Lovely Couple – Chapter 5


lovelycouple3

Title : 

“Lovely Couple”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Choi Minho Shinee

Choi Sulli F(X)

Other Cast :

Lee Hyukjae Super Junior

Kwon Yuri SNSD

Seo Joo Hyun SNSD

Genre :

Comedy, Family, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

Incheon International Airport

Pesawat dengan pemberangkatan dari Paris mendarat dengan sukses di landasannya. Beberapa penumpang pesawat tersebut terlihat berhamburan keluar dari pesawat. Seorang gadis berpenampilan anggun terlihat di antara para penumpang. Ia tampak mengenakan kacamata hitam dan menarik kopernya, lalu berjalan keluar dari bandara menuju salah satu taksi yang terparkir di depan bandara.

“Silakan Nona . . .”

Gadis itu tersenyum kepada supir taksi yang menyapanya. Ia pun membuka kacamatanya dan terlihat mengamati sekeliling. Matanya tampak berbinar, seolah sangat merindukan negara asalnya yang sudah ditinggalkannya selama dua tahun. Gadis itu pun kembali tersenyum. Rasa rindunya terhadap seseorang membuatnya ingin segera menemuinya.

“Aku sudah kembali, Cho Kyuhyun . . .”

End Previous Story-

Mobil Yoona berhenti di depan rumah Kyuhyun. Keduanya memang kembali bersama dari rumah sakit, begitu administrasi Kyuhyun diselesaikan oleh Sulli. Sementara adiknya sudah kembali ke rumah lebih dulu dengan Minho, menaiki mobil Kyuhyun.

“Kau sudah merasa lebih baik?” tanya Yoona saat melihat Kyuhyun berusaha membuka sendiri pintu mobil.

Kyuhyun mengangguk. “Ne, jauh lebih baik.”

Yoona tersenyum. “Baiklah, akan kuantar kau masuk ke dalam. Kurasa Sulli dan Minho juga sudah sampai di rumah.”

Keduanya pun keluar dari mobil. Yoona terlihat mendampingi Kyuhyun dan berjalan bersama dengannya masuk ke rumah Kyuhyun tersebut. Sulli dan Minho langsung menyambut kedatangan mereka begitu melihat Kyuhyun dan Yoona sudah tiba di ruang tengah.

Oppa . . . kuantar kau ke kamar, ne?” tawar Sulli sambil merangkul Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum menanggapi tawaran adiknya tersebut. Laki-laki itu membiarkan Sulli menariknya masuk ke kamar. Yoona dan Minho hanya tersenyum melihat sikap keduanya.

Noona, apa kau lelah?” tanya Minho tiba-tiba.

Yoona yang sedang mengambil posisi duduk di sofa menoleh kaget ke arah Minho.

Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Yoona bingung.

Minho tersenyum. “Raut wajahmu terlihat lelah. Apa kau sangat mengkhawatirkan kondisi Kyuhyun-hyung?”

“Biasa saja . . .”

“Jangan bohong,” balas Minho santai sambil terkekeh. Tanggapannya tersebut sontak membuatnya terkena tatapan tajam oleh Yoona.

“Kau sedang menggodaku? Dasar anak nakal,” balas Yoona. Diiringi tawa oleh Minho.

Eonni, oppa memanggilmu . . .” ucap Sulli tiba-tiba.

Yoona dan Minho saling memandang satu sama lain. Terlihat Minho kembali tersenyum jahil pada kakaknya. Yoona langsung mengerucutkan bibirnya dan berjalan menuju kamar Kyuhyun.

“Kurasa mereka sudah berbaikan,” ucap Sulli.

“Kau benar,” balas Minho kemudian ber-high five ria.

Tak lama kemudian, Eunhyuk tiba bersama Yuri. Keduanya terlihat mencemaskan kondisi Kyuhyun begitu mendapat kabar dari Sulli.

“Bagaimana kondisinya?” tanya Eunhyuk.

“Sudah lebih baik. Oppa sedang beristirahat. Yoona-eonni sedang menemaninya,” jawab Sulli.

Jawaban Sulli tersebut membuat Yuri mengernyitkan dahinya. Begitu juga dengan Eunhyuk.

“Yoona? Apa mereka sudah berdamai?” tanya Yuri antusias.

Sulli dan Minho mengangguk. Kontan reaksi mereka membuat Yuri berteriak senang, kecuali Eunhyuk. Ia hanya tersenyum tipis.

