Lovely Couple – Chapter 2


lovelycouple

Title : 

“Lovely Couple”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Choi Minho Shinee

Choi Sulli F(X)

Other Cast :

Lee Hyukjae Super Junior

Kwon Yuri SNSD

Seo Joo Hyun SNSD

Genre :

Comedy, Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Dalam kamar yang ukurannya lumayan besar, Yoona tengah sibuk menyelesaikan tugas kuliahnya yang harus dikumpulkan keesokan hari. Sesekali ia tampak merenggangkan tubuhnya yang terasa kelelahan. Dibalik rasa lelahnya itu, tersimpan keterkejutan yang amat sangat kala ia mengingat kejadian di siang hari tadi. Kejadian yang tidak pernah ia bayangkan seumur hidupnya.

***

“Kau?”

Kyuhyun dan Yoona berteriak hingga membuat Minho dan Sulli terkejut. Sepasang kekasih itu hanya menatap bingung reaksi Kyuhyun dan Yoona yang terlihat shock.

“Noona . . .”

“Oppa . . .”

Kyuhyun dan Yoona menoleh ke arah adik mereka. Lalu kembali menatap satu sama lain.

“Dia adikmu?” tanya keduanya bersamaan. Jari Yoona tampak menunjuk ke arah Sulli, sementara Kyuhyun menunjuk ke arah Minho.

Minho dan Sulli yang belum memahami situasi yang sebenarnya hanya bisa terdiam saat melihat kedua orang di depannya kembali menatap tajam satu sama lain.

“Apa kalian sudah saling mengenal?” tanya Sulli. Minho tampak menunggu jawaban dari keduanya.

Situasi itu terasa canggung bagi Kyuhyun dan Yoona. Keduanya memilih tersenyum tipis, hingga akhirnya terdiam dan tidak mengatakan apapun pada Minho dan Sulli.

***

Yoona menghela nafas, lalu mengacak-acak rambutnya.

“Apa yang harus kulakukan?” gumamnya lirih. Lambat laun ia menenggelamkan wajahnya di antara lipatan kedua tangannya.

Noona . . .”

Yoona terkejut saat mendengar suara Minho memanggilnya dari balik pintu kamarnya.

“Masuklah . . .” ucap Yoona.

Minho tampak tersenyum ke arah Yoona, hingga membuat kakaknya itu memandang bingung padanya.

“Kau belum tidur?” tanya Yoona.

Minho menggeleng pelan. “Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.”

“Soal apa?”

“Kyuhyun-hyung . . .”

Seketika raut wajah Yoona berubah kesal kala mendengar nama yang keluar dari mulut Minho. “Untuk apa kau menanyakan orang itu, lebih baik lupakan saja pembicaraan ini.”

Ani, aku hanya ingin tahu saja. Sepertinya hubungan kalian tidak baik. Saat bertemu tadi saja kalian tampak bertengkar seperti anak kecil, ketika aku menyusulmu di depan toilet bersama Sulli,” ucap Minho.

Yoona kembali terdiam. Gadis itu lebih memilih memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Kyuhyun-hyung?” tanya Minho penasaran.

“Hubungan kami memang tidak baik. Lebih tepatnya, kami adalah musuh bebuyutan di kampus,” jawab Yoona.

Minho tampak terkejut mendengar pernyataan kakaknya itu. Laki-laki itu memilih diam dan tidak bertanya lagi karena melihat raut wajah kakaknya yang berubah kesal. Daripada kena marah kakaknya dan salah bicara, lebih baik ia diam saja.

*****

Kyuhyun terlihat berjalan ke ruang makan untuk mengambil segelas air minum. Dari raut wajahnya memperlihatkan masalah yang sedang dialaminya.

Oppa . . .”

PRAT! Panggilan Sulli berhasil membuatnya tersedak hingga air yang sedang diteguknya sukses terciprat keluar dari mulutnya.

“Kau ini?!” Kyuhyun langsung mengelap mulutnya dengan tissue yang ada di ruang makan.

Sulli terkekeh melihat reaksi kakaknya tersebut. “Ada yang ingin kutanyakan padamu.”

Kyuhyun masih sibuk mengelap mulutnya.  “Apa? Kenapa kau tidak segera tidur? Bukankah ini sudah larut malam?”

