Look, at Me! – Chapter 4


lookatme2

Title : 

“Look, at Me!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Angst, Family, Married Life, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

“Mulai sekarang . . . aku akan mencoba untuk mencintaimu,” lanjut Kyuhyun.

“Oppa . . .”

“Benar apa yang dikatakan Yuri. Kurasa selama ini aku sudah bersikap buruk padamu. Bahkan mungkin membuatmu stress hingga akhirnya kau seperti ini. Padahal selama ini, kau selalu memberikan perhatian padaku.  Kau bersikap layaknya seorang istri yang baik. Tapi, aku justru bersikap layaknya suami yang buruk,” kata Kyuhyun.

Yoona masih menatap tak percaya ke arah Kyuhyun.

“Memang sejak awal, aku tidak bisa menerima pernikahan ini.  Aku selalu berusaha menjaga jarak denganmu, hingga akhirnya bersikap kasar padamu. Karena itulah, maukah kau memaafkan kesalahanku dan memberiku waktu agar aku bisa mencintaimu, seperti kau mencintaiku?”

Gadis itu hanya diam. Ia seolah kehabisan kata untuk menjawab pertanyaan suaminya. Sampai akhirnya, ia mengangguk pelan. Tanpa disadari buliran air mata jatuh membasahi wajahnya. Bukan karena sedih. Melainkan senang. Kesabarannya membuahkan hasil. Walau Kyuhyun belum sepenuhnya mencintainya, setidaknya suaminya itu akan berusaha menerima perasaannya.

Kyuhyun tersenyum sembari menyeka air mata Yoona yang terus mengalir membasahi wajah cantiknya.

Diam-diam dari balik pintu ruang inap Yoona, Jessica terlihat menahan amarah. Tangannya tampak mengepal kala melihat kedekatan Kyuhyun dan Yoona yang mulai terjalin.

“Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja, Cho Kyuhyun . . .”

End Previous Story-

 Dua hari berlalu sejak Yoona dirawat rumah sakit. Kini gadis itu sudah diizinkan kembali pulang ke rumah. Selama dua hari pula, Kyuhyun mencoba untuk menerima gadis itu sebagai istrinya. Hal ini ia buktikan dengan sikapnya yang tidak pernah absen menemani Yoona di rumah sakit.

Yoona masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Kyuhyun terlihat membawakan beberapa barang milik istrinya tersebut. Kemudian membantu Yoona berbaring di ranjangnya sembari membenarkan posisi selimutnya.

“Untuk makan malam hari ini, kau tidak perlu menyiapkannya. Beristirahatlah, biar aku saja yang menyiapkannya,” ucap Kyuhyun.

Yoona mengangguk pelan. Senyum manis terus menghiasi wajah cantiknya. Diakui Kyuhyun, ia memang merasakan wajahnya yang memerah tiap kali melihat senyuman istrinya tersebut.

“Ah, ada satu hal lagi yang ingin kukatakan padamu,” ucap Kyuhyun. “Untuk sementara, kita memang masih tidur di kamar yang terpisah. Bukan berarti aku tidak mau menerima pernikahan kita. Seperti yang sudah kukatakan padamu sebelumnya, aku membutuhkan waktu. Jadi . . .”

Oppa . . .”

Kalimat Kyuhyun terhenti saat Yoona memotong pembicaraan. Pria itu kembali memandang wajah istrinya yang tersenyum.

“Aku tahu, jangan terburu-buru . . .” lanjut Yoona. “Aku akan selalu menunggumu, oppa.”

Kyuhyun mengulum senyum.

Gomawo, oppa. Kau sudah bersedia untuk mencoba menerimaku sekarang . . .” ucap Yoona.

Wajah pria itu kembali memerah saat melihat Yoona tersenyum untuk kesekian kalinya. Pria itu tampak menunduk lalu bergegas keluar dari kamar istrinya tersebut. Usai keluar dari kamar, ia senderkan sejenak punggungnya di depan pintu. Tangannya tampak memegang dada. Ia rasakan debaran jantungnya yang kencang.

“Kenapa akhir-akhir ini aku sering mengalami hal seperti ini?” gumamnya lirih. Diakuinya, sejak memutuskan untuk mencoba menerima Yoona, Kyuhyun merasakan perubahan besar dalam dirinya. Kyuhyun yang biasanya bersikap dingin bahkan terkesan kasar saat berhadapan dengan Yoona, kini pria itu justru mudah canggung dan gugup.

