Prince as Bodyguard – Chapter 3


prncasbdygrd2

Title : 

“Prince as Bodyguard”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Other Cast :

Oh Sehun EXO-K

Seo Joo Hyun SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Genre :

Comedy, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

“Kau tahu, jika kau bersikap baik seperti itu, kau terlihat cantik . . .”

Seketika wajah Yoona memerah mendengarnya. Apalagi saat melihat wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengannya. Yoona dapat melihat jelas garis wajah Kyuhyun yang tegas dan terlihat tampan. Merasa jantungnya berdebar kencang, Yoona langsung beranjak dari posisinya.

“Chakkaman . . .” Kyuhyun menarik tangan Yoona saat melihat wanita itu akan berjalan meninggalkannya.

Akibatnya, Yoona justru jatuh menimpa tubuh Kyuhyun. Posisi keduanya seolah sedang berpelukan satu sama lain.  Keduanya tampak saling menatap dengan wajah masing-masing yang memerah.

“Yoona . . .”

Sebuah suara mampu membuyarkan lamunan keduanya. Mereka menoleh ke arah suara yang mengejutkan mereka. Betapa kagetnya Yoona saat melihat sosok pria yang sudah berdiri di hadapan mereka.

“Sehun . . .”

-End Previous Story-

Yoona langsung beranjak dari posisinya lalu berlari mendekati Sehun, meninggalkan Kyuhyun yang hanya menatapnya bingung sambil membenarkan posisinya. Ia tidak dapat menyembunyikan rasa malunya. Posisi yang sangat tidak mengenakan, kenapa harus Sehun yang melihatnya?

“Sehun, kau datang untuk menemuiku?” tanya Yoona senang dengan senyum yang ia paksakan. Sesekali wanita itu melirik ke arah Kyuhyun dengan tatapan sadis.

Sehun tersenyum lalu mengangguk. Perhatian pria itu beralih pada Kyuhyun yang terlihat masih mengusap hidungnya.

Jari telunjuk Sehun tampak mengarah pada Kyuhyun. “Nugu-ya?

Pertanyaan itu membuat raut wajah Yoona berubah malas. Wanita itu tampak berbalik lalu mendekati Kyuhyun, sementara Sehun tampak mengikutinya dari belakang.

“Dia adalah pengawal pribadiku yang baru, Cho Kyuhyun . . .” ucap Yoona. Kemudian ia melihat Kyuhyun yang masih sibuk dengan hidungnya. Menyadari pengawal pribadinya itu tampak cuek, dengan cepat Yoona menendang kaki Kyuhyun hingga membuat pria itu mendongakkan kepalanya dan berteriak kesakitan.

“Ada apa?” bentak Kyuhyun. Sikapnya itu membuat Yoona langsung menatap tajam ke arahnya. Kyuhyun mengalihkan perhatiannya pada Sehun yang berdiri di samping Yoona.

“Dia adalah temanku, Oh Sehun . . .” ucap Yoona. Dengan satu tarikan nafas, wanita itu berusaha menahan kesal pada Kyuhyun.

Kyuhyun imnida . . .”

Sehun imnida . . .” balas Sehun sambil tersenyum. Sementara Kyuhyun hanya menanggapi dengan senyum tipis.

“Baiklah, karena perkenalannya sudah selesai, lebih baik kita mengobrol di taman luar saja, kajja . . .” ajak Yoona sambil menarik tangan Sehun lalu berjalan keluar meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun terlihat memperhatikan ke arah Yoona yang tengah bergelayut manja di lengan Sehun. Wajah wanita itu tampak merah merona dan tak henti-hentinya tersenyum.

“Apa pria itu kekasihnya?” gumam Kyuhyun lirih.

“Pria itu adalah teman masa kecil Nona . . .”

Kyuhyun menoleh ke arah suara yang mengejutkannya.

“Kepala Pelayan Kim?”

