Look, at Me! – Chapter 7


lookatme4

Title : 

“Look, at Me!”

Main Cast :

Im Yoona SNSD

Cho Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Lee Donghae Super Junior

Jung Jessica SNSD

Kwon Yuri SNSD

Genre :

Angst, Family, Married Life, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

“Oppa . . .” Yoona berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun tapi tidak bisa. Ia merasakan pelukan yang begitu kuat dari Kyuhyun.

“Kumohon . . .” Kyuhyun terlihat memejamkan kedua matanya dan terus memeluk Yoona. “Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua dan memulai lagi dari awal.”

Hati Yoona tersentuh. Gadis itu tak kuasa menahan air matanya. Ia tahu hatinya sangat senang mengetahui Kyuhyun mulai jatuh cinta padanya. Tapi, ia juga terlalu takut jika meneruskan hubungannya dengan Kyuhyun, ia akan mengalami luka yang sama seperti sebelumnya. Keputusan apa yang harus diambil Yoona, membuat gadis itu hanya menangis dalam diamnya.

End Previous Story-

Suara detakan jam begitu terdengar semakin cepat di telinga Yoona. Gadis itu tengah mencoba untuk menjelajah alam mimpinya, tapi sudah hampir dua jam ia tidak bisa tidur dan hanya memandangi langit-langit kamarnya. Sudah berkali-kali pula ia berpindah posisi seolah mencari posisi yang nyaman untuk tidurnya, namun tetap sama. Hingga akhirnya ia memilih untuk beranjak bangun, lalu menyenderkan tubuhnya dengan bantal yang ia susun di belakang punggungnya.

“Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua dan memulai lagi dari awal.”

Kalimat yang diucapkan Kyuhyun terus terngiang dalam kepalanya. Gadis itu terlihat frustasi hingga mengacak-acak rambutnya lalu tertunduk lemas.

“Apa yang harus kulakukan?” gumamnya lirih.

Yoona kembali mengingat perjalanan pernikahannya dengan sejak awal hingga sekarang. Diakuinya, ia sangat sedih dengan perlakuan Kyuhyun yang dinilai dingin dan kasar terhadapnya. Namun, sejak awal pernikahan, ia sudah berjanji dan bertekad akan terus berada di sisi Kyuhyun, apapun resikonya. Ia yakin, suatu saat nanti Kyuhyun pasti akan menerimanya. Sekarang penantiannya sudah terjawab dan berbuah manis. Kyuhyun memang sudah menerimanya. Tapi, kenapa sekarang justru ia yang merasa ragu dengan kesungguhan hati Kyuhyun? Tidakkah seharusnya ia senang jika Kyuhyun akhirnya mau menerimanya?

Yoona beranjak dari ranjang, lalu berjalan menuju kamar Kyuhyun. Ia tahu, pria itu pasti sudah tertidur pulas. Perlahan gadis itu membuka pintu kamar Kyuhyun, dan sesuai dugaannya, Kyuhyun memang sudah tertidur. Yoona berjalan pelan mendekati ranjang Kyuhyun. Ia tampak mengamati raut wajah suaminya yang terlihat kelelahan. Seolah menanggung beban yang begitu berat. Mungkin perasaan yang sama ketika ia dulu mendapat perlakuan dingin dari Kyuhyun. Perasaan itu kini juga dirasakan Kyuhyun karena ia juga bersikap dingin pada pria itu.

“Apakah aku harus membalas perlakuan dinginmu padaku dulu?” gumam Yoona lirih.

Ia kembali memperhatikan wajah Kyuhyun yang sedang tertidur. Senyum kecil pun mengembang di wajahnya.

“Aku tidak akan membalasmu,” ucap Yoona. “Kita mulai lagi dari awal.”

ooOoo

Kyuhyun mengerjapkan kedua matanya begitu mendengar suara kicauan burung yang terdengar nyaring seolah menyambut matahari pagi. Ia memperhatikan sekeliling kamarnya lalu menoleh ke arah samping. Mata Kyuhyun membulat, saat melihat sosok gadis yang tengah menatapnya sambil tersenyum. Kyuhyun terkejut tidak hanya karena Yoona sudah berada di kamarnya, melainkan karena gadis itu juga ikut berbaring di sampingnya.