“Shireo! Sampai rasa penasaranku belum terjawab, aku tidak akan tidur,” jawab Sulli.

Laki-laki itu menatap bingung dengan sikap adiknya. Hingga akhirnya ia mengangguki permintaan Sulli. Keduanya tampak berjalan ke ruang santai untuk berbicara.

“Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan?” tanya Kyuhyun.

Sulli tampak menyipitkan kedua matanya ke arah Kyuhyun. “Jadi, musuh bebuyutanmu di kampus itu Yoona-eonni? Kakaknya Minho?”

“Ya! Untuk apa membicarakan ini. Jika yang ingin kau tanyakan tentang gadis itu, aku tidak mau meladeni pertanyaanmu . . .” ucap Kyuhyun menolak.

“Cih, kau sungguh kekanakkan oppa. Bagaimana bisa sudah kuliah masih bertengkar seperti anak kecil dengannya. Coba kau pikir baik-baik, menurutku Yoona-eonni sangat cantik dan juga pintar. Lagipula saat mengobrol denganku tadi dia juga ramah,” kata Sulli.

“Itu karena kau baru bertemu dengannya. Jika kau sudah lama mengenalnya kau akan tahu watak aslinya seperti apa,” jawab Kyuhyun.

Seketika senyum jahil mengembang di wajah Sulli. “Mengenal? Jadi kau sangat mengenal wataknya? Jangan-jangan . . .”

Kyuhyun tampak memandang bingung ke arah Sulli. “Apa?”

“Kau menyukainya?” lanjut Sulli terkekeh.

MWO? Cih, mana mungkin aku menyukai gadis seperti dia. Tidak akan pernah!” ucap Kyuhyun lalu beranjak dari posisinya dan bergegas kembali ke kamarnya.

Sulli tersenyum geli melihat sikap kakaknya itu. “Dasar kau oppa. Aku yakin, suatu saat nanti kau pasti akan menyukai Yoona-eonni.”

ooOoo

Inha University

Yoona berjalan cepat menuju lift saat pintu tersebut hampir tertutup. Gadis itu langsung menekan tombol lalu masuk ke dalam lift.

Chakkaman . . .”

Yoona terkejut saat melihat sosok laki-laki yang sudah berdiri di depan lift saat ia akan menutup pintu lift tersebut. Suasana berubah canggung ketika Kyuhyun masuk ke dalam lift yang sama dengannya. Keduanya hanya terdiam satu sama lain.

“Jadi Minho itu adikmu?” tanya Kyuhyun tiba-tiba memecah keheningan.

Yoona hanya mengangguk pelan menanggapi pertanyaan laki-laki yang berdiri di sampingnya itu.

“Tidak kusangka kau punya adik setampan itu. Beda sekali dengan kakaknya . . .” ucap Kyuhyun sembari meledek Yoona.

Kontan pernyataan itu membuat Yoona langsung menoleh tajam ke arah Kyuhyun. “Aku juga tidak menduga kau punya adik secantik Sulli. Sangat berbeda jauh dengan kakaknya . . .”

MWO? Dengar, aku memang merestui hubungan Sulli dengan Minho. Tapi, jangan harap hubungan kita akan membaik,” kata Kyuhyun.

“Cih, aku juga tidak mau berbaikan dengan orang sepertimu,” balas Yoona sembari mencibir.

Keduanya kembali menatap tajam satu sama lain. TING! Saat pintu lift terbuka, Yoona dan Kyuhyun bergegas keluar dengan raut wajah kesal, berjalan dengan arah yang berlawanan menuju kelas masing-masing.

*****

Asia Pacific International School

“Aku ingin sekali menyatukan oppa dengan Yoona-eonni . . .”

Minho menoleh ke arah Sulli. Keduanya tengah menikmati jam istirahat di cafetaria sekolah mereka.

“Aku sependapat. Kemarin noona hanya mengatakan sedikit tentang hubungan mereka yang tidak baik. Apa kau tahu lebih detail, apa yang membuat hubungan kedua kakak kita seperti itu?”

