan semua informasi apa saja dengan mudah . . .” jawab Mr. Cho.

Tubuh Donghae terasa kaku. Apalagi saat melihat wajah appanya yang jelas memperlihatkan raut kemarahan.

Appa tidak berniat melakukan hal buruk padanya kan?”

Mr. Cho hanya tersenyum dingin. “Entahlah. Hanya saja, jika ada yang mengusik atau hal yang mengganggu bagi masa depan kedua putraku, aku tidak segan-segan akan menyingkirkannya. Ingat itu baik-baik . . .”

Usai mengatakan hal itu, Mr. Cho berjalan keluar meninggalkan putranya di ruang membaca. Dengan melihat reaksi appanya itu, membuat Donghae semakin yakin jika Yoona dalam bahaya.

ooOoo

Yoona POV

Aku terbangun karena mendengar suara ketukan pintu. Siapa yang datang sepagi ini? Dengan pelan, aku mencoba membangunkan Taeyeon yang masih tertidur pulas di sampingku.

“Taeyeon-ah . . .”

“Ada apa?” tanyanya dengan nada masih lemas.

“Ada yang mengetuk pintu, temani aku membukanya . . .” ucapku pelan.

“Aish, siapa lagi yang datang sepagi ini untuk bertamu? Mengganggu waktu tidurku saja . . .”

Aku tersenyum mendengarnya. Perlahan tangan Taeyeon menggandeng tanganku. Kami bergegas keluar dari kamar lalu berjalan masuk ke area toko. Begitu sampai di dekat pintu, Taeyeon bergegas membuka pintu tersebut.

Mianhae, Tuan siapa?” tanya Taeyeon sedikit mengejutkanku.

“Apakah Anda yang bernama Im Yoona?”

Mendengar namaku dipanggil, aku langsung menyahut pertanyaannya. “Aku yang bernama Im Yoona. Anda siapa?”

“Saya dari pihak kontraktor yang ditugaskan untuk merobohkan bangunan di sini,” ucap namja itu.

Mwo? Merobohkan bangunan?” pekik Taeyeon kaget.

Chakkaman . . . kurasa Anda salah tempat Tuan. Kenapa rumah dan tokoku akan dirobohkan?”

“Ada seseorang yang sudah membeli tanah yang Anda tempati. Kami dari pihak kontraktor juga sudah menerima surat penugasan untuk merobohkan bangunan di sini yang akan dimulai 2 hari ke depan.”

“Tapi aku memiliki bukti surat tanah milik kedua orang tuaku. Bagaimana bisa kalian merobohkan rumah dan juga tokoku sesuka hati kalian?” tanyaku geram.

Mianhae, Nona. Saya hanya diperintahkan untuk menyampaikan ini kepada Anda agar bersiap berkemas meninggalkan bangunan ini. Permisi.”

Kudengar suara langkah kaki itu semakin menjauh. Sungguh. Aku tidak mengerti dengan apa yang baru saja dikatakan orang yang mengaku dari pihak kontraktor itu.

“Ini aneh. Bagaimana bisa ada orang yang membeli tanah di sini? Jelas-jelas aku memiliki surat tanah itu . . .” ucapku panik. Tak henti-hentinya aku menahan amarah tiap mengingat pernyataan pihak kontraktor tersebut.

“Taeyeon-ah . . .” Aku memanggil temanku yang sejak tadi hanya diam tidak bersuara.

“Kurasa ada yang sengaja melakukan ini semua,” ucapnya tiba-tiba.

“Apa maksudmu? Ada orang yang ingin mengganggu kehidupan kita?”

Ani, lebih tepatnya mengganggu kehidupanmu. Aku tahu kemungkinan siapa yang melakukan ini semua,” lanjutnya layaknya seorang detektif.

Nugu? Kau jangan membuatku penasaran seperti ini . . .” pintaku pada Taeyeon.

Hening. Taeyeon justru kembali diam.

“Taeyeon-ah . . .”

“Kurasa appa Kyuhyun yang melakukannya . . .”

MWO?!