Wanita paruh baya itu tampak membungkuk ke arah Kyuhyun.

“Sehun, dia adalah teman masa kecil Nona sejak usia 7 tahun. Mereka sudah berteman selama 15 tahun. Tapi, kurasa Nona menganggapnya lebih dari sekedar teman,” lanjut Kepala Pelayan Kim.

“Maksudmu . . .” Kyuhyun tampak memutar bola matanya. “Dia menyukai pria bernama Sehun itu?”

Kepala Pelayan Kim mengangguk sembari tersenyum. Kemudian tampak memperhatikan kembali Kyuhyun yang sedang mengamati Yoona dari kejauhan. Tanpa sadar wanita paruh baya itu tersenyum melihatnya. Menyadari Kyuhyun sedang diperhatikan, membuat pria itu terlihat penasaran dengan reaksi Kepala Pelayan Kim.

“Kenapa kau tersenyum?”

“Apakah kau cemburu dengan kedekatan mereka?” tanya Kepala Pelayan Kim spontan.

Wajah Kyuhyun seketika berubah merah. Kemudian memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Mana mungkin, itu konyol . . .” elak Kyuhyun sambil tertawa.

Kepala Pelayan Kim hanya tersenyum melihatnya, lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun. Sepeninggalan wanita paruh baya itu, Kyuhyun kembali memperhatikan Yoona dan Sehun yang masih bercanda tawa di taman. Ia merasakan hal yang aneh pada dirinya. Jantungnya tampak berdebar tidak karuan.

“Aish, aku pasti sudah gila . . .”

*****

Yoona tidak berhenti tersenyum. Wanita itu tampak senang saat menghabiskan waktu bersama Sehun, teman sejak kecil, sekaligus pria yang disukainya selama 15 tahun.

“Kenapa kau tersenyum?” tanya Sehun sukses membuyarkan lamunan Yoona.

Menyadari Sehun tengah memperhatikannya, wajah Yoona langsung memerah.

“Memangnya aku tidak boleh tersenyum,” jawab Yoona sambil mengerucutkan bibirnya.

Sehun tertawa melihat reaksi Yoona yang sangat lucu.

“Aku hanya bercanda . . .” ucap Sehun sembari mengacak-acak rambut Yoona sembari tertawa.

Yoona hanya meringis saat melihat sikap Sehun padanya. Perlakuan pria itu tidak berubah. Tidak menganggapnya sebagai wanita melainkan hanya sebagai teman.

“Tidakkah bisakah hubungan kita lebih dari . . .”

“Kau bilang apa?” tanya Sehun saat mendengar nada suara Yoona yang kecil.

Yoona baru sadar apa yang dikatakannya hampir mengungkapkan perasaannya selama ini.

“Ah, bukan apa-apa. Lupakan saja,” ucap Yoona sembari tersenyum.

Sehun hanya menatap Yoona tanpa bertanya lagi. Pria itu pun ikut tersenyum memandangnya. Tiba-tiba Kyuhyun datang menghampiri keduanya.

Mianhae, Sehun-ssi. Ini sudah larut malam, kau bisa menemuinya lagi lain waktu,” ucap Kyuhyun yang langsung mendapat tatapan tajam dari Yoona.

Sehun melirik ke arah jam tangan yang dikenakannya. “Benar juga. Sebaiknya aku pulang.”

Yoona ikut beranjak dari posisinya saat melihat Sehun sudah berdiri.

“Baiklah, sampai jumpa besok,” pamit Sehun pada Yoona.

Sehun pun terlihat berjalan meninggalkan Yoona bersama Kyuhyun. Begitu pria itu tidak terlihat lagi, Yoona tidak dapat menahan rasa marahnya pada Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan? Kau sengaja mengusirnya pulang?” bentak Yoona kesal.

Kyuhyun tersenyum jahil. “Mengusirnya pulang? Memang sudah waktunya dia pulang. Ini sudah larut malam, memangnya kau mau mengobrol dengannya sampai kapan?”

