Just For You – Chapter 7


justforyou4

Title : 

“Just For You”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Other Cast :

Park Jungsoo Super Junior

Kim Taeyeon SNSD

Genre :

Romance, Sad

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Yoona POV

“Kami tidak jadi pindah?”

Pertanyaan Taeyeon pada pihak kontraktor yang kembali mendatangi kami membuatku mengangguk pelan. Berusaha meminta kepastian perihal pembatalan pembelian tanah yang sudah diutarakan olehnya.

Ne. Kami datang hanya untuk menyampaikan itu. Permisi . . .”

Suara langkah kaki itu terasa menjauh dariku, kemudian terdengar suara mesin mobil yang menyala dan semakin lama semakin menjauh.

“Yoong . . . syukurlah kita tidak jadi pindah,” ujar Taeyeon senang sembari memelukku.

Aku hanya terdiam dan tersenyum tipis.

“Kau tidak senang?” tanya Taeyeon bingung dengan reaksiku.

Aku hanya menggeleng pelan. “Entahlah. Aku merasa ada yang aneh.”

“Apa maksudmu?” tanya Taeyeon semakin penasaran.

“Kurasa . . .” Tiba-tiba aku mendengar ponsel Taeyeon berdering. Sesaat membuatku menghentikan kalimatku sejenak.

Chakkaman . . .” ucap Taeyeon padaku. “Yeoboseyo . . .”

Aku terdiam sembari mendengarkan obrolan Taeyeon.

“Ah, Dokter Choi. Ada apa kau tiba-tiba menghubungiku?”

Dokter Choi? Bukankah itu dokter mata yang selalu kudatangi selama ini?

“Kau sedang tidak berbohong kan?”

Pertanyaan Taeyeon itu membuatku semakin penasaran. Ada apa sebenarnya?

Ne, tentu besok aku bisa mengantar Yoona menemuimu . . .” ucap Taeyeon.

KLIK! Begitu aku tidak mendengar Taeyeon berkata lagi, aku langsung menanyakannya pada sahabatku itu.

“Ada apa? Barusan Dokter Choi yang meneleponmu?”

Taeyeon justru berteriak dan langsung memelukku dengan erat.

Wae? Kau jangan membuatku penasaran seperti ini . . .” ucapku sedikit kesal.

“Ini benar-benar kabar bagus untukmu, Yoong . . .”

“Memangnya kabar apa?”

“Kau bisa segera melakukan operasi mata,” jawab Taeyeon.

Hening. Aku hanya terdiam mendengarkan jawaban Taeyeon. “Operasi mata?”

Ne, operasi mata.”

“Kau . . . sedang tidak bercanda bukan?”

Taeyeon meremas bahuku pelan. “Mana mungkin aku bercanda. Dokter Choi memberitahuku, ada seorang dermawan yang bersedia untuk membiayai pasien yang akan melakukan operasi mata. Dokter Choi menyarankan dirimu, dan orang itu langsung menyanggupinya. Kau disuruh datang ke rumah sakit besok dan bisa secepatnya melakukan operasi mata.”

Apa ini hanya mimpi? Benarkah yang dikatakan Taeyeon? Jika benar, rasanya aku sangat bahagi mendengar kabar ini. Tanpa sadar air mataku menetes. Taeyeon langsung memelukku dengan erat. Appa . . . eomma . . . apa kalian melihatku? Aku akan kembali melihat dunia yang sangat kurindukan ini. Selain itu, aku juga bisa melihat wajah orang yang paling kucintai, Cho Kyuhyun. Aku harus segera memberitahunya kabar bahagia ini.

Kyuhyun POV

Kedua mataku tertuju pada jarum jam yang berputar. Waktu terus berjalan, hingga tanpa sadar sudah memasuki jam makan siang. Aku menyenderkan tubuhku sejenak di kursi yang sedang kududuki ini. Sesekali aku memperhatikan ponselku. Membuka sebuah nomor kontak di daftar cepat. Ingin rasanya aku menekan nomor itu tapi aku ragu.