“Yoona?”

“Kau sudah bangun, oppa?

Kyuhyun hanya mengangguk pelan. “Sejak kapan kau di kamarku?”

“Sejak semalam. Aku terus menunggumu hingga kau bangun,” jawab Yoona. Gadis itu kembali tersenyum hingga membuat wajah Kyuhyun memerah.

“Kau menungguku? Memangnya kenapa?”

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” jawab Yoona.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “Apa?”

Yoona tersenyum. “Kita mulai lagi dari awal, oppa . . .”

Mendengar hal itu Kyuhyun langsung beranjak dari posisinya. “Maksudmu . . . kau bersedia memberiku kesempatan lagi?”

Yoona ikut beranjak dari posisinya. Lalu kembali tersenyum dan mengangguki pertanyaan Kyuhyun. “Ne.”

Kyuhyun tidak dapat lagi menahan rasa bahagianya. Ia langsung memeluk Yoona seerat mungkin.

Gomawo. Kali ini percayalah, aku tidak akan membuatmu menderita. Aku akan membahagiakanmu . . .” ucap Kyuhyun.

Yoona tersenyum bahagia mendengar kalimat yang sudah lama dinantikannya tersebut. Ia percaya, kehidupannya ke depan bersama Kyuhyun akan jauh lebih baik.

*****

“Apa katamu? Kyuhyun memiliki wanita lain?”

Yuri sedikit berteriak ketika mendengar Donghae menceritakan semua permasalahan Yoona dengan sepupu sahabatnya tersebut. Keduanya tengah menikmati makan siang bersama di sebuah restoran.

“Yoona belum cerita padamu?” tanya Donghae terkejut ketika melihat reaksi Yuri. Pria itu merasa bersalah pada Yoona karena sudah menceritakan kondisi Yoona lebih dulu kepada Yuri.

Yuri menggeleng pelan. “Ani, dia sama sekali tidak mengatakan apapun padaku.”

Donghae menghela nafas. Ia kembali fokus pada hidangan miliknya.

“Kau tahu siapa wanita itu?” tanya Yuri penasaran.

Molla. Aku sudah menanyakan pada Yoona, dia sendiri tidak mengenal wanita itu,” jawab Donghae.

Tangan Yuri tampak mengepal. Terlihat sekali gadis itu tak dapat menahan lagi kemarahannya.

“Kurasa ini sudah keterlaluan. Aku tak bisa bersabar lagi,” ucap Yuri. “Aku akan membeberkan semua pada orang tua Yoona. Dia sudah terlalu banyak menderita karena Kyuhyun.”

Donghae terdiam sejenak. “Apa maksudmu? Apakah selama ini Yoona sama sekali tidak bahagia dengan pernikahannya?”

Yuri mengangguk tanpa ragu. “Sejak awal pernikahan, Kyuhyun sama sekali tidak pernah menganggap Yoona sebagai istrinya. Yoona pernah bercerita padaku, bahwa Kyuhyun menolak tentang perjodohan mereka, karena ia mencintai wanita lain. Awalnya aku menyarankan Yoona agar menghentikan pernikahan mereka. Tapi, Yoona sudah terlanjur mencintai Kyuhyun dan memilih untuk terus bersabar sampai Kyuhyun mau menerimanya.”

“Lalu hasilnya? Apakah sekarang Kyuhyun sudah mau menerima Yoona sebagai istrinya?”

Yuri menggeleng pelan. “Yoona mengatakan Kyuhyun sudah bersedia untuk mencoba mencintainya. Melihat kebahagiaan yang dirasakan sepupuku itu, aku pun ikut bahagia. Tapi, jika aku mendengar bahwa Kyuhyun memiliki wanita lain, tentu ini membuatku marah dan aku tidak bisa lagi tinggal diam melihatnya.”

Donghae terdiam sejenak. Pria itu tampak berpikir mungkin saja saat ini Kyuhyun memang sudah mulai menerima kehadiran Yoona. Hal itu dapat ia rasakan saat Kyuhyun menghubunginya ketika Yoona menginap di apartemennya dua hari yang lalu.