Sulli mengangkat kedua bahunya sembari menggeleng pelan. “Molla, aku tidak tahu pasti. Oppa hanya bilang jika hubungannya dengan Yoona-eonni menjadi musuh bebuyutan sejak keduanya pertama kali masuk di kampus itu.”

Minho kembali terdiam. Sulli tampak berpikir.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” gumam Minho lirih.

CTAK! Sulli tiba-tiba menjentikkan jarinya sembari tersenyum lebar. “Aku punya ide.”

“Apa itu?” Minho tampak antusias.

“Apa kau tahu siapa teman terdekat Yoona-eonni di kampus?” tanya Sulli.

Minho mengernyitkan dahinya, laki-laki itu tampak berpikir seolah mengingat-ingat teman dekat kakaknya. “Ne, aku tahu. Yuri-noona . . .”

“Bagus. Aku juga tahu siapa teman terdekat oppa di kampus, namanya Eunhyuk-oppa. Sepertinya mereka berdua juga satu jurusan dengan kedua kakak kita . . .” lanjut Sulli.

“Lalu . . . rencanamu?”

Sulli tersenyum. “Bagaimana jika kita minta bantuan Yuri-eonni dan Eunhyuk-oppa?”

Senyum lebar mengembang di wajah Minho. “Ide bagus.”

*****

Inha University

“IM YOONA!”

Yoona melonjak kaget saat mendapati Yuri sudah duduk di sampingnya. Gadis itu langsung melepas earphone yang terpasang di telinganya.

“Ya! Kau tidak perlu berteriak seperti itu, mengagetkanku saja!” bentak Yoona kesal.

Yuri mendesah. “Justru aku berteriak karena kau tidak mendengar panggilanku. Dasar.”

Yoona mengerucutkan bibirnya. “Aku sedang kesal.”

Wae? Jangan bilang karena Kyuhyun lagi,” ucap Yuri.

“Memang iya,” balas Yoona.

“Aish, kau ini. Kenapa permusuhan kalian itu semakin menjadi saja? Jika kupikir-pikir lagi, ini sudah hampir 1 tahun kalian bermusuhan seperti itu sejak masuk kuliah pertama kali,” ucap Yuri. “Apalagi permusuhan kalian karena hal sepele. Benar-benar kekanakkan.”

“Hentikan! Kau membuatku malas untuk menceritakan masalahku yang baru padamu,” kata Yoona.

Yuri terkekeh. “Ne, arraseo. Lalu apa . . . masalahmu itu?”

“Saat ini Minho sudah punya kekasih,” jawab Yoona.

Yuri menaikkan salah satu alisnya. Apa masalahnya jika Minho sudah punya kekasih?

“Bukankah itu kabar bagus jika Minho punya kekasih? Lalu apa masalahnya?” tanya Yuri.

Yoona berdecak. “Masalahnya, kekasih Minho itu . . .”

Nugu?

“Adik Kyuhyun . . .” jawab Yoona kemudian.

Yuri terdiam. Tak lama kemudian tawa keras membahana keluar dari gadis itu. Hingga mampu membuat Yoona langsung menatap tajam ke arah sahabatnya itu.

“Sepertinya kau senang sekali dengan masalah yang menimpaku, Kwon Yuri . . .” desah Yoona kesal.

Yuri tidak henti-hentinya tertawa. “Mianhae, tapi ini sungguh menggelikan. Sudah 2 kali kau mengalami kejadian yang kebetulan dengan Kyuhyun. Eh, bukankah ini menunjukkan jika kalian itu berjodoh?”

“Shireo! Mana mau aku dengan orang seperti Kyuhyun,” balas Yoona kesal.

Yuri kembali tertawa mendengar reaksi Yoona. “Lalu, apa kau menyuruh adikmu untuk memutuskan hubungan dengan kekasihnya?”

Yoona menggeleng pelan. “Aku tidak mungkin merusak kebahagiaan adikku demi diriku sendiri. Terpaksa kurestui saja hubungan mereka. Lagipula, gadis itu juga sangat baik dan ramah, berparas cantik pula. Berbeda sekali dengan kakaknya . . .”

DRRT! Yuri tampak terkejut saat ponselnya tiba-tiba berdering. Gadis itu langsung meraih ponselnya yang ada di dalam tasnya.