“Arrgh!” Aku sedikit berteriak frustasi sembari menundukkan wajahku.

DRRT! Aku menoleh kaget ke arah ponselku yang tiba-tiba bergetar. Nama kontak yang sebelumnya ingin kuhubungi tertera di layar. Awalnya aku bermaksud membiarkannya saja. Namun hatiku berkata lain. Ia mendorongku dan membuat tanganku sukses bergerak mengambil ponsel dan menekan salah satu tombol.

Yeoboseyo . . .”

“Kyu . . .”

Ingin rasanya aku selalu mendengarkan suara yang memanggilku seperti ini.

“Ada apa, Yoong . . .”

“. . .”

“Kau akan segera melakukan operasi mata?”

“. . .”

“Syukurlah, aku senang mendengarnya.”

“. . .”

Ani, aku hanya sedang kelelahan. Banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan. Kurasa kau bisa menghubungiku nanti kembali . . .”

KLIK! Dengan cepat aku langsung mematikan ponselku. Terdengar kejam bukan? Ah, rasanya aku ingin sekali segera menemuinya dan memeluknya. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tahu, appa menyuruh beberapa orang untuk selalu mengawasi gerak-gerikku. Hingga aku tidak bisa bergerak leluasa seperti biasanya. Bahkan yang tersulit, aku pun tidak bisa pergi menemui orang yang paling kucintai.

Kenapa di saat aku sangat mencintai seseorang, aku harus melepasnya? Apakah tindakan yang kulakukan ini salah? Tapi yang kulakukan ini semata-mata hanya untuk kebahagiannya.

Im Yoona, maafkan aku.

Author POV

“Yoong . . . ada apa?”

Yoona hanya terdiam saat Taeyeon memanggilnya. Wajah cerianya seketika berubah murung.

“Kau kenapa?”

Yoona menggeleng pelan. “Padahal aku ingin berlama-lama mengobrol dengan Kyuhyun. Tapi sepertinya dia sedang sibuk.”

“Benarkah? Mungkin saja sepulang bekerja dia akan datang menemuimu. Bukankah itu yang biasa ia lakukan?”

Yoona tersenyum tipis. “Kau benar.”

Chagi . . . .”

Taeyeon langsung menoleh ke arah suara yang sangat dikenalinya. Dugaannya benar. Leeteuk sudah berdiri di depan pintu toko sembari tersenyum. Yoona juga menyadari bahwa orang yang datang adalah Leeteuk.

“Kaukah itu Leeteuk?” tanya Yoona sembari berjalan perlahan dengan hati-hati untuk mendekati ke arah Taeyeon dan Leeteuk.

Ne, ini aku Yoong . . .” ucap Leeteuk sembari menjabat tangan Yoona.

“Ada perlu apa?” tanya Taeyeon penasaran saat melihat wajah serius Leeteuk yang tidak diketahui Yoona.

“Ah, Yoong. Bolehkah aku meminjam temanmu sebentar?” tanya Leeteuk pada Yoona sambil tertawa kecil.

“Tentu saja boleh. Kau ini ada-ada saja . .  .” jawab Yoona sembari tersenyum.

Taeyeon semakin penasaran saat melihat kembali wajah Leeteuk. Namjachingunya itu langsung menariknya keluar dari toko dan membawanya pergi ke sebuah taman yang lokasinya tidak jauh dari toko.

“Ada apa sebenarnya?”

Leeteuk kembali memperhatikan Taeyeon yang menatapnya serius. Wajah namja itu perlahan berubah cemas.

“Ini masalah Kyuhyun . . .”

“Kyuhyun?”

“Sebelumnya aku tanya padamu. Kau dan Yoona tidak jadi pindah karena pembelian tanah dibatalkan dan juga Yoona akan segera melakukan operasi mata bukan?”

