Look, at Me! – Chapter 2


lookatme

Title : 

“Look, at Me!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Angst, Family, Married Life, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Gadis dengan rambut terurai panjang itu hanya menatap sedih ke arah pemandangan yang ada di hadapannya. Ia tak kuasa menahan rasa sakit di hatinya kala melihat seorang wanita lain tengah bergelayut manja di lengan suaminya, di hadapannya sendiri. Sejak tadi gadis itu hanya sibuk memainkan sendok yang ada dalam gelas ice tea yang dipesannya.

“Kenapa kau diam saja, Yoona-ya?”

Pertanyaan Jessica itu mampu membuat Yoona sedikit tersentak dan hanya tersenyum tipis sembari melirik ke arah Kyuhyun. Seolah menunjukkan betapa dirinya sama sekali tidak terpengaruh dengan sikap yang dilakukan Jessica. Walau kenyataan tidak demikian.

Gwaenchana . . .” jawab Yoona sembari tersenyum tipis.

Jessica seolah tidak menangkap gelagat Yoona yang terlihat tidak suka dengan sikapnya atau memang sengaja mengabaikannya. Ia justru terus bersikap mesra dengan Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun tahu dengan reaksi istrinya, namun pria itu memilih cuek dan juga mengabaikannya. Ia justru bersikap biasa dengan apa yang dilakukan Jessica.

“Kyu, aku mau pulang,” ucap Jessica.

“Baiklah, akan kuantar . . .”

Yoona menatap kaget ke arah suaminya yang terlihat sudah beranjak dari kursinya.

“Kau bisa pulang sendiri kan?” tanya Kyuhyun.

DEG! Jelas pertanyaan itu membuat hati Yoona tersentak. Ia melihat suaminya sendiri justru memilih mengantarkan wanita lain daripada istrinya sendiri.

“Ngg . . . ne, aku bisa pulang sendiri,” jawab Yoona terpaksa.

“Mungkin aku pulang malam, kau tidak perlu menungguku,” lanjut Kyuhyun.

Yoona tertunduk. “Ne, arraseo.”

Kyuhyun dan Jessica tampak masuk ke dalam mobil Kyuhyun. Pria itu tampak membukakan pintu untuk Jessica yang bahkan belum pernah dilakukannya untuk Yoona. Sungguh sikap  yang dilakukan Kyuhyun itu membuat hati Yoona terluka melihatnya. Gadis itu hanya terdiam sembari menatap mobil Kyuhyun yang semakin lama semakin menjauh.

*****

Saat melajukan mobilnya dari taman pusat Seoul, rupanya Kyuhyun memperhatikan ke arah kaca spion mobilnya. Pria itu mengamati raut wajah Yoona yang terlihat menatap sedih ke arahnya. Semakin lama semakin jauh, ia tidak bisa melihat lagi raut wajah istrinya secara jelas. Diam-diam, ada perasaan bersalah yang menggelayuti dirinya.

“Kyu . . .”

Lamunan Kyuhyun buyar saat Jessica memanggilnya.

“Apa?”

“Kenapa kau diam saja?” tanya Jessica penasaran. “Kau tidak suka karena bertemu denganku dan mengantarku pulang?”

Kyuhyun menggeleng pelan. “Aku suka, kau tidak perlu khawatir.”

Jessica tampak memperhatikan Kyuhyun yang kembali terdiam. Ia tahu jika Kyuhyun mengamati Yoona dari kejauhan saat keduanya pergi meninggalkan gadis itu.

“Kau sengaja melakukannya di hadapan istriku?” tanya Kyuhyun mengejutkan.

“Apa maksudmu?”

Kyuhyun sedikit menoleh ke arah Jessica. “Sikapmu yang bergelayut manja dan mesra di sampingku. Kau sengaja melakukannya?”

“Apa aku tidak boleh melakukannya?

Kyuhyun kembali menggeleng. “Terserah kau mau melakukan apa, aku tidak akan melarangnya.”

Jessica tersenyum senang. Wanita itu langsung memeluk lengan Kyuhyun dan menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun yang sedang konsentrasi menyetir.

“Kuharap secepatnya kita bisa bersama . . .”

Kyuhyun sedikit terkejut mendengar penuturan Jessica. Entah kenapa, ada keraguan yang muncul di hatinya.

*****

Yoona berjalan menyisiri trotoar, sesekali tampak memperhatikan ke arah belakang, mencoba mencari taksi yang lewat untuk pulang. Hingga akhirnya ia putuskan untuk pulang dengan menaiki bus saja. Langkah kakinya berjalan menuju sebuah halte yang lokasinya tidak jauh dari posisinya.