“Sebaiknya kau bicarakan lagi dengan Yoona. Kau jangan langsung memberitahu kedua orang tuanya. Siapa tahu masalah mereka sudah selesai,” ucap Donghae.

“Kenapa kau begitu yakin jika masalah mereka sudah selesai?” tanya Yuri.

“Itu . . .” Donghae menghentikan kalimatnya sejenak. “Apakah saat Yoona tidak kembali ke rumah dalam waktu semalam, Kyuhyun pergi mencarinya ke tempatmu?”

Yuri mengangguk. “Bagaimana kau bisa tahu?”

“Karena saat itu, Kyuhyun sempat menanyakan keberadaan Yoona padaku,” jawab Donghae.

“Begitu rupanya. Mungkinkah pria itu sangat mengkhawatirkan Yoona?”

“Jika kudengar dari nada bicaranya, kurasa ia memang mengkhawatirkan Yoona,” jawab Donghae.

Yuri terdiam sejenak. Gadis itu terlihat kembali menyantap hidangannya. “Sebenarnya, saat itu Yoona kemana? Kenapa dia tidak kembali ke rumah?”

“Dia ada di apertemenku,” balas Donghae.

Mwo?

*****

Selesai bekerja, Kyuhyun terlihat bergegas masuk ke mobilnya dan berniat pergi ke suatu tempat. Ia melajukan mobilnya dan memberhentikannya di sebuah pusat perbelanjaan di Seoul. Ia memarkirkan mobilnya di basement, lalu berjalan menuju sebuah toko perhiasan yang berada di kawasan pusat perbelanjaan tersebut.

Kyuhyun berencana membeli hadiah untuk Yoona. Ia putuskan untuk membeli sebuah kalung.

“Selamat datang, Tuan . . .” ucap salah satu pelayan toko perhiasan tersebut.

Kyuhyun tersenyum. Kedua matanya terlihat fokus memperhatikan beberapa perhiasan yang dipajang pada etalase. Perhatiannya tertuju pada sebuah kalung dengan bandul berbentuk dua hati yang saling terpaut. Seketika wajahnya terlihat antusias terhadap kalung tersebut.

“Bisakah kau ambilkan kalung yang ini?” pinta Kyuhyun sambil menunjuk pada kalung yang diinginkannya.

Pelayan toko tersebut mengangguk, lalu mengambilkan kalung yang dipilih Kyuhyun. Begitu menerima kalung pilihannya, wajah Kyuhyun terlihat ceria dan senang. Kalung dengan bandul dua hati tersebut sangatlah indah dan cantik. Seolah menunjukkan makna yang dalam, menggambarkan dua hati yang saling mencintai. Sangat sesuai dengan apa yang ada di benak Kyuhyun.

“Baik, aku ambil kalung yang ini,” ucap Kyuhyun tanpa ragu.

Kyuhyun meminta pelayan toko tersebut untuk membungkus kalung yang dipilihnya. Pria itu terlihat tak sabar ingin segera pulang dan memberikan kalung itu pada Yoona.

Langkah kakinya bergegas membawanya kembali pada mobilnya yang terparkir di basement. Saat ia menekan remote pengaman mobilnya, tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang hingga menghentikan langkahnya. Kyuhyun terkejut. Kemudian menoleh ke belakang dan mendapati wanita yang memeluknya adalah Jessica.

“Jessica?”

Kyuhyun langsung melepas pelukan Jessica tersebut. Namun Jessica seolah tak bergeming dan kembali memeluk Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun kewalahan menghadapi sikap Jessica yang terlihat keras kepala.

“Hentikan!” bentak Kyuhyun kesal. “’Sudah berapa kali kukatakan padamu, hubungan kita sudah selesai. Aku tidak mau mengkhianati Yoona lagi, aku sudah berjanji padanya. Lebih baik, kau urusi kehidupanmu sendiri dan berbahagialah bersama Donghae.”

