Look, at Me! – Chapter 5


lookatme3

Title : 

“Look, at Me!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Angst, Family, Married Life, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

“Kenapa kau berbohong padaku, oppa?” gumamnya lirih.

Dalam kesedihan yang menyelimuti hatinya, gadis itu berjalan menuju halte bis. Duduk sendirian dengan perasaan yang campur aduk, membuat pikirannya kosong. Seolah tidak tahu kemana tujuannya sekarang. Sudah hampir satu jam, ia membiarkan bis yang lewat di depannya. Kejadian malam itu benar-benar meluluh lantakkan hatinya. Membuat keyakinannya terhadap Kyuhyun melemah.

Yoona memperhatikan ke arah langit yang tiba-tiba mendung di malam hari. Tak lama kemudian, hujan deras turun membasahi seluruh kota, membuat semua orang berlarian mencari tempat teduh. Gadis itu kembali larut dalam kesedihannya.

“Sepertinya, langit bisa merasakan kesedihan yang kualami ini . . .

-End Previous Story-

Hujan mulai reda. Sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah yang berukuran mewah. Sang pengemudi mobil terlihat menundukkan kepalanya di atas setir. Entah apa yang sedang mengusiknya, wajah pria itu terlihat bimbang. Cho Kyuhyun, saat ini dirinya tengah berada di tengah jalan tanpa tahu arah mana yang harus ia tuju.

***

Kyuhyun memapah Jessica menuju kamar apartemen wanita itu. Jessica benar-benar dalam kondisi mabuk berat, hingga akhirnya Kyuhyun terpaksa mengantarkannya kembali ke apartemen wanita tersebut.

Jessica dibaringkan di ranjangnya. Kyuhyun tampak melepas sepatu yang masih melekat di kaki Jessica. Kemudian merapikan posisi Jessica dan menarik selimut untuk menghangatkannya. Pria itu berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air minum yang untuk wanita itu.

“Jangan tinggalkan aku, Kyu . . .”

Suara itu membuat Kyuhyun tertegun. Ia melihat buliran air mata yang keluar membasahi wajah wanita itu. Tangan Kyuhyun perlahan bergerak menuju wajah Jessica, namun ia urungkan niatnya untuk mengusap wajah wanita yang sudah dicintainya selama 3 tahun tersebut. Terlalu sulit untuk memaafkan pengkhianatan yang dilakukan Jessica.

Ia pun bergegas keluar dari kamar apartemen Jessica.

***

Kyuhyun keluar dari mobilnya lalu masuk ke dalam rumah menggunakan kunci cadangan. Ia tidak mau membangunkan Yoona. Ia tahu, gadis itu pasti sudah terlelap tidur. Rasa bersalahnya karena membatalkan janji makan malam membuat pria itu tampak menatap sedih ke arah pintu kamar Yoona. Hanya itu? Tidak. Kyuhyun juga merasa bersalah karena telah berbohong pada istrinya.

Mianhae . . .” ucapnya lirih lalu bergegas masuk ke kamarnya.

ooOoo

Suara kicauan burung membuat Kyuhyun mengerjapkan kedua matanya. Pria itu tampak melenturkan tubuhnya sejenak sebelum beranjak bangun. Hari ini ia tidak bekerja, karena bertepatan dengan hari Minggu. Ia pun keluar dari kamarnya. Berjalan menuju dapur. Seketika keterkejutan menyelimuti perasaannya kala mendapatkan dapur tampak kosong dan sepi. Ruang makan pun juga dalam kondisi sama.

“Dia belum bangun?” gumam Kyuhyun lirih.

Kyuhyun berjalan menuju kamar Yoona. Dengan perlahan, ia mengetuk pintu kamar istrinya tersebut.

“Yoona . . .”

Hening. Tidak ada respon sama sekali dari dalam kamar. Kyuhyun pun memegang kenok pintu dan menyadari pintu kamar itu tidak dikunci. Perlahan pria itu mencoba masuk, seketika ia terkejut ketika tidak mendapati Yoona di kamarnya.