DRRT! Dering ponsel yang disimpan dalam saku celananya membuat pria itu terkejut dan tersadar dari lamunannya. Dengan cepat Kyuhyun merogoh ponselnya dan membuka sebuah pesan masuk untuknya.

Aku ingin bertemu denganmu, datanglah ke apartemenku

-Jessica-

Kyuhyun mendesah pelan. Ia biarkan saja pesan yang didapatnya dari Jessica tersebut. Pria itu memilih kembali melanjutkan kegiatan yang ingin dilakukannya untuk Yoona, menyiapkan makan malam.

*****

Jessica tampak terdiam dalam apartemennya. Entah sudah berapa gelas anggur yang dihabiskannya selama seharian ini.  Wajah wanita itu terlihat frustasi. Jelas bukan karena permasalahannya dengan Donghae, melainkan Kyuhyun. Sejak pertemuannya dengan Kyuhyun terakhir kali, pria itu tidak pernah menemui ataupun menghubunginya. Kyuhyun memang sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan keduanya.

“Kau keterlaluan, Cho Kyuhyun . . .” desah Jessica.

Tak lama kemudian, terdengar suara bel yang berbunyi. Jessica yang sebelumnya terlihat frustasi, seketika raut wajahnya berubah cerah. Wanita itu bergegas menghapus air mata yang terlanjur membasahi wajahnya. Ia beranjak dari posisinya dan berjalan mendekati pintu kamar apartemennya. Berharap bahwa orang yang ditunggunyalah yang sedang berdiri di depan pintu kamar apartemennya.

“Sudah kuduga, kau pasti . . .” Seketika kalimat Jessica terhenti kala melihat sosok pria yang berdiri di depan pintu kamar apartemennya. “Donghae?”

Dahi Donghae mengernyit ketika melihat ekspresi kekecewaan pada Jessica. “Kau kenapa? Apa kau sedang menunggu orang lain?”

Jessica tersenyum lalu menggeleng pelan. “Ani, kebetulan aku memang sedang menunggumu.”

Donghae tidak bertanya lagi saat melihat Jessica membalikkan tubuhnya dan berjalan masuk. Pria itu ikut berjalan di belakangnya. Donghae memperhatikan sekeliling ruang apartemen Jessica. Perhatiannya pun beralih pada gelas dan beberapa botol minuman anggur di ruang tengah.

“Kau habis minum?” tanya Donghae sembari mengambil botol anggur yang tampak kosong.

Jessica hanya mengangguk pelan sambil tersenyum tipis.

Wae? Kau sedang ada masalah? Ini pertama kalinya aku melihatmu seperti ini . . .” ucap Donghae terlihat cemas. Pria itu berjalan mendekat ke arah Jessica.

Nan gwaenchana, kau tidak perlu mencemaskanku . . .” balas Jessica.

Donghae memegang lembut bahu Jessica. “Aku ini kekasihmu, mana mungkin aku tidak mencemaskanmu?”

Jessica terdiam sejenak. Ia menatap ke arah Donghae yang tersenyum padanya. Ada rasa bersalah terhadap pria itu. Namun ia juga tidak bisa berbohong, jika saat ini ia masih sangat mencintai Kyuhyun. Apapun akan dilakukannya asal Kyuhyun dapat kembali lagi di sisinya. Walaupun ia tahu, Kyuhyun sudah menikah begitu juga dengannya yang sudah menjalin hubungan dengan Donghae. Pikiran wanita itu sekarang, hanya dipenuhi dengan Kyuhyun.

*****

Suasana dingin berubah menjadi hangat. Seperti itulah yang kini tengah dirasakan oleh Yoona. Untuk pertama kalinya ia bisa menikmati makan malam bersama dengan suaminya tanpa ada rasa ketegangan di antara mereka seperti sebelumnya. Sikap Kyuhyun yang mulai melunak, sangat membahagiakan bagi Yoona. Senyum terus mengembang di wajah gadis itu.

