Just For You – Chapter 8


justforyou4

Title : 

“Just For You”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Other Cast :

Park Jungsoo Super Junior

Kim Taeyeon SNSD

Genre :

Romance, Sad

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

Kyuhyun POV

“Sebenarnya . . . apa rencanamu?” tanya Taeyeon saat aku keluar dari kamar.

“Rencana?”

Taeyeon mengangguk pelan. “Leeteuk bilang padaku, kau mempunyai sebuah rencana dan itu membutuhkan bantuan kami. Memangnya apa rencanamu, Kyu?”

Aku melirik ke arah Donghae yang sedikit terkejut dengan pernyataan Taeyeon. Aku pun tersenyum menanggapinya.

“Di hari pernikahanku nanti . . .”

Semua orang tampak menungguku kembali melanjutkan kalimatku. Tanpa keraguan aku pun menjawab, “Aku akan melarikan diri.”

Satu jawaban dariku ini, berhasil membuat semua orang tampak menatapku kaget.

-End Previos Story-

Three months later . . .

Author POV

“Apa kau sudah siap?”

Yoona mengangguk. Yeoja itu tengah duduk di atas ranjang. Hampir 3 bulan ia menjalani perawatan di rumah sakit pasca melakukan operasi transplantasi kornea.

Dokter Choi tampak mendekat ke arah Yoona. Dibantu dengan perawat yang bertugas, Dokter Choi melepas perban yang menutupi kedua mata Yoona. Terlihat jelas jika Yoona tidak dapat menyembunyikan rasa gugupnya. Sejak tadi yeoja itu hanya terdiam dengan kedua tangan yang tampak disembunyikan di balik selimut.

Taeyeon dan Leeteuk juga terlihat menunggu hasil akhir dari operasi transplantasi kornea yang dilakukan Yoona. Keduanya tampak mendampingi yeoja itu di samping ranjangnya.

“Kau bisa membuka matamu perlahan . . .” ucap Dokter Choi.

 

Yoona POV

Hening. Sungguh aku merasa gugup. Aku tidak tahu apakah operasi ini berjalan sesuai harapan.

“Kau bisa membuka matamu perlahan . . .”

Perintah Dokter Choi itu sedikit membuatku merasa takut. Aku takut jika ternyata operasinya gagal. Aku takut apa yang kuharapkan tidak terwujud.

Perlahan, aku mencoba mengerjapkan kedua mataku. Kulihat samar-samar, bentuk dari ruang yang tidak lain adalah ruang inapku selama di rumah sakit terlihat. Namun masih sedikit buram. Aku memejamkan kembali mataku, menarik nafas panjang dan melepasnya. Kembali aku mencoba membuka kedua mataku, mengerjapkannya hingga akhirnya, aku melihat ke arah namja yang tampak mengenakan pakaian dokter tersenyum ke arahku.

“Kau bisa melihatku?”

Aku masih terdiam. Bibirku terasa kelu untuk mengeluarkan kalimat. Bukan karena sedih, namun aku terlalu bahagia hingga tidak bisa berkata apa-apa. Operasi transplantasi kornea yang kujalani, akhirnya berhasil. Aku bisa melihat lagi.

“Kau bisa melihatku?”

Aku tersadar dari lamunanku saat mendengar Dokter Choi mengulang pertanyaannya. Dengan pelan, aku mengangguk sembari tersenyum.

Ne, aku bisa melihatmu, Dokter Choi . . .”

Aku tak kuasa menahan haru. Tanpa sadar air mataku menetes. Aku pun menoleh ke arah yeoja dan namja yang berdiri di sampingku.

“Taeyeon-ah . . .”

Taeyeon tampak menangis. Kemudian berjalan mendekat ke arahku lalu memelukku.

“Kau bisa melihat lagi, Yoong . . .” ucapnya sembari terisak.

Ne, aku bisa melihat lagi . . .”

Taeyeon menatap ke arahku. Tangannya perlahan mengusap wajahku, berusaha menghapus air mataku yang mengalir. Aku pun juga melakukan hal yang sama padanya. Kami tertawa kecil satu sama lain. Kebahagiaan inilah yang sudah lama kami nantikan. Hari dimana aku akhirnya bisa kembali melihat dunia yang sangat kurindukan ini.

“Kau . . . Leeteuk?” tanyaku pada namja di samping Taeyeon.