Oppa?” Sulli dapat menangkap gelagat aneh dari sahabat Kyuhyun tersebut.

“Aku ingin bicara berdua saja denganmu,” ucap Eunhyuk kemudian berjalan menuju taman. Sulli tidak bertanya lagi dan terlihat mengikuti Eunhyuk dari belakang. Sementara Minho dan Yuri terlihat saling memandang karena bingung.

*****

“Kau memanggilku?” tanya Yoona begitu tiba di kamar Kyuhyun.

Kyuhyun yang tengah berbaring di ranjangnya tampak menoleh ke arah Yoona sambil tersenyum. “Duduklah.”

Yoona menarik kursi ke dekat ranjang Kyuhyun, lalu duduk. Perhatiannya kembali tertuju pada foto yang dipegangnya terakhir kali. Yoona pun langsung mengalihkan perhatiannya begitu Kyuhyun mengetahui apa yang sedang dilihatnya.

“Apa kau masih penasaran dengan foto ini?” tanya Kyuhyun sambil mengambil bingkai foto tersebut.

Yoona terdiam sejenak, lalu mengangguki ucapan Kyuhyun. “Ne, apakah . . . gadis itu adalah kekasihmu?”

Kyuhyun terlihat  serius memandangi foto yang dipegangnya. “Lebih tepatnya mantan kekasih.”

Yoona terdiam. Ia melihat raut wajah Kyuhyun yang terlihat bersedih. “Mantan kekasih?”

Kyuhyun mengangguk. “Namanya Seohyun. Kami berteman sejak usia kami 13 tahun. Kami sangat dekat satu sama lain.  Hingga akhirnya begitu kami menginjak usia 16 tahun, aku menyatakan perasaanku padanya, dan kami pun memutuskan untuk berpacaran. Tapi, hubungan kami tidak berlangsung lama. Belum ada setahun, Seohyun memutuskan untuk pindah ke Perancis bersama orang tuanya. Kami pun akhirnya berpisah dan sama sekali tidak pernah melakukan komunikasi apapun.”

“Kenapa tidak mencoba untuk long distance relationship?” tanya Yoona.

Kyuhyun tersenyum. “Awalnya aku sudah mengusulkan hal itu padanya. Tapi dia menolak. Dia bilang tidak sanggup jika harus menjalani hubungan jarak jauh.”

Yoona terdiam. Itu karena ia bisa merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Kyuhyun.

“Seohyun . . . dia sahabatku dan juga cinta pertamaku. Rasanya memang terlalu sulit melupakannya. Bahkan Sulli selalu marah jika aku masih menyimpan barang-barang yang berkaitan dengannya, termasuk foto ini . . .” lanjut Kyuhyun.

“Kau pasti sangat mencintainya,” balas Yoona sambil tersenyum tipis.

“Dulu, mungkin iya jika aku sangat mencintainya. Tapi, sekarang . . .” Kyuhyun menghentikan kalimatnya sejenak. “Perlahan perasaan itu mulai hilang.”

Kyuhyun memandang Yoona sambil tersenyum. Yoona yang melihat ekspresi wajah Kyuhyun begitu tenang, terlihat gugup seolah merasakan perasaan aneh dalam dirinya.

“Bagaimana . . .” Yoona ragu untuk melanjutkan pertanyaannya pada Kyuhyun. “Jika dia kembali dari Perancis?”

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun dengan dahi yang mengkerut.

“Maksudku . . . jika Seohyun kembali ke Korea dan datang untuk menemuimu,” jawab Yoona.

Kyuhyun terdiam. Laki-laki itu tampak meletakkan foto yang dipegangnya di meja belajarnya. Suasana berubah hening. Keduanya tampak terdiam satu sama lain.

*****

Situasi yang tidak berbeda dengan kondisi Kyuhyun dan Yoona juga terasa di taman. Sulli tercengang begitu mendengar apa yang diucapkan Eunhyuk.

“Kau sedang tidak bercanda kan, oppa?

Eunhyuk mendesah. “Mana mungkin aku sedang bercanda. Aku sungguh yakin, orang yang kulihat di depan kampusku adalah dia . . .”

Sulli menutupi mulutnya. Wajahnya seketika berubah gelisah.

“Tidak mungkin . . .” Sulli masih berharap yang dikatakan Eunhyuk hanyalah bualan belaka. “Seohyun-eonni . . .”

