Lovely Couple – Chapter 4


lovelycouple2

Title : 

“Lovely Couple”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Choi Minho Shinee

Choi Sulli F(X)

Other Cast :

Lee Hyukjae Super Junior

Kwon Yuri SNSD

Seo Joo Hyun SNSD

Genre :

Comedy, Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

“Siapa gadis ini?”

Karena penasaran, Yoona pun mengambil foto tersebut, lalu membalikkan bingkainya. Ia melihat ada sebuah tulisan di belakangnya.

“My first love . . . Seo Joo Hyun.”

KLEK! Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Yoona menoleh ke arah suara yang mengejutkannya dan mendapati Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu.

-End Previous Story-

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Yoona terkejut saat mendapati Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu. Wajahnya terlihat menahan marah. Jelas karena Yoona sudah berada di dalam kamarnya tanpa seizinnya. Apalagi saat melihat foto yang sedang dipegang gadis itu. Dengan cepat Kyuhyun langsung merebut foto tersebut dari Yoona.

“Aku . . .” Yoona seolah kehabisan kata untuk menjawab pertanyaan dari Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum sinis melihat Yoona yang tertunduk. “Kau sedang menyelinap ke kamarku?”

Yoona menggeleng cepat. “Ani, aku sama sekali tidak sengaja masuk ke kamarmu. Sungguh.”

“Jangan berbohong!” bentak Kyuhyun.

“Aku tidak berbohong!” balas Yoona ikut emosi.

Kyuhyun kembali tersenyum sinis ke arah Yoona. “Masuk ke kamar orang seenaknya, benar-benar tidak tahu sopan santun.”

Yoona langsung menatap tajam ke arah Kyuhyun. Kata yang diucapkan laki-laki itu terasa panas di telinganya.

“Dengar, aku sama sekali tidak bermaksud untuk bersikap tidak sopan padamu. Sudah kukatakan aku tidak sedang menyelinap ke kamarmu. Sulli menyuruhku untuk meletakkan boneka ini di kamarnya. Dia memang sudah memberitahuku lokasi kamarnya, tapi aku salah kamar,” balas Yoona berusaha membela diri.

“Aku sama sekali tidak percaya dengan pengakuanmu itu,” kata Kyuhyun bersi keras. “Ah, aku tahu. Kau pasti ada maksud tertentu bukan? Seorang gadis masuk ke kamar laki-laki, biasanya mereka memiliki niat untuk merayu laki-laki itu. Cih, benar-benar murahan.”

PLAK! Kekesalan Yoona memuncak. Gadis itu tak segan menampar Kyuhyun karena pernyataan laki-laki itu yang terlewat batas.

“Cukup. Ucapanmu sungguh keterlaluan . . .” ucap Yoona lirih. Matanya terlihat berkaca-kaca menahan air mata. Kyuhyun tertegun melihatnya.

Yoona meletakkan boneka Sulli. Lalu melangkah ke luar kamar.

“Kupikir hubungan kita bisa membaik seperti yang diharapkan Sulli dan Minho. Ternyata aku salah . . .”

Yoona melanjutkan langkahnya keluar dari kamar. Kyuhyun terdiam. Seolah merasa bersalah karena sudah berkata buruk pada gadis itu.

Saat berjalan keluar dari kamar Kyuhyun, tanpa disengaja Yoona berpapasan dengan Sulli dan Minho yang sedang berdiri di ruang tengah.

Eonni . . . kau mau kemana?” tanya Sulli bingung saat melihat langkah Yoona yang terburu-buru.

Mianhae, Sulli. Mendadak ada hal yang harus kuselesaikan, kalian bersenang-senanglah. Aku pamit . . .” jawab Yoona seraya pergi meninggalkan keduanya.

Sulli dan Minho saling memandang satu sama lain. Minho refleks langsung mengejar kakaknya tersebut. Sementara Sulli mendekati Kyuhyun yang terdiam di kamar dengan boneka Sulli di tangannya.

Oppa . . . apa yang terjadi?” tanya Sulli khawatir.

Kyuhyun tidak menjawab. Laki-laki itu hanya terduduk di meja belajarnya. Sulli melihat ekspresi kakaknya yang terlihat merasa bersalah. Mungkinkah kakaknya itu kembali bertengkar dengan Yoona?

Minho yang sedang berusaha mengejar kakaknya tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat Yoona sudah masuk ke dalam taksi.