Jessica memilih diam dan kembali menggenggam tangan Kyuhyun, namun langsung ditepis oleh Kyuhyun. Pria itu bergegas masuk ke mobilnya.

“Kyu . . . kumohon, dengarkan aku . . .” pinta Jessica sembari mengetuk kaca mobil Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawab dan terlihat mengabaikan ucapan Jessica. Ia memilih menyalakan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut.

“Cho Kyuhyun!” teriak Jessica keras saat melihat mobil Kyuhyun sudah melesat meninggalkannya.

Jessica langsung tertunduk lemas. Sulit sekali baginya untuk melepas Kyuhyun begitu saja.

“Jessica . . . apa maksud dari semua ini?”

Sebuah suara yang bergetar pelan membuat Jessica terkejut. Ia menoleh ke arah suara yang mengejutkannya. “Donghae?”

Seketika tubuhnya gemetar saat melihat raut wajah marah Donghae.

“Kau . . . “ Donghae terlihat mengatupkan bibirnya sembari menatap tajam ke arah Jessica. “Jadi, wanita yang dimaksud Yoona adalah kau, Jessica?”

Jessica hanya memalingkan wajahnya ke arah lain, lalu berjalan meninggalkan Donghae yang sejak tadi menunggunya.

Dengan cepat, Donghae langsung menarik Jessica hingga wanita itu jatuh ke dalam pelukannya.

“Aku tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Kyuhyun. Tapi, bisakah kau melupakan pria itu dan hanya memandangku?” pinta Donghae.

“Aku tidak bisa. Aku sangat mencintainya,” jawab Jessica.

Donghae langsung melepas pelukannya dan menatap tajam ke arah Jessica. “Sadarlah! Kyuhyun sudah memiliki istri. Untuk apa kau terus mengganggu kehidupannya? Aku memang tidak tahu kapan pastinya kalian memulai hubungan terlarang. Tapi, Kyuhyun sudah melupakanmu. Lebih baik kau juga melupakannya.”

“Kau pikir aku semudah itu bisa melepasnya begitu saja? Dengar. Sebelum Kyuhyun dijodohkan dengan Yoona, aku dan Kyuhyun sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Kyuhyun selamanya akan selalu mencintaiku dan berjanji akan menceraikan Yoona secepatnya. Sudah hampir satu tahun pernikahannya dengan Yoona, kami tetap menjalankan hubungan kami,” jawab Jessica mengejutkan.

Donghae tercengang mendengarnya. “Itu artinya, selama kau menjalin hubungan denganku, kau juga tetap berhubungan dengan Kyuhyun?”

“Benar,” jawab Jessica.

“Kau gila! Kau juga telah mengkhianatiku? Keterlaluan!” bentak Donghae.

“Jika kau merasa terluka karenaku, lebih baik kita akhiri saja. Biarkan aku bersama Kyuhyun,” ucap Jessica lalu kembali berjalan melewati Donghae. Seketika langkahnya terhenti karena Donghae menariknya kembali.

“Membiarkanmu bersama Kyuhyun? Jika aku melakukan itu, berarti aku juga melukai perasaan Yoona. Tidak akan kubiarkan. Bagaimana pun juga, Kyuhyun sudah beristri. Aku tidak akan membiarkanmu melakukan tindakan bodoh lagi,” balas Donghae sambil mencengkeram tangan Jessica. “Tidak peduli bagaimana perasaanmu padaku, sampai kapanpun, aku akan tetap mencintaimu.”

Jessica menatap dalam kedua mata Donghae. Ia tahu, perasaan Donghae padanya tulus. Wanita itu langsung menepis tangan Donghae dan kembali berjalan meninggalkan kekasihnya tersebut. Tiba-tiba, ada sebuah mobil yang tampak melaju kencang yang berniat meninggalkan basement. Donghae langsung mendorong Jessica agar tidak tertabrak, namun akhirnya justru ia yang tertabrak mobil tersebut.

“Donghae!” teriak Jessica.

Tubuh Donghae terguling setelah menghantam bagian depan mobil tersebut. Jessica berlari panik mendekati pria yang terkujur lemas itu. Tubuhnya gemetar kala melihat darah yang mengucur dari bagian kepala Donghae.