“Mau sampai kapan aku mengobrol dengannya, itu terserah aku. Kenapa kau tadi menyela kebersamaan kami? Mengganggu saja . . .” ucap Yoona.

Kyuhyun menyipitkan kedua matanya sembari melirik ke arah Yoona. “Apa pria itu kekasihmu?”

Mendengar pertanyaan dari pengawal pribadinya itu membuat wajah Yoona memerah. “Itu . . .”

“Hanya teman kan? Bukan kekasih?” lanjut Kyuhyun.

Yoona kembali menatap Kyuhyun dengan tajam. “Apa maksudmu berkata seperti itu?”

Kyuhyun tampak tertawa keras melihat reaksi Yoona.

“Sudahlah, lebih baik kau segera tidur. Apa kau lupa besok kau harus bangun pagi-pagi sekali? Jangan kau harap aku lupa untuk mengajakmu jogging setiap hari,” ucap Kyuhyun.

Mwo?

“Selamat malam . . .” lanjut Kyuhyun sembari menyeringai. Pria itu terlihat menunjukkan ekspresi wajahnya yang sedang meledek Yoona. Begitu Kyuhyun pergi, Yoona tak henti-hentinya mengumpat pengawal pribadinya yang dinilai menyebalkan tersebut.

ooOoo

Dimulailah rutinitas yang harus dilakukan Yoona tiap paginya. Bersama Kyuhyun, wanita itu tampak melakukan jogging mengitari kawasan halaman rumahnya yang sangat luas.

Yoona yang memang tidak biasa melakukan olahraga, terutama jogging, terlihat kesulitan mengimbangi Kyuhyun yang lebih dulu di depannya. Nafas wanita itu terengah-engah, keringatnya mengucur membasahi wajah dan tubuhnya.

Kyuhyun yang menyadari Yoona berada jauh tertinggal di belakangnya, tampak memutar tubuhnya dan berbalik menghampiri Yoona. Pria itu hanya tertawa kecil melihat raut wajah Yoona.

“Belum ada satu jam, tapi kau sudah kelelahan seperti ini?” ledek Kyuhyun.

Yoona kembali mengeluarkan tatapan tajamnya pada pria yang berdiri di hadapannya tersebut. “Sudah kubilang aku bukan tentara!”

Kyuhyun langsung tertawa menanggapi jawaban Yoona tersebut.

“Baiklah, kita istirahat dulu . . .” ucap Kyuhyun yang langsung disambut nafas lega oleh Yoona. Keduanya pun kembali duduk di salah satu taman. Yoona terlihat mengelap wajahnya yang dibasahi keringat, sementara Kyuhyun tengah meneguk air minum yang diberikan oleh salah satu dari ketiga pengawal Yoona yang mengikuti keduanya.

Kyuhyun memperhatikan raut wajah Yoona yang terlihat kelelahan.

DRRT! Terdengar suara ponsel Kyuhyun yang berdering. Dengan cepat, pria itu mengeluarkan ponselnya.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

“Ah, Tuan Im . . .” sapa Kyuhyun yang membuat Yoona seketika menoleh ke arahnya dengan mata yang berbinar.

“. . .”

“Yoona? Ne, dia sedang bersamaku sekarang . . .”

“. . .”

Arraseo.”

Kyuhyun pun memberikan ponselnya pada Yoona.

“Beliau ingin berbicara denganmu,” ucap Kyuhyun.

Wajah Yoona langsung ceria. “Appa . . .”

Kyuhyun tak henti-hentinya tersenyum melihat raut wajah kebahagiaan yang terpancar dari Yoona.

*****

Terlihat di sebuah cafe yang cukup ramai pengunjung, Sooyoung tengah menikmati secangkir moccachino kesukaannya sambil membaca buku favoritnya. Rupanya wanita itu tengah menunggu seseorang.

“Soo . . .”