Chakkaman . . .” ucap Yuri pada Yoona. Lalu beranjak dari posisinya dan berdiri menjauh dari Yoona.

Yeoboseyo . . .”

Yuri tampak serius mendengarkan seseorang yang sedang meneleponnya. Sementara Yoona hanya mengamati sahabatnya itu sembari memasang earphone kembali di telinganya.

Ne, arraseo . . .”

KLIK! Yuri memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu berjalan mendekat ke arah Yoona.

Mianhae, Yoong . . . aku tidak bisa menemanimu ke perpustakaan,” ucap Yuri tiba-tiba.

Wae?

“Ada keperluan yang harus kukerjakan, jeongmal mianhae . . .”

Yoona mengangguk sembari tersenyum. “Ne, gwaenchana.”

*****

“Eunhyuk-ah . . . kau mau kemana buru-buru seperti itu?”

Eunhyuk menoleh ke arah Kyuhyun yang sudah berdiri di belakangnya.

“Ah, aku harus pergi ke suatu tempat. Ada urusan mendadak,” ucap Eunhyuk terburu-buru.

“Kau tidak jadi menemaniku ke perpustakaan?”

Eunhyuk kembali menoleh ke arah Kyuhyun. Laki-laki itu tampak menepuk dahinya. “Astaga, aku lupa. Jeongmal mianhae, urusanku ini sangat mendesak. Lain kali, ne?

Kyuhyun hanya tersenyum. “Ne, gwaenchana.”

“Kalau begitu aku pergi dulu . . .” pamit Eunhyuk sembari berlari meninggalkan Kyuhyun.

Sepeninggalan Eunhyuk, Kyuhyun bergegas pergi ke perpustakaan untuk mencari referensi berkenaan dengan tugas kuliahnya.

*****

Yuri tampak masuk ke sebuah cafe. Kedua matanya tak henti-hentinya mencari sosok yang ingin menemuinya.

Noona . . .”

Yuri menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Gadis itu langsung tersenyum kemudian berjalan mendekatinya. Perhatiannya kini tertuju pada sosok gadis yang tampak duduk di sebelah laki-laki itu sembari tersenyum.

“Minho-ah, apa dia kekasihmu?” tanya Yuri sembari menunjuk ke arah gadis yang duduk di samping Minho.

Minho mengangguk sembari tersenyum. “Namanya Cho Sulli . . .”

Annyeong . . . Sulli imnida.”

Yuri menyambut uluran tangan Sulli. “Yuri imnida. Ah, jadi kau adik dari Cho Kyuhyun?”

“Kau sudah tahu?”

Yuri mengangguk pelan. “Yoona yang memberitahuku.”

Minho dan Sulli tampak menatap satu sama lain.

“Jadi . . . apa yang ingin kalian bicarakan denganku?” tanya Yuri.

“Ah, kita masih menunggu satu orang lagi untuk memulai pembicaraan ini,” jawab Minho.

Yulli mengernyitkan dahinya. “Seseorang? Nugu?

“Sulli-ah . . .”

Oppa . . .”

Yuri menoleh ke arah suara yang memanggil Sulli. Gadis itu tampak kaget saat melihat sosok laki-laki yang datang mendekati mereka.

“Eunhyuk-ah . . . kau . . .”

“Yuri-ah, sedang apa kau di sini?” tanya Eunhyuk tak kalah kaget. Lalu keduanya menatap bingung ke arah Minho dan Sulli yang hanya mengulum senyum pada mereka.

“Apa maksudnya ini?” tanya Yuri pada Minho dan Sulli.

Minho terkekeh. “Kami memang sengaja memanggil kalian berdua ke sini.”

“Karena kami sangat membutuhkan bantuan kalian berdua . . .” lanjut Sulli.

Yuri dan Eunhyuk tampak menatap satu sama lain. “Bantuan kami?”

Anggukan Minho dan Sulli membuat kedua orang itu semakin bingung dan hanya kembali memandang satu sama lain.

*****

Kyuhyun berjalan menyisiri beberapa rak buku yang tampak berjejeran rapi di perpustakaan kampusnya tersebut. Laki-laki itu tampak sibuk mencari buku yang sedang dicarinya.