“Donghae . . .” isak Jessica.

Donghae tersenyum sambil menahan rasa sakitnya. “Nan gwaenchana . . .”

Jessica menangis. Ia menyadari bahwa dirinya sudah sangat keterlaluan pada pria yang telah mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkannya tersebut.

Mianhae . . .”

*****

Yuri tengah berkunjung di rumah orang tua Yoona. Saat ini, ia sedang membantu Mrs. Im menyiapkan makan malam.

“Yuri, kau siapkan minumannya saja,” ucap Mrs. Im.

Yuri mengangguk. “Ne, ahjumma . . .”

Mrs. Im terlihat pergi ke ruang makan untuk menata meja. Sementara Yuri tengah sibuk menyiapkan minuman. Sesekali wajahnya terlihat bersedih, seolah ada sesuatu yang memenuhi pikirannya. Sesuatu apalagi kalau bukan masalah Yoona. Mengingat pernyataan Donghae terkait Kyuhyun yang memiliki wanita lain, rasanya ia ingin sekali membunuh pria. Selama ini ia sudah cukup bersabar, bahkan sangat sabar menghadapi permintaan Yoona agar merahasiakan semua permasalahannya dari orang tua sepupunya tersebut.

“Aish, harus bagaimana lagi ini? Kepalaku serasa mau meledak!” runtuk Yuri kesal. “Kyuhyun benar-benar keterlaluan. Sudah tidak menganggap Yoona sebagai istrinya, sekarang malah ketahuan memiliki wanita lain. Benar-benar . . .”

“Apa katamu?”

Yuri menoleh ke arah suara yang mengejutkannya. Seketika matanya membulat ketika melihat Mr. Im masuk ke dapur. Sepertinya pria paruh baya itu sudah mendengar semua keluhannya terkait masalah Yoona dan Kyuhyun.

Ahjussi . . .” Yuri terlihat menggigit bibirnya yang dinilai kelepasan bicara.

Mr. Im mendekati Yuri. “Sepertinya ada yang tidak kuketahui. Apa yang sebenarnya terjadi? Katakan!”

Yuri tertunduk lemas. Tubuhnya gemetar. Apa yang harus ia lakukan? Kali ini, sepertinya ia tidak bisa lagi menyembunyikan semua kenyataan yang menimpa Yoona.

*****

Yoona terlihat menunggu di depan pintu rumahnya. Hawa malam yang terasa dingin, membuat tubuhnya tak henti-hentinya gemetar karena kedinginan. Berkali-kali ia mengusap-usap telapak tangannya, bermaksud membuat tubuhnya terasa hangat. Tak lama kemudian, sebuah mobil masuk dan berhenti di depannya. Sang pengemudi mobil itu langsung bergegas keluar saat melihat istrinya tengah duduk di lantai depan rumah mereka.

“Apa yang sedang kau lakukan? Bukankah di luar sangat dingin?” tanya Kyuhyun lalu melepas jasnya, kemudian memakaikannya pada tubuh Yoona.

Yoona hanya tersenyum. Kyuhyun pun langsung menariknya menuju taman di belakang rumah.

“Ada apa oppa mengajakku ke sini?” tanya Yoona bingung.

Kyuhyun tersenyum, membuat Yoona semakin penasaran dengan sikap suaminya tersebut. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah dari saku celananya, lalu memberikannya pada Yoona.

“Apa ini?”

“Bukalah,” suruh Kyuhyun sembari tersenyum.

Tangan Yoona bergerak perlahan membuka kotak kecil tersebut. Seketika matanya tampak berbinar dan takjub saat melihat isi dari kotak kecil tersebut. Sebuah kalung dengan bandul dua hati yang terpaut, terlihat sangat cantik.

“Cantik sekali . . .” ucap Yoona tak dapat menyembunyikan rasa harunya.

Kyuhyun terlihat lega saat memperhatikan raut wajah bahagia dari Yoona. “Kau menyukainya?”

Yoona tersenyum. “Ne, aku sangat menyukainya.”