Taeyeon terdiam. Ia  tampak kaget dengan pertanyaan namja di hadapannya itu.

“Aku baru saja ingin memberitahumu, ternyata kau sudah tahu,” ucap Taeyeon terkekeh. Namun, seketika wajah yeoja itu berubah heran. “Chakkaman . . . bagaimana kau bisa tahu?”

Leeteuk menghela nafas.

“Apakah ini ada kaitannya dengan Kyuhyun?” tanya Taeyeon memastikan.

Leeteuk mengangguk pelan. “Seperti dugaanmu sebelumnya, yang membeli tanah yang kalian tempati dan juga menyuruh kalian segera pindah, itu semua atas perintah appa Kyuhyun.”

Taeyeon masih terdiam dan mendengarkan Leeteuk melanjutkan pembicaraannya.

Appa Kyuhyun memberikan syarat padanya, jika Kyuhyun bersedia menikah dengan Jessica, ia membatalkan pembelian tanah milik kalian tersebut bahkan juga bersedia membiayai operasi mata Yoona. Jika Kyuhyun menolak, maka selamanya appa Kyuhyun akan terus mengusik kehidupan Yoona. Untuk itulah, Kyuhyun bersedia menikah dengan Jessica. Kau jangan berprasangka buruk padanya, semua yang dilakukannya ini demi Yoona . . .” lanjut Leeteuk.

Seketika tubuh Taeyeon melemas. Bibirnya terasa kelu untuk mengeluarkan suaranya.

“Tidak mungkin . . .”

Leeteuk menatap Taeyeon dalam-dalam sembari memegang bahu yeoja itu. “Dengarkan aku. Kyuhyun berpesan padaku untuk menyampaikan semua fakta ini padamu. Dia ingin, kau merahasiakannya dari Yoona. Teruslah di sampingnya sampai selesai menjalani operasi mata. Kyuhyun untuk beberapa hari ke depan tidak bisa datang menemuinya. Itu karena appa Kyuhyun sudah memerintahkan beberapa orang mengawasi gerak-geriknya. Kyuhyun sekarang benar-benar diawasi dengan ketat. Jika sampai ceroboh dan bertindak gegabah, ia tahu akan menyulitkan Yoona.”

Taeyeon kembali terdiam dan tertunduk. Wajahnya berubah sedih mengingat cobaan yang harus dihadapi Yoona dan Kyuhyun.

“Satu lagi . . .” Leeteuk tampak mendekatkan wajahnya. “Kyuhyun mempunyai sebuah rencana dan itu membutuhkan bantuan kita berdua.”

Taeyeon mengernyitkan dahinya. “Rencana?”

Yoona POV

Huh, kenapa Taeyeon lama sekali? Aku sedang tidak bersemangat hari ini. Padahal aku mendapat kabar bahagia tentang operasi mata yang akan segera kujalani. Tapi kenapa sejak tadi hatiku tidak tenang?

“Im Yoona . . .”

Aku tersadar dari lamunanku dan mencoba mengenali suara itu. “Donghae . . .”

“Benar ini aku,” ucapnya.

Suara langkah kakinya terasa semakin dekat, kurasa namja itu berjalan mendekatiku.

“Apa kau baik-baik saja?” tanyanya mengejutkanku.

Aku memang tidak tahu bagaimana ekspresinya. Hanya saja, dengan mendengar nada bicaranya saja sudah membuatku merasa curiga. Ada sesuatu yang tidak kuketahui. Tapi apa?

Ne, aku baik-baik saja. Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?”

“Syukurlah . . .”

Kalimat yang kudengar ini, semakin menambah rasa penasaranku.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanyaku penasaran.

Hening. Aku tidak mendengar jawaban apapun darinya. Tiba-tiba, aku merasakan sentuhan. Ya, Donghae justru berjalan semakin dekat dan memelukku dengan erat.

