Just For You – Chapter 9 End


justforyou5

Title : 

“Just For You”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Other Cast :

Park Jungsoo Super Junior

Kim Taeyeon SNSD

Genre :

Romance, Sad

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

 -Previous Story-

“Begitu aku hitung, kita melompat . . .” bisik Kyuhyun.

“Mwo?” Yoona menoleh kaget saat mendengar ide gila dari Kyuhyun tersebut.

Kyuhyun menarik Yoona dalam pelukannya. Hingga posisi yeoja itu membelakangi kedua orang yang semakin berjalan mendekat ke arah mereka.

“Percayalah padaku. Aku pasti akan melindungimu,” ucap Kyuhyun meyakinkan Yoona.

“Hana . . . dul . . .” Kyuhyun semakin berjalan mundur. Sementara Yoona memejamkan kedua matanya dan semakin mempererat pelukannya pada Kyuhyun.

“Set!”

“TUAN MUDA!!”

Terlambat. Kyuhyun dan Yoona sudah melompat terjun ke bawah dari gedung.

End Previous Story-

Yoona POV

Dimana aku? Mungkinkah saat ini aku dan Kyuhyun sudah berada di surga?

“Ngg . . .”

Aku mendengar suara seseorang yang tampak kesakitan. Perlahan kucoba membuka kedua mataku. Baru kusadari jika aku belum pergi ke surga. Aku masih hidup?

“Yoong . . .”

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. Seketika kedua mataku terbelalak saat melihat kepala Kyuhyun bersimbah darah. Rupanya saat aku dan Kyuhyun melompat dari atas gedung, kami terjatuh dalam sebuah gondola yang biasa digunakan para petugas untuk membersihkan kaca gedung. Sejak awal Kyuhyun sengaja menempatkan posisinya di bawah untuk melindungiku.

Tanganku gemetar.  Aku sampai kesulitan untuk berbicara. Darah yang keluar dari kepala Kyuhyun cukup banyak. Itu dikarenakan bagian belakang kepalanya membentur salah satu peralatan besi yang ada dalam gondola ini.

“Kyu . . .”

Namja itu hanya tersenyum tipis. “Kau tidak apa-apa?”

Aku mengangguk pelan. “Nan gwaenchana.”

Tangan Kyuhyun perlahan mengusap wajahku. “Syukurlah, aku bisa melindungimu.”

DEG! Tiba-tiba tangan Kyuhyun terkulai lemah.

“Kyu . . .”

Hening. Tidak ada reaksi sedikitpun dari Kyuhyun. Aku pun langsung menjerit histeris.

“TIDAK!”

Aku berusaha menggerakan tubuhnya agar dia mau bereaksi, namun tetap tidak berubah.

“Kyuhyun . . . kau tidak boleh mati! Kau tidak boleh pergi meninggalkanku begitu saja! TIDAK!”

Tanpa pikir panjang aku langsung berteriak meminta pertolongan. “TOLONG! SIAPA SAJA TOLONG AKU!”

Aku mendongakkan kepalaku ke arah atas gedung. Kulihat dua orang pengawal Kyuhyun yang mengejar kami mendekat dan tampak menatap kaget ke arah kami.

“TUAN MUDA!” Reaksi mereka tidak berbeda jauh denganku.

“Cepat kalian panggil ambulance!” ucapku tegas.

Kulihat kedua orang itu seperti berbagi tugas. Salah satu memanggil ambulance sedangkan satunya lagi bergegas menghubungi pihak pengelola gedung untuk segera menyelamatkan Kyuhyun dari atas gondola ini.

Tanganku menggenggam erat tangan Kyuhyun. Kumohon padamu, bertahanlah. Jangan tinggalkan aku seperti ini. Bertahanlah, Kyu!

Author POV

Donghae dan Leeteuk terlihat kehabisan tenaga untuk menghadapi orang suruhan Mr. Cho yang jumlahnya memang lebih banyak dari keduanya. Taeyeon hanya bisa bersembunyi dari balik pintu rumah dengan perasaan yang diselimuti ketakutan. Tidak lama kemudian sebuah mobil datang dan berhenti di dekat mereka. Terlihat Mr. Cho tampak keluar dari mobil didampingi oleh Mrs. Cho.

“CHO DONGHAE!”

Donghae yang semula berniat kembali mendaratkan pukulannya ke arah salah satu orang suruhan appanya, langsung menghentikan tindakannya. Begitu juga dengan Leeteuk.