Kyuhyun mengambil kalung tersebut lalu memakaikannya di leher Yoona. Kemudian, ia menggenggam erat tangan istrinya tersebut, lalu memperhatikan wajah Yoona dalam-dalam.

“Kita lupakan semua masalah kemarin. Kita mulai lagi dari awal, ne?

Yoona mengangguk sembari tersenyum. Suasana pun berubah hening. Kyuhyun tampak mendekatkan wajahnya, lalu mendaratkan kecupan manis di bibir Yoona. Keduanya terlihat larut dalam suasana yang membahagiakan tersebut.

*****

Beralih di kamar Yoona, sepasang suami istri itu terlihat canggung dan gugup. Kyuhyun tak henti-hentinya berpindah-pindah posisi, sementara Yoona terlihat membelakangi suaminya dan menutupi wajahnya yang memerah. Sebuah guling masih diletakkan di antara keduanya. Kyuhyun terlihat berusaha memindahkan guling tersebut, namun yang terjadi wajahnya justru semakin memerah.

“Aish!” Kyuhyun pun beranjak dari posisinya dan terduduk malu.

Yoona yang menyadari sikap Kyuhyun tersebut ikut beranjak dari posisinya. “Kau tidak bisa tidur?”

Kyuhyun langsung menoleh ke arah Yoona. Perhatiannya tertuju pada baju tidur Yoona yang terlihat tipis dan feminin. Wajahnya kembali memerah, tubuhnya terasa panas. Keringat tak henti keluar. Dengan cepat Kyuhyun langsung membuka bagian atas piyamanya hingga pria itu telanjang dada. Melihat hal itu, kini wajah Yoona yang memerah dan langsung memalingkan ke arah lain.

Wae?” tanya Kyuhyun bingung.

Ani . . . bukan apa-apa,” jawab Yoona canggung.

Kyuhyun kembali memperhatikan Yoona yang terlihat membelakanginya. Perlahan tangannya tampak menggenggam erat tangan Yoona, lalu menariknya hingga gadis itu kembali ke menghadapnya. Yoona terlihat tertunduk seolah tidak mau memperlihatkan wajahnya.

“Jangan begitu . . .” ucap Kyuhyun tersenyum. “Perlihatkan wajahmu padaku.”

Yoona masih terdiam cukup lama, hingga akhirnya ia memberanikan diri mengangkat wajahnya.

Kyuhyun seolah tidak sabar menunggu. Pria itu kembali mendaratkan ciuman di bibir Yoona. Lalu menyingkirkan guling yang semula sebagai pembatas. Keduanya pun langsung berbaring, melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan pertama kali pada malam pernikahan mereka.

ooOoo

Sinar matahari berhasil menembus celah kamar. Namun kilauannya tak juga membangunkan pria yang masih tertidur dengan selimut yang menutupi dadanya.

Terdengar suara bel pintu yang berbunyi, hingga akhirnya membuat pria yang masih tertidur di ranjangnya terbangun. Ia tidak mendapati Yoona di sebelahnya. Sepertinya istrinya tersebut sedang mandi.

Kyuhyun mengambil pakaiannya yang tergantung, kemudian bergegas keluar kamar untuk menemui tamu yang datang di pagi hari.

Appa, eomma . . .” seru Kyuhyun kaget saat melihat tamu tersebut adalah kedua orang tuanya. Kyuhyun langsung memeluk keduanya sembari mengajak masuk ke rumah.

“Kenapa pagi-pagi sekali kalian sudah datang?” tanya Kyuhyuh terkejut. “Bahkan sama sekali tidak bilang dulu sebelumnya.”

Kedua orang tua Kyuhyun tertawa kecil menanggapi reaksi Kyuhyun yang terlihat sangat kaget.

Appa dan eomma akan pergi ke Incheon untuk menemui kerabat. Sebelum ke sana, kami memutuskan untuk berkunjung sebentar ke rumah kalian. Lagipula, sudah lama sekali kami tidak datang ke sini. Mana istrimu?” tanya Mr. Cho.