“Ada apa? Kenapa Yoona tiba-tiba pulang tanpa pamit seperti itu?” tanya Yuri yang sudah berdiri di belakang Minho. Begitu juga dengan Eunhyuk yang terlihat bingung.

Minho menggeleng pelan. “Entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi, sepertinya ini ada hubungannya dengan Kyuhyun-hyung.”

Yuri dan Eunhyuk saling memandang.

“Maksudmu . . . mereka kembali bertengkar?” tanya Eunhyuk.

“Kurasa begitu. Karena aku dan Sulli melihat noona keluar dari kamar Kyuhyun-hyung . . .” jawab Minho.

Yuri terdiam. Wajahnya terlihat sedikit kecewa mendengarnya.

“Jika benar demikian, kurasa akan semakin sulit bagi kita untuk menyatukan mereka,” ucap Yuri.

Eunhyuk dan Minho mengangguki ucapan Yuri tersebut. Minho kembali memperhatikan ke arah taksi yang dinaiki Yoona walau sudah tidak terlihat lagi. Ia mengkhawatirkan kondisi kakaknya itu.

*****

“Seorang gadis masuk ke kamar laki-laki, biasanya mereka memiliki niat untuk merayu laki-laki itu. Cih, benar-benar murahan.”

Yoona menarik selimutnya. Wajahnya masih terlihat kesal. Mengingat ucapan Kyuhyun terakhir kali padanya benar-benar membuat hatinya panas.

“Sebenarnya ada apa dengannya? Tega sekali mengatakan aku ini murahan. Keterlaluan . . .” gumam Yoona lirih.

Ia kembali mengingat apa yang terakhir kali dilakukannya di kamar Kyuhyun. Terutama terkait saat dirinya tengah mengambil foto yang terpajang di meja belajar Kyuhyun. Foto seorang gadis yang tampak tersenyum manis.

“Mungkinkah . . . dia marah karena aku melihat foto itu?”

“My first love . . . Seo Joo Hyun”

Yoona terdiam. Ia merasakan hal aneh pada dirinya.

“Gadis itu . . . cinta pertama Kyuhyun?”

Lama terdiam, Yoona pun tersadar dari lamunannya. Entah mengapa ia merasakan sesak di dadanya.

“Aish, ada apa denganku? Kurasa aku sudah gila jika memikirkan orang itu,” ucapnya kembali kesal. Lalu menarik selimutnya dan tertidur.

*****

Kyuhyun terdiam di teras rumahnya sembari memandang langit yang dipenuhi bintang. Pesta ulang tahun Sulli sudah selesai sejak dua jam yang lalu. Namun, laki-laki itu memilih untuk tidak segera tidur dan justru bersantai di teras rumahnya tersebut.

Ia sandarkan tubuhnya sejenak sembari memejamkan matanya. Laki-laki itu kembali mengingat ucapan Yoona terakhir kali padanya.

“Kupikir hubungan kita bisa membaik seperti yang diharapkan Sulli dan Minho. Ternyata aku salah . . .”

Kyuhyun memegang pipi kirinya yang mendapat tamparan keras dari Yoona.

“Apa ucapanku tadi sudah keterlaluan?”

Laki-laki itu terdiam saat kembali mengingat reaksi Yoona yang terlihat hampir menangis. Seketika Kyuhyun mengacak-acak rambutnya.

“Arrgh . . . apa yang sudah kulakukan?!”

Oppa!

Teriakan Sulli yang begitu keras membuat Kyuhyun terlonjak kaget dari posisinya. Laki-laki itu tanpa sengaja terjatuh dari kursi taman yang sedang didudukinya.

“Cho Sulli!” bentak Kyuhyun kesal.

Sulli hanya tersenyum jahil melihat kakaknya yang terlihat mencoba beranjak bangun dari jatuhnya. “Mianhae . . .”

“Kenapa kau belum tidur? Ini sudah malam,” tanya Kyuhyun mengingatkan.

Sulli mengambil kursi di sebelah Kyuhyun yang kosong.

“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu,” jawab Sulli.

Kyuhyun langsung menoleh tajam ke arah Sulli. “ Tentang Yoona?”

Sulli terkekeh saat mendengar nama yang terucap dari mulut kakaknya. “Ne, oppa.”

