Look, at Me! – Chapter 6


lookatme3

Title : 

“Look, at Me!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Angst, Family, Married Life, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

Kyuhyun menatap nanar ke arah Yoona yang masuk ke dalam rumah. Pria itu memilih berdiri diam di halaman rumahnya.

“Kenapa . . . di saat aku mulai menyadari rasa cintaku padamu, kau justru tidak bisa lagi mempercayaiku?”

Raut wajah Kyuhyun tampak semakin muram. Perlahan air matanya menetes. “Benarkah kita harus berpisah, Im Yoona?”

End Previous Story-

Langkah cepat membawa Yoona masuk ke kamarnya. Sementara Kyuhyun yang seolah berusaha mengelak ataupun mengabaikan apa yang diucapkan istrinya tentang perceraian, tampak mengejar gadis itu hingga berhenti di depan kamar Yoona yang sudah tertutup rapat. Tanpa ragu, pria itu langsung mengetuk pintu walaupun harus berkali-kali asalkan Yoona mau keluar dari kamarnya.

“Yoona . . .”

Kyuhyun tampak mendekatkan telinganya pada pintu kamar istrinya tersebut. Dari balik kamar, ia dapat mendengar suara isakan tangis yang begitu menyedihkan.

“Kumohon padamu . . .” pinta Kyuhyun. Tidak ada lagi nada dingin yang biasa terdengar darinya. Kali ini pria itu tampak lemah tak berdaya.

“Kita bisa bicarakan ini baik-baik . . .” lanjutnya.

Ketukan pintu itu kembali terdengar oleh Yoona. Ia hanya bisa menundukkan kepala, menyembunyikan wajahnya yang sudah dibasahi oleh air mata yang terus mengalir.

“Yoona . . .”

Wajah Kyuhyun terlihat pucat. Sejak pagi ia mencari Yoona hingga menjelang malam. Ia rela mengabaikan kondisinya yang tidak makan ataupun minum sejak pagi. Tenaganya seolah terkuras habis, hingga akhirnya . . .

BRUK!

Yoona terkejut saat mendengar suara keras di luar kamarnya. Dengan cepat, gadis itu mengusap wajahnya lalu membuka pintu kamar.

Oppa!

Gadis itu terkejut dan panik saat melihat Kyuhyun sudah jatuh tersungkur di depan kamarnya. Ia bergegas mengangkat tubuh Kyuhyun, lalu memapahnya ke kamar pria itu. Yoona cukup berusaha keras memapah suaminya yang tubuhnya jauh lebih berat darinya. Dengan hati-hati, ia membaringkan Kyuhyun di ranjang. Gadis itu melepas jaket yang masih melekat di tubuh Kyuhyun.

Yoona memperhatikan wajah Kyuhyun yang terlihat pucat. Kulitnya juga terlihat kering. Kecemasan itu mendorongnya untuk segera menghubungi dokter keluarga Cho, Dokter Kim.

Tidak butuh waktu lama untuk menunggu, Dokter Kim pun tiba. Pria paruh baya itu langsung masuk dan memeriksa kondisi Kyuhyun yang masih tak sadarkan diri. Sementara Yoona tampak menunggu di samping ranjang suaminya dengan wajah cemas.

“Bagaimana kondisinya, Dokter?” tanya Yoona.

Dokter Kim tersenyum. “Kau jangan khawatir, dia hanya dehidrasi dan kelelahan.”

“Dehidrasi?”

Ne, kekurangan cairan yang membuat kondisinya lemah,” jawab Dokter Kim. “Apakah hari ini Kyuhyun tidak minum dengan cukup?”

Mendengar pertanyaan Dokter Kim tersebut, wajah Yoona seketika berubah. Gadis itu tampak memperhatikan ke arah Kyuhyun yang masih terpejam dan terbaring lemah.

“Aku akan memberikan vitamin untuk memulihkan kondisinya. Setidaknya harus segera diminum. Kau bisa menyuapinya, jika dia memang belum sadar,” ucap Dokter Kim.

Yoona mengangguk. “Ne, arraseo.”

