Prince as Bodyguard – Chapter 4


prncasbdygrd2

Title : 

“Prince as Bodyguard”

Main Cast :

Cho Kyuhyun Super Junior

Im Yoona SNSD

Other Cast :

Oh Sehun EXO-K

Seo Joo Hyun SNSD

Lee Hyukjae Super Junior

Choi Sooyoung SNSD

Genre :

Comedy, Friendship, Romance

Author :

Charisma Rahmayanti

Rating :

PG-15

Disclaimer :

FF ini asli buatan sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan jika alur cerita sama. Saya hanya meminjam nama tokoh dan tempat. Jangan memplagiat FF ini!

Attention :

Mohon komentarnya agar dapat meningkatkan kemampuan saya dan untuk perbaikan positif ke depannya dalam menulis FF. Hope you all like it.

Selamat membaca ^_^

Copyright©rismarii

-Previous Story-

“Kenapa jantungmu berdebar kencang? Apa kau gugup?” goda Kyuhyun.

Wajah Yoona langsung memerah mendengar ucapan Kyuhyun tersebut. “Memangnya siapa yang gugup? Kau jangan salah sangka dulu, Cho Kyuhyun . . .” elak Yoona.

Kyuhyun justru tertawa mendengarnya. Membuat Yoona ingin sekali memukul pria yang tengah menggendongnya ini.

Jika dilihat dari posisi keduanya, mereka terlihat bagaikan pasangan kekasih. Wajah keduanya tampak memerah. Kyuhyun tak hentinya mengulum senyum. Sementara Yoona memang menyadari bahwa dirinya gugup. Keduanya pun kembali terdiam dalam pikiran masing-masing.

“Kau orang paling menyebalkan yang pernah kutemui, tapi kenapa aku bisa merasa gugup saat kau sedang menggendongku seperti ini, Cho Kyuhyun?”

“Im Yoona, kau wanita manja yang susah untuk diatur. Tapi, kenapa aku merasa senang dan bahagia bila bersamamu? Apakah mungkin aku sudah jatuh cinta padamu?”

End Previous Story-

Sesampainya di rumah, kaki Yoona segera diobati. Kyuhyun terlihat cekatan dalam mengobati kaki Yoona yang bengkak. Dibantu Kepala Pelayan Kim, pria itu terlihat begitu perhatian terhadap Yoona. Tanpa sadar, sikap perhatiannya itu membuat wajah Yoona memerah.

“Masih sakit?” tanya Kyuhyun sembari fokus mengusap pergelangan kaki Yoona yang bengkak.

“Sedikit . . .” jawab Yoona lirih.

Mendengar suara Yoona yang begitu lirih, membuat Kyuhyun penasaran lalu memperhatikan wanita itu. Ia menangkap ekspresi wajah Yoona yang terlihat menutupi rasa malunya.

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun terkekeh. “Kau senang aku obati seperti ini?”

Yoona yang menyadari Kyuhyun kembali menggodanya, raut wajahnya langsung berubah drastis.

“Kata siapa? Kau justru semakin memperparah lukanya,” elak Yoona.

“Begitu?” Kyuhyun langsung menekan bagian pergelangan kaki Yoona secara perlahan. Akibatnya Yoona berteriak merintih kesakitan.

“Apa yang kau lakukan?!” bentak Yoona kesakitan.

“Tadi kau bilang tindakanku memperparah lukanya, sekarang aku ganti metode lain. Apa aku salah?” tanya Kyuhyun bersikap polos. Walau sebenarnya ia tak dapat menahan tawanya.

Yoona mengurucutkan bibirnya. “Ne, arraseo, arraseo. Kembali lagi seperti awal saja. Kau usap perlahan.”

Kyuhyun tertawa kecil. Kepala Pelayan Kim juga terlihat tak dapat menahan tawanya.

Mianhae, Kepala Pengawal Cho. Ada seorang wanita yang mencari Anda,” ucap salah satu pengawal.

Kyuhyun dan Yoona saling memandang. Yoona terlihat penasaran sementara Kyuhyun memilih bersikap tenang.

“Wanita?”

Tak lama kemudian, masuklah seorang wanita sesuai yang disampaikan oleh pengawal tersebut.

Oppa!

“Seohyun?”