“Aku sedang tidak ingin membahasnya,” balas Kyuhyun cepat lalu beranjak dari posisinya, meninggalkan Sulli yang masih menatapnya.

Oppa . . .” rengek Sulli. Gadis itu mengurucutkan bibirnya sembari memandang ke arah Kyuhyun yang berjalan cepat masuk ke kamarnya.

“Aish, oppa benar-benar menyebalkan,” gerutu Sulli kesal.

ooOoo

Inha University

Yoona dan Yuri berjalan keluar dari kelas. Keduanya baru saja selesai mengikuti kuliah pada jam akhir jadwal mereka hari ini. Pandangan Yuri tidak pernah lepas dari Yoona. Ia terus memperhatikan sahabatnya sejak pagi.

“Apa yang terjadi?” tanya Yuri.

Yoona sama sekali tidak menjawab. Gadis itu hanya terdiam dan terus fokus berjalan menuju pintu lift.

Yuri yang melihat tidak ada reaksi dari gadis itu, langsung mempercepat langkahnya dan berdiri di hadapan Yoona. Ia bermaksud menghentikan langkah Yoona yang terus berjalan tanpa menghiraukannya.

“Ada apa?” tanya Yoona bingung.

Yuri mendesah. “Seharusnya pertanyaan ini untukmu.”

Yoona hanya menghela nafas. Ia kembali berjalan melewati Yuri. Melihat sahabatnya mengabaikannya kembali, Yuri bergegas mengikutinya yang sudah masuk ke dalam lift.

“Im Yoona!” seru Yuri sedikit kesal. “Ada apa denganmu? Sejak pagi kau terus diam, tidak berbicara, tidak ada semangat. Kau membuatku khawatir.”

Yoona menatap ke arah sahabatnya yang terlihat kesal. “Mianhae, aku sedang tidak ingin membahasnya. Bisakah kau jangan tanya apapun dariku?”

“Apakah . . . Minho juga tidak tahu masalah yang sedang mengganggumu saat ini?”

Yoona kembali menoleh ke arah Yuri. Kemudian ia mengangguk pelan.

Yuri pun terdiam. Memandangi Yoona yang tengah tertunduk.

“Baiklah, kurasa saat ini kau butuh waktu untuk menenangkan pikiranmu,” lanjut Yuri menyerah. “Tapi, aku harap kau segera menyelesaikan apapun masalahmu itu.”

Yoona menoleh ke arah Yuri lalu mengulum senyum. Gadis itu langsung merangkul sahabat yang berdiri di sampingnya tersebut. Yuri pun akhirnya ikut tersenyum menanggapi reaksi Yoona.

TING! Pintu lift terbuka. Yoona dan Yuri bersiap keluar dari lift. Namun tanpa diduga, keduanya justru bertemu dengan Kyuhyun dan Eunhyuk yang sedang berdiri di depan pintu lift. Kontan hal itu membuat suasana hati Yoona kembali down. Yoona dan Kyuhyun terlihat memandang satu sama lain. Begitu juga dengan Yuri dan Eunhyuk yang tampak bingung dengan sikap sahabat mereka.

Yoona langsung mempercepat langkahnya melewati Kyuhyun dan Eunhyuk. Yuri ikut mengejar sahabatnya itu.

Kajja . . .” ajak Eunhyuk pada Kyuhyun yang terlihat termenung.

Ajakan Eunhyuk justru tidak ditanggapi oleh Kyuhyun. Ia hanya terdiam di depan pintu lift yang perlahan mulai tertutup. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun pun membalikkan tubuhnya dan berlari meninggalkan Eunhyuk, lalu melewati Yuri yang terlihat berusaha mengejar Yoona. Eunhyuk yang melihatnya ikut mengejar dan menghampiri Yuri yang terlihat bingung.

“Apa yang terjadi?” tanya Yuri bingung.

Eunhyuk hanya tersenyum. “Biarkan saja mereka menyelesaikan masalahnya. Walau sebenarnya, aku sangat penasaran. Namun, sejak tadi Kyuhyun sama sekali tidak mau bercerita padaku.”

Yuri mengangguk. “Yoona pun sama. Dia sama sekali tidak mau menceritakannya padaku.”

Keduanya tampak tersenyum sambil memandang ke arah Kyuhyun yang sedang mengejar Yoona.