*****

Donghae berjalan menyisiri lantai sebuah apartemen. Langkah kakinya membawa pria itu berhenti di depan salah satu kamar apartemen. Tanpa perlu mengetuk pintu, Donghae langsung menekan tombol kode pengunci pintu tersebut. Begitu terdengar suara pertanda kunci pintu sudah terbuka, pria itu pun bergegas masuk ke dalam kamar apartemen tersebut. Perhatiannya tertuju pada sosok wanita yang didapatinya tengah meminum anggur di balkon apartemennya. Namun yang mengejutkan adalah beberapa botol anggur yang sudah kosong tampak tergeletak di lantai.

“Kau sedang minum? Sudah berapa botol yang kau habiskan?” tanyanya cemas.

Wanita itu hanya menoleh sekilas lalu kembali meneguk minumannya. Dengan cepat Donghae langsung merebut gelas yang dipegang wanita tersebut.

“Kembalikan, aku belum selesai!”

“Jessica!”

“Kembalikan!” Jessica bersi keras untuk tetap meneguk minuman yang berada dalam gelas yang dipegang Donghae.

“Ada apa denganmu? Akhir-akhr ini aku sering melihat kondisimu yang seperti ini,” tanya Donghae cemas.

Jessica tampak mengacuhkan ucapan Donghae dan kembali meneguk minumannya yang masih berada dalam botol.

“Hentikan!” bentak Donghae.

Jessica berusaha merebut botol yang berhasil direbut Donghae. Wanita itu terlihat kehilangan kesadarannya dan tampak memukul-mukul dada Donghae sembari terisak. Donghae hanya menatap bingung melihat sikap kekasihnya tersebut. Tak lama kemudian, Jessica menangis dalam pelukannya. Reaksi Jessica tersebut, membuat Donghae semakin penasaran dengan masalah yang menimpa wanita itu.

*****

Yoona kembali masuk ke kamar Kyuhyun. Gadis itu duduk di atas ranjang Kyuhyun dan memposisikan dirinya di samping tubuh suaminya. Wajah pria itu memang masih pucat.  Sesaat ada rasa kasihan sekaligus cemas dalam benaknya.

“Apakah hari ini Kyuhyun tidak minum dengan cukup?”

Ucapan Dokter Kim terus terngiang. Mungkinkah kondisi yang menimpa Kyuhyun ini diakibatkan pria itu kehabisan tenaga karena mencarinya?

Dengan penuh perhatian, Yoona menyuapkan vitamin yang sudah diberikan oleh Dokter Kim untuk memulihkan kondisi Kyuhyun yang masih belum sadar.

Uhuk . . .”

Saat cairan vitamin mulai masuk ke dalam mulut Kyuhyun, tanpa disengaja pria itu tersedak. Yoona segera mengambil tissue yang sudah dibawanya untuk mengelap sisa cairan yang keluar dari mulut suaminya tersebut. Begitu melihat kondisi Kyuhyun yang sudah tenang, Yoona pun menyuapi kembali suaminya tersebut hingga vitamin tersebut berhasil diminumkan kepada Kyuhyun.

Selesai memberikan vitamin, Yoona beranjak bangun untuk kembali ke dapur.

SET! Tiba-tiba ia merasakan seseorang menariknya. Ia pun menoleh ke belakang dan mendapati tangan Kyuhyun sudah memegang tangannya. Perlahan ia melihat kedua mata Kyuhyun yang mulai membuka.

Oppa . . .”

Mendengar suara yang memanggilnya membuat Kyuhyun menggerakkan kepalanya perlahan untuk menoleh ke arah sumber suara.

“Jangan pergi . . .”

Hati Yoona terenyuh sekaligus sesak mendengarnya. Gadis itu langsung tertunduk dan berusaha melepaskan genggaman tangan Kyuhyun, tapi kesulitan karena sangat kuat seolah pria itu tak ingin melepasnya.

“Aku tahu kau marah padaku,” lanjut Kyuhyun. “Kumohon untuk malam ini, tetaplah di sini.”

Yoona memperhatikan wajah Kyuhyun. Pria itu terlihat tulus dengan permintaannya. Ia pun meletakkan mangkuk di atas meja kecil samping ranjang Kyuhyun. Lalu mengambil posisi duduk di samping ranjang suaminya tersebut.