Eunhyuk mengangguk. “Ne, Seohyun sudah kembali.”

***

Eunhyuk terlihat bergegas keluar dari perpustakaan begitu mendapat kabar dari Sulli tentang kondisi Kyuhyun.

“Eunhyuk-ah, kenapa kau terburu-buru?”

Laki-laki itu menoleh ke arah suara yang memanggilnya. “Yuri, kau mau ikut denganku?”

Yuri mengernyitkan dahinya dan langsung  berjalan mendekati Eunhyuk.

“Ada apa?”

Eunhyuk terlihat gelisah. “Sulli bilang, Kyuhyun mengalami kecelakaan.”

Seketika mata Yuri terbelalak. “Kecelakaan?”

“Memang tidak terlalu parah, dia sudah diizinkan kembali ke rumah. Tetap saja, aku merasa khawatir,” ucap Eunhyuk. “Aku akan ke rumahnya sekarang.”

“Baiklah, aku ikut denganmu,” balas Yuri.

Keduanya pun berjalan menuju mobil Eunhyuk. Saat Eunhyuk berniat masuk ke dalam mobilnya, perhatiannya tertuju pada sosok gadis yang tengah berdiri di depan kampusnya. Sosok gadis itu tidak asing lagi baginya.

“Seohyun?” gumamnya lirih.

“Eunhyuk-ah . . .”

Eunhyuk tersadar dari lamunannya begitu mendengar Yuri memanggilnya.

“Ah, mianhae. Kajja . . .”

***

Selesai mendengar penuturan dari Eunhyuk, Sulli tampak terduduk lemas.

“Bagaimana jika sampai oppa bertemu dengannya?” gumam Sulli lirih. “Padahal aku baru saja ingin mendekatkan oppa dengan Yoona-eonni.”

Eunhyuk menghela nafas. “Molla. Aku juga bingung menghadapi situasi yang tidak terduga seperti ini.”

“Sulli . . . ada seseorang yang datang,” ucap Minho tiba-tiba menyela pembicaraannya dengan Eunhyuk.

Gadis itu pun saling pandang dengan Eunhyuk. Kemudian kembali menoleh ke arah Minho. “Nugu-ya?

Minho terdiam sejenak, seolah berpikir untuk mengingat seseorang yang datang di rumah Kyuhyun dan Sulli.

“Ah, namanya Seohyun . . .”

DEG! Seketika raut wajah Sulli dan Eunhyuk berubah kaget. Minho terlihat bingung melihat ekspresi dua orang di depan mereka. Yuri yang datang ikut menyusul juga terlihat bingung saat melihat raut wajah Sulli dan Eunhyuk.

“Ada apa dengan kalian berdua?” tanya Yuri. “Ah, Sulli. Itu ada seorang gadis yang mencarimu dan juga Kyuhyun. Aku sudah menyuruhnya untuk menunggu di ruang tengah.”

“Aish, eonni. Kenapa kau sudah menyuruhnya masuk?” runtuk Sulli kesal lalu bergegas menuju ruang tengah. Eunhyuk tampak mengikutinya dari belakang.

Wae? Memangnya yang kulakukan ini salah?” tanya Yuri pada Minho. Laki-laki itu hanya menggeleng pelan sembari mengangkat bahunya.

Sulli berjalan menuju ruang tengah. Langkahnya terhenti begitu melihat sosok gadis yang tengah duduk di sofa. Begitu juga dengan Eunhyuk.

“Seohyun-eonni . . .”

Mendengar namanya dipanggil, gadis itu tampak menoleh ke arahnya dengan wajah yang ceria. Ia langsung beranjak dari posisinya dan berjalan mendekati Sulli, lalu memeluk gadis itu.

Eonni . . .” Sulli terkejut dengan sikap Seohyun tersebut.

Seohyun tidak menjawab. Ia hanya menangis terharu dan tak melepas pelukannya dari Sulli.

“Aku sangat merindukanmu . . .” balas Seohyun.

Sulli terlihat gelisah. Ia hanya bisa memejamkan kedua matanya sembari menelan ludah.

“Sudah lama sekali, Seohyun . . .” sapa Eunhyuk agar gadis itu mau menoleh ke arahnya.

Seohyun melepas pelukannya dari Sulli, kemudian memeluk Eunhyuk yang terlihat berusaha tenang.

Ne, lama tidak bertemu denganmu . . .” balas Seohyun.