TIN! TIN! Suara keras klakson mobil itu mampu membuatnya menoleh ke arah mobil yang sudah berhenti di sampingnya. Gadis itu tampak menyipitkan kedua matanya, mencoba mencari siapa pengemudi mobil tersebut. Saat kaca mobil dibuka, wajahnya berubah cerah.

“Donghae . . .”

“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Donghae.

Yoona tersenyum tipis. “Hanya jalan-jalan, sekarang mau kembali ke rumah.”

“Jalan kaki?”

Ani, aku ingin menaiki bus,” jawab Yoona sembari menunjuk ke arah halte.

“Mau kuantar pulang?”

“Apa tidak merepotkanmu?”

Donghae tertawa kecil mendengar pertanyaan Yoona. “Tentu saja tidak. Aku sama sekali tidak merasa repot.”

Senyum lebar mengembang di wajah Yoona. Dilihatnya Donghae keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuknya.

Kajja . . .”

Yoona tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya. Syukurlah ia bertemu Donghae dan tidak terlalu pusing memikirkan jalan untuk kembali ke rumah.

“Kenapa kau jalan-jalan sendirian? Kau tidak pergi bersama suamimu?” tanya Donghae penasaran.

Yoona terdiam sejenak. Membuat Donghae merasa penasaran dengan sahabatnya.

Wae? Apa kau bertengkar dengan Kyuhyun?”

Ani, hubungan kami baik-baik saja . . .” jawab Yoona cepat.

“Lalu?”

“Dia sedang ada urusan, jadi tidak bisa menemaniku jalan-jalan,” lanjut Yoona.

“Begitu rupanya . . .”

Yoona kembali melirik ke arah Donghae yang sedang fokus menyetir. Ia terpaksa bohong dengan sahabatnya sendiri karena tidak ingin kenyataan pahitnya tentang pernikahannya dengan Kyuhyun diketahui pria itu.

*****

Di depan kediaman Kyuhyun dan Yoona, Yuri tampak berkeliling seluruh area rumah karena mendapati rumah kosong. Mimik bingung menyelimuti wajahnya saat tidak ada satupun orang yang keluar dari rumah tersebut ketika Yuri memencet bel rumah.

“Apa mereka sedang pergi?” gumam Yuri lirih.

Gadis itu menoleh ke arah sebuah mobil yang tiba-tiba datang lalu berhenti di depan rumah sepupunya tersebut. Ia terkejut saat melihat Yoona keluar dari mobil itu ditemani dengan seorang pria yang tidak asing baginya.

“Lee Donghae!”

Yoona tersenyum ke arah pria yang berdiri di sampingnya. Donghae langsung datang mendekati Yuri dan memeluk sepupunya tersebut. Donghae juga dekat dengan Yuri seperti halnya dengan Yoona.

“Lama tidak bertemu, Yuri . . .” ucap Donghae.

“Kapan kau kembali ke Korea?”

“Belum lama, 3 hari yang lalu,” jawab Donghae.

Eonni, apa kau sudah lama menunggu?” tanya Yoona.

Yuri menggeleng pelan. “Tidak juga, aku baru saja datang.”

“Kalau begitu, aku permisi dulu. Masih ada hal yang harus kulakukan,” ucap Donghae.

“Kau tidak ingin mampir sebentar?” tawar Yoona merasa tidak enak pada Donghae.

“Ah, tidak perlu. Lain kali saja,” balas Donghae sembari tersenyum.

“Lain kali kita pergi bertiga, ne?

Donghae mengangguki usulan Yuri. “Tentu.”

Pria itu bergegas masuk ke dalam mobilnya lalu perlahan memundurkan mobilnya dan melaju meninggalkan Yoona dan Yuri. Kedua gadis itu tampak melambaikan tangan ke arah Donghae yang semakin lama tidak terlihat.

“Kau sedang pergi bersama Donghae?” tanya Yuri penasaran.

Ani, kami hanya bertemu di jalan. Dia mengantarkanku pulang,” jawab Yoona sembari merogoh kunci dari tasnya.

“Memangnya kau pergi sendirian tadi?”

Yoona menggeleng pelan. “Tadi aku pergi bersama Kyuhyun-oppa . . .”

Yuri mengerutkan dahinya. “Lalu dimana suamimu sekarang?”