“Naiklah . . .”

Seketika Yoona menoleh kaget mendengarnya. Ia membulatkan kedua matanya sembari menatap Kyuhyun.

Oppa . . .”

“Tidurlah di sebelahku, kau pasti juga kelelahan bukan,” ucap Kyuhyun. Dengan kondisinya yang masih lemas, pria itu tampak mengambil guling dan meletakkannya tepat di sebelahnya. Ia jadikan guling tersebut sebagai pembatas keduanya.

Yoona masih terdiam dan terpaku di tempatnya. Hingga akhirnya ia berjalan lalu mengambil posisi yang sudah disediakan Kyuhyun. Gadis itu pun ikut berbaring di samping Kyuhyun tapi berusaha menjaga jarak. Kemudian ia membalikkan posisinya ke arah lain hingga punggungnya membelakangi Kyuhyun.

Kyuhyun memperhatikan Yoona yang sudah berbaring di sebelahnya. Tangan pria itu tampak bergerak mendekati kepala istrinya, berniat ingin membelai secara perlahan, namun diurungkannya. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain. Menatap langit-langit kamarnya dengan perasaan campur aduk.

“Apa kau sudah tidur?”

Mendengar Kyuhyun mencoba untuk berbicara dengannya, Yoona memilih memejamkan matanya dan bersiap tidur.

Kyuhyun kembali memperhatikan Yoona. Gadis itu tidak menjawab. Menurutnya, itu berarti Yoona sudah tertidur. Ia pun menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. Seolah berusaha melepas beban berat yang sedang dialaminya.

“Aku mengerti perasaanmu. Wajar jika kau berkata seperti itu. Kuakui, ini semua memang salahku,” ucap Kyuhyun.

Pernyataan itu membuat Yoona membuka matanya. Ia yang sudah berniat untuk tidur mengurungkannya dan berniat mendengarkan semua yang akan diucapkan oleh Kyuhyun.

“Alasanku menolak menikah denganmu, seperti yang sudah kau ketahui sejak awal, karena aku mencintai orang lain,” ujar Kyuhyun. “Kau benar, orang itu adalah Jessica.”

DEG! Dada Yoona terasa sesak mendengarnya. Air matanya perlahan mulai menetes. Namun gadis itu berusaha menahannya.

“Hubungan kami sudah berjalan selama dua tahun. Tapi, appa menyuruhku untuk mengakhirinya dan menikah denganmu. Aku sangat menolak keras. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menuruti kemauan appa, dan selalu bersikap dingin padamu tanpa menganggapmu sebagai seorang istri,” ucap Kyuhyun. “Selama pernikahan yang sudah kita jalani itu, aku memang masih menjalin hubungan dengan Jessica.”

Sakit. Rasanya sangat menyakitkan. Yoona masih berusaha menahan air matanya yang hampir keluar.

“Tapi, kurasa aku terkena karma. Selama pernikahan kita, tidak kusangka dia sudah memiliki kekasih, yang tidak lain adalah sahabatmu, Donghae. Rasanya menyakitkan. Aku sangat marah padanya. Hingga akhirnya kuputuskan untuk mengakhiri hubungan kami,” lanjut Kyuhyun.

Kalimat terakhir yang diucapkan Kyuhyun membuat Yoona terdiam. Benarkah hubungan mereka sudah berakhir? Lalu kenapa semalam ia melihat suaminya tersebut masih menemui Jessica?

“Jessica berkali-kali meminta padaku untuk tetap bersamanya, tapi aku menolaknya. Pengkhianatan yang dilakukannya membuatku sadar, bahwa dia bukanlah wanita yang tepat untukku,” ucap Kyuhyun. “Hingga akhirnya, aku mulai menyadari bahwa kau adalah sosok gadis yang terbaik yang pernah kutemui. Berkali-kali aku bersikap dingin bahkan kasar, kau tetap sabar dan terus tersenyum padaku. Apa yang sudah kupikirkan selama ini, hingga membuang waktu dan sudah menyia-nyiakan dirimu. Lalu, aku pun memutuskan untuk mulai menerimamu dan mencoba untuk mencintaimu.”