Eunhyuk tersenyum, tapi tidak dengan Sulli. Gadis itu tetap tidak bisa menyembunyikan rasa gelisahnya.

“Apakah Kyuhyun ada di kamarnya?” tanya Seohyun.

Sulli membulatkan kedua matanya. Ia tahu, gadis di hadapannya itu pasti akan menanyakan kakaknya.

Ne, dia ada di kamarnya. Kau temui saja dia . . .” jawab Eunhyuk yang langsung mendapat tatapan tajam dari Sulli.

Seohyun mengangguk. Lalu gadis itu berjalan menuju kamar Kyuhyun.

Oppa! Kenapa kau menyuruhnya untuk masuk ke kamar kakakku?” tanya Sulli kesal.

“Mau bagaimana lagi. Dia sudah datang ke sini, apa kita mau mengusirnya? Tidak seperti itu kan?” jawab Eunhyuk pasrah.

Minho dan Yuri datang menyusul Sulli dan Eunhyuk yang terlihat tertunduk lemas.

“Sebenarnya ada apa dengan kalian? Memangnya siapa gadis itu?” tanya Yuri penasaran. Diiringi anggukan oleh Minho yang juga berpendapat sama.

Eunhyuk tampak memandangi Sulli yang memilih untuk di sofa.

“Gadis itu . . .” Eunhyuk mendesah pelan. “Dia adalah mantan kekasih Kyuhyun.”

MWO?

*****

“Kapan perban di tanganmu boleh dibuka?” tanya Yoona penasaran.

“Entahlah. Begitu kondisinya sudah baik, pasti perban ini bisa segera dibuka,” jawab Kyuhyun. “Ya! Apa yang kau lakukan?!”

Yoona mengabaikan pertanyaan Kyuhyun dan terus menulis sesuatu pada perban yang membalut tangan Kyuhyun. Sesekali ia tersenyum geli melakukan kegiatan jahilnya tersebut.

“Apa yang kau tulis?” tanya Kyuhyun lalu menarik tangannya. Seketika matanya terbelalak. “Pabo? Kau mengataiku bodoh?”

Yoona terkekeh melihat reaksi Kyuhyun yang begitu marah karena ulahnya. Kyuhyun langsung merebut spidol yang digunakan Yoona dan terlihat menarik tangan Yoona, lalu menuliskan sesuatu di tangan Yoona.

Weirdo?” Yoona mengernyitkan dahinya karena tidak paham dengan tulisan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum puas. “Weirdo dari kata weird yang artinya aneh.”

Mendengar jawaban itu, Yoona langsung memukul bahu Kyuhyun sembari berteriak. Kyuhyun hanya tersenyum miris karena kesakitan mendapat amukan dari Yoona. Kedunya kembali tertawa bersama.

“Kyuhyun . . .”

Sebuah suara mampu menghentikan tawa mereka. Keduanya menoleh ke arah pintu kamar Kyuhyun. Seketika Kyuhyun tampak terkejut dan shock saat mengetahui sosok gadis yang berdiri di pintu kamarnya adalah orang yang sangat dicintainya setahun silam.

“Seohyun?”

Yoona yang menyadari bahwa gadis itu adalah cinta pertama Kyuhyun juga turut terkejut. Reaksi yang tidak berbeda dengan laki-laki yang tengah terbaring di ranjang tersebut.

Seohyun langsung berjalan mendekati ranjang Kyuhyun, mengambil posisi duduk di sebelah Kyuhyun dan langsung memeluknya.

“Seohyun?”

Seohyun tidak menjawab panggilan Kyuhyun. Gadis itu tampak menangis dalam pelukan Kyuhyun.

Yoona hanya bisa terdiam. Apalagi saat melihat tangan Kyuhyun bergerak seolah menyambut pelukan gadis itu.

“Aku sangat merindukanmu, Kyu . . .”

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Seohyun. Ia hanya diam dan membiarkan Seohyun menangis dalam pelukannya.

Merasa berada di situasi yang canggung, Yoona berdeham. Kontan membuat Seohyun melepas pelukannya begitu juga dengan Kyuhyun.

“Ah, mianhae . . .” ucap Kyuhyun.

Gwaenchana, lebih baik aku keluar,” balas Yoona.

Kyuhyun berniat menghentikan Yoona yang sudah berjalan keluar kamar, namun justru Seohyun yang menghentikan langkah kaki gadis itu.

“Apakah . . . kau teman Kyuhyun?” tanya Seohyun. “Mianhae, jika aku langsung menerobos masuk.”