Wanita bernama Seohyun tersebut langsung berlari mendekat lalu memeluk Kyuhyun. Yoona terkejut melihatnya. Wanita yang berpenampilan anggun dan tampak cantik itu membuatnya terpesona. Sesaat Yoona terdiam melihatnya tanpa berkomentar apapun.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Kyuhyun kaget.

“Tentu saja ingin bertemu denganmu. Appamu bilang kau sedang bekerja menya . . .”

Kalimat Seohyun terhenti begitu Kyuhyun langsung membekap mulutnya. Hal itu membuat Yoona terkejut.

“Ah, aku permisi sebentar,” ucap Kyuhyun pada Yoona. Lalu bergegas keluar sembari menarik Seohyun yang terlihat kebingungan.

Pandangan Yoona tak bisa lepas dari sosok Kyuhyun. Menyadari sang majikan terlihat penasaran, membuat Kepala Pelayan Kim menanyainya.

“Nona, apa yang sedang kau lihat?”

Yoona menoleh ke arah Kepala Pelayan Kim yang terlihat tersenyum padanya. “Bukan apa-apa.”

*****

Kyuhyun mengajak Seohyun untuk berbicara secara empat mata di taman.

Oppa!” seru Seohyun bingung dengan sikap Kyuhyun.

“Kau ingin membongkar rahasiaku? Tadi kau ingin mengatakan bahwa aku sedang menyamar sebagai pengawal bukan?” tanya Kyuhyun sedikit kesal.

Seohyun tersenyum. “Mianhae, aku sama sekali tidak bermaksud untuk membocorkannya.”

“Kau tahu semuanya dari appa?

Seohyun mengangguk. “Aku baru saja kembali dari London. Kau tega sekali tidak menjemputku. Begitu aku datang ke rumahmu, kata ahjussi kau sekarang sedang bekerja menyamar menjadi pengawal. Tanpa segan aku langsung meminta alamat tempat kau bekerja.”

Kyuhyun terdiam sejenak. Kemudian pria itu menepuk keningnya sembari memasang ekspresi kaget.

“Ah, aku lupa. Seharusnya aku menjemputmu di bandara. Mianhae . . .”

Seohyun yang semula terlihat murung seketika wajahnya berubah senang. “Gwaenchana, oppa. Lalu . . . bagaimana? Apa pekerjaanmu menyenangkan?”

Kyuhyun tersenyum menanggapinya. “Sangat. Kau tahu, untuk pertama kalinya aku bertemu dengan wanita yang sangat manja dan juga payah dalam berbagai hal. Kurasa ini akan sangat berat bagiku.”

Seohyun megernyitkan dahinya. “Apa maksudmu?”

“Aku tidak hanya bertugas mengawalnya saja. Tapi, aku juga bertanggung jawab mendidiknya agar menjadi wanita yang lebih terhormat. Menghilangkan sikap manjanya dan menjadikannya wanita yang mandiri. Aku harus mengajarinya banyak hal . . .” jawab Kyuhyun sembari menggaruk kepalanya.

Seohyun terdiam sejenak, kemudian ia mendapatkan ide yang menurutnya cemerlang. “Oppa, bagaimana jika aku membantumu? Setidaknya aku memiliki beberapa keterampilan.”

“Kau sungguh ingin membantuku?” tanya Kyuhyun seolah tidak percaya.

Seohyun mengangguk yakin. “Tentu saja.”

Kyuhyun langsung berteriak senang dan memeluk Seohyun. “Kau memang sepupuku yang paling baik.”

Oppa, lepaskan! Kau membuatku sesak . . .” pinta Seohyun.

“Kyuhyun . . .”

Sebuah suara membuat keduanya menoleh. Mereka sudah mendapati Yoona berdiri tak jauh dari posisi mereka. Kyuhyun dapat menangkap raut wajah Yoona yang terlihat kaget saat melihatnya berpelukan dengan Seohyun. Pria itu pun langsung melepas pelukannya.

“Kau memanggilku?”

Yoona tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Ia memilih untuk berjalan mendekati Kyuhyun dan Seohyun.

“Kau belum memperkenalkannya padaku,” jawab Yoona sembari menunjuk ke arah Seohyun dengan senyum di wajahnya.