Tangan Yoona yang sedang memasukkan kunci pintu rumahnya terhenti kala mendengar pertanyaan sepupunya tersebut. Ia hanya menoleh sekilas dan tersenyum tipis. Sikapnya itu mengundang tanya bagi Yuri.

*****

Kyuhyun akhirnya tiba di rumah tepat jam 10 malam. Dengan kedua mata yang setengah mengantuk, pria itu berusaha menguatkan diri masuk ke rumah sebelum sukses tertidur di depan rumahnya. Sesekali ia memandangi seisi rumah yang terlihat sepi. Lalu memandang pintu kamar Yoona yang tertutup.

“Mungkin dia sudah tidur . . .” gumamnya lirih lalu berjalan menuju kamarnya.

Saat melewati ruang tengah, tanpa sengaja ia justru mendapati Yoona tengah tertidur pulas di salah satu sofa.

“Kenapa dia tidur di sini?” Kyuhyun berjalan mendekat lalu sedikit merendah, memperhatikan mimik wajah istrinya yang tampak tertidur pulas dengan hanya beralaskan bantal kecil di atas sofa.

“Apa kau menungguku pulang?” gumam Kyuhyun lirih. Tangannya perlahan mengusap lembut kepala Yoona.

Dengan tenaga yang masih tersisa, pria itu membopong Yoona, berniat memindahkan istrinya kembali ke kamarnya. Kyuhyun berjalan dengan hati-hati agar tidak membangunkan Yoona yang tertidur dalam gendongannya itu.

Setelah sampai di kamar Yoona, dengan perlahan Kyuhyun membaringkan istrinya di atas ranjang, membenarkan posisinya lalu menarik selimut untuk menghangatkan istrinya tersebut. Namun, entah karena lelah atau apa, saat Kyuhyun berniat kembali ke kamarnya, tanpa sadar ia justru mengambil posisi di sebelah Yoona lalu ikut tertidur.

ooOoo

Cahaya matahari pagi berhasil menembus jendela kamar hingga mampu membangunkan siapa saja yang tengah tertidur pulas terbangun karena silaunya terkena cahaya tersebut.

Kyuhyun terlihat mengerjapkan kedua matanya dan menyadari hari sudah pagi. Ada rasa bingung yang menyelimutinya. Ia menyadari ada yang berbeda dengan kamarnya.

“Aneh . . .”

Perlahan ia mencoba merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku.

“Ngg . . .”

DEG! Kyuhyun terkejut saat mendengar suara seseorang di sampingnya. Ia mencoba menoleh ke arah suara tersebut. Seketika matanya terbelalak saat mendapati Yoona di sampingnya. Gadis itu terlihat bersiap bangun dari tidurnya.

Kyuhyun langsung beranjak bangun. Baru disadarinya tanpa sengaja ia tertidur di kamar Yoona. Ia memperhatikan kondisinya yang masih mengenakan pakaian yang sama sejak semalam. Sesekali ia melirik ke arah Yoona yang terlihat sedikit setengah terpejam.

“Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa tidur di sini?” Kyuhyun mencoba mengingat-ingat kejadian semalam.

Yoona perlahan membuka kedua matanya dan sesekali merenggangkan tubuhnya. Gadis itu berusaha bangun dari posisinya. Ia terkejut saat melihat suaminya tengah duduk di ranjangnya.

Oppa . . .”

Seketika Kyuhyun menoleh kaget ke arah Yoona yang sudah duduk di sampingnya. Wajah pria itu memerah, seolah menghilangkan kesan dingin yang tertanam dalam dirinya.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Yoona bingung.

Ani, aku tidak melakukan apapun . . .” jawab Kyuhyun cepat lalu bergegas keluar dari kamar Yoona.

Sikap Kyuhyun tersebut semakin membuat istrinya bingung. Yoona tampak masih memikirkan gelagat suaminya itu.

“Apa semalam dia tidur di kamarku?” gumam Yoona lirih. Walau ia tidak tahu pasti, ada sedikit rasa senang di hatinya kala melihat reaksi Kyuhyun yang dirasa perlahan mulai melunak terhadapnya.

Sementara Kyuhyun di kamarnya terus terdiam. Wajahnya masih memerah ditambah jantungnya yang berdebar tidak beraturan.

“Aish, apa yang sudah kulakukan? Kau benar-benar bodoh, Cho Kyuhyun . . .” runtuknya kesal.

DRRT! Kyuhyun bergegas mengambil ponselnya yang tiba-tiba berdering.