Ne, aku Leeteuk. Syukurlah akhirnya kau bisa melihat lagi, Yoong . . .” ucapnya sembari menjabat tanganku.

Aku menyambut uluran tangannya sambil tersenyum. Tiba-tiba, kurasakan ada yang kurang. Aku memperhatikan sekelilingku. Mencoba mencari seseorang yang sangat kurindukan dan kuharapkan kehadirannya di sini.

“Dimana . . . Kyuhyun?”

 

Kyuhyun POV

“Bagaimana menurutmu?”

Aku melirik ke arah Jessica yang tengah melakukan fitting busana pengantin.

“Biasa saja,” jawabku malas.

Kulihat ekspresinya menatap tajam ke arahku. Namun kubiarkan begitu saja. Memang apa yang harus kulakukan lagi? Apakah aku harus tersenyum sambil memujinya? Tidak akan. Jessica di mataku sangatlah buruk. Terlebih lagi saat aku mengingat apa yang sudah dilakukannnya. Memanfaatkan kebaikan appa padanya dan mempengaruhinya. Rencananya itu hampir saja mencelakakan Yoona. Sampai kapanpun aku tidak mau menerimanya sebagai istriku.

“Cih, apa kau tidak bisa lebih perhatian sedikit pada calon istrimu?” tanya Jessica sinis.

“Calon istri?” Aku pun berjalan mendekat ke arahnya. “Boleh saja kau menganggapnya demikian, tapi bagiku sama sekali tidak. Kau pikir aku akan semudah itu masuk dalam perangkapmu?”

Jessica justru tersenyum tipis. Seolah tidak takut dengan ancaman yang kuberikan padanya.

“Aku tidak peduli apa yang akan kau lakukan. Tapi kuyakin, kau pasti akan menjadi milikku . . .” lanjutnya.

Tanganku mengepal. Aku menyesal pernah mencintainya dan menjalin hubungan dengannya selama 2 tahun.

“Kyuhyun-ah . . .”

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. Kulihat kakak tiriku sudah masuk ke dalam boutique tempatku dan Jessica melakukan fitting busana pengantin.

Hyung . . .”

“Aku ingin bicara sebentar denganmu,” ucapnya lalu berjalan keluar dari boutique.

Aku mengangguk pelan dan mengikuti Donghae di belakangnya. Kutinggalkan Jessica yang masih berkutat dengan busana yang dikenakannya.

“Ada apa?” tanyaku penasaran saat melihat wajah seriusnya. Sebenarnya ada hal baik yang berubah di antara kami. Sejak terakhir kali aku menjenguk Yoona di rumah sakit, hubunganku dan kakak tiriku mulai membaik. Perlahan aku mulai menerima kehadirannya dan mencoba menganggapnya sebagai kakak kandungku sendiri.

“Kau sudah dengar kabar tentang Yoona?” tanyanya dan berhasil membuatku terkejut.

“Apa yang terjadi dengannya?”

Kulihat kakak tiriku itu justru tersenyum. “Operasinya . . . operasinya berjalan lancar. Sesuai dengan apa yang kita harapkan. Yoona memperoleh kembali penglihatannya.”

Kabar yang disampaikan Donghae itu bagaikan angin segar untukku. Aku tidak tahu harus berkata apa.

“Benarkah?”

Donghae mengangguk sembari tersenyum. “Aku akan segera ke sana. Kau mau ikut?”

Mendengar ajakan kakak tiriku itu, hatiku terasa miris. Ingin sekali rasanya aku ikut, tapi aku terlalu khawatir jika sampai tindakanku ini diketahui appa, aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya pada Yoona.

“Kurasa . . . aku tidak bisa ikut,” jawabku lirih. “Belum saatnya aku bertemu dengannya.”

“Perlukah aku menyampaikan sesuatu padanya?” tanya Donghae.

Aku menatap wajah kakak tiriku yang terlihat memperhatikanku dengan serius.

“Katakan padanya . . . untuk menungguku. Aku pasti akan segera menemuinya,” ucapku.

Donghae mengangguk lalu bersiap pergi menuju rumah sakit.

“Ah, satu lagi,” ucapku mencegahnya. “Katakan juga pada Leeteuk, rencana yang sudah kususun, bagaimanapun juga akan tetap kulakukan. Tidak peduli apapun resikonya. Kau juga bisa membantuku kan, hyung?