Mianhae . . .”

Usai mengatakan hal itu, Donghae melepas pelukannya dariku. Kudengar suara langkah kakinya yang semakin menjauh meninggalkanku. Sungguh, aku benar-benar bingung. Ada apa sebenarnya?

ooOoo

Author POV

Yoona pergi menemui Dokter Choi ditemani Taeyeon dan Leeteuk. Sesuai dengan pemberitahuan sebelumnya, Yoona dipastikan akan segera menjalani operasi mata, lebih tepatnya transplantasi kornea.

Taeyeon dan Leeteuk tampak menunggu Dokter Choi yang sedang memeriksa kondisi Yoona.

“Kondisimu bagus, kurasa kita bisa segera menjalani operasi besok,” ucap Dokter Choi pada Yoona.

Taeyeon dan Leeteuk saling pandang dan tersenyum.

“Benarkah, aku bisa melihat lagi, Dokter?” tanya Yoona.

Dokter Choi tersenyum sembari menjabat tangan Yoona. “Kita akan melakukannya semaksimal. Sebelumnya aku pernah mengatakannya padamu, kau memang tidak mengalami buta permanen. Lagipula, kami sudah menemukan kornea yang cocok untukmu. Masalah biaya pun sudah ada yang menanganinya. Bersemangatlah . . .”

Ne, dokter. Aku sangat berterima kasih padamu . . .”

“Kalau begitu, kau bisa kembali ke rumah. Jangan terlalu banyak melakukan aktivitas. Beristirahatlah. Besok kau akan segera menjalani operasi mata,” lanjut Dokter Choi.

“Aku pastikan dia beristirahat, dokter . . .” balas Taeyeon.

Yoona beranjak dari posisinya dibantu Taeyeon dan Leeteuk.

“Apakah Kyuhyun benar-benar sangat sibuk? Kemarin dia tidak datang menemuiku. Bahkan saat aku meneleponnya, kami hanya berbicara sebentar . . .” ucap Yoona pada Leeteuk.

Pertanyaan itu membuat Leeteuk terdiam. Sesekali ia melirik ke arah Taeyeon untuk meminta bantuan menanggapinya.

“Kau jangan khawatir. Kyuhyun memang sedang sibuk akhir-akhir ini. Katanya ada beberapa proyek pekerjaan yang harus segera diselesaikan,” jawab Taeyeon sembari mengusap bahu Yoona.

Yoona terdiam mendengar jawaban dari Taeyeon. Wajah cerianya berubah sedikit murung. “Tapi aku sangat merindukannya . . .”

Taeyeon dan Leeteuk saling memandang. Keduanya merasa tidak tega untuk menyembunyikan masalah sebenarnya dari Yoona. Tapi ini permintaan Kyuhyun dan juga demi keselamatan yeoja itu sendiri.

Kyuhyun POV

Kembali aku menyibukkan diri dengan setumpuk pekerjaan di kantor. Namun aku tetap tidak dapat menyembunyikan rasa rinduku pada Yoona. Walau baru sehari aku tidak bertemu dengannya, rasanya sangat lama bagiku. Ini benar-benar menyiksaku.

Aish, aku tidak tahan lagi. Rasanya aku ingin melihatnya walau hanya sebentar. Dengan cepat aku mengemasi berkas-berkas di meja. Lalu berjalan keluar dari ruang kerjaku.

“Kyu . . .”

Aku menoleh ke arah suara yang mengejutkanku. Kulihat Jessica sudah berdiri di belakangku dan langsung memeluk lenganku seenaknya.

“Apa yang kau lakukan?!” bentakku kesal sembari melepaskan tangannya.

Rupanya Jessica tidak kapok mendapat penolakan keras dariku. Yeoja itu justru kembali memeluk lenganku.

“Memangnya aku tidak boleh melakukannya pada calon suamiku sendiri . . .” lanjutnya.