Yeoboseyo . . .”

“Kyu . . .”

Pria itu terdiam sejenak saat mendengar telepon dari eommanya.

Ne, eomma . . .” ucap Kyuhyun.

“Apa besok malam, kau dan Yoona bisa meluangkan waktu?”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Meluangkan waktu?” Pria itu tampak serius mendengarkan ucapan eommanya.

Ne, arraseo.”

KLIK! Kyuhyun mematikan ponsel lalu meletakkannya di atas meja. Ia melirik ke arah jam dinding yang terpajang di kamarnya. Sudah saatnya ia bergegas untuk berangkat bekerja.

*****

Yoona tengah mempercepat pekerjaannya untuk menyiapkan sarapan bagi Kyuhyun. Ia tahu waktu untuk Kyuhyun tidak cukup banyak untuk sarapan. Gadis itu memilih menyiapkan sandwich yang mungkin saja bisa dibawa suaminya ke kantor.

Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan langkah yang tergesa-gesa. Tepat dugaan Yoona, suaminya itu terlihat terburu-buru berangkat ke kantor. Dilihatnya Kyuhyun langsung melewati ruang makan begitu saja tanpa menoleh sedikitpun.

Oppa . . .”

Panggilan Yoona itu sukses menghentikan langkah Kyuhyun. Yoona langsung mengambil kotak kecil yang sudah dimasukkan sandwich yang dibuatnya untuk Kyuhyun.

“Bawalah ini, kau bisa makan begitu tiba di kantor. Jangan biarkan kau sakit karena tidak sarapan, oppa . . .” ucap Yoona sembari tersenyum.

Sebenarnya Yoona ragu jika Kyuhyun mau menerima bekal buatannya. Tapi ajaib. Kali ini pria itu tidak menolak ataupun berkata kasar. Ia justru menerima kotak yang diberikannya tersebut.

Ne, gomawo . . .”

Serasa ada angin segar yang berhembus di wajah Yoona. Gadis itu tidak dapat menyembunyikan perasaan senangnya hingga membuatnya terus tersenyum. Kyuhyun tampak berjalan keluar menuju pintu, namun langkahnya kembali terhenti.

“Ngg . . . soal tadi pagi . . .” Kyuhyun menghentikan kalimatnya. “Itu tidak disengaja dan di luar dugaanku.”

Yoona terkejut mendengarnya. Ia sudah menduga jika Kyuhyun akan mengatakan demikian terkait kejadian tadi pagi. “Ne, oppa. Aku tahu.”

“Satu lagi . . . besok malam, eomma menyuruh kita untuk datang ke rumah. Mereka mengajak kita untuk makan malam bersama,” lanjut Kyuhyun.

Yoona mengangguk sembari tersenyum.

“Aku pergi dulu . . .”

Kalimat terakhir yang diucapkan Kyuhyun sebelum keluar rumah membuat Yoona terkejut. Untuk pertama kalinya pria itu berpamitan padanya sebelum berangkat bekerja. Jelas hal ini membuat Yoona dapat merasakan hawa panas yang terus menyelimuti wajahnya. Jantungnya berdebar dan wajahnya memerah tiap mengingat apa yang diucapkan Kyuhyun tersebut.

Oppa . . . aku percaya suatu saat nanti, cepat atau lambat kau dapat menerimaku.”

*****

TING! Suara bel rumah membuat Yoona menghentikan kegiatan bersih-bersih rumah yang biasa ia lakukan. Gadis itu mematikan sebentar mesin vacum cleaner yang sedang digunakannya.

Nuguya?” Yoona membuka pintu dan mendapati sepupunya sudah datang kembali ke rumahnya. Gadis itu hanya meringis ke arah Yoona sembari melambaikan tangannya.

Eonni, kenapa kau datang lagi?” tanya Yoona sampai bosan melihat sepupunya tersebut.

“Cih, kenapa sikapmu seperti itu? Memangnya tidak boleh jika aku datang mengunjungimu . . .” ucap Yuri kesal.

Yoona terkekeh. “Tapi kau hampir tiap hari datang menemuiku, eonni.”

Yuri menggenggam tangan Yoona. “Itu karena aku selalu mengkhawatirkanmu. Kau tahu, sejak aku mengetahui sikap Kyuhyun yang buruk padamu, aku tidak pernah tenang. Untuk itulah, aku akan sering menemuimu dan memastikan kau dalam keadaan baik-baik saja.”