Kyuhyun memperhatikan Seohyun. Ia menyadari jika wanita di sampingnya cukup terkejut dengan pernyataan Yoona tersebut. Raut wajah Kyuhyun langsung berubah ceria.

“Dia adalah wanita yang sangat dekat denganku . . .” ucap Kyuhyun tersenyum lebar.

DEG! Yoona kembali merasakan sesak di dadanya saat melihat pria di hadapannya kembali merangkul Seohyun.

Oppa . . .” bisik Seohyun sembari berusaha melepas pelukan pria di sampingnya.

Dengan senyum yang dipaksakan, Yoona tampak mengulurkan tangannya pada Seohyun. “Annyeong haseyo, Yoona imnida . . .”

Seohyun imnida . . .”

“Baiklah, kalian bisa melanjutkan obrolan kalian. Permisi . . .” ucap Yoona lalu berbalik meninggalkan Kyuhyun dan Seohyun.

Sepeninggalan Yoona, Seohyun langsung menatap tajam ke arah Kyuhyun.

Oppa, kenapa kau bersikap seperti itu?” tanya Seohyun kesal.

Kyuhyun justru tersenyum melihat reaksi kesal Seohyun tersebut. “Wae?

“Kenapa kau mengatakan padanya bahwa aku adalah wanita yang sangat denganmu? Bukankah itu akan membuatnya salah paham?”

“Kau memang wanita yang sangat dekatku,” balas Kyuhyun merasa tidak bersalah.

Seohyun menghela nafas. “Dekat karena kita adalah sepupu.”

“Sama saja.”

“Tentu berbeda, oppa!” balas Seohyun kesal. “Jika kau mengatakan seperti tadi, jelas dia akan menganggap bahwa kita ini menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih.”

Kyuhyun menoleh kaget ke arah Seohyun. “Maksudmu . . . dia cemburu?”

Seohyun menggelengkan kepalanya. “Kenapa reaksimu sangat lambat. Masa kau tidak bisa melihat aura kecemburuan di wajahnya?”

Kyuhyun menggeleng pelan. Seketika wajahnya memerah. “Kau yakin dia cemburu?”

Melihat gelagat aneh dari Kyuhyun, Seohyun menatap jahil ke arah Kyuhyun. “Apa kau menyukainya?”

Tepat dugaan Seohyun, wajah Kyuhyun semakin memerah. Seohyun pun tertawa melihatnya.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Kyuhyun kesal sembari menutupi rasa malunya.

Seohyun kembali tertawa menanggapi reaksi Kyuhyun tersebut. “Lupakan saja. Kalau begitu aku pamit, besok aku akan datang lagi untuk membantumu mengajarinya beberapa keterampilan.”

Kyuhyun mengangguk dan tersenyum. Ia pun mengantarkan Seohyun kembali ke ruamhnya.

*****

Yoona masuk ke kamarnya dengan wajah kesal. Wanita itu tak dapat melupakan raut wajah Kyuhyun yang begitu terlihat senang dan gembira saat bersama Seohyun.

“Aish, perasaan apa ini? Kenapa sejak tadi mengusikku?” gerutu Yoona.

Ia pun merebahkan tubuhnya di ranjang.

“Wanita itu . . . mungkinkah dia kekasih Kyuhyun?”

Menyadari apa yang ia ucapkan, wajah Yoona memerah seketika. “Apa yang kau pikirkan Im Yoona? Tidak mungkin kau cemburu dengan wanita itu . . .”

Yoona terdiam sejenak. Ia kembali mengingat-ingat perhatian yang diberikan Kyuhyun sejak menolongnya dari kejaran pria hidung belang hingga merawat kakinya yang bengkak.

“Ternyata ada sisi lain yang baru kuketahui darinya . . .” ucap Yoona sembari tersenyum.

DRRT! Perhatian Yoona beralih pada ponselnya yang berdering. Ia pun bergegas mengambil ponsel di dalam tasnya. Tertera nama kontak Sehun di layar ponselnya. Raut wajahnya kembali terlihat ceria.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

“Kau ingin mengajakku jalan-jalan?” tanya Yoona sedikit berteriak. Ia tak dapat menutupi rasa senangnya begitu mendengar ajakan Sehun.

“. . .”