Ia menoleh ke arah suara yang memanggilnya. “Eunhyuk-ah . . .”

“Kau sudah lama menunggu?” tanya Eunhyuk.

Sooyoung menggeleng pelan. “Ani, aku baru saja tiba.”

Eunhyuk pun tersenyum tipis menanggapi jawaban Sooyoung tersebut. “Baru tiba, tapi kau sudah menikmati secangkir moccachino dan asyik membaca buku.”

Sooyoung tertawa mendengarnya. “Kau sedang menyindirku?”

Eunhyuk yang wajahnya semula menatap serius ke arah Sooyoung, langsung tertawa menanggapi pertanyaan wanita di hadapannya itu. Pria itu pun menarik kursi di depan Sooyoung lalu duduk.

Tiba-tiba ponsel Eunhyuk bergetar. Pria itu tampak memperhatikan nama kontak yang tertera di layar ponselnya.

Chakkaman . . .” ucap Eunhyuk pada Sooyoung. Kemudian menekan tombol ponselnya untuk menjawab panggilan masuk tersebut.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

“Aku sedang bersama temanku, ada apa?”

“. . .”

“Kau ingin bertemu?”

“. . .”

Ne, kau datang saja di cafe . . .”

“. . .”

KLIK! Begitu pembicaraan selesai, Eunhyuk langsung meletakkan ponselnya, lalu melihat-lihat menu yang sudah disediakan di meja.

Nugu-ya?” tanya Sooyoung penasaran.

“Teman. Dia ingin bertemu denganku, kusuruh saja untuk datang kemari,” jawab Eunhyuk. “Apa kau tahu? Temanku itu sangat hebat, dia adalah pewaris tunggal sebuah perusahaan ternama di Seoul. Selain itu, dia juga memiliki berbagai keterampilan yang memumpuni. Jika aku seorang wanita, aku pasti sudah mengencaninya.”

Jinjja?” Sooyoung terlihat penasaran dengan penuturan Eunhyuk.

Eunhyuk mengangguk. “Ne, dia itu bagaikan seorang prince.”

“Eunhyuk-ah!”

Tiba-tiba sebuah suara menyeru hingga membuat keduanya menoleh ke arah suara.

“Ah, itu dia!” ucap Eunhyuk sambil menunjuk dan melambaikan tangan ke arah pria  yang sudah masuk ke dalam cafe dan memperhatikannya.

Sooyoung tampak memperhatikan ke arah pria yang ditunjuk dan seketika wajahnya berubah kaget.

“Kyuhyun-ssi?”

“Sooyoung-ssi?”

Eunhyuk memandangi Sooyoung dan Kyuhyun yang terlihat kaget.

“Kalian sudah saling kenal?” tanya Eunhyuk kaget.

Sooyoung tidak merespon pertanyaan dari Eunhyuk. Kedua matanya tidak lepas dari Kyuhyun.

“Kau pengawal pribadi baru Yoona bukan?” tanya Sooyoung. “Tapi, kenapa Eunhyuk bilang kau adalah pewaris tunggal perusahaan ternama di Seoul?”

Mendengar penuturan Sooyoung tersebut, Kyuhyun langsung menoleh tajam ke arah Eunhyuk. Sementara sahabatnya itu hanya menutup mulutnya sembari terkekeh.

*****

Di sebuah pusat perbelanjaan, Yoona tampak sedang menikmati waktu bersantainya ditemani ketiga pengawalnya, tanpa Kyuhyun. Tidak seperti biasanya yang selalu menghabiskan waktunya dengan berbelanja, wanita itu terlihat hanya berjalan berkeliling area perbelanjaan.

“Cih, kenapa orang itu tidak mau menemaniku pergi? Kenapa dia lebih memilih menyelesaikan urusannya? Sudah tahu ditugaskan appa untuk menjaga dan melindungiku, malah pergi . . .” gerutu Yoona kesal karena Kyuhyun tidak bersamanya.