Kulihat kakak tiriku itu mengulum senyum padaku. “Ne, arraseo.”

 

Author POV

Hening. Yoona terlihat menatap tak percaya ke arah Taeyeon dan Leeteuk. Penuturan yang dilakukan keduanya membuat reaksi Yoona terkejut.

“Tidak mungkin . . .”

Taeyeon dan Leeteuk saling menatap satu sama lain. Mereka tahu berita tentang pernikahan Kyuhyun dan Jessica akan membuat  Yoona terpukul. Namun, bagaimanapun juga Yoona harus mengetahuinya.

“Kapan?”

Taeyeon dan Leeteuk kembali menoleh ke arah Yoona.

“Kapan pernikahannya dilaksanakan?” tanya Yoona. Terlihat jelas gurat kesedihan di wajah Yoona. Yeoja itu tampak terus menunduk.

“Dua hari lagi,” jawab Leeteuk.

Yoona memperhatikan Leeteuk. Dilihatnya namja itu tampak menunduk. Hal itu membuat Yoona kembali meneteskan air mata. Selama ini ia tidak tahu jika Kyuhyun berusaha melakukan yang terbaik untuknnya. Menggagalkan rencana penggusuran rumahnya dan membuatnya menjalani operasi transplantasi kornea. Ia tidak tahu apa yang dilakukan Kyuhyun untuknya haruslah dibayar dengan pernikahan yang akan dijalani Kyuhyun dengan Jessica.

“Apakah . . . kami memang tidak ditakdirkan untuk bersama?” gumam Yoona lirih.

Taeyeon langsung berjalan mendekati Yoona dan memeluk sahabatny itu. Yoona pun kembali menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Taeyeon.

 

Yoona POV

Aku tengah mengemasi beberapa barang milikku sebelum keluar dari rumah sakit. Dokter Choi sudah mengizinkanku pulang hari ini. Aku bersyukur, operasi yang kujalani berjalan lancar. Kini aku dapat melihat kembali. Appa, eomma . . . apakah kalian melihatku dari sana? Aku sudah bisa melihat lagi sekarang.

Aku mengusap kedua mataku yang kurasakan buliran air mata hampir jatuh membasahi wajahku.

“Yoona . . .”

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Kulihat sosok namja sudah berdiri di depan pintu sembari membawakan seikat bunga untukku.

“Donghae?”

Namja itu mengangguk lalu berjalan mendekat ke arahku. “Ne, ini aku. Donghae.”

Aku tersenyum ke arahnya. Kini bisa kulihat wajahnya yang tampan. Namja itu memberikan bunga yang dipegangnya padaku. Kami pun menatap satu sama lain sambil melempar senyum.

Donghae mengajakku berbicara secara pribadi. Kami pun memutuskan untuk pergi ke taman sekitar rumah sakit.

“Bagaimana perasaanmu?” tanya Donghae.

“Aku bahagia. Karena akhirnya, aku bisa melihat kembali dunia yang selama ini kurindukan,” jawabku.

“Aku senang mendengarnya. Chukkae . . .” balas Donghae sembari tersenyum.

Walaupun demikian, tetap saja aku tidak bisa menyembunyikan perasaan sedihku tentang Kyuhyun. Ingin sekali aku bertemu dengannya. Seperti apakah wajah namja yang sudah menjadi kekasihku itu? Rasa penasaran itu terus terngiang dalam benakku. Walaupun kemungkinan untuk terakhir kalinya, aku tetap ingin bertemu dengan Kyuhyun.

“Kyuhyun . . . dia menyuruhku menyampaikan pesannya untukmu . . .”

Seketika aku menoleh ke arah Donghae. Ucapannya itu membuatku terkejut dan juga penasaran.

“Pesan?”

Donghae mengangguk. “Dia berpesan . . .”

Aku masih menunggu Donghae melanjutkan kalimatnya.

“Agar kau menunggunya. Dia pasti akan datang menemuimu,” lanjut Donghae.

Aku masih belum mengerti dengan maksud dari pesan Kyuhyun.

“Kau jangan langsung menerima kenyataan terkait pernikahan Kyuhyun dengan Jessica. Bagaimanpun juga, perasaan Kyuhyun hanyalah untukmu. Percayalah . . .” ucap Donghae.

“Kau jangan menghiburku . . .”