Yoona tersentuh mendengarnya. Kali ini gadis itu yakin, Kyuhyun tidak berbohong. Pria itu sangat tulus mengatakan semuanya pada Yoona.

Mianhae, untuk kejadian semalam. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk berbohong padamu. Seharusnya, aku tidak menemuinya lagi. Hanya saja, pihak klub malam itu menghubungiku karena Jessica sudah mabuk berat. Ia melihat nomor kontak yang terakhir dihubungi di ponselnya adalah nomorku. Karena itulah mereka meneleponku. Aku hanya sekedar membantu Jessica kembali ke apartemennya. Begitu selesai, aku langsung kembali ke rumah, sungguh . . .”

Yoona tidak dapat lagi menahan air matanya yang mengalir membasahi wajahnya.

“Selama sehari ini, aku pergi mencarimu. Aku rela mengabaikan kondisiku yang memang tidak makan ataupun minum sejak pagi hanya untuk mencarimu. Aku khawatir, mengingat semalam hujan deras, kau tidak pulang ke rumah, aku takut jika terjadi sesuatu yang buruk padamu,” ucap Kyuhyun. “Akhirnya aku menyadari, bahwa aku . . .”

Kyuhyun terdiam sejenak. Pria itu tampak memejamkan kedua matanya. Sementara Yoona terlihat cemas menunggu kelanjutan ucapan Kyuhyun.

“Aku mulai jatuh cinta padamu, Im Yoona . . .”

Air mata Yoona tidak bisa dibendung lagi. Gadis itu menangis dalam diamnya.

Kyuhyun menoleh ke arah Yoona yang dilihatnya gemetar. Pria itu tersenyum. Sejak awal ia tahu kalau Yoona belum tidur. Karena itulah ia sengaja mengungkapkan semua isi hatinya pada gadis itu.

“Kuharap . . . perceraian yang kau ucapkan tadi tidak akan pernah terjadi,” lanjut Kyuhyun.

ooOoo

Cahaya matahari pagi berhasil menembus celah kamar Kyuhyun, hingga menyilaukan sang pemilik kamar yang masih terbaring tidur. Kedua mata pria itu perlahan terbuka. Ia mengusap-usap wajahnya, lalu menoleh ke arah sebelahnya. Dilihatnya Yoona sudah berbalik posisi ke arahnya, hingga wajah gadis itu tampak dekat dengannya. Pria itu tampak memperhatikan wajah Yoona secara seksama. Wajah yang begitu tenang dan damai saat tidur, membuat wajah Kyuhyun tanpa sadar memerah melihatnya. Tangannya perlahan membelai lembut kepala Yoona.

Kyuhyun tersenyum, melihat wajah istrinya yang terlihat lebih tenang. Walau demikian, hatinya masih cemas, apakah gadis itu akan memaafkannya dan tidak lagi membahas perceraian yang sudah diucapkan Yoona sebelumnya?

Ia beranjak dari posisinya. Kemudian membenarkan posisi Yoona, menarik selimut hingga batas dada gadis itu. Perlahan ia dekatkan wajahnya, lalu mendaratkan sebuah kecupan manis di kening Yoona.

“Aku sungguh ingin memulai lagi dari awal . . .” ucap Kyuhyun lirih, lalu berjalan keluar dari kamarnya.

*****

Yoona mengerjapkan kedua matanya. Barulah ia sadari, gadis itu terlambat bangun. Rupanya gadis itu tertidur cukup lama. Ia pun memperhatikan sekeliling dan mendapati Kyuhyun sudah tidak ada di sebelahnya.

Gadis itu bergegas keluar dari kamar Kyuhyun. Kemudian berhenti di ruang tengah, lalu berjalan menuju ruang makan. Ia melihat ada beberapa makanan yang sudah tersaji di meja makan. Perhatiannya tertuju pada secarik kertas yang diselipkan di bawah tudung saji.