Yoona tersenyum sembari mengangguk. “Ne, aku temannya. Yoona imnida.”

Seohyun imnida,” balas Seohyun sambil menyambut uluran tangan Yoona.

“Baiklah, aku pamit. Semoga kau lekas sembuh, Kyu . . .” ucap Yoona lalu kembali berjalan keluar kamar Kyuhyun.

Sepeninggalan Yoona, Seohyun kembali memeluk Kyuhyun. Ia terlihat begitu senang. Tapi tidak demikian dengan Kyuhyun. Laki-laki itu justru memikirkan Yoona. Seharusnya ia senang karena Seohyun sudah kembali. Tapi entah kenapa, ia justru memikirkan Yoona. Mungkinkah hatinya mulai terisi oleh gadis yang semula adalah musuh bebuyutannya di kampus?

*****

“Minho, kita pulang,” ajak Yoona begitu tiba di ruang tengah. Ia mengambil tasnya yang terletak di meja.

“Kenapa buru-buru eonni?” tanya Sulli.

“Masih ada hal yang harus kukerjakan. Lagipula . . .” Yoona memandangi kamar Kyuhyun sejenak. “Sudah ada yang menemani kakakmu.”

Eonni . . .” Sulli merasa bersalah pada Yoona.

Yoona tersenyum. “Lain waktu, aku akan datang kembali.”

Sulli tidak bertanya lagi. Begitu juga dengan Minho yang memilih untuk diam dan mengikuti kakaknya yang sudah berjalan keluar.

“Kau jangan khawatir. Akan kupastikan kondisinya baik-baik saja,” ucap Minho pelan pada Sulli. Keduanya pun berpelukan satu sama lain. Minho bergegas mempercepat langkahnya untuk menyusul kakaknya yang sudah keluar lebih dulu.

Sulli, Eunhyuk dan Yuri hanya bisa terdiam melihat reaksi Yoona yang terlihat shock akan kehadiran cinta pertama Kyuhyun yang sudah kembali.

*****

Yoona menghentikan mobilnya di halaman rumahnya. Gadis itu langsung keluar dari mobil dan bergegas masuk ke rumah, lalu berjalan menuju kamarnya. Minho berusaha mengejar kakaknya tapi selalu tertinggal.

Noona!” Minho kembali memanggil kakaknya yang sudah berjalan menaiki tangga. Namun sia-sia. Yoona mengabaikan panggilannya dan terus berjalan masuk ke kamarnya. Minho terlihat mencemaskan kondisi kakaknya tersebut.

“Ada apa?” tanya Kim ajussi saat melihat Minho termenung di dekat tangga.

Minho menggeleng. “Gwaenchana, ajussi.”

Kim ajussi tampak memperhatikan ke lantai atas. “Apa dia sedang ada masalah?”

Minho hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan pamannya tersebut. “Entahlah.”

Yoona menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Memejamkan kedua matanya dan kembali mengingat sosok gadis bernama Seohyun yang sudah kembali di hadapan Kyuhyun. Kenapa ia merasa sedih? Bukankah seharusnya ia senang jika kesedihan yang dialami Kyuhyun terobati karena Seohyun sudah kembali? Kenapa ia merasa tidak rela jika gadis itu kembali lagi pada Kyuhyun?

“Kurasa aku sudah mulai tidak waras . . .” gumam Yoona lirih.

*****

Kyuhyun terlihat merenung di taman. Angin malam yang begitu lembut membuat suasana hatinya lebih tenang. Hari ini adalah hari yang tak terduga baginya karena Seohyun telah kembali. Gadis yang meninggalkannya sejak tiga tahun silam itu telah kembali.

Oppa . . .”

Kyuhyun menoleh ke arah Sulli yang sudah duduk di sebelahnya. “Ada apa?”

Sulli terdiam sejenak. “Bagaimana perasaanmu?”

“Maksudmu?”

Sulli menghela nafas. “Masalah Seohyun-eonni. Dia sudah kembali sekarang. Apa yang selanjutnya akan kau lakukan?”

Kyuhyun tertawa kecil menanggapi pertanyaan Sulli. “Entahlah. Aku juga tidak tahu.”

“Apa kau akan kembali menjalin hubungan dengannya?” tanya Sulli kemudian.

“Menurutmu? Apakah aku harus melakukannya?”