Donghae tersenyum. “Aku berbicara yang sebenarnya. Selain itu . . .”

Aku memperhatikan ke arah Donghae yang terlihat menunduk sembari menggigit bibirnya.

Mianhae, atas sikapku terakhir kali padamu. Awalnya aku memang tidak bisa menerima kenyataan karena kau lebih memilih Kyuhyun daripada aku. Sikapmu membuatku semakin membenci Kyuhyun. Tapi, saat melihat kesungguhan hatinya hingga rela melakukan apapun demi kebahagiaanmu, aku menyadari bahwa Kyuhyun sangat mencintaimu.  Sama seperti dirimu yang sangat mencintainya. Aku dapat merasakan kesedihan yang kau rasakan saat ini . . .” ucap Donghae.

“Donghae-ah . . .”

“Kuharap kita akan selalu menjadi teman,” kata Donghae sembari mengulurkan tangannya padaku.

Aku pun menyambutnya sembari tersenyum. Baiklah. Jika ini memang pesan yang kau berikan padaku, aku akan menunggumu, Kyuhyun.

ooOoo

Author POV

Hari pernikahan Kyuhyun dan Jessica pun tiba. Sesuai dengan kesepakatan keluarga Cho dan keluarga Jung, acara pernikahan akan dilangsungkan di kediaman pribadi keluarga Cho. Terlihat berbagai persiapan tengah dilakukan untuk menyambut acara besar tersebut.

Kyuhyun tampak berdiri di depan pintu masuk kediamannya untuk menyambut beberapa tamu undangan yang mulai hadir. Namja itu mengenakan tuxedo warna hitam dengan dalaman kemeja berwarna putih. Kedua orang tua Kyuhyun dan juga Tuan Jung tampak mendampinginya. Sementara Jessica masih bersiap di ruang rias pengantin.

“Kyuhyun-ah . . .”

Kyuhyun menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Dilihatnya Donghae tampak berjalan mendekatinya lalu membisikkan sesuatu.

“Semua sudah siap?” tanya Kyuhyun lirih.

Donghae mengangguk. “Semua sudah sesuai dengan rencanamu.”

“Bagus.” Kyuhyun kembali menyalami tamu undangan yang sudah hadir. Kemudian ia mendekat ke arah Mr. Cho.

Appa . . . aku ingin ke toilet sebentar,” ucap Kyuhyun.

Mr. Cho menatap kaget ke arah putranya tersebut.

“Kau ini, acara sebentar lagi akan dimulai . . .” desah Mr. Cho.

“Kurasa kau terlalu gugup, Kyuhyun-ssi . . .” sambung Tuan Jung sambil tertawa kecil.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis kemudian bergegas menuju toilet. Sebenarnya, ia tidak benar-benar ingin ke toilet, melainkan itu hanya sebagai langkah awal untuk menjalankan rencananya.

“Tuan Muda . . .”

Tiba-tiba langkahnya sudah dihentikan oleh ketiga pengawal suruhan Mr. Cho yang selalu mengikutinya.

“Aku ingin ke toilet,” ucap Kyuhyun. Ia tahu para pengawal tersebut akan tetap mengikutinya. Ia biarkan saja ketiga namja itu mengikuti Kyuhyun dari belakang.

 

Kyuhyun POV

Sudah kuduga, ketiga orang itu pasti akan tetap mengikutiku. Sekarang, aku harus menunggu di dalam toilet sampai Donghae melakukan bagiannya.

“Kalian yang disana!”

Tak butuh waktu lama untuk menunggu. Tiba-tiba kudengar suara Donghae yang mendekat. Aku pun merapat ke arah pintu toilet.

“Kalian harus bertugas di bagian depan,” ucap Donghae.

Mianhae, Tuan Muda Donghae. Kami sudah ditugaskan untuk selalu mengawasi Tuan Muda Kyuhyun.”

Aku mendesah pelan saat mendengar salah satu pengawal menjawab perintah Donghae.

“Ini perintah appa. Apa kalian ingin melanggarnya?” ancam Donghae.

Hening. Aku tidak mendengar suara apapun. Kurasa ketiga pengawal itu terpengaruh dengan ucapan kakak tiriku. Aku semakin mendekatkan telinga ke arah pintu. Berusaha mencuri dengar apa yang terjadi di luar. Aku hanya mendengar suara langkah kaki yang semakin menjauh. Ini artinya, ketiga pengawal itu sudah pergi mengikuti Donghae.