“Apa semalam dia tidak pulang?”

Diam. Kyuhyun terdiam cukup lama. Hingga rasa cemas itu datang menghampirinya. Tanpa ragu lagi, Kyuhyun mengambil jaket di kamarnya lalu bergegas keluar rumah untuk mencari Yoona.

*****

Yoona tampak mengerjapkan kedua matanya. Mengamati seisi ruang yang disadari terasa asing baginya. Perhatiannya beralih pada handuk kecil yang terpasang di keningnya. Rasa bingung menyelimuti perasaannya.

“Dimana aku?”

Yoona mengambil handuk tersebut lalu beranjak bangun. Ia terkejut saat melihat pria yang tengah tertidur di sofa kamar tersebut.

“Donghae?”

Suaranya yang cukup keras rupanya berhasil mengejutkan pria yang tengah tertidur itu. Donghae membuka matanya dan langsung menoleh ke arah Yoona. Wajahnya terlihat cerah sekaligus senang.

“Kau sudah sadar?”

Yoona mengernyitkan dahinya. “Apa yang terjadi?”

***

Donghae menepikan mobilnya tepat di depan sebuah halte bis. Ia tahu tindakannya itu salah, tapi pria itu hanya berhenti sebentar untuk mengambil ponselnya yang terjatuh dari dasbor mobil.

Usai meraih ponselnya, Donghae berniat melajukan kembali mobilnya. Namun, sosok gadis yang tengah terduduk di halte bis membuatnya penasaran. Ia memperhatikan gadis yang terlihat gemetaran dengan mata terpejam.

“Yoona?”

Setelah yakin sosok itu adalah sahabatnya, Donghae langsung mengambil payung yang terletak di bagian tengah mobil. Ia keluar dan bergegas menghampiri Yoona.

“Yoona, sedang apa kau disini?” tanya Donghae cemas. Ia bingung, di tengah hujan deras dan malam hari, kenapa sahabatnya itu justru duduk di halte bis, bukannya di rumah.

Gadis itu tidak menjawab dan terlihat menggigil. Donghae memberanikan diri untuk memegang kening Yoona. Raut wajahnya pun seketika berubah saat merasakan suhu panas sahabatnya tersebut.

“Tinggi sekali . . .” gumamnya lirih.

Tanpa pikir panjang, Donghae memapah Yoona dan membawanya masuk ke mobil. Dengan cepat, Donghae menyalakan mesin mobil dan melajukannya menuju apartemennya.

***

“Aku terkena demam?”

Donghae mengangguk sembari tersenyum. Keduanya tengah menikmati sarapan yang dibuat oleh Donghae di ruang makan. Khusus untuk Yoona, Donghae membuatkan bubur abalon untuk memulihkan kondisinya.

“Saat itu, aku tengah menghentikan mobilku di depan halte bis yang kau duduki. Aku sedang mengambil ponselku yang terjatuh. Hingga akhirnya aku melihatmu lalu menghampirimu. Tapi kau sama sekali tidak merespon kehadiranku dan terus menggigil. Barulah aku tahu jika kau terkena demam tinggi dan membawamu langsung ke apartemenku . . .” jawab Donghae.

Yoona terdiam sejenak. Itu artinya, sejak semalam ia tidak kembali ke rumah.

“Aku tahu kau pasti terkejut, kenapa tiba-tiba kau bisa berada di apartemenku. Tadinya aku berniat untuk membawamu ke rumahmu, tapi karena lokasi apartemenku yang tidak jauh dari posisi kita, dan aku khawatir dengan kondisimu, kau pun kubawa ke sini. Mianhae . . .” ucap Donghae merasa bersalah. Ia sadar, Yoona sudah menikah dan bersuami.

Yoona tersenyum. “Untuk apa kau meminta maaf. Seharusnya aku, karena sudah merepotkanmu.”