Ne, tentu saja aku bisa,” jawab Yoona semangat.

“. . .”

“Baiklah, sampai nanti.”

KLIK! Begitu selesai bicara dengan Sehun, Yoona tak dapat menyembunyikan rasa senangnya. Dengan cepat jari-jemarinya menulis pesan kepada sahabatnya, Sooyoung.

Sehun ingin mengajakku jalan-jalan

-Yoona-

Tak lama kemudian, balasan dari Sooyoung pun masuk.

Jinjja? Ini saat yang tepat

Lebih baik kau segera ungkapkan perasaanmu padanya

-Sooyoung-

Mendengar isi pesan dari Sooyoung, Yoona terdiam sejenak. Apakah harus ia mengungkapkan perasaannya pada Sehun.

Apakah aku harus mengatakannya?

-Yoona-

Yoona terlihat cemas menunggu balasan dari Sooyoung.

Tentu saja, setidaknya harus kau coba

­-Sooyoung­-

KLEK! Terdengar suara pintu yang dibuka oleh seseorang. Yoona pun menoleh lalu memperhatikan pria yang sudah berdiri di balik pintu kamarnya.

“Ada apa?” tanya Yoona saat melihat Kyuhyun terlihat memperhatikannya.

“Kau ingin makan malam apa? Nanti akan kusampaikan pada Kepala Pelayan Kim,” tanya Kyuhyun.

“Ah, tidak perlu. Malam ini aku makan malam di luar bersama Sehun,” jawab Yoona cuek sembari fokus dengan ponselnya.

Mendengar nama Sehun terucap dari Yoona, raut wajah Kyuhyun langsung berubah. Pria itu terlihat menunjukkan raut wajah kesalnya kepada Yoona.

“Kenapa dengan wajahmu?” tanya Yoona heran.

Kyuhyun mendesah pelan. “Bukankah kakimu sedang sakit? Untuk apa kau pergi keluar?”

“Sehun mengajakku, mana mungkin aku menolaknya. Biarpun kakiku sedang sakit, aku tak peduli. Aku akan tetap pergi dengannya,” jawab Yoona cuek.

Kyuhyun terdiam sejenak. Ia kembali memperhatikan Yoona dengan seksama. “Kau menyukainya?”

Gerakan jari-jemari Yoona yang sedang menulis balasan pesan untuk Sooyoung terhenti. Ia pun menoleh ke arah Kyuhyun yang terlihat serius menatapnya.

“Jika benar, memangnya kau mau apa?”

Reaksi spontan Yoona tersebut tanpa disadarinya membuat perasaan Kyuhyun kesal.

“Sesuka hatimu sajalah!” ucap Kyuhyun kesal lalu berbalik meninggalkan kamar Yoona, meninggalkannya dengan wajah yang terlihat bingung sekaligus polos.

“Ada apa dengan orang itu?” gumam Yoona bingung.

*****

Kyuhyun terlihat berjalan menuju dapur, menghampiri Kepala Pelayan Kim yang sedang memberikan instruksi untuk menyiapkan makan malam. Begitu menyadari kehadirannya, semua orang yang berada di dapur tampak memberi hormat padanya.

“Kepala Pengawal Cho . . .”

“Kau tidak perlu menyiapkan makan malam untuk Yoona,” ucap Kyuhyun.

Kepala Pelayan Kim mengernyitkan dahinya. Wanita paruh baya itu tampak bingung. Begitu juga dengan reaksi para koki yang tengah memasak menyiapkan makan malam.

“Apa maksudmu berkata seperti itu?” tanya Kepala Pelayan Kim bingung.

“Dia akan pergi makan malam di luar bersama Sehun,” jawab Kyuhyun dengan wajah masam.

“Nona akan pergi ke luar? Bukankah kakinya sedang sakit?”

“Itulah yang tidak kumengerti. Kenapa dia rela mengabaikan kondisi kakinya hanya demi pria bernama Sehun itu? Tidakkah tindakannya itu akan membuat kondisi kakinya semakin parah?” gerutu Kyuhyun panjang lebar. Ia tak dapat menyembunyikan rasa kesalnya di hadapan Kepala Pelayan Kim.