“Sebenarnya kemana kepala pengawal kalian?” tanya Yoona pada ketiga pengawalnya.

Ketiga pengawal itu hanya saling pandang lalu menunduk.

Mianhae, Nona. Kepala Pengawal Cho hanya mengatakan ingin menemui temannya,” jawab salah satu pengawal.

Yoona tampak mengercutkan bibirnya. Langkah kakinya pun berhenti hingga membuat ketiga pengawalnya nyaris menabraknya dari belakang.

“Tinggalkan aku! Aku mau pergi sendiri saja . . .” ucap Yoona.

Ketiga pengawal tersebut saling pandang dan terlihat bingung.

“Tapi, Nona, kami tidak boleh sedetikpun meninggalkan Nona. Nanti Kepala Pengawal Cho akan memarahi kami . . .”

Yoona terdiam sejenak, lalu memperhatikan ketiga pengawalnya yang tertunduk. Niat jahilnya pun muncul. Wanita itu kembali melanjutkan langkahnya hingga membuat ketiga pengawalnya berjalan mengikutinya. Tiba-tiba Yoona berbalik dan . . .

“Hei, lihat!” seru Yoona sambil menunjuk ke suatu arah. Sikapnya itu langsung membuat ketiga pengawalnya menoleh ke arah yang ditunjuknya. Begitu perhatian mereka teralihkan, Yoona langsung melesat pergi meninggalkan ketiga pengawal itu.

“Ah, Nona . . .!”

Yoona tidak peduli dengan teriakan ketiga pengawalnya. Wajahnya terlihat senang melihat ketiga pengawalnya yang panik untuk mengejarnya. Ia pun mempercepat laju larinya hingga mereka tidak terlihat lagi. Paling tidak ia hanya ingin bersenang-senang sendirian tanpa diikuti siapapun.

*****

“Misi?”

Sooyoung tercengang mendengar penjelasan dari Kyuhyun. Akibat dari pernyataan Eunhyuk sebelumnya, Kyuhyun terpaksa membeberkan semua identitasnya dan juga misi yang mengharuskannya menyamar menjadi seorang bodyguard.

“Lee Hyukjae . . . kau benar-benar bermulut ember,” runtuk Kyuhyun kesal sambil melirik tajam ke arah Eunhyuk.

“Jangan salahkan aku! Mana aku tahu jika kau menjadi pengawal pribadi sahabat Sooyoung. Siapa namanya?”

“Im Yoona . . .” jawab Sooyoung. “Lalu, misi apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?”

Kyuhyun tidak menjawab dan hanya tersenyum lebar. Eunhyuk langsung memasang wajah malas melihat reaksinya tersebut.

“Lebih baik kau simpan saja pertanyaanmu itu. Aku saja sampai sekarang belum tahu apa misinya itu,” sela Eunhyuk. Kemudian mendekatkan wajahnya pada Sooyoung sambil berbisik. “Dia sama sekali belum mau memberitahu tentang misinya.”

Kyuhyun kembali tertawa mendengar penuturan dari Eunhyuk.

“Kuharap kau jangan memberitahu Yoona, Sooyoung-ssi . . .” pinta Kyuhyun.

Sooyoung tidak berkata lagi dan memilih mengangguki permintaan Kyuhyun. Walau begitu, ia masih penasaran dengan misi yang dilakukan Kyuhyun tersebut.

*****

Usai mengelilingi area perbelanjaan, Yoona memutuskan untuk keluar dan terlihat sedang berjalan di tengah-tengah keramaian orang yang berlalu-lalang di kota Seoul. Kali ini ia sendirian, terlepas dari ketiga pengawalnya yang belum berhasil menemukannya.

“Ternyata pergi sendiri itu lebih leluasa. Ah, benar-benar menyenangkan,” ucapnya senang.