“Aish, susah sekali menemukan buku itu . . .” gumamnya lirih.

Hampir setengah jam mencari, akhirnya ia menemukan buku tersebut. Sayangnya buku tersebut hanya ada satu. Dengan cepat Kyuhyun langsung mengambil buku itu, namun tanpa diduga, tangannya menyentuh buku tersebut bersamaan dengan tangan orang lain. Karena penasaran, Kyuhyun mencoba menoleh ke arah sampingnya.

“Kau . . .” Mata Kyuhyun terbelalak saat melihat Yoona sudah berdiri di sampingnya.

“Ya! Aku yang menemukan buku ini lebih dulu. Singkirkan tanganmu!” bentak Yoona kesal.

Kyuhyun mendesah. “Shireo! Aku yang lebih dulu!”

“Aku yang lebih dulu!”

“AKU!”

“AKU!”

SSSSSTTT!!

Kyuhyun dan Yoona langsung terdiam saat mendapat teguran dari semua orang yang ada di perpustakaan. Keduanya tidak sadar jika suara keras mereka sukses membuat pengunjung perpustakaan terganggu.

“Aku yang lebih dulu . . .” ucap Kyuhyun dengan volume suara lebih kecil pada Yoona.

“Tidak bisa, aku yang lebih dulu . . .” balas Yoona dengan volume suara yang sama dengan Kyuhyun.

Keduanya tampak menatap tajam satu sama lain.

“Aku butuh buku ini untuk mengerjakan tugas kuliahku, jadi mengalah lah . . .” ucap Kyuhyun.

“Aku juga membutuhkan ini untuk mengerjakan tugas kuliahku . . .” balas Yoona.

Kyuhyun terdiam. Begitu juga dengan Yoona.

“Bagaimana . . . kita pakai saja buku ini bersama-sama? Daripada kita sama sekali tidak bisa mengerjakan tugas kuliah kita,” usul Kyuhyun.

Yoona tampak mendesah pelan. “Aish, baiklah.”

Terpaksa keduanya berbagi buku tersebut dan bersama-sama menggunakannya untuk mengerjakan tugas kuliah mereka.

*****

Yuri dan Eunyuk tertawa geli saat mendengar alasan Minho dan Sulli memanggil keduanya untuk bertemu.

Wae? Kenapa kalian justru tertawa?” tanya Minho bingung.

Ani, aku hanya kaget karena kalian meminta bantuan kami untuk menyatukan Kyuhyun dan Yoona . . .” jawab Eunhyuk.

Yuri mengangguki ucapan Eunhyuk.

“Lalu . . . apa kalian mau membantu kami?” tanya Sulli.

Eunhyuk dan Yuri saling memandang satu sama lain.

“Tentu saja. Lagipula kami bosan melihat mereka berdua terus bertengkar,” jawab Eunhyuk.

“Benar, aku sudah bosan tiap kali Yoona menceritakan pertengkarannya dengan Kyuhyun . . .” sambung Yuri.

“Padahal kupikir mereka berdua itu cocok jika menjadi sepasang kekasih. Seperti kedua adik mereka,” ucap Eunhyuk sembari melirik ke arah Minho dan Sulli.

Eunhyuk dan Yuri langsung ber-high five ria sembari terkekeh. Sementara Minho dan Sulli hanya menatap bingung ke arah dua orang di depan mereka yang justru lebih antusias untuk menyatukan Kyuhyun dan Yoona.

*****

“Kurasa hanya satu buku ini saja tidak cukup,” ucap Yoona pada Kyuhyun.

Kyuhyun tampak memperhatikan buku yang diperebutkan dengan Yoona sebelumnya. “Kau benar, yang kita cari tidak terlalu lengkap di buku itu.”

“Kalau begitu, kita cari saja buku lain,” balas Yoona.

Kyuhyun mengangguk, lalu mengikuti Yoona mencari buku lain yang akan dijadikan referensi.

Keduanya tampak berjalan menyisiri kembali rak-rak buku yang ada di perpustakaan tersebut. Kyuhyun dan Yoona tampak sibuk mencari buku yang akan dijadikan referensi tugas kuliah mereka.