Donghae ikut tersenyum. “Jangan berbicara seperti itu, kau ini sahabatku. Sudah seharusnya aku menolongmu . . .”

Gomawo . . .” balas Yoona.

“Karena kondisimu sudah pulih, aku akan menghubungi Kyuhyun. Suamimu pasti sangat mengkhawatirkanmu . . .”

“Tidak perlu!”

Donghae yang sudah memegang ponselnya dan bersiap menghubungi Kyuhyun, menatap kaget ke arah Yoona.

“Kenapa?” tanya Donghae.

Yoona terdiam dan langsung tertunduk. Raut wajahnya menunjukkan kesedihan yang sedang dialaminya.

“Kalian sedang bertengkar?”

Melihat Yoona hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya, pria itu yakin, kondisi sahabatnya itu memang sedang tidak baik.

“Sebenarnya sejak awal pertemuan kembali denganmu, aku sempat merasa khawatir dengan pernikahanmu yang bermula karena perjodohan,” ucap Donghae mengejutkan hingga membuat Yoona menatapnya.

“Kau terlihat tidak bahagia . . .” lanjut Donghae.

Yoona tersenyum tipis. Gadis itu tampak memainkan sendok yang ia gunakan untuk menyantap bubur.

“Donghae-ah . . . kurasa aku lelah menjalani kehidupan rumah tanggaku dengannya,” ucap Yoona.

“Kenapa?”

“Dia memiliki wanita lain.”

Mwo?!” Pria itu menatap kaget ke arah Yoona. “Maksudmu dia berselingkuh?”

Yoona hanya diam sembari menatap nanar ke arah pria di hadapannya.

“Kau mengenal wanita itu? Apa kau pernah melihat suamimu bersama wanita lain dengan mata kepalamu sendiri?” tanya Donghae.

Pertanyaan inilah yang membuat Yoona sulit menjawabnya. Gadis itu tampak menelan ludah dan berusaha untuk tetap tenang. Bagaimana jika Donghae sampai tahu kalau wanita itu adalah Jessica, kekasihnya sendiri.

“Aku tidak mengenalnya . . .” ucap Yoona berbohong. Lalu kembali fokus menyantap sarapannya.

Donghae menatap wajah Yoona. Sahabatnya itu terlihat sedih dan stress. Seolah ada beban berat yang ditanggungnya.

*****

Suara ketukan pintu yang cukup keras membuat sang pemilik kamar keluar.

“Kyuhyun?”

Nafas pria itu terengah-engah. Membuat Yuri yang melihatnya tampak bingung dengan menyernyitkan dahinya.

“Apa Yoona pergi menemuimu?” tanya Kyuhyun cemas.

Yuri menggeleng. “Tidak. Terakhir aku bertemu dengannya kemarin siang saat aku berkunjung ke rumah kalian.”

Mendengar hal itu wajah Kyuhyun semakin terlihat cemas. Kondisi pria itu jelas mengundang tanya bagi Yuri.

“Memangnya ada apa?” tanya Yuri penasaran.

Kyuhyun mengatupkan bibirnya. “Sejak semalam, dia tidak kembali ke rumah.”

Mwo?” pekik Yuri terkejut. “Bukankah kemarin malam kalian ada janji makan malam bersama? Yoona sangat senang menceritakan ajakanmu itu, makanya dia menyuruhku datang ke rumah.”

Kyuhyun tertunduk. “Acara itu batal, karena ada suatu hal yang harus kuselesaikan.”

“Lalu . . . dimana Yoona sekarang?” tanya Yuri ikut cemas.

“Kau jangan khawatir, dia pasti bisa kutemukan,” jawab Kyuhyun menenangkan Yuri. “Kumohon padamu, jangan beritahu appa dan eomma. Beri aku waktu untuk menemukannya.”

Walau tidak tahu masalah yang sebenarnya, kali ini Yuri percaya pada Kyuhyun.