Yoona berhenti di sebuah bangku yang terletak di sepanjang jalan. Ia terlihat melemaskan tubuhnya sejenak sambil melepas sepatu high heels miliknya. Perlahan ia memijat kakinya yang terasa kesemutan sejak beberapa menit yang lalu.

“Aish, lelah juga berjalan cukup jauh. Untuk pertama kalinya aku pergi dengan berjalan kaki. Menyenangkan memang, tapi aku tidak bisa berbohong jika ini cukup melelahkan,” ucap Yoona.

Ia pun mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Bermaksud untuk menghubungi Kyuhyun agar pria itu menjemputnya. Namun, saat ia mulai menekan tombol ponselnya, perhatiannya justru teralihkan kepada dua orang pria yang tidak dikenal yang sudah berdiri di hadapannya. Jika dilihat dari penampilannya, kedua orang itu terlihat seperti orang yang tidak baik atau biasa dikenal istilah pria hidung belang.

Tubuh Yoona gemetar begitu melihat ekspresi mereka yang terlihat tersenyum penuh dengan nafsu. Wanita itu langsung menggenggam ponselnya.

Yoona langsung beranjak dari posisinya dan bermaksud untuk bergegas meninggalkan dua pria tersebut. Namun justru dihalangi oleh mereka yang kini tertawa dengan raut wajah menakutkan bagi Yoona.

“Minggir! Siapa kalian?  Kenapa menghalangi jalanku?” bentak Yoona kesal.

Pria bertubuh besar langsung berjalan mendekatinya. Tanpa ragu, tangannya tampak mencolek wajah Yoona sambil tertawa penuh nafsu. Yoona langsung menepis tangan pria tersebut sambil menatap tajam ke arahnya.

“Dia cantik dan juga berani. Aku sangat suka . . .” ucapnya sambil tertawa menyeringai. Tawanya itu disambut temannya yang juga ikut berjalan mendekat ke arah Yoona.

Yoona semakin memundurkan langkahnya dengan jantung yang berdebar-debar, khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk padanya. Ia menoleh sekelilingnya dan merasa menyesal karena pergi sendiri tanpa ditemani ketiga pengawal yang ditinggalkannya sebelumnya.

“Lihat!” teriaknya keras sambil menunjuk ke suatu arah. Cara sama yang dilakukannya terhadap ketiga pengawalnya, membuat kedua orang itu menoleh dan mengalihkan perhatiannya kepada arah yang ditunjuk Yoona. Tanpa perlu menunggu, Yoona langsung berlari kencang menghindari keduanya. Begitu sadar telah dibodohi, kedua orang itu turut mengejar Yoona.

Yoona tidak peduli ke arah mana ia harus menyelamatkan diri. Baginya yang terpenting adalah terus berlari hingga berhasil meloloskan diri dari kejaran dua pria tak dikenal tersebut. Walau demikian, ia juga tidak bisa menutupi rasa takutnya jika sampai tertangkap oleh mereka.

*****

DRRT!I Kyuhyun bergegas mengeluarkan ponselnya yang berdering dari balik jasnya.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

“Apa katamu? Kau kehilangan Yoona?” tanya Kyuhyun kaget begitu mendapat telepon dari salah satu pengawal Yoona.

“. . .”

Ne, arraseo. Aku akan segera mencari dan menemukannya. Kalian jangan khawatir,” ucap Kyuhyun.

KLIK! Kyuhyun bergegas mencari nomor ponsel Yoona dan menghubungi wanita tersebut. Raut wajahnya terlihat cemas.

“Apa yang terjadi?” tanya Sooyoung turut cemas.

“Yoona menghilang. Mereka sudah mencarinya hampir berjam-jam tapi Yoona tetap tidak ditemukan . . .” jawab Kyuhyun.

Eunhyuk dan Sooyoung saling memandang satu sama lain. Keduanya tak kalah cemas mendengar kabar buruk tersebut.

“Ah, Na-ya! Kau dima . . .” Seketika kalimat Kyuhyun terhenti begitu mendengar nada suara Yoona yang begitu ketakutan.