Melihat sikap Kyuhyun tersebut, Kepala Pelayan Kim hanya tersenyum. Ia menangkap aura kecemburuan terlihat di wajah Kyuhyun.

“Apa kau cemburu dengan kedekatan Nona dan Sehun?”

Wajah Kyuhyun memerah saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan Kepala Pelayan Kim.

“Aku hanya khawatir, bukan cemburu . . .” elak Kyuhyun.

“Kalau begitu, kau bisa mengikutinya diam-diam tanpa sepengetahuan Nona. Itu akan jauh lebih baik daripada kau tetap diam di sini dan membayangkan hal yang tidak-tidak . . .” usul Kepala Pelayan Kim.

Serasa ada pencerahan di kepala Kyuhyun. Pria itu terlihat tersenyum ke arah Kepala Pelayan Kim. “Kau benar. Sebaiknya aku ikuti dia . . .”

Melihat reaksi Kyuhyun tersebut, Kepala Pelayan Kim kembali tersenyum. Kyuhyun pun bergegas meninggalkan dapur dan bersiap untuk pergi mengikuti Yoona secara diam-diam. Tanpa disadari olehnya, ia memang menaruh perhatian terhadap Yoona. Mungkinkah Kyuhyun benar-benar telah jatuh cinta pada wanita manja tersebut?

*****

Malam ini terasa menyenangkan bagi Yoona. Ia tengah berjalan berdampingan dengan Sehun. Usai mengelilingi taman pusat Seoul dan menikmati makan malam di restoran favorit mereka, keduanya kini tengah berjalan di kawasan perbelanjaan yang lokasinya tak jauh dari restoran tempat mereka makan malam. Walau demikian, sejak di taman pusat Seoul, Yoona terus berusaha menyembunyikan rasa sakit di kakinya yang dirasakan semakin parah. Awalnya ia masih bisa menahan rasa sakit itu, tapi sekarang Yoona harus menyerah karena sakit di kakinya semakin menyiksanya.

“Kau kenapa?” tanya Sehun menyadari raut wajah Yoona yang berbeda. Wanita di sampingnya itu memang terlihat berkeringat dan menahan sesuatu.

Yoona menggeleng pelan.

“Kau sedang sakit?” tanya Sehun kembali dengan nada cemas.

Nan-gwaenchana . . .” jawab Yoona sembari tersenyum. Namun, terlihat jelas jika Yoona sedang berusaha mati-matian menahan rasa sakit.

“Kau jangan bohong. Kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku bukan?”

“Aku tidak berbohong dan tidak menyembunyikan sesuatu darimu. Hanya saja . . .” kalimat Yoona terhenti. Seolah menunggu saat yang tepat ketika keduanya tengah mengobrol di antara kerumunan orang yang berlalu-lalang.

“Apa?”

Yoona menelan ludah. Ia sedikit gugup untuk kembali memulai pembicaraan. “Aku hanya menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya padamu.”

Sehun mengernyitkan dahinya, sementara Yoona terlihat menundukkan wajahnya yang dirasa memerah.

“Perasaan?”

Yoona kembali memperhatikan Sehun yang kini tengah menatapnya bermaksud meminta penjelasan. “Sebenarnya . . . aku . . .”

Jantung Yoona berdebar semakin kencang. Ia pun berusaha mati-matian untuk menenangkan kondisinya yang semakin gugup. Benar apa yang dikatakan Sooyoung, kali ini ia harus mengungkapkan semua isi hatinya pada Sehun.

“Aku menyukaimu . . .”

Yoona tampak memejamkan kedua matanya. Ia terlalu takut untuk mendengar jawaban yang keluar dari Sehun.

“Aku tahu . . .”

Mwo?” Yoona terkejut mendengar reaksi dari Sehun. Dilihatnya pria itu tersenyum pada Yoona.

“Maksudmu . . . menyukaiku sebagai teman bukan? Tentu saja aku tahu,” jawab Sehun belum paham.

Yoona langsung menggeleng keras. “Ani, maksudku . . . aku menyukaimu bukan sebagai teman, melainkan seorang pria. Kau tahu? Rasa cinta seorang wanita terhadap pria yang dicintainya. Seperti itu yang kumaksud . . .”