Kyuhyun memperhatikan Yoona tengah asyik menikmati makan malamnya. Ini pertama kalinya, makan malam yang sungguh menyenangkan bagi Kyuhyun. Biasanya pria itu sangat cuek tiap kali duduk bersama di ruang makan dengan Yoona. Kali ini, ia justru asyik mengamati istrinya. Melihat ekspresi Yoona yang terlihat begitu senang, tanpa sadar pria itu tersenyum.

Oppa . . .”

Kyuhyun menoleh ke arah Yoona yang kini tengah menatapnya. Jarak keduanya yang memang cukup dekat, membuat Kyuhyun dapat melihat wajah Yoona dengan jelas. Barulah ia sadari, Yoona memiliki paras yang cantik. Mungkin tidak hanya dari segi fisik, melainkan tercermin dari hatinya yang begitu baik dan tulus.

Ne?

“Bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?” tanya Yoona.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. Ia tidak mengerti dengan raut wajah istrinya yang tiba-tiba terlihat cemas.

“Tentu. Apa yang ingin kau tanyakan?”

Yoona meletakkan peralatan makannya sejenak. Gadis itu tertunduk sembari menggigit-gigit bibirnya.

“Apakah . . . ada sesuatu yang tejadi antara kau dengan Jessica?”

Kyuhyun tersedak mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Yoona. Pria itu menatap kaget ke arah istrinya. Dilihatnya Yoona langsung menunduk dengan wajah merasa bersalah.

Mianhae, oppa. Aku tidak bermaksud . . .”

“Kenapa kau menanyakan hal itu?” potong Kyuhyun.

Yoona terdiam. Sebenarnya ia merasa pertanyaan yang dilontarkannya sangatlah tidak pantas.

“Saat pertemuan pertama kali dengan Jessica di taman waktu itu, aku melihat kedekatan di antara kalian. Melihat kau dan Jessica begitu akrab, aku merasa hubungan kalian sepertinya lebih dari sekedar teman,” jawab Yoona. Usai mengatakan hal tersebut, gadis itu kembali memalingkan wajahnya ke arah lain.

Kyuhyun tertegun. Pria itu memperhatikan sosok gadis yang dilihatnya tengah menunduk itu.

“Kami hanya berteman, sudah kukatakan padamu dia adik kelasku saat kami kuliah. Lagipula, bukankah Jessica sudah berpacaran dengan sahabatmu, Donghae?” jawab Kyuhyun.

Yoona terdiam. Ia menyadari pertanyaannya telah menyinggung perasaan suaminya tersebut.

“Aku ke toilet sebentar,” ucap Kyuhyun.

Melihat Kyuhyun langsung beranjak dari posisinya, membuat Yoona semakin merasa bersalah pada pria itu.

“Aish, Yoona! Kau ini benar-benar bodoh. Bodoh!” runtuk Yoona sambil memukul-mukul pelan kepalanya.

Yoona kembali terdiam.

“Tapi, oppa . . . sungguh aku penasaran dengan hubungan di antara kalian. Saat makan malam bersama dengan mereka, aku melihat ekspresimu yang begitu marah saat mengetahui kekasih Donghae adalah Jessica. Apakah aku salah jika menduga di antara kalian ada sesuatu yang tidak kuketahui?” gumam Yoona lirih.

*****

Kyuhyun menatap cermin yang terpasang di salah satu sudut kamar mandi. Air yang membasahi wajah pria itu membuat wajahnya tampak kembali segar.

“Apa aku goyah?” tanyanya lirih sambil menatap cermin di hadapannya.

Mengingat pertanyaan yang diucapkan oleh istrinya, membuat hati Kyuhyun sesaat memang sempat goyah. Ia tahu, tidak mudah baginya untuk melupakan sosok wanita yang dicintainya hampir selama 3 tahun. Namun ia juga tidak bisa menolak bahwa hatinya terluka amat sangat kala mengetahui Jessica justru menduakan dirinya bersama pria lain. Mungkinkah saat ini ia sedang terkena karma? Karma karena Kyuhyun sudah menduakan Yoona lebih dulu?

“Apakah . . . ini karma yang harus kuterima?” gumamnya lirih.

Kyuhyun mengambil handuk kecil yang tersampir di sebelah wastafel. Pria itu lalu bergegas keluar dari kamar mandi dan mendapati Yoona sudah menunggunya di depan kamar mandi.

“Yoona?”