“Na-ya?”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya saat mendengar suara pria yang tertawa. Kemudian disusul suara jeritan Yoona yang terdengar ketakutan. Seketika Kyuhyun membelalakan matanya. Ia menyadari bahwa Yoona dalam bahaya.

“Kau mau ke mana?” tanya Eunhyuk begitu melihat Kyuhyun beranjak dari kursinya.

Kyuhyun mengabaikan pertanyaan sahabatnya tersebut dan terus berlari keluar dari cafe. Pria itu pun masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi untuk mencari Yoona.

*****

Yoona memundurkan tubuhnya pada tembok sebuah jalan buntu. Kini wanita itu terjebak. Kedua orang pria hidung belang yang berusaha mengejarnya itu tampak terlihat senang dengan tawa yang begitu keras.

Keringat Yoona mengucur deras, nafasnya terengah-engah. Ketakutan yang luar biasa itu menyelimuti perasaannya.

“Kau mau ke mana lagi sekarang?”

Yoona berusaha menghindar tapi kenyataan tidaklah semudah yang diharapkannya. Posisinya benar-benar terpojok dan tidak bisa lagi menghindari mereka. Tubuhnya gemetar melihat pria bertubuh besar itu mulai memegang wajahnya.

“Tidak . . .!”

BUG! Tiba-tiba terdengar suara yang begitu keras hingga membuat Yoona membuka kedua matanya. Perhatiannya tertuju pada sosok pria bertubuh besar yang sudah jatuh tersungkur di lantai.

“Kyu . . .!” teriak Yoona senang saat melihat sosok pria yang berdiri di hadapannya adalah Kyuhyun.

Kyuhyun terlihat mudah menghadapi perlawanan yang dilakukan dua pria tersebut. Ia menunjukkan kemampuan beladirinya yang mengagumkan. Menjatuhkan lawan dalam waktu singkat, membuat Yoona kagum melihatnya. Kedua mata wanita itu tak lepas dari Kyuhyun.

Begitu sadar posisi mereka terjepit karena tidak berhasil mengalahkan Kyuhyun, dua pria tersebut langsung melarikan diri meninggalkan Yoona dan Kyuhyun.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun cemas, begitu berhasil melumpuhkan lawan.

Yoona masih menatap kagum ke arah Kyuhyun.

“Na-ya . . .”

“Ah, nan-gwaenchana . . .” ucap Yoona tersadar dari lamunannya.

Melihat kondisi Yoona yang dalam keadaan baik, Kyuhyun langsung memeluknya hingga tak sadar telah membuat jantung Yoona berdebar kencang.

“Syukurlah, kau baik-baik saja . . .” ucap Kyuhyun lega.

Wajah Yoona memerah. Yoona pun spontan mendorong keras tubuh Kyuhyun hingga membuat pria itu jatuh terjembab di lantai.

“Apa yang kau lakukan?!” bentak Kyuhyun kesal.

“Kau jangan mencari-cari kesempatan untuk memelukku,” balas Yoona berusaha menutupi rasa malunya.

“Kau tidak tahu betapa aku mengkhawatirkanmu?” seru Kyuhyun. “Kenapa pergi sendiri tanpa pengawal? Jika terjadi sesuatu padamu bagaimana?!”

Yoona tertegun. Ia tidak mengetahui betapa Kyuhyun sangat mencemaskannya. Ia merasa bersalah saat melihat wajah Kyuhyun yang terlihat serius itu.

Mianhae . . .” ucap Yoona lirih.

Kyuhyun menghela nafas lalu memperhatikan Yoona yang tertunduk dan masih terlihat gemetar tersebut.

“Sudahlah, lupakan saja! Lebih baik kita segera pulang, kajja . . .” ajak Kyuhyun.

