Look, at Me! – Chapter 3


lookatme2

Title : 

“Look, at Me!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Angst, Family, Married Life, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

Suasana makan malam yang seharusnya menyenangkan entah kenapa terasa menegangkan. Yoona tampak melirik ke arah suaminya yang sejak tadi hanya diam dan tidak berbicara sedikitpun. Sesekali ia mendapati Kyuhyun tengah memperhatikan kekasih Donghae, yang tidak lain adalah Jessica. Muncul pertanyaan besar dalam diri Yoona. Sebenarnya ada hubungan apa di antara keduanya?

“Donghae, aku ke toilet sebentar . . .” bisik Jessica pada Donghae.

Jessica langsung beranjak dari posisinya dan bergegas pergi ke toilet. Tidak disangka, di saat yang sama Kyuhyun juga beranjak dari posisinya terlihat seolah pergi menyusul Jessica. Kontan sikap keduanya itu membuat Yoona dan Donghae saling memandang. Berbeda dengan Donghae yang terlihat mengabaikan, Yoona justru semakin penasaran dengan sikap suaminya.

Saat Jessica berniat masuk ke toilet, langkahnya langsung dihentikan secara paksa oleh Kyuhyun. Pria itu dengan cepat menarik tangan Jessica dan membawanya sedikit menjauh dari pintu toilet.

“Apa yang kau . . .”

“Jelaskan semua padaku! Kau . . .” kalimat Kyuhyun terhenti. “Kekasih Donghae? Sejak kapan?”

Jessica tampak memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Aku tanya padamu sejak kapan kau menjalin hubungan dengannya?!” tanya Kyuhyun dengan nada suara yang keras. Kontan suaranya itu membuat beberapa pengunjung menoleh ke arahnya.

“Bisakah kau kecilkan volume suaramu?” pinta Jessica. “Benar, aku memang kekasih Donghae. Kami sudah menjalin hubungan sejak kau resmi menikah.”

Seperti mendapat pukulan telak. Kyuhyun sangat kecewa mendengar jawaban dari Jessica.

“Jadi . . . selama ini kau membohongiku? Diam-diam kau menjalin hubungan dengan pria lain di belakangku?”

“Kau pikir aku sanggup, setiap hari harus menunggumu datang di waktu yang tidak pasti. Kau sudah menikah. Membayangkan kau bermesraan dengan istrimu membuat hatiku sakit. Kau pikir aku bisa menghadapinya?”

Kyuhyun tersenyum sinis. “Sudah kukatakan padamu aku sama sekali tidak berhubungan apapun dengan Yoona. Sejak awal pernikahan, kami tinggal di kamar yang terpisah. Kau yang sangat kucintai, tapi kau tidak mempercayaiku?”

Jessica terdiam. Wanita itu seolah kehabisan kata-kata menanggapi ucapan Kyuhyun.

“Baiklah, jika ini yang memang kau inginkan, lebih baik kita akhiri saja . . .”

“Apa maksudmu?”

“Kau tidak perlu lagi menungguku. Hiduplah bersama kekasihmu itu. Jangan harap aku akan datang menemuimu lagi. Aku benar-benar kecewa padamu, Jung Jessica . . .” ucap Kyuhyun lalu berbalik meninggalkan Jessica. Rasa marahnya tidak bisa ditahan lagi. Pria itu merasa dikhianati oleh wanita yang sangat dicintainya

*****

“Sudah berapa lama kau menjalin hubungan dengan Jessica?” tanya Yoona pada Donghae.

“Kurasa hampir 1 tahun,” jawab Donghae. “Kami bertemu di Incheon International airport. Aku menemukan paspornya yang terjatuh. Sejak itulah kami berkenalan dan terus menjalin komunikasi. Hingga akhirnya kami resmi berpacaran.”

Yoona tersenyum. Ia iri dengan kebahagiaan yang dirasakan sahabatnya.

“Begitu rupanya. Benar-benar pertemuan yang mengesankan . . .” celetuk Yoona.

Donghae menoleh kaget. “Kau sendiri, bagaimana awal pertemuanmu dengan suamimu? Aku tahu rasanya orang yang dipertemukan dalam perjodohan, pasti sedikit canggung.”