Kyuhyun POV

Pekerjaan hari ini terasa berat. Benar-benar melelahkan. Sesekali aku melepas lelah dengan bermain games yang ada di ponselku. Tiba-tiba seseorang langsung menyeruak masuk ke ruang kerjaku. Aku terkejut saat melihat Leeteuk sudah berdiri di hadapanku. Wajahnya terlihat cemas sekaligus gelisah, hingga membuatku penasaran dengan keadaannya.

“Ada apa? Kenapa kau datang dengan raut wajah seperti itu?” tanyaku penasaran.

Leeteuk hanya memandang diam ke arahku. Sungguh, aku benar-benar tidak mengerti dengan keadaannya.

“Ada yang ingin kuberitahu padamu. Ini masalah Yoona . . .” jawab Leeteuk semakin menambah rasa penasaranku.

“Tentang apa? Kau jangan membuatku gelisah seperti ini . . .” pintaku sedikit kesal.

Leeteuk tampak kesulitan untuk melanjutkan ucapannya. “Kurasa . . . appamu sudah berbuat sesuatu padanya.”

Dahiku mengernyit, seolah tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Leeteuk.

“Apa maksudmu?”

“Taeyeon mengatakan padaku, bahwa appamu pernah datang menemui Yoona. Aku memang tidak terlalu tahu apa yang sudah dikatakannya pada Yoona. Hanya saja, yang membuatku khawatir adalah tindakan appamu hari ini. Yoona dan Taeyeon diperintahkan untuk meninggalkan toko bunga dan juga tempat tinggal mereka, karena appamu berniat membeli tanah yang mereka tempati itu. Bahkan sudah memanggil pihak kontraktor yang bersiap untuk merobohkan tempat mereka . . .”

Mwo? Kau sedang tidak bercanda kan?” tanyaku ragu.

“Tentu saja tidak. Aku serius. Mereka berdua hanya diberi waktu 2 hari untuk berkemas. Aku merasa kasihan, apalagi terhadap Yoona. Bukankah itu toko bunga peninggalan kedua orang tuanya?”

Tidak mungkin appa melakukan ini semua. Tapi, jika mendengar cerita dari Leeteuk, aku semakin yakin, satu-satunya orang yang hanya bisa melakukan ini semua, adalah appaku sendiri.

Tanpa pikir panjang aku bergegas keluar dari ruang kerjaku. Meninggalkan Leeteuk yang tampak menatapku dengan wajah bingungnya. Bagaimanapun juga, aku harus mencegah tindakan appa.

Author POV

Donghae tampak melangkahkan kaki ke ruang kerja appanya. Namja itu terlihat cemas sekaligus menahan kesal atas apa yang dilakukan appanya terhadap Yoona.

BRAK! Tanpa menunggu konfirmasi dari sekertaris, Donghae langsung menyeruak masuk ke dalam ruang kerja Mr. Cho.

“Dimana sopan santunmu? Kau lupa cara mengetuk pintu?” tanya Mr. Cho dengan nada dingin.

Donghae hanya terdiam sembari berjalan mendekat ke arah Mr. Cho. “Apa yang sudah appa lakukan pada Yoona?”

Mendengar pertanyaan dari putra sulungnya itu membuat Mr. Cho hanya tertawa meremehkan putranya itu. “Apa yang sedang kau bicarakan? Appa tidak mengerti?”

“Bukankah appa yang menyuruhnya untuk segera pindah dan menutup toko bunga miliknya karena berniat untuk membeli tanah yang ditempati Yoona dan temannya?”

“Jika benar, lalu apa yang akan kau lakukan?”

Emosi Donghae memuncak mendengarnya. “Kenapa appa melakukannya?”

“Karena dia adalah yeoja yang sedang kau perebutkan dengan Kyuhyun . . .” jawab Mr. Cho

Donghae mengerjapkan matanya tak percaya dengan ucapan Mr. Cho. “Mwo? Itukah alasannya? Tapi, dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalahku dan Kyuhyun.”

“Jessica sendiri yang mengatakannya padaku. Dia pernah melihat kalian bertengkar karena yeoja itu. Bahkan aku juga tahu jika saat ini yeoja itu sedang menjalin hubungan dengan Kyuhyun . . .”