Mr. Cho mendekat ke arah Donghae sambil menatap tajam ke arah putra sulungnya tersebut. Suasana berubah tegang.

PLAK! Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di wajah Donghae. Semua orang menatap kaget ke arah keduanya. Mr. Cho terlihat tidak bisa mengendalikan emosinya lagi. Mrs. Cho langsung mendekat ke arah Donghae dan mengusap wajah putranya tersebut.

“Kau . . . kau berani membantu adikmu dan mempermalukan appa. Keterlaluan!” bentak Mr. Cho.

Donghae menanggapi dingin perlakuan appanya tersebut.

Appa memang menyuruhku untuk menjalin hubungan baik dengan Kyuhyun. Aku pun sudah melakukannya sesuai dengan keinginan appa. Tapi, jika aku melihat Kyuhyun menderita karena tindakan yang appa lakukan padanya, aku tidak bisa tinggal diam. Walaupun harus melawan appa, akan kulakukan apapun demi kebahagiaan adikku . . .” lanjut Donghae.

“Kau . . .”

DRRT! Dering ponsel yang disimpan di balik jasnya, membuat Mr. Cho menghentikan tindakannya yang berniat ingin memukul Donghae kembali.

Yeoboseyo . . .”

“…”

Seketika raut wajah Mr. Cho berubah. “Apa katamu? Kyuhyun masuk rumah sakit?”

Reaksi yang sama ditunjukkan Mrs. Cho, Donghae, Leeteuk, Taeyeon dan juga orang suruhan Mr. Cho terkejut luar biasa.

Ne, arraseo. Aku akan segera ke rumah sakit sekarang,” jawab Mr. Cho.

KLIK! Begitu ponsel dimatikan, Mr. Cho bergegas masuk ke mobilnya diikuti dengan Mrs. Cho. Wajah keduanya tampak cemas memikirkan kondisi Kyuhyun yang dikabarkan masuk ke rumah sakit oleh salah satu orang suruhan Mr. Cho yang mengejar Kyuhyun dan Yoona.

“Kita juga ke rumah sakit sekarang,” ucap Leeteuk. Donghae dan Taeyeon mengangguki ajakan namja tersebut.

Mereka pun bergegas masuk ke dalam mobil Leeteuk. Tak lama kemudian, mobil itu melaju menuju Rumah Sakit Seoul.

Seoul Hospital

Yoona POV

Ya Tuhan, kenapa waktu terasa lama bagiku? Kenapa pintu itu belum terbuka juga? Sejak tiba di rumah sakit, aku terus memandangi pintu ruang UGD, dimana Kyuhyun sedang ditangani oleh tim medis sekarang. Hampir satu jam aku menunggu di depan pintu ruang UGD. Kulihat kedua orang suruhan appa Kyuhyun juga terlihat cemas sama sepertiku.

Doa terus terpanjat dariku, berharap untuk keselamatan orang yang paling kucintai. Buliran air mata itu tak henti-hentinya mengalir membasahi pipiku.

Tiba-tiba kudengar suara beberapa langkah kaki yang mendekat. Aku mencoba menoleh ke arah suara tersebut. Kulihat kedua orang tua Kyuhyun sudah tiba, bersamaan dengan Donghae, Leeteuk dan Taeyeon.

“Bagaimana kondisinya?”

Aku sedikit terkejut saat mendengar Mr. Cho langsung menanyakan kondisi putranya padaku.

“Ngg . . . tim medis saat ini masih menangani kondisinya,” jawabku lirih.

Seketika dapat kulihat raut kecemasan di wajah kedua orang tua Kyuhyun. Aku hanya bisa menghela nafas sembari berusaha menenangkan perasaanku yang semakin kalut. Taeyeon pun mendekat dan memelukku, menguatkanku agar tetap kuat menghadapi peristiwa menyedihkan ini.

“Keluarga Cho Kyuhyun?”

Tiba-tiba salah satu tim medis keluar. Semua orang langsung mendekat ke arahnya.

“Aku appanya, Dokter. Bagaimana kondisi putraku?” tanya Mr. Cho semakin panik.

Kulihat namja paruh baya itu terlihat tak kuasa menahan kesedihan. Aku pun juga memperhatikan raut wajah eomma tiri Kyuhyun yang terlihat bersedih. Di sampingnya tampak Donghae sedang memeluknya.