Aku berangkat ke kantor

Ini sudah kusiapkan sarapan untukmu, makanlah

-Kyuhyun-

Senyum manis itu mengembang di wajah Yoona, usai membaca tulisan pada kertas yang tengah dipegangnya. Ia menarik kursi lalu menyantap beberapa hidangan yang sudah disiapkan Kyuhyun sebelumnya.

Di sela-sela makannya, gadis itu tampak termenung. Memikirkan kembali semua pengakuan Kyuhyun semalam.

 “Aku mulai jatuh cinta padamu, Im Yoona . . .”

Wajah Yoona memerah saat mengingat kembali ucapan Kyuhyun tersebut.

“Kuharap . . . perceraian yang kau ucapkan tadi tidak akan pernah terjadi.”

Gadis itu menatap langit-langit ruang makan. Seolah tampak memikirkan sesuatu yang mengusiknya sejak semalam.

“Aku pun juga ingin perceraian itu tidak terjadi, oppa . . .” gumamnya lirih.

KRING! Tiba-tiba terdengar suara telepon rumah yang berdering. Yoona bergegas menghampiri telepon yang diletakkan di ruang tengah.

Yeoboseyo . . .”

“ . . .”

Oppa . . .” Yoona terkejut saat mendengar suara dari seberang telepon adalah Kyuhyun.

“ . . .”

Eomma mengajak kita makan malam bersama? Malam ini?”

“. . .”

Ne, arraseo. Nanti aku akan berangkat dari rumah naik taksi, lebih baik kau langsung dari kantor saja . . .”

“. . .”

Yoona tampak terdiam saat mendengar Kyuhyun menolak usulannya dan lebih memilih kembali ke rumah untuk menjemputnya.

Ne, arraseo . . .”

Begitu pembicaraan selesai, Yoona langsung mengembalikan telepon pada posisinya. Gadis itu tampak terdiam seolah sedang memikirkan sesuatu. Ia terkejut saat mengetahui Kyuhyun tidak meneleponnya langsung ke ponselnya, melainkan ke telepon rumah. Apa pria itu khawatir jika menelepon langsung ke ponsel Yoona, gadis itu tidak akan mengangkatnya dan mengabaikan panggilannya?

*****

Kyuhyun terlihat memandangi ponselnya sejenak, lalu meletakkannya di atas meja kerjanya.

“Aku tahu, jika aku langsung menelepon ke nomormu, kau pasti tidak akan menjawabnya, Yoona . . .” gumamnya lirih.

Tiba-tiba terdengar suara telepon kantornya yang berbunyi. Pria itu bergegas mengangkat gagang telepon tersebut.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

“Tamu?” tanya Kyuhyun penasaraan saat mendengar Sekertaris Kim memberitahukan ada tamu pria untuknya.

“. . .”

Ne, persilakan dia masuk . . .” ucap Kyuhyun. Tak berselang lama saat ia meletakkan gagang telepon itu kembali, Sekertaris Kim datang lalu membungkuk ke arahnya. Kemudian masuklah seorang pria yang tidak asing baginya.

“Donghae?”

Pria itu tampak tersenyum ke arah Kyuhyun. “Apa aku mengganggumu?”

Kyuhyun yang sebelumnya terdiam karena bingung, langsung menggeleng pelan begitu tersadar dari lamunannya.

Ani, kau sama sekali tidak mengganggu. Ada perlu apa?” tanya Kyuhyun begitu mempersilakan Donghae duduk di depannya.

“Kurasa tidak tepat jika kita melakukan pembicaraan di sini, bagaimana jika kita berbicara di luar saja? Sekaligus aku ingin mengajakmu makan siang bersama . . .”

Kyuhyun sedikit terkejut mendengar penuturan Donghae tersebut. Ia tampak terdiam sejenak sembari memperhatikan jam tangannya, sebelum mengiyakan ajakan Donghae. Hingga akhirnya ia mengangguk sembari tersenyum.

Kyuhyun dan Donghae memutuskan untuk makan siang bersama di sebuah restoran yang lokasinya tidak jauh dari kantor Kyuhyun. Begitu tiba, keduanya langsung memesan menu masing-masing.

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Kyuhyun di sela-sela keduanya menunggu hidangan siap disajikan.