*****

Yoona berjalan menuju mobilnya yang terparkir di pelataran parkir kendaraan milik mahasiswa. Saat hendak masuk ke dalam mobil, tangannya ditarik hingga membuat kunci mobilnya terlepas dari genggamannya. Ia menoleh tajam ke arah seseorang di belakangnya dan mendapati Kyuhyun sudah berdiri dengan nafas yang terengah-engah.

“Apa maumu?!” tanya Yoona kasar.

Kyuhyun masih menata nafasnya. Laki-laki itu terlihat kelelahan usai mengejar Yoona.

“Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan, aku pamit,” lanjut Yoona.

Chakkaman . . .” cegah Kyuhyun hingga membuat Yoona mengurungkan niatnya masuk ke mobil.

Yoona menatap Kyuhyun dengan raut wajah malas. Hal ini membuat Kyuhyun kesal melihatnya.

“Soal kemarin . . . aku . . .” Kyuhyun terlihat kesulitan untuk mengatakannya pada Yoona.

Gadis itu tampak menunggu. Sembari memperhatikan wajah Kyuhyun yang tertunduk. Apa mungkin Kyuhyun akan meminta maaf atau justru . . .

“Memangnya hanya kau yang merasa tersinggung dengan ucapanku? Seharusnya aku juga marah karena kau telah berani menamparku!”

Tepat dugaan Yoona. Kyuhyun pasti tidak mau mengakui kesalahannya.

“Kau pikir aku menamparmu tanpa alasan?” tanya Yoona sinis. “Sudahlah. Aku hanya buang waktu saja untuk berbicara denganmu.”

Yoona kembali masuk ke dalam mobilnya. Membiarkan Kyuhyun yang terlihat kesal menatapnya. Gadis itu menyalakan mesin, lalu melajukan mobilnya meninggalkan pelataran parkir di kampusnya.

Kyuhyun masih memperhatikan mobil Yoona yang perlahan semakin menjauh. Seketika raut wajahnya berubah. Seolah menyadari tindakan yang dilakukannya adalah kesalahan besar.

“Ya, Cho Kyuhyun! Kenapa kau justru membentak gadis itu? Bukankah kau sudah berniat untuk meminta maaf dengannya? Pabo!” gerutu Kyuhyun.

Setelah pikirannya kembali tenang, ia pun masuk ke mobilnya. Laki-laki itu membatalkan rencananya untuk mengunjungi perpustakaan dan memilih bergegas menjemput Sulli di sekolahnya.

*****

Asia Pasific International School

Sulli terlihat sedang mengobrol bersama Minho di depan gerbang sekolahnya. Keduanya tengah asyik bercanda satu sama lain. Tiba-tiba sebuah mobil datang dan berhenti di depan mereka. Obrolan mereka pun terhenti. Keduanya memperhatikan sang pengemudi mobil yang terlihat membuka kaca jendela mobilnya.

Oppa . . .” ucap Sulli saat melihat sang pengemudi mobil adalah Kyuhyun.

Kajja, kita pulang,” ajak Kyuhyun.

Tampaknya Sulli masih kesal dengan sikap Kyuhyun semalam. Gadis itu hanya menggeleng menanggapi ajakan kakaknya. Minho terlihat bingung melihat reaksi kekasihnya itu.

Kajja . . .” Kyuhyun kembali mengulang ajakannya pada Sulli.

Shireo! Aku tidak mau pulang bersama oppa!” tolak Sulli.

Kyuhyun yang mendengarnya tampak kesal, lalu keluar dari mobilnya.

“Cho Sulli! Jangan bersikap seperti anak kecil!” bentak Kyuhyun.

Sulli menatap tajam ke arah kakaknya. “Justru oppa yang bersikap seperti anak kecil. Bertengkar dengan Yoona-eonni tapi sama sekali tidak mau menceritakannya padaku. Oppa sudah membuatnya marah, tapi oppa tidak mau mengakui kesalahan oppa sendiri . . .”

Tangan Kyuhyun mengepal. Ia menahan kesal menghadapi sikap adiknya yang selalu bicara terus-terang tanpa pikir panjang. Sementara Minho terlihat berusaha menenangkan Sulli yang terlihat emosi. Ia khawatir jika kekasihnya itu akan bertengkar hebat dengan Kyuhyun.

“Pokoknya aku tidak mau pulang bersamamu. Aku mau pulang sendiri,” lanjut Sulli lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun dan Minho.