“Kondisi pasien saat ini masih kritis. Luka di bagian kepalanya mengakibatkan pasien mengeluarkan banyak darah. Untuk menyelamatkan nyawanya, pasien harus menjalani transfusi darah. Namun, persediaan darah di rumah sakit ini kebetulan sedang minim. Untuk itu kami membutuhkan sukarelawan yang bersedia mendonorkan darahnya untuk pasien.  Apakah di antara kalian ada yang bergolongan darah A?”

Hening. Tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan dokter tersebut.

“Kyuhyun sama seperti eommanya, golongan darah A. Sedangkan golongan darahku adalah B . . .” gumam Mr. Cho Lirih.

Aku langsung mengangkat salah satu tanganku ke arah dokter tersebut. “Dokter, kau bisa mengambil darahku. Kebetulan golongan darahku A.”

Semua orang menoleh ke arahku. Mereka menatap kaget, sekaligus lega. Terutama appa Kyuhyun.

Aku pun dibawa menuju ruang lab untuk pengambilan darah. Kuharap, dengan darah yang kuberikan untuk Kyuhyun, aku bisa menyelamatkan orang yang paling kucintai itu.

Author POV

Setelah tim medis mengambil darah yang didonorkan Yoona untuk Kyuhyun, yeoja itu tampak berjalan kembali menuju ruang UGD. Mungkin karena kondisinya lemas, tidak hanya karena pengambilan darah yang dilakukannya, melainkan juga karena pasca pelarian yang dilakukan bersama Kyuhyun, kondisi yeoja itu tampak drop. Yoona yang terlihat berjalan pelan, tiba-tiba tubuhnya merapat ke tembok dan jatuh pingsan. Donghae yang melihatnya langsung mendekat ke arah Yoona. Namja itu pun membawa Yoona ke ruang pemeriksaan untuk mendapatkan perawatan intensif. Ia dibantu oleh Leeteuk dan Taeyeon.

Mr. Cho yang melihat kondisi tersebut hanya terdiam. Kecemasan di wajahnya terlihat jelas. Mrs. Cho yang tengah duduk di salah satu kursi tunggu mendekati suaminya tersebut.

“Bukankah . . . kau bisa melihat betapa mereka saling mencintai?” tanya Mrs. Cho.

Mr. Cho menoleh ke arah istrinya. Wajahnya diliputi tanda tanya besar. “Apa maksudmu?”

Mrs. Cho tersenyum. “Tentu saja Kyuhyun dengan yeoja bernama Yoona itu.”

Jawaban Mrs. Cho seolah mampu meluluhkan hati Mr. Cho yang sangat menentang keras hubungan putranya dengan Yoona. Ia hanya bisa menghela nafas seolah menyesali dampak dari perbuatan yang dilakukannya.

“Tuan Cho . . .”

Pembicaraan keduanya pun terhenti saat salah satu tim medis keluar dari ruang UGD.

“Dokter bagaimana kondisi putraku?” tanya Mr. Cho.

Dokter tersebut tersenyum sembari menjabat tangan Mr. Cho.

“Syukurlah, kondisinya sudah stabil. Pasien berhasil melewati masa kritisnya. Namun demikian, saat ini pasien masih belum sadarkan diri. Kami akan segera memindahkannya ke kamar inap biasa,” ucap dokter tersebut. Lalu kembali masuk ke dalam ruang UGD untuk memindahkan Kyuhyun sesuai dengan apa yang sudah dikatakannya.

Kedua orang tua Kyuhyun tampak tersenyum lega mendengarnya.

“Ini semua berkat Yoona,” ucap Mrs. Cho lirih.

Harus diakui Mr. Cho, Yoona memang sudah menyelamatkan nyawa putranya.

*****

Yoona POV

Perlahan kubuka kedua mataku. Rasa bingung menyelimutiku saat melihat ruangan yang serba putih ini.

“Yoong . . . kau sudah sadar?”

Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. Kulihat Taeyeon dan Leeteuk sudah berdiri di sampingku. Begitu juga dengan Donghae. Namja itu terlihat menatapku dengan cemas.

“Apa yang terjadi denganku?” tanyaku penasaran karena melihat selang infus yang terpasang di tangan kananku.

“Setelah tim medis mengambil darahmu, kau jatuh pingsan. Mungkin karena kondisimu sebelumnya sudah kelelahan,” jawab Donghae.

Aku terdiam. Kemudian aku pun teringat akan kondisi Kyuhyun.