Aku mengeluarkan ponsel dari saku celanaku.

Yeoboseyo . . .” Kudengar suara lirih dari Leeteuk.

“Kau sudah siap?” tanyaku lirih. “Kita mulai sekarang.”

KLIK! Begitu aku mematikan ponselku, aku langsung keluar dari toilet dan berlari menuju lokasi yang sudah dijanjikan, tempat dimana Leeteuk tengah menungguku di luar rumah.

 

Author POV

Donghae terlihat memperhatikan ke arah ketiga pengawal yang sedang berjalan di belakangnya. Sesekali ia juga memperhatikan ke arah toilet. Dilihatnya Kyuhyun tampak keluar dari toilet. Sialnya, salah satu dari ketiga pengawal tersebut tanpa disengaja menoleh ke arah belakang. Menyadari bahwa Kyuhyun berniat melarikan diri, ketiga pengawal tersebut langsung berbalik untuk mengejarnya.

Dengan sigap, Donghae langsung menarik salah satu pengawal dan menjatuhkannya dengan satu pukulan. Kontan sikapnya itu langsung mendapat perlawanan dari kedua pengawal yang lain. Donghae pun tak segan membalasnya dan akhirnya terjadi perlawanan yang sengit dengan ketiga pengawal tersebut. Beruntung Donghae berhasil melumpuhkan mereka. Selesai dengan urusannya, namja itu tampak berlari mengejar Kyuhyun.

Ketiga pengawal yang berhasil dilumpuhkan Donghae langsung berlari menemui Mr. Cho yang sudah bersiap di altar.

“Kenapa dengan wajah kalian? Dimana Kyuhyun?” tanya Mr. Cho bingung.

Ketiga pengawal tersebut tampak menunduk ke arah Mr. Cho. “Mianhae, Tuan Muda Kyuhyun berhasil melarikan diri.”

Seketika kedua orang tua Kyuhyun tampak shock mendengarnya. Begitu juga dengan Jessica dan Tuan Jung yang sudah duduk di area depan. Semua tamu undangan yang mendengar percakapan itu juga langsung heboh.

“Kami berusaha mengejarnya, tapi Tuan Muda Donghae menghalangi kami dan ikut melarikan diri bersama Tuan Muda Kyuhyun . . .”

Mr. Cho tampak semakin geram. Kedua putranya sukses mempermalukannya di depan kalayak umum.

“Aku tidak mau tahu, cepat kalian temukan mereka!” perintah Mr. Cho.

Ketiga pengawal tersebut mengangguk lalu bergegas keluar dari kediaman keluarga Cho. Suasana acara tersebut menjadi kacau dan tidak terkendali. Pengantin pria melarikan diri di hari pernikahannya, jelas sangat mencoreng nama keluarga Cho dan juga sangat menyakitkan bagi keluarga Jung.

Jessica tidak dapat menyembunyikan kemarahannya. Ia meremas buket bunga yang dipegangnya. Yeoja itu terlihat kesal saat mengetahui calon suaminya melarikan diri di hari pernikahannya.

 

Yoona POV

Aku berdiam diri di dalam kamarku. Berusaha menenangkan suasana hati yang tidak tenang sejak semalam. Bagaimana tidak? Hari adalah hari pernikahan Kyuhyun dengan Jessica. Rasanya aku masih tidak percaya mendengar kabar itu. Semakin lama semakin dipikir membuatku tersiksa.

“Yoong . . .”

Kulihat Taeyeon sudah masuk ke kamar sambil membawa secangkir teh herbal.

“Minumlah, ini akan membuat perasaanmu lebih tenang . . .” ucapnya.

Aku mengangguk sambil tersenyum ke arahnya. Lalu kuambil teh herbal yang sudah disajikan Taeyeon untukku.

Tiba-tiba aku mendengar suara pintu yang diketuk paksa. Aku bingung. Toko bunga sedang kututup sementara waktu. Siapa yang datang?

“Biar aku yang melihatnya . . .” ucap Taeyeon lalu bergegas turun menuju toko bunga yang lokasinya berada di bawah kamar.

Sepeninggalan Taeyeon aku kembali memperhatikan ke arah luar rumah melalui jendela kamar. Kembali larut dalam pikiranku sendiri. Ah, aku sangat merindukanmu Kyuhyun. Tidak bisakah kita bertemu walau hanya sekali saja?