Sulli langsung menggeleng keras. “Ani, aku tidak mau jika kau menjalin hubungan lagi dengannya. Lebih baik, kau memulai lagi hubungan baru dengan Yoona-eonni.”

Seketika wajah Kyuhyun memerah. “Hei, kenapa jadi Yoona? Ini masih awal pertemananku dengan Yoona.”

Sulli terlihat bersi keras. “Pokoknya aku ingin oppa menjalin hubungan dengan Yoona-eonni. Tidak dengan Seohyun-eonni. Ingatlah oppa. Dia sudah meninggalkanmu sejak tiga tahun silam. Kurasa kau harus melupakannya dan membuka lembaran baru dalam hatimu.”

Usai mengatakan keluh kesahnya, Sulli langsung beranjak dan meninggalkan Kyuhyun di taman. Semua yang dikatakan Sulli tidak salah. Kyuhyun pun setuju dengan ucapan adiknya tersebut. Tapi ia masih telalu ragu untuk mengiyakannya.

Kyuhyun memperhatikan langit yang terlihat mulai mendung.

“Apa yang harus kulakukan?” gumamnya lirih.

ooOoo

Hari ini sesuai jadwal, Kyuhyun mengikuti perkuliahan hingga siang hari. Laki-laki itu tetap mengikuti perkuliahan walau dengan kondisi tangannya yang diperban. Eunhyuk berniat menawari Kyuhyun untuk pulang bersama, tapi ditolak oleh sahabatnya.

“Seohyun sudah menjemputku,” jawab Kyuhyun begitu mendengar tawaran Eunhyuk.

Mendengar jawaban Kyuhyun tersebut, Eunhyuk terdiam.

“Kau sudah berbaikan dengannya? Apa kalian berniat menjalin hubungan lagi?” tanya Eunhyuk penasaran.

Kyuhyun tidak menjawab dan memilih mengabaikan pertanyaan Eunhyuk. Ia pun beranjak dari posisinya dan bergegas keluar kelas meninggalkan sahabatnya yang terlihat bengong.

“Ya, Cho Kyuhyun! Kau malah mengabaikanku. Dasar!” runtuk Eunhyuk kesal.

Kyuhyun berjalan menyisiri taman di area kampusnya. Perhatiannya tertuju pada sosok gadis yang terlihat menunggu di sebuah bangku taman. Kyuhyun kembali memikirkan pertanyaan Eunhyuk. Apakah ia akan menjalin hubungan dengan Seohyun? Sampai sekarang ia belum memutuskan apapun. Ia hanya berpikir untuk menjalani keadaan apa adanya tanpa memaksakan keinginannya. Lagipula, Kyuhyun harus mengakui bahwa perasaannya pada Seohyun tidaklah sebesar perasaannya dulu. Hati Kyuhyun mulai berubah. Seolah ada cahaya baru yang berhasil menerangi hatinya yang sempat redup. Mungkinkah cahaya baru itu adalah Yoona?

Diam-diam dari kejauhan, tampak sosok gadis memandangi Kyuhyun yang berjalan menghampiri Seohyun. Raut wajahnya terlihat sedih, hingga akhirnya memutuskan untuk kembali melanjutkan langkahnya dan berjalan meninggalkan taman.

*****

Yoona terlihat keluar dari perpustakaan. Tampak beberapa buku sedang dipegangnya. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Eunhyuk di depan pintu.

“Yoona, kau habis meminjam buku?” tanya Eunhyuk.

Ne, sebagai referensi untuk tugas kuliahku,” jawab Yoona.

“Begitu rupanya,” ucap Eunhyuk. “Itu artinya, apakah urusanmu sudah selesai?”

Yoona terdiam sejenak. “Sepertinya begitu. Apa kau ada perlu denganku?

Eunhyuk mengangguk. “Ada yang ingin kubicarakan denganmu.”

Yoona mengernyitkan dahinya. Gadis itu terlihat penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh Eunhyuk. Keduanya pun memutuskan pergi ke sebuah cafe yang lokasinya tak jauh dari kampus.

“Kau mau pesan minum apa?” tanya Eunhyuk sambil memegang menu di tangannya.

“Terserah kau saja,” jawab Yoona.

Eunhyuk pun memesan dua cangkir cappuchino. Begitu melihat pelayan cafe kembali ke dapur, pembicaraan keduanya terlihat serius.

“Baiklah, apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Yoona.