Hening. Suasana di sekitar keduanya terasa sepi walaupun Yoona dan Sehun berada di tengah-tengah kerumunan orang. Yoona tampak menunduk begitu menjelaskan semuanya pada Sehun. Sementara Sehun terlihat masih terdiam sembari memperhatikan Yoona.

“Tapi . . .” Wajah Sehun berubah serius. “Perasaanku padamu tidak lebih dari teman.”

DEG! Hati Yoona terasa sesak mendengarnya. Walau ia sudah menduga jawaban Sehun tersebut, tapi ia tidak menduga jika mendengar langsung dari Sehun akan terasa amat menyakitkan.

“Ah, sudahlah! Lebih baik kita lupakan saja pembicaraan ini. Aku hanya sedang bercanda . . .” ucap Yoona mengejutkan. Sementara Sehun tampak menatap kaget ke arahnya. Yoona terlihat tertawa di hadapannya. Wanita itu tampak berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

“Yoona . . .”

“Ini sudah larut malam. Sebaiknya aku pulang. Kau tidak perlu mengantarku, aku bisa pulang sendiri. Gomawo, kau sudah mengajakku bersenang-senang malam ini . . .” ucap Yoona terburu-buru. Tanpa menunggu Sehun mengatakan sesuatu, ia langsung berbalik dan meninggalkan Sehun yang menatapnya dengan tatapan sendu.

Di balik wajahnya yang terlihat ceria, Yoona sedang berusaha keras menahan air matanya. Ia pun berjalan cepat agar Sehun tidak mengejarnya. Tak peduli rasa sakit di kakinya yang terus menyiksanya. Ia hanya ingin sesegera mungkin menghilang dari hadapan Sehun. Tiba-tiba ada seorang pria yang menariknya dan membawanya menuju sebuah mobil yang berhenti tak jauh dari posisinya. Mengetahui pria tersebut adalah Kyuhyun, Yoona tampak kebingungan dan juga kesal.

“Apa yang kau lakukan?”

Kyuhyun tak berkomentar sedikitpun dan memilih untuk diam. Keduanya pun tampak masuk ke dalam mobil. Yoona terlihat kaget saat melihat Kyuhyun memilih untuk duduk di sebelahnya, bukan di bagian depan.

“Kenapa kau duduk di sebelahku? Seharusnya kau duduk di depan!” omel Yoona.

Tatapan tajam Kyuhyun berhasil membungkam mulut Yoona yang kembali ingin melontarkan pertanyaan. Yoona pun memalingkan wajahnya ke arah lain dan terdiam. Mobil pun melaju dan membawa keduanya kembali ke rumah.

Selama perjalanan pulang, suasana hening dirasakan keduanya. Baik Kyuhyun ataupun Yoona sama-sama diam. Tidak berbicara sepatah katapun. Hingga akhirnya . . .

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun memecah keheningan.

Yoona menoleh ke arah Kyuhyun. “Apa yang kau maksud kondisi kakiku?”

Kyuhyun menggeleng. “Hatimu . . .”

Seketika raut wajah Yoona berubah. Wajahnya tampak memerah.

“Kau melihatnya?” tanya Yoona sedikit berteriak. Ia menduga jika Kyuhyun tahu tentang pernyataan cintanya terhadap Sehun.

“Tidak hanya melihat tapi mendengar semuanya . . .” jawab Kyuhyun kemudian.

Mwo?

Tanpa mereka sadari, mobil sudah tiba di rumah. Tak perlu basa-basi, Yoona pun langsung bergegas keluar dari mobil dengan rasa kesal. Kyuhyun yang menyadari reaksi Yoona tersebut langsung berlari menyusulnya.

Chakkaman . . .” Kyuhyun menarik tangan Yoona namun langsung ditepis oleh wanita tersebut.

Kyuhyun tercengang. Ia mendapati Yoona tengah menangis.

“Kau tega sekali . . .” isak Yoona. “Kenapa harus kau yang tahu semuanya? Tentang pengakuan cintaku, penolakan yang diberikan Sehun . . . kenapa harus kau? Kenapa?”

Kyuhyun terdiam. Ia tahu saat ini Yoona tengah bersedih. Sejak awal ia tidak bermaksud untuk menyinggung atau melukai perasaan Yoona. Ia hanya terlalu khawatir terhadap kondisi Yoona. Itulah alasannya kenapa ia mengikuti Yoona sejak sore hingga sekarang.