Mendengar nama Jessica yang disebutkan appanya, emosi Donghae kembali memuncak. “Jadi, Jessica yang memberitahu appa?

Mr. Cho hanya mengangguk pelan. “Dengar, baik kau ataupun Kyuhyun, kalian berdua tidak kurestui untuk menjalin hubungan dengan yeoja bernama Im Yoona”

Tangan Donghae mengepal. Namja itu berusaha keras menahan emosinya yang hampir meluap. Kala mengingat Jessica, dalang semua masalah yang menimpa Yoona, membuat namja itu semakin membencinya.

BRAK! Suara pintu terbuka mengejutkan Donghae dan Mr. Cho. Keduanya menoleh ke arah Kyuhyun yang sudah berdiri di belakang Donghae.

“Kyuhyun-ah . . .”

“Jadi benar, appa yang melakukan semua ini pada Yoona?” tanya Kyuhyun geram. Sudah sejak tadi namja itu menguping pembicaraan keduanya dari luar ruang kerja Mr. Cho.

Mr. Cho hanya tersenyum tipis ke arah putranya.

“Lalu . . . apa kau juga akan bersikap sama seperti kakakmu?”

“Kenapa appa melakukannya? Kenapa mengganggu kehidupan Yoona dan juga mengusik kebahagiaan putramu sendiri?!”

“Bagaimana bisa kau hidup bahagia dengan yeoja yang bahkan tidak bisa melihatmu itu?” bentak Mr. Cho

“Aku tidak peduli dengan keadaannya. Di mataku, dia adalah orang yang sangat berharga bagiku. Aku sangat mencintainya, apapun akan kulakukan untuknya, meskipun harus melawan appa . . .” ucap Kyuhyun.

“CHO KYUHYUN!!” Mr. Cho terlihat kehabisan kesabaran menghadapi putranya.

“Jika memang aku harus melawanmu, akan kulakukan appa . . .”

Kemudian Mr. Cho tampak menyeringai ke arah Kyuhyun. “Bagaimana jika appa memberikanmu penawaran?”

Kyuhyun tampak menoleh ke arah Donghae. Keduanya terlihat bingung dengan pertanyaan tiba-tiba appa mereka.

“Apa maksud appa?” tanya Donghae.

“Jika kau terus menjalin hubungan dengan Yoona, aku pastikan kehidupan yeoja itu tidak akan pernah tenang. Tapi, jika kau mau memutuskan hubunganmu dengannya dan bersedia untuk menikahi Jessica . . .” Kalimat Mr. Cho terhenti sejenak. “Tidak hanya berhenti untuk mengganggu kehidupan Yoona, aku bersedia membiayai operasi mata yeoja itu.”

DEG! Kyuhyun merasakan sesak di dadanya. Namja itu benar-benar berada di posisi yang sulit. Donghae terkejut dengan tawaran yang diberikan appanya kepada adiknya. Raut wajahnya juga terlihat cemas sekaligus kaget.

“Bagaimana? Apa kau sudah mempunyai jawaban?” tanya Mr. Cho. Namja paruh baya itu berhasil membuat kedua putranya tampak terdiam.

Donghae tampak memperhatikan ke arah Kyuhyun. Ia masih belum bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh adiknya itu.

Kyuhyun tampak memejamkan kedua matanya sejenak, lalu menghela nafas.

“Aku sudah ada jawaban . . .” ucapnya memecah keheningan.

Mr. Cho dan Donghae tampak menunggu.

“Jika itu yang memang kau inginkan appa . . .” Kyuhyun menghentikan kalimatnya sejenak. “Aku bersedia menikah dengan Jessica.”

-TBC-

Huah, selesai juga nulis lanjutan FF ini. Aduh, aku minta maaf banget karena lama baru muncul kelanjutannya. Mian kalo ceritanya malah jadi gaje n banyak typo😦 kuharap kalian suka ya, gomawo sudah mau menunggu😀

signature

35 thoughts on “Just For You – Chapter 6

  1. zubaidah says:

    Appa kyu jahat bgt sih, gk punya perasaan..
    Kyu knpa gtu aja setuju sama penawaran appanya..
    Knpa gk pertahanin yoona sampe akhir.

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s