“Ini tentang Yoona,” jawab Donghae yang membuat Kyuhyun menatap kaget sembari membulatkan mata ke arahnya.

“Memang ada apa?”

Donghae berdeham sejenak sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun. Sikapnya itu membuat Kyuhyun semakin penasaran.

“Sebenarnya ia melarangku untuk mengatakannya . . .” ucap Donghae. “Malam sebelumnya, saat dia tidak kembali ke rumah, sebenarnya waktu itu dia menginap di apartemenku.”

Mwo?” Kyuhyun sedikit berteriak karena terkejut mendengar penuturan Donghae.

“Kau jangan berpikiran yang macam-macam, dengarkan penjelasanku dulu . . .” ucap Donghae berusaha menenangkan Kyuhyun yang terlihat shock mendengarnya.

“Aku melihatnya duduk sendirian di sebuah halte bis yang lokasinya tak jauh dari apartemenku. Malam itu, hujan sangat deras. Aku bingung, kenapa dia bisa berada di halte itu dan tidak di rumah. Saat aku dekati, aku justru mendapati ia memejamkan kedua matanya dengan tubuh yang menggigil. Setelah aku cek, ternyata istrimu itu demam. Aku sudah berniat untuk mengantarkannya pulang, tapi karena terlalu khawatir, akhirnya kuputuskan untuk merawatnya di apartemenku. Mianhae . . .”

Kyuhyun tercengang. Ia terkejut luar biasa mendengar penuturan Donghae tersebut.

“Setelah Yoona sadar dari pingsannya, aku berniat meneleponmu. Tapi, Yoona justru menolak dan melarangku untuk memberitahu kondisinya padamu. Saat itulah, aku tahu jika kalian sedang bertengkar,” lanjut Donghae. “Mianhae, waktu itu aku berbohong padamu ketika kau meneleponku karena mencari Yoona. Ini semua, permintaannya.”

Kyuhyun tidak bisa berkata apa-apa. Ia terlalu kaget untuk mendengar semua yang diucapkan Donghae, yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Yoona bilang, dia ingin mengakhiri hubungan kalian karena melihatmu bersama wanita lain,” ucap Donghae.

“Dia bilang seperti itu?” tanya Kyuhyun kaget.

Donghae mengangguk. “Aku memang tidak tahu apakah kau benar-benar memiliki wanita lain atau tidak. Aku hanya berharap, hubungan kalian baik-baik saja.”

Begitu perhatian Donghae beralih pada pelayan yang mulai mengantarkan hidangan, Kyuhyun tampak merenungkan kembali ucapan pria di hadapannya tersebut. Ia tidak menduga, kesalahan kecil yang dilakukannya telah membuat lubang yang begitu besar dalam hati Yoona.

*****

Sesuai dengan janji, Kyuhyun dan Yoona datang menemui kedua orang tua Kyuhyun untuk makan malam bersama.

“Kenapa baru datang sekarang? Sudah lama sekali kalian tidak datang menemui kami. Apa kalian pikir kami tidak merindukan kalian?”

Pertanyaan yang dilontarkan Mrs. Cho membuat Kyuhyun dan Yoona saling pandang. Keduanya hanya tersenyum tipis sembari menikmati hidangan makan malam yang sudah disiapkan di kediaman kedua orang tua Kyuhyun.

“Kau ini. Putra dan menantumu sedang menikmati hidangan makan malam, kenapa kau sisipi dengan pertanyaan bertubi-tubi seperti itu?” tanya Mr. Cho heran.

“Biar saja. Aku memang sangat merindukan mereka, terutama menantuku . . .” ucap Mrs. Cho sembari tersenyum ke arah Yoona.

Yoona ikut tersenyum memandangi ekspresi wajah mertuanya tersebut.

“Apa masih belum muncul tanda-tandanya?” tanya Mrs. Cho kemudian.

“Tanda-tanda?” tanya Yoona bingung.

Mrs. Cho tampak menepukkan kedua tangannya.

“Aish, kau ini! Tentu saja tanda-tanda kehamilanmu,” lanjutnya.

Uhuk!” Kyuhyun yang sedang meneguk minumannya langsung tersedak begitu mendengar penuturan eommanya.