Yoona terdiam. Kedua matanya tampak fokus pada hidangan yang disajikan di meja. Bukannya ia tidak mau membicarakannya dengan Donghae, namun terlalu menyakitkan jika ia harus menceritakan semua kejadian sebenarnya pada sahabatnya itu.

Tiba-tiba Kyuhyun kembali menghampiri mereka dengan langkah tergesa-gesa.

“Kita harus pulang sekarang!” ajak Kyuhyun sembari menarik tangan Yoona hingga membuat gadis itu sukses beranjak dari posisinya.

“Tapi, oppa . . .”

Mianhae, Donghae. Kami harus segera pulang, gomawo atas undangan makan malammu.  Permisi . . .”

Kyuhyun langsung menarik Yoona dan berjalan meninggalkan Donghae. Sesekali Yoona tampak membungkuk ke arah Donghae.

Keduanya masuk ke dalam mobil Kyuhyun. Tapi, seperti yang sudah dirasakan oleh Yoona, Kyuhyun pun tidak mengatakan apa-apa selama perjalanan pulang. Pria itu hanya diam dan terus fokus ke arah jalan.

Begitu tiba di rumah, Kyuhyun langsung berjalan masuk meninggalkan Yoona. Melihat sikap suaminya yang terlihat aneh, Yoona bergegas keluar dari mobil dan menyusulnya. Saat keduanya sampai di ruang tengah, tiba-tiba Kyuhyun menghentikan langkahnya hingga membuat Yoona nyaris menabraknya.

“Kita bercerai saja . . .”

DEG! Hati Yoona terasa sakit mendengarnya. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Kyuhyun hingga membuat pria itu mengatakan hal yang sangat mengejutkan.

“Apa kau sudah lama menginginkan ini, oppa?”

“Untuk apa kita terus mempertahankan pernikahan yang tidak dilandasi cinta. Aku sama sekali tidak mencintaimu . . .”

“Tapi aku sangat mencintaimu, oppa . . .

Hening. Keduanya tampak menatap satu sama lain. Kyuhyun terdiam saat melihat mata Yoona yang mulai berkaca-kaca.

Oppa . . . aku tahu. Sejak awal pernikahan kau memang tidak pernah menganggapku sebagai istrimu. Berkali-kali kau bersikap dingin padaku, aku berusaha tetap sabar dan berkeyakinan suatu saat kau pasti akan menerimaku. Akhir-akhir ini sikapmu perlahan dapat kurasakan mulai melunak terhadapku. Itu membuatku optimis dan terus bertahan. Selamanya aku akan tetap mencintaimu, oppa . . .”

Yoona buru-buru menghapus air matanya yang hampir keluar. Gadis itu langsung berjalan melewati Kyuhyun lalu masuk ke dalam kamarnya. Sepeninggalan Yoona, Kyuhyun terlihat tidak bergeming dari posisinya. Pria itu tampak menatap sedih ke arah kamar Yoona. Benarkah sedikitpun ia sama sekali tidak ada perasaan pada gadis itu? Hal inilah yang terus berada dalam benaknya.

ooOoo

Suara kicauan burung berhasil membangunkan Kyuhyun dari tidurnya. Ia menyadari hari sudah pagi. Pria itu bergegas beranjak dari ranjangnya dan bersiap untuk bekerja seperti biasa. Walau terlihat biasa saja, namun semalaman ia sulit untuk tidur karena memikirkan ucapan Yoona.

Saat berjalan menuju ruang makan, ia terkejut mendapati meja makan masih kosong. Dapur juga tampak masih bersih seperti belum disentuh. Perlahan ia berjalan menuju kamar Yoona. Samar-samar ia mendengar suara rintihan dari dalam kamar Yoona. Rasa penasaran mendorongnya membuka pintu kamar Yoona yang tidak dikunci. Betapa terkejutnya Kyuhyun saat mendapati istrinya sudah terduduk di samping ranjang sembari memegangi perutnya. Dengan cepat pria itu menghampiri Yoona.

“Yoona . . . apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun panik.

Yoona menggeleng pelan. “Aku tidak tahu, oppa. Perutku . . . sakit sekali.” Keringatnya terus mengucur membasahi wajahnya. Tangannya tidak berhenti memegangi perutnya.