“Apa kau marah padaku, oppa?” tanya Yoona mengejutkan Kyuhyun. “Kurasa aku sudah bersikap tidak pantas padamu tadi.”

Kyuhyun terdiam. Ia yakin dan sadar, gadis di depannya itu benar-benar tulus mencintainya. Perhatian yang diberikan Yoona padanya, membuktikan betapa besar rasa cinta gadis itu padanya.

Kyuhyun tersenyum. “Ani, aku sama sekali tidak marah.”

Mendengar hal itu, Yoona tersenyum lega. Wajahnya yang sempat terlihat murung langsung berubah cerah.

“Kuharap, kau tidak pernah mengungkit masalah itu lagi, ne?

Yoona mengangguk. “Ne, oppa. Aku tidak akan mengungkitnya lagi.”

“Sekarang, kau beristirahatlah. Aku akan keluar sebentar untuk menyelesaikan suatu hal,” ucap Kyuhyun.

Yoona mengernyitkan dahinya. “Apa ada masalah di kantor?”

Kyuhyun yang sudah berjalan beberapa langkah berhenti sebentar lalu membalikkan tubuhnya ke arah Yoona. “Ne.”

Gadis itu hanya tersenyum. “Baiklah, oppa. Aku akan segera beristirahat, kau jangan khawatir.”

Kyuhyun berhenti sejenak dan memperhatikan Yoona yang mulai masuk ke kamar. Begitu ia yakin gadis itu sudah bersiap tidur, pria itu kembali berjalan keluar rumah menuju mobilnya yang terparkir di halaman.

Mianhae aku berbohong padamu. Tapi, kurasa kau tidak perlu tahu jika malam ini aku pergi menemui Jessica. Aku hanya ingin segera menyelesaikan masalahku dengannya,” gumam Kyuhyun lirih.

Kyuhyun pun masuk ke dalam mobil lalu melajukannya menuju apartemen Jessica.

ooOoo

Pagi kembali menyapa. Sudah sejak satu jam yang lalu, Yoona berkutat di dapur menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun. Gadis itu melirik ke arah jam dinding yang terpajang di sudut tembok. Sudah hampir jam bekerja kantor, kenapa suaminya itu belum keluar juga dari kamarnya.

Yoona pun akhirnya memilih menyiapkan sarapan suaminya dalam sebuah kotak bekal seperti yang terakhir kali dibuatnya. Gadis itu menyiapkan sandwich yang sangat disukai Kyuhyun.

Tiba-tiba terdengar suara pintu yang ditutup cukup keras. Tepat dugaan Yoona, Kyuhyun bangun kesiangan hingga membuat pria itu terlambat berangkat ke kantor. Dilihatnya suaminya itu tampak tergesa-gesa keluar dari kamarnya.

Oppa . . .”

Mianhae, kurasa aku tidak bisa ikut sarapan bersama denganmu. Aku sudah terlambat ke kantor,” ucap Kyuhyun dengan nafas terengah-engah. Pria itu pun kembali berjalan menuju pintu rumahnya.

Chakkaman . . .” Yoona mempercepat gerakan tangannya lalu mendekati Kyuhyun dan menyerahkan bekal yang sudah dipersiapkan untuk suaminya tersebut.

“Bawalah, kau harus tetap sarapan . . .” ucap Yoona tersenyum.

Kyuhyun memperhatikan kotak bekal yang diberikan Yoona padanya. Pria itu tersenyum lalu mengangguk ke arah istrinya. “Gomawo.”

Saat Kyuhyun bersiap untuk berjalan kembali, Yoona mencegahnya. Sikap istrinya itu membuat Kyuhyun sedikit bingung.

“Ada apa?”

Yoona tidak menjawab pertanyaan suaminya. Gadis itu hanya memperhatikan dasi suaminya yang terlihat tidak rapi. Dengan penuh perhatian, ia merapikan dasi yang dikenakan Kyuhyun.

“Dasimu berantakan, akan kurapikan sebentar . . .” ucap Yoona.

Kyuhyun merasakan debaran jantungnya yang kembali tidak beraturan. Melihat Yoona sedekat ini dengannya, pria itu terlihat gugup.

“Selesai.”

Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Yoona sudah selesai merapikan dasi yang dikenakannya.

