Prince as Bodyguard – Chapter 1


prncasbdygrd

Title : 

“Prince as Bodyguard”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Other Cast :

Oh Sehun EXO-K

Seo Joo Hyun SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Genre :

Comedy, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Im Corporation

Seorang pria berperawakan tinggi, berkulit putih dan memiliki garis wajah yang tegas tampak menunggu di sebuah ruang kerja yang terkesan mewah.

“Dia adalah putri semata wayangku. Sejak kecil aku selalu memberikan apapun yang ia mau dengan anggapan dia tidak akan pernah kekurangan apapun selama hidupnya. Tidak kusangka apa yang kulakukan ini justru menjadikannya sebagai wanita yang manja. Usianya sudah menginjak 22 tahun, tapi kelakuannya masih seperti anak kecil . . .”

Pria paruh baya itu tampak menoleh ke belakang.

“Aku dan istriku akan pergi selama 6 bulan. Bisakah aku menyerahkan putriku di bawah pengawasanmu? Kau tidak hanya bertanggung jawab untuk melindunginya, namun kau juga harus mendidiknya, merubah sikap manjanya dan menjadikannya sebagai wanita terhormat . . .”

“Tuan Im . . .”

“Bisakah aku mempercayaimu, Cho Kyuhyun?”

Pria bernama Kyuhyun itu mengangguk pelan dan tersenyum. “Tentu. Kau bisa mempercayaiku.”

*****

“Kau akan menjadi bodyguard?

Kyuhyun menoleh ke arah pria yang duduk di sampingnya. Lee Hyukjae, sahabatnya itu tampak terkejut saat mengetahui dirinya akan menjadi seorang bodyguard. Keduanya tengah mengobrol di sebuah cafe favorit mereka.

“Memang kenapa?” tanya Kyuhyun sembari menaikkan salah satu alisnya. Ekspresinya terlihat tenang. Sesekali ia meneguk secangkir cappuchino yang sudah dipesannya.

Eunhyuk memperhatikan sahabatnya dalam-dalam. “Ya! Kau ini kan pewaris tunggal Cho Corporation. Perusahaan terbesar di Seoul. Mana mungkin tiba-tiba kau harus menjadi bodyguard yang aku tahu pekerjaannya melindungi seseorang selama 24 jam.”

“Aku bukan menjadi bodyguard seperti pekerjaan mereka pada umumnya. Kali ini berbeda,” ucap Kyuhyun.

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak hanya ditugaskan untuk melindungi putrinya saja, tapi aku juga diharuskan untuk mendidik dan mengubah gaya hidup putrinya yang terlanjur menjadi pribadi yang manja dan seperti anak kecil,” lanjut Kyuhyun.

Eunhyuk mengernyitkan dahinya. “Kenapa kau harus melakukan tugas itu?”

Pertanyaan Eunhyuk justru disambut senyum oleh Kyuhyun.

“Hei, apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku? Sepertinya ini bukan tugas biasa,” kata Eunhyuk.

“Sebenarnya ini sebuah misi yang harus kulakukan . . .”

“Misi?”

Kyuhyun mengangguk sembari tersenyum. “Aku belum bisa mengatakannya padamu sekarang.”

“Cih, kau sungguh membuatku penasaran. Lalu siapa nama putri yang harus kau lindungi itu?”

Kyuhyun kembali mengulum senyum. “Im Yoona . . .”

*****

Suara alunan musik yang keras terdengar di sebuah mall terbesar di Korea. Pusat perbelanjaan yang setiap harinya selalu dipenuhi pengunjung.

Di antara kerumunan pengunjung yang memenuhi tempat tersebut, ada pemandangan yang sangat mencolok. Seorang wanita mudah tengah berjalan dengan diikuti para pria di belakangnya. Pria-pria tersebut bukanlah penguntit ataupun pria hidung belang, melainkan pengawal-pengawalnya yang senantiasa selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Menariknya, pekerjaan yang mereka lakukan bukanlah melindungi sang majikan, melainkan justru membawa barang belanjaan yang sudah dibeli oleh wanita tersebut.

“Selamat datang, Nona Yoona . . .” ucap sang penjaga sebuah boutique mewah.