Melihat ekspresi wajah Yoona yang terlihat kesakitan, Kyuhyun langsung memapah dan menggendongnya. Membawa gadis itu masuk ke dalam mobilnya. Ia lupakan sejenak tentang pekerjaannya. Bagaimanapun juga Yoona harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Selama perjalanan, Yoona tak henti-hentinya merintih kesakitan. Kondisi ini membuat Kyuhyun semakin cemas. Ia akui, ia memang mengatakan tidak mencintai Yoona. Namun, melihat Yoona begitu kesakitan, ia tidak bisa berbohong bahwa dirinya sangat mencemaskan kondisi istrinya tersebut.

Begitu tiba di rumah sakit, Kyuhyun bergegas mengeluarkan Yoona dari mobil dan menggendongnya sambil berlari masuk ke dalam rumah sakit. Wajah pria itu terlihat panik, berusaha menenangkan Yoona yang masih merintih kesakitan.

Tim medis yang melihat keduanya langsung datang menghampiri sambil membawa ranjang pasien. Mereka pun membaringkan Yoona ke dalam ranjang tersebut. Gadis itu segera dilarikan di ruang UGD. Saat tiba di ruang UGD, Kyuhyun yang berniat ikut masuk langsung dihalangi oleh tim medis.

Mianhae, Tuan. Anda tidak diizinkan masuk . . .”

Kyuhyun tertegun. “Tapi . . .”

Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, pintu ruang UGD sudah ditutup. Pria itu tampak lemas. Penampilannya terlihat kacau dengan keringat yang terus mengucur membasahi wajahnya. Ia pun mengambil posisi duduk di salah satu kursi tunggu. Dalam hati, ia hanya bisa berdoa untuk keselamatan Yoona.

Hampir setengah jam Yoona diperiksa di ruang UGD. Kyuhyun sudah menghubungi ibu mertuanya yang akan segera datang menyusulnya ke rumah sakit. Tak lama kemudian, salah satu tim medis keluar dan menemui Kyuhyun.

“Bagaimana kondisinya, Dokter Kim?”

Dokter yang menangani Yoona adalah dokter keluarga Cho, Dokter Kim. Ia merupakan sahabat baik dari appa Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi . . . kau jangan khawatir, istrimu baik-baik saja. Hanya ada sedikit gangguan dengan lambungnya,” jawab Dokter Kim.

“Lambung?”

“Secara umum, kondisi ini bisa disebabkan karena waktu makan yang kurang teratur atau stress dan kurang istirahat,” lanjut Dokter Kim.

Kyuhyun menatap kaget ke arah Dokter Kim. “Stress?”

Dokter Kim mengangguk. “Aku sarankan agar Yoona sementara menjalani rawat inap selama dua hari saja. Ia harus istirahat total agar kondisinya kembali pulih.”

Ne, arraseo. Gomawo atas pertolonganmu, Dokter Kim . . .” ucap Kyuhyun sembari menjabat tangan dengan Dokter Kim.

“Kami akan memindahkannya ke ruang inap pasien. Kau bisa segera mengurus administrasinya,” kata Dokter Kim lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas lega. Setidaknya ia tahu kondisi Yoona baik-baik saja. Namun, ucapan Dokter Kim masih terngiang di pikirannya.

“Secara umum, kondisi ini bisa disebabkan karena waktu makan yang kurang teratur atau stress dan kurang istirahat.”

Mungkinkah Yoona mengalami stress karena dirinya?

*****

Jessica terlihat berjalan memasuki sebuah perusahaan besar di Seoul. Tidak lain perusahaan tersebut adalah salah satu perusahaan cabang Cho Corporation yang dijalankan di bawah pimpinan Kyuhyun sendiri.

Wanita itu bergegas pergi menuju ruang kerja Kyuhyun dan mendekati sekertaris pribadi Kyuhyun yang terlihat sedang sibuk menerima telepon.

“Apakah Cho sajangnim ada?” tanya Jessica.

Sekertaris tersebut mengalihkan perhatiannya sejenak ke arah Jessica. “Mianhae, Nona. Hari ini Cho sajangnim tidak ada di kantor karena istri beliau masuk ke rumah sakit.”

Jessica terkejut. “Istrinya masuk rumah sakit?”