“Bagaimana kondisi Kyuhyun?” tanyaku cemas.

Kulihat mereka memandangku sembari tersenyum.

“Kau jangan khawatir. Kyuhyun baik-baik saja. Itu semua berkat dirimu,” jawab Taeyeon.

“Benarkah?” Kurasakan bibirku yang bergetar saat memastikan kembali kondisi Kyuhyun. Kulihat Donghae dan Leeteuk mengangguk sembari tersenyum ke arahku. Begitu juga dengan Taeyeon.

Serasa ada angin segar yang berhembus ke wajahku. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Air mata bahagia terus mengalir membasahi wajahku. Aku bersyukur, Kyuhyun dalam kondisi baik-baik saja.

Taeyeon kembali ke rumah untuk mengambil beberapa pakaian milikku. Dokter bilang, aku harus menjalani rawat inap selama dua hari ke depan untuk pemulihan kondisiku. Mengingat kondisiku saat ini tidak begitu baik. Bukan secara fisik saja, melainkan juga mental.

Bayang-bayang saat kulihat darah yang keluar di bagian kepala Kyuhyun terus terngiang dalam pikiranku. Kuakui, itu memang sedikit membebani pikiranku.

“Kau baik-baik saja?”

Aku menoleh ke arah Donghae. Kulihat namja itu kembali memperlihatkan wajah cemasnya. Mungkin dia bisa menangkap apa yang sedang mengganggu pikiranku ini.

Nan gwaenchana . . .” jawabku sambil tersenyum.

Donghae ikut tersenyum menanggapiku. Walau aku tahu sebenarnya namja itu masih terlihat cemas. Aku hanya berusaha menutupinya sekarang, aku tidak mau membuatnya khawatir.

“Apakah . . . Kyuhyun masih belum sadar?” tanyaku pada Donghae.

Namja itu mengangguk pelan. “Kau jangan khawatir, sebentar lagi pasti dia sadar.”

Aku tersenyum lega mendengar Donghae berusaha menenangkanku.

“Yoona-ssi . . .”

Sebuah suara mampu membuatku menoleh ke arah asal suara tersebut. Kulihat Mr. Cho sudah berdiri di depan pintu. Donghae beranjak dari posisinya dan berjalan mendekatinya.

“Bisakah kau tinggalkan kami berdua?” pinta Mr. Cho pada Donghae.

Donghae menatap padaku. Aku pun mengangguki permintaan Mr. Cho. Tanpa berkata lagi, Donghae keluar dari ruang tempatku dirawat. Kulihat namja paruh baya itu langsung berjalan mendekatiku.

Author POV

Mr. Cho tampak mengambil posisi duduk di sebelah Yoona. Sementara yeoja itu beranjak dari posisi berbaringnya, kemudian menarik bantal untuk dijadikannya sandaran.

“Bagaimana kondisimu?” tanya Mr. Cho.

“Kondisiku baik. Dokter menyarankan agar aku menjalani rawat inap selama dua hari ke depan,” jawab Yoona.

Mr. Cho tersenyum lega mendengarnya. Situasi itu sedikit terasa canggung bagi Yoona.

Mianhae . . .”

Pernyataan yang terucap dari Mr. Cho membuat Yoona terkejut. Dilihatnya namja paruh baya itu tampak menunduk. Rasa bersalah tergurat jelas di wajahnya.

“Kenapa kau meminta maaf padaku?” tanya Yoona bingung.

“Aku menentang keras hubungan antara kau dengan Kyuhyun. Sejak awal, aku hanya menginginkan Kyuhyun menikah dengan Jessica. Bukan dengan yeoja lain. Apapun akan kulakukan agar mereka berdua menikah. Saat mengetahui Kyuhyun menjalin hubungan denganmu, aku berupaya menyingkirkanmu dengan melakukan berbagai hal, termasuk pembelian tanah yang kau tempati . . .”

Yoona tampak terdiam saat mendengar penuturan Mr. Cho. Keduanya terlihat berbicara serius.

“Tujuanku ini, agar Kyuhyun menyerah dan bersedia menikah dengan Jessica. Sebagai jaminannya, aku membatalkan pembelian tanah agar kau tetap tinggal. Selain itu, aku juga bersedia membayar biaya operasi mata yang kau jalani,” lanjut Mr. Cho. Ia kembali memperhatikan Yoona yang tengah tertunduk.