“Baiklah, masalah ini hanya kau dan aku yang tahu. Aku tidak akan memberitahu ahjussi dan ahjumma. Kuharap kau bisa segera menemukan Yoona,” ucap Yuri. “Ah, iya. Bagaimana jika kau menghubungi Donghae?”

DEG! Mendengar nama Donghae disebut oleh Yuri, wajah Kyuhyun langsung murung.

“Baiklah, nanti akan kuhubungi . . .”

Kyuhyun bergegas pergi meninggalkan Yuri. Saran sepupu Yoona itu terus terngiang dalam benaknya. Apakah ia harus menghubungi Donghae? Tidak mungkin gadis itu menemuinya. Tapi . . . bagaimana jika saat ini Yoona memang sedang bersama Donghae?

*****

Yoona bersiap untuk kembali ke rumahnya. Donghae yang melihat sahabatnya tersebut turut prihatin dengan masalah yang sedang menimpanya.

“Kau yakin tidak mau kuantar pulang?” tanya Donghae.

Yoona mengangguk sembari tersenyum. “Kau sudah merawatku semalam, aku tidak mau merepotkanmu lagi.”

“Aish, sudah kubilang aku sama sekali tidak repot,” ucap Donghae.

Yoona kembali tersenyum saat melihat ekspresi wajah Donghae.

DRRT! Tiba-tiba ponsel Donghae berdering. Pria itu pun bergegas mengambil ponselnya yang diletakkan di ruang santai. Ia melihat sebuah nomor yang tidak dikenalnya.

Yeoboseyo . . .” sapa Donghae sembari melirik ke arah Yoona.

“ . . .”

Seketika raut wajah Donghae berubah. “Ah, Kyuhyun. Ada apa meneleponku?”

Tepat dugaannya, begitu mendengar nama Kyuhyun, Yoona langsung menoleh kaget ke arahnya. Gadis itu langsung berjalan mendekatinya seolah berusaha mencuri dengar apa yang dikatakan Kyuhyun.

“Yoona?” tanya Donghae. Kemudian ia melirik ke arah Yoona. Gadis itu menggeleng keras, memberi isyarat kepada Donghae untuk tidak memberitahu Kyuhyun.

Mianhae, aku tidak tahu. Yoona sama sekali tidak pergi menemuiku,” jawab Donghae.

“. . .”

“Baiklah, jika dia menghubungiku, aku pasti akan memberitahumu . . .”

KLIK! Donghae mematikan ponselnya kemudian terdiam. Ia memperhatikan Yoona yang tengah menunduk.

“Dia mencarimu . . .” ucap Donghae. “Kau tidak ingin memberitahunya? Kurasa dia sangat mengkhawatirkanmu.”

Yoona hanya tersenyum tipis. “Lebih baik aku pergi sekarang, sekali lagi aku berterima kasih padamu . . .”

“Kau tidak langsung kembali ke rumah?”

Gadis itu menggeleng. “Aku masih perlu waktu untuk menenangkan diri.”

Donghae menghela nafas dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk Yoona. “Baiklah, kuharap kau bisa menyelesaikan masalahmu dan hidup bahagia.”

*****

Kyuhyun menghentikan mobilnya di taman pusat Seoul. Wajahnya semakin terlihat cemas. Sudah berjam-jam mencari Yoona, bahkan hampir menelusuri hingga seluruh kota Seoul, namun gadis itu tetap tidak ditemukan.

“Ini membuatku gila!” runtuk Kyuhyun kesal.

Kedua matanya tampak memandang ke arah taman pusat Seoul yang terlihat ramai.  Ingatannya kembali pada waktu terakhir kali kunjungannya bersama Yoona kalinya di tempat tersebut.

Satu hari, seperti satu tahun. Waktu terasa lama bagi Kyuhyun. Pria itu tampak putus asa. Kekhawatiran itu terus menyelimutinya.