Sekertaris itu mengangguk pelan. “Seperti itulah yang disampaikan Cho sajangnim pada saya. Beliau pun menyuruh saya untuk menunda meeting yang seharusnya dijadwalkan pagi ini, karena harus mengantar istrinya terlebih dahulu ke rumah sakit.”

Sedikit ada kekecewaan di wajah Jessica karena gagal bertemu dengan Kyuhyun. Wanita itupun langsung bergegas pergi meninggalkan perusahaan.

*****

Kyuhyun kembali ke ruang inap tempat Yoona dirawat. Ia mendapati Yoona masih tertidur setelah mendapatkan perawatan. Perlahan pria itu memperhatikan kondisi istrinya secara seksama. Wajah Yoona memang terlihat pucat. Ia menarik salah satu kursi di samping ranjang Yoona. Perlahan tangannya mulai bergerak ke arah kepala Yoona. Namun ia hentikan sejenak sebelum berhasil menyentuh kening Yoona. Sampai akhirnya, Kyuhyun mendorong semua keraguannya dan dengan perlahan ia mengusap kepala Yoona. Siapapun yang melihatnya, pasti akan beranggapan bahwa Kyuhyun adalah suami yang sangat perhatian pada istrinya.

“Kyuhyun-ssi . . .”

Kyuhyun menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Ia mendapati ibu mertuanya dan Yuri sudah tiba di rumah sakit.

Eomma . . .” sapa Kyuhyun sembari membalas pelukan ibu mertuanya.

“Apa yang terjadi? Bagaimana kondisinya?”

“Pagi tadi, Yoona merintih kesakitan di bagian perutnya. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Karena itulah aku membawanya ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan, ada gangguan pada lambungnya . . .” jawab Kyuhyun.

“Gangguan pada lambung?” tanya Yuri.

Kyuhyun mengangguk. “Dokter mengatakan penyebabnya bisa karena waktu makan yang kurang teratur ataupun stress dan kurang istirahat.”

“Lalu kondisinya sekarang?” tanya Mrs. Im.

Pria itu tersenyum. “Sudah lebih baik. Namun Dokter menganjurkan agar Yoona menjalani rawat inap selama dua hari agar kondisinya lebih cepat untuk pulih.”

Mrs. Im dan Yuri tampak tersenyum lega.

“Kalau begitu, aku akan pergi ke kantor sebentar untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Setelah itu, aku pasti akan kembali lagi ke rumah sakit,” ucap Kyuhyun.

Mrs. Im mengangguk dan tersenyum. “Baiklah. Gomawo, kau sudah menjaga putriku dengan baik. Kau memang suami yang sangat perhatian.”

Kyuhyun terkejut mendengar penuturan ibu mertuanya tersebut. Pria itu hanya tersenyum tipis seraya membungkuk kepada Mrs. Im, lalu berjalan keluar dari kamar.

“Kyuhyun . . .”

Langkahnya terhenti saat mendengar panggilan dari Yuri. Sepupu istrinya tersebut tampak berjalan mendekatinya.

“Ada yang ingin kukatakan padamu . . .” ucap Yuri.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Katakan saja.”

“Baiklah, aku tidak akan berbasa-basi denganmu. Ini menyangkut masalah antara kau dan Yoona. Aku sudah tahu semuanya, jika selama ini kalian tinggal di kamar yang terpisah,” kata Yuri.

Mata Kyuhyun terbelalak. Seolah kaget dengan pengakuan Yuri.

“Aku sudah tahu, jika sejak awal pernikahan, tidak pernah sedikitpun kau menganggap sepupuku sebagai istrimu. Yoona memang mencintaimu, tapi tidak dengan kau. Kau sama sekali tidak mencintainya,” lanjut Yuri.

Kyuhyun tersenyum sinis. “Lalu . . . apa yang kau inginkan?”

Yuri ikut membalas tersenyum sinis pada Kyuhyun. “Yoona mengatakan padaku bahwa akhir-akhir ini kau mulai melunak padanya. Aku hanya memperingatkanmu saja. Jangan pernah kau menyakiti ataupun melukai perasaannya. Sudah cukup penderitaan yang dialaminya akibat sikapmu padanya. Jika sampai aku melihatnya kembali menangis, maka tidak segan-segan akan kubeberkan semuanya, baik pada kedua orang tua Yoona ataupun kedua orang tuamu.”