“Agar aku yakin, Kyuhyun tidak menemui menjelang hari pernikahannya dengan Jessica, aku menempatkan beberapa pengawal disisinya. Ternyata, apa yang kulakukan ini membuat Kyuhyun tersiksa. Aku pernah memperhatikan wajah putraku yang terlihat stress dan tidak bersemangat. Anak itu tampak berusaha keras untuk tegar di hadapanku, padahal tidak demikian . . .”

“Lalu?”

Mr. Cho tersenyum tipis. “Hari ini, akhirnya aku sadar. Sikap kalian berdua, telah membuka hatiku. Kalian berdua memang saling mencintai satu sama lain. Aku dapat merasakannya. Selain itu . . .”

Yoona terlihat bingung saat melihat tangan Mr. Cho menggenggam erat tangannya.

“Kau adalah orang yang telah merubah sikap Kyuhyun selama ini . . .” lanjut Mr. Cho.

Seketika Yoona menoleh kaget ke arah Mr. Cho. Dilihatnya namja paruh baya itu tersenyum padanya.

“Sejak aku memutuskan untuk menikah kedua kalinya, Kyuhyun berubah menjadi pribadi yang kasar. Aku tahu, sikap Kyuhyun ini karena anak itu sangat menyayangi eommanya. Melihat dia begitu bersedih saat eommanya meninggal, kupikir akan lebih baik jika aku menikah lagi. Kyuhyun justru menolak keras dan bersikap buruk terhadap eomma dan kakak tirinya. Tapi, aku tetap percaya jika Kyuhyun suatu saat nanti akan menerima kehadiran mereka. Penantianku itu pun tidak sia-sia, itu semua berkat dirimu . . .” ucap Mr. Cho.

Pernyataan itu membuat Yoona kembali meneteskan air mata. Ia pun langsung mengusap wajahnya dan kembali memandangi Mr. Cho.

“Aku berterima kasih, karena telah membiayai operasi mataku. Kini aku bisa melihat lagi. Aku sangat berterima kasih . . .”

Mr. Cho tersenyum. “Kau memang pantas menerimanya.”

Yoona tersenyum lega mendengarnya. Setidaknya, hubungannya dengan Mr. Cho sudah menemukan titik terang.

*****

“Kau sudah puas sekarang?”

Suara dari Donghae itu berhasil membuat Jessica menoleh ke arahnya. Yeoja itu terlihat terkejut saat mendapati kakak tiri Kyuhyun sudah berdiri di belakangnya.

“Inikah yang kau inginkan? Membuatnya terbaring tak berdaya karena kehendakmu yang kau paksakan?” tanya Donghae kesal. Raut kemarahan tergambar jelas di wajahnya.

Jessica hanya menunduk dan terdiam. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya. Sikapnya yang temperamental dan ambisius seolah lenyap ditelan dalam diamnya.

“Kenapa kau diam saja?”

Yeoja itu mengangkat kepalanya dan memperhatikan Donghae. Senyum tipis tergurat di wajahnya. Jessica memperlihatkan rasa bersalahnya atas semua masalah yang terjadi.

“Kau benar, ini semua memang salahku . . .” balas Jessica.

Ia berjalan mendekat ke arah pintu tempat Kyuhyun dirawat. Kedua matanya tidak bisa lepas dari sosok namja yang masih terbaring lemas dikelilingi berbagai peralatan medis tersebut.

“Aku . . . aku sama sekali tidak menginginkan Kyuhyun mengalami hal ini. Semua kejadian ini di luar dugaanku. Awalnya kukira, aku mencintai Kyuhyun karena latar belakang keluarganya saja. Namun pada akhirnya, aku justru benar-benar sangat mencintainya. Apapun akan kulakukan asalkan Kyuhyun menjadi milikku. Tidak kusangka, Kyuhyun mengalami hal buruk seperti ini dan salah satu penyebabnya karena keegoisanku yang tidak mau melepaskannya sejak awal perpisahan kami. Aku bukan orang yang tepat untuknya . . .” tutur Jessica. “Kurasa . . . yeoja bernama Yoona itulah adalah orang yang tepat bagi Kyuhyun.”

Donghae tersenyum mendengar pengakuan Jessica tersebut.

“Benar, mereka berdua saling mencintai. Awalnya aku juga tidak bisa menerima kenyataan jika akhirnya Kyuhyun yang mendapatkan hati Yoona, bukan aku. Tapi, aku pun sadar untuk apa membuat orang yang sangat kita cintai justru terluka karena kita sendiri . . .” ucap Donghae.

