Prince as Bodyguard – Chapter 2


prncasbdygrd

Title : 

“Prince as Bodyguard”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Other Cast :

Oh Sehun EXO-K

Seo Joo Hyun SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Genre :

Comedy, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah Yoona. Membuat wanita itu tampak memundurkan tubuhnya.

“Sepertinya akan ada kejutan-kejutan besar untukmu. Bersiaplah . . .”

Yoona langsung menatap tajam ke arah Kyuhyun. Ia menyesal sebelumnya sempat kagum dengan pria yang kini berdiri di hadapannya itu.

“Mohon kerjasamanya . . .” lanjut Kyuhyun sembari tersenyum lalu berjalan meninggalkan Yoona yang terbengong dengan sikapnya.

Yoona tidak tahu harus berkata apa menanggapi pernyataan Kyuhyun itu. Wanita itu tampak menatap kesal ke arah Kyuhyun yang terlihat semakin menjauh dari hadapannya.

“Lihat saja! Aku tidak akan semudah itu untuk patuh dan tunduk padamu, Cho Kyuhyun!”

End Previous Story-

“Nona . . .”

Suara pelan dari Kepala Pelayan Kim sama sekali tidak ditanggapi oleh Yoona. Hampir satu jam wanita paruh baya itu membangunkan sang majikan yang masih tertidur pulas dibalik selimutnya. Ia pun keluar dari kamar, menemui Kyuhyun yang kini mulai bertugas menjadi pengawal pribadi Yoona.

“Belum bangun juga?” tanya Kyuhyun seolah bisa menebak dari ekspresi wajah Kepala Pelayan Kim.

Kepala Pelayan Kim itu hanya mengangguk sembari tersenyum kecil. “Biasanya dia baru bangun menjelang jam 8.”

Mendengar hal itu Kyuhyun menoleh kaget. “Jam 8?”

“Khusus untuk hari Minggu, Nona memang baru bangun menjelang jam 8. Namun di hari lain, Nona bangun jam 7 pagi.”

Kyuhyun terlihat shock mendengarnya. Kebiasaan yang sangat berbeda dengannya. Kyuhyun justru tiap hari bangun jam 5 tepat. Melakukan aktivitas rutinnya, berolahraga di pagi hari. Khusus hari Minggu, pria itu menghabiskan waktunya untuk jogging.

Kepala Pelayan Kim tersenyum melihat ekspresi Kyuhyun yang terlihat sangat terkejut. “Jika kau memang ingin membangunkannya, masuklah. Aku sudah mendengar semua dari Tuan Besar, kau tidak hanya ditugaskan untuk menjaga dan melindunginya. Tapi, kau juga bertanggung jawab untuk mendidiknya menjadi wanita yang terhormat. Aku pun setuju dan dengan senang hati akan membantumu.”

Kyuhyun menghela nafas. Sepertinya cukup berat untuk menjalankan tugasnya tersebut.

“Baiklah, aku akan mencoba membangunkannya . . .”

Kyuhyun pun masuk ke dalam kamar Yoona. Sesaat ia memperhatikan sekeliling kamar wanita tersebut. Dilihatnya berbagai barang mewah tampak terpajang di kamar wanita yang masih tertidur pulas itu. Hal yang menarik perhatiannya saat melihat beberapa koleksi rilakkuma yang terpajang di sebuah lemari kaca yang memang sudah disiapkan untuk itu.

“Penggemar rilakkuma ternyata . . .” gumam Kyuhyun lirih.

Kyuhyun berjalan mendekati ranjang Yoona. Tanpa pikir panjang pria itu langsung menarik selimut yang digunakan Yoona. Kontan tindakannya tersebut membuatnya dapat melihat piyama yang dikenakan Yoona. Kyuhyun mati-matian menahan tawa saat melihat Yoona mengenakan piyama dengan gambar rilakkuma.

Menyadari ada hawa dingin yang menyelimuti tubuhnya, Yoona pun membuka matanya. Ia begitu terkejut ketika mendapati sang pengawal pribadinya sudah berdiri di samping ranjangnya. Apalagi saat melihat selimut yang terlepas dari tubuhnya, menyadari Kyuhyun menahan tawa karena melihat piyama yang dikenakannya, membuat Yoona refleks langsung menarik selimutnya.