“Sedang mandi,” jawab Kyuhyun. Tak lama kemudian, Yoona tampak keluar lalu bergegas menghampiri mertuanya yang sudah duduk di ruang tengah. Ia pun langsung memeluk mertuanya lalu mengambil posisi duduk di sebelah Kyuhyun. Mereka tampak tersenyum bahagia, terutama Kyuhyun dan Yoona karena hubungan mereka yang sudah membaik.

“DIMANA PUTRIKU?!”

Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang mengejutkan mereka. Yoona yang mengenali suara tersebut adalah suara appanya langsung beranjak dari posisinya, begitu juga dengan Kyuhyun. Tepat dugaannya, ternyata kedua orang tua Yoona datang bersama Yuri. Tapi, yang membuat keduanya bingung, raut wajah Mr. Im terlihat marah, sementara Yuri hanya tertunduk seolah tak berani memperlihatkan wajahnya.

Appa, eomma . . .” ucap Yoona lirih.

“Ah, Tuan dan Nyonya Im! Kalian datang berkunjung juga,” sapa Mr. Cho.

Namun sapaan Mr. Cho tak sedikitpun ditanggapi oleh Mr. Im. Pria paruh baya itu langsung memilih mendekati Kyuhyun.

“Bagaimana kabar appa?” tanya Kyuhyun pada Mr. Im.

PLAK! Tanpa mereka duga, Mr. Im justru menampar wajah Kyuhyun. Yoona menutup mulutnya, ia tercengang saat melihat Kyuhyun mendapat tamparan keras dari appanya. Semua orang tak terkecuali kedua orang tua Kyuhyun juga terkejut melihat sikap Mr. Im tersebut.

Appa!

“Apa yang kau lakukan?” tanya Mrs. Cho kaget. Sementara Kyuhyun hanya tertunduk lemas menerima tamparan dari mertuanya tersebut.

“Sebaiknya kau tanyakan sendiri pada putramu, kenapa aku bisa melakukan ini,” ucap Mr. Im.

Kedua orang tua Kyuhyun terlihat saling memandang. Raut wajah bingung jelas terlihat di wajah mereka.

“Apa maksud appa berkata seperti itu?” tanya Kyuhyun.

Mr. Im tersenyum tipis menanggapi pertanyaan menantunya itu. “Kau masih berpura-pura padaku?”

Appa . . .” Yoona berusaha menenangkan appanya yang terlihat naik darah.

“Kau sudah membuat putriku menderita! Selama ini kalian sudah tidur di kamar yang terpisah, kau sama sekali tidak menganggapnya sebagai seorang istri,” tutur Mr. Im. Jelas pernyataannya itu membuat kedua orang tua Kyuhyun tercengang. Reaksi yang sama juga ditunjukkan oleh Kyuhyun dan Yoona. Bagaimana Mr. Im bisa tahu masalah itu? Keduanya pun langsung menoleh ke arah Yuri yang terlihat gusar dan merasa bersalah.

“Terlebih lagi . . .” Mr. Im tampak menarik nafas panjang. “Kau juga memiliki wanita lain! Iya kan?!”

Yoona terlihat kehabisan kesabarannya. Gadis itu langsung berdiri di depan Kyuhyun dan menatap tajam ke arah appanya.

Appa, hentikan!” pinta Yoona berteriak.

Mrs. Im tampak memeluk lengan suaminya, berusaha menenangkan pria paruh baya yang terlihat emosi tersebut. Ia merasa tidak enak jika harus membeberkan semua masalahnya secara emosional, apalagi di hadapan kedua orang tua Kyuhyun yang juga tidak mengetahui apapun.

“Apa maksud semua ini?” gumam Mr. Cho terkejut. “Kyu, kau bisa jelaskan semuanya pada kami? Apa yang dikatakan Tuan Im tidak benar kan?”

Kyuhyun terdiam. Pria itu hanya tertunduk lemas.

“Cho Kyuhyun!” bentak Mr. Cho kehabisan kesabaran.

Ani, itu sama sekali tidak benar . . .” ucap Yoona.

“Itu benar,” jawab Kyuhyun yang langsung membuat kedua orang tua Kyuhyun menatap kaget, begitu juga dengan Yoona.

Oppa . . .”

