[Ficlet] The Sweetest Gifts


the_sweetest_gifts

Title : 

“The Sweetest Gifts”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Kim Taeyeon SNSD

Park Jungsoo Super Junior

Genre :

Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

BRAK! Suara pintu yang ditutup secara keras sukses membuat siapapun yang mendengarnya menoleh kaget ke arah sumber suara. Seorang gadis yang semula sedang asyik menonton televisi tampak penasaran dan mendekati sumber suara yang mengejutkannya. Perlahan ia ketuk pintu kamar adiknya tersebut, berniat mengetahui kondisi yang menimpa sang adik.

“Yoong . . . bolehkah aku masuk?”

Dengan hati-hati ia membuka pintu kamar adiknya. Kedua alisnya bertaut saat melihat kondisi adiknya yang tampak menangis di atas ranjang. Entah berapa lembar tissue yang sudah dihabiskan untuk menghapus air mata adiknya yang terus membasahi wajah cantiknya.

Im Yoona, adik perempuan yang hanya terpaut usia satu tahun darinya, tampak menangis tersedu-sedu. Tidak ada keceriaan di wajahnya seperti biasanya.

“Kau kenapa?”

Yoona menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Kakak perempuannya, Im Taeyeon, sudah berdiri sambil tersenyum di hadapannya. Namun bukan jawaban yang ia berikan pada kakaknya. Yoona justru kembali menangis semakin keras. Taeyeon yang melihat reaksi adiknya tersebut semakin bingung dan langsung mengambil posisi duduk di samping Yoona.

Chakkaman . . . bisakah kau berhenti menangis? Jika kau menangis terus, aku tidak tahu apa yang terjadi,” pinta Taeyeon berusaha menenangkan adiknya.

Perlahan Yoona mulai tenang walau sesekali masih terisak.

“Kau . . . apa kau bertengkar dengan Kyuhyun?” tanya Taeyeon mencoba menebak.

Anggukan Yoona itu membuat ekspresi Taeyeon terlihat menahan kesal.

“Lagi?” tanya Taeyeon menatap tak percaya. Gadis itu tidak marah terhadap seseorang yang menyebabkan adiknya menangis, melainkan kesal karena kejadian itu sudah sering terjadi dan terkadang membuatnya malas sekaligus jengkel dengan kisah percintaan Yoona.

“Apa kalian ini tidak bosan bertengkar terus?” gumam Taeyeon. “Aku yang melihatnya saja sampai malas dan juga bosan.”

“Kali ini berbeda, eonni . . .” rengek Yoona. “Dia sudah membuatku benar-benar marah.”

Taeyeon mengernyitkan dahinya. “Memang apa yang dia lakukan?”

“Kau tahu ini hari apa?” tanya Yoona. Kemudian diiringi anggukan dari Taeyeon. “Ini hari yang sangat special untukku. Tapi, dia sama sekali tidak mengatakan apapun. Bahkan yang lebih menyakitkan lagi, malam ini dia tidak bisa datang ke rumah karena ada hal yang harus dikerjakannya. Aku sudah memintanya untuk membatalkan kegiatannya itu, tapi hanya kata maaf yang aku dengar darinya . . .”

Taeyeon tertegun mendengar cerita dari Yoona. Wajar jika adiknya itu merasa kesal dengan sikap kekasihnya, Cho Kyuhyun. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Gadis mana yang tidak marah atau kesal jika di hari ulang tahunnya, sang kekasih justru tidak berkata apapun bahkan sampai membatalkan janji untuk datang di pesta ulang tahunnya.

“Sudahlah . . .” Taeyeon mengusap pelan bahu Yoona. Sikap perhatiannya itu membuat sang adik langsung menangis dalam pelukan Taeyeon.

“Jangan menangis dan bersedih. Bukankah masih ada aku dan Leeteuk? Tentu acara malam ini akan tetap berjalan walau tanpa kehadiran Kyuhyun,” ucap Taeyeon.

Aniyo . . . aku ingin Kyuhyun datang eonni . . .” rengek Yoona.

“Mau bagaimana lagi, jika memang ada hal penting yang harus dikerjakannya, kau tidak bisa memaksanya. Itu sudah menjadi karakternya . . .” ucap Taeyeon justru mematahkan harapan Yoona.

Eonni . . .”

Taeyeon tersenyum kecil melihat reaksi adiknya itu.

*****

Pesta ulang tahun Yoona kali ini sedikit berbeda. Biasanya gadis itu merayakannya secara mewah. Kali ini justru terkesan sederhana. Pesta ulang tahunnya hanya dirayakan bersama kedua orang tuanya, kakaknya, dan Park Jungsoo atau lebih dikenal Leeteuk yang tak lain adalah sepupu Kyuhyun.