Eunhyuk terlihat kesulitan untuk berbicara dan hanya tersenyum. Wajahnya perlahan terlihat memerah. Sikapnya ini membuat Yoona semakin penasaran.

“Bisakah . . .” Eunhyuk menghentikan kalimatnya sejenak dan terlihat hanya menggigit bibirnya sembari menggaruk-garuk kepalanya.

“Apa?”

“Bisakah kau membantuku untuk dekat dengan Yuri? Ah, maksudku agar lebih dari teman. Ani, maksudku . . .”

“Kau menyukai Yuri?” potong Yoona cepat saat melihat reaksi Eunhyuk yang terlihat gugup.

Eunhyuk terdiam sejenak, kemudian tertunduk sambil menutupi wajahnya memerah.

Ne, begitulah . . .” jawabnya malu.

Yoona tak dapat menahan tawanya melihat ekspresi Eunhyuk yang terlihat polos.

Eotohge? Kau mau membantuku kan?” tanya Eunhyuk. “Jangan menertawaiku terus!”

Yoona menghentikan tawanya dan terlihat masih tersenyum.

“Baik, aku pasti akan membantu. Serahkan saja padaku,” ucap Yoona sambil mengedipkan matanya.

Eunhyuk tersenyum senang mendengar Yoona bersedia untuk membantunya.

Usai menikmati minuman pesanan mereka dan menghabiskan waktu dengan membahas rencana Eunhyuk agar bisa dekat dengan Yuri, keduanya pun memutuskan untuk keluar dari cafe. Eunhyuk terlihat sedang membayar di kasir, sementara Yoona tampak menunggu di depan cafe. Tanpa diduga, Kyuhyun datang bersama Seohyun. Kontan kedatangan keduanya membuat hati Yoona terasa sesak melihatnya.

“Yoona, sedang apa kau di sini?” tanya Kyuhyun terkejut.

Yoona tersenyum ke arah Seohyun, begitu juga dengan gadis yang tengah memeluk lengan Kyuhyun itu.

“Aku sedang menunggu temanku,” jawab Yoona.

“Teman?”

“Yoona, kajja . . .”

Yoona menoleh ke arah Eunhyuk yang sudah berdiri di belakangnya.

“Eunhyuk?” seru Kyuhyun kaget.

Menyadari situasi yang tidak terduga ini, Eunhyuk justru memiliki ide cemerlang di kepalanya.

“Ah, kau rupanya. Kalian sedang berkencan?” tanya Eunhyuk. Kemudian melirik ke arah Yoona yang terlihat menunduk.

Kyuhyun langsung menggeleng keras. “Ani, kami tidak berkencan.”

Eunhyuk memperhatikan reaksi Seohyun yang terlihat kecewa. Ia pun tersenyum melihatnya.

“Kalian sendiri, apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Kyuhyun penasaran.

Tanpa Yoona duga, Eunhyuk langsung menggenggam tangannya.

“Kami sedang berkencan,” jawab Eunhyuk tersenyum.

Jawaban dari Eunhyuk itu, membuat Yoona dan Kyuhyun tercengang. Yoona terlihat bingung dan tidak mengerti dengan ucapan laki-laki di sebelahnya itu. Namun, ia melihat Eunhyuk justru mengedipkan matanya pada Yoona. Mungkinkah laki-laki itu berusaha membuat Kyuhyun merasa cemburu dengan kedekatan mereka? Entahlah. Yoona hanya terdiam dan mendapati raut wajah Kyuhyun yang terlihat menahan marah.

-TBC-

Yey, senang akhirnya bisa selesai juga kelanjutan FF ini, hehe. Maaf ya membuat kalian lama menunggu. Sedikit sulit, tapi akhirnya kelar juga. Maaf untuk typo jika ada dan juga ceritanya yang kurang memuaskan. Banyak kegiatan KKN menjelang bulan Juli sedikit menguras pikiran saya nih, hehe. Saya harap kalian suka, ditunggu RCL dari kalian, gomawo😉

71 thoughts on “Lovely Couple – Chapter 5

  1. zubaidah says:

    Hadeuhhh kyuhyun kalo suka jgn ditu2pi ntr nyesel loh..
    Kalo udh gk cinta sama cinta lama,, ya udh ganti aja sama yang baru..

  2. Rara says:

    Lanjut min,ffnya daebak bikin happy ending ya min,trus bikin ending kyuna. Fighthing… Mbb lanjut juga ff look at me kalo gk prince as bodyguard.

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s