Kyuhyun mencoba menenangkan hatinya yang mulai kalut. Selama pencarian Yoona, pria itu menyadari satu hal. Ia merasa sangat kehilangan ketika tidak mendapat kabar dari Yoona, walaupun hanya dalam kurun waktu satu hari. Mungkin terlihat bodoh atau memang benar-benar bodoh. Kyuhyun tidak menyadari bahwa hatinya perlahan memang mulai membuka untuk Yoona. Di saat pikirannya masih merasa bimbang antara Jessica ataupun Yoona, tapi hatinya sudah yakin bahwa Yoona lah memang sosok yang tepat untuknya. Gadis baik hati, penuh perhatian, sabar, dan selalu memberikan senyuman padanya.

Kyuhyun menyadari, betapa ia sangat bodoh sudah menyia-nyiakan waktu selama hampir setahun dengan menjalin hubungan bersama Jessica. Wanita yang sudah dicintainya selama 3 tahun, namun justru mengkhianatinya.

“Dimana kau sekarang? Kenapa rasa sesak ini tidak pernah hilang?” gumam Kyuhyun lirih.

Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya. Pria itu pun memutuskan meninggalkan taman pusat Seoul dan kembali ke rumah.

*****

Penantian yang sia-sia, seolah perasaan ini yang sedang dirasakan Yoona. Rasa optimis itu berubah pesimis. Keyakinannya perlahan mulai surut. Entah apa yang akan dilakukannya sekarang. Menghadapi Kyuhyun, orang yang sangat ia cintai, namun ia tidak tahu apakah pria itu juga mencintainya. Selama hampir setahun pernikahan yang mereka jalani, Yoona terus berharap bahwa Kyuhyun akan mencintainya.

Kenyataannya tidaklah seindah yang dibayangkan. Di saat ia mulai menaruh harapan terakhir pada Kyuhyun, yang mulai membuka hati untuknya, Yoona justru menelan pil pahit, dengan melihat pemandangan yang sungguh menyayat hatinya.

Jessica, sejak melihat sikap mesra yang dilakukan wanita itu pada Kyuhyun di hadapannya pertama kali, Yoona memang sudah mencurigai adanya hubungan spesial di antara keduanya. Demi rasa cintanya pada Kyuhyun, Yoona menekan semua rasa curiga itu dan tetap mempercayai suaminya itu.

Perhatian Yoona tertuju pada sepasang suami istri yang terlihat senang karena sang istri tengah mengandung buah cinta keduanya. Sang suami tampak setia mendampingi istrinya. Tangannya tampak mengusap-usap pelan ke arah perut sang istri yang membesar. Mencoba berbicara dengan sang bayi yang masih berada dalam kandungan. Kedua insan manusia itu terlihat berbahagia.

“Jangan lama-lama memberikanku cucu, aku sudah tidak sabar menunggu. Ne?”

Yoona menghela nafas. Ucapan mertuanya itu masih terngiang dalam benaknya. Bagaimana jika kedua orang tuanya dan kedua orang tua Kyuhyun mengetahui hubungan pernikahan mereka yang tidak harmonis. Pasti sangat kecewa.

Yoona berhenti sejenak di sebuah taman kecil yang berada tak jauh dari rumahnya. Wajahnya terlihat lelah. Tidak hanya lelah secara fisik, namun secara batin jauh lebih lelah. Kepercayaan terhadap Kyuhyun, kini dirasakannya semakin lemah. Hanya dengan satu kalimat terakhir yang diucapkan Kyuhyun, ditambah dengan pemandangan menyakitkan semalam, harapan gadis itu hilang seketika.

*****

Perlahan, hari mulai menjelang malam. Langkah Yoona terlihat pelan. Seolah tidak ada semangat dalam dirinya. Ia berjalan pelan menuju rumahnya yang hampir terlihat dari jauh. Saat gadis itu hampir sampai di depan gerbang rumahnya, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tak jauh di depannya.