Usai memberikan peringatan tegas pada Kyuhyun, Yuri berbalik dan kembali masuk ke ruang inap Yoona. Meninggalkan suami Yoona yang tampak terdiam sembari menatap tajam ke arahnya.

*****

Hampir 2 jam Yoona tertidur. Terlihat hanya eommanya seorang yang menemani Yoona. Sementara Yuri tengah mengambil beberapa pakaian ganti untuk Yoona di kediamannya.

Perlahan Yoona membuka kedua matanya. Ia tampak memperhatikan sekeliling dan terkejut saat melihat sosok wanita paruh baya yang berada di sampingnya.

Eomma . . .”

Mrs. Im yang sedang memijat kaki Yoona menoleh ke arah putrinya tersebut.

“Kau sudah bangun?” tanyanya sembari tersenyum.

Yoona mengangguk pelan. “Kapan eomma datang? Apa oppa sudah pergi?”

“Aku datang begitu suamimu menghubungiku. Kau tahu, dia sangat mencemaskanmu. Dia sampai rela menunda pekerjaannya karena lebih mementingkan kondisimu,” jawab Mrs. Im.

Yoona terkejut mendengar penuturan eommanya. Benarkah Kyuhyun sangat mencemaskannya? Tanpa sadar hal itu membuatnya tersenyum sendiri.

“Kenapa kau tersenyum?” tanya Mrs. Im penasaran.

“Ah, bukan apa-apa, eomma . . .” jawab Yoona. Gadis itu tampak mencoba berpindah dari posisi duduknya menjadi setengah terbaring sambil beralaskan bantal di punggungnya.

“Kata dokter, kau harus menjalani rawat inap setidaknya selama dua hari. Untuk pemulihanmu. Kondisi lambungmu memang tidak parah, hanya ada sedikit gangguan. Kemungkinan penyebabnya karena waktu makan yang kurang teratur atau stress dan kurang istirahat. Apakah akhir-akhir ini ada sesuatu yang menyita pikiranmu?” tanya Mrs. Im. Ia sedikit bingung melihat tubuh putrinya yang terlihat lebih kurus dibanding sebelumnya

Ani, aku sedang tidak memikirkan apapun, eomma. Kurasa hanya karena waktu makanku yang memang sedang tidak teratur belakangan ini . . .” jawab Yoona. Gadis itu terpaksa menutupi fakta sebenarnya perihal hubungannya dengan Kyuhyun. Harus ia akui, masalahnya dengan Kyuhyun sangat menyita pikirannya dan terkadang memang membuatnya stress.

“Kau harus selalu memperhatikan waktu makanmu. Akan eomma suruh Kyuhyun mengawasimu agar kau tidak jatuh sakit lagi seperti sekarang . . .” ucap Mrs. Im sembari tersenyum.

Ne, arraseo. Aku akan lebih berhati-hati, eomma . . .”

*****

Kyuhyun tiba di kantornya tepat saat jam makan siang. Pria itu langsung berjalan menuju ruang kerjanya. Sekertaris pribadinya tampak langsung berjalan mendekat ke arahnya sembari membawa beberapa berkas dalam sebuah map yang harus diperiksa Kyuhyun.

“Kau sudah mengatur ulang jadwal meeting yang harus kuhadiri?” tanya Kyuhyun pada sekertarisnya, Sekertaris Park.

Sekertaris Park mengangguk. “Sudah, sajangnim. Saya sudah mengatur ulang sesuai dengan yang Anda perintahkan.”

Kyuhyun menerima map yang dibawa Sekertaris Park. “Apakah ada yang datang mencariku?”

Ne, tadi ada seorang wanita yang mencari Anda,” jawab Sekertaris Park.

Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya yang tampak memeriksa beberapa berkas. “Seorang wanita?”

Sekertaris Park mengangguk. “Saya permisi dulu . . .”

Kyuhyun tampak terdiam begitu Sekertaris Park keluar dari ruangannya.

“Seorang wanita? Apa mungkin itu Jessica?”

DRRT! Tiba-tiba ponselnya berdering. Dengan cepat Kyuhyun bergegas mengangkat panggilan masuk dari appanya.