“Kau tidak perlu mengkhawatirkanku, eonni . . .” balas Yoona sembari tersenyum.

Reaksi Yoona itu mengundang tanya bagi Yuri. Apalagi wajahnya terlihat lebih ceria dibandingkan sebelumnya.

Chakkaman . . . apa ada hal yang membuatmu senang?” tanya Yuri memastikan.

Anggukan Yoona membuat Yuri semakin penasaran. “Jinjja? Apa ini ada hubungannya dengan suamimu?”

Yoona tidak berkata sedikitpun. Ia lebih memilih mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Yuri.

“Aish, ceritakan padaku. Kau benar-benar membuatku penasaran . . .”

Tawa Yoona tidak bisa ditahan lagi kala melihat ekspresi Yuri yang terkesan memelas di hadapannya.

“Baiklah, akan kuceritakan semua padamu eonni . . .” ucap Yoona lalu mengajak sepupunya itu masuk ke ruang tengah.

DRRT! Tiba-tiba ponsel Yoona berdering. Gadis itu langsung bergegas mengambilnya.

Chakkaman . . .” ucapnya pada Yuri. Sepupunya itu hanya mengangguk pelan sembari tersenyum.

Yeoboseyo . . .”

“Yoona-ya . . .”

“Donghae-ah, ada apa meneleponku?” tanya Yoona penasaran. Gadis itu tampak mendengarkan perkataan yang diucapkan sahabatnya.

“Makan malam? Hari ini?”

“…”

“Kau menyuruhku datang bersama suamiku?”

“…”

“Ah, baiklah. Kau juga akan datang bersama kekasihmu?”

“…”

Ne, arraseo. Aku pasti datang.”

KLIK! Yoona mematikan ponselnya lalu kembali menemui Yuri.

“Donghae yang menelepon?”

Ne, dia mengajakku makan malam bersama Kyuhyun-oppa . . .” jawab Yoona. “Dia akan memperkenalkan kekasihnya padaku.”

“Dia sudah punya kekasih?” tanya Yuri semangat.

Anggukan Yoona membuat keduanya terkekeh.

“Tidak kusangka, aku benar-benar terkejut,” ucap Yuri. “Sekarang, kau harus menceritakan apa yang membuatmu tampak senang seperti yang kulihat tadi.”

Mendengar permintaan Yuri itu membuat Yoona semakin tidak bisa menahan rasa senangnya. Gadis itu hanya terus mengulum senyum ke arah sepupunya.

*****

Kyuhyun terlihat sibuk memeriksa berkas di kantor. Saat ini ia menduduki jabatan direktur eksekutif di perusahaan appanya. Sesekali wajahnya terlihat kelelahan usai memeriksa setumpuk berkas yang hampir menutupi wajahnya itu.

DRRT! Perhatian Kyuhyun beralih pada ponselnya yang berbunyi. Ada pesan masuk dari Yoona.

Oppa, bisakah nanti malam kau luangkan waktu?

Donghae mengajak kita untuk makan malam bersama

-Yoona-

Melihat nama Donghae muncul, ada sedikit rasa tidak suka muncul dalam diri Kyuhyun. “Lee Donghae . . .”

Dengan cepat jari-jemarinya mengetik balasan untuk Yoona.

Baiklah

Beritahu aku dimana lokasinya

Aku akan datang langsung dari kantor

-Kyuhyun-

Kyuhyun kembali menerima balasan pesan dari istrinya tentang lokasi tempat mereka akan melakukan makan malam bersama. Seketika wajah Kyuhyun tampak sedikit kesal.

“Cih, kenapa aku kesal tiap aku mendengar nama Donghae disebut oleh Yoona. Dia itu kan hanya sahabat Yoona saat SMA. Lagipula . . .” Kalimat Kyuhyun terhenti sejenak. Ia merasakan debaran jantungnya yang tiba-tiba terasa kencang.

“Aish, tidak mungkin aku mulai tertarik dengannya . . .”

Perhatiannya beralih pada kotak kecil yang diberikan Yoona padanya tadi pagi. Di dalamnya sudah kosong karena sandwich yang dibuat istrinya sudah habis dimakan olehnya begitu tiba di kantor. Kyuhyun tersenyum tanpa sadar mengingatnya.

*****

Malam harinya, sesuai dengan ajakan Donghae, Yoona datang ke restoran yang sudah dijanjikan untuk makan malam bersama. Ia datang sendiri dari rumah menaiki taksi karena Kyuhyun akan menyusul ke restoran begitu selesai bekerja dari kantor.