“Sulli . . .” Minho berusaha mengejar gadis itu tapi langkahnya dihentikan oleh Kyuhyun.

Gwaenchana. Biar aku yang mengejarnya,” ucap Kyuhyun.

Kyuhyun mempercepat langkahnya dan berusaha mengejar Sulli yang sudah mendahuluinya. Ia berusaha memanggil adiknya untuk berhenti, namun sama sekali tidak ditanggapi oleh Sulli.

Kyuhyun menghentikan langkahnya sejenak untuk menata nafasnya yang terengah-engah. Sementara Sulli tetap berjalan dan tidak menghiraukannya sama sekali. Perhatian Kyuhyun pun beralih pada sebuah mobil yang melaju dari arah belakangnya. Kemudian kembali memperhatikan Sulli yang berniat untuk menyeberang jalan. Seketika tubuhnya terasa kaku, kala melihat mobil yang melaju menuju ke arah Sulli, sementara adiknya tersebut justru menyeberang tanpa memperhatikan jalan.

“SULLI!”

Kyuhyun berteriak lalu berlari mendekat ke arah Sulli. Dengan cepat laki-laki itu mendorong adiknya ke seberang jalan.

Menyadari apa yang sudah dilakukan kakaknya, Sulli langsung menoleh ke arah Kyuhyun. Gadis itu langsung menjerit ketika mobil yang hampir menabraknya justru menghantam tubuh Kyuhyun.

Oppa!

Tubuh Kyuhyun terguling usai terkena bagian depan mobil tersebut. Laki-laki itu tampak merintih kesakitan memegangi tangan kirinya yang berlumuran darah. Minho yang mengikutinya dari belakang langsung berlari mendekatinya.

Hyung!

Sulli berlari ke arah Kyuhyun dan terus menangisi kondisi kakaknya.

Oppa . . .”

“Sebaiknya kita bawa ke rumah sakit,” ucap Minho.

Dengan bantuan sang pengemudi mobil dan beberapa orang di sekitar lokasi, Kyuhyun pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.

*****

Yoona memberhentikan mobilnya di depan sekolah Minho. Namun gadis itu tidak mendapati adiknya di depan gerbang sekolah. Dengan cepat, ia mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Berniat menghubungi Minho.

Yeoboseyo . . .”

“Kau dimana? Aku sudah tiba di depan sekolahmu,” tanya Yoona cemas.

“. . .”

“Apa katamu?” Wajah Yoona tiba-tibat berubah. “Kyuhyun kecelakaan?”

“. . .”

Ne, arraseo. Aku akan segera ke rumah sakit sekarang,” ucap Yoona.

KLIK! Yoona tidak dapat menyembunyikan rasa paniknya. Gadis itu terlihat bingung seolah kehilangan arah.

Dengan cepat, ia kembali menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya menuju Seoul Hospital.

*****

Seoul Hospital

Sulli tidak berhenti menangis. Ia begitu khawatir dengan kondisi kakaknya. Sementara Minho berusaha menguatkan kekasihnya tersebut.

Hampir satu jam, Kyuhyun ditangani tim medis di UGD. Selang beberapa menit kemudian, Yoona pun tiba di rumah sakit dan bergegas menghampiri Sulli dan Minho.

“Sulli, Minho . . .”

Sulli yang melihat Yoona sudah tiba di rumah sakit langsung mendekat dan memeluknya.

Eonni . . .”

Yoona berusaha menenangkan Sulli yang semakin menangis kencang.

“Tenanglah, kakakmu pasti baik-baik saja,” ucap Yoona.

“Keluarga Cho Kyuhyun . . .”

Semua langsung menoleh ke arah suster yang tampak keluar dari ruang UGD.

“Suster, bagaimana kondisi kakakku?” tanya Sulli cemas.

“Pasien dalam kondisi baik. Kami sudah mengobati luka di tangannya. Begitu selesai menyelesaikan administrasinya, pasien sudah diperbolehkan pulang . . .”

Sulli tersenyum lega. Begitu juga dengan Minho dan Yoona. Ketiganya saling memandang, lalu berjalan masuk untuk menemui Kyuhyun.

Mereka mendapati Kyuhyun terbaring dengan tangan kirinya yang diperban. Beberapa luka kecil di bagian wajahnya juga sudah diobati oleh tim medis.