“Apa yang kau lakukan?” bentak Yoona kesal. “Kenapa kau seenaknya masuk ke kamarku?”

Kyuhyun berdeham. “Tentu saja membangunkanmu, apa lagi?”

“Memangnya siapa yang menyuruhmu untuk membangunkanku?” balas Yoona. “Mengganggu saja.”

Melihat Yoona bersiap untuk kembali tidur, Kyuhyun langsung menarik tangan wanita tersebut. Pria itu menarik Yoona hingga beranjak dari ranjangnya dan berjalan keluar dari kamar.

Chakkaman . . .” Yoona berusaha melepas genggaman tangan Kyuhyun. “Sebenarnya apa yang akan kau lakukan?”

Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Yoona. “Mengajakmu jogging.”

Yoona mengernyitkan dahinya. “Jogging?

Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum lebar pada Yoona. Melihat hal itu, Yoona seolah kehabisan kesabaran menghadapi pengawal pribadi barunya tersebut.

“Dengar . . .” Yoona tampak menghela nafas sejenak. “Kau pengawal pribadiku, tugasmu hanya menjaga dan melindungiku. Hanya itu. Untuk apa kau mengajakku jogging. Apakah hubungan kita ini layaknya seperti teman? Bukankah aku ini majikanmu?”

Kyuhyun justru tertawa menanggapi pernyataan Yoona tersebut.

“Apa yang kau katakan itu memang benar. Tapi, kau melupakan satu hal. Appamu, sudah melimpahkan tanggung jawab padaku untuk mendidikmu. Jadi, tidak hanya bertugas menjaga dan melindungimu. Aku bertanggung jawab penuh untuk mendidikmu menjadi wanita yang lebih baik dan terhormat. Selain itu, bukan aku yang harus patuh dan tunduk padamu, melainkan kau yang harus patuh padaku. Ini permintaan appamu . . .” jawab Kyuhyun sambil menyeringai.

Yoona mendesah pelan. Ingin sekali rasanya memukul pria yang tengah memandangnya sambil tersenyum jahil di hadapannya itu.

“Ah, satu lagi. Soal hubungan kita apakah layaknya seperti teman, appamu sendiri yang menyuruhku untuk tidak berbicara dan bersikap formal padamu. Lebih tepatnya, agar kita bisa berteman baik tentunya, na-ya . . .”

Yoona membelalakkan matanya. Wanita itu tampak menahan kesal pada Kyuhyun.

“Sudahlah, aku tunggu kau di halaman depan. Cepat ganti piyamamu itu dengan pakaian olahraga. Ini sebagai permulaan untuk mendisiplinkan dirimu . . .” ucap Kyuhyun, lalu beranjak keluar dari kamar Yoona.

Yoona menatap jauh punggung Kyuhyun yang terlihat semakin jauh.

“Aish, dia benar-benar menyebalkan!”

*****

Di sebuah taman pusat Seoul, Sooyoung tengah menikmati suasana pagi sambil membaca buku humor favoritnya. Walaupun berpenampilan dewasa, berkelas, dan terlihat anggun, siapa yang menduga wanita itu sangat menyukai humor.

“Buku apa yang sedang kau baca?”

Sooyoung menoleh ke arah suara yang mengejutkannya. “Eunhyuk-ah . . .”

Eunhyuk melambaikan tangan sembari tersenyum. “Lama tidak bertemu.”

Keduanya kembali bertemu, sejak pertemuan pertama mereka di sebuah pusat perbelanjaan beberapa hari yang lalu. Waktu itu, tanpa sengaja Eunhyuk menabrak Sooyoung hingga membuat buku yang baru saja dibeli Sooyoung, terjatuh di lantai. Mengetahui buku yang dibaca Sooyoung adalah buku humor, Eunhyuk tampak antusias untuk memperlihat kemampuan melucunya pada Sooyoung. Gaya bicara Eunhyuk yang khas dengan selera humornya, membuat Sooyoung selalu tertarik dengan bahan obrolan mereka. Sejak itulah, keduanya menjalin pertemanan.