Mianhae . . . aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu . . .” ucap Kyuhyun lirih.

Perlahan Kyuhyun mendekat ke arah Yoona yang tertunduk. Lalu menarik pelan tubuh Yoona ke dalam pelukannya. Yoona pun menangis sejadi-jadinya. Perasaan cintanya pada Sehun selama 15 tahun, kini telah hancur berkeping-keping dalam hitungan jam.

Kyuhyun mengusap wajah Yoona dengan lembut, berusaha menghapus air mata Yoona yang terus mengalir. Keduanya terlihat menatap satu sama lain. Seolah berada dalam alam pikiran masing-masing.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya perlahan dan terus menatap Yoona lekat. CUP! Satu kecupan berhasil ia daratkan di bibir Yoona. Pria itu tampak memejamkan kedua matanya, sementara Yoona tampak tercengang dan kaget dengan sikap yang dilakukan Kyuhyun tersebut.

Menyadari apa yang telah dilakukannya, Kyuhyun membuka kedua matanya. Ia pun memundurkan tubuhnya dari Yoona yang masih terlihat shock di hadapannya. Dengan cepat, Kyuhyun bergegas pergi meninggalkan Yoona. Wajahnya merah padam. Jantungnya berdebar tidak karuan. Sementara Yoona masih terdiam pada posisinya karena terlalu shock.

Langkah Kyuhyun membawanya menuju kembali ke kamarnya. Pria itu langsung menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Ia mengusap bibirnya, lalu tertunduk. Bukan karena sedih melainkan malu. Tindakan yang dilakukannya baru saja di luar kendalinya.

“Ah! Apa yang sudah kulakukan?!” runtuk Kyuhyun.

Ia menyadari saat melihat Yoona bersedih dan menangis, ingin rasanya Kyuhyun mengubah air mata sedih itu menjadi air mata bahagia. Kyuhyun ingin sekali melihat Yoona selalu bahagia. Perlahan tangan Kyuhyun menyentuh bagian dadanya. Ia rasakan debaran jantungnya yang perlahan berangsur stabil. Kembali ia mengingat raut wajah Yoona yang terus berada di kepalanya.

“Kurasa aku memang telah jatuh cinta padamu, Im Yoona . . .”

-TBC-

Oke, sementara kelanjutan FF yang publish ini dulu ya. Untuk Lovely Couple dan Look, at Me! masih belum selesai. Mian jika ada typo dan ceritanya yang kurang gimana gitu hehe. Kuharap kalian suka. Seperti biasa, ditunggu RCL dari kalian, gomawo😉

79 thoughts on “Prince as Bodyguard – Chapter 4

  1. @RickaAsnita says:

    Aaah ternyata seo unnie muncul dichap ini, aku seneng banget seo unnie jd sepupu kyu oppa, kalo bisa2nyakan jd apaaa gitu yg enggak saudaran, aaaa i like thissss hehehe~

  2. Yoongie says:

    Bagus thor……
    Mian ne kalo aku baru comment di part 4….😦
    Sebabnya sibuk…..
    Keep Imagine and Keep Writing ne thor…..

    DAEBAK!!!!!

  3. ladyoong says:

    aish dikira seohyun siapanya kyuhyun eh ternyata cuma sepupu sesuatu deh(y)/apa/ no problem yoona eonnie ditolak sama si cadel. eii ada scene kissingnya dikit xoxoxo /.\ great! uri kyuhyun positip demen yoona eonnie(?) wkwk like like like

  4. Yoonaddict says:

    ‘Sesuka hatimu sajalah’ suka sama ucapan Kyuhyun yg ituu😀
    ahhh ternyata Seohyun sepupu Kyuhyun.,, syukurlah

  5. Elvi ( @elvi Chubby ) says:

    Hyaa… Daebak…
    Rupa Ώyå seo tu spupu Ώyå kyuppa…
    Kirain dy pacar Ώyå kyuppa…
    Yoona cemburu lht kyu pelukan ma seo…
    Kyu jatuh cinta ma yoona…
    Next part Ώyå…
    Look at me,, lovely couple ϑϊ tggu yah…

Don't be a siders, Musketeers

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s