Yeoboseyo . . .”

“…”

Ne, appa. Yoona memang sedang di rumah sakit sekarang. Dia harus menjalani rawat inap.”

“…”

“Tidak terlalu parah. Dokter menganjurkannya untuk beristirahat total agar kondisinya cepat pulih.”

“…”

Ne, kurasa kami tidak bisa datang menghadiri acara makan malam bersama di rumah.  Aku pun harus menemani Yoona di rumah sakit.”

“…”

“Baik, appa. Aku pasti akan menjaganya . . .”

KLIK! Kyuhyun meletakkan ponselnya di meja. Sesaat pria itu kembali terdiam. Memikirkan kembali ucapan Yuri yang seolah bagaikan cambuk untuknya. Mungkinkah sikapnya yang memang dirasa melunak pada Yoona, membuktikan bahwa dirinya mulai menaruh perasaan pada gadis itu?

*****

Yoona terlihat sedang memakan bubur yang disajikan di rumah sakit. Selain itu ada beberapa buah yang harus dimakan Yoona untuk memulihkan kondisi lambungnya.

“Yoona-ya . . .”

Yoona menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Ia melihat Donghae sudah datang bersama Yuri.

Eonni . . . Donghae . . .” ucapnya sembari tersenyum.

“Kudengar kau sakit?” tanya Donghae.

Yoona mengangguk pelan. “Ada sedikit gangguan pada lambungku. Eh, bagaimana bisa kalian datang bersama?”

“Saat aku mengambil beberapa pakaian ganti untukmu, tanpa sengaja kami bertemu di depan rumahnya. Donghae berniat datang menemuimu. Kukatakan saja saat ini kau sedang di rumah sakit dan harus menjalani rawat inap. Karena itulah Donghae ikut bersamaku ke rumah sakit,” jawab Yuri.

“Kau sudah tidak apa-apa?”  tanya Donghae.

Ne, maaf sudah membuatmu kalian khawatir . . .” jawab Yoona.

Donghae justru tertawa. “Dibandingkan kami semua, kurasa justru suamimu yang lebih khawatir.”

Wajah Yoona memerah mendengarnya.

“Lihatlah, hanya karena kau berkata seperti itu wajahnya langsung memerah . . .” ejek Yuri.

Eonni . . .”

Donghae dan Yuri tertawa melihat sikap Yoona.

“Lalu . . . dimana ahjumma?” tanya Yuri.

Eomma pulang. Aku yang menyuruhnya,” jawab Yoona.

“Apa Kyuhyun nanti akan datang?” tanya Yuri.

Yoona mengangguk. “Pasti.”

Yuri tersenyum. Walau ia tahu kondisi sebenarnya, namun harus ia akui. Yoona sangat mencintai Kyuhyun. Meskipun Kyuhyun berlaku buruk pada sepupunya, ia menyadari ada yang berubah dalam diri suami Yoona. Perlahan pria itu memang mulai menaruh rasa pada Yoona.

*****

Begitu selesai bekerja, Kyuhyun bergegas ke rumah sakit untuk menemani istrinya. Pria itu terlihat membawakan beberapa makanan yang mungkin bisa membantu Yoona untuk memulihkan kondisi lambungnya. Saat hendak masuk, ia terkejut ketika melihat Donghae berada di ruang inap Yoona. Pria itu terlihat hanya berduaan saja dengan istrinya. Sementara Yoona terlihat sedang tidur.

“Apa yang sedang dilakukan orang itu?” gumamnya lirih. Ada kekesalan muncul tiap kali melihat Yoona bersama Donghae. Mungkinkah itu pertanda Kyuhyun cemburu terhadap kedekatan mereka?

Kyuhyun tampak bersembunyi ketika melihat Donghae keluar dari ruang inap Yoona. Pria itu memperhatikan sahabat Yoona yang terlihat berjalan menjauh. Ia pun bergegas masuk ke dalam ruang inap Yoona. Ia berjalan pelan dan bersikap hati-hati agar tidak membangunkan istrinya yang sedang tertidur.

Usai meletakkan bingkisan di atas meja, Kyuhyun bersiap keluar. Namun tanpa sengaja ia justru membangunkan Yoona.

Oppa . . .”