Dengan keras aku kembali melepas tangannya. “Dengar, kau benar-benar membuatku kesal dengan sikapmu ini. Bukankah kau yang merencanakan semua ini? Aku sudah tahu rencana licikmu ini.”

Jessica justru menatapku dengan sinis. “Memang kenapa? Lagipula kau sendiri yang sudah berani main-main denganku. Lihat saja, kau tidak bisa lagi menghindariku seperti dulu. Kali ini, kau akan segera menjadi milikku.”

Usai mengatakan hal itu, Jessica bergegas meninggalkanku. Tanganku mengepal. Rencananya membuatku mati langkah. Apa yang harus kulakukan untuk menggagalkan semua rencananya itu?

Dengan perasaan masih kesal, aku berjalan menuju mobil yang terparkir di depan perusahaan. Terpaksa sekarang aku diantar oleh supir. Ini semua atas perintah appa agar aku tidak bisa menemui Yoona. Tampak namja paruh baya itu bergegas membukakan pintu mobil untukku.

“Apakah kita langsung kembali ke rumah, Tuan Muda?” tanya supir suruhan appa, Park unjeonsa.

“Aku ingin ke suatu tempat, bisakah kau mengantarku?”

Park unjeonsa mengangguk lalu melajukan mobil menuju tempat yang kukatakan padanya. Tempat itu tidak lain adalah toko bunga milik Yoona. Aku memang tidak akan menemuinya secara langsung, hanya ingin mengamatinya dari jauh saja.

Mobil berhenti agak jauh dari toko bunga milik Yoona. Kulihat toko itu tutup. Mungkinkah mereka sedang pergi?

Tiba-tiba aku mendengar suara mobil yang datang dan berhenti tepat di depan toko bunga milik Yoona. Kulihat dari mobil itu, Yoona tampak keluar didampingi Taeyeon dan Leeteuk. Ah, aku baru ingat. Leeteuk bilang akan pergi menemani Yoona untuk memeriksa kondisinya sebelum menjalani operasi mata.

Perlahan aku membuka sedikit kaca mobilku. Rasanya ingin sekali aku mendekat dan memeluknya. Kulihat wajah Yoona tampak tidak bersemangat. Ia hanya tersenyum tiap kali aku melihat Taeyeon dan Leeteuk mengajaknya bercanda.

Yoona apakah kau merindukanku seperti aku merindukanmu?

ooOoo

Yoona POV

Hari ini sesuai jadwal, aku akan menjalani operasi mata. Rasa gugup itu terus menderaku. Aku tidak henti-hentinya berdoa dalam hati agar operasi yang akan kujalani ini berjalan lancar.

“Taeyeon, apakah Kyuhyun belum datang?” tanyaku pada Taeyeon yang berdiri di samping ranjangku bersama Leeteuk.

Hening. Aku sama sekali tidak mendengar jawaban dari keduanya. Kecurigaanku itu semakin besar. Kenapa Kyuhyun tiba-tiba menjauh dariku?

“Dia ada pekerjaan di luar kota selama 3 bulan. Untuk itulah hari ini dia tidak bisa datang . . .” jawab Leeteuk.

“Begitukah? Kenapa lama sekali?”

Sungguh aku merasa kecewa. Padahal aku ingin sekali Kyuhyun berada di sini. Rasanya aku sudah tidak sabar untuk segera melihat wajahnya usai operasi nanti.

“Nona Im Yoona, kami akan segera membawa Anda ke ruang operasi . . .” ucap salah satu tim medis.

Aku mengangguk pelan. Kudengar suara decitan saat ranjangku dibawa keluar dari kamar pasien. Jantungku berdegup semakin kencang. Kurasa dari wajahku saja sudah terlihat jelas betapa tegangnya diriku saat akan menjalani operasi mata ini.

“Tenanglah . . .”