Semua orang tampak menyanyikan lagu ulang tahun untuk Yoona. Walau suasana malam itu sebenarnya terasa menyenangkan, tapi bagi Yoona tidak demikian. Sejak pesta dimulai, wajahnya terlihat lesu dan tidak bersemangat. Penyebabnya tidak lain karena Kyuhyun tidak datang dalam acara tersebut.

“Yoong . . .”

Panggilan Taeyeon sukses membuyarkan lamunan Yoona.

“Kau harus meniup lilinnya . . .” bisik Taeyeon.

Yoona baru tersadar jika semua orang tampak menunggunya. Gadis itu mengangguk pelan. Tak lama kemudian ia mendekatkan wajahnya ke arah lilin yang sudah terpasang di atas kue ulang tahunnya. Satu tiupan berhasil memadamkan api yang menyala. Tepuk tangan dari semua orang terdengar keras melihat Yoona selesai meniup lilin. Yoona langsung mengecup pipi kedua orang tuanya dan Taeyeon.

Saengil chukkae hamnida . . .” ucap Mr. Im.

Gomawo, appa . . .” balas Yoona sembari tersenyum.

“Usiamu sudah bertambah. Kau harus lebih dewasa lagi dalam bersikap dan juga selalu menjadi kebanggaan bagi kami . . .” lanjut Mrs. Im.

Yoona mengangguk. “Ne, eomma . . .”

Gadis itu langsung memeluk kedua orang tuanya dan menerima kado yang diberikan oleh mereka.

Saengil chukkae hamnida, Yoong . . .” ucap Leeteuk sambil menyodorkan kotak kado yang dipegangnya.

Yoona tersenyum. “Gomawo, oppa . . .”

Perhatiannya beralih pada Taeyeon yang tampak tersenyum.

“Apa kau sedang menunggu hadiah dariku?” tanya Taeyeon terkekeh. Yoona langsung tersenyum mendengarnya.

Taeyeon menyodorkan sebuah kotak kado yang disembunyikan di belakangnya. Gadis itu tampak berjalan mendekat ke arah Yoona.

Saengil chukkae hamnida . . .” ucap Taeyeon tersenyum. Yoona pun membalas dengan memeluk kakaknya tersebut.

Gomawo, eonni . . .”

“Kudoakan semoga kau selalu hidup bahagia . . .” lanjut Taeyeon.

Satu doa yang terucap dari kakaknya tersebut membuat hati Yoona jauh lebih tenang.

“Ah, kami ada satu kejutan lagi untukmu . . .” ucap Leeteuk tiba-tiba.

Yoona mengernyitkan dahinya. “Kejutan?”

Taeyeon mengangguk. “Pejamkan matamu.” Tangannya tampak menutupi kedua mata Yoona.

Yoona sempat bingung dan penasaran dengan kejutan apa yang sudah dipersiapkan untuknya.

“Apa aku sudah bisa membuka mataku?” tanya Yoona.

Chakkaman . . . sebentar lagi,” ucap Taeyeon. Lalu melirik ke arah Leeteuk yang terlihat mengangguk ke arahnya.

“Baiklah, kau sudah bisa membuka matamu . . .”

Perlahan Yoona membuka kedua matanya. Ia terkejut saat mendapati sosok laki-laki yang ditunggunya sudah berdiri di hadapannya.

“Kyuhyun . . .”

Laki-laki itu hanya tersenyum dengan kedua tangan yang diletakkan di belakangnya. Seolah sedang menyembunyikan sesuatu dari Yoona.

“Kau bilang . . . kau tidak . . .”

Perhatian Yoona langsung beralih pada kedua orang tuanya, Taeyeon dan Leeteuk yang terlihat menahan tawa.

“Ah, kau sedang mengerjaiku dan bersekongkol dengan mereka?” tanya Yoona kesal.

Kyuhyun mengangguk pelan. Laki-laki itu juga tidak dapat menahan tawanya.

“Aish . . . menyebalkan,” gerutu Yoona kesal.

Melihat sikap adiknya tersebut, Taeyeon justru mencibirnya. “Tadi menangis sambil merengek karena Kyuhyun tidak bisa datang. Sekarang orang yang kau tunggu datang, kau malah bersikap seperti anak kecil. Dasar.”

Eonni . . .”

Semua orang tertawa melihat perdebatan kecil antara Taeyeon dan Yoona. Taeyeon sukses membuat Yoona kehilangan muka di hadapan Kyuhyun.