“Kau kenapa, Kyu?” tanya Mr. Cho bingung melihat reaksi putranya tersebut.

Nan gwaenchana,” jawab Kyuhyun.

Yoona hanya kembali tersenyum tipis melihat reaksi suaminya. Gadis itu pun tampak meneguk minumannya dan fokus kembali pada hidangan di piringnya.

“Apa kalian sedang bertengkar?”

Mwo?” tanya Yoona dan Kyuhyun bersamaan, menanggapi pertanyaan yang diucapkan oleh eomma Kyuhyun tersebut. Mr. Cho langsung menatap tajam ke arah istrinya yang dinilai mengeluarkan pertanyaan yang merusak suasana.

“Apa yang sedang kau katakan?” tanya Mr. Cho sedikit kesal.

“Aku hanya penasaran saja. Kulihat ekspresi mereka terlihat seperti pasangan suami istri yang sedang bertengkar . . .” jawab Mr. Cho.

“Itu . . .

“Mana mungkin kami sedang bertengkar eomma? Hubungan kami baik-baik saja,” ucap Kyuhyun memotong ucapan Yoona. Pria itu tampak menggerakkan tangan kirinya, lalu menggenggam erat tangan Yoona. Ia menatap gadis di sampingnya itu dengan tatapan teduh, seolah berharap jangan sampai gadis itu memberitahukan semuanya pada kedua orang tua Kyuhyun.

“Benarkah itu?” tanya Mrs. Cho pada Yoona saat melihat gadis itu tertunduk.

“Ah, ne. Hubungan kami baik-baik saja, eomma . . .” jawab Yoona sembari tersenyum.

“Dengar apa yang diucapkan mereka? Sudahlah, kau jangan terlalu berprasangka buruk . . .” ucap Mr. Cho sembari menyantap hidangannya.

Ne, arraseo. Kuharap kalian akan selalu harmonis dan segera memberikanku cucu. Aku sudah tidak sabar lagi ingin segera menimang cucu . . .” pinta Mrs. Cho.

Mr. Cho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap istrinya tersebut. Sementara Kyuhyun dan Yoona hanya saling memandang tanpa berkata apapun. Hati mereka terasa miris mendengar permintaan yang diucapkan Mrs. Cho tersebut.

*****

Kyuhyun menghentikan mobilnya. Begitu tiba di rumah, Yoona langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk rumah meninggalkan Kyuhyun. Pria itu pun bergegas menyusul istrinya yang terlihat menghindarinya.

Chakkaman . . .” ucap Kyuhyun sambil memegang lengan Yoona hingga membuat gadis itu menghentikan langkahnya. Yoona memutar tubuhnya lalu berusaha melepas genggaman tangan Kyuhyun.

“Ada apa?”

Melihat raut wajah Yoona yang terkesan dingin membuat Kyuhyun kesal.

“Kau . . .” Kyuhyun mulai kehilangan kesabarannya melihat sikap istrinya tersebut. “Apa kau sekarang sedang membalasku dengan sikap dinginmu itu?”

Yoona memalingkan wajahnya ke arah lain. Sementara Kyuhyun berjalan mendekatinya.

“Apakah . . . yang kau ucapkan semalam itu sungguh-sungguh?”

Kyuhyun menatap kaget ke arah Yoona. “Kau mendengarnya?”

Yoona mengangguk. “Aku sudah mendengar semuanya.”

Pria itu hanya terdiam dan tidak melepas pandangannya dari Yoona. Sementara Yoona terlihat terus menunduk seolah tidak ingin memperhatikan Kyuhyun.

“Apa yang kuucapkan semalam, itu semua tulus dari lubuk hatiku yang terdalam. Aku sungguh ingin memulai lagi dari awal. Karena aku memang . . .”

Yoona tampak menunggu Kyuhyun melanjutkan kalimatnya kembali.

“Telah jatuh cinta padamu,” lanjut Kyuhyun.

Tubuh Yoona terasa bergetar mendengarnya. Semua perasaan itu campur-aduk. Membuat ia bingung untuk mengambil keputusan.