*****

Kyuhyun menoleh ke arah belakangnya. Dilihatnya Yoona tampak berjalan pelan dengan nafas yang terengah-engah. Wajah cantiknya kini dibasahi keringat.

“Kau lelah?”

Yoona langsung menatap tajam ke arah Kyuhyun. “Menurutmu? Sudah bisa melihat dengan jelas masih tanya.”

Kyuhyun tersenyum geli menanggapinya. “Ini baru dua kali putaran area rumahmu, kau sudah kelelahan.”

Pernyataan tersebut jelas membuat Yoona semakin kesal.

“Ya! Aku ini bukan tentara yang harus bertempur di medan perang. Kenapa kau menyuruhku untuk lari pagi seperti ini? Rasanya seperti mandi keringat, benar-benar lengket. Menjijikkan,” ucap Yoona kesal.

Seolah sudah siap dengan apa yang terlontar dari mulut Yoona, pria itu hanya tersenyum tipis. “Baiklah, kurasa cukup sampai di sini dulu.”

Yoona langsung terduduk lemas sembari meluruskan kakinya yang terasa pegal. Kyuhyun mengambil posisi duduk di sebelahnya. Menyodorkan sebotol air minum dingin yang sudah dipersiapkannya. Yoona yang tengah mengelap wajahnya dengan handuk kecil karena keringat yang keluar begitu banyak, langsung meneguk air minum yang diberikan Kyuhyun. Pria itu hanya tertawa kecil melihat tingkah laku Yoona yang terlihat kehausan.

“Kenapa tertawa?” tanya Yoona sinis. “Kau yang membuatku kelelahan seperti ini, masih bisa tertawa seperti itu.”

“Bukankah itu yang sering kau lakukan pada ketiga pengawalmu? Membuat mereka kelelahan saat menemanimu berbelanja,” ucap Kyuhyun mengejutkan.

Yoona menoleh kaget ke arah Kyuhyun, lalu memperhatikan ketiga pengawal yang sejak tadi pagi sudah mengikuti mereka. Ketiga pengawal itu hanya tertunduk seolah tidak berani menatap Yoona.

Yoona pun kembali memperhatikan Kyuhyun yang tampak asyik memandang langit.

“Mungkin bagimu ini terlalu berat, tapi dengan melatihmu berolahraga di pagi hari, setidaknya itu akan membantumu dalam disiplin waktu. Tidak baik seorang wanita bangun terlambat,” lanjut Kyuhyun.

“Bolehkah aku bertanya, kenapa appa ingin kau mendidikku?” tanya Yoona penasaran.

Kyuhyun terdiam sejenak. Dilihatnya Yoona yang duduk di sebelahnya tampak termenung.

Appamu bilang, kau menjadi pribadi yang manja dengan semua fasilitas kemewahan yang kau miliki. Usiamu sudah 22 tahun, tapi kau sama sekali belum menjadi wanita mandiri. Kau menghambur-hamburkan uang demi kesenangan berbelanjamu saja. Selain itu, kau terlalu mengandalkan orang-orang yang melayanimu tanpa pernah mencoba untuk melakukannya sendiri,” jawab Kyuhyun.

Yoona tertegun. Ia tidak menduga jika selama ini  appanya sangat memikirkannya sampai demikian. Wanita itu merasa bersalah karena terlalu cuek menanggapi perintah appanya tersebut.

“Benarkah?” gumam Yoona lirih.

Kyuhyun memperhatikan Yoona yang kembali termenung. Pria itu pun mengulurkan tangannya pada wanitai itu.

“Apa ini?” tanya Yoona bingung.

Kyuhyun tersenyum. “Sebagai tanda perkenalan. Kemarin, aku sudah bersikap kurang sopan padamu. Mianhae.”

Yoona terkejut melihat sikap Kyuhyun yang berubah baik. “Kenapa kau tiba-tiba berubah seperti ini?”

Kyuhyun kembali tersenyum. “Sikapku memang bisa berubah kapan saja.”