Gomawo. Aku pergi dulu . . .” ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

Ne, hati-hati oppa . . .” balas Yoona. Gadis itu pun kembali ke dapur untuk membersihkan sisa sampah dari masakannya.

“Ah, malam nanti . . .” Kyuhyun menghentikan kalimatnya sejenak. “Apa kau mau pergi makan malam denganku?”

Mendengar ajakan Kyuhyun, Yoona terlihat senang. Gadis itu tanpa ragu mengangguki ajakan suaminya tersebut.

“Baiklah, nanti akan kupesankan tempat di restoran. Aku akan mengirimkanmu alamat restorannya. Kau datanglah lebih dulu, aku akan menyusulmu dari kantor,” ucap Kyuhyun.

Pria itu membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar rumah. Sepeninggalan Kyuhyun, Yoona tidak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya. Ia sudah tidak sabar untuk segera memberitahu kabar bahagianya itu pada sepupunya, Yuri. Gadis itu bergegas menyelesaikan pekerjaannya lalu mendekati ruang tengah dan meraih telepon rumahnya untuk menghubungi Yuri.

Yeoboseyo . . .” terdengar suara lirih dari seberang telepon.

Eonni, bisakah kau datang ke rumah sekarang?” tanya Yoona.

“…”

Ani, aku tidak bertengkar dengannya. Justru sebaliknya, hari ini aku ada kabar bahagia yang ingin kubagi denganmu, eonni . . .” jawab Yoona. Gadis itu sedikit kesal ketika mendengar Yuri berpikiran bahwa dirinya dan Kyuhyun kembali bertengkar.

“…”

“Kau mau datang?”

“…”

Ne, akan kutunggu. Cepatlah, eonni.  Aku sudah tidak sabar lagi . . .” jawab Yoona.

*****

Hampir satu jam sejak tiba di kantor, Kyuhyun masih sibuk memeriksa beberapa berkas yang terlihat menumpuk di meja kerjanya. Di sela-sela kesibukannya tersebut, perhatiannya beralih sejenak pada kotak bekal yang dipersiapkan oleh Yoona. Kyuhyun pun memutuskan untuk beristirahat sejenak, lalu menyantap sandwich kesukaannya tersebut.

Saat tengah asyik menikmati bekal sarapan yang dibuatkan oleh istrinya, tiba-tiba terdengar suara pintu ruang kerjanya yang diketuk.

“Masuk . . .”

Ternyata Sekertaris Kim yang datang. Sekertaris pribadinya itu tampak terkejut saat melihat atasannya justru tengah menikmati beberapa potong sandwich.

“Ah, mianhae jika kau melihatnya. Karena tadi pagi aku tidak sempat sarapan, istriku . . .” Kyuhyun menghentikan kalimatnya. Wajahnya tanpa sadar memerah. “Sudahlah. Ada apa?”

“Ada yang mencari Anda, sajangnim,” jawab Sekertaris Kim.

Dahi Kyuhyun mengernyit. “Mencariku?”

Sekertaris Kim mengangguk, lalu berjalan mundur beberapa langkah. Kyuhyun tampak memperhatikan pintu ruang kerjanya. Tak lama kemudian, datang seorang wanita yang sudah tidak asing baginya. Wanita yang paling tidak ingin dilihatnya, Jessica.

“Baiklah, kau bisa kembali melanjutkan pekerjaanmu . . .” ucap Kyuhyun pada Sekertaris Kim.

Sepeninggalan Sekertaris Kim, suasana berubah tegang. Kyuhyun terdiam. Nafsu makannya seolah hilang begitu melihat kehadiran Jessica di ruang kerjanya.

“Apa maumu?” tanya Kyuhyun dingin.

Jessica berjalan mendekati Kyuhyun. Wanita itu tidak segan langsung memeluknya. Dengan cepat, Kyuhyun mendorong pelan tubuh Jessica untuk menjauh darinya.

“Hentikan,” ucap Kyuhyun.

“Kenapa kau perlakukan aku seperti ini? Tidakkah kau tahu betapa menderitanya aku tanpa dirimu?”

Kyuhyun justru tersenyum sinis menanggapi pertanyaan Jessica itu. “Di antara kita sudah tidak ada hubungan apapun. Jangan pernah menemui atau menghubungiku lagi. Lebih baik, kau urusi saja kekasihmu, Donghae. Aku pun juga akan memulai kehidupan baruku dengan Yoona, yang seharusnya sudah kunikmati sejak setahun yang lalu.”