“Yoong . . .”

DEG! Suara ini . . . tidak mungkin. Kurasa aku pasti sedang bermimpi. Mana mungkin aku mendengar suara Kyuhyun sekarang? Bukankah namja itu tengah melangsungkan acara pernikahannya dengan Jessica?

“Im Yoona . . .”

Jantungku kembali berdegup kencang. Kuberanikan diri untuk menoleh ke belakang walau dalam hati aku takut jika tidak sesuai dengan apa yang kubayangkan.

Kulihat sosok namja berperawakan tinggi dengan pakaian tuxedo yang ia kenakan. Garis wajahnya yang terlihat tegas sehingga memperlihatkan ketampanannya.

“Kyu . . . Kyuhyun?”

Untuk pertama kalinya aku melihat wajah orang yang sangat kucintai ini. Kurasakan buliran air mata jatuh membasahi pipiku. Kyuhyun pun berjalan mendekat dan langsung memelukku.

“Aku sangat merindukanmu, Yoong . . .” ucapnya lirih.

Aku mencoba kembali memperhatikan wajahnya. Tanganku perlahan mengusap wajah tampannya yang dipenuhi keringat.

“Kau sudah bisa melihatku sekarang?” tanyanya sembari tersenyum.

Aku mengangguk pelan dengan air mata haru yang terus mengalir membasahi wajahku. Perlahan tangan Kyuhyun mengusap air mataku. Namja itu mengecup keningku, hingga akhirnya kami berpelukan satu sama lain.

“Tapi . . . apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah seharusnya kau . . .”

“Kita harus pergi sekarang!” ucap Kyuhyun tiba-tiba memotong pembicaraanku.

Dahiku mengernyit. “Pergi?”

“Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. Kita harus segera . . .”

“Kyuhyun, gawat! Mereka sudah terlihat dari jauh. Sebentar lagi tiba di sini . . .” ucap Leeteuk tiba-tiba sambil menyeruak masuk ke dalam kamarku.

Aku semakin bingung dengan situasi yang terjadi. Saat kulihat Donghae juga ikut masuk bersama Taeyeon. Ada apa sebenarnya?

“Kalian harus segera pergi, biar kami yang menangani mereka . . .” lanjut Donghae.

Kulihat Kyuhyun mengangguk, kemudian menatapku. Seolah tahu dengan perasaanku yang tengah bingung, namja itu tersenyum ke arahku.

“Percayalah padaku, apapun yang kulakukan ini, semua untuk kebahagiaanmu, dan juga kebahagiaan kita,” ucap Kyuhyun sembari menggenggam erat tanganku.

Kulihat keseriusan dari wajah Kyuhyun hingga membuatku mampu menekan rasa keraguanku. Aku pun mengangguki ucapannya dan membiarkannya menarikku meninggalkan tempat ini.

 

Author POV

Kyuhyun dan Yoona melarikan diri melalui pintu belakang rumah Yoona. Sementara Leeteuk dan Donghae berusaha menghalangi orang suruhan Mr. Cho yang berniat membawa paksa Kyuhyun kembali ke rumah. Mereka sudah menduga jika jumlah orang yang harus dihadapi lebih banyak dari sebelumnya. Keduanya pun terpaksa bekerja keras untuk melumpuhkan orang-orang tersebut. Namun sialnya, dua orang di antara mereka tanpa disengaja justru melihat Kyuhyun dan Yoona yang melarikan diri dari pintu belakang.  Keduanya pun langsung bergegas mengejar Kyuhyun dan Yoona. Leeteuk dan Donghae mendesah dan mempercepat gerakan mereka untuk melumpuhkan orang-orang suruhan Mr. Cho agar dapat menyusul Kyuhyun dan Yoona.

Menyadari ada dua orang yang mengejar mereka, Kyuhyun dan Yoona semakin mempercepat langkahnya. Mereka terus berlari walau tidak tahu ke arah mana langkah kaki membawa mereka untuk menyelamatkan diri.

“Kyu . . .” Yoona terlihat cemas saat melihat kedua orang itu semakin mendekat.