Mau tidak mau akhirnya Yoona tersenyum menanggapi sikap Kyuhyun tersebut. “Baiklah, karena appa yang menyuruhmu, akan kucoba untuk merubah sikap dan gaya hidupku.”

“Keputusan yang tepat, na-ya . . .”

Yoona kembali menoleh kaget ke arah Kyuhyun. Dilihatnya pria itu tersenyum jahil.

“Karena kau sudah bersedia untuk menjalani apapun yang akan kuberikan padamu nantinya, mulai hari ini dan seterusnya, setiap pagi kau harus bangun jam 5 tepat. Kita akan melakukan jogging bersama,” ucap Kyuhyun.

Mwo? Jam 5? Setiap hari?” pekik Yoona kaget.

Kyuhyun mengangguk. “Sudah kubilang ini bagus untuk disiplin waktu.”

“Tapi . . .”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah Yoona. Membuat wanita itu menggeser tubuhnya menjauhi Kyuhyun.

“Jangan menolak dan kembali bersikap manja. Setidaknya kau harus belajar untuk menjalani apapun tanpa mengeluh,” ucap Kyuhyun telak.

Yoona mengerucutkan bibirnya. “Sikapmu ini memang sulit ditebak.”

*****

Eunhyuk pergi mengantarkan Sooyoung. Keduanya berhenti di sebuah rumah megah dan mewah.

“Kau yakin tidak ikut masuk?” tanya Sooyoung.

Eunhyuk mengangguk. “Lain kali saja. Sampaikan salamku pada temanmu.”

Sooyoung pun keluar dari mobil Eunhyuk. Sebelum wanita itu berjalan masuk, Eunhyuk memanggilnya.

“Soo . . .”

Panggilan Eunhyuk berhasil membuat Sooyoung menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya dan melirik ke arah Eunhyuk.

Ne?

Eunhyuk terlihat gugup untuk mengatakannya. “Aku senang bisa bertemu denganmu hari ini.”

Sooyoung tersipu mendengarnya. Ia pun mengulum senyum pada Eunhyuk. “Aku pun juga begitu.”

“Semoga kita bisa bertemu lagi,” lanjut Eunhyuk.

Sooyoung mengangguk sembari tersenyum. Dilihatnya  Eunhyuk melambaikan tangan ke arahnya, kemudian melajukan mobil meninggalkannya. Sooyoung terus menatap mobil yang semakin terlihat jauh itu. Sooyoung merasakan debaran jantungnya yang semakin kencang. Wanita itu terlihat bahagia. Ia bergegas masuk ke dalam rumah yang tak lain adalah rumah tempat tinggal Yoona. Sooyoung terlihat semangat seolah tak sabar untuk memberikan kabar bahagia bersama temannya itu.

Sooyoung berjalan menyisiri halaman depan. Perhatiannya berhenti pada sosok wanita yang tengah duduk sambil mengelap wajahnya dengan handuk kecil. Ia yakin sosok wanita itu adalah Yoona. Sooyoung pun mempercepat langkahnya dan mendekati temannya tersebut.

“Yoong . . .”

Yoona menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Begitu melihat Sooyoung, wajahnya langsung berubah cerah.

“Sooyoung . . .” Yoona beranjak dari posisinya dan menghampiri Sooyoung.

Sooyoung tersenyum. Kemudian memperhatikan sosok pria yang ikut berdiri di samping Yoona. Pria itu tampak memberikan salam pada Sooyoung seraya menundukkan kepala. Sooyoung ikut membalasnya.

Nugu-ya?” bisik Sooyoung pada Yoona.

“Pengawal pribadiku yang baru . . .” jawab Yoona berbisik. “Memangnya kenapa?”

Sooyoung tersenyum. “Dia benar-benar tampan. Kau sangat beruntung.”

“Beruntung bagaimana? Justru petaka yang kudapatkan,” sambar Yoona cepat.

Kyuhyun berdeham ketika melihat Yoona dan Sooyoung asyik berbisik. Suaranya itu membuat kedua wanita di hadapannya memandang ke arahnya.

“Baiklah, Kyu. Dia adalah temanku, Choi Sooyoung,” ucap Yoona.