Menyadari mobil itu adalah mobil Kyuhyun, tubuh Yoona terasa kaku. Entah apa yang sedang mengusiknya, gadis itu hanya berdiri diam sembari menatap ke arah pria yang keluar dari mobil di depannya.

Mengetahui Yoona sudah kembali, wajah Kyuhyun berubah cerah. Ia tidak peduli seberapa kacau penampilannya bagi Yoona. Rasa senang luar biasa dirasakan Kyuhyun ketika melihat Yoona kembali dalam kondisi baik-baik saja.

Melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang tak henti-hentinya mengulum senyum padanya, raut bingung justru terlihat di wajah Yoona.

Keduanya tampak menatap satu sama lain. Tiba-tiba, Kyuhyun langsung menarik tangan Yoona hingga mendorong tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Awalnya pelukan Kyuhyun tidak begitu terasa kuat, namun perlahan pria itu semakin memeluk Yoona dengan erat. Seolah tak ingin lepas darinya.

Oppa . . .”

“Kau kemana saja? Aku sudah mencarimu selama seharian ini . . .”

Jantung Yoona berdegup kencang mendengarnya. Benarkah pria itu sangat mengkhawatirkannya dan berusaha mencarinya? Jika benar demikian, tentu sangat membahagiakannya. Namun, Yoona tetap tidak bisa berbohong jika hatinya terlanjur sakit karena pemandangan yang dilihatnya semalam.

Gadis itu tampak berusaha melepas pelukannya dari Kyuhyun, mendorong pelan tubuh suaminya dan memberi jarak. Sikapnya tersebut membuat Kyuhyun menatap bingung ke arahnya.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun. Ia mendapat raut wajah Yoona yang berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi mata yang berbinar cerah di wajah istrinya tersebut.

“Lebih baik kita bercerai saja . . .”

Leher Kyuhyun terasa tercekat mendengar kalimat yang terlontar dari mulut gadis yang tengah menatap nanar ke arahnya.

“Bercerai?” Kata yang terakhir kali terucap dari mulutnya, kini justru terucap kembali oleh Yoona. “Memangnya kenapa?”

Yoona tertunduk. “Aku sudah lelah, oppa . . . sangat lelah . . .”

Kyuhyun merasakan ada yang aneh dalam diri gadis itu. Apa yang terjadi dengannya? Ia tidak melihat sosok Yoona yang seperti biasanya. Selalu ceria dan menatapnya dengan penuh kehangatan. Kenapa sekarang Yoona justru terlihat muram dan tidak ada lagi tatapan hangat dari gadis itu? Kenapa?

“Bagaimana bisa kau berkata seperti itu? Bukankah sudah kukatakan, aku akan mencoba untuk mencintaimu. Aku hanya butuh waktu . . .” ucap Kyuhyun.

Yoona tersenyum tipis mendengarnya. “Kurasa seberapa lama pun waktu yang kuberikan padamu, perasaanmu padaku tidak akan pernah berubah oppa . . .”

Kalimat yang terasa menyayat hati bagi Kyuhyun.

“Apa yang terjadi denganmu?” tanya Kyuhyun. “Kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku?”

“Bukankah justru kau yang sedang menyembunyikan sesuatu dariku, oppa?

DEG!

“Apa maksudmu?”

Yoona tidak menjawab pertanyaan dari Kyuhyun. Perlahan buliran air mata itu mulai jatuh membasahi wajahnya. Dengan cepat, gadis itu menghapus air matanya lalu berbalik meninggalkan Kyuhyun dan masuk ke rumah.

Kyuhyun berlari menyusul Yoona dan langsung memeluknya dari belakang. Langkah gadis itu kembali terhenti.

“Tolong . . . kau jangan membuatku gila seperti ini . . .” pinta Kyuhyun.

Yoona terisak mendengar kalimat yang terucap dari Kyuhyun. Ia tahu, suaminya tersebut mengatakan hal yang jujur. Hal ini dapat ia rasakan dari debaran jantung Kyuhyun yang terasa begitu kencang.