Kyuhyun menyadari yeoja yang digandengnya tampak ketakutan. Dalam kondisi genting seperti ini, ia berusaha mencari jalan keluar. Kyuhyun melihat ada sebuah gedung pusat perbelanjaan yang megah. Tanpa pikir panjang, namja itu langsung menarik Yoona untuk masuk ke dalamnya. Membaur dengan orang-orang yang sedang mengunjungi tersebut akan membantu mereka untuk bersembunyi dari kejaran.

“Kita menuju lantai paling atas,” ucap Kyuhyun.

Yoona tidak berkata apa-apa lagi. Ia turuti saja ucapan Kyuhyun. Sesekali ia memperhatikan ke arah belakang. Kedua orang itu masih mengejar mereka namun dengan jarak yang cukup jauh dari keduanya.

Kyuhyun dan Yoona berjalan menuju lantai paling atas. Keduanya memilih naik melalui tangga darurat. Tindakan itu cukup menguras tenaga mereka. Namun tidak mereka pedulikan. Bagaimanapun juga mereka harus berhasil melarikan diri dari kejaran dua orang suruhan Mr. Cho.

Nafas keduanya tampak terengah-engah begitu tiba di lantai atas. Di bagian paling atas gedung difungsikan sebagai landasan helikopter jika terjadi sesuatu yang darurat.

“Tuan Muda . . .”

Keduanya menoleh kaget ke arah belakang. Rupanya keberadaan mereka berhasil dilacak oleh dua orang suruhan Mr. Cho.

Yoona tampak bersembunyi di belakang Kyuhyun. Wajahnya terlihat ketakutan.

“Apa yang ingin kalian katakan?” tanya Kyuhyun kemudian. Berusaha bersikap tenang.

“Anda harus kembali . . .” ucap salah satu pengawal.

“Kalau aku menolak, apa yang akan kalian lakukan?”

Kedua pengawal Kyuhyun tampak saling memandang. “Kami akan membawa Tuan Muda dengan paksa . . .”

Kyuhyun tersenyum sinis. Ia pun langsung memeluk Yoona dan keduanya berjalan mundur semakin mendekat ke arah tepi gedung. Sesekali Kyuhyun memperhatikan ke arah bawah gedung yang cukup tinggi tersebut. Sementara Yoona masih memperhatikan kedua orang yang mulai berjalan mendekati mereka.

“Begitu aku hitung, kita melompat . . .” bisik Kyuhyun.

Mwo?” Yoona menoleh kaget saat mendengar ide gila dari Kyuhyun tersebut.

Kyuhyun menarik Yoona dalam pelukannya. Hingga posisi yeoja itu membelakangi kedua orang yang semakin berjalan mendekat ke arah mereka.

“Percayalah padaku. Aku pasti akan melindungimu,” ucap Kyuhyun meyakinkan Yoona.

Hana . . . dul . . .” Kyuhyun semakin berjalan mundur. Sementara Yoona memejamkan kedua matanya dan semakin mempererat pelukannya pada Kyuhyun.

Set!

“TUAN MUDA!!”

Terlambat. Kyuhyun dan Yoona sudah melompat terjun ke bawah dari gedung.

-TBC-

Kembali lagi membawa kelanjutan FF ini. Maaf banget untuk keterlambatannya dan jika ceritanya malah jadi aneh, hehe. Untuk FF yang lain, ditunggu dulu ya. Seperti biasa, saya tunggu RCL dari kalian, gomawo😉

43 thoughts on “Just For You – Chapter 8

  1. minkijaeteuk says:

    kyuhyun ngak mungkin bunuh diri kan???? appa y lagi tega ngt sih ma anak sendiri ngak dibiarin bahagia oaahal kyuhyun n donghae udah akut berkat yoona….

  2. Zha zha afryani says:

    MWO ????apa yang dilakukan kyuhyun ,,,jadi penasaran ???
    Semoga aja mereka selamat .
    Author memang hebat buat pembaca deg-degan

  3. AlligatorEvilNatalia says:

    ceritanya nguras air mata.. Dramatis banget… Jebal next dong thor… Jeballll… Aq harap KyuNa slamat… Please Happy Ending.. Please ya thor…

    author daebak !!!! (Y)

  4. elvi says:

    Yeey,,, kyuppa kabur dari acara pernikahan ny…
    Yoona udah bisa lihat lagi…
    Tapi apa slamat yoona ma kyuppa?
    Atau ada sesuatu yg menunggu di bawah?
    Next chapt…
    Lovely couple di tggu yah…
    Gomawo..

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s