Annyeong haseyo, Cho Kyuhyun imnida . . .” sapa Kyuhyun.

Choi Sooyoung imnida,” balas Sooyoung.

“Aku permisi dulu,” ucap Kyuhyun.

Sepeninggalan Kyuhyun, Sooyoung masih asyik memperhatikan pria yang berjalan semakin jauh tersebut. Yoona menyadari temannya masih terpana dengan sosok pengawal pribadi barunya.

“Mau sampai kapan kau memperhatikannya terus?” tanya Yoona sinis.

Sooyoung menoleh ke arah Yoona. “Memangnya tidak boleh? Lihatlah, dia itu benar-benar tampan. Aku tidak menyangka dialah pengawal pribadi barumu itu. Sosoknya itu lebih pantas sebagai seorang pangeran daripada bodyguard.”

“Berhentilah memujinya. Itu membuatku kesal,” balas Yoona.

Sooyoung kembali memperhatikan Yoona. “Oh iya, aku penasaran. Apa yang sedang kau lakukan di sini? Kenapa tubuhmu penuh keringat?”

Yoona mendesah. “Aku habis melakukan jogging.”

Sooyoung membelalakkan matanya. “Jogging?

Yoona mengangguk. “Kyuhyun membangunkanku jam 5 pagi lalu mengajakku untuk jogging bersama.”

“Jam 5 pagi? Kau bisa bangun sepagi itu?” tanya Sooyoung tidak percaya. Wanita itu terlihat menahan tawa.

“Aish, jangan meledekku. Aku benar-benar dibuat kesal olehnya. Kau tahu, appa menyuruhku untuk patuh dan tunduk dengan perintahnya. Kyuhyun tidak hanya bertugas untuk menjaga dan melindungiku, tapi dia juga bertanggung jawab untuk mendidikku. Ini semua permintaan appa agar aku merubah sikap dan gaya hidupku,” jawab Yoona.

Tawa Sooyoung pun meledak. Wanita itu terlihat tidak bisa lagi menahan tawanya. Yoona hanya mengerucutkan bibirnya saat melihat temannya justru tertawa puas.

“Teruslah tertawa . . .”

Sooyoung yang masih tertawa hanya menatap Yoona tanpa berkata apa-apa.

*****

Kyuhyun tengah mengambil air minum di dapur. Pria itu terlihat sedikit kelelahan walau tidak selelah Yoona.

“Tuan Kyuhyun . . .”

Kyuhyun menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Dilihatnya ketiga pengawal yang bertugas menjaga dan melindungi Yoona sudah berdiri di belakangnya. Ketiga pengawal tersebut tampak memberi hormat pada Kyuhyun.

“Kami sudah mendengar semua dari Kepala Pelayan Kim. Mulai hari ini, kami juga akan melindungi dan menjaga keselamatan Tuan,” ucap salah satu pengawal.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Keselamatanku?”

“Itu benar, Tuan Kyuhyun . . .”

Tiba-tiba Kepala Pelayan Kim datang lalu berjalan mendekati Kyuhyun.

“Kepala Pelayan Kim, kenapa kau memanggilku dengan sebutan Tuan? Aku ini hanya pengawal. Sama seperti mereka,” ucap Kyuhyun sedikit bingung.

Kepala Pelayan Kim tersenyum. “Itu karena kau adalah pewaris tunggal dari Cho Corporation.”

Mata Kyuhyun terbelalak saat mendengar penuturan Kepala Pelayan Kim. Wanita paruh baya itu hanya mengulum senyum dan terus merendah di hadapannya.

“Kau . . . kau sudah tahu identitasku?” tanya Kyuhyun berhati-hati.

Kepala Pelayan Kim mengangguk. “Beberapa saat yang lalu, Tuan Besar menghubungiku. Beliau berpesan pada kami para pelayan dan juga pengawal untuk menghormatimu. Mereka juga ditugaskan untuk senantiasa melindungi keselamatanmu. Ini semua atas perintah dari Tuan Besar.”

Kyuhyun terlihat kaget saat melihat Kepala Pelayan Kim dan ketiga pengawal Yoona tampak membungkuk ke arahnya.