“Ah, itu dia . . .” ucap Yoona sembari menunjuk ke arah buku yang terletak di bagian paling atas rak.

Kyuhyun mendongakkan kepalanya lalu tampak menyipitkan matanya ke arah buku yang ditunjuk Yoona. “Ne, kurasa buku itu lebih lengkap.”

Yoona mengangguk. “Cepat kau ambil.”

Kyuhyun menoleh ke arah Yoona. “Kau saja.”

Yoona berdecak. “Aku mana sampai, itu terlalu tinggi.”

Kyuhyun menggeleng pelan, sementara Yoona masih memaksa Kyuhyun untuk mengambil buku tersebut. Tiba-tiba, perhatian Kyuhyun beralih pada tangga lipat yang tampak tersender pada tembok perpustakaan. Laki-laki itu langsung mengambilnya dan menyiapkannya untuk Yoona.

“Naiklah . . .” suruh Kyuhyun.

Yoona mengerucutkan bibirnya. Ia benar-benar kesal dengan sikap Kyuhyun yang sama sekali tidak mau membantunya itu. Dengan terpaksa Yoona menaiki tangga tersebut untuk mengambil buku yang mereka cari. Namun ternyata, walau sudah menggunakan tangga lipat, jaraknya masih kurang sedikit. Tangan Yoona berusaha keras untuk meraih buku tersebut.

Palli . . .

“Tunggu sebentar, kau ini benar-benar tidak sabaran!” bentak Yoona.

Kyuhyun tampak memperhatikan Yoona yang berusaha mengambil buku tersebut. Dilihatnya kaki Yoona nyaris keluar dari pijakan tangga tersebut.

“Hati-hati . . .” ucapnya lirih.

“Dapat!” Yoona berseru keras saat berhasil mendapatkan buku tersebut.

Kyuhyun tersenyum senang. Namun hal yang ia takutkan sebelumnya menjadi kenyataan. Saat Yoona berniat turun, tanpa sengaja kaki gadis itu terpeleset, hingga akhirnya sukses membuat Yoona terjatuh dari tangga.

BRAK! Suara tangga yang jatuh itu mampu membuat semua orang menoleh ke arah Yoona dan Kyuhyun yang sudah tersungkur di lantai. Mata keduanya masih terpejam. Kyuhyun tampak membuka matanya perlahan, berusaha melihat kondisi Yoona yang terjatuh di atas tubuhnya. Seketika matanya terbelalak saat merasakan ada yang aneh di bibirnya. Begitu juga dengan Yoona, gadis itu tampak membuka matanya perlahan.

Keduanya terkejut saat menyadari bibir mereka bersentuhan. Ya, tanpa sengaja keduanya berciuman akibat kecelakaan kecil di perpustakaan tersebut.

-TBC-

Jadi juga untuk kelanjutan FF ini hehe, lama ya? *banget* hehe. Seperti biasa, mian kalo ada typo dan juga ceritanya kalo jadi gaje, hehe. Kuharap kalian suka, keep RCL oke, gomawo😀

signature

42 thoughts on “Lovely Couple – Chapter 2

  1. zubaidah says:

    Cie cie.. mereka berdua lagi kissie2 tuh..
    Walaupun gk sengaja,,
    Aku setuju tuh sama ide sulli sama minho
    Buat nyatuan tom and jerry biar mereka damai
    Hahahaha…
    Bahasa kejam amat..
    Kyu sama yoong disamain sama tom and jerry
    Abisnya mereka berdua gk pernah akur sih.

  2. YoonAddict says:

    Hahahaaahaa. . . .
    Kyuhyun parah bnget, pdahal cuman ngmbil buku doang.. Tpi mlah belabelain ngmbilin tngga,,
    kekekee

  3. apriliamelodyforbtob says:

    Wah, keren ceritanya. Daebak for author…ditunggu kelanjutannya.
    Aku paling suka sm MinHo-Sulli couple, jd keinget To the Beautiful You ^^ hihihi.
    keren.go go author, ditunggu part selanjutnya…

  4. Aie_odagirie says:

    Omo!!
    Hahaha ada2 z tingkh mreka.
    Wh crita yg ini lbih ringn eonni, plus lbih bnyk hiburn’a. Like it.hehe

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s