“Kau tidak percaya padaku?” tanya Kyuhyun saat melihat Yoona hanya terdiam dan tidak merespon pernyatannya.

Yoona hanya memandang sekilas ke arah Kyuhyun, lalu kembali memperhatikan arah lain.

“Apa kau benar-benar menginginkan perceraian?” tanya Kyuhyun terdengar putus asa.

“Aku tidak tahu,” jawab Yoona lalu berbalik meninggalkan Kyuhyun.

Tiba-tiba Kyuhyun langsung menarik tangan Yoona dan mendorong tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.

Oppa . . .” Yoona berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun tapi tidak bisa. Ia merasakan pelukan yang begitu kuat dari Kyuhyun.

“Kumohon . . .” Kyuhyun terlihat memejamkan kedua matanya dan terus memeluk Yoona. “Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua dan memulai lagi dari awal.”

Hati Yoona tersentuh. Gadis itu tak kuasa menahan air matanya. Ia tahu hatinya sangat senang mengetahui Kyuhyun mulai jatuh cinta padanya. Tapi, ia juga terlalu takut jika meneruskan hubungannya dengan Kyuhyun, ia akan mengalami luka yang sama seperti sebelumnya. Keputusan apa yang harus diambil Yoona, membuat gadis itu hanya menangis dalam diamnya.

-TBC-

Selesai juga menulis kelanjutan FF ini. Maaf membuat kalian lama menunggu. Maaf kalo ada typo dan juga ceritanya yang malah gaje. Menurutku, emosi di FF ini memang menurun dibanding chapter sebelumnya *iya nggak ya?*sok tau nih*plak hehe. Kuharap kalian suka dengan kelanjutannya. Seperti biasa, ditunggu RCL dari kalian, gomawo😉

88 thoughts on “Look, at Me! – Chapter 6

  1. Mayang says:

    ngertiseh kl yoona ragu am kyu , secara gtu sering bangett bang kyu boongin dan sakitin yoona ,
    hae baik bangett tau ihhh , gimana kl hae tau yang sebener nya ya ??!?

  2. Dyan says:

    Suka pas kyu ungkapin semua nya pas dia lagi scene ditempat tidur, manis bnget. .ah gak ku sangka bang epil sweet bnget😀

  3. srizakyu says:

    Kyuhyun nya di maafkan dong..
    Kan ud sm2 cinta.
    Trs donghae wktu di apartemen jessi ƍäª nanya mcm2 ya ttg keadaan jessi yg suka minum

  4. retnoangkyu says:

    Aahaaaaaaa Yoonaaaa ngegemesin banget sih!!
    Udahlah lupain semua masalah yg udh berlalu,lagian kyu udh mulai jatuh cinta kok hahahaha..
    Ayolah yoona terima kyu lagi kekeke^^

  5. ddddddd says:

    Eonnie, tiap hari aku ngintip blog moga-moga ada posting-an baru. Aku udah baca ulang chapter ini,
    chapter 7 nya ditunggu banget..

  6. Wati88 says:

    Bagus chingu ffnya…bikin penasaran,di tunggu part selanjutnya.klo bisa jangan lama2 ya…coz dag gk sabar nih

  7. Deery00ng says:

    KyuNa gc b0leh cerai.
    Campur aduk bca.x T.0.T
    feel.x dpet bgt unN . .
    Pk0k.x next chap jngan lama” n buat KyuNa tmbah sweet,n jngan smpek ada Perceraian🙂
    KYUNA JJANG . .

  8. safira says:

    eonnie, ak baca ff look at me chapter 6 dah dua kali nihhh…. ayo dong eonnie, chapter 7 nya cepet di publish… penasaran nihhh…. gomawo eonnie,,, jngn lupa y eonn…….

  9. Liayoonw says:

    Cerita bagus bgt, maaf bru comment skarang tp q dh bacamulai dr awal n suka bget,,
    daebak, keep writing y chingu

    kyuna jangan pisah donk, ayo klo ada aegya g pisah kan? Jessica hrus d hkum, kyu g ush lirik2 jessica lg, ckup liat yoong ajah.
    Fighting, keep writing

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s