“Itukah alasanmu membantu Kyuhyun melarikan diri di hari pernikahan kami?” tanya Jessica. Seolah bisa menebak sebelumnya.

Donghae mengangguk. Namja itu pun berjalan mendekati Jessica dan ikut memperhatikan Kyuhyun dari luar ruang.

“Melihat pengorbanan Kyuhyun hari ini, aku sadar. Rasa cintanya pada Yoona sangatlah besar. Begitu juga dengan Yoona yang bersedia mendonorkan darahnya demi keselamatan Kyuhyun. Bukankah itu jelas membuktikan rasa cinta mereka yang begitu mendalam?”

Jessica terdiam sejenak, lalu tersenyum. Ia akui apa yang diucapkan namja di sampingnya benar. Berapa kali usahanya untuk mendapatkan Kyuhyun, pada akhirnya namja itu tidak akan pernah bersamanya. Ia sadar, selamanya Kyuhyun hanya mencintai Yoona.

ooOoo

Pernikahan Kyuhyun dan Jessica resmi dibatalkan. Itu semua atas kesepakatan Mr. Cho, Mr. Jung dan Jessica. Walaupun peristiwa itu sangat memalukan bagi kedua belah pihak, tapi Mr. Jung sama sekali tidak marah ataupun membenci Kyuhyun. Jessica sudah memberitahu semua masalah yang sebenarnya pada appanya tersebut. Mr. Cho pun berkali-kali memohon maaf pada Mr. Jung. Begitu juga dengan Jessica yang merasa bersalah pada Kyuhyun karena keegoisannya.

Kini, semua orang tengah menanti Kyuhyun yang belum sadarkan diri. Terlihat di kamar inapnya, Mrs. Cho selalu bersabar menunggu putra tirinya tersebut. Terlalu lelah hingga akhirnya ia tertidur di samping ranjang Kyuhyun. Tanpa disadarinya, jari-jemari Kyuhyun perlahan mulai bergerak. Kedua matanya menunjukkan reaksi.

Kyuhyun POV

Aku mengerjapkan kedua mataku secara perlahan. Kulihat sekeliling ruang yang terlihat serba putih. Perhatianku beralih pada sosok yeoja yang tengah tertidur di sampingku.

Eomma . . .”

Tepat seperti dugaanku. Yeoja paruh baya itu adalah eomma tiriku. Begitu mendengar suaraku, kulihat ia langsung terbangun dan menatapku.

“Kyu . . . kau sudah sadar?” tanyanya senang.

Tak lama kemudian aku melihat appa dan Donghae datang mendekatiku.

“Kyuhyun . . .”

Aku tersenyum ke arah appa dan juga Donghae. Kulihat tangan appa langsung menggenggam erat tanganku.

“Syukurlah, kau sudah sadar . . .” ucapnya senang sambil meneteskan air mata.

Kulihat kakak tiriku itu tersenyum ke arahku. “Yoona sudah mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan nyawamu. Kau benar-benar beruntung.”

Mendengar nama Yoona disebut, aku pun langsung mengkhawatirkan kondisinya dan refleks beranjak bangun dari posisiku. Akibatnya aku kembali merasakan sakit di kepalaku yang terluka.

“Tenanglah, kau jangan memaksakan diri. Kondisimu belum pulih total,” ucap Donghae menenangkanku.

“Yoona . . . dimana dia? Bagaimana kondisinya?” tanyaku panik.

“Kyuhyun-ah!”

Aku menoleh ke arah suara yang mengejutkanku. Kulihat Leeteuk berlari mendekat ke arahku. Wajahnya tampak ceria melihatku sudah sadar.

“Kau sudah sadar? Kau baik-baik saja?” tanyanya senang. “Ah, syukurlah. Aku senang melihatmu sudah sadar . . .”

“Dimana Yoona?” tanyaku langsung pada Leeteuk.

Kulihat sahabatku itu terkejut mendengar pertanyaan yang kulontarkan padanya.

“Dia baik-baik saja. Usai mendonorkan darahnya untukmu, kondisinya lemas hingga jatuh pingsan. Dokter menyuruhnya untuk beristirahat selama dua hari. Sekarang, dia sedang ditemani Taeyeon,” jawab Leeteuk.

“Aku ingin menemuinya . . .”

“Eh, tidak perlu. Biar aku yang mengajaknya ke sini. Dia pasti senang,” ucap Leeteuk lalu pergi keluar dari kamarku.