“Selamat datang, apakah sudah memesan tempat sebelumnya?” tanya sang pelayan restoran begitu Yoona tiba.

Yoona mengangguk pelan. “Atas nama Lee Donghae.”

Pelayan tersebut tampak memeriksa daftar yang dipegangnya. “Mari saya antar ke tempat Anda . . .”

Yoona tersenyum. Gadis itu mengikuti di belakang pelayan yang mengantarnya ke sebuah meja yang digunakan untuk 4 orang. Lalu pelayan tersebut menarik kursi untuk Yoona.

Gomawo . . .” ucap Yoona. Ia tampak cantik mengenakan cocktail dress berwarna merah muda.

Tak lama Kyuhyun datang dan langsung bergegas menghampiri Yoona yang tiba lebih dulu. Dengan diantar pelayan, pria itu terlihat masih berpenampilan rapi walau baru selesai bekerja.

“Dia masih belum datang?” tanya Kyuhyun saat mendapati Yoona duduk sendirian. Sesaat wajahnya sedikit memerah kala melihat penampilan Yoona yang baru disadarinya terlihat cantik.

Yoona tampak melirik ke arah jam tangan yang dikenakannya. “Kurasa belum, mungkin sebentar lagi. Kita tunggu saja, oppa.”

Kyuhyun hanya mengangguk pelan. Lalu menarik kursi di samping Yoona dan duduk. Keduanya pun menunggu kehadiran Donghae yang belum datang.

“Itu dia . . .” ucap Yoona sembari menunjuk ke arah pria yang berjalan mendekati mereka.

Gadis itu melambaikan tangan ke arah Donghae yang terlihat sedang berbicara dengan pelayan. Pria itu langsung tersenyum saat melihat lambaian tangan Yoona, lalu mempercepat langkahnya menuju meja yang sudah dipesannya.

Mianhae, aku terlambat. Apa kalian sudah lama menunggu?” tanya Donghae.

Yoona menggeleng pelan sembari tersenyum. Sementara Kyuhyun tampak mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Jelas memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap sahabat Yoona tersebut.

“Kau sendirian? Bukankah kau bilang . . .”

“Ah, dia memang tidak datang bersamaku, katanya mau menyusul saja . . .”

“Kalau begitu, lebih baik kita segera memesan makanan,” ucap Kyuhyun tegas.

Yoona sedikit terkejut saat melihat sikap suaminya yang terkesan sedikit kasar. Gadis itu lalu tersenyum pada Donghae. Mereka pun tampak sibuk membaca menu yang sudah tersedia di meja. Di tengah-tengah kegiatan yang mereka lakukan, Donghae sesekali memperhatikan ke arah pintu restoran. Seketika raut wajahnya berubah cerah, kala melihat seorang wanita yang tampak berpenampilan anggun dan modis terlihat sedang memperhatikan sekeliling restoran. Donghae melambaikan tangan ke arah wanita tersebut hingga membuatnya berjalan mendekatinya.

“Kuperkenalkan pada kalian, dia adalah kekasihku . . .”

Kyuhyun dan Yoona langsung mendongakkan kepala sembari memandang ke arah wanita yang sudah berdiri di samping Donghae. Seketika wajah Kyuhyun tampak berubah marah menatap tajam ke arah kekasih Donghae yang tanpa mereka duga adalah Jessica. Wanita itu terlihat gelisah sembari mengalihkan wajahnya ke arah lain kala mendapat tatapan tajam dari Kyuhyun. Rupanya, reaksi suaminya itu berhasil ditangkap oleh Yoona. Ia memperhatikan raut wajah Kyuhyun dan Jessica yang berubah drastis. Ada hubungan apa antara keduanya?

-TBC-

Ahai, akhirnya publish juga kelanjutan FF ini. Hehe, sesuai vote dari kalian, aku mempublish dulu FF yang ini. Mian membuat kalian lumutan nungguin kelanjutannya hehe n kalo ada typo juga. Mian kalo jadi gaje,  kuharap kalian suka dengan kelanjutannya ne? Gomawo😀

signature

69 thoughts on “Look, at Me! – Chapter 2

  1. Nur Khayati says:

    ‘sedikit’ m0ment KyuNa,
    sem0ga brlanjut d part2 kedepan.a B-)

    trnyata Jessica kekasih D0nghae yg merangkap selingkuhan Kyuhyun jg. Gimana kelanjutan.a hubungan KyuSic nanti ?😐

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s