Kyuhyun mengambil tas Yoona lalu berbalik. Sementara Yoona beranjak dari posisinya dan berjalan mengikuti Kyuhyun. Namun tiba-tiba ia kembali terduduk dan merintih kesakitan sambil memegangi pergelangan kakinya. Melihat hal itu, Kyuhyun kembali mendekati Yoona.

Wae?

“Kakiku sakit . . .” jawab Yoona sembari mengusap pergelangan kaki kanannya.

Kyuhyun memperhatikan pergelangan kaki kanan Yoona. Rupanya pergelangan kaki Yoona bengkak. Pantas wanita itu merasa kesakitan.

“Ini bengkak, kita obati saja di rumah,” ucap Kyuhyun. Kemudian pria itu melepas sepatu high heels yang masih melekat di kaki Yoona, dan berbalik serta merendahkan tubuhnya di hadapan Yoona.

“Apa yang . . .”

“Naiklah!” potong Kyuhyun menyela pertanyaan Yoona.

Wajah Yoona kembali memerah. Ia tampak mengalihkan perhatiannya. “Naik? Maksudmu kau menyuruhku untuk naik ke punggungmu? Shireo!

“Sudahlah jangan banyak tanya! Memangnya kau mau terus berjalan dengan kondisi kaki seperti itu . . .” tegas Kyuhyun. “Palli!

Yoona mengerucutkan bibirnya. Walau begitu, akhirnya ia pun mau naik ke punggung Kyuhyun. Ia tak dapat menyembunyikan jantungnya yang berdebar tidak karuan ketika berjalan dalam gendongan Kyuhyun tersebut.

Tanpa sepengetahuan Yoona, Kyuhyun tertawa lirih karena dapat merasakan debaran jantung Yoona.

“Kenapa jantungmu berdebar kencang? Apa kau gugup?” goda Kyuhyun.

Wajah Yoona langsung memerah mendengar ucapan Kyuhyun tersebut. “Memangnya siapa yang gugup? Kau jangan salah sangka dulu, Cho Kyuhyun . . .” elak Yoona.

Kyuhyun justru tertawa mendengarnya. Membuat Yoona ingin sekali memukul pria yang tengah menggendongnya ini.

Jika dilihat dari posisi keduanya, mereka terlihat bagaikan pasangan kekasih. Wajah keduanya tampak memerah. Kyuhyun tak hentinya mengulum senyum. Sementara Yoona memang menyadari bahwa dirinya gugup. Keduanya pun kembali terdiam dalam pikiran masing-masing.

“Kau orang paling menyebalkan yang pernah kutemui, tapi kenapa aku bisa merasa gugup saat kau sedang menggendongku seperti ini, Cho Kyuhyun?”

“Im Yoona, kau wanita manja yang susah untuk diatur. Tapi, kenapa aku merasa senang dan bahagia bila bersamamu? Apakah mungkin aku sudah jatuh cinta padamu?”

-TBC-

Huah, akhirnya selesai juga untuk part ini. Maaf membuat kalian lama menunggu. Saya harap kalian suka dengan kelanjutannya. Seperti biasa, maaf untuk typo jika ada dan ceritanya yang kurang hehe. Ditunggu RCL dari kalian ya , gomawo😉

77 thoughts on “Prince as Bodyguard – Chapter 3

  1. ladyoong says:

    oh god! eiii uri kyuhyun cemburu sama si cadel xoxo lol.__.b suka sama bagian yang paling bawah>,< uri kyuhyun datengnya tepat waktu eiii itu ada adegan gendong-menggendong(?) wkwk

  2. Elvi ( @elvi Chubby ) says:

    Ъќ>:/ tau Ṁ̭̈̅ªªŰ comment apaan…
    Untung kyuppa cepet dtg…
    Yoona suka ma siapa sbenar Ώyå?
    Sehun atau kyuppa?
    Misi kyuppa sbenar Ώyå apaan sih?
    Masih penasaran…
    G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ mungkin cuma lindungi N ngubah sifat yoona…

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s