Kuharap kondisi Yoona memang baik-baik saja.  Aku sudah tidak sabar ingin segera melihat dan memeluknya.

Yoona POV

Saat ini, aku tengah menikmati sarapan pagi yang sudah diantarkan oleh suster yang bertugas. Kulihat Taeyeon tampak membantuku menyiapkannya. Sementara Leeteuk tengah pergi menuju kamar Kyuhyun untuk melihat kondisinya.

“Kau harus makan, agar kondisimu lekas pulih . . .” ucap Taeyeon.

Aku mengangguk sembari tersenyum.

Tak lama kemudian, tiba-tiba Leeteuk kembali ke kamarku. Nafasnya terengah-engah, sepertinya habis berlari. Apa terjadi sesuatu yang buruk dengan Kyuhyun?

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu dengannya?” tanyaku cemas.

Kulihat wajah Leeteuk justru tampak ceria menatapku. Aku dan Taeyeon tampak saling memandang bingung satu sama lain.

“Kyuhyun . . . dia sudah sadar,” jawab Leeteuk bersemangat.

Rasanya aku masih tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Leeteuk.

Jinjja? Kau sedang tidak bercanda bukan?” tanya Taeyeon.

“Tentu saja tidak. Kyuhyun memang sudah sadar,” jawab Leeteuk.

Kurasakan buliran air mataku kembali turun. Aku benar-benar bahagia mendengar berita yang sudah kunantikan sejak kemarin.

“Dia mencarimu . . .” ucap Leeteuk padaku.

Aku mengangguk lalu meminta mereka membantuku menuju kamar Kyuhyun. Dengan bantuan kursi roda, aku pun bergegas menemui Kyuhyun. Rasanya sudah tidak sabar lagi aku ingin segera bertemu dengannya.

Begitu tiba di kamar Kyuhyun, aku melihat namja itu tengah menikmati sarapannya didampingi oleh kedua orang tuanya dan Donghae.

“Kyu . . .”

Author POV

“Kyu . . .”

Kyuhyun menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Semua orang yang berada di ruangan tersebut juga ikut menoleh.

“Yoong . . .”

Mr. Cho tampak tersenyum melihat kehadiran Yoona.

“Sebaiknya kami keluar. Kalian berdua bicaralah,” ucap Mr. Cho. Semuanya mengangguk sepakat dengan ucapan appa Kyuhyun tersebut. Mereka pun keluar meninggalkan Yoona dan Kyuhyun berdua di kamar.

Yoona beranjak dari kursi rodanya lalu mendekat ke arah Kyuhyun.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun sembari tersenyum.

Yoona mengangguk. Ia tetap tersenyum walau air mata terus mengalir membasahi wajahnya.

“Bagaimana denganmu?”

“Aku juga baik-baik saja . . .” jawab Kyuhyun.

Hening. Keduanya tampak menatap satu sama lain dalam diam. Hingga akhirnya Yoona memeluk Kyuhyun dan kembali menangis.

“Syukurlah . . . syukurlah kondisimu baik-baik saja,” ucap Yoona terisak.

Kyuhyun semakin memperat pelukannya terhadap Yoona. “Mianhae, aku sudah membuatmu khawatir . . .”

Yoona tampak melepas pelukannya. Ia masih terisak dan berusaha menghapus air matanya. Dengan lembut, Kyuhyun mengusap wajah Yoona.

“Ini semua berkat dirimu. Kudengar, kau sudah mendonorkan darahmu untukku. Kau telah menyelamatkan nyawaku, gomawo . . .” lanjut Kyuhyun.

Yoona mengusap wajah Kyuhyun. Namja itu pun ikut menggenggam tangan Yoona.

“Kau jangan pernah melakukannya lagi. Aku hampir mati ketakutan melihatnya,” pinta Yoona sedikit kesal.

Kyuhyun yang melihat reaksi Yoona langsung tertawa. “Baiklah, aku janji tidak akan melakukannya lagi.”

Yoona tersenyum lega. Ia benar-benar senang melihat kondisi Kyuhyun sudah membaik.

“Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Apa?”

Kyuhyun berdeham sejenak lalu menatap Yoona lekat. “Maukah kau menikah denganku?”

Yoona tersentak. Ia tidak menduga di saat keduanya tengah terbaring di rumah sakit, Kyuhyun melamarnya.