Aku merasa genggaman tangan Taeyeon terasa erat. Sahabatku ini berusaha menenangkan perasaanku. Aku hanya bisa tersenyum sembari menghela nafas. Benar. Aku harus tenang selama menjalani operasi mata ini. Kyuhyun, rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu denganmu.

Kyuhyun POV

Sungguh makan malam ini terasa membosankan. Aku melirik ke arah Donghae yang duduk di hadapanku. Kemudian menoleh ke arah Jessica yang ada di sebelahku. Sesekali aku juga melirik ke arah kedua orang tuaku dan juga appa Jessica.

“3 bulan lagi adalah hari yang paling berkesan bagi kita semua. Putriku Jessica, dan juga calon menantuku Kyuhyun, akan resmi menjadi suami istri . . .” tutur Mr. Jung.

Aku dapat mendengar gelak tawa dari semua orang kecuali Donghae. Kulihat kakak tiriku itu hanya tersenyum tipis sembari memandangku. Sedangkan aku, sejak makan malam dimulai tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutku. Aku terus diam dan sibuk mengamati ponselku.

“Ada apa, Kyuhyun-ssi? Apa kau tegang menghadapi hari pernikahanmu?”

Aku tersentak dan kembali fokus. Kulihat Mr. Jung sudah tersenyum ke arahku. Aku hanya mengangguk pelan sembari tersenyum menanggapi pertanyaannya.

Appa jangan bertanya seperti itu. Itu akan semakin membuatnya tegang,” ucap Jessica. Kemudian melirik ke arahku. Aku hanya tersenyum tipis pada kedua orang tuanya dan juga calon mertuanya. DRRT! Tiba-tiba ponselku bergetar. Dengan cepat jari-jemariku membuka sebuah pesan masuk di ponselku

Yoona sudah selesai menjalani operasi mata

Sesuai perkiraanmu, 3 bulan lagi baru bisa dilihat hasilnya

-Leeteuk-

Tanpa menunggu semua orang selesai makan, aku langsung beranjak sembari menggeser kursiku. “Aku harus ke toilet, permisi . . .”

Langkah kakiku berjalan meninggalkan ruang makan. Sebenarnya aku berbohong. Aku tidak pergi ke toilet, melainkan pergi ke halaman belakang.

Dengan cepat aku menekan nomor Leeteuk.

Yeoboseyo . . .”

“Bagaimana kondisinya?” tanyaku pada Leeteuk.

“…”

“Baguslah, aku senang mendengarnya. Apakah dia menanyakanku?”

“…”

Aku terdiam cukup lama, saat mendengar jawaban dari Leeteuk. Dia mengatakan sebelum Yoona masuk ke ruang operasi, yeoja itu sangat tegang. Bahkan menanyakan kehadiranku yang tak kunjung tiba.

“Begitukah?” ucapku lirih. “Tolong jaga dia, sampai tiba saatnya nanti.”

KLIK! Aku mematikan ponselku dan meletakkannya di sampingku. Kusenderkan tubuhku ini di kursi taman yang cukup besar. Ah, ingin rasanya aku menemuinya sekarang di rumah sakit. Sudah 3 hari aku tidak bisa melihatnya secara dekat.

“Kyuhyun . . .”

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku dengan pelan. Kulihat kakak tiriku itu sudah berdiri di belakangku.

Author POV

Donghae berjalan menuju Kyuhyun yang tengah duduk di halaman belakang. Wajahnya tampak serius menatap adik tirinya yang terlihat gelisah itu.

“Apa operasinya sudah selesai?” tanya Donghae.

Kyuhyun tidak menoleh sedikitpun. Namja itu hanya mengangguk pelan menanggapi pertanyaan Donghae.

“Kau ingin pergi menemuinya di rumah sakit?”