Shireo! Aku tidak mau berpisah denganmu. Aku sangat mencintaimu, Kyu . . .”

“Mencintaiku?” Kyuhyun yang awalnya bersabar menghadapi Jessica, seketika emosinya memuncak. “Kau masih berani mengatakan bahwa kau mencintaiku? Padahal jelas-jelas kau sudah menduakanku dengan menjalin hubungan bersama Donghae.”

Jessica terdiam. Seolah kehabisan kata untuk membalas ucapan Kyuhyun.

“Itu karena . . .”

“Cukup, aku tidak mau mendengarkan penjelasan apapun darimu. Hubungan kita sudah berakhir. Aku tidak mau melihatmu lagi,” ucap Kyuhyun dingin.

Jessica terlihat menahan rasa kesal sekaligus sedih. “Baik, jika itu memang maumu. Tapi, sampai kapanpun aku tidak akan melepasmu begitu saja. Aku yakin, kau pasti akan kembali lagi padaku, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun menatap kaget ke arah wanita di hadapannya. Dilihatnya Jessica langsung memalingkan wajah ke arah lain. Lalu berjalan keluar dari ruang kerjanya.

Begitu Jessica keluar, Kyuhyun terduduk di salah satu sofa untuk menerima tamu. Pria itu kembali mengingat kejadian semalam. Seharusnya, ia datang menemui Jessica di apartemen wanita itu untuk menyelesaikan masalah mereka. Namun, tanpa disengaja ia melihat Donghae keluar dari kamar apartemen Jessica. Hal itu membuat Kyuhyun semakin marah. Hingga akhirnya ia urungkan niatnya untuk menemui Jessica dan bergegas kembali ke rumah.

“Aish, kenapa aku harus memikirkannya lagi?” runtuk Kyuhyun kesal.

Dengan cepat, Kyuhyun menekan tombol pada telepon ruang kerjanya.

“Sekertaris Kim, bisa ke ruangan sebentar?” ucapnya.

Begitu disuruh Kyuhyun untuk menemuinya, Sekertaris Kim terlihat sudah masuk ke ruang kerjanya.

“Bisakah, kau membantuku untuk memesankan tempat makan malam, di restoran yang lokasinya tidak terlalu jauh dari sini? Untuk malam ini,” pinta Kyuhyun.

Sekertaris Kim mengangguk. “Ne, sajangnim. Akan segera kupesankan tempat untuk Anda.”

Kyuhyun tersenyum. Lalu mempersilakan Sekertaris Kim kembali ke mejanya.

“Benar. Jessica hanyalah masa laluku. Sekarang, aku harus melanjutkan hidupku bersama Yoona,” gumam Kyuhyun lirih.

*****

Malam ini, sesuai janji, Kyuhyun mengajak Yoona untuk makan malam bersama di sebuah restoran yang lokasinya tidak jauh dari kantor tempat Kyuhyun bekerja. Pria itu tampak merapikan meja kerjanya yang terlihat berantakan. Ia memperhatikan jam dinding yang terpasang di ruang kerjanya, jam makan malam sebentar lagi tiba. Kyuhyun mempercepat gerakannya dan bersiap-siap untuk menyusul Yoona yang sudah tiba lebih dulu di restoran.

Sebelum keluar dari ruang kerjanya, pria itu tampak merapikan penampilannya sejenak. Baru ia sadari, rasanya seperti kencan pertama kali dengan seorang gadis. Tanpa sadar wajahnya kembali memerah.

Kyuhyun berjalan menuju basement tempat mobilnya terparkir. Saat berniat masuk ke dalam mobil, tiba-tiba ponselnya berdering. Pria itu mengeluarkan ponselnya dari balik jasnya. Saat melihat nama Jessica yang tertera di layar, Kyuhyun mendesah. Seolah malas untuk menerima telepon dari wanita itu.

“Kau mau apa lagi?!” bentak Kyuhyun. Seketika raut wajahnya berubah saat mendengar suara yang berbeda dari seberang telepon.