Kyuhyun menoleh kaget ke arah Yoona yang terlihat sudah membuka matanya.

Oppa, kau sudah datang . . .”

“Apa kau menungguku?”

Anggukan Yoona membuat Kyuhyun tertegun. Ia tidak menyadari jika Yoona sedang menunggunya.

Kyuhyun pun menarik kursi di samping ranjang Yoona.

“Apa kau sudah merasa lebih baik?” tanya Kyuhyun. Pria itu tampak membantu Yoona yang berniat untuk setengah berbaring dengan membetulkan posisi bantal yang menyangga tubuh istrinya.

Ne, oppa. Aku sudah merasa lebih baik. Mianhae, sudah membuatmu khawatir . . .” jawab Yoona.

“Syukurlah . . .”

Yoona terkejut mendengar tanggapan dari Kyuhyun. Ia dapat melihat jelas wajah cemas suaminya yang berubah senang.

“Ngg . . . maukah oppa menemaniku di rumah sakit malam ini?” pinta Yoona.

Kyuhyun terdiam sejenak. Dilihatnya Yoona tengah menunduk. Tak lama Kyuhyun pun mengangguki permintaan istrinya tersebut.

“Tidak hanya malam ini. Aku akan selalu menemanimu sampai kau keluar dari rumah sakit . . .” balas Kyuhyun.

Yoona menatap kaget ke arah Kyuhyun. Perlahan dilihatnya tangan Kyuhyun menggenggam pelan tangan Yoona.

“Mulai sekarang . . . aku akan mencoba untuk mencintaimu,” lanjut Kyuhyun.

Oppa . . .”

“Benar apa yang dikatakan Yuri. Kurasa selama ini aku sudah bersikap buruk padamu. Bahkan mungkin membuatmu stress hingga akhirnya kau seperti ini. Padahal selama ini, kau selalu memberikan perhatian padaku.  Kau bersikap layaknya seorang istri yang baik. Tapi, aku justru bersikap layaknya suami yang buruk,” kata Kyuhyun.

Yoona masih menatap tak percaya ke arah Kyuhyun.

“Memang sejak awal, aku tidak bisa menerima pernikahan ini.  Aku selalu berusaha menjaga jarak denganmu, hingga akhirnya bersikap kasar padamu. Karena itulah, maukah kau memaafkan kesalahanku dan memberiku waktu agar aku bisa mencintaimu, seperti kau mencintaiku?”

Gadis itu hanya diam. Ia seolah kehabisan kata untuk menjawab pertanyaan suaminya. Sampai akhirnya, ia mengangguk pelan. Tanpa disadari buliran air mata jatuh membasahi wajahnya. Bukan karena sedih. Melainkan senang. Kesabarannya membuahkan hasil. Walau Kyuhyun belum sepenuhnya mencintainya, setidaknya suaminya itu akan berusaha menerima perasaannya.

Kyuhyun tersenyum sembari menyeka air mata Yoona yang terus mengalir membasahi wajah cantiknya.

Diam-diam dari balik pintu ruang inap Yoona, Jessica terlihat menahan amarah. Tangannya tampak mengepal kala melihat kedekatan Kyuhyun dan Yoona yang mulai terjalin.

“Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja, Cho Kyuhyun . . .”

-TBC-

Huah, akhirnya jadi juga kelanjutan FF ini. Hayo, yang lagi nungguin FF ini hehe. Maaf ya membuat kalian lama menunggu. Gimana menurut kalian? Maaf juga kalo ada typo, kuharap kalian suka. Seperti biasa saya tunggu RCL dari kalian, gomawo😀

74 thoughts on “Look, at Me! – Chapter 3

  1. Mayang says:

    eyy jinjja jesicca , dyasendiri yang nyakitin kyu dya sendiri yang mau ngerebut kyuhyun -_-
    ehm sorry ya aq mau bilang , ada baik nya seh penggunaan kata gomawo di ganti sama kamsahamnida , waktu kyu ngomong am dokter itu , kan biar lebih formal , uda itu aja seh ^^

  2. Kim rae gun says:

    Huaaaaa kesabaran yoona berbuah hasil .. Smg terus daaaan sica ounn .. Please stop !! Kau kan sudah dgn hae oppa ..

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s