Kyuhyun tersenyum tipis. “Ingin sekali. Tapi aku bisa apa?  Appa bahkan sudah menyuruh orang-orangnya untuk selalu mengawasi gerak-gerikku. Jika sampai aku ketahuan menemuinya, kau tahu sendiri apa yang dilakukan appa.”

“Aku bisa menolongmu untuk bertemu dengannya sekarang . . .” ucap Donghae.

Seketika Kyuhyun menoleh kaget ke arah namja yang duduk di sampingnya. Ia tidak menduga kakak tirinya itu akan berkata demikian.

“Menolongku?”

Dilihatnya Donghae beranjak dari posisi duduknya. “Ikut aku . . .”

Kyuhyun tidak bertanya lagi saat melihat kakak tirinya itu bergegas masuk ke dalam rumah. Dengan cepat namja itu menyusul Donghae.

Keduanya berjalan menemui Mr. Cho yang tampak masih mengobrol dengan Mr. Jung dan juga Jessica.

Appa, aku ingin keluar sebentar bersama Kyuhyun . . .” ucap Donghae.

Semuanya menoleh kaget ke arah keduanya.

“Memangnya malam-malam begini mau ke mana?” tanya Mr. Cho.

“Aku hanya ingin mengajak Kyuhyun mencari angin segar. Supaya dia tidak terlalu tegang appa, tidak boleh?” tanya Donghae.

“Biarkan saja. Ini bagus untuk Kyuhyun . . .” balas Mrs. Cho.

Mr. Cho menoleh ke arah istrinya yang tampak tersenyum.

“Baiklah, kalian boleh pergi . . .” ucap Mr. Cho.

Wajah Kyuhyun seketika berubah cerah. Ia tidak menduga ajakan Donghae ini disetujui oleh appanya. Keduanya pun bergegas pergi meninggalkan rumah. Kyuhyun terpaksa naik mobil yang sama dengan Donghae. Hal ini menghindari jika sampai ada bawahan appa mereka yang mengikuti keduanya.

Tidak butuh waktu lama bagi Donghae dan Kyuhyun tiba di rumah sakit tempat Yoona dirawat. Begitu sampai, keduanya bergegas menuju kamar inap yang sudah dituliskan oleh Leeteuk. Mereka terus menyisiri rumah sakit, sampai akhirnya melihat Leeteuk dan Taeyeon tampak menunggu di depan sebuah kamar. Keduanya pun bergegas menghampiri mereka.

“Kalian . . . bagaimana akhirnya bisa datang ke sini? Apa tidak ada yang mengikuti kalian?” tanya Leeteuk sedikit khawatir.

“Tenanglah, aku sudah meminta izin pada appa. Tapi, waktu Kyuhyun tidak banyak. Kita harus bergegas kembali ke rumah sebelum appa curiga . . .” jawab Donghae.

Kyuhyun mengangguk pelan lalu berjalan menuju pintu.

“Dia masih di bawah pengaruh obat bius pasca operasi . . .” ucap Taeyeon.

Ucapan Taeyeon itu ditanggapi Kyuhyun dengan senyum. Namja itu pun masuk ke dalam kamar.

“Tidak kusangka . . . kau membantu adik tirimu,” ucap Leeteuk pada Donghae.

Kontan pernyataan Leeteuk itu membuat Donghae terdiam dan tersenyum tipis.

Kyuhyun POV

Aku berjalan pelan mendekati ranjang. Kulihat Yoona terbaring dengan pelindung yang terpasang di kedua matanya. Seperti yang dikatakan Taeyeon, yeoja itu masih di bawah pengaruh obat bius.

Aku menarik kursi pelan di samping ranjang Yoona. Lalu mendudukinya. Perlahan tanganku menggenggam erat tangan kiri Yoona.

“Aku datang . . .” ucapku lirih. “Mianhae, aku baru bisa menemuimu sekarang, Yoong.”

Perlahan aku juga mengusap kepalanya, membelai rambutnya, hingga aku mendekatkan diri lalu mendaratkan kecupan di dahinya.