Mianhae, bukankah ini nomor . . .” Kyuhyun menghentikan kalimatnya sejenak saat mendengarkan penjelasan dari sang pria yang tengah meneleponnya dengan ponsel Jessica.

“Apa katamu? Pemilik ponsel ini sedang mabuk berat?” tanya Kyuhyun. Rupanya pria tersebut adalah seorang bartender di sebuah klub malam.

“…”

Ne, arraseo. Aku akan segera ke sana,” ucap Kyuhyun. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung  menekan nomor ponsel Yoona.

Yeoboseyo . . .”

“Mendadak ada hal penting yang harus kuselesaikan, kita makan malam bersama lain kali. Mianhae.”

Kyuhyun langsung menutup ponselnya dan bergegas masuk ke mobil. Pria itu pun melajukan mobilnya meninggalkan basement.

*****

Yoona terdiam. Ia letakkan ponselnya di atas meja makan. Mendengar Kyuhyun membatalkan acara makan malam mereka, ada rasa sedih dalam hatinya.

“Sudahlah, untuk apa bersedih. Bukankah masih ada kesempatan lain?” gumamnya lirih berusaha menghibur diri.

Yoona beranjak dari posisinya dan berjalan meninggalkan restoran. Ia putuskan untuk kembali ke rumah menaiki bis. Gadis itu berjalan menuju halte yang letaknya tidak jauh dari restoran.

Yoona justru asyik menikmati perjalanannya selama menuju halte. Ia menyisiri kawasan yang cukup ramai. Mulai dari tempat berbelanja, kafe, restoran, hingga sebuah klub malam yang terkenal di kawasan tersebut.

Saat berjalan melewati klub malam, perhatiannya beralih pada dua orang yang baru saja keluar dari tempat tersebut. Seketika matanya terbelalak saat melihat dengan jelas sosok pria yang memapah seorang wanita yang tengah mabuk berat.

Oppa . . .”

Yoona langsung mencari tempat untuk bersembunyi. Ia putuskan merapatkan tubuhnya di balik tembok luar klub tersebut. Dari kejauhan, ia dapat melihat wajah Kyuhyun yang terlihat cemas, sementara Jessica sudah terbaring di kursi depan mobil Kyuhyun. Pria itu tampak masuk ke dalam mobil, melajukan mobilnya meninggalkan kawasan tersebut.

“Mendadak ada hal penting yang harus kuselesaikan, kita makan malam bersama lain kali. Mianhae.”

Seketika Yoona terduduk lemas. Pemandangan mengejutkan baru saja dilihatnya. Mengetahui Kyuhyun telah berbohong padanya, membuat hati Yoona semakin terluka. Apalagi saat melihat suaminya sendiri justru tengah berduaan bersama wanita lain.

Yoona menangis. Buliran air mata terus membasahi wajahnya.

“Kenapa kau berbohong padaku, oppa?” gumamnya lirih.

Dalam kesedihan yang menyelimuti hatinya, gadis itu berjalan menuju halte bis. Duduk sendirian dengan perasaan yang campur aduk, membuat pikirannya kosong. Seolah tidak tahu kemana tujuannya sekarang. Sudah hampir satu jam, ia membiarkan bis yang lewat di depannya. Kejadian malam itu benar-benar meluluh lantakkan hatinya. Membuat keyakinannya terhadap Kyuhyun melemah.

Yoona memperhatikan ke arah langit yang tiba-tiba mendung di malam hari. Tak lama kemudian, hujan deras turun membasahi seluruh kota, membuat semua orang berlarian mencari tempat teduh. Gadis itu kembali larut dalam kesedihannya.

“Sepertinya, langit bisa merasakan kesedihan yang kualami ini . . .”

-TBC-

Selesai juga nulis kelanjutan FF ini. Maaf untuk keterlambatannya. Saya juga minta maaf kalo ada typo dan juga ceritanya yang malah jadi aneh atau kurang gimana gitu. Tapi, saya tetap berharap kalian suka dengan kelanjutannya, ditunggu RCL dari kalian, gomawo😉

 

78 thoughts on “Look, at Me! – Chapter 4

  1. Dyan says:

    Ahh. Bru juga lg seneng diatas awan, ah ama authornya di jatuhin keaspal. .kan Nyessek ;(
    apa dengan ini yo0na bkalan putsin buat bercerai. .ANDWEE!!

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s