“Kau sedang melamarku? Di rumah sakit?”

Kyuhyun tertawa kecil. “Aku tahu, ini bukan tempat melamar yang romantis. Begitu pun dengan suasananya. Tapi, sejak aku membuka mataku tadi, aku sudah tidak sabar lagi ingin segera mengucapkan kalimat ini padamu.”

Yoona tersentuh mendengarnya. Ia tidak tahu harus berkata apa karena terlalu bahagia.

“Maukah kau menikah denganku?” tanya Kyuhyun mengulang kembali lamarannya pada Yoona.

Tanpa ragu, Yoona pun mengangguk sembari tersenyum. Kyuhyun yang melihatnya langsung memeluknya.

ooOoo

Two Weeks Later

Semua mata tertuju kepada pasangan pengantin yang berjalan menuju altar. Kedua insan manusia itu menjadi pusat perhatian dari seluruh tamu undangan yang hadir di acara pernikahan mereka. Saat ini keduanya tengah bersiap untuk mengucap janji suci pernikahan mereka.

“Aku Cho Kyuhyun, bersedia menerima Im Yoona menjadi istriku. Baik dalam suka maupun duka. Selamanya.”

“Aku Im Yoona, bersedia menerima Cho Kyuhyun menjadi suamiku. Baik dalam suka maupun duka. Selamanya.”

Usai mengucap janji suci pernikahan, keduanya pun bertukar cincin dan berciuman. Tepuk tangan tamu undangan yang hadir terdengar keras mengiringi kebahagiaan mereka. Kedua orang tua Kyuhyun tampak terharu melihat kebahagiaan yang dialami putranya tersebut. Begitu juga dengan Donghae. Ia senang, akhirnya Kyuhyun dan Yoona dapat mengukuhkan jalinan cinta keduanya dalam sebuah pernikahan. Namja itu tampak menoleh ke arah Jessica yang berdiri di sampingnya. Tanpa sadar, tangannya perlahan menggenggam erat tangan Jessica. Membuat yeoja itu tampak tersipu melihatnya. Keduanya tersenyum melihat kebahagiaan yang dirasakan Kyuhyun dan Yoona. Jessica sendiri juga sudah meminta maaf atas kesalahan yang dilakukannya terhadap keduanya. Sementara Leeteuk dan Taeyeon tak henti-hentinya bersorak menyerukan nama kedua sahabat mereka dan menaburkan bunga ke arah keduanya.

“Apa kau bahagia?” tanya Kyuhyun berbisik pada Yoona yang masih tersenyum ke arah tamu undangan yang hadir.

“Sangat . . .” jawab Yoona lirih.

Kyuhyun semakin menggenggam erat tangan Yoona. “Selamanya, rasa cintaku ini hanya untukmu. Just for you . . .

Yoona menoleh ke arah Kyuhyun dan tersipu.

Saranghae . . .”

Nado saranghae . . .”

Keduanya pun berpelukan satu sama lain. Walaupun banyak rintangan yang menghalangi perjalanan cinta mereka, perjuangan yang mereka lakukan demi meraih kebahagiaan itu tidak sia-sia. Pada akhirnya pun berujung dengan manis. Kedua hati mereka kini telah menyatu dalam sebuah pernikahan. Kyuhyun dan Yoona, keduanya berjanji akan menjaga mahligai pernikahan mereka agar tetap abadi untuk selamanya.

-THE END-

Yuuhuuu . . . selesai juga deh untuk FF ini. Terima kasih bagi kalian yang selalu mengikuti cerita FF ini hehe. Sebenarnya, tadinya untuk FF ini mau sad ending, tapi tiba-tiba ada perubahan alur cerita dan jadinya hehe (udah tahu kan). Cukup sulit untuk menulis bagian ending ini. Maaf kalo ada typo dan endingnya yg kurang. Saya harap kalian suka dengan endingnya ne, jangan lupa RCL, gomawo😉

64 thoughts on “Just For You – Chapter 9 End

  1. Mayang says:

    untung aja gg kyu nya masih bisa sembuh , hah kl gg ada gondola atau apalah nama nya , mungkin kyuna gg akan selamat *seremmmjdnya
    untung tuan cho bisa ngerestuin KyuNa🙂
    sicca am hae celebek deh yaaaa , kkkkkkk
    happy ending !!!!!!!!!!
    Jdi ketagihan baca ff KyuNa ,. lanjutttt next ff *ppyyoonnggggg

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s