“Tunggu aku 3 bulan lagi. Dimana kau bisa melihat lagi dunia yang kau rindukan selama ini. Saat itulah . . .” Aku menghentikan kalimatku sejenak. “Kita pasti akan bersama.”

Aku kembali mengecup tangan Yoona. Kemudian aku beranjak dari posisiku dan berjalan keluar dari kamar. Aku harus kembali bergegas ke rumah seperti yang diucapkan Donghae.

“Sebenarnya . . . apa rencanamu?” tanya Taeyeon saat aku keluar dari kamar.

“Rencana?”

Taeyeon mengangguk pelan. “Leeteuk bilang padaku, kau mempunyai sebuah rencana dan itu membutuhkan bantuan kami. Memangnya apa rencanamu, Kyu?”

Aku melirik ke arah Donghae yang sedikit terkejut dengan pernyataan Taeyeon. Aku pun tersenyum menanggapinya.

“Di hari pernikahanku nanti . . .”

Semua orang tampak menungguku kembali melanjutkan kalimatku. Tanpa keraguan aku pun menjawab, “Aku akan melarikan diri.”

Satu jawaban dariku ini, berhasil membuat semua orang tampak menatapku kaget.

-TBC-

Kyaa, akhirnya publish juga. Maaf untuk keterlambatannya😦 Seperti yang aku udah bilang kemarin, aku harus fokus ngerjain tugas kuliah. Selain itu dua hari terakhir ini aku malah jatuh sakit dan sekarang lagi pemulihan. Untuk FF ini juga perkiraannya lebih cepat 1 hari dibanding janjiku sebelumnya. Maaf banget membuat kalian lama menunggu n kalo ceritanya malah jadi aneh atau gaje. Kuharap kalian suka, gomawo🙂

42 thoughts on “Just For You – Chapter 7

  1. zubaidah says:

    Jadi itu rencana kyu, uwahhh gk sabar
    Biar cpt2 3 bulan
    Biar yoona bisa melihat lagi dan bisa bersama sama kyu lagi.

  2. Zahra says:

    Seru,seru,seru ! Kyuhyun oppa mau melarikan diri ahh bagus dan semoga berhasil jangan sampai ketahuan!!
    ahh eonnie mianhae dipart6 aku gak komen, soalnya keburu hpnya lowbeat mian eonn^_^

  3. minkijaeteuk says:

    seneng akhir y donghae bantuin adik tiri y juga kyuhyun buat ketemu sama yoona,,,, ternyata donghaeasih punya hati jg….
    semoga rencana kyuhyun di bantu ma donghae terus…..

  4. rindafishy says:

    Ya ampunnn .. Jahat nya appa kyuhyun ,
    Gregetan ihhh ..
    Kyuhyun bener2 sayang banget sama yoona , ahh sweet bener dahhh ..
    Mwo ? Rencana kyuhyun itu bener2 bahaya , semoga aja d beri kelancaran deh🙂🙂
    Makin compli ni thor , tp tetap kereeeen🙂

  5. Elvi says:

    Kasihan lihat kyuppa ma yoona..
    Sica eonni sα̩̩̩̩̥α̇̇̇̊ appa kyuppa jahat…
    Yoona ßΐ$α lht └ǻ9!?
    Eehh,,, haeppa kyk Ώyå J̶̲̅υ̲g̶̲̅ά̲ G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ tega lht kyuppa menderita yah…
    APªª Чªπğ ϑϊ rencanain ma kyuppa?
    Trus aPªª haeppa Ṁ̭̈̅ªªŰ ikut bantu kyuppa?
    Wahh makin penasaran ma part slanjut Ώyå…
    Gmn hub yoona ma kyuppa slanjut Ώyå…
    APªª mreka ßΐ$α bersama atw Ъќ>:/?
    Tapi pengen Ώyå happy end…

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s