“Kumohon bersikaplah biasa. Jangan memberikan perhatian lebih padaku.  Anggaplah aku sama dengan kalian. Seorang pengawal, bukan pewaris tunggal dari Cho Corporation,” pinta Kyuhyun. “Ini masih awal dari tugasku sebagai pengawal pribadi Yoona. Mohon bantuan dari kalian.”

Kepala Pelayan Kim dan ketiga pengawal tersebut kembali membungkuk ke arahnya.

*****

Waktu makan malam tiba. Kyuhyun berjalan menuju kamar Yoona. Dengan pelan, pria itu mengetuk pintu kamar wanita tersebut.

“Na-ya . . . makan malam sudah siap,” ucap Kyuhyun pelan. Hening. Tidak ada suara yang terdengar dari kamar Yoona. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun membuka pintu kamar Yoona yang kebetulan tidak dikunci. Ia mendapati Yoona tengah tertidur pulas di atas sofa yang diletakkan di area tengah kamar Yoona. Wajah wanita itu terlihat kelelahan.

“Apa dia kelelahan?” gumam Kyuhyun lirih.

Kyuhyun berjalan mendekati Yoona. Mendekatkan wajahnya ke arah Yoona, lalu membisikkan sesuatu.

“Saatnya makan malam . . .”

Mendengar suara samar-samar di telinganya, Yoona mencoba membuka kedua matanya.  Ia terkejut saat melihat sosok pria yang sudah berdiri di samping sofanya. Refleks, Yoona pun langsung beranjak bangun.

DUG! Tanpa disengaja, kepala Yoona membentur bagian wajah Kyuhyun. Keduanya pun merintih kesakitan.

“Sakit sekali . . .” rintih Yoona sembari mengusap-usap kepalanya. “Sedang apa kau di sini?”

Kyuhyun masih mengusap hidungnya yang terkena kepala Yoona. “Makan malam sudah siap.”

Yoona memperhatikan pria di hadapannya. Dilihatnya hidung Kyuhyun tampak memerah.

“Kepalamu keras sekali, hidungku benar-benar sakit karena benturan kepalamu,” ucap Kyuhyun.

“Itu semua salahmu sendiri. Kenapa tiba-tiba mengejutkanku dengan berdiri di sebelah sofaku. Selalu saja seenaknya masuk ke kamar orang,” balas Yoona.

“Aku sudah memanggilmu berkali-kali, tapi kau tidak membalas sama sekali. Saat aku masuk ke kamarmu, kau sudah tertidur pulas. Niatku ini baik untuk membangunkanmu. Kalau tidak, bisa saja kubiarkan kau tidur dan tidak makan malam,” kata Kyuhyun seolah tidak mau kalah membalas ucapan Yoona.

Yoona menatap tajam ke arah Kyuhyun. “Kau benar-benar pengawal yang berani pada majikanmu sendiri.”

Yoona pun beranjak dan berjalan keluar dari kamarnya. Meninggalkan Kyuhyun yang hanya tersenyum menanggapi pernyataan pedas darinya.

*****

Kepala Pelayan Kim memberikan sebuah makanan penutup kesukaan Yoona saat wanita itu selesai menikmati hidangan inti pada makan malam hari ini. Yoona melirik ke arah ketiga pengawalnya yang senantiasa menemaninya. Tapi, ia tidak mendapati Kyuhyun berada bersama mereka.

“Dimana Kyuhyun?” tanya Yoona pada Kepala Pelayan Kim.

“Dia sedang berada di ruang santai. Sepertinya wajahnya terluka. Saya melihat, Kyuhyun tengah mengompres wajahnya dengan handuk kecil,” jawab Kepala Pelayan Kim.

Yoona terdiam mendengarnya. Sesaat ada rasa bersalah pada pria itu.

Usai makan malam, Yoona menemui Kyuhyun di ruang santai. Ruang santai itu didesain persis seperti taman, namun berada dalam ruangan. Benar seperti yang dikatakan Kepala Pelayan Kim. Kyuhyun terlihat sedang mengompres wajahnya, terutama bagian hidung pria itu. Wanita itu hanya terdiam melihatnya.