“Semalam . . .” Yoona masih menahan air matanya yang bersiap mengalir deras. “Kau menemui Jessica. Bukankah begitu?”

Jantung Kyuhyun terasa dirujam beribu-ribu pisau mendengarnya. Ucapan Yoona itu mampu membuat pelukan Kyuhyun merenggang, sehingga gadis itu dapat berbalik menatapnya.

“Aku tahu . . . semalam kau membatalkan janji makan malam, karena kau pergi menemui Jessica,” lanjut Yoona. Matanya mulai berkaca-kaca menatap Kyuhyun.

Kyuhyun terlihat shock mendengar pengakuan Yoona. Bibirnya terasa kelu, tidak tahu harus mengatakan apa pada gadis di hadapannya itu.

“Itu . . . itu tidak seperti yang kau bayangkan. Aku hanya . . .”

“Apakah . . . Jessica adalah orang yang sangat kau cintai itu?” tanya Yoona.

“Kau jangan berpikiran yang macam-macam. Ini tidak . . .”

Seketika Kyuhyun menghentikan kalimatnya. Ia melihat Yoona menangis. Air mata gadis itu seolah tidak bisa dibendung lagi. Ia tahu, terlalu ceroboh dan tidak memiliki pendirian hingga membuat kesalahan fatal. Kesalahan yang bisa berdampak semakin buruk pada hubungannya dengan Yoona.

“Percayalah padaku, aku sama sekali tidak bermaksud menyembunyikan sesuatu darimu . . .” ucap Kyuhyun.

“Aku pun ingin percaya padamu, oppa. Selalu ingin percaya. Hanya saja . . .”

Kyuhyun kembali menatap istrinya tersebut.

“Kali ini, aku tidak tahu. Apakah aku masih bisa mempercayaimu, oppa . . .”

Yoona langsung berbalik dan mempercepat langkahnya, meninggalkan Kyuhyun yang berusaha menjelaskan semua masalah yang sebenarnya. Yoona tahu, kali ini mungkin suaminya itu memang sudah mulai melupakan Jessica dan bermaksud mencoba untuk menerima keberadaannya. Tapi, kepercayaan Yoona terhadap pria itu justru berkurang, hingga membuatnya tidak berani untuk meneruskan hubungan mereka. Ia terlalu takut, jika sampai kembali merasakan luka yang begitu menyayat hatinya.

Kyuhyun menatap nanar ke arah Yoona yang masuk ke dalam rumah. Pria itu memilih berdiri diam di halaman rumahnya.

“Kenapa . . . di saat aku mulai menyadari rasa cintaku padamu, kau justru tidak bisa lagi mempercayaiku?”

Raut wajah Kyuhyun tampak semakin muram. Perlahan air matanya menetes. “Benarkah kita harus berpisah, Im Yoona?”

-TBC-

Nunggu kelanjutan FF ini? Hehe. Maaf membuat kalian lama menunggu. Cukup sulit untuk menulis part ini. Saya harap kalian suka dengan kelanjutannya. Maaf kalo ada typo dan ceritanya yang kurang. Seperti biasa, RCL dari kalian ya, gomawo😉

P.S : Kalau biar lebih dapet feel nya, coba baca sambil dengerin lagu Taeyeon ft Tiffany yg Lost in Love, soalnya saya buat FF ini sambil dengerin lagu ini hehe😀

83 thoughts on “Look, at Me! – Chapter 5

  1. Mayang says:

    Yesssss suka part ini , hahaha
    kali” kyu nya kek yang disakitin , hehehehe
    ya ya bener tuh yoong,kl uda lelah uda berhenti aja , kan gg baik jug kl diterusin

  2. chofen says:

    Daebak min!!! Alur’a gak cpt tpi pas… Menyentuh pula, dpt inspirasi dri mna sih min bsa menyentuh pke bgt itu??

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s