Im Yoona, wanita muda itu mengeluarkan senyum khasnya yang mampu membuat siapa saja terpesona. Putri tunggal dari pengusaha kaya raya di Seoul. Sejak kecil selalu mendapatkan kemewahan dari kedua orang tuanya. Ia sangat dimanjakan dengan berbagai barang mewah. Namun, tanpa disadari kedua orang tuanya, sikap mereka justru menjadikannya sebagai pribadi yang manja dan selalu menghambur-hamburkan uang. Seperti yang sedang dilakukannya sekarang. Sudah ada 10 toko yang ia kunjungi selama 4 jam menghabiskan waktu di mall tersebut.

“Apakah ada barang baru yang ingin kau tawarkan?” tanya Yoona sembari tersenyum. Lalu melirik ke arah pengawal-pengawalnya yang berdiri di belakangnya.

“Nona ingin membeli lagi?” tanya salah satu pengawal.

“Tentu saja. Tujuanku datang ke sini sudah pasti untuk berbelanja . . .” jawab Yoona terkekeh.

Ekspresi pengawal Yoona langsung lemas saat melihat majikan mereka terlihat kembali memilih beberapa pakaian. Ketiga pria malang itu hanya pasrah ketika kedua tangan mereka masing-masing sudah membawa beberapa kantung belanja yang berisi berbagai macam barang seperti pakaian, tas, kosmetik, perhiasan, sepatu dan apapun yang sudah dibeli oleh Yoona.

“Ini yang terakhir, kalian jangan khawatir . . .” ucap Yoona sambil mengedipkan salah satu matanya.

*****

“Bawa ke kamarku!”

“Baik Nona . . .”

Ketiga pengawal yang menemani Yoona berbelanja bergegas naik ke lantai dua, memasukkan barang belanjaan wanita itu yang sudah dibelinya. Sementara sang majikan itu langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu yang cukup besar dan sangat mewah.

Tangannya tampak menepuk keras, pertanda memanggil kepala pelayan Kim yang sudah bekerja hampir 20 tahun untuk keluarga Im. Wanita paruh baya itu sangat menyayangi Yoona yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri.

“Nona memanggilku?” tanya kepala pelayan Kim dengan sopan.

Yoona mengangguk sembari tersenyum. “Bisakah kau segera menghidangkanku menu makan siang? Kurasa cacing di perutku sudah tidak bisa diajak kompromi.”

Kepala pelayan Kim tersenyum. “Tentu, Nona. Akan segera kusiapkan hidangan spesial untuk  Anda . . .”

Kepala pelayan Kim tampak berjalan mundur lalu kembali ke dapur. Yoona tampak mengusap-usap kakinya yang kelelahan usai berbelanja. Wanita itu terlihat menjentikkan jarinya, tak lama kemudian muncul dua orang pelayan yang sudah membawa air hangat serta handuk kecil. Tanpa menunggu instruksi, kedua pelayan itu langsung membersihkan kaki Yoona dan memjijatnya. Mereka seolah sudah hafal dengan kebiasaan majikannya tersebut.

“Im Yoona . . .”

Yoona menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Seketika raut wajahnya berubah senang kala melihat kedua orang tuanya sudah tiba di rumah.

Appa, eomma . . .” Wanita itu beranjak dari posisinya dan langsung memeluk kedua orang tuanya tersebut.

“Apa kau menghabiskan waktumu dengan berbelanja lagi?” tanya Mrs. Im.

“Untuk apa kau tanyakan itu, bukankah sudah tahu jawabannya . . .” ucap Mr. Im cepat.

Appa . . .” Yoona tersipu malu ketika melihat reaksi appanya yang tampak kesal.

Mr. Im menghela nafas. “Bisakah kau mengurangi kebiasaan belanjamu yang tidak terkontrol itu?”

Yoona hanya terkekeh menanggapi ucapan appanya tersebut. Seketika wajahnya berubah kala melihat kedua orang tuanya menatapnya serius.

“Ada apa? Kenapa wajah kalian terlihat serius seperti itu?” tanya Yoona penasaran.

Kedua orang tua Yoona tampak saling memandang, semakin menambah rasa penasaran putrinya.

“Sebenarnya . . . kami akan ke luar negeri selama 6 bulan untuk perjalanan bisnis,” ucap Mrs. Im

“6 bulan?” pekik Yoona kaget.

Mr. Im mengangguki ucapan Yoona. Seketika wajah putrinya itu berubah murung. Yoona paling membenci saat dimana kedua orang tuanya harus melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.