“Mana mungkin aku tidak datang . . .” ucap Kyuhyun yang sudah berjalan mendekat ke arah Yoona.

Yoona mengerucutkan bibirnya. “Cih, aktingmu benar-benar meyakinkan sekali. Aku sampai percaya dengan apa yang kau katakan. Kau berhasil mengerjaiku . . .” balas Yoona masih sedikit kesal.

Kyuhyun tertawa kecil. “Mianhae. Aku sama sekali tidak bermaksud mengerjaimu. Lagipula ini ide kakakmu dan juga Leeteuk-hyung.”

Seketika Yoona menatap tajam ke arah Taeyeon dan Leeteuk. Kedua orang itu langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.

Perlahan Kyuhyun menggenggam kedua tangan Yoona. Laki-laki itu tampak memberikan sebuah kotak kecil pada Yoona.

“Ini hadiah dariku . . .” ucap Kyuhyun.

Yoona memperhatikan kotak kecil yang dipegangnya. Gadis itu perlahan membukanya dan mendapati sebuah kalung kecil yang dengan bandul yang bertuliskan sebuah nama.

“Kyu-Na?”

Kyuhyun tersenyum. “Kyu-Na. Itu adalah gabungan dari nama kita berdua. Kyuhyun-Yoona.”

Wajah Yoona tersipu mendengarnya. Kyuhyun mengambil kalung tersebut dan memakaikannya di leher Yoona.

“Ini . . . benar-benar cantik. Gomawo . . .” ucap Yoona sembari tersenyum.

Mianhae, hanya ini yang bisa kuberikan padamu. Aku . . .”

Kalimat Kyuhyun terhenti ketika jari Yoona tampak menyentuh bibir Kyuhyun.

“Aku sama sekali tidak mempermasalahkan apapun yang kau berikan padaku. Aku pasti menerimanya. Lagipula, aku sudah memiliki hadiah termanis yang selalu kau berikan padaku,” ucap Yoona.

“Hadiah termanis?”

Wajah Yoona perlahan memerah. “Hadiah termanis bagiku . . . adalah kau.”

Kyuhyun terkejut mendengarnya. “Aku?”

Yoona mengangguk. “Karena kau selalu berada di sisiku. Walau hubungan kita selalu diwarnai pertengkaran kecil, aku tetap selalu ingin bersamamu. Kuharap, kau akan berada di sisiku selamanya.”

Kyuhyun tersenyum. “Tentu saja. Aku pasti akan selalu berada di sisimu. Aku janji.”

Keduanya pun berpelukan satu sama lain.

Saengil chukkae hamnida, chagi . . .” bisik Kyuhyun pada Yoona. Laki-laki itu tampak melepas pelukannya, mendekatkan wajahnya ke arah Yoona, dan akhirnya mendaratkan satu kecupan manis di bibir gadis itu.

“Ya, Cho Kyuhyun! Berani sekali kau mencium adikku di depan kedua orang tuaku!”

Suara keras Taeyeon berhasil membuat Kyuhyun dan Yoona tersadar jika keduanya menjadi pusat perhatian. Keduanya hanya tersenyum satu sama lain dengan wajah yang memerah.

“Jika kau mau, aku juga bisa melakukan apa yang dilakukan Kyuhyun padamu . . .” ucap Leeteuk tiba-tiba.

Taeyeon menoleh kaget ke arah Leeteuk. Laki-laki itu tampak mendekatkan wajahnya ke arah Taeyeon. Seketika tangan Taeyeon langsung mendorong wajah Leeteuk ke arah lain, menggagalkan rencana Leeteuk yang berniat menciumnya. Kontan sikap keduanya mengudang gelak tawa bagi semua orang.

Di tengah-tengah kebahagian yang mereka alami, Yoona tampak bergelayut manja di lengan Kyuhyun.

Gomawo, Kyu. Saranghae . . .”

Kyuhyun mengulum senyum. “Nado saranghae, Yoona . . .

-THE END-

Kali ini saya datang membawa sebuah ficlet, niatnya sih dalam rangka merayakan hari ulang tahun Yoona Girls Generation hehe😀 Saengil chukkae hamnida . . .
Ah iya, saya masih belum bisa membuat kelanjutan FF yang lain, karena kemarin masih fokus dengan tugas kuliah, maaf. Sebagai gantinya saya publish FF ini dulu hehe, semoga kalian suka, seperti biasa saya tunggu RCL dari kalian, Gomawo😀

32 thoughts on “[Ficlet] The Sweetest Gifts

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s