Kyuhyun menyadari kehadiran seseorang. Ia pun menoleh ke arah pintu dan mendapati Yoona tengah tertunduk.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun membuyarkan lamunan Yoona.

Yoona memalingkan wajahnya ke arah lain. Perlahan wanita itu berjalan mendekati Kyuhyun. Mengambil posisi duduk di sebelah Kyuhyun.

“Kepala Pelayan Kim bilang, kau sedang berada di ruang santai,” jawab Yoona.

Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengusapkan handuk pada hidungnya. “Kau mencariku?”

“Siapa bilang aku mencarimu?!” elak Yoona.

“Lalu kenapa kau datang di sini?”

Yoona menyipitkan kedua matanya. “Memangnya aku tidak boleh ke sini? Lagipula, ini tempat favoritku dan juga rumahku.”

Kyuhyun tersenyum melihat reaksi Yoona yang mudah terpancing emosi. Padahal pria itu hanya menggodanya saja. Tapi justru ditanggapi serius oleh Yoona.

“Berikan handuk itu,” ucap Yoona tiba-tiba.

Kyuhyun menoleh kaget ke arah wanita di sebelahnya. Tanpa bertanya lagi, pria itu pun memberikan handuk yang sedang digunakannya pada Yoona.

Yoona memasukkan handuk tersebut ke dalam baskom air hangat yang sudah diletakkan di meja. Kemudian mengusapkannya pada hidung Kyuhyun yang masih tampak memerah.

Mianhae. Gara-gara aku, hidungmu terluka,” ucap Yoona lirih.

Kyuhyun terdiam. Ia tidak menduga Yoona akan bersikap demikian.

“Wah, ternyata kau bisa bersikap baik juga rupanya,” ucap Kyuhyun dengan nada mengejek.

Mendengar hal itu membuat emosi Yoona kembali memuncak. “Aku sudah menekan harga diriku untuk meminta maaf padamu, kau malah mengejekku. Menyebalkan.”

“Aku hanya bercanda,” balas Kyuhyun terkekeh.

Yoona kembali fokus mengusap hidung Kyuhyun. Wajah keduanya tampak dekat. Sejak tadi Kyuhyun terus memperhatikan Yoona.

“Kau tahu, jika kau bersikap baik seperti itu, kau terlihat cantik . . .”

Seketika wajah Yoona memerah mendengarnya. Apalagi saat melihat wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengannya. Yoona dapat melihat jelas garis wajah Kyuhyun yang tegas dan terlihat tampan. Merasa jantungnya berdebar kencang, Yoona langsung beranjak dari posisinya.

Chakkaman . . .” Kyuhyun menarik tangan Yoona saat melihat wanita itu akan berjalan meninggalkannya.

Akibatnya, Yoona justru jatuh menimpa tubuh Kyuhyun. Posisi keduanya seolah sedang berpelukan satu sama lain.  Keduanya tampak saling menatap dengan wajah masing-masing yang memerah.

“Yoona . . .”

Sebuah suara mampu membuyarkan lamunan keduanya. Mereka menoleh ke arah suara yang mengejutkan mereka. Betapa kagetnya Yoona saat melihat sosok pria yang sudah berdiri di hadapan mereka.

“Sehun . . .”

-TBC-

Akhirnya selesai juga nulis kelanjutan FF ini. Seperti biasa, maaf untuk keterlambatannya, typo dan ceritanya jika kurang memuaskan. Ditunggu RCL dari kalian, gomawo😉

77 thoughts on “Prince as Bodyguard – Chapter 2

  1. ladyoong says:

    wohooo ada part sooyoung sama eunhyuk.__.b couple lain dibalik couple kyuna xoxoxo itu yang bagian terakhir kece masa wkwk eiii sehun dateng gak tempat waktu(?) actually i like this fanfic /.\

  2. Elvi ( @elvi Chubby ) says:

    Yoona mulai suka ma kyuppa?
    Wahh,, kyuppa ketahuan ma kepala pelayan kim…
    Sebenar Ώyå misi kyuppa tu aPªª sih?

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s