“Baiklah, terserah apa yang appa dan eomma akan lakukan. Bukankah itu hal yang biasa . . .” ucap Yoona malas.

Kontan sikap Yoona itu membuat kedua orang tuanya saling pandang.

“Ada apa dengan reaksimu ini?” tanya Mr. Im heran

Yoona menggeleng pelan. “Tidak apa-apa. Aku hanya bosan saja mendengar kalian berdua selalu pergi melakukan perjalanan bisnis. Tidakkah kalian tahu? Aku akan sangat kesepian di rumah.”

Kedua orang tua Yoona tampak terkejut mendengar pengakuan putrinya yang tidak seperti biasanya.

“Kami sama sekali tidak bermaksud membuatmu sedih. Apapun yang kami lakukan ini, semuanya hanya untukmu. Kau harus ingat itu,” ucap Mrs. Im menenangkan Yoona.

Yoona mengangguk. “Ne, arraseo.”

“Selain itu, appa juga ingin memberitahu suatu hal padamu,” lanjut Mr. Im

Yoona mengernyitkan dahinya. “Apa itu?”

“Mulai besok, kau akan memiliki pengawal pribadi yang baru. Dia akan ditugaskan selama 6 bulan dan bertanggung jawab melindungimu selama 24 jam non stop,” jawab Mr. Im.

“Pengawal pribadi?” Seketika mata Yoona berbinar-binar cerah mendengar kabar dari appanya. “Appa tidak sedang berbohong bukan?”

“Tentu saja tidak. Kenapa? Kau terlihat senang sekali,” tanya Mr. Im penasaran.

Yoona mengangguk. “Aku sudah bosan dengan mereka appa. Mereka sama sekali tidak menarik,” balas Yoona sembari berbisik perihal pengawal pribadinya sebelumnya.

Kedua orang tua Yoona tertawa kecil menanggapi jawaban putrinya itu.

“Tapi . . . ada satu hal yang harus kau patuhi,” lanjut Mrs. Im.

Dahi Yoona mengernyit. “Patuh?”

*****

“Pengawal pribadi baru?”

Yoona mengangguk pelan saat menanggapi pertanyaan sahabatnya, Choi Sooyoung. Sahabatnya itu tengah datang berkunjung ke rumahnya.

Ne, karena kedua orang tuaku akan pergi ke luar negeri selama 6 bulan. Mereka bilang, pengawal pribadiku yang baru itu akan menjagaku selama 24 jam non stop, selama kedua orang tuaku pergi,” ucap Yoona sembari sibuk memilah barang belanjaan yang baru saja dibelinya.

“Wah, bukankah itu artinya kedua orang tuamu memperketat pengawasan terhadap dirimu?”

Yoona justru tersenyum kecil menanggapinya. “Tenang saja. Seperti ketiga pengawalku sebelumnya, dengan mudah pengawal baruku nanti akan kutaklukkan.”

Sooyoung tertawa kecil. “Kau ini, tidak pernah berubah juga.”

Keduanya pun tertawa bersama sambil ber-high five ria. DRRT! Tiba-tiba ponsel Yoona berdering hingga membuat sang pemilik ponsel menghentikan kegiatannya. Seketika wajahnya berubah cerah kala melihat nama kontak yang tertera di layar.

Yeoboseyo . . .”

“Apa kau sedang sibuk?” terdengar sebuah suara seorang pria dari seberang telepon.

“Ah, tidak. Aku sama sekali tidak sibuk, Sehun . . .”

Saat mendengar nama yang dipanggil Yoona, Sooyoung ikut tersenyum mendengarnya.

“Kau ingin mengajakku makan malam di luar?” Sesekali Yoona melirik ke arah Sooyoung, mencoba meminta bantuan untuk membalas ajakan dari pria bernama Sehun. Tanpa ragu Sooyoung mengangguk cepat pertanda Yoona harus menerima ajakan pria tersebut.

Ne, aku bisa. Baiklah, sampai jumpa nanti malam . . .”

KLIK! Yoona langsung berteriak histeris begitu mematikan ponselnya. Sooyoung tampak menggoda sahabatnya yang wajahnya terlihat memerah.

“Senangnya yang mau pergi makan malam dengan pujaan hati . . .” goda Sooyoung.