Oppa . . .” Sulli langsung mendekat dan memeluk kakaknya tersebut. Gadis itu kembali menangis.

“Sudahlah, jangan menangis lagi. Lihat. Aku baik-baik saja bukan?” ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

Mianhae, ini salahku. Seharusnya aku tadi tidak perlu marah padamu dan menuruti ucapanmu,” kata Sulli merasa bersalah.

Kyuhyun menggeleng pelan. “Ani, aku juga bersalah padamu. Maafkan sikap kakakmu yang terlalu egois ini . . .”

Sulli memeluk Kyuhyun. Yoona dan Minho ikut tersenyum melihatnya. Usai melepas pelukannya, Kyuhyun tampak memperhatikan ke arah Yoona dan Minho. Menyadari kedua matanya saling bertemu dengan Kyuhyun, Yoona kembali memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Syukurlah hyung, kondisimu baik-baik saja,” ucap Minho.

Kyuhyun mengangguk lalu tersenyum. “Kapan aku diperbolehkan pulang?”

“Begitu menyelesaikan administrasinya, oppa sudah diperbolehkan pulang hari ini juga,” ucap Sulli. “Biar aku yang mengurusnya.”

“Kalau begitu, aku temani . . .” balas Minho. Keduanya terlihat tersenyum jahil sambil memandang ke arah Yoona.

Eonni, kau tetap di sini. Aku akan mengurus administrasi oppa dulu . . .” pinta Sulli.

“Tapi . . .”

Belum sempat ia menolak permintaan tersebut, Sulli dan Minho sudah berjalan keluar meninggalkannya bersama Kyuhyun. Yoona kembali memandangi Kyuhyun yang terlihat terus memperhatikannya sejak kedatangannya.

Yoona memang masih kesal dengan sikap Kyuhyun terakhir kali padanya. Namun, ia juga tidak bisa berbohong bahwa dirinya mengkhawatirkan laki-laki itu saat mendengar kabar kecelakaan yang menimpa Kyuhyun.

*****

Sepeninggalan Sulli dan Minho, Kyuhyun dan Yoona terdiam. Yoona terlihat mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Sementara Kyuhyun hanya tertunduk.

“Aku akan menunggu di luar saja . . .” ucap Yoona, kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar.

SET! Langkahnya terhenti saat tangan Kyuhyun kembali menarik tangannya.

“Aku perlu bicara denganmu . . .” pinta Kyuhyun.

Yoona menoleh ke arah laki-laki yang setengah terbaring di ranjang itu. Ia pun hanya menuruti, lalu menarik kursi di sebelah ranjang Kyuhyun.

Suasana justru berubah canggung. Keduanya kembali terdiam satu sama lain.

“Apa . . . yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Yoona memecah keheningan.

Mianhae . . .”

Yoona terkejut mendengar Kyuhyun meminta maaf padanya.

“Waktu itu, aku hanya terlalu kesal saat melihatmu masuk ke kamarku dengan foto yang ada di tanganmu. Kemarahanku tidak bisa kukendalikan, hingga melukai perasaanmu dengan bicara yang tidak-tidak. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menghinamu dengan menyebutmu murahan. Ini murni kesalahanku, jeongmal mianhae . . .” lanjut Kyuhyun.

Yoona tersentuh melihat permintaan maaf Kyuhyun yang begitu tulus. Wajah laki-laki itu tidak sedang berpura-pura, melainkan murni menyesali kesalahannya.

“Kau masih marah padaku?” tanya Kyuhyun.

Yoona menghela nafas sejenak. Kemudian menggeleng pelan sembari tersenyum.

“Lalu . . . kenapa kau tadi bersikap dingin padaku?”

“Sebenarnya rasa kesal itu masih ada dalam benakku. Aku sama sekali bingung, kenapa sikapmu kemarin itu benar-benar kasar padaku? Pernyataanmu itu memang sangat menyakitkan dan melukaiku. Dengan peraasan seperti itu, wajar saja saat bertemu denganmu tadi, aku masih kesal dan bersikap dingin padamu,” jawab Yoona.

Kyuhyun terdiam. Memandangi Yoona yang tampak tertunduk di sampingnya. Kemudian ia mengulurkan tangannya ke arah Yoona.

“Apa ini?”