“Memang benar aku telah membuat putrimu menderita. Tapi . . .” Kyuhyun terlihat menatap Mr. Im dengan raut wajah tegasnya. “Itu masa lalu. Sekarang, aku sudah menyadari semua kesalahanku, dan berjanji pada Yoona akan selalu membuatnya bahagia.”

Mr. Im kembali tersenyum sinis. “Kau kira aku percaya dengan ucapanmu?”

Appa . . . aku bersungguh-sungguh . . .” ucap Kyuhyun memelas.

Mr. Im langsung menoleh ke arah Yuri.

“Yuri, cepat kau bantu Yoona mengemasi barangnya! Mulai hari ini, Yoona akan meninggalkan rumah ini dan kembali tinggal bersama kami,” suruh Mr. Im. “Palli!

Yuri terlihat kaget lalu bergegas masuk ke kamar Yoona.

Shireo! Aku tidak mau pergi dari rumah ini,” ucap Yoona berteriak.

Tapi ucapannya tersebut sama sekali tidak mendapat tanggapan dari appanya.

Appa!” Yoona kembali berteriak frustasi. Gadis itu terlihat memeluk erat lengan Kyuhyun seolah tak mau melepasnya. Begitu Yuri selesai mengemasi barang-barang Yoona, Mr. Im langsung menarik putrinya dengan paksa.

Kajja!

Yoona terlihat meronta dan semakin mempererat pelukannya. Begitu juga dengan Kyuhyun yang berusaha melindungi gadis itu agar tidak pergi darinya.

Shireo!” teriak Yoona.

Rupanya Mr. Im jauh lebih kuat dari keduanya. Ia berhasil menarik Yoona hingga terlepas dari Kyuhyun.

Oppa! Oppa!” Yoona memanggil-manggil Kyuhyun saat dirinya ditarik paksa oleh appanya.

Kyuhyun yang melihat hal itu langsung bergegas menyusul Yoona.

“Yoona!”

Ia melihat istrinya tampak meronta dan menangis saat masuk ke dalam mobil. Yoona terlihat menghadap ke belakang dan berusaha menggedor kaca mobil sembari memanggilnya. Mobil itu pun perlahan bergerak. Kyuhyun kembali mengejarnya, namun mobil semakin berjalan cepat hingga akhirnya semakin menjauh dan tidak terlihat lagi.

“Yoona!”

Kyuhyun terduduk lemas. Ia tak dapat menahan kesedihannya. Kedua orang tua Kyuhyun juga terlihat masih shock dengan kejadian itu. Kenapa semua masalah semakin bertambah runyam? Kali ini apa yang harus dilakukannya?

-TBC-

Jadi juga nih, hehe. Maaf membuat kalian lama menunggu. Emm . . . ada scene yang sedikit bikin panas, sebenarnya nggak bermaksud buat yadong, makanya aku cuma menuliskan sedikit, tapi kalo kesannya jadi yadong maaf ya.  Kalo ceritanya jadi gaje, saya minta maaf. Akhir-akhir ini banyak hal yang menguras pikiran saya. Imajinasi menulis juga ikut terusik hehe. Seperti biasa, ditunggu RCL dari kalian, saya harap kalian suka dengan kelanjutannya, gomawo😉

93 thoughts on “Look, at Me! – Chapter 7

  1. lja says:

    Ehem ehem… maap thor baru bisa komen…
    soalnya hpku rada error nih… emmm aku rela deh melakukan apapun supaya author mau memaafkanku.. jiahhh #abaikan

    Next… semangat thor….

  2. Mayang says:

    bukan. salah yuri juga seh dy ngomong yang sebener nya , dya kn cuman mau ngelindungi yoona aja , hah jd kasian am KyuNa . padahal mereka mau mulai dr awal lgy:/

  3. parkcelya22 says:

    Waduuuuhh .. Skrg d pisahin ama mr.im … Ya walaupun baru sekali .. Smg yoong cpt hamil yaaa hehehe jdi ga akn d pisahin ama apapun .. Kan ada anak ..baru aja mLai bka Lembaran baru tpi udah trpisah Lgi..
    huh. . .

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s