“Hentikan, Soo. Kau membuatku malu . . .” balas Yoona sembari menutupi wajahnya.

Sooyoung justru tertawa lepas melihat reaksi Yoona. “Sebaiknya kau segera mengungkapkan perasaanmu padanya. Kau sudah memendam perasaan itu selama 15 tahun. Tidakkah itu terlalu lama?”

Menanggapi pernyataan Sooyoung, Yoona justru terdiam. “Entahlah. Aku tidak tahu apakah aku harus mengungkapkannya pada Sehun. Aku dan Sehun, sudah bersahabat sejak kami berusia 7 tahun. Kau benar. Sudah selama 15 tahun pula aku menganggapnya lebih dari sekedar sahabat. Tapi, aku tidak tahu bagaimana perasannya padaku. Apakah juga sama atau . . .”

Sooyoung langsung memegang tangan Yoona. “Kalau tidak dicoba, kau tidak akan pernah tahu.”

Harus Yoona akui apa yang dikatakan Sooyoung memang benar. Wajahnya terlihat serius memikirkan ucapan sahabatnya. “Kau benar, kurasa aku memang harus mengungkapkannya pada Sehun.”

*****

Di sebuah rumah mewah yang tampak berdiri megah, terlihat seorang pria tengah berkemas di dalam kamarnya.

“Kau sedang berkemas, Kyu?”

Suara itu mampu membuat pria itu menoleh sambil menghentikan kegiatannya.

Ne, appa. Mulai besok aku akan menjadi bodyguard dari putri Keluarga Im. Bukankah appa sudah mendengarnya?” tanya Kyuhyun sembari tersenyum.

Mr. Cho terlihat tersenyum senang ke arah putranya tersebut. Ia sangat bangga terhadap Kyuhyun yang dinilai sangat mandiri, memiliki berbagai macam keterampilan dan juga dinilai nyaris sempurna dalam hal apapun.

“Kau harus menjaganya baik-baik seperti yang diperintahkan Tuan Im padamu, arraseo?

Kyuhyun mengangguk. “Ne, arraseo. Kau jangan khawatir appa . . .”

“Jika kau membutuhkan sesuatu, kau jangan sungkan untuk meminta bantuan appa,” lanjut Mr. Cho.

Helaan nafas dari Kyuhyun membuktikan betapa pria itu sudah siap untuk menjalani aksi penyamarannya sebagai bodyguard. Semua itu dilakukannya demi sebuah misi yang hanya diketahuinya bersama appanya dan juga Mr. Im.

ooOoo

Matahari belum lama mengeluarkan cahanya. Tampak seorang pelayan masuk ke dalam kamar Yoona yang begitu besar dan mewah. Membukakan tirai jendela hingga berhasil membuat cahaya matahari masuk menembus kamar Yoona dan membangunkan wanita tersebut dari tidurnya.

“Sudah pagi rupanya . . .” ucap Yoona lirih. Lalu beranjak bangun dari posisinya.

“Selamat pagi, Nona. Tuan dan Nyonya sudah menunggu Anda untuk sarapan pagi bersama . . .” ucap sang pelayan sembari membungkukkan badan.

Yoona mengangguk. Namun tidak langsung beranjak dari ranjangnya. Wanita itu justru terdiam, kembali mengingat ucapan Sehun semalam yang sedikit melukai perasannya.

***

“Apa pendapatmu tentang aku?” tanya Yoona disela-sela acara makan malam dengan Sehun.

“Kau wanita yang begitu cantik dan juga berkepribadian baik. Walau kadang kau manja, tapi itulah memang ciri khasmu . . .” jawab Sehun.

Yoona tersipu mendengar jawaban dari Sehun.

“Aku senang memiliki teman sepertimu, Im Yoona,” ucap Sehun.

Ucapan Sehun membuat Yoona menghentikan kegiatan makannya. Wanita itu tampak menatap kaget ke arah Sehun.

“Teman?”

Sehun mengangguk. “Kau adalah temanku yang sangat berharga.”

***

Setiap mengingat ucapan Sehun membuat hatinya sakit. Ia yakin bahwa pria itu hanyalah menganggapnya sebagai teman, tidak sama dengan perasannya terhadap Sehun yang menganggapnya lebih dari sekedar teman.

“Sehun . . . benarkah kau hanya menganggapku sebagai temanmu saja?” gumam Yoona lirih.