Kyuhyun mengulum senyum. “Bagaimana jika kita akhiri saja pertengkaran kita selama ini. Semua ini, kulakukan untuk Sulli dan Minho. Aku merasa bersalah pada mereka, jika kita terus-menerus bertengkar tanpa henti. Selain itu, aku juga lelah menghadapi pertengkaran denganmu. Tidak ada salahnya bukan, jika kita berteman?”

Yoona menatap Kyuhyun kaget. Lalu tertawa keras.

Wae? Kenapa dengan reaksimu ini? Kau sama sekali tidak mau berbaikan denganku?” tanya Kyuhyun sedikit kesal.

Yoona menggeleng keras. “Bukan itu. Aku tertawa, karena mengingat penyebab pertengkaran kita selama ini adalah hal sepele. Benar-benar konyol.”

Kyuhyun ikut tersenyum. “Kau benar. Jika dipikir kembali, itu adalah hal konyol,” ucap Kyuhyun.

Yoona pun membalas uluran tangan Kyuhyun. “Baiklah, kita akhiri pertengkaran kita dan mulai sekarang kita berteman.”

Keduanya pun tersenyum. Sesekali wajah mereka tampak tersipu memandang satu sama lain.

“Ah, kau masih hutang satu hal padaku,” ucap Kyuhyun

Yoona mengernyitkan dahinya. “Hutang?”

Kyuhyun mengangguk semangat. “Kau belum meminta maaf padaku karena sudah menamparku kemarin.”

Mwo?” pekik Yoona kaget. “Tamparan itu, kau memang pantas mendapatkannya.”

“Tidak bisa. Aku sudah meminta maaf padamu, sekarang giliranmu . . .”

Shireo!

“Im Yoona . . .”

Shireo!

Kyuhyun menatap kesal ke arah Yoona yang tertawa jahil. Keduanya kembali bertengkar, namun bukan karena bermusuhan, melainkan sebagai awal hubungan pertemanan mereka.

*****

Incheon International Airport

Pesawat dengan pemberangkatan dari Paris mendarat dengan sukses di landasannya. Beberapa penumpang pesawat tersebut terlihat berhamburan keluar dari pesawat. Seorang gadis berpenampilan anggun terlihat di antara para penumpang. Ia tampak mengenakan kacamata hitam dan menarik kopernya, lalu berjalan keluar dari bandara menuju salah satu taksi yang terparkir di depan bandara.

“Silakan Nona . . .”

Gadis itu tersenyum kepada supir taksi yang menyapanya. Ia pun membuka kacamatanya dan terlihat mengamati sekeliling. Matanya tampak berbinar, seolah sangat merindukan negara asalnya yang sudah ditinggalkannya selama dua tahun. Gadis itu pun kembali tersenyum. Rasa rindunya terhadap seseorang membuatnya ingin segera menemuinya.

“Aku sudah kembali, Cho Kyuhyun . . .”

-TBC-

Kembali membawa kelanjutan FF ini hehe. Maaf membuat kalian lama menunggu. Berhubung saya sekarang sedang mengikuti Ujian Akhir Semester, jadi memang harus cari waktu kosong untuk kembali menulis FF lagi. Ah iya, maaf juga kalo ada typo dan ceritanya yang kurang gimana gitu. Seperti biasa, saya tunggu RCL dari kalian, gomawo😉

50 thoughts on “Lovely Couple – Chapter 4

  1. zubaidah says:

    Pasti itu yang pulang seohyun
    Baru kyuna baikan
    Udh dateng aja pengganggu..
    Padahal udh seneng2
    Mereka baikan, pasti yoona bakalan cemburu nih.

  2. Elvi ( @elvi Chubby ) says:

    Seo kah Чªπğ kembali?
    Lalu bagaimana hub yoona ma kyuppa?
    Padahal mreka baru baikan…
    APªª ada masalah baru kah?

  3. HaeNy Choi93 says:

    Waaa… Padahal KyuNa dh Baikan.. Mlah dteng Konflik Baru..
    Jeng.. Jeng… Jeng…
    Seohyun datang…….
    Kyakx perlu tmbahin Cast Namja lg deh buat Yoona….
    Biar impas gitu…

  4. miss cho says:

    wahh…itu seohyun yg dteng???? Duhh..mulai dh konflik prcintaanya kyuna…
    Next thor… Ppali……
    Author daebak…

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s