Ia abaikan semua pembicaraan dengan Sehun semalam. Wanita itu tampak bergegas masuk ke kamar mandi dan bersiap untuk menemui kedua orang tuanya yang sudah menunggunya di ruang makan.

“Selamat pagi, appa, eomma . . .” sapa Yoona begitu tiba di ruang makan sembari mengecup pipi kedua orang tuanya.

“Selamat pagi, apa tidurmu semalam nyenyak?” tanya Mrs. Im.

Yoona mengangguk. “Ne, eomma.”

“Kebetulan pagi ini, pengawal pribadimu yang baru sudah tiba di rumah. Appa akan memperkenalkannya padamu . . .” ucap Mr. Im

Yoona terlihat penasaran sembari mengambil sepotong roti yang tersaji di meja.

“Masuklah . . .”

Yoona mencoba menoleh ke arah pintu masuk ruang makan yang terbuka. Dilihatnya seorang pria berperawakan tinggi dan berparas tampan tampak berjalan masuk. Garis wajah tegas pada pria itu membuatnya semakin terlihat masculin.

Yoona menatap takjub ke arah pria yang sudah berdiri di samping appanya tersebut. Sampai tidak sadar dengan roti yang sedang dipegangnya terjatuh dari tangannya.

“Dia adalah pengawal pribadimu yang baru. Namanya Cho Kyuhyun . . .” ucap Mr. Im. “Kyuhyun-ssi, dia adalah putriku yang harus kau jaga dan lindungi selama aku pergi.”

Kyuhyun mengangguk. “Annyeong haseyo, Kyuhyun imnida.”

Yoona tampak menelan ludah, kedua matanya seolah tidak bisa lepas dari sosok di hadapannya. Penampilannya jauh terlihat berbeda dengan pengawal-pengawalnya sebelumnya. Lebih pantas sebagai pangeran daripada bodyguard.

“Selama kau menjaga putriku, kau tidak perlu menggunakan bahasa formal seperti orang kebanyakan. Tujuanku agar kau tidak terlalu canggung dan kau bisa menjadi teman baik bagi putriku,” ucap Mr. Im

Pernyataan Mr. Im itu membuat Yoona bingung. “Apa maksud appa?

Mr. Im hanya tersenyum menanggapi pertanyaan putrinya itu. “Satu hal lagi. Kali ini, bukan pengawal pribadimu yang harus tunduk dan patuh terhadapmu tapi . . .”

Yoona tampak menunggu appanya melanjutkan kalimatnya. Wanita itu tengah meneguk segelas susu cokelat kesukaannya.

“Kau yang harus patuh dan tunduk pada  semua yang dikatakannya . . .”

PRAT! Seketika air susu yang diminum Yoona terciprat dari mulutnya. Kedua orang tuanya dan juga Kyuhyun terlihat kaget saat melihat reaksi Yoona tersebut. Wanita itu tampak terbatuk-batuk. Para pelayan yang berada di ruang makan tampak bergegas mencarikannya tissue dan juga air putih untuk menenangkannya.

“Apa maksudnya ini? Appa sedang bercanda denganku?” tanya Yoona kesal.

Mr. Im kembali mengulum senyum. “Kyuhyun tidak hanya bertanggung jawab menjaga dan melindungimu, tapi dia juga bertanggung jawab untuk mendidikmu dengan tujuan merubah sikap manjamu dan sikap burukmu agar kau menjadi wanita yang terhormat.”

Appa . . .”

“Sudahlah! Appa tidak mau mendengarkan apapun darimu. Kau harus menuruti perintah appa kali ini . . .” ucap Mr. Im tegas.

Yoona mengerucutkan bibirnya lalu memandang wajah eommanya yang terlihat menahan tawa. “Eomma . . .”

“Dengarkan saja apa perintah appamu . . .” balas Mrs. Im.

Hati Yoona benar-benar kesal melihat sikap kedua orang tuanya yang terlihat kompak. Ia merasa tidak terima jika harus patuh dan tunduk pada pengawal pribadinya sendiri.

*****

“Jaga dirimu baik-baik,” ucap Mr. Im pada Yoona.

Yoona hanya mengangguk pelan saat melihat kedua orang tuanya sudah bersiap berangkat menuju bandara. Wanita itu tengah mengantar kepergian kedua orang tuanya di depan rumah.

Ne, appa dan eomma jangan melupakanku . . .” lanjut Yoona merasa sedih.

Kedua orang tua Yoona langsung memeluk putri semata wayangnya yang terlihat bersedih tersebut.

“Kyuhyun-ssi, tolong jaga putriku baik-baik . . .” pinta Mrs. Im

Kyuhyun mengangguk. “Saya pasti akan menjaganya. Anda jangan khawatir . . .”

Kedua orang tua Yoona tampak masuk ke dalam mobil. Sesekali Yoona melambaikan tangan ke arah mobil yang mulai berjalan menjauh meninggalkan rumahnya tersebut. Begitu mobil sudah tidak terlihat lagi, Yoona langsung melirik ke arah pengawal pribadi barunya yang tampak memperhatikannya.

“Apa yang kau lihat?” tanya Yoona dingin.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis menanggapinya. “Tidak, aku hanya terkejut. Usiamu sudah 22 tahun, tapi kelakuanmu masih seperti anak kecil.”

Yoona langsung menoleh tajam ke arah Kyuhyun.

“Apa hakmu berkata seperti itu? Jangan karena appaku mengatakannya tadi pagi, kau jadi bersikap seenaknya terhadapku. Ingat, aku tidak akan pernah patuh ataupun tunduk padamu . . .” ucap Yoona kesal. Lalu berbalik meninggalkan Kyuhyun.

“Na-ya . . .”

Yoona menghentikan langkah kakinya lalu berbalik dan mendekati Kyuhyun yang tersenyum ke arahnya. “Na-ya?”

“Boleh aku memanggilmu seperti itu? Appamu bilang, aku tidak perlu menggunakan bahasa formal saat berbicara denganmu. Anggaplah kita sebagai teman . . .” lanjut Kyuhyun.

“Teman? Memangnya siapa yang mau berteman dengan ahjussi sepertimu?”

“Apa katamu? Ahjussi?” Kyuhyun langsung menatap tajam ke arah Yoona. “Memangnya aku terlihat tua apa? Dengar, umurku ini sama denganmu.”

Yoona terdiam. Ia tidak menduga jika pengawal pribadinya itu seumuran dengannya. Jika dilihat dari penampilannya, Kyuhyun sangatlah dewasa dan juga terlihat matang.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah Yoona. Membuat wanita itu tampak memundurkan tubuhnya.

“Sepertinya akan ada kejutan-kejutan besar untukmu. Bersiaplah . . .”

Yoona langsung menatap tajam ke arah Kyuhyun. Ia menyesal sebelumnya sempat kagum dengan pria yang kini berdiri di hadapannya itu.

“Mohon kerjasamanya . . .” lanjut Kyuhyun sembari tersenyum lalu berjalan meninggalkan Yoona yang terbengong dengan sikapnya.

Yoona tidak tahu harus berkata apa menanggapi pernyataan Kyuhyun itu. Wanita itu tampak menatap kesal ke arah Kyuhyun yang terlihat semakin menjauh dari hadapannya.

“Lihat saja! Aku tidak akan semudah itu untuk patuh dan tunduk padamu, Cho Kyuhyun!”

-TBC-

Yey, akhirnya publish juga untuk part 1 nya. Gimana menurut kalian? Aduh, maaf banget kalo buat kalian lama menunggu. Maaf juga kalo ceritanya aneh atau gaje dan ada typo hehe. Maklum, masih masa pemulihan dari sakit jadi kurang maksimal dalam nulis FF nya. Gomawo🙂

80 thoughts on “Prince as Bodyguard – Chapter 1

  1. Diani says:

    annyeong eonni😀 hehe aku baru buka2 blog ini ^^ aku udah lama nyari blog khusus ff KyuNa dan akhirnya ketemu! hahaha btw aku juga udah sering baca ff eonni di YoongEXO hehe kalo aku ngasih comment di akhir part aja boleh eon? soalnya kalo di tiap part aku agak susah, aku lebih suka ngerangkum comment ku di akhir part hehehe mian eonni. harap maklum😀

    • cloverqua says:

      haha, silakan😀
      sebenarnya blog ini lebih dulu dibanding aku pas nulis ff YoongEXO😉

      ga masalah kok kalo mau ditaruh di akhir part, gomawo ya